Thursday 11 January 2018

Rusia Gagalkan Serangan Drone Besar-Besaran Teroris Suriah

Indonesian Free Press -- Rusia menggagalkan serangan drone besar-besaran yang dilakukan militan pemberontak Suriah. Dalam aksi ini militan mengerahkan 13 drone serang yang diduga kuat dipasok oleh Amerika.

Sebagaimana dilaporkan Russia Today, 8 Januari lalu, serangan tersebut berlangsung pada hari Sabtu malam terhadap pangkalan udara Kheimim di Provinsi Latakia, Suriah barat-laut.

"Militer Rusia telah menggagalkan serangan drone besar-besaran terhadap pangkalan udaranya di Suriah yang dilakukan oleh kelompok militant," tulis laporan itu.


"Para ekstremis itu kemungkinan telah mendapatkan bantuan dari sebuah negara maju,” tambah laporan itu.

Selain serangan terhadap pangkalan udara Kheimim, serangan serupa juga terjadi terhadap pangkalan laut Rusia di Tartus, masih di provinsi yang sama. Dalam serangan di Kheimim 10 drone penyerang terlibat, sedangkan di Tartus 3 drone penyerang terlibat.

Semua drone-drone tersebut berhasil dideteksi oleh sistem pertahanan udara Rusia pada jarak yang aman. Tujuh di antara drone-drene itu kemudian ditembak jatuh dengan senjata pertahanan udara Panzir-S. Sementara senjata elektronik Rusia juga berhasil mengacaukan sistem operasi enam drone lainnya. Tiga dari drone tersebut hancur saat mendarat dan tiga lainnya berhasil ditangkap Rusia.

Rusia mengklaim serangan-serangan drone itu tidak menimbulkan kerusakan dan korban jiwa dan kedua pangkalan militer itu tetap beroperasi seperti biasa.

"Ini adalah pertama kalinya para teroris menggunakan drone yang diluncurkan dari jarak lebih dari 50 kilometer, yang dioperasikan menggunakan sistem navigasi GPS,” demikian pernyataan Kementrian Pertahanan Rusia.

Para ahli Rusia kini tengah melakukan penelitian terhadap drone-drone yang tertangkap dan dari data yang berhasil didapatkan dari drone-drone itu, kemungkinan besar bakal ketahuan dari mana drone-drone tersebut diluncurkan. Para ahli juga memastikan drone-drone tersebut dibuat oleh 'negara yang memiliki teknologi maju', terbukti adanya sistem navigasi satelit serta program komputer yang mengatur lokasi-lokasi serangan dengan tepat.(ca)

1 comment:

Kasamago said...

Itu Drone jelas bukan milik teroris, tp di operasionalkan suatu negara..