Selasa, 27 Oktober 2009

Perang Rahasia di Pakistan


Apa yang sebenarnya diinginkan para politisi Pakistan? Satu-satunya negara Islam yang memiliki senjata nuklir itu mestinya aman damai dan pemerintahnya mencurahkan perhatian pada pembangunan untuk kesejahteraan rakyatnya yang sebagian besar masih hidup di bawah garis kemiskinan. Tapi kini Pakistan justru dilanda perang sipil sporadis melawan Taliban dan gerilyawan anti-Amerika. Di sisi lain, Pakistan juga tengah dilanda perang inteligen antara aparat keamanan dan inteligen patriot nasionalis melawan para anasir Amerika yang dipimpin oleh perdana menteri dan presiden Pakistan sendiri. Dalam jangka tidak terlalu lama lagi perang tersebut kemungkinan bakal berubah menjadi perang saudara habis-habisan yang akan menghancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.

Semua ini terjadi karena para politisi korup dan para pengkhianat negeri itu rela menjadi antek Amerika demi mewujudkan ambisi Amerika menguasai negeri yang strategis itu dan menjadikannya alat yang efektif untuk mengakhiri perlawanan gerilyawan Afghanistan yang selama delapan tahun gagal dipadamkan Amerika dan sekutunya. Saya ingatkan Anda para pembaca, di Indonesia pun, dalam skala lebih rendah, tengah terjadi perang rahasia antara para patriot nasionalis, sebagian besar dari kalangan militer dan inteligen, sebagian dari kalangan politisi serta cendekiawan, melawan anasir-anasir Amerika yang telah menguasai jabatan-jabatan strategis negeri ini.

Beberapa waktu lalu saya telah menulis di blog ini mengenai kehadiran personil dan perlengkapan militer Amerika secara besar-besaran di Pakistan yang secara vulgar telah melanggar kedaulatan negeri tersebut. Hal itu telah menimbulkan berbagai insiden yang melibatkan aparat keamanan Pakistan dengan para personil militer Amerika tersebut.

Berbagai laporan telah menyebutkan, pemerintah Amerika kini semakin intensif menancapkan pengaruhnya di Pakistan. Bukan lagi melalui cara-cara diplomatis, tapi bahkan ancaman dan intimidasi. Untuk menghindari kecurigaan publik, instruksi-instruksi diberikan kepada antek-anteknya di Amerika. Para politisi, birokrat sipil dan militer, penulis dan wartawan senior, serta akademia telah menjadi agen-agen rahasia Amerika.

Tanda-tanda intensitas Amerika menancapkan pengaruhnya di Pakistan tampak jelas dari upaya para diplomat Amerika di Pakistan untuk menangkis berbagai kritikan yang tertuju kepada mereka yang dilancarkan oleh masyarakat yang sadar dengan bahayanya yang dihadapi negaranya. Di sisi lain mereka secara intensif menggunakan para anteknya untuk mendukung kehadiran Amerika di Pakistan, di antaranya dengan mensponsori perjalanan muhibah ke Amerika yang diikuti oleh para antek.

Di sisi lain, Amerika terus-menerus meningkatkan kehadiran militernya di Pakistan. Dengan dukungan para anteknya yang duduk di birokrasi pemerintahan tentunya, namun tentunya dilakukan diam-diam untuk menghindari konfrontasi dengan aparat keamanan yang masih memiliki rasa nasionalisme. Meski demikian konfrontasi-konfrontasi tetap tak terelakkan.

Dalam upayanya meneguhkan pengaruh di Pakistan, beberapa waktu lalu Dubes Amerika di Pakistan, Anne W. Patterson mengaku kepada pers telah mencoba mengintimidasi kolumnis pengkritik intervensi Amerika di Pakistan dengan mendesak media massa kolumnis itu bekerja untuk menghentikan kritikan-kritikan kolumnis tersebut. Dengan santai ia mengatakan bahwa ia akan mengulangi hal itu jika diperlukan lagi. Kemudian di bulan ini, sang dubes mengadakan konperensi pers yang mengeluarkan pernyataan politik panjang. Ia juga menemui perdana menteri Gilani dan mengeluarkan intimidasi dengan menyebut Amerika tidak percaya terhadap pemerintah dalam pengelolaan dana bantuan Amerika. Lebih jauh ia mem-blocking sebuah acara talkshow di jam utama (primetime), mengindoktrinasikan kebijakan politik Amerika di Pakistan.

Kemunculan Anne W. Patterson di media Pakistan dilakukan setelah ia membuat pernyataan kepada pers Amerika yang menuduh Pakistan menolak bekerjasama dengan Amerika menghancurkan Taliban. Pernyataan tersebut memiliki dua arti sekaligus: mengalihkan kegagalan Amerika di Afghanistan sekaligus menggertak pemerintah Pakistan untuk lebih banyak membantu Amerika.

Namun sebelum kemunculan sang dubes di televisi lokal, pada tgl 19 September lalu polisi Pakistan menggerebek sebuah kantor perwakilan perusahaan kontraktor keamanan Amerika, DynCorp, di Islamabad. Mereka menyita puluhan senjata ilegal meski gagal menangkap kepala perwakilan perusahaan tersebut, pensiunan Kapten Ali Jaffar Zaidi, yang lari beberapa jam sebelum penggerebekan dilakukan.

Seorang jurnalis Pakistan yang bekerja untuk koran The News, Umar Cheema, membuat pernyataan bahwa kapten Zaidi telah memberitahunya bahwa senjata-senjata itu adalah pesanan kedubes Amerika. Hal ini menimbulkan banyak pertanyaan serius terkait dengan beberapa laporan bahwa dubes Pakistan di Amerika, mantan wartawan Husain Haqqani, mengeluarkan banyak visa kepada warga Amerika tanpa sepengetahuan pemerintah pusat. Mengingat Pakistan bukan tujuan wisata warga Amerika, hal itu menambah kecurigaan baru bahwa Haqqani memberikan visa kepada personil militer Amerika.

Ketika aparat hukum Pakistan mulai mengincar Haqqani, ia membocorkan surat rahasia yang berisi informasi tentang keberadaan inteligen Pakistan di India. Bocoran surat rahasia itu muncul di media-media massa India. Maksudnya mungkin untuk membersihkan namanya di mata tuannya, Amerika. Kini di Pakistan muncul julukan bagi Haqqani sebagai "dubes Amerika untuk Amerika yang ditempatkan di kedubes Pakistan di Amerika".




Kebohongan yang Terkuak
Pada tgl 30 September, Ansar Abbasi dari koran The News mempublikasikan surat yang dikirimkan oleh dubes kepada mendagri Rehman Malik, yang isinya meminta Malik melakukan intervensi untuk membebaskan DynCorp melakukan akfitas jual beli senjata di Pakistan. Bocoran surat itu tampaknya merupakan aksi kontra-inteligen aparat keamanan Pakistan penentang dominasi Amerika.

Surat tersebut menambah kuat isu dominasi Amerika kehadiran militer Amerika di Pakistan yang menjadi sorotan masyarakat. Sebuah situs internet, PakNationalists/AhmedQuraishi.com mempublikasikan video yang menunjukkan keberadaan perusahaan jasa keamanan Amerika yang menjadi kontraktor militer Amerika, Blackwater, tengah merekrut para personil militer yang fasih berbahasa Urdu dan Punjabi menjadi agen Amerika.

Untuk menangkis rumor yang semakin kuat mengenai kehadiran aparat militer Amerika di Pakistan dubers Patterson mengeluarkan pernyataan bahwa Amerika tengah memperluas kantor kedutaan besar Amerika di Islamabad agar dapat menampung lebih banyak personil marinir Amerika di Pakistan. Namun ia berjanji, jumlah personil marinir yang ditampung di kedubes Amerika tidak akan melebihi angka 20 orang.

Namun penggrebekan tgl 19 September membuktikan bahwa pernyataan Patterson tidak benar.

Bantahan Amerika mengenai keberadaan perusahaan jasa keamanan seperti Blackwater yang kontroversial (di Irak personil perusahaan ini terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan yang menelan jiwa rakyat Irak tanpa dapat dituntut di pengadilan) bertentangan dengan banyak fakta di lapangan. Dalam beberapa minggu terakhir setidaknya terjadi tiga peristiwa yang melibatkan aparat milier Amerika yang berpakaian sipil. Dari ketiga peristiwa itu dua di antaranya aparat keamanan Pakistan menangkap personil militer Amerika sebelum akhirnya dilepaskan kembali karena intervensi kedubes Amerika dan pemerintah Pakistan. Pada satu peristiwa lainnya seorang warga Pakistan diserang oleh aparat militer Amerika. Karena tekanan Amerika antek-anteknya, polisi menolak menyelidiki kasus tersebut.



Agenda Amerika di Pakistan
Setelah mendapatkan lampu hijau dari Presiden Musharraf tahun 2007, Amerika memulai operasi rahasia berkode "Operation Enduring Turmoil" yang tujuannya memperkuat pengaruh politik Amerika di Pakistan. Salah satu langkah yang dilakukan Amerika adalah mengadakan pertemuan rahasia dengan para pemimpin etnis di beberapa wilayah seperti Exposed! – Zionist Neocon Plans for Pakistan and rest of the World Sindh, Balochistan dan NWFP (perbatasan dengan Afghanistan), tidak lama setelah pemilu presiden Pakistan Februari 2008.

Pertemuan itu dilanjutkan dengan pertemuan dengan kelompok-kelompok politik bersenjata seperti MQM yang menguasai wilayah Karachi (pelabuhan terpenting Pakistan, pintu gerbang militer Amerika dan NATO menuju Afghanistan) dan ANP, kelompok komunis Pakistan.

Langkah-langkah politik tersebut membuat kalangan nasionalis Pakistan, terutama dari kalangan militer, khawatir, Amerika tengah mengeksploitir perbedaan etnis di Pakistan untuk kepentingan mereka yang sekaligus juga berarti memperlemah Pakistan sendiri.

Selama masa krisis politik tahun 2007, media-media massa Amerika memberikan laporan-laporan inteligen yang bocor mengenai operasi inteligen Amerika untuk mendukung gerakan separatisme di Pakistan. Saat ini langkah tersebut telah terbukti dengan adanya tuntutan kemerdekaan atas propinsi Sindh yang diserukan oleh tokoh-tokoh politik "binaan" Amerika bekerja sama dengan tokoh-tokoh LSM provokator Amerika seperti Selig Harrison dan Marvin Weinbaum.


Peringatan Militer Pakistan
Menghadapi kondisi keamanan nasional yang memprihatinkan tersebut militer Pakistan baru-baru ini mengeluarkan pernyataan keras yang dapat diartikan sebagai peringatan kepada Amerika dan komprador-komprador lokalnya di Pakistan.

"Pakistan adalah negara berdaulat dan mempunyai semua hak untuk menganalisis dan merespon ancaman nasional sejalan dengan kepentingan nasional," demikian pernyataan yang dikeluarkan Inter-Services Public Relations [ISPR], tgl 7 Oktober lalu. ISPR adalah konperensi para komandan militer Pakistan yang dipimpin oleh Kastaf AD Jendral Ashfaq Parvez Kayani.

Pernyataan tersebut tidak dapat disangkal ditujukan ke Amerika yang terus berusaha mendikte Pakistan terkait dengan perang melawan terorisme di Afghanistan. Padahal Pakistan memiliki ancaman yang jauh lebih besar, yaitu India. Selain itu pernyataan itu secara tak langsung juga menohok para pemimpin politik Pakistan yang terus menerus meminta bantuan dari Amerika, meski harus mengorbankan kepentingan nasional.

Sebagaimana diketahui, pemerintah Pakistan tengah melobi program bantuan dalam kerangka Kerry-Lugar Aid Bill yang dihentikan Amerika setelah Amerika menyatakan Pakistan sebagai negara teroris. Program itu memberi hak kepada Amerika untuk mengawasi seluruh detil operasional institusi-institusi sipil dan militer Pakistan.

Lebih jauh berbagai sumber menyebutkan bahwa Jendral Kayani telah memberi tahu komandan pasukan Amerika di Afghanistan, Jendral Stanley McChrystal, bahwa tindakan dubes Patterson yang pernah mengancam akan menyerang Pakistan, tidak dapat ditolerir lagi di masa mendatang.

Keterangan gambar: Serangan bom oleh gerilyawan Taliban di Pakistan. Harga yang harus dibayar Pakistan karena melibatkan diri dalam petualangan Amerika.

Masjidil Haram di Masa Depan


Dikopi dari situs Islam Agamaku, 20 Oktober, 2009

Catatanblogger: Adalah suatu ironi bahwa pemerintah kerajaan Saudi terus menerus menghambur-hamburkan uang untuk melakukan pembangunan fisik di atas situs-situs sejarah Islam tanpa mempedulikan makna sejarah dari situs-situs tersebut. Mereka telah membongkar rumah Rosulullah di Madinah, rumah suci tempat malaikat pernah turun naik dari langit ke bumi untuk menemui kekasih-Nya. Mereka membiarkan terlantar kompleks pekuburan para syuhada dan pahlawan Islam, sebagiannya bahkan dibongkar dan di atasnya didirikan bangunan mewah. Kini pun pemerintah Saudi tengah merencanakan mega proyek pengembangan kota Mekkah yang lagi-lagi menghancurkan situs-situs sejarah Islam yang tiada ternilai harganya. Mereka melakukan itu semua bekerja sama dengan pemerintah dan perusahaan-perusahaan Amerika. Sekali lagi ini membuka kedok dinasti Saud penguasa semenanjung Arab ini sebagai antek yahudi.


ISLAM AGAMAKU - Makkah sedang melakukan face-off: Masjid Al Haram akan diperbesar, areal tawaf di sekitar Ka'bah ditutup dengan pelindung, puluhan apartemen pencakar langit sedang diselesaikan, hotel-hotel bintang lima sedang ditambahkan, mal-mal baru dikebut, jalur kereta cepat dari Jeddah dipersiapkan langsung sampai ke Al Haram, monorel dibangun untuk menghubungkan 3M (Makkah-Muzdalifah-Mina), kereta cepat dipersiapkan untuk menghubungkan Jeddah-Makkah-Madinah.

Dan banyak lagi: terowongan, terminal, gedung parkir, plaza, eskalator perkotaan, pertamanan.... semua serba baru. Dua tahun lagi, 2010, sebagian proyek raksasa itu sudah terlihat. Dan semuanya akan sempurna pada 2020. Penataan Makkah kali ini dilakukan secara total, terencana, dan tidak tambal sulam. Pembuatan konsep perencanaannya saja memerlukan biaya sangat besar! Kali ini, perubahan Makkah tidak tanggung-tanggung. Langsung dirancang untuk memenuhi kebutuhan masa depan secara sempurna.

Tidak boleh ada sedikit pun yang menghambat: bangunan yang masih baru pun harus dibongkar. Gunung batu yang keras pun diiris, dipotong, dan digali.
Peninggalan sejarah tidak dipedulikan. Protes tidak dilayani. Termasuk dari pemerintah Turki yang mempersoalkan dihancurkannya benteng Ajyad. Inilah benteng yang dibangun pada 1775 yang sangat berjasa dalam mempertahankan Kota Makkah. Yakni, benteng yang dibangun ketika Makkah masih di bawah pemerintahan Turki Osmani.

Pokoknya, apa pun yang berada di atas tanah seluas 23 hektare itu harus dikosongkan. Yakni mulai Makkah Hotel, kanan kirinya sampai ke belakang. Kawasan ini mencakup wilayah yang disebut Jabal (Gunung) Omar, yang bentuknya berupa gunung batu yang sangat keras.

Selama ini di lereng-lereng dan di atas gunung itu penuh dengan bangunan rumah yang kalau musim haji sangat laris disewakan. Jamaah haji pun harus turun naik gunung ketika pergi atau pulang dari. Saat ini kita tengah menyaksikan saat-saat terakhir sejarah Makkah.

Bagian bersejarahnya akan segera diratakan untuk dibangun tempat parkir,” katanya kepada Reuters. Disebutkan setidaknya ada 300 bangunan bersejarah di Makkah dan Madinah dimusnahkan selama 50 tahun terakhir. Tentu juga harus melewati lorong-lorong kecil yang menanjak dan menikung. Semua bangunan itu sudah dua tahun ini hilang. Sudah digusur empat tahun lalu. Di situlah akan dibangun perumahaan modern, berupa apartemen pencakar langit sebanyak 4o tower (menara).

Menara-menara itu dijajar kiri kanan dalam posisi seperti setengah melingkar. Di antara dua jajaran tower itulah disediakan ruang kosong yang bisa dipakai sembahyang untuk 200.000 orang. Pengeras suara tersambung dengan pengeras suara Masjid Al Haram. Di areal ini juga dibangun pertokoan, termasuk showroom. Sekira 4.500 toko tersedia di situ. Juga 3.000 showroom. Kendaraan yang bisa ditampung mencapai 12.000, satu penambahan yang luar biasa dibanding tempat parkir sekarang yang hanya muat 570 mobil.

Di ujung superblok ini dibangun satu "pintu gerbang" yang wujudnya gedung pencakar langit kembar, seperti di Kuala Lumpur itu. Masing-masing 50 tingkat. Kalau kawasan 23 hektare ini sudah jadi, maka berada di plaza ini akan merasakan sensasi luar biasa: menghadap dan memandang ke keagungan Masjid Al Haram yang letaknya agak di bawah sana.

Kalau malam, tentu lebih menakjubkan karena pencahayaan lampunya yang seperti tanpa batas. Proyek Jabal Omar, kalau sudah jadi, bisa saja terasa lebih menonjol daripada Masjid Al Haram. Namun, karena desainnya yang menjadi satu kesatuan.

Bangunan-bangunan itu dibongkar karena berbagai alasan, namun sebagian besar karena ingin menyesuaikan dengan kota-kota besar di dunia lainnya. Bahkan sekarang, tempat kelahiran Nabi SAW terancam akan dibongkar untuk perluasan tempat parkir. Sebelumnya, rumah Rasulullah pun sudah lebih dulu digusur. Padahal, disitulah Rasulullah berulang-ulang menerima wahyu. Di tempat itu juga putra-putrinya dilahirkan serta Khadijah meninggal. Tidak ada kesan pembandingan seperti itu. Jabal Omar juga bisa disebut bagian dari Masjid Al Haram.

Seluruh biaya untuk membangun kawasan 23 hektar ini saja sekira Rp 250 triliun. Yang membangun adalah perusahaan swasta bernama Jabal Omar Development Company (JODC). Untuk merealisasikan proyek ini, perusahaan itu langsung go public di bursa saham Arab Saudi. Waktu masuk pasar modal, yang menjadi underwriter adalah sebuah anak perusahaan bank swasta setempat: Al Bilad. Auditornya adalah perusahaan keuangan Amerika Serikat, Ernst & Young.

Sebanyak 30 persen saham perusahaan ini dilepas di pasar modal. Sisanya milik beberapa pengusaha terkemuka, seperti Abdul Rahman Faqeeh dan Bin Laden (keluarga Osama bin Laden. Ini membuktikan bahwa Al Qaida adalah binaan CIA, blogger).
Faqeeh juga dikenal sebagai pengusaha pertama dan terbesar yang bergerak di bidang rumah potong hewan dan ayam. Belum lama ini Faqeeh membangun rumah potong ayam besar-besaran. Empat buah sekaligus di empat kota. Ini karena ada aturan baru di Arab Saudi tidak boleh lagi mengangkut ayam hidup dari satu kota ke kota lain.

Meski harus berhenti selama musim haji hari-hari ini, proyek Jabal Omar benar-benar dikebut. Kontraktor readymix-nya, misalnya, sampai harus membangun dua pabrik pencampur semen sekaligus, khusus untuk melayani satu proyek ini saja. Maklum, proyek ini sehari saja memakan semen yang sudah diaduk kerikil 11.000 ton. Sang kontraktor juga harus mampu mengirim semen adukan itu secara konstan 24 bulan penuh.

Tentu bisa dibayangkan, dengan wajah Makkah yang baru seperti itu, apakah masih akan ada tempat bagi orang-orang dari Indonesia yang selama ini naik haji sambil berjualan nasi bungkus dari satu pondokan ke pondokan yang lain. Dan, kalau monorel 3M sudah berjalan, bagaimana nasib para penjual teh susu atau kopi di sepanjang jalan yang menghubungkan tiga wilayah itu, yang umumnya juga dari Indonesia?

Juga tidak tahu lagi di mana tempat para pedagang kaki lima yang selama ini menawarkan barang apa saja dengan berteriak: fatimah, hamsa real, fatimah, hamsa real! (Ibu, lima riyal, Ibu lima riyal!).(suaramedia)

Minggu, 25 Oktober 2009

Runtuhnya Moral Pasukan NATO di Afghanistan


Berbagai laporan mengenai kondisi di medan perang Afghanistan akhir-akhir ini telah menunjukkan runtuhnya moral di kalangan pasukan NATO dan hilangnya harapan mereka untuk dapat meraih kemenangan. Mereka juga banyak yang mempertanyakan tujuan apa mereka harus mempertaruhkan nyawanya di negeri orang.

Pada tgl 8 Oktober lalu media massa Inggris London Times mempublikasikan beberapa komentar dari personil militer Amerika di Afghanistan termasuk mereka yang berasal dari satuan tempur elit 10th Mountain Division yang selama tiga bulan terakhir terlibat dalam pertempuran sengit melawan gerlyawan Afghanistan di propinsi Wardak, sebelah selatan Kabul. Dari 1.500 pasukan di satuan itu, 19 orang tewas dalam pertempuran, 1 orang tewas bunuh diri, dan 100 menderita luka-luka serius. Patroli-patroli mereka telah dihantam oleh 180 ledakan ranjau berdaya ledak tinggi (improvised explosive devices). Lebih dari 100 serangan bom berhasil dideteksi sebelum meledak.

Ironisnya mereka sangat jarang bertemu langsung dengan para gerilyawan yang membaur dengan masyrakat setempat yang mereka pikir mendukung tentara pendudukan.

Seorang kapten dari batalion artileri mengatakan, "Semua tentara yang Anda ada merasa putus asa. Mereka merasa telah mempertaruhkan nyawanya untuk kemajuan yang absurd. Mereka capai, stress, bingung dan hanya ingin pulang."

Seorang kapten lainnya mengatakan kepada Times: "Banyak tentara memandang diri mereka sebagai sesuatu yang tidak berguna dan marah dengan keberadaan mereka di sini. Mereka merasa sangat depresi dan putus asa dan hanya ingin kembali ke tengah-tengah keluarganya. Angka perceraian melonjak tajam. Penyakit Post Traumatic Stress Disorder jauh di luar skala kewajaran. Ada ratusan tentara cacat yang dipulangkan dan menjadi beban keluarganya."

Erika Cheney, seorang psikolog ketentaraan mengatakan, "Mereka lelah, frustasi, takut. Kebanyakan mereka takut melakukan patroli."

Seorang prajurit muda, Raquime Mercer, mengatakan, "Kita telah kalah. Itu yang saya rasakan. Saya masih belum memahami mengapa kita berada di sini. Saya ingin mengetahui pasti alasan mengapa saya harus menanggung resiko terluka atau bahkan meninggal. Pertanyaan besar para prajurit adalah apa yang bisa kita lakukan untuk menghentikan perang ini? Menangkap seorang musuh? Menyerang sebuah obyek sasaran? Tentara lebih membutuhkan jawaban mengenai alasan perang ini daripada menghancurkan Taliban yang kami lihat sangat mustahil dilakukan. Sangatlah sulit menangkap seorang musuh yang tidak terlihat."

Rasa frustrasi, ketakutan dan korban yang berjatuhan di antara tentara pendudukan bisa mendorong terjadinya aksi-aksi balas dendam yang di luar kendali oleh para tentara pendudukan terhadap penduduk sipil. Hal ini telah biasa terjadi pada perang-perang kolonial jaman dahulu.

Seorang tentara spesialis Eric Petty mengatakan kepada the Times, "Para tentara sangat marah kehilangan rekan-rekan mereka yang akan menolong penduduk sipil yang ternyata memusuhi mereka. Kami telah memberikan banyak bantuan kepada mereka dan mereka tetap memusuhi kami. Mereka mengatakan tidak ada gerilyawan Taliban. Namun saat Anda baru berjalan 10 langkah, gerilyawan menembaki Anda dari rumah mereka."

Kondisi yang sama dihadapi oleh tentara Inggris yang beroperasi di propinsi Helmand. Kesatuan tentara di sana, 2nd Rifles, telah kehilangan 100 anggotanya dari total 500 anggotanya sejak April. Tingkat kematian itu sama dengan masa-masa paling intensif dalam Perang Dunia II.

Seorang kopral mengatakan, "Tidak seorang pun dengan sukarela bersedia melakukan patroli keluar. Dan saya tidak pernah menjumpai seorang prajurit yang berbicara tentang kemenangan."

Delapan tahun sudah pasukan NATO berperang di Afghanistan dalam apa yang mereka sebut "perang melawan terorisme". Para prajurit di garis depan harus menghadapi maut hanya untuk melindungi sebuah regim boneka yang tidak berdaya menjalankan fungsinya sendiri. Kebanyakan alasan mereka bergabung menjadi tentara adalah karena masalah ekonomi. Dengan tingkat upah yang rendah dan tingkat pengangguran yang tinggi, menjadi tentara adalah sebuah alternatif yang baik menurut mereka sebelum menghadapi kondisi perang yang sebenarnya.

Persepsi "perang kotor" atau "perang illegal" di mata para prajurit atas apa yang mereka lalukan di Irak dan Afghanistan telah membuat tingkat stress yang tinggi di antara para prajurit. Sekitar 20-30% dari para veteran yang kembali ke negerinya, mengalami penyakit jiwa akut yang berujung pada bunuh diri dan tindakan-tindakan kriminal.

Saat ini ada sekitar 20.000 mantan prajurit Inggris menghuni penjara-penjara atau menjalani tanahan luar. Tingkat kriminalitas yang berujung pada penahanan di kalangan veteran perang Inggris meningkat 30% selama lima tahun terakhir. Seorang perwira Inggris mengatakan kepada Guardian bulan lalu, "Ada banyak bukti yang menunjukkan para prajurit tidak mendapatkan bekal yang cukup setelah meninggalkan dinas."

Sementara itu menurut laporan British Mirror sebanyak 67 orang veteran perang Afghanistan dan Irak telah melakukan tindakan bunuh diri sejak tahun 2001. Di luar itu masih ada 31 kasus bunuh diri lainnya yang dicurigai terkait dengan keruntuhan moral paska perang Afghanistan dan Irak.

Kasus terakhir awal bulan Oktober ini seorang prajurit komando marinir berumur 28 tahun, Dylan Kemp, menggantung diri tujuh bulan setelah pulang ke tanah air dari Afghanistan. Sebelumnya ia sempat ditangkap polisi karena membuat keributan di jalanan dan memukuli teman wanitanya. Seorang temannya berkomentar kepada the Mirror, "Perang Afghanistan telah mendorongnya ke pojok. Ia pernah mengatakan banyak di antara teman-teman sesama prajurit akan mengakhiri hidupnya sendiri. Ia penuh dengan kemarahan. Penyakit mentalnya tidak dapat disembuhkan kecuali dengan kematian."

Angka bunuh diri di antara veteran perang Amerika juga terus meningkat tajam. Sampai akhir September lalu terdapat 117 kasus bunuh diri di kalangan angkatan darat dan 38 kasus di kalangan marinir ditambah 35 kasus lainnya yang diduga terkait dengan sebab yang sama. Peningkatan angka bunuh diri di kalangan marinir melonjak 20% tahun ini. Kebanyakan anggota marinir dan tentara angkatan darat yang bunuh diri itu adalah veteran perang Afghanistan dan Irak.

Hitler Tidak Menginginkan Perang


Selama ini kita mendapat indoktrinasi yang sangat massif tentang sisi negatif Adolf Hitler sehingga tidak tersisa sedikit pun kebaikan pada dirinya. Dengan indoktrinasi itu Adolf Hitler tergambarkan di benak seluruh penduduk dunia selama puluhan tahun sebagai "manusia gila yang haus perang".

Tapi fakta-fakta berikut ini mengajak kita untuk mengkaji kembali apakah Hitler benar-benar seperti gambaran tersebut di atas?

1. Hitler membangun garis pertahanan dengan Perancis yang disebut Siegfried Line, seolah-olah Jerman justru merasa khawatir akan mendapatkan serangan dari barat (Perancis dan Inggris).

2. Hitler tidak membangun angkatan laut yang kuat, setidaknya untuk mengimbangi angkatan laut Inggris yang merupakan penguasa lautan sebelum perang dunia II. Keberhasilan angkatan laut Jerman hanyalah kapal-kapal selamnya yang dapat mengganggu jalur perdagangan laut Inggris sebelum dihentikan sama sekali oleh Inggris setelah Inggris berhasil menemukan peralatan radar yang mampu mendeteksi keberadaan kapal selam dan menghancurkannya dengan bom bawah permukaan.

3. Hitler tidak membangun armada pengebom strategis. Armada pengebom yang dimiliki Jerman bahkan tidak dapat terbang mencapai Inggris dari Jerman.

4. Hitler memerintahkan pasukannya untuk membiarkan pasukan Inggris dan Perancis yang terjebak di pantai Dunkirk untuk melarikan diri ke Inggris dengan menggunakan ribuan kapal besar dan kecil. Ratusan ribu pasukan yang selamat karena kebaikan Hitler itu kemudian berbalik menghancurkan pasukan Jerman.

5. Hitler menawarkan perdamaian dengan Inggris dua kali. Pertama setelah pendudukan Polandia, dan kedua setelah Jerman menduduki Perancis. Ia juga mengirimkan deputinya, Rudolp Hess, terbang ke Skotlandia untuk menemui seorang bangsawan Inggris yang anti-perang sebelum akhirnya pesawat Hess ditembak jatuh dan Hess dipenjara tanpa proses pengadilan dan diberi kesempatan untuk menyatakan maksud kedatangannya ke Inggris.

6. Setelah berhasil menduduki Perancis dan berhasil mendirikan pemerintahan Perancis yang akomodatif dengan Jerman, Hitler membiarkan begitu saja armada angkatan laut Perancis di luar negeri, tidak memasukkannya ke dalam komando perang Jerman-Perancis. Akibatnya armada tersebut justru memerangi Jerman.

7. Hitler melarang Mussolini menyerbu Yunani. Larangan ini dilanggar Mussolini dan kemudian justru menjadi bola api panas bagi Jerman. Untuk memadamkan perlawanan Yunani, Jerman terpaksa harus mengalihkan sebagian pasukannya untuk membantu Mussolini.

8. Jerman menyerang Polandia karena negeri itu terus mempermainkan Jerman (karena provokasi Inggris dan Perancis) dalam perundingan soal wilayah Sudetan, wilayah Jerman yang secara tidak adil diserahkan kepada Polandia dalam Perjanjian Perancis tahun 1919.



Ketika banyak dogma sejarah seputar Perang Dunia II yang terbongkar kepalsuannya sebagaimana kepalsuan "holocoust", persepsi serba negatif terhadap Adolf Hitler juga sebaiknya dikaji kembali. Kita harus melihat sebuah peristiwa dari berbagai sudut agar penilaian kita menjadi lebih obyektif.

Perlu diketahui bahwa Perang Dunia I dan peristiwa-peristiwa selanjutnya yang menjadi salah satu faktor utama terjadinya perang dunia selanjutnya, cukup memberi alasan rakyat Jerman yang dipimpin Hitler untuk melakukan langkah-langkah yang menjadi pretex kelahiran perang dunia II.

Jerman secara militer sebenarnya telah memenangkan perang dunia I. Tidak ada seorang prajurit bahkan sebutir peluru musuh yang memasuki wilayah Jerman. Sebaliknya Perancis dan Inggris menderita kehancuran militer dan ekonomi. Armada kapal selam Jerman yang superior pada masa itu berhasil menetralisir armada laut Inggris yang superpower dan memblokade Inggris secara total. Angkatan Perang Perancis hancur dalam Perang Parit di Verdun dan Somme. Rusia menarik diri dari medan perang setelah menderita kekalahan hebat.

Namun tiba-tiba saja tanpa pernah diperkirakan Jerman dan sekutunya, Amerika melibatkan diri. Dengan jumlah pasukan yang mencapai 1 juta orang lebih yang diterjunkan ke Eropa (dan korbannya mencapai 150.000 orang lebih), Amerika berhasil merubah keseimbangan perang dan kemudian memaksa Jerman menyerah. Inggris pun tampil sebagai pemenang, tapi dengan syarat yang telah ditentukan sebelum Amerika tampil, yaitu memberikan tanah Palestina yang merupakan wilayah administratif Inggris, kepada orang-orang yahudi untuk didirikan negara Israel melalui sebuah dokumen yang dikenal sebagai Deklarasi Balfour.

Keterlibatan Amerika dan gerakan pendirian negara Israel di Palestina menyadarkan rakyat Jerman bahwa orang-orang yahudi telah mengkhianati mereka, termasuk orang-orang yahudi yang tinggal di Jerman. Ditambah dengan periswita Revolusi Bolshevik di Rusia dan gerakan komunisme yang marak di Jerman dan negara-negara Eropa yang diketahui luas oleh masyarakat digerakkan oleh orang-orang yahudi, rakyat Jerman menjadi sangat antipati terhadap orang-orang yahudi. Ditambah dengan Perjanjian Paris yang mengakhiri perang dunia I yang sangat memberatkan ekonomi Jerman, sempurnalah sudah pengkhiatan orang-orang yahudi terhadap Jerman. (Perjanjian ini dirancang oleh orang-orang yahudi, dihadiri oleh 117 tokoh yahudi internasional).

Padahal sebenarnya orang-orang yahudi telah mendapatkan semuanya di Jerman. Orang-orang terkaya di dunia saat itu sebagian besarnya adalah orang yahudi Jerman. Ada Rathenau. Ada Balin yang memiliki dua perusahaan pelayaran laut raksasa North German Lloyd’s dan Hamburg-American Lines. Ada Bleichroder yang mengurusi perusahaan keuangan keluarga Hohenzollern. Ada keluarga Warburg yang menguasai perbankan internasional, termasuk memiliki saham bank sentral Amerika. Jerman juga menjadi tempat pelarian yang nyaman orang-orang komunis Rusia yang gagal dalam pemberontakan pertama tahun 1905.

Lalu apa kesalah Jerman sehingga orang-orang yahudi memusuhinya? Kesalahannya adalah karena Jerman muncul sebagai negara kuat yang makmur sejak akhir abad 19. Dan bagi orang-orang yahudi negara seperti itu menjadi sasaran paling "enak" untuk dikuasai, dihisap madunya dan kemudian dibiarkan mati untuk ditinggalkan dan orang-orang yahudi itu pindah ke negara lainnya yang tumbuh kuat. Mereka telah melakukan hal itu di Mesir (datang sebagai pengungsi di jaman nabi Yusuf, kemudian menjadi penguasa sebelum jaman nabi Musa). Mereka juga melakukannya pada bangsa Babilonia, Persia (jaman Raja Cyrus), Romawi, Inggris, dan saat ini Amerika. (Orang-orang yahudi juga mulai aktif berbisnis di Cina, negara yang diperkirakan dalam satu dasawarsa mendatang akan menjadi negara superpower ekonomi dan militer mengalahkan Amerika).

Pengkhianatan yahudi kepada Jerman tidak berhenti sampai Perjanjian Paris tahun 1919. Orang-orang komunis yahudi berusaha mengambil alih kekuasaan atas negeri Jerman yang hancur setelah perang. Mereka bahkan sempat menguasai wilayah Bavaria tahun 1919. Kenyataannya bahwa setelah perang, keluarga kaisar Jerman tinggal di Belanda karena khawatir nasibnya akan sama dengan tsar Rusia yang dikudeta oleh orang-orang komunis yahudi dan dieksekusi mati dengan keji.

Bahkan setelah pemberontakan komunisme Jerman dihancurkan, orang-orang yahudi Jerman terus aktif berusaha menguasai negara, sementara orang Jerman melawan tanpa kekerasan. Saat itu rakyat Jerman berjumlah sekitar 90 juta jiwa dan orang yahudi hanya 460.000 jiwa. Namun yahudi menguasai pers, dan sumber-sumber ekonomi vital yang merosot harganya karena perang dan diborong oleh orang-orang yahudi. Bahkan ketika masyarakat yahudi internasional menyerukan boikot terhadap Jerman, rakyat Jerman masih menahan diri.

Aksi-aksi kekerasan oleh rakyat Jerman baru terjadi setelah seorang pemuda yahudi menembak mati seorang diplomat Jerman di Perancis tahun 1938. Namun bahkan dalam situasi seperti ini rakyat Jerman masih memperlakukan orang-orang yahudi secara manusiawi. Dan yang mengejutkan adalah bahwa Hitler bahkan memberikan solusi kepada orang-orang yahudi untuk pindah ke Palestina dengan damai, utuh dengan harta bendanya.

Gila, Obama Menangi Hadiah Nobel


Beberapa bulan lalu saya pernah terlibat dalam sebuah polemik dengan seorang dubes Indonesia di Eropa di sebuah media massa Medan mengenai sosok Barack Obama. Sang dubes, dengan semangat 45 memuji-muji setengah mati Barack Obama. Di antaranya ia menyebut Obama sebagai seorang diplomat ulung, meski Obama baru satu bulan menjabat sebagai presiden dan sepanjang hidupnya tidak pernah menjadi seorang diplomat. Selain menolak pendapat sang dubes, saya menulis tentang sisi negatif Obama sebagai seorang narsis berdasar penelitian seorang ahli psikologi terkenal.

Sang Dubes, di mata saya tidak lebih dari seoran na'if yang tidak meneliti asal-usul Barack dan mengkaji semua tindakannya dengan lebih mendalam. Ia tidak beda dengan orang awam yang silau dengan gemerlap citra Obama yang dibangun oleh media massa yang penuh dengan motif politik ekonomi tertentu.

Yah, Obama adalah figur "idol" yang lahir dari sebuah konspirasi tingkat tinggi dengan agenda tersembunyi yang tidak akan saya jelaskan panjang lebar karena memakan waktu dan tempat. Konspirasi ini tampak semakin kentara dengan terpilihnya Obama sebagai pemenang hadiah nobel perdamaian.

Saya tidak akan mengulang kembali masa lalunya yang kelam yang membentuk kepribadian Obama menjadi seorang narsis, tapi saya akan menganalisis tindakan-tindakannya saat berkampanye dan setelah terpilih sebagai presiden Amerika. Semuanya menunjukkan ia sama sekali tidak tepat untuk menerima hadiah nobel perdamaian (saya sengaja menulis nobel dengan huruf kecil karena melihat lembaga ini tidak lagi sakral).

1. Obama telah mengorbankan perang yang lebih hebat di Afghanistan dengan mengirimkan tambahan pasukan sejumlah 20.000 personil ke negeri itu. Kini ia bahkan tengah mempertimbangkan untuk menambah lagi 40.000 personil pasukan ke Afghanistan setelah tambahan pasukan tersebut gagal mengakhiri perang dan justru semakin menambah banyak korban terutama korban sipil.

2. Saat menjadi senator, Obama telah menjadi pendukung Perang Irak dengan menyetujui tambahan dana perang di Irak. Tambahan dana tersebut menyebabkan ribuan rakyat Irak tewas dan luka-luka serta hancurnya infrastuktur Irak. Belum lagi ribuan pasukan Amerika dan sekutunya yang tewas dan luka-luka akibat dukungan Obama tersebut.

3. Dalam masa kampanye, Obama berjanji akan mengakhiri Perang Irak dan menarik seluruh pasukan Amerika dari Irak. Hingga kini janji itu tidak jelas kapan terealisasi. Sebaliknya Obama dengan kukuh bertekad mempertahankan keberadaan 50.000 pasukan Amerika di Irak.

4. Obama pernah berjanji akan menutup penjara Guantanamo, fasilitas penjara Amerika yang melanggar hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan. Hingga kini Guantanamo tetap beroperasi tanpa sedikitpun mengalami perubahan.

5. Pemerintahan Amerika di bawah Obama melalui dinas intelegennya, CIA, masih mempraktikkan penyiksaan dan masih mengoperasikan penjara-penjara rahasia di berbagai belahan dunia.

6. Obama dan tim suksesnya (dipimpin veteran tentara Israel yang menjadi kepala staff Gedung Putih, Rahm Emmanuel) mempraktikkan show politik (anehnya presiden SBY yang sama-sama dari parti Demokrat suka meniru-nirunya) dengan "pura-pura" menentang perluasan pembangunan perumahan yahudi di wilayah pendudukan Israel di wilayah Palestina. Tapi saat Israel ngotot meneruskan pembangunan, Obama pura-pura lupa dengan retorikanya sendiri yang keras menentang kebijakan Israel tersebut. Sebaliknya ia mengatakan: kebijakan Israel tersebut tidak berpengaruh pada kebijakan bantuan ekonomi dan militer Amerika kepada Israel serta dukungan Amerika kepada Israel di forum-forum internasional. Alih-alih mendukung perdamaian sebagaimana dikatakan panitia hadiah nobel, Obama justru mendorong konflik timur tengah semakin jauh dari perdamaian.

7. Obama tetap mengancam Iran dengan serangan militer termasuk dengan menggunakan senjata nuklir dengan mengatakan: semua pilihan tindakan terhadap Iran tetap terbuka.

Semua poin tersebut di atas menunjukkan bahwa Obama sama sekali tidak memiliki kualifikasi sebagai pejuang perdamaian dunia. Sebaliknya pemilihan Obama sebagai peraih hadiah nobel perdamaian justru semakin menguak fenomena keberadaan "penguasa global belakang layar" yang menjadikan dunia sebagai permainan demi tujuan atau sekedar kepuasan mereka.

Rabu, 21 Oktober 2009

KABINET EKONOMI NORMATIF


Lebih baik mana, seorang dokter medis lulusan universitas lokal dengan doktor ekonomi lulusan sekolah elit Amerika seperti Wapres Boediono dalam menangangi masalah ekonomi makro? Saya katakan, jika dokternya adalah Mahathir Mohammad, ia lebih baik dibandingkan sepuluh orang doktor ekonomi lulusan Amerika seperti Boediono.

Mungkin pernyataan saya itu dianggap terlalu ekstrim. Tapi kalau mau jujur pernyataan tersebut benar. Mahathir Mohammad, seorang dokter, berhasil membangun Malaysia menjadi negara maju secara ekonomi. Adapun Boediono dan banyak doktor ekonomi lulusan Amerika lainnya telah bekerja puluhan tahun sebagai menteri-menteri ekonomi Indonesia, namun Indonesia tidak pernah beranjak dari status negara miskin. Saya tidak peduli parameter-parameter statistik ekonomi seperti pertumbuhan ekonomi, pendapatan per-kapita, laju inflasi, tingkat pengangguran, atau angka kemiskinan, menunjukkan Indonesia telah masuk dalam kelompok negara menengah. Faktanya adalah sebagian besar rakyat Indonesia masih sangat miskin dan pengangguran masih tinggi.

Saya sebenarnya memimpikan seorang pemimpin nasional yang mampu bertindak taktis dan strategis membangun ekonomi nasional sehingga Indonesia mampu bangkit dari keterpurukan dan tumbuh menjadi negara maju. Pemimpin tersebut berani melakukan kebijakan ekonomi yang progresif, yang langsung mengena pada permasalahan dasar ekonomi Indonesia. Saya katakan pemimpin yang progresif adalah seperti Prabowo Subiyanto yang berani menawarkan program rescheduling hutang luar negeri dan menggunakan APBN sepenuhnya untuk pembangunan. Sayang ia kalah dalam pemilu presiden baru lalu karena rakyat menjatuhkan pilihannya pada pemimpin yang "tidak tepat".

Tentu saja Prabowo belum seprogresif Hugo Chaves presiden Venezuela. Ia merenegosiasi kontrak eksplorasi minyak dengan perusahaan-perusahaan minyak asing. Dengan cara itu Venezuela mendapatkan tambahan pendapatan yang sangat besar untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Namun untuk Indonesia, kebijakan reskedul pembayaran hutang sudah cukup efektif untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan rakyat. Dengan menunda pembayaran hutang tiga tahun saja setidaknya pemerintah akan mendapatkan dana tambahan Rp300 triliun. Cukup untuk membangun infrastuktur jalan yang layak di luar Jawa termasuk jembatan Jawa-Sumatera sebagai akselerator pembangunan nasional yang signifikan.

Dan dalam konteks ini Mahathir Mohammad juga seorang pemimpin yang progresif. Ia tidak hanya bertindak dan berfikir dalam tataran normatif, tapi juga taktis strategis. Ia tidak hanya berfikir tentang bagaimana menekan laju inflasi, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan mengurangi pengangguran. Tapi ia juga berfikir progresif dengan membangun infrastruktur secara besar-besaran, membuka lahan perkebunan, mensubsidi pengusaha dan petani kecil, membuka lahan-lahan perkebunan, mensubsidi dan memproteksi industri nasional, mempromosikan pariwisata secara besar-besaran dan menggelontorkan miliaran ringgit untuk sektor pendidikan dan sosial. Dan ketika spekulan asing mengacaukan pasar uang, ia langsung menetapkan kebijakan moneter fixed rate. Kebijakan terakhir ini langsung menghentikan dampak negatif krisis moneter tahun 1997. Sementara Indonesia dengan kebijakan bailout BLBI-nya masih harus menanggung beban bunga hutangnya hingga Rp30 triliun setahun.

Akhir-akhir ini kita dibuai oleh sebuah pertunjukan "reality show politik" pemilihan anggota kabinet. Saya katakan reality show karena "pertunjukan" ini tidak memberikan dampak riel kecuali membuai rakyat dengan harapan-harapan semu bahwa figur yang terpilih adalah figur idealnya. Bahkan saat figur-figur itu terpilih masyarakat juga belum mendapatkan apa-apa. Rakyat baru mendapatkan manfaat setelah figur-figur itu bekerja sungguh-sungguh untuk kesejahteraan rakyat, satu atau dua tahun ke depan. Atau sebaliknya, keadaan justru semakin memburuk.

Ketika isu pemilihan kabinet baru mulai bergulir di media massa, saya sudah menduga orang-orang seperti Sri "Perampok Bank Century" Muliani akan tetap dipilih sebagai menteri sementara Siti "Patriot Penentang NAMRU 2" Fadhillah akan terdepak dari kabinet baru. Ini karena Presiden SBY sudah mengisyaratkan kepada siapa ia akan bekerja. Dengan gaya kampanyenya, orang-orang di sekelilingnya, dan pidato bahasa Inggrisnya dalam menyambut kemenangan pemilu presiden, SBY telah menunjukkan ia lebih mengabdi kepada kepentingan asing daripada rakyat Indonesia sendiri yang telah memilihnya. Kasihan rakyat Indonesia yang cintanya bertepuk sebelah tangan.

Lihat saja bagaimana orang-orang seperti sang ikon neoliberal Indonesia Boediono dan Sri Mulyani beretorika tentang ekonomi Indonesia. Tidak ada satupun program riel, apalagi langkah progresif. Mereka hanya berputar-putar tentang program-program normatif. Itu semua tidak lain untuk menyembunyikan agenda ekonomi mereka sebenarnya yang neo liberal alias membela kepentingan asing. Saya berani bertaruh, mereka tidak akan pernah berbicara tentang bagaimana membebaskan negara dari jeratan hutang luar negeri, atau pembangunan proyek-proyek strategis seperti jalan tol lintas Sumatera, Kalimantan, Sulawesi atau Irian, atau pembangunan jembatan Jawa-Sumatera, atau pembukaan lahan perkebunan besar-besaran di luar Jawa. Dan jangan pernah bermimpi mereka akan berbicara tentang pembangunan proyek sumber energi alternatif.

Sebaliknya mereka tidak akan berpikir dua kali untuk menaikkan harga BBM demi mengurangi "subsidi" BBM, menambah hutang luar negeri secara diam-diam, mengurangi tarif pajak impor, atau mengeluarkan bailout untuk bank perampok uang rakyat seperti Bank Century (istilah "perampok" saya pinjam dari pernyataan Wapres Jusuf Kalla tentang kasus Bank Century).

Perlu menjadi perhatian bahwa neo liberalisme yang telah dijalankan kabinet presiden SBY periode lalu tampaknya akan semakin diintentifkan periode mendatang ke sektor-sektor politik dan keamanan. Ini tampak jelas dengan diplotkannya pos menteri pertahanan untuk Purnomo Yusgiantoro, seorang fundamentalis neo-liberal yang tidak tergoyahkan kedudukannya sebagai menteri pos-pos strategis sejak reformasi, yang telah sukses membuat korporasi-korporasi asing mengeksploitir sumber daya minteral Indonesia. Lihat juga bagaimana SBY menggantikan Siti Fadilah, menteri kesehatan yang berhasil dengan program-program pelayanan kesehatannya dengan Endang Rahayu Sedyaningsih, lulusan Amerika yang bekerja di NAMRU 2, laboratorium Amerika yang ditentang Siti Fadillah karena dianggap mengangkangi kedaulatan Indonesia dan oleh sebagian kalangan dianggap sebagai alat inteligen Amerika di Indonesia.

Indikasi lainnya kekhawatiran ini adalah dengan hadirnya Paul Wolfowits, penjahat perang Irak yang merupakan komisaris zionis wilayah Asia Tenggara, dalam pelantikan Presiden SBY kemarin.

Keterangan gambar: Presiden SBY bersalaman dengan Paul Wolfowitz. Di belakang SBY adalah Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani.

Wajah Asli Dinasti Saudi


Pengantar:
Kita sudah mengetahui bagaimana kontroversialnya ulama dan umaro (pemimpin negara) Arab Saudi. Saat Palestina digempur habis-habisan oleh Israel laknatullah, para ulama dan umaro Saudi justru menyudutkan para pejuang Palestina. Seorang ulama tingginya mengecam pejuang Hamas sebagai pemicu perang yang membawa kesengsaraan rakyat Palestina. Sementara para politisinya justru mendesak Israel untuk menghancurkan Hamas. Hal yang sama juga mereka lakukan saat Israel menyerang Lebanon. Para ulamanya mengeluarkan fatwa mengharamkan jihad di Lebanon sementara para pemimpinnya mendesak Israel untuk menghancurkan Hizbollah.

Namun jika kita belajar sejarah, Arab Saudi adalah negara yang tidak beres sejak awalnya. Negara ini lahir dari bughot (pemberontakan), sebuah kejahatan besar dalam Islam yang oleh para ulama wahabi-salafi Saudi saat ini justru digunakan sebagai isu untuk mengekang rakyatnya yang kritis. Tidak lama setelah berhasil melakukan bughot melawan khilafah Turki Usmani dengan bantuan zionis Inggris (salah satu tokohnya adalah Lawrence of Arabia, seorang homoseksual yahudi yang menjadi perwira inteligen Inggris), mereka pun menghancurkan situs-situs bersejarah Islam, termasuk rumah nabi Muhammad dan nyaris membongkar makamnya kalau saja tidak diprotes keras umat Islam seluruh dunia.

Alasan tindakan pengrusakan situs-situs sejarah tersebut karena situs-situs itu menjadi tempat praktik kemusrikan. Padahal untuk mencegah hal itu tidak semestinya dengan menghancurkan situs-situs sejarah. Tindakan tersebut tidak beda dengan membakar lumbung padi untuk membunuh tikus yang ada di dalamnya. Hanya orang-orang idiot yang berlaku seperti itu.

Hal tersebut justru menunjukkan bahwa kaum wahabi-salafi yang menjadi sekte resmi kerajaan Arab Saudi (Islam sebenarnya tidak mengenal sistem kerajaan, sekali lagi ini membuktikan Saudi Arabia bukanlah Islam), adalah sebuah aliran bentukan musuh-musuh Islam yang digunakan untuk menghancurkan Islam dengan mengatasnamakan Islam.


==========

Wajah Asli Dinasti Saudi

Dicopy dari situs wild west wahabi 11 Februari 2009

Diterjemahkan dari publikasi hasil penelitian Muhammad Sahir versi bahasa inggris dengan judul: “The Saudi Dynasty: From where is it? And who is the real ancestor of this family?”. Rezim Saudi telah memerintahkan untuk membunuhnya karena dia telah mengungkapkan siapa sebenarnya keluarga Saudi itu, apa agama mereka sebenarnya, dan apakah mereka benar-benar asli orang Arab?

Inilah terjemahan bebas saya atas hasil penelitian itu.

Pada tahun 851 H, sebuah rombongan kafilah dari Kabilah Al-Masalih, salah satu kabilah dari Bani Anza, mengadakan perjalanan ke Irak dalam rangka membeli kebutuhan pangan seperti gandum, jagung dll. untuk dibawa kembali ke Najd. Kafilah itu dipimpin oleh Sahmi bin Hathlul.

Ketika rombongan kafilah sampai di Basra mereka bertemu dengan saudagar Yahudi yang kaya bernama Murdahai bin Ibrahim bin Musa yang menjual bahan2 kebutuhan pangan yang mereka perlukan. Disela-sela tawar menawar, saudagar Yahudi itu menanyakan mereka darimana dan dijawab bahwa mereka adalah Kabilah Al-Masalih dari Bani Anza. Mendengar hal ini, saudagar Yahudi ini kemudian memeluk satu persatu semua anggota rombongan itu sambil mengatakan bahwa dia juga berasal dari Kabilah Al-Masalih yang terpaksa pindah ke Basra karena perselisihan antara ayahnya dengan anggota Bani Anza lainnya.

Mengiringi cerita bohong tersebut, dia memerintahkan pelayannya untuk memenuhi seluruh onta2 mereka dengan tepung gandum, kurma, tamman dan bahan2 kebutuhan pangan mereka lainnya. Kebaikan ini sangat berkesan dan sekaligus membuat mereka bangga karena bertemu “saudara” sendiri yang menjadi saudagar kaya di Irak. Mereka tidak saja sangat menyukainya tetapi juga sangat mempercayainya.

Ketika rombongan akan kembali ke Najd, saudagar Yahudi yang berpura-pura sebagai bagian dari Kabilah Al-Masalih itu meminta agar dia diperkenankan ikut rombongan itu pulang ke Najd. Dengan senang hati permintaan itu dipenuhi.

Sesampainya di Najd, saudagar Yahudi itu dengan dukungan penuh “saudara-saudaranya” mulai mempropagandakan dirinya. Namun pandangan-pandangannya ditentang masyarakat Al-Qasim dibawah pimpinan Syekh Saleh Salman Abdullah Al Tamimi, seorang ulama Muslim terkemuka. Dakwahnya meliputi kawasan Najd, Yaman dan Hijaz. Akibat penentangan ini dia pindah dari Al-Qasim ke Al- Ihsa dan mengganti namanya dengan Marhan bin Ibrahim Musa.

Dia kemudian tinggal ditempat yang bernama Dir’iya dekat Al-Qatif. Di sini dia mulai menyebarkan cerita bohong tentang Perisai Nabi Muhammad saw bahwa perisai tersebut diambil oleh Kafir Quraisy pada waktu Perang Uhud dan kemudian dijual kepada sebuah kabilah Yahudi bernama Bani Qunaiqa’ yang menyimpannya sebagai pusaka. Dia secara bertahap menaikkan posisinya dimata kaum Badui dengan cerita2 bohong seperti itu dan sekaligus secara halus tersamar mempengaruhi orang2 Badui agar beranggapan bahwa orang Yahudi telah ikut berjasa menjaga peninggalan Islam yang sangat bersejarah.

Dengan semakin kuat posisi dan pengaruhnya dimata kaum Badui Arab, dia kemudian memutuskan untuk menjadikan Dir’iya sebagai ibukota kerajaan Yahudi di tanah Arab dan memproklamirkan dirinya sebagai raja mereka.

Sementara itu Bani Ajaman bersama dengan Bani Khalid menyadari bahaya dari Marhan setelah mereka mengetahui siapa dia sebenarnya dan rencana jahatnya. Mereka kemudian menyerang Dir’iya dan berhasil mendudukinya tetapi tidak berhasil menangkap Marhan karena keburu melarikan diri.

Dalam pelariannya, Marhan bin Ibrahim Musa yang nama aslinya Murdahai bin Ibrahim Musa yang adalah orang Yahudi ini, sampai disebuah tanah pertanian yang waktu itu disebut Al-Malibid Ghusaiba dekat Al-Arid, yang dikemudian hari dan sampai sekarang disebut Al-Riyadh.

Dia meminta kepada pemilik tanah pertanian itu agar diperbolehkan tinggal disitu. Dengan baik hati dan penuh keramahtamahan pemilik tanah pertanian tersebut memperkenankannya. Tetapi, kurang lebih satu bulan setelah ia tinggal disitu, pemilik tanah pertanian yang baik hati itu beserta seluruh keluarganya ia bunuh, dan berpura-pura bahwa pemilik tanah pertanian beserta seluruh keluarganya dibunuh oleh perampok. Kekejian dan kebohongannya tidak sampai disitu saja, ia juga menyebarkan berita bahwa ia sudah membeli seluruh tanah pertanian itu dari pemiliknya sebelum peristiwa tragis itu terjadi. Karenanya sekarang dia berhak atas tanah pertanian itu dan mengubah namanya menjadi Al-Dir’iya, sama dengan nama tempat sebelumnya yang lepas dari tangannya.

Di situ ia kemudian membangun sebuah Tempat Persinggahan yang diberi nama Madaffa, dan bersama-sama dengan para pengikutnya kembali menyebarkan propaganda yang menyesatkan bahwa dia adalah seorang Syeikh Arab tulen dan agung. Dia kemudian membunuh Syeikh Saleh Salman Abdullah Al-Tamimi, musuh bebuyutannya, di sebuah masjid di kota yang disebut Al-Zalafi.

Setelah puas dapat melenyapkan Syeikh Saleh, dia kemudian menjadikan tempat yang namanya sudah diubahnya menjadi Al-Dir’iya tersebut sebagai pusat kegiatannya. Dia mengawini banyak wanita dan memperoleh banyak anak yang semuanya dia beri nama-nama Arab. Salah satu anak lelakinya dia beri nama Al-Maqaran (berakar dari nama Yahudi: Mack-Ren) yang kemudian mempunyai anak lelaki yang diberi nama Muhammad. Anak lelakinya yang lain dia beri nama Saud, dan nama inilah yang kemudian dan sampai sekarang menjadi nama Dinasti Saudi.

Dengan berjalannya waktu, keturunan Marhan si Yahudi ini telah berkembang biak semakin banyak dan semakin kuat di bawah nama Keluarga Saudi. Mengikuti jejak pendahulunya mereka meneruskan gerakan bawah tanah dan konspirasinya menentang Negeri/Bangsa Arab. Secara illegal mereka memperluas wilayahnya dan membunuh setiap orang yang menentang mereka. Mereka menghalalkan segala cara untuk meraih ambisi mereka. Mereka tidak saja menggunakan uang mereka tetapi juga para wanita mereka untuk membeli pengaruh, khususnya terhadap mereka yang mau menulis biografi asli dari Keluarga Yahudi ini. Mereka menyewa penulis bayaran untuk merekayasa biografi mereka, yang sekaligus menyembunyikan keturunan siapa mereka sebenarnya, dengan mengaitkan mereka dengan kabilah-kabilah Arab terkenal seperti Rabi’a, Anza dan Al-Masalikh.

Sebagai contoh rekayasa penulis bayaran ditahun 1362 H atau 1943-an misalnya seperti Muhammad Amin Al-Tamimi, Direktur Perpustakaan Kerajaaan Saudi, membuatkan silsilah yang menyambung kepada Nabi Besar Kita Muhammad Rasulullah saw. Untuk itu ia mendapat hadiah 35.000 Pound Mesir dari Duta Besar Saudi untuk Mesir yang waktu itu dijabat oleh Ibrahim Al-Fadil.

Dalam Buku Sejarah Keluarga Saudi halaman 98 – 101 penulis sejarah bayaran mereka menyatakan bahwa Dinasti Saudi menganggap seluruh penduduk Najd adalah kafir dan karenanya wajib dibunuh, hartanya dirampas, dan para wanitanya dijadikan budak. Tidak ada seorang muslim/muslimah pun yang keyakinannya murni kecuali mereka mengikuti paham Muhammad bin Abdul Wahab. Doktrinnya memberi kekuasaan kepada Keluarga Saudi untuk menghancurkan kota-kota, desa-desa, perkampungan beserta seluruh isinya, membunuh para lelaki dan anak-anak, memperkosa para wanitanya, merobek perut para wanita yang sedang hamil dan kemudian memotong tangan anak-anak mereka lalu membakar mereka. Doktrin brutalnya juga memberi kekuasaan kepada Keluarga Saudi untuk merampas dan menguasai seluruh harta benda dan kekayaan penduduk yang mereka anggap sesat (yaitu mereka yang tidak mengikuti paham Wahabi).

Keturunan Saud (sekarang dikenal dengan Keluarga Saudi) mengkampanyekan pembunuhan terhadap para pemimpin kabilah-kabilah Arab dengan menuduhnya sebagai kaum kafir dan musyrik .

Keluarga Saudi yang sejatinya adalah Keluarga Yahudi ini benar-benar telah melakukan segala macam perbuatan keji atas nama ajaran sesat mereka yaitu Wahabisme, dan benar-benar telah menimbulkan teror dihati para penduduk kota-kota dan desa-desa sejak tahun 1163 H. Mereka menamakan seluruh jazirah Arab yakni Negeri Rasulullah saw dengan nama keluarga mereka yaitu Saudi Arabia seakan seluruh kawasan di jazirah Arab adalah milik pribadi keluarga mereka, dan seluruh penduduk lainnya dianggap sebagai para pelayan dan budak mereka yang harus bekerja keras untuk kesenangan majikan mereka yakni Keluarga Saudi.

Mereka benar-benar menguasai seluruh kekayaan alam sebagai milik pribadi mereka dan bila ada orang yang memprotes kelakuan Dinasti Yahudi ini maka orang tersebut akan dipancung didepan umum. Pernah salah seorang putri mereka pergi ke Florida, Amerika Serikat, dengan segala kebesarannya menyewa 90 (sembilan puluh) Suite Rooms di Grand Hotel dengan harga sewa US$ 1 juta per malam. Tidak ada yang berani memprotes kemewahan dan pemborosan ini karena takut akan dipancung didepan umum.

Kesaksian atas Darah Yahudi dari Keluarga Saudi

Pada tahun 1960, Radio Sawt Al Arab di Kairo Mesir dan Radio Yaman di Sana’a mengkonfirmasikan kebenaran Darah Yahudi dari Keluarga Saudi.

Raja Faisal Al-Saud waktu itu tidak bisa menolak kenyataan Darah Yahudi dari Keluarga Saudi ketika dia menyatakan kepada Washington Post pada 17 September 1969 dengan berkata: ”Kami, Keluarga Saudi adalah saudara sepupu (cousins) Yahudi. Kami sama sekali tidak setuju kepada sebarang Pemerintah Negara Arab atau Pemerintah Negara Muslim yang menunjukkan kebencian kepada Yahudi, tetapi kita harus hidup berdampingan secara damai dengan mereka. Negara kami (Arabia) adalah asal muasal darimana orang Yahudi pertama muncul, dan kemudian keturunannya menyebar keseluruh penjuru dunia”. Demikianlah deklarasi Raja Faisal Al-Saud bin Abdul Aziz.

Hafiz Wahbi, Penasehat Kerajaan Saudi, menyebutkan dalam bukunya yang berjudul ”Peninsula of Arabia” bahwa Raja Abdul Aziz Al Saud yang meninggal tahun 1953 telah berkata: ”Pesan kami (Pesan Saudi) kepada seluruh kabilah Arab yang menentang kami: Kakek saya, Saud Awal, pernah menawan sejumlah Sheikh dari Kabilah Mathir dan ketika serombongan orang dari kabilah yang sama datang menuntut pembebasan mereka, Saud Awal memerintahkan kepada para pengawalnya untuk memenggal kepala semua tawanan itu, kemudian, dia ingin menghinakan para penuntut itu dengan mengundang mereka untuk memakan daging korbannya yang sudah dimasak sementara potongan kepalanya ditaruh di atas nampan. Para penuntut itu sangat terkejut dan menolak untuk memakan daging keluarganya sendiri; dan karena penolakannya itu, dia memerintahkan kepada para pengawalnya untuk memenggal kepala mereka juga”.

Hafiz Wahbi mengatakan lebih jauh bahwa maksud Raja Abdul Aziz Al Saud menceritakan kisah berdarah itu agar delegasi dari Kabilah Mathir yang saat itu sedang datang untuk menuntut pembebasan pemimpin mereka saat itu, yakni Sheikh Faisal Al Darwish, untuk tidak meneruskan niat mereka. Karena bila tidak mereka akan mengalami nasib yang sama. Dia membunuh Sheikh itu dan menggunakan darahnya untuk wudhu tepat sebelum ia melakukan sholat (sesuai dengan fatwa sesat paham Wahabi ).

Kesalahan Sheikh Faisal Al Darwish saat itu adalah karena dia mengkritik Raja Abdul Aziz Al Saud yang telah menandatangi dokumen yang disiapkan pemerintah Inggris sebagai sebuah Deklarasi untuk memberikan Palestina kepada Yahudi. Penandatanganan itu dilakukan di sebuah konferensi yang diselenggarakan di Al Aqeer pada tahun 1922.

Begitulah dan hal itu berlanjut terus sampai sekarang dalam sistem kekuasaan rezim Keluarga Saudi atau tepatnya Keluarga Yahudi ini. Semua tujuannya adalah: menguasai semua kekayaan dan keberkahan negeri Rasulullah saw; dengan cara merampok dan segala macam perbuatan keji lainnya, penyesatan, pengkafiran, mengeksekusi semua yang menentangnya dengan tuduhan kafir dan musyrik yang semuanya itu didasarkan atas doktrin paham wahabi.

Keterangan gambar: reruntuhan rumah nabi Muhammad yang dihancurkan oleh penguasa Saudi. Di tempat ini nantinya akan dibangun tempat parkir.

Goldman Sachs Bagikan Bonus Rp230 Triliun


Krisis finansial boleh saja meembangkrutkan banyak orang, perusahaan hingga negara. Di Amerika saja jutaan orang kehilangan pekerjaan atau kehilangan rumahnya karena disita perusahaan mortgage akibat tidak bisa mencicil KPR-nya. Tapi bagi sebagian perusahaan keuangan, kebangkrutan banyak orang adalah keuntungan berlipat ganda bagi mereka. Ya, karena bisnis keuangan adalah zero sum game, alias judi yang tidak memberikan nilai tambah. Kerugian satu orang sama dengan keuntungan orang yang lain.

Baru-baru ini diberitakan di media-media massa Amerika bahwa Goldman Sachs, perusahaan keuangan terkemuka Amerika penyumbang dana kampanye terbesar presiden Barack Obama, bakal mengeluarkan bonus bagi eksekutif dan karyawan perusahaan senilai $11,6 miliar atau setara sekitar Rp116 triliun. Jika ditambah bonus awal tahun yang telah dikeluarkan senilai $11,4 miliar, maka total bonus yang dikeluarkan Goldman Sachs tahun ini mencapai $23 miliar atau setara sekitar Rp230 triliun. Jumlah ini dua kali lipas jumlah bonus yang dikeluarkan Goldman Sachs tahun 2008.

Apa artinya uang senilai itu?

Uang senilai itu bisa membiayai kuliah 460.000 orang mahasiswa Harvard University selama setahun penuh, atau 115.000 mahasiswa selama empat tahun penuh. Uang senilai itu bisa membiayai asuransi kesehatan seluruh keluarga di Amerika sebanyak 1,7 juta kali. Bila dibagikan kepada seluruh rakyat Indonesia termasuk anak yang baru lahir, rata-rata akan mendapatkan lebih dari Rp1 juta.

Dan silahkan Anda terkejut dengan fakta berikut ini. Goldman Sachs hanya membayar pajak $14 juta tahun lalu, atau hanya 1/1643 dari jumlah bonus yang dikeluarkan. Selain ini Goldman Sachs adalah perusahaan yang harus di-bailout- atau ditalangi keuangannya oleh pemerintah puluhan miliar dolar akibat krisis finansial tahun lalu. Artinya adalah, dana talangan yang diberikan pemerintah justru digunakan untuk pesta bonus.

Padahal ketika membagi-bagi bonus awal tahun senilai $11,4 miliar, perusahaan mendapat kritik tajam dari masyarakat, termasuk komentar sinis Presiden Barack Obama. Namun hal itu tidak menghalangi perusahaan untuk mengeluarkan tambahan bonus yang lebih besar ($11,6 miliar). Meski demikian perusahaan berusaha mengurangi kritikan masyarakat dengan mengalokasikan sejumlah dana untuk amal.

Minggu, 18 Oktober 2009

Wahabi: Srigala Berbulu Domba


Dicopy dari situs Wild West Wahabi, 5 Februari 2009


Catatan blogger: Saat ini di Indonesia sangat terasa munculnya fenomena gerakan wahabi melalui jemaah yang menamakan diri kaum salafi. Ciri kelompok ini: adalah selalu mengkafirkan atau minimal membi'dahkan penganut aliran lain. Selain itu halaqah-halaqah mereka tidak pernah keluar dari masalah masalah fiqih sepele seperti wudhu. Jangan berharap mereka memikirkan masalah ekonomi atau politik Islam, terlebih lagi mengkaji sejarah. Dengan kedangkalan pemahaman agama, mereka telah menghancurkan situs-situs penting sejarah Islam termasuk rumah Rosulullah dan menggantinya dengan mal-mal megah. Dengan kedangkalan pikirannya mereka juga mengecam pejuang Palestina yang berani melawan Israel dan meminta rakyat Palestina dan rakyat Arab di wilayah pendudukan Israel untuk meninggalkan negerinya. Saat rakyat Lebanon melawan Israel, mereka mengeluarkan fatwa melarang umat Islam membantu rakyat Lebanon.
-----------


Dalam blog ini (Wild West Wahabi) saya banyak membaca hujjah-hujjah yang menolak pendapat wahabi/salafy. Alhamdulillah. Semoga usaha ini diterima ALLAH sebagai amal ibadah. Saya ingin menyumbang untuk menguatkan lagi keyakinan kita dan kalau bisa, menggugat keyakinan para pengunjung blog ini yang masih percaya kepada wahabi/salafy.

Fakta-fakta sejarah a.l.:
1. Kerajaan pendukung utama gerakan wahabi/salafy, kerajaan Saudi, adalah suatu kerajaan yang berdiri dengan jalan perebutan kekuasaan dari Syarif Makkah (Syarif Hussain) oleh Ibnu Saud. Penjagaan Haramain sudah beratus tahun dipercayakan pada keturunan Rasulullah SAW. Padahal, paham wahabi sangat mengharamkan perebutan kekuasaan dari pemerintah yang sah. Mereka menerapkan hukuman mati untuk kudeta, tapi kerajaan mereka didirikan dengan cara ini.

2. Perebutan kekuasaan dilakukan dengan jalan perang, di mana pihak wahabi/Ibnu Saud dibantu langsung oleh orang kafir (Inggris) di antaranya seorang intelijennya yang terkenal bernama Lawrence (seorang yahudi homo, ada filmnya: Lawrence of Arabia). Jadi sejak awal, pendirian Kerajaan Saudi dibantu oleh orang kafir yang sangat dicurigai bahwa Yahudilah di belakang semua ini karena ketika itu kabinet Inggris sangat dipengaruhi Yahudi.

3. Dalam perang ini banyak terbunuh ulama-ulama ahlussunah terutama keturunan Rasulullah SAW. Memang paham wahabi sangat membenci keturunan Rasulullah SAW karena mereka tahu, salah satu pilar kekuatan umat Islam sebenarnya ada pada keberkatan keturunan Rasulullah SAW.

4.Setelah merebut kekuasaan dan mendirikan kerajaan Saudi, Ibnu Saud dan ulama-ulama wahabi berencana menghancurkan makam Baginda Rasulullah SAW. Usaha ini dihentikan setelah mendapat protes dari seluruh dunia. Dari Indonesia ada dikirim delegasi khusus dari NU yang diketuai KH. Wahab Hasbullah. Delegasi ini mengancam pemerintah Saudi agar menghentikan usahanya tersebut.

5. Kerajaan Saudi dan ulama-ulama wahabi di sana hingga saat ini tidak pernah diketahui jelas memusuhi Israel dan Amerika. Malahan, raja-rajanya berteman akrab dengan pemimpin-pemimpin Amerika.

6. Perusahaan-perusahaan minyak di Saudi sebagian besar adalah perusahaan Amerika yang nota bene milik orang Yahudi. Aramco dan lain-lain itu milik Yahudi semuanya.

7. Tokoh-tokoh kerajaan Saudi menyimpan uang rejeki minyaknya ke bank-bank Yahudi di Amerika, Swiss, dll. Tentu saja keuntungan dari perputaran uang ini tidak akan dipakai Yahudi untuk memajukan Islam bukan? Tentu tidak! Malah keuntungannya dipakai untuk menghancurkan Islam.

8. Saudi mengizinkan tanah haram dipakai sebagai pengkalan perang tentara kafir (Sekutu) untuk menghancurkan Iraq yang beragama Islam.

Dari sedikit fakta ini mestinya kita curiga. Adakah gerakan wahabi ini murni dari Islam? Ataukah memang ia dibentuk/disuburkan oleh Yahudi untuk menggerogoti Islam dari dalam?

Berdasarkan fakta sejarah tersebut, Wahabi merupakan bentukan Imperialis Inggris untuk -tunjuan jangka pendeknya- merampas tanah Hijaz dari kekhalifahan Turki Utsmani yang saat itu menjadi musuh utama Inggris di Timur Tengah. Adapun tujuan jangka panjangnya untuk menghancurkan Islam dari dalam.

Wahabi bukan satu-satunyua kelompok bentukan Inggris, ada Ahmadiyah di India dan Baha’i di Iran. Penyimpangan Wahabi dan Ahmadiyah bagi kelompok Sunni, identik dengan penyimpangan Baha’i bagi Syi’ah.

Keterangan gambar: Para pemimpin Arab pengkhianat umat Islam berfoto bersama para zionis Inggris untuk merencanakan masa depan Arab, termasuk menyerahkan Palestina kepada Israel.

PEMBUNUHAN USMAN BIN AFFAN


Usman bin Affan adalah seorang sahabat Rosul yang memiliki keistimewaan di mata umat Islam pada masanya. Selain termasuk sahabat yang mula-mula masuk Islam, ia adalah istri dari dua putri Rosulullah (yang satu menggantikan satunya yang meninggal) serta terkenal dengan kedermawanannya dalam membela Islam. Ketika menjabat sebagai khalifah, melalui komandan-komandan militer pilihannya beliau berhasil menaklukkan maghribi (Afrika Utara). Dan pada masa kepemimpinannya pula Al Qur'an berhasil dikodifikasi dan distrandarisasi.

Pada saat menjadi khalifah tahun 24 H, beliau sudah berumur 70 tahun dan itu menambah kepercayaan umat Islam terhadapnya yang menyangka beliau akan semakin dermawan dan bijaksana dengan keuzurannya.

Sementara itu kalangan ahlul bait (keluarga Rosul) dan kerabat Rosul (Bani Thalib dan Bani Hasyim) pimpinan Ali bin Abi Thalib pun ridho dengan kepemimpinan Usman, meski awalnya kecewa dengan mekanisme pemilihan khalifah yang telah menyingkirkan mereka dari kepemimpinan umat.

Namun harapan umat terhadap Usman ternyata sia-sia belaka. Usman menunjukkan kelemahan kepemimpinan yang parah sehingga secara de facto ia dikendalikan oleh keluarga dan kerabatnya. Akibatnya adalah pemerintahan sangat diwarnai dengan semangat KKN yang luar biasa gamblangnya. Usman mengangkat kerabatnya sendiri sebagai para pejabat penting seperti menteri, gubernur dan panglima perang, menggantikan para pejabat yang telah diangkat oleh pendahulunya, Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Padahal dalam sumpahnya saat pemilihan khalifah, ia berjanji akan mengikuti kebijakan pendahulunya tersebut. Namun terhadap para pejabat yang juga kerabatnya, ia mempertahankan posisi mereka seperti Muawiyah yang menjadi gubernur Syria. Tidak hanya itu, ia juga mengambil alih aset-aset dan hak publik (baitul mal) untuk dibagi-bagikan kepada kerabat-kerabatnya semata.

Di antara pejabat yang diangkat Usman adalah Abdullah bin Sa`d bin Abi Sarh, saudara sesusuan Usman yang diangkat menjadi gubernur Mesir. Ia adalah seorang yang dijatuhi hukuman pengasingan oleh Rosul paska penaklukan Mekkah karena permusuhannya yang mendalam terhadap Rosul sebelum penaklukan Mekkah. Pendahulu Usman, Abu Bakar dan Umar bin Khattab tidak berani mengubah status hukuman tersebut, namun tidak bagi Usman. Sebenarnya masih menjadi toleransi umat jika Abdullah bersikap baik. Namun sebaliknya ia bersikap aniaya. Selain suka menghukum fisik rakyatnya, ia juga pemabuk. Dalam satu riwayat disebutkan ia mengimani sholat subuh dalam keadaan mabuk hingga jumlah rakaatnya menjadi empat.

Namun yang lebih menyakitkan umat adalah Usman dan kerabat-kerabatnya juga melakukan praktik-praktik kekerasan dalam menjalankan pemerintahannya terhadap pihak-pihak yang berselisih dengannya. Sebagai contoh Ammar bin Yassir pernah dipukul perutnya hingga tulang iganya patah. Abdullah bin Mas'ud dipukuli hingga babak belur. Muhammad bin Abu Bakar pernah mengalami percobaan pembunuhan. Abu Dzarr dan keluarganya dibuang ke gurun tandus hingga meninggal kehausan dan kelaparan.

Padahal mereka semua adalah sahabat-sahabat terdekat Rosulullah. Ammar bin Yassir adalah sahabat yang telah dijanjikan surga oleh Rosulullah karena pengorbanannya yang tidak terkira terhadap Islam. Demikian juga dengan Abu Dzarr, muslim pertama yang mengumumkan keisalamannya secara terbuka hingga mengundang orang-orang kafir Quraisy untuk mengeroyoknya beramai-ramai hingga nyaris tewas.

Perlu diketahui bahwa budaya tribalisme masih sangat kuat di kalangan bangsa Arab, apalagi di jaman dahulu. Penganiayaan terhadap seorang anggota suku apalagi pemimpinnya, akan membuat semua anggota suku dan anggota suku-suku sekutunya menaruh dendam kesumat kepada penganiayanya. Dalam hal ini Bani Ghifar (suku Abu Dzarr), Bani Makhzum (suku Ammar bin Yasir), Banu Zuhrah (sekutu Bani Makhzum), Banu Taym (suku Muhammad bin Abu Bakar), Banu Hudhayl (suku Abdullah bin Mas'ud) adalah beberapa suku yang membenci Usman bin Affan.

Tidak hanya penduduk Madinah, Muhajirin dan Anshar, penduduk luar kota juga membenci Usman karena penindasan yang dilakukan para pejabat kerabat Usman di wilayah mereka. Hingga saat kondisi sudah tidak tertahankan lagi oleh umat, masyarakat dari luar kota seperti Basrah, Kufah dan Mesir berkumpul di Madinah untuk melakukan aksi demonstrasi. Aksi ini tentu saja dilakukan melalui sebuah rencana bersama penduduk Madinah.

Aksi demo tersebut tidak dimaksudkan untuk menurunkan Usman dari kursi khalifah, apalagi untuk membunuhnya meski sebagian dari mereka diliputi kebencian yang besar terhadap Usman. Mereka sekedar menuntut agar Usman mengubah kepemimpinannya dan lebih memperhatikan kepentingan rakyat dibandingkan kerabatnya sendiri. Namun Usman menanggapinya lain. Ia merasa sangat terancam dengan aksi demonstrasi tersebut dan bermaksud untuk menindasnya dengan kekerasan. Dan setelah menyadari dirinya tidak mendapat dukungan penduduk Madinah kecuali kerabatnya Bani Umayah, ia mengirim surat kepada Muawiyah untuk mengirimkan tentara Syria ke Madinah. Namun Muawiyah mengabaikan permintaan Usman.

(Muawiyah memiliki pertimbangan sendiri. Kedudukannya saat itu belum terlalu kuat untuk menentang penduduk Madinah. Membenturkan diri dengan kekuatan penduduk Madinah akan membuatnya hancur bersama Usman. Dengan sabar namun aktif, ia menunggu saat yang tepat. Paska kematian Usman dan pengangkatan Ali sebagai khalifah, ia memprovokasi Aisyah, Thallah dan Zubeir untuk memberontak terhadap Ali. Dan kemudian setelah Ali menderita kelelahan setelah Perang Jamal yang menelan korban puluhan ribu umat Islam, Muawiyah baru turun dari kursinya untuk merebut kekuasaan).

Menyadari aksi demo biasa tidak membuahkan hasil, para demonstran mulai melakukan tindakan anarki dengan mengepung rumah Usman. Namun mereka masih membiarkan Usman pergi ke masjid untuk sholat berjemaah. Namun setelah Usman mengutuki para demonstran di atas mimbar, ia dilempari dengan berbagai benda hingga terjatuh. Sejak saat itu para demonstran mengepung total rumah Usman.

Menyadari keadaan sudah di luar kendali, Usman kemudian meminta saran Ali bin Thalib. "Saya memberi kuasa penuh kepada Anda untuk menyelesaikan masalah ini. Apapun keputusan Anda saya akan menurutinya," kata Usman kepada Ali.

Ali kemudian menemui para demonstran dari Mesir yang paling keras tuntutannya untuk mengganti gubernur Abdullah bin Sa'd dengan Muhammad bin Abu Bakar, putra khalifah pertama Abu Bakar. Setelah mendapat jaminan bahwa para demonstran asal Mesir akan menghentikan aksinya jika tuntutan mereka dipenuhi, Ali segera menemui Usman dan menyampaikan perundingannya dengan para demonstran Mesir.

Usman menyetujui permintaan demonstran Mesir, namun bersikeras meminta waktu tiga hari untuk menetapkannya. Maka setelah mendapat jaminan Ali, sebagian demonstran kembali ke Mesir bersama Muhammad bin Abu Bakar. Sebagian lainnya berkemah di lembah Dhakhushub. Setelah tiga hari Usman akan mengirimkan surat pemecatan Abdullah bin Sa'd dan pengangkatan Muhammad bin Abu Bakar sebagai gubernur Mesir. Maka untuk sementara persoalan teratasi.

Sehari setelah delegasi Mesir bersama Muhammad bin Abu Bakar meninggalkan Madinah, orang kepercayaan sekaligus sekretaris Usman, Marwan ibn al-Hakam, (Usman pernah memberi hadiah 100.000 dinar uang baitul mal untuk pesta pernikahannya dengan anak perempuan Usman hingga sahabat Rosul Arqam mengundurkan diri dari jabatan bendahara baitul mal sebagai protes), mengatakan kepada Usman: "Memang baik orang-orang itu telah pergi. Namun untuk menghentikan aksi-aksi serupa dimana orang-orang dari kota lain berdatangan ke Madinah untuk melakukan demonstrasi, Anda harus mengeluarkan pernyataan yang bisa membuat mereka tidak lagi berdatangan ke sini. Pernyataan itu adalah bahwa para demonstran dari Mesir telah mendengar desas-desus yang tidak berdasar. Dan setelah mendapat penjelasan sebenarnya, mereka merasa puas dan kembali ke negerinya.

Awalnya Usman menolak untuk membuat pernyataan penuh kebohongan itu, namun Marwan mendesaknya terus hingga Usman pun akhirnya setuju. Dan di Masjid Nabawi sehari kemudian Usman membuat pernyataan publik sebagaimana disarankan Marwan. Maka gegerlah Madinah dengan kabar "kebohongan" Usman itu. "Bertobatlah hai Usman. Takutlah kepada Allah!" teriak orang-orang kepada Usman. Usman pun menyesal dengan apa yang telah ia lakukan dan menyatakan penyesalannya. Untuk menguatkan penyesalannya itu Usman menghadapkan wajahnya ke kiblat dan berdoa di hadapan orang-orang.

Setelah Usman kembali ke rumahnya, Ali menyusul untuk memberikan nasihat. "Mungkin sebaiknya Anda membuat pernyataan penyesalan terbuka atas semua tindakan-tindakan Anda di masa lalu yang menyakiti rakyat. Kalau tidak besok orang-orang dari kota-kota lain akan berdatangan dan Anda kembali harus menyeret saya untuk mengatasi mereka. Usman pun menuruti saran Ali dan kembali membuat pernyataan terbuka di Masjid Nabawi. Dalam pernyataannya itu ia menyatakan penyesalan atas tindakan-tindakannya di masa lalu dan berjanji akan lebih berhati-hati lagi dalam membuat kebijakan. Ia juga berjanji akan memberikan ganti rugi pada siapa saja yang telah dirugikan oleh tindakan-tindakannya di masa lalu.

Rakyat menyambut pernyataan tersebut dengan penuh haru. Air mata bercucuran di mata mereka karena harapan yang kembali muncul umat Islam akan mengalami kejayaan dan rakyat hidup dalam keadilan dan kemakmuran.

Namun lagi-lagi Usman menunjukkan kelemahan yang luar biasa. Setelah kembali ke rumah dan bertemu kembali dengan Marwan, ia tidak dapat menolak saran-saran Marwan, bahkan meski istrinya, Na'ilah, telah berusaha kuat untuk mencegah Usman terjebak dalam jebakan Marwan.

Marwan mengatakan: "Apa yang telah Anda katakan di masjid, dan penyesalan apa yang telah Anda berikan? Menurut pandangan saya, melakukan satu dosa seribu kali lebih baik daripada penyesalan itu karena betapapun besarnya satu dosa masih ada ruang untuk bertobat, namun penyesalan karena paksaan bukanlah penyesalan yang sebenarnya. Anda telah mengetakan apa yang Anda katakan. Tapi lihatlah konsekwensinya, orang-orang berkumpul di muka pintu rumah Anda. Maka silahkan Anda temui mereka dan penuhi tuntutannya.

Usman menjawab tidak kalah "culas": "Saya telah mengatakan apa yang saya katakan. Sekarang tugas Anda mengatasi mereka."

Maka Marwan pun keluar dari rumah Usman dan berkata kepada orang-orang: "Kenapa kalian berkerumun di sini? Apakah kalian akan menyerang atau menjarah? Ingat, kalian tidak akan dengan mudah mengambil kekuasaan yang berada di tangan kami (Bani Umayah). Buang jauh-jauh keinginan dalam hati kalian untuk mengalahkan kami. Kami tidak akan dikalahkan oleh siapapun. Enyahkanlah wajah-wajah hitam kalian dari sini. Allah telah menghinakan kalian!".

Maka kemarahan kembali melanda rakyat Madinah kepada Usman, dengan kemarahan yang berlipat ganda mengingat pengkhiatan berulangkali yang dilakukan Usman kepada mereka. Demikian juga halnya dengan Ali. Segera ia menemui Usman dan berkata: "Demi Allah. Sangat buruk apa yang telah Anda lakukan terhadap umat. Setidaknya Anda semestinya memenuhi pernyataan Anda sendiri. Selanjutnya saya tidak akan turut campur lagi dalam semua masalah yang Anda hadapi." Tidak lupa Ali mengingatkan Usman untuk tidak mendengarkan saran-saran Marwan.

Di sisi lain rombongan Muhammad bin Abu Bakar telah sampai di ujung semenanjung Arab di pinggir Laut Merah di tempat bernama Aylah saat mereka melihat seorang penunggang onta memacu ontanya seperti dikejar setan. Curiga dengan tindakan itu mereka menghentikan orang itu dan mengajukan beberapa pertanyaan. Melalui beberapa pertanyaan akhirnya orang itu diketahui sebagai seorang budak milik Usman yang akan bertemu dengan gubernur Mesir Abdullah bin Sa'd. Curiga dengan fakta tersebut mereka pun menggeledah budak itu untuk mencari surat rahasia yang mungkin dibawa, namun tidak menemukan apapun yang mencurigakan.

"Buka tempat minumnya!" kata Kinanah ibn Bishr at-Tujibi, selah seorang dari rombongan Muhammad bin Abu Bakar. Ketika orang-orang enggan melaksanakan perintahnya karena tidak membayangkan adanya selembar surat di dalam air, Kinanah berkata lagi: "Kita berurusan dengan orang-orang yang sangat cerdik." Maka tempat air orang itu pun dibuka dan ditemukan selembar surat di dalam tabung kedap air. Setelah dibuka mereka semua terhenyak. Surat berstempel khalifah Usman yang ditujukan kepada Abdullah bin Sa'd itu mengatakan: "Jika rombongan Muhammad bin Abu Bakr sampai di hadapanmu, bunuhlah si fulan dan si fulan, tangkap di fulan dan si fulan, dan penjarakan si fulan dan si fulan. Anda tetap dengan jabatan Anda."

Menyadari bahaya yang mengancam mereka, rombongan pun kembali ke Madinah. Sesampainya di Madinah mereka mengumpulkan semua tokoh masyarakat, termasuk pada sahabat Rosul untuk membahas kondisi yang dihadapi. Semuanya marah kepada Usman. Beberapa sahabat Rosul pun bergegas menemui Usman untuk mengklarifikasi surat rahasia yang ditemukan.

Kepada rombongan sahabat, Usman mengakui budak dan stempel yang ditemukan adalah miliknya, namun ia mengaku tidak mengetahui siapa yang membuat dan mengirimkan surat itu. "Demi Tuhan. Semuanya atas nama Anda, tapi Anda tidak mengetahui siapa pembuatnya. Jika demikian lemahnya Anda, tinggalkan jabatan khalifah agar urusan umat bisa ditangani oleh orang yang lebih mampu!"

Namun Usman menolak melepaskan jabatan. "Tidak mungkin saya melepaskan jabatan yang telah diamanatkan Allah kepada saya!" kata Usman seolah ia lupa bahwa ia telah melakukan berbagai trik untuk meraih jabatan khalifah, termasuk melakukan sumpah palsu dengan janjinya akan mengikuti Al Qur'an, Sunnah Rosul serta sunnah Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Padahal kebijakan pertama yang dilakukannya justru mengganti para pejabat yang diangkat Abu Bakar dan Umar dengan kerabatnya sendiri.

Para sahabat masih berusaha menghindari pertumpahan darah dengan melonggarkan tuntutan dengan imbalan Usman menyerahkan Marwan bin Hakam, orang yang dicurigai sebagai sang otak kejahatan. Namun Usman tetap menolak. Maka kerusuhan tidak dapat lagi dihindari saat orang-orang menyerbu rumah Usman tanpa dapat dicegah. Mereka mengepung rumah Usman dan bermaksud akan membakarnya.

Saat pengepungan itu terjadi, sahabat Rosul, Niyar bin `Iyad masih berusaha menyadarkan Usman dan berteriak di atas tembok. "Wahai Usman, demi Allah, hindarkan umat dari pertumpahan darah dan lepaskan jabatan khalifah!". Namun pada saat itu seorang pengawal rumah Usman melepaskan anak panah ke arah Niyar dan membunuhnya. Orang-orang pun berteriak meminta Usman untuk menyerahkan orang yang telah membunuh Niyar, tapi Usman menolak.

Orang-orang pun mulai membakar rumah Usman setelah gagal menerobos pengawalan para pendukung Usman yang terdiri dari keluarga Bani Umayah dan para budak. (Ada riwayat Ali bin Abi Thalib mengirimkan putra-putranya Hasan dan Husein untuk turut menjaga Usman. Demikian pula Zubeir bin Awwam yang mengirimkan putranya Abdullah bin Zubeir). Sahabat Rosul Amr bin Hazm al-Ansari yang rumahnya bersebelahan dengan rumah Usman membuka kebuntuan para pengepung dengan menawarkan rumahnya untuk digunakan menerobos rumah Usman. Orang-orang pun beramai-ramai menerobos rumah Usman lewat rumah Amr bin Hazm. Dan setelah melalui pertempuran singkat, pertahanan Usman runtuh. Sebagian pendukung Usman berhasil menyelamatkan diri atau bersembunyi di rumah Ummu Habibah (salah satu istri Rosulullah, saudari Muawiyah). Namun sebagian besar lainnya, termasuk Usman, tewas dibunuh.

Masih menjadi perdebatan tentang siapa yang membunuh Usman dan dengan cara bagaimana ia dibunuh. Seorang sejarahwan menulis Usman dibunuh dengan cara ditebas kepalanya oleh Thallah bin Ubaidillah, salah seorang sahabat utama Rosulullah yang diyakini sebagian muslim (Sunni) termasuk mereka yang dijamin masuk surga. Sebagian lainnya menyebutkan Muhammad bin Abu Bakar-lah yang telah membunuh Usman.

Menjadi perdebatan lainnya adalah keterlibatan para sahabat Rosulullah dalam peristiwa ini. Meski para ulama berusaha "menyembunyikan" keterlibatan tersebut. Bahwa pembunuh Usman adalah para pemberontak yang termakan oleh fitnah keji orang-orang munafik. Namun buku-buku sejarah maupun logika sehat menolak pendapat bahwa para sahabat Rosul terbebas dari peristiwa tragis tersebut. Tanpa bantuan penduduk Madinah yang mayoritas adalah sahabat Rosul, para demonstran dari Mesir dan luar kota lainnya tidak akan mampu membunuh Usman. Karena bagaimana pun Usman adalah seorang khalifah yang mendapat dukungan penuh dari kerabatnya, Bani Umayah yang sangat berpengaruh.

Buku-buku sejarah klasik menyebutkan keterlibatan (setidaknya) dua orang sahabat utama Rosul, Thallah bin Ubaidillah dan Zubeir bin Awwam, dan seorang istri Rosul, Aisyah.

Sejarahwan Islam Ibn Abi'l-Hadid menulis: "Mereka yang telah menuliskan peristiwa pembunuhan Usman menyatakan bahwa pada hari pembunuhan itu Thallah adalah salah seorang yang turut menyerang Usman, dengan wajah diliputi kemarahan ia melontarkan panah ke rumah Usman."

Ia juga menulis: Para sejarahwan juga menulis bahwa Zubeir berteriak-teriak "Bunuh Usman. Bunuh Usman. Sungguh ia telah kafir!". Ketika orang-orang mengingatkan bahwa putranya berada di rumah Usman, ia berkata "Meski putraku harus mati, Usman harus dibunuh!". (Sharh Nahj al-balaghah, vol.9, pp. 35-36)

Adapun mengenai Aisyah sejarahwan Ibnu Abd Rabbih menulis: Al-Mughirah bin Shu`bah mendatangi Aisyah yang berteriak: "O' Abu Abdillah, saya berharap kamu bersama saya waktu Perang Jamal berlangsung, saat mana panah-panah beterbangan menembus onta saya dan sebagian di antaranya menembus badan saya." Al Mughirah menjawab: "Saya sebenarnya berharap Anda meninggal saat itu." Aisyah terkejut dan berkata: "Mengapa kamu berkata begitu?". Al Mughirah pun menjawab: "Itu adalah balasan atas apa yang telah Anda lakukan terhadap Usman." (al-`Iqd al-farid, vol. 4, p. 294)

Minggu, 11 Oktober 2009

Benarkah Umar Sahabat Utama?


Pengantar: Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk mendeskreditkan seorang sahabat Nabi apalagi mencacinya bahkan mengkafirkannya. Tulisan ini hanya sekedar menempatkan seorang sahabat pada porsi sebenarnya. Umar bin Khattab adalah seorang sahabat yang telah berjasa menegakkan Islam, namun sebenarnya banyak sahabat yang lebih utama dibandingkan dirinya. Lalu mengapa kita lebih menghormati Umar dibandingkan sahabat lain yang lebih utama, apalagi mengambil ijtihad-ijtihadnya sebagai sumber hukum? Padahal ijtihad-ijtihadnya itu jelas-jelas bertentangan dengan nash-nash hadits dan Qur'an. Bukankah dengan sikap demikian kita telah terjerembab ke dalam dosa hingga kita masuk dalam golongan 72 kelompok yang masuk neraka sebagaimana disebutkan dalam hadits Rosul?


Lebih utama mana sahabat nabi bernama Anas yang tidak begitu terkenal (yang syahid dalam perang Uhud, bukan Anas bin Malik) dibandingkan Umar bin Khattab? Dengan tegas saya memilih Anas. Ini karena Anas ikhlas mati syahid demi membela Rosulullah. Sedangkan Umar menolak jihad dan lebih memilih duduk-duduk sebagaimana umat Yahudi menolak jihad dan lebih suka duduk-duduk saat nabi Musa memerintahkan mereka menyerang negeri Palestina.

Anda mungkin tidak percaya dengan kisah ini (Saya yakin sebagian besar umat Islam tidak mengetahui kisah ini). Tapi lihatlah buku sejarah nabi Muhammad karangan Muhammad Haekal yang terkenal itu. Baca bagian tentang Perang Uhud. Dalam buku itu disebutkan, tatkala pasukan Islam diserang dari arah belakang oleh pasukan Quraisy setelah pasukan pemanah Islam mengabaikan perintah Rosul dan meninggalkan posnya, sebagian besar dari mereka melarikan diri dari medan peperangan untuk menyelamatkan diri. Di antara mereka adalah Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Setelah kelelahan berlari, mereka berdua beristirahat di bawah bukit yang teduh.

Pada saat itu muncul sahabat bernama Anas. Mendapati Abu Bakar dan Umar duduk-duduk santai, Anas menegur. "Mengapa Anda berdua duduk-duduk di sini?". Abu Bakar dan Umar menjawab bahwa mereka lari dari medang perang karena mendengar Rosulullah telah meninggal dalam perang. Maka Anas pun berkata. "Kalau begitu mari kita susul Rosul ke surga dengan syahid." Tanpa mendengar jawaban Abu Bakar dan Umar, Anas pun kembali berlari ke medan perang dan syahid. Adapun Abu Bakar dan Umar lebih memilih duduk.

Atau lebih utama mana para sahabat yang berhijrah ke Habsyah (Ethiopia) dibandingkan Umar? Dengan tegas saya memilih para sahabat yang hijrah ke Habsyah. Pilihan ini adalah berdasarkan hadits "Shahih" Bukhari yang meriwayatkan: "Suatu hari Umar datang ke rumah putrinya Hafsah (yang juga istri Rosul). Di sana ada Asma binti U'mais. Ketika dilihatnya Asma, Umar bertanya pada Asma: Siapa Anda?. Ketika Asma menjawab siapa dirinya, Umar menggumam: Orang Habsyah itu? Orang laut itu? (Habsyah terletak di seberang Laut Merah). Ya, jawab Asma. Namun entah alasan apa kecuali karena sifat jahil, Umar berkata: Kami lebih dahulu berhijrah, maka kami lebih dekat kepada Rosul dibandingkan kalian.

Dengan marah karena tersinggung Asma menjawab: Demi Allah tidak demikian. Dahulu kalian bersama Rosul. Diberinya kalian makan dan minum dan diajarkannya kalian. Sementara kami berada di tempat yang jauh dan terasing semata-mata karena Allah dan Rosul-Nya. Demi Allah kami tidak makan atau minum sebelum kami mengingat dahulu kepada Rosul. Kami juga menghadapi gangguan dan ancaman. Wahai Umar, aku akan adukan perkataanmu tadi kepada Rosul tanpa menambah atau menguranginya.

Ketika Asma menghadap Rosul ia mengadukan apa yang dikatakan Umar kepadanya. Rosul pun bertanya kepada Asma: Apa yang kau jawab. Asma menjawab: Begini dan begitu. Maka Rosul berkata: Dia tidak lebih berhak atasku daripada kalian. Dia dan teman-temannya hanya berhijrah sekali, sedang kalian berhijrah dua kali.

Kemudian Asma berkata: Aku lihat Abu Musa dan kawan-kawan yang dahulu sekapal saat hijrah ke Habsyah mendatangiku dan bertanya kepadaku tentang sabda Rosul tersebut. Demi Allah tidak ada yang lebih membahagiakan mereka daripada mendengar sabda Rosul tersebut."

Dari hadits Bukhari tersebut (Shahih Bukhari Muslim adalah kitab paling valid setelah Al Qur'an di mata kaum Islam Sunni) dapat disimpulkan bahwa Asma dan para sahabat yang bersamanya berhijrah ke Habsyah lebih utama dibandingkan Umar.

Bukan saja Anas dan Asma serta para sahabat yang berjijrah ke Habsyah yang lebih utama daripada Umar. Tujuh puluh sahabat yang syahid dalam Perang Uhud lebih utama dibandingkannya. Bahkan beberapa sahabat yang hidup paska Perang Uhud pun lebih utama dibandingkan mereka berdua. Salah satunya adalah Zubeir bin Awwam yang menjadi salah satu sahabat yang melindungi Rosul dari serangan pasukan kafir Quraisy. Satunya lagi adalah Ali bin Thalib.

Saat pasukan Islam tercerai berai dan orang-orang kafir meneriakkan kabar kematian Rosulullah untuk meruntuhkan mental orang-orang Islam, Ali berada di tempat yang agak jauh dari Rosulullah. Namun demi kecintaannya pada Rosul, ia mencari Rosulullah di seluruh sudut medan perang dan ditemukannya Rosulullah dalam kepungan orang-orang Quraisy. Dengan gagah berani Ali menerobos kepungan dan menggabungkan diri dengan beberapa sahabat yang melindungi Rosulullah.

Sahabat Anas yang syahid tentu menggugah kekagumanku kepadanya, sekaligus mengurangi rasa hormatku pada Abu Bakar dan Umar. Namun kekaguman lebih besar aku berikan kepada Abu Dujannah. Setelah tampil sebagai pahlawan dengan membunuhi gembong-gembong Quraisy di awal pertempuran, Abu Dujannah syahid dengan cara yang sangat menggugah perasaan. Ia rela menjadikan dirinya tameng hidup untuk melindungi tubuh Rosulullah dari sentuhan senjata musuh hingga syahid dengan luka-luka yang mengerikan di sekujur tubuhnya.

Bahkan dibandingkan seorang sahabat wanita (saya lupa namanya sebagaimana disebut dalam buku Haekal), Abu Bakar dan Umar tidak lebih utama. Sahabat wanita itu sebagaimana umumnya seorang wanita yang tidak dikenai kewajiban untuk berjihad di medan perang, sebenarnya hanya bertugas sebagai pengantar minuman bagi pasukan Islam yang kehausan. Namun demi dilihatnya Rosulullah dalam bahaya, ia langsung membuang tempat minumnya dan dengan pedang kecil di tangan, ia maju untuk melindungi Rosul hingga syahid menjemputnya.

Aku lahir sebagai penganut Islam mazhab Sunni yang percaya pada kemuliaan sahabat-sahabat utama Abu Bakar, Umar bin Khattab dan Usman bin Affan. Namun sebenarnya aku, sebagaimana sebagian besar umat Islam Sunni lainnya, tidak mengetahui banyak tentang apa itu Islam Sunni, Syiah, apalagi mazhab-mazhab Islam lainnya, yang menurut hadits Nabi berjumlah 73 aliran dan semuanya masuk neraka kecuali satu aliran. (Aku lebih suka menyebut angka 73 hanya perumpanaan saja karena saya percaya sesungguhnya aliran-aliran dalam Islam lebih banyak dari 73).

Aku tidak ingin membahas mengenai perbedaan mazhab dalam Islam. Aku hanya akan membahas tentang watak dan sifat sahabat Umar bin Khattab berdasar buku-buku sejarah dan hadits yang aku ketahui. Meski banyak disebut sebagai seorang sahabat utama yang adil, gagah berani serta mempunyai sifat welas asih kepada sesama, aku tidak menemukan hal itu di buku-buku sejarah kecuali hadits-hadis ahad (diriwayatkan oleh seorang sahabat saja). Sebaliknya yang aku temukan adalah sifat-sifat yang bertolak belakang dengannya.

Umar adalah sahabat yang suka membangkang terhadap nabi sekaligus mengabaikan perintah-perintah tegas dalam Al Qur'an untuk menuruti semua perintah nabi. Terlalu banyak perintah dalam Al Qur'an yang halus hingga yang keras, yang memerintahkan umat Islam untuk menuruti semua perintah Rosul tanpa "reserve". Ia membantah Rosulullah dalam peristiwa Perjanjian Hudaibiyah. Dalam peristiwa ini ia bahkan berani mempertanyakan kenabian Rosulullah. Bahkan setelah Rosulullah memberi penjelasan, Umar tetap membangkang. Ia baru berhenti mempermasalahkan Perjanjian Hudaibiyah setelah sahabat terdekatnya, Abu Bakar, mengingatkannya untuk tidak menentang Rosul.

Umar juga membangkang Rosulullah dalam peristiwa "Tragedi Hari Kamis" saat Rosulullah hendak menulis wasiat menjelang wafatnya Beliau hingga Rosul marah dan berkata keras: "Keluarlah kaliah dari rumahku!". Umar membangkang atas penunjukan Usamah bin Zaid sebagai panglima perang dalam ekspedisi perang terakhir Rosul. Umar juga membangkang Rosul saat Beliau memerintahkan seorang sahabat (Abu Hurairah) untuk memberi kabar gembira kepada umat Islam yang telah mengucapkan kalimat syahadat dengan dalih kalimat syahadat saja tidak cukup untuk membuat seseorang mendapatkan syurga, seolah-olah ia lebih tahu mengenai alam akhirat dibandingkan Rosul. Umar juga membangkang terhadap tindakan nabi yang mensholatkan seorang sahabat yang menurut Umar adalah seorang munafik, seolah ia lebih mengetahui dibandingkan Rosul mengenai sifat-sifat para sahabatnya.

Seorang pembaca blog ini pernah memberikan "excuse" terhadap tindakan sebagian sahabat yang suka membangkang perintah Rosul dengan menganggap mereka sekedar melakukan ijtihad. Apakah ia tidak mengetahui bahwa ijtihad Rosul bahkan jauh lebih tinggi dibandingkan ijtihad seluruh umat menusia? Sekedar penyegaran, dalam kitab Ijil Barnabas disebutkan bahwa nabi Isa bersabda, seandainya beliau diberi kesempatan bertemu dengan nabi Muhammad, ia akan merasa sangat terhormat jika diberi kesempatan untuk membasuh terombah Rosul.

Ini menunjukkan betapa tingginya derajat Rosulullah dibandingkan Umar bin Khattab, manusia yang separuh hidupnya hidup dalam kejahiliahan: membunuh anak perempuannya, berzinah, menenggak arak, berjudi dlsb. Padahal Rosul adalah manusia yang suci sejak kelahirannya. Ia lahir dari manusia sepasang manusia dari kabilah, suku, dan bangsa paling terhormat. Di masa kanak-kanaknya, untuk membersihkan debu-debu di hatinya, para malaikat melakukan operasi terhadap hati Muhammad. Ia manusia yang bahkan Allah dan para malaikat bershalawat kepadanya. Membenarkan sikap para sahabat menentang Rosul sama dengan tindakan menentang Rosul sendiri.

Lagipula alasan bahwa para Umar bertobat setelah tindakan pembangkangannya terhadap Rosul dan Rosul ridho dengan tindakan Umar tidak ditemukan bukti-buktinya. Setelah Rosul meninggal ia masih menentang pengangkatan Usamah bin Ziyad sebagai penglima perang oleh Abu Bakar yang bermaksud meneruskan perintah Rosul. Dalam peristiwa Perjanjian Hudaibiyah kita juga tidak mengetahui apakah berakhirnya pembangkangan Umar karena insyaf, atau karena karena tidak mendapatkan dukungan dari sahabat dekatnya, Abu Bakar. Tidak ada satu riwayat pun yang menunjukkan Umar bertaubat dengan tindakannya menentang Rosul.

Saat menjadi khalifah, Umar bahkan meneruskan kebiasaannya menentang Rosul dengan mengeluarkan ijtihad yang menselisihi Rosul bahkan Al Qur'an. Ia berijtihad mengeluarkan kaum mu'alaf dari daftar penerima zakat dan membagi-bagi harta baitul mal dengan seleranya sendiri. Ia juga mengharamkan mu'tah haji dan mu'tah perkawinan* meski kedua hal itu dibolehkan Allah dan Rosulnya.

Kalau kita mau mempelajari sejarah Islam dengan sedikit saja lebih kritis, kita akan mendapati sifat-sifat Umar yang jauh dari yang "dikatakan orang". Setelah masuk Islam pun ia tidak bisa melepaskan diri dari watak kasarnya. Selain suka membangkang perintah Rosul, ia juga suka memukul orang. Abu Hurairah adalah salah satu sahabat yang pernah dipukul oleh Umar hingga berdarah hanya karena Umar tidak setuju dengan apa yang dilakukan Abu Hurairah: Mengumumkan kepada kaum Muslim tentang balasan surga bagi siapa saja yang bershahadat. Padahal Abu Hurairah melakukan apa yang diperintahkan Rosul.

Dan jauh dari sifat-sifat pemberani dan ksatria yang "dikatakan orang", Umar adalah seorang penakut. Selain lari dari medan perang Uhud, ia juga lari dari medan perang Hunain. Tatkala Rosul memberikan tongkat komando kepadanya dalam Perang Khaibar, ia kembali dalam keadaan kalah hingga kemudian Rosul memberikan tongkat komando kepada Ali bin Abi Thalib seraya berkata: Aku berikan tongkat komando ini kepada orang yang ridho kepada Allah dan Rosul-Nya dan Allah dan Rosul-Nya pun ridho kepadanya. Ia tidak pernah lari dari medan perang dan selalu pulang membawa kemenangan.


PENGARUH UMAR

Tindakan dan tindak tanduk Umar berpengaruh besar dalam kehidupan umat Islam saat ini. Umar setidaknya menjadi inspirasi bagi dua gerakan Islam yang sayangnya dianggap sesat, yaitu Islam Liberal dan Inkar Sunnah.

Boleh ditanyakan kepada para penggiat Jaringan Islam Liberal (JIL), siapa tokoh Islam yang menginspirasi mereka untuk melakukan ijtihad-ijtihad nyeleneh menabrak nash-nash yang telah jelas dan tegas? Mereka pasti menunjuk Umar bin Khattab.

Dan tindakan yang telah berani secara terang-terangan menolak hadits Rosul dengan perkataannya: "Cukup Al Qur'an di sisi kami!", saat menolak perintah Rosul untuk menuliskan wasiat menjelang kematian Rosul dalam peristiwa "Tragedi Hari Kamis", tidak bisa dibantah telah memberi inspirasi pada kemunculan gerakan Inkar Sunnah.



*Para pembela Umar dalam hal ijtihadnya mengenai kawin mu'tah berdalih bahwa ijtihad tersebut sesuai dengan "nilai-nilai moral masyarakat". Bahwa kawin mu'tah tidak sesuai dengan nilai-nilai moral masyarakat sehingga diharamkan. Tapi mengapa hal yang sama tidak diterapkan pada kasus poligami. Bukankah poligami juga bertentangan dengan "nilai-nilai moral masyarakat?" modern? Lalu mengapa poligami dihalalkan sementara mu'tah (kawin siri) diharamkan?

Untuk memahami hikmah di balik penghalalan kawin mu'tah sebagaimana poligami kita harus berfikir jauh. Bahwa ada kondisi-kondisi tertentu yang membuat kedua hal tersebut dibolehkan (bukan diwajibkan). Sebaliknya jika kedua hal tersebut (mu'tah dan poligami) dilarang, justru menimbulkan masalah baru yang lebih berat. Misalnya saja dalam kondisi darurat. Seorang tentara, atau pelaut atau siapa saja yang karena kondisi tertentu harus hidup terpisah dengan istrinya di tempat yang jauh, masih lebih terhormat baginya jika melakukan mu'tah atau poligami daripada berzina yang jelas-jelas dilarang.

Lagipula kalau ijtihad Umar benar, mengapa satu mu'tah lagi yang diharamkannya, yaitu mu'tah haji (menggabungkan haji dengan umroh) tetap dilakukan oleh sebagian besar umat Islam dan tidak ada seorang ulama pun yang mengharamkannya sebagaimana mereka mengharamkan kawin mu'tah?