Tajul Muluk, penganut mazhab Syiah di Sampang yang telah dikriminalisasi karena keyakinannya adalah contoh orang kecil yang tertindas. Dan saya tidak bisa mendamaikan kemarahan dan kesedihan saya yang mendalam atas nasibnya, tanpa menuliskannya. Bagi saya, Tajul Muluk adalah pantulan diri saya sendiri. Saya melihat diri saya pada dirinya dan nasibnya.
Simpati saya kepadanya datang dari rasa kemanusiaan yang wajar, sedemikian wajarnya sehingga saya merasa perlu untuk mengurai penindasan yang dialaminya dengan alasan-alasan yang wajar dan mudah, mengabaikan kerumitan teknis hukum dan dalil pasal-pasal.
Semata-mata agar orang tahu, tanpa perdebatan soal prosedur hukum dan pengadilan tiga per empat yang kerap begitu palsu, keadilan dan ketidakadilan bukanlah perkara yang rumit untuk dipahami bahkan bagi orang kebanyakan. Dan hakim atau pengadilan sering kali gagal melihat konteks-konteks sosial secara utuh sebagai bagian yang tidak bisa dipisahkan dari bangunan kesimpulan hukum.
Friday, 31 August 2012
Thursday, 30 August 2012
HUBUNGAN KOTOR INGGRIS DAN DIKTATOR-DIKTATOR ARAB (2)
Untuk memperkuat "kebijakan" dikotomi Shiah-Sunni ini Inggris sengaja mendatangkan pekerja-pekerja Sunni dari berbagai negara untuk mengisi jabatan di lembaga-lembaga publik maupun perusahaan-perusahaan besar di Bahrain, dan terutama adalah jabatan-jabatan di kemiliteran. Rekayasa sosial ini dimaksudkan untuk memperkuat kekuataan regim pro-Inggris sekaligus memperkuat sentimen Suni-Shiah yang setiap saat bisa dimanfaatkan untuk kepentingan Inggris.
Namun meski puluhan ribu warganegara asing dari negara-negara mayoritas Sunni seperti Syria, Jordania, Yaman, Saudi Arabia dan Pakistan masuk ke Bahrain untuk mendapatkan kewarganegaraan serta jabatan, secara demogratis warganegara Bahrain masih didominasi oleh orang-orang Shiah. Namun tetap saja isu seputar orang-orang Sunni asing yang menjadi warganegara Bahrain telah menjadi sebuah isu yang sensitif.
Sejak meletusnya kerusuhan di Bahrain yang dipicu oleh revolusi di Tunisia dan Mesir, regim al Khalifa telah berulangkali melakukan aksi-aksi kekerasan terhadap warganya sendiri dengan menggunakan bantuan pasukan Saudi Arabia dan negara-negara Teluk lainnya. Belasan orang telah tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka dan cacat. Dalam satu episode kerusuhan yang paling biadab, pasukan dari Saudi Arabia menyerbu sebuah rumah sakit dan memukuli serta mengusir para demonstran yang tengah dirawat.
Ribuan orang telah mengalami penyiksaan, termasuk wanita dan anak-anak. Beberapa di antaranya bahkan tewas di ruang tahanan akibat penyiksaan aparat keamanan, sebuah fenomena yang hanya terjadi di masa lalu di negara-negara beradab.
DI SAUDI, MEMBERITAKAN KEMISKINAN ADALAH TINDAK KEJAHATAN
Selain melarang para wanita mengendarai mobil, banyak hal-hal aneh yang terjadi di Saudi Arabia. Misalnya ulama-ulama setempat melarang wanita naik taksi yang dikendarai sopir laki-laki bukan muhrim, kecuali sang supir terlebih dahulu menetek pada si wanita. Hal aneh lainnya, dan kali ini dianggap sebagai kejahatana serius, adalah membicarakan tentang kemiskinan di negerinya orang-orang wahabi itu.
Beberapa waktu lalu dua orang blogger muda Saudi dipenjara hanya gara-gara meng-upload video kemiskinan rakyat Saudi di distrik Al Jaradiya di pinggiran kota Riyadh.
Firas Buqna dan Hussam Al-Darwish meng-upload videonya di situs "YouTube" tgl 10 Oktober tahun lalu. Seri kelima dari rangkaian video yang di-upload mereka diberi judul "Kita Telah Dibodohi" dengan menampilkan gambar kondisi masyarakat miskin di Al Jaradiya.
Dalam video tersebut Buqna terkejut dengan kondisi kemiskinan masyarakat di kawasan itu dimana ia melihat anak-anak berjalan telanjang kaki tanpa alas apapun. Ia mendapati seorang kepala keluarga dengan 20 anaknya harus hidup dengan penghasilan 660 dolar. seorang kepala keluarga lain yang diwawancarainya mengaku berpenghasilan 1.300 dolar untuk menghidupi 2 istri dan 11 anak.
Beberapa waktu lalu dua orang blogger muda Saudi dipenjara hanya gara-gara meng-upload video kemiskinan rakyat Saudi di distrik Al Jaradiya di pinggiran kota Riyadh.
Firas Buqna dan Hussam Al-Darwish meng-upload videonya di situs "YouTube" tgl 10 Oktober tahun lalu. Seri kelima dari rangkaian video yang di-upload mereka diberi judul "Kita Telah Dibodohi" dengan menampilkan gambar kondisi masyarakat miskin di Al Jaradiya.
Dalam video tersebut Buqna terkejut dengan kondisi kemiskinan masyarakat di kawasan itu dimana ia melihat anak-anak berjalan telanjang kaki tanpa alas apapun. Ia mendapati seorang kepala keluarga dengan 20 anaknya harus hidup dengan penghasilan 660 dolar. seorang kepala keluarga lain yang diwawancarainya mengaku berpenghasilan 1.300 dolar untuk menghidupi 2 istri dan 11 anak.
Wednesday, 29 August 2012
IRAN RAIH KEMENANGAN DIPLOMATIK SEBELUM KTT NON-BLOK DIMULAI
KTT Non-Blok ke-16 yang digelar di Teheran, Iran, baru akan dimulai tgl 30 Agustus hingga 31 Agustus ini. Namun bahkan sebelum "event" akbar ini digelar Iran telah berhasil meraih kemenangan diplomatik. Ini ditunjukkan dengan komentar-komentar positif dan dukungan terhadap peran Iran dalam percaturan politik internasional oleh para peserta KTT.
Menlu Senegal Alioune Badara Cissé misalnya, mengatakan bahwa peran Iran dalam dunia Islam serta berbagai upayanya menegakkan perdamaian di antara negara-negara Islam, tidak dapat dibantah. Seraya memuji antusiasme para peserta KTT yang digelar di Iran menunjukkan besarnya pengaruh Iran di mata dunia Islam dan negara-negara non-blok.
Sementara itu menlu Nigeria Mohammed Bazoum saat tiba di Teheran guna mengikuti KTT, kemarin (28/8) menyatakan harapannya bahwa KTT Non-Blok ke 16 kali ini akan dapat menyelesaikan berbagai perbedaan di antar negara. Hal senada diungkapkan menlu Eritrea Osman Saleh Mohammad setibanya di Teheran kemarin. Menurutnya KTT Non-Blok merupakan peluang besar bagi negara-negara anggota untuk menyelesaikan berbagai masalah internasional yang dihadapi.
Menlu Senegal Alioune Badara Cissé misalnya, mengatakan bahwa peran Iran dalam dunia Islam serta berbagai upayanya menegakkan perdamaian di antara negara-negara Islam, tidak dapat dibantah. Seraya memuji antusiasme para peserta KTT yang digelar di Iran menunjukkan besarnya pengaruh Iran di mata dunia Islam dan negara-negara non-blok.
Sementara itu menlu Nigeria Mohammed Bazoum saat tiba di Teheran guna mengikuti KTT, kemarin (28/8) menyatakan harapannya bahwa KTT Non-Blok ke 16 kali ini akan dapat menyelesaikan berbagai perbedaan di antar negara. Hal senada diungkapkan menlu Eritrea Osman Saleh Mohammad setibanya di Teheran kemarin. Menurutnya KTT Non-Blok merupakan peluang besar bagi negara-negara anggota untuk menyelesaikan berbagai masalah internasional yang dihadapi.
Tuesday, 28 August 2012
HUBUNGAN KOTOR INGGRIS DAN DIKTATOR-DIKTATOR ARAB
Sudah lama saya sebenarnya ingin mengupas banyak tentang sejarah kelam raja-raja tiran Arab. Apalagi dengan adanya krisis Syria dimana dua penguasa Arab, Saudi dan Qatar memainkan peran antagonis yang menyesakkan dada siapapun yang mencintai kebenaran dengan bantuan mereka terhadap para pemberontak. Dan alhamdulillah, obsesi saya terbantukan oleh munculnya sebuah artikel menarik yang ditulis oleh Finian Cunningham, wartawan senior independen Inggris berjudul "Britain’s barbaric ‘special relationship’ with Arab dictators" yang muncul di situs favorit saya, thetruthseeker.co.uk tgl 27 Agustus lalu. Tulisan berikut ini merupakan ringkasan dari artikel tersebut.
Foto-foto di media massa yang memperlihatkan perdana menteri Inggris David Cameron menyambut hangat raja Bahrain Hamad Khalifa di kantor Cameron di Downing Street 10 minggu lalu, menimbulkan pesan yang menyayat hati masyarakat, terutama Inggris, yang menganggap Inggris sebagai kampiun demokrasi dan perlindungan HAM.
Cameron yang lebih tegap dan tinggi dengan jas dan dasinya yang "modern" menjabat tangan Hamad khalifa dengan pakaian jaman pertengahannya, sangat tepat menggambarkan hubungan Inggris dengan negara-negara Arab bekas jajahannya sebagai hubungan "patron-client" alias tuan dan pelayannya.
Foto-foto di media massa yang memperlihatkan perdana menteri Inggris David Cameron menyambut hangat raja Bahrain Hamad Khalifa di kantor Cameron di Downing Street 10 minggu lalu, menimbulkan pesan yang menyayat hati masyarakat, terutama Inggris, yang menganggap Inggris sebagai kampiun demokrasi dan perlindungan HAM.
Cameron yang lebih tegap dan tinggi dengan jas dan dasinya yang "modern" menjabat tangan Hamad khalifa dengan pakaian jaman pertengahannya, sangat tepat menggambarkan hubungan Inggris dengan negara-negara Arab bekas jajahannya sebagai hubungan "patron-client" alias tuan dan pelayannya.
ASSAD: SYRIA AKAN KALAHKAN KONSPIRASI ASING
Robert Fisk, wartawan senior Inggris anti-Syria, dalam tulisan terakhirnya di media "Independent" mengakui bahwa Syria dengan kekuatan militer yang dimilikinya tidak mungkin kalah melawan pemberontak. Pernyataan tersebut seolah mengkonfirmasi pernyataan Presiden Bashar al Assad bahwa Syria pada akhirnya akan mengalahkan konspirasi asing yang kini tengah melanda Syria.
"Rakyat Syria tidak akan membiarkan konspirasi asing itu meraih tujuannya dan akan mengalahkannya dengan pengorbanan apapun," kata Bashar dalam pertemuannya dengan ketua komisi pertahanan dan keamanan parlemen Iran, Alaeddin Boroujerdi, di Damaskus, Minggu (26/8).
"Betapapun kerasnya upaya yang dilakukan negara-negara barat dan sekutu-sekutu regionalnya di Timur Tengah untuk mengubah sikap Syria, Damaskus akan tetap mempertahankan strategi perlawanannya (terhadap Israel dan Amerika) dan mempertahankan hak-haknya sebagai negara berdaulat," tambah Assad.
Syria di bawah kepemimpinan Bashar al Assad memang telah menjadi unsur strategis blok perlawanan anti-Israel/Amerika di Timur Tengah yang ditulangpunggungi oleh Iran. Bisa dikatakan Syria kini menjadi negara Arab berdaulat satu-satunya yang berani melawan Israel/Amerika (Iran seperti halnya Turki, berdasar budaya dan bahasanya tidak termasuk bangsa Arab). Selama ini blok perlawanan ini diperkuat oleh Hizbollah dan kelompok-kelompok perlawanan Lebanon serta HAMAS Palestina. Namun yang terakhir ini telah menjauh dari blok perlawanan setelah munculnya kekuasaan "Persaudaraan Muslim" di Mesir dan negara-negara Arab lain paska revolusi "Arab Spring".
"Rakyat Syria tidak akan membiarkan konspirasi asing itu meraih tujuannya dan akan mengalahkannya dengan pengorbanan apapun," kata Bashar dalam pertemuannya dengan ketua komisi pertahanan dan keamanan parlemen Iran, Alaeddin Boroujerdi, di Damaskus, Minggu (26/8).
"Betapapun kerasnya upaya yang dilakukan negara-negara barat dan sekutu-sekutu regionalnya di Timur Tengah untuk mengubah sikap Syria, Damaskus akan tetap mempertahankan strategi perlawanannya (terhadap Israel dan Amerika) dan mempertahankan hak-haknya sebagai negara berdaulat," tambah Assad.
Syria di bawah kepemimpinan Bashar al Assad memang telah menjadi unsur strategis blok perlawanan anti-Israel/Amerika di Timur Tengah yang ditulangpunggungi oleh Iran. Bisa dikatakan Syria kini menjadi negara Arab berdaulat satu-satunya yang berani melawan Israel/Amerika (Iran seperti halnya Turki, berdasar budaya dan bahasanya tidak termasuk bangsa Arab). Selama ini blok perlawanan ini diperkuat oleh Hizbollah dan kelompok-kelompok perlawanan Lebanon serta HAMAS Palestina. Namun yang terakhir ini telah menjauh dari blok perlawanan setelah munculnya kekuasaan "Persaudaraan Muslim" di Mesir dan negara-negara Arab lain paska revolusi "Arab Spring".
Monday, 27 August 2012
BILA IRAN MENERTAWAKAN AMERIKA
Siapa yang tertawa senang atas terjadinya tabrakan kapal perang destroyer Amerika USS Porter dengan kapal tanker Jepang awal bulan ini di Selat Hormuz? Tentu saja Iran. Dalam bayangan saya para pemimpin Iran menertawakan Amerika sembari berkata: "Lihatlah, belum apa-apa saja kapal Amerika bertabrakan. Apalagi jika kami telah mengerahkan kekuatan kami menutup Selat Hormuz."
Masih beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu. Juga tidak ada kebocoran minyak yang mencemari laut. Namun dipastikan jutaan dolar harus dikeluarkan Amerika untuk memperbaiki kapalnya yang rusak parah.
Selat Hormuz adalah jalur laut yang sempit namun memiliki arti strategis luar biasa besar. Melalui jalur inilah sekitar 20 hingga 30 persen produksi minyak dunia dipasarkan. Secara administratif jalur laut ini dimiliki oleh Oman dan Iran, meski hukum laut internasional membebaskan semua kapal untuk melintasinya.
Selama beberapa bulan terakhir Iran telah mengeluarkan ancaman untuk menutup jalur laut ini jika diserang Amerika dan atau Israel. Jika ini terjadi maka dipastikan harga minyak dunia akan melambung tinggi, dan ujung-ujungnya hanya memberi keuntungan besar bagi Iran sebagai salah satu produsen minyak utama dunia. Dengan harga yang lebih tinggi, Iran cukup menjual sedikit minyak untuk membiayai anggaran belanjanya.
Masih beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu. Juga tidak ada kebocoran minyak yang mencemari laut. Namun dipastikan jutaan dolar harus dikeluarkan Amerika untuk memperbaiki kapalnya yang rusak parah.
Selat Hormuz adalah jalur laut yang sempit namun memiliki arti strategis luar biasa besar. Melalui jalur inilah sekitar 20 hingga 30 persen produksi minyak dunia dipasarkan. Secara administratif jalur laut ini dimiliki oleh Oman dan Iran, meski hukum laut internasional membebaskan semua kapal untuk melintasinya.
Selama beberapa bulan terakhir Iran telah mengeluarkan ancaman untuk menutup jalur laut ini jika diserang Amerika dan atau Israel. Jika ini terjadi maka dipastikan harga minyak dunia akan melambung tinggi, dan ujung-ujungnya hanya memberi keuntungan besar bagi Iran sebagai salah satu produsen minyak utama dunia. Dengan harga yang lebih tinggi, Iran cukup menjual sedikit minyak untuk membiayai anggaran belanjanya.
ISLANDIA TIDAK MEMBERI BAILOUT, MELAINKAN MEMENJARAKAN PARA BANKIR
Berbeda dengan negara-negara neo-liberal yang mengalami krisis finansial, bangsa Islandia tidak memberi talangan pada bank-bank sekaligus memutihkan kejahatan keuangan yang dilakukan bank-bank dengan membebankan semua kerugiannya kepada rakyat. Bangsa Islandia memaksa pemerintah yang tidak kompeten untuk mundur, menasionalisasi perbankan dan memenjarakan para bankirnya, dan selanjutnya membuat konstitusi baru untuk membentuk sistem keuangan dan ekonomi yang lebih stabil dan pro-rakyat.
Itulah yang sebenarnya terjadi di Islandia. Semua tanpa sorotan media massa internasional karena tentu saja dianggap membahayakan sistem keuangan dan ekonomi global yang selama ini berlaku. Apa jadinya jika rakyat Amerika, Eropa, Indonesia dan negara-negara neo-liberal lainnya mengambil langkah serupa? Untuk Indonesia setidaknya kasus Bank Century tidak akan pernah terjadi.
Dan inilah fakta-fakta tentang apa yang terjadi di Islandia.
Itulah yang sebenarnya terjadi di Islandia. Semua tanpa sorotan media massa internasional karena tentu saja dianggap membahayakan sistem keuangan dan ekonomi global yang selama ini berlaku. Apa jadinya jika rakyat Amerika, Eropa, Indonesia dan negara-negara neo-liberal lainnya mengambil langkah serupa? Untuk Indonesia setidaknya kasus Bank Century tidak akan pernah terjadi.
Dan inilah fakta-fakta tentang apa yang terjadi di Islandia.
Saturday, 25 August 2012
Pussy Riot, Gereja dan Rusia
Rusia saat ini tengah menghadapi sebuah "cobaan" berat, yang lagi-lagi dilakukan oleh orang-orang yahudi, dalam rangka menghancurkan kekuatan sebuah bangsa besar yang tengah bangkit.
Adalah kasus "Pussy Riot" yang menjadi cobaan itu. "Pussy Riot", atau disingkat saja PR, adalah sebuah kelompok aktifis wanita yang baru muncul beberapa tahun terakhir yang aktifitasnya adalah menolak kekuasaan Presiden Vladimir Putin dan Gereja Katholik Rusia. Kelompok ini menarik perhatian pers asing, meski tidak dipedulikan rakyat Rusia, karena aksi-aksinya yang sangat kontroversial. Dan perhatian itu semakin besar seiring berlangsungnya pengadilan terhadap 3 orang aktifis PR dengan tuduhan melakukan kegiatan "penyebaran kebencian".
Aksi kontroversial? Saya jelaskan sedikit saja. Mereka pernah mencuri beberapa potong ayam beku dari supermarket, memperlakukannya seperti "dildo" (alat kelamin tiruan dari karet) sembari memvideokannya, dan kemudian menyebarkan video tersebut ke dunia maya. Aksi lainnya adalah melakukan pesta seks di dalam gereja dan kemudian menyebarkannya di dunia maya.
Awalnya kelompok ini mengarahkan aktifitasnya pada aksi-aksi menentang kekuasaan Vladimir Putin. Namun setelah aksi-aksi mereka tidak membuahkan hasil dan Putin tetap menjadi idola rakyat Rusia, mereka mengarahkan perhatiannya pada Gereja. Dua kali mereka melakukan aksi bejat mereka di gereja Elochovsky Cathedral di Moskow. Polisi hanya mengusir mereka pergi dan tidak menangkap mereka. Aksi selanjutnya dilakukan di gereja St Savior Cathedral (yang dihancurkan oleh Lazar Kaganovich tahun 1930-an dan dibangun kembali tahun 1990. Kaganovich adalah pemimpin pertama polisi rahasia Uni Sovyet yang bertanggungjawab atas tewasnya jutaan rakyat Rusia). Lagi-lagi polisi hanya mengusir mereka pergi. Namun polisi terpaksa menangkap mereka setelah video kebejatan mereka di gereja di-"upload" di dunia maya. Dan akhirnya pengadilan Rusia menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara.
Adalah kasus "Pussy Riot" yang menjadi cobaan itu. "Pussy Riot", atau disingkat saja PR, adalah sebuah kelompok aktifis wanita yang baru muncul beberapa tahun terakhir yang aktifitasnya adalah menolak kekuasaan Presiden Vladimir Putin dan Gereja Katholik Rusia. Kelompok ini menarik perhatian pers asing, meski tidak dipedulikan rakyat Rusia, karena aksi-aksinya yang sangat kontroversial. Dan perhatian itu semakin besar seiring berlangsungnya pengadilan terhadap 3 orang aktifis PR dengan tuduhan melakukan kegiatan "penyebaran kebencian".
Aksi kontroversial? Saya jelaskan sedikit saja. Mereka pernah mencuri beberapa potong ayam beku dari supermarket, memperlakukannya seperti "dildo" (alat kelamin tiruan dari karet) sembari memvideokannya, dan kemudian menyebarkan video tersebut ke dunia maya. Aksi lainnya adalah melakukan pesta seks di dalam gereja dan kemudian menyebarkannya di dunia maya.
Awalnya kelompok ini mengarahkan aktifitasnya pada aksi-aksi menentang kekuasaan Vladimir Putin. Namun setelah aksi-aksi mereka tidak membuahkan hasil dan Putin tetap menjadi idola rakyat Rusia, mereka mengarahkan perhatiannya pada Gereja. Dua kali mereka melakukan aksi bejat mereka di gereja Elochovsky Cathedral di Moskow. Polisi hanya mengusir mereka pergi dan tidak menangkap mereka. Aksi selanjutnya dilakukan di gereja St Savior Cathedral (yang dihancurkan oleh Lazar Kaganovich tahun 1930-an dan dibangun kembali tahun 1990. Kaganovich adalah pemimpin pertama polisi rahasia Uni Sovyet yang bertanggungjawab atas tewasnya jutaan rakyat Rusia). Lagi-lagi polisi hanya mengusir mereka pergi. Namun polisi terpaksa menangkap mereka setelah video kebejatan mereka di gereja di-"upload" di dunia maya. Dan akhirnya pengadilan Rusia menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara.
KTT NON-BLOK BUKTI IRAN TIDAK TERKUCILKAN
Penunjukan Iran sebagai tuan rumah KTT Non-Blok sekaligus ketua bergilir gerakan Non-Blok membuktikan bahwa Iran tidak bisa dikucilkan oleh Amerika dan sekutu-sekutunya. Hal itu disampaikan oleh ulama terkemuka Iran Hojjatoleslam Kazem Seddiqi terkait rencana diadakannya KTT Non-Blok di Teheran, Iran.
"Keberhasilan Iran menjadi tuan rumah KTT Non-Blok merupakan titik balik kegagalan kekuatan arogan dunia yang senjatanya sudah usang dan klaim-klaimnya tidak berdasar," kata Seddiqi dalam pidato khutbah Jum'at di Teheran, kemarin.
KTT ke-16 Non-Block ini akan dibuka oleh pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Sayyed Ali Khamenei dan dihadiri oleh Sekjen PBB Ban Ki Moon. KTT akan berlangsung tgl 26-31 Agustus mendatang dan diikuti oleh lebih dari 50 kepala negara dan pemerintahan negara-negara Non-Blok. Sebagai tuan ruman, Iran sekaligus akan menduduki jabatan ketua bergilir organisasi beranggotakan 120 negara ini.
"Keberhasilan Iran menjadi tuan rumah KTT Non-Blok merupakan titik balik kegagalan kekuatan arogan dunia yang senjatanya sudah usang dan klaim-klaimnya tidak berdasar," kata Seddiqi dalam pidato khutbah Jum'at di Teheran, kemarin.
KTT ke-16 Non-Block ini akan dibuka oleh pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Sayyed Ali Khamenei dan dihadiri oleh Sekjen PBB Ban Ki Moon. KTT akan berlangsung tgl 26-31 Agustus mendatang dan diikuti oleh lebih dari 50 kepala negara dan pemerintahan negara-negara Non-Blok. Sebagai tuan ruman, Iran sekaligus akan menduduki jabatan ketua bergilir organisasi beranggotakan 120 negara ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)









