Thursday, 11 July 2013

REVOLUSI INGGRIS YANG SESUNGGUHNYA

Indonesian Free Press -- Antara abad ke-11 hingga 13 para elit yahudi berhasil menancapkan kekuasaan yang nyaris mutlak di seluruh Eropa dengan menggunakan satu sekte agama bentukan mereka, Ksatria Templar. Dengan kekayaan yang didapatkannya dari penjarahan di Jerussalem setelah mendompleng ekspedisi Perang Salib, mereka berhasil mempengaruhi Sri Paus untuk menyerahkan sebagian kekuasaannya kepada mereka, yaitu hak kepemilikan tanah di sebagian besar Eropa. Namun mereka belum menguasai sepenuhnya kekuasaan para raja dan bangsawan. Maka ketika Raja Perancis merasa bosan berada di bawah kekuasaan para Templar dan harus membayar pajak tanah setiap tahun kepada mereka, ia pun memberontak. Aksinya mendapat dukungan para raja dan bangsawan Eropa sehingga dengan relatif mudah berhasil menumbangkan kekuasaan para Templar. Sebaliknya bagi para Templar, mereka menjadi korban pembantaian dan yang selamat menjadi buronan dimana-mana.

Maka untuk selanjutnya para elit yahudi itu, setelah menguasai sumber-sumber kekayaan, memusatkan perhatian pada pengambil-alihan kekuasaan secara sistematis dan menyeluruh yang selanjutnya disebut sebagai revolusi yang sekaligus menghancurkan 2 kekuatan penghalang mereka: raja-raja bangsawan dan gereja. Dan percobaan pertama yang ternyata sukses, adalah di Inggris. Terlepas dari itu, pilihan Inggris sebagai sasaran pertama adalah dendam karena raja Inggris telah mengusir orang-orang yahudi pada tahun 1290.

Tuesday, 9 July 2013

JANGAN DILUPAKAN

Pembunuhan Muhammad al-Durrah (12 tahun) dan ayahnya di Netzarim, Jalur Gaza tgl 30 September 2000 oleh tentara Israel.

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA


AWAN GELAP DI ATAS LANGIT IKHWANUL MUSLIMIN (MESIR)

Ikhwanul Muslimin, sebuah organisasi jihad yang didirikan oleh Hasan al Banna di Mesir demi membebaskan Palestina dari pendudukan Israel, telah berubah menjadi semacam organisasi setengah rahasia yang bertujuan meraih kekuasaan demi keuntungan para anggotanya. Demi meraih tujuan tersebut para anggotanya pun menghalalkan segala cara, termasuk mengkhianati rakyat Palestina.

Setidaknya demikian kesan yang difahami organisasi ini oleh orang-orang di luar mereka, termasuk saya (blogger) melihat berbagai fenomena yang meliputi orang-orang atau organisasi Ikhwanul Muslimin dan underbow-underbow-nya. Dalam konteks Indonesia kita bisa melihatnya pada apa yang terjadi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sementara di tingkat global kita bisa menyaksikannya pada kasus PM Turki Erdogan dan partai AKP-nya, sikap opportunis para pemimpin Hamas Palestina yang meninggalkan Syria yang selama bertahun-tahun menjadi pelindungnya, atau fenomena Mohammad Moersi dan Ikhwanul Muslimin-nya di Mesir.

Ketika pertama kali berdiri PKS dianggap sebagai representasi umat Islam Indonesia yang modern, progressif, professional, jujur dan amanah. Namun kini kita menyaksikan PKS tidak berbeda dengan parpol-parpol lainnya di Indonesia yang korup dan oppotunis, jauh dari nilai-nilai ideal masyarakat awam apalagi nilai-nilai Islami. Kasus Fathanah dan Lutfhi Hassan Ishak membuktikan itu semua. Sama dengan ikhwan-ikhwan lainnya di dunia, PKS juga sudah melupakan misi awal pendiriannya, yaitu memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Mereka bungkam terhadap misi-misi zionisme di Indonesia yang begitu massif, yang telah menginfiltrasi seluruh struktur ekonomi, sosial, politik, keamanan.

Namun apa yang dilakukan PKS tentu belum seberapa dengan pengkhianatan ikhwan-ikhwan di Turki dan Mesir terhadap rakyat Palestina dan umat Islam di negara mereka. Mohammad Moersi di Mesir bahkan tega memblokade rakyat Palestina di Gaza demi menuruti keinginan Israel. Sementara Erdogan di Turki tega mengirim para teroris pemakan bangkai manusia dan pembunuh ulama untuk membantai rakyat Syria termasuk wanita dan anak-anaknya.

Namun di akhir masa dunia ini (insya Allah), Allah sepertinya berkehendak untuk menunjukkan keadilan dan kebenaran-Nya dengan segera. Baru setahun yang lalu Mohammad Moersi dan Ikhwanul Muslimin meraih kekuasaan di Mesir, negara Islam paling besar dan kuat di kawasan Timur Tengah. Menyusul keberhasilan sebelumnya yang diraih Erdogan di Turki serta keberhasilan politik Ikhwanul Muslimin di Tunisia dan Libya serta ditambah dukungan dana tak terbatas dari Qatar yang muncul sebagai kekuatan politik baru yang berpengaruh, naiknya Moersi ke kursi kepresidenan Mesir seolah menunjukkan bahwa masa depan adalah miliknya Ikhwanul Muslimin.

Namun hanya setahun berlalu, awan gelap seolah kini meliputi langit di atas Ikhwanul Muslimin: elit-elit PKS diobok-obok kasus korupsi, Erdogan digoyang aksi-aksi demonstrasi dan kecaman internasional, Emir dan PM Qatar yang sangat pro-Ikhwanul Muslimin "dikudeta" Amerika, pemerintahan Ikhwan Tunisia kini juga menghadapi ancaman penggulingan rakyat, dan yang terbesar tentu saja kudeta terhadap Mohammad Moersi.

Bantahan Putera Syekh Yusuf Al-Qardhawi terhadap Ayahnya

Kemarin, Dr. Yusuf  al-Qardhawi, Ketua Persatuan Ulama Islam Internasional, mengeluarkan fatwa kewajiban mendukung legitimasi Presiden Mesir Muhammad Morsi yang dimakzulkan setelah jutaan rakyat Mesir turun ke jalan untuk menarik/mencabut nota kepercayaan atas kepemimpinannya. Putera beliau yang bernama Abdurrahman Yusuf al-Qardhawi tidak sepakat dengan fatwa yang dikeluarkan oleh ayahnya tersebut. Dia membalas fatwa tersebut dengan sepucuk surat kepada ayahnya yang dipublikasikan oleh media-media Mesir. Redaksi Mosleminfo berhasil mengalih-bahasakan surat tersebut dari Harian "Youm7". Berikut terjemahan suratnya:

——————
Ayah saya yang terhormat, Syekh al-Allamah Yusuf al-Qardhawi…

Saya mengenal Anda sebagai seorang ulama yang mulia, ahli fikih, dan ahli berbagai ilmu pengetahuan. Anda mengetahui rahasia-rahasia dan tujuan-tujuan dalam syariat Islam, serta banyak mengetahui tentang turats Islam. Kami sekarang di masa yang sangat menentukan dalam sejarah Mesir. Mesir yang Anda cintai dan banggakan. Bahkan Anda memberikan sebuah judul “Anak desa dan sekolahan” pada buku memorial Anda. Sekarang ini saya ingin menyampaikan sesuatu kepada Anda. Saya adalah anak yang dilahirkan di desa, dan terdidik di sekolahan.

Ayah yang saya hormati. Status saya adalah murid Anda sebelum anak Anda. Menurut saya dan banyak orang dari kalangan murid Anda bahwa kondisi Mesir saat ini yang sangat rumit, adalah kondisi yang baru dan jauh berbeda dari masa generasi Anda. Generasi Anda adalah generasi yang tidak mengenal yang namanya revolusi rakyat yang sesungguhnya. Generasi Anda juga tidak dekat dengan keinginan rakyat dan cara berpikir para pemuda yang melampaui batas. Boleh jadi hal ini adalah sebab utama fatwa Anda yang isinya belum pernah saya pelajari dari Anda.

Ayah, Anda kemarin telah mengeluarkan fatwa untuk mendukung Presiden Muhammad Morsi. Di dalam teks fatwa tersebut berisi:

“….sesungguhnya rakyat Mesir telah hidup selama 30 tahun –jika tidak ingin dikatakan 60 tahun—tidak pernah memiliki kesempatan untuk memilih presiden sesuai keinginan mereka sendiri, hingga akhirnya Allah memberi mereka karunia untuk pertama kalinya seorang presiden sesuai pilihan mereka sendiri dan murni sesuai keinginan mereka, yaitu Presiden Muhammad Morsi. Mereka telah bersumpah dan berjanji untuk senantiasa menaatinya, baik dalam kondisi sulit maupun mudah, dan baik dalam perkara yang mereka sukai maupun yang tidak mereka sukai. Semua pihak juga setuju, baik dari kalangan sipil maupun militer, serta pemerintah maupun rakyat, di antaranya adalah Letnah Jenderal Abdul Fattah al-Sisi, Menteri Pertahanan. Dia (al-Sisi) telah bersumpah di depan mata kita semua untuk senantiasa taat dan patuh kepada Presiden Morsi. Dia senantiasa taat dan patuh, hingga kita semua melihatnya berubah secara tiba-tiba, dan menjadikan dirinya yang semula hanya seorang menteri, menjadi seorang yang memiliki kendali kekuasaan, sehingga dia mengkudeta presiden yang konstitusional. Dia telah melanggar janji setianya kepada presiden Morsi, dan bergabung kepada sebagian rakyat untuk menentang sebagian rakyat yang lain, dengan mengklaim bahwa dirinya bersama kalangan mayoritas…..”

Ayahku, sesungguhnya membanding-bandingkan Morsi dengan Mubarak itu tidak tepat. Ini adalah pendapat generasi kami, yang mungkin tidak diketahui oleh generasi sebelum kami.

Ayahku, generasi kami tidak akan kuat hidup di bawah tekanan kediktatoran selama 60 tahun, atau 30 tahun sebagaimana yang Anda katakan. Yang kuat itu adalah generasi Anda dengan mengatas-namakan kesabaran. Kami adalah generasi yang sudah banyak belajar untuk tidak membiarkan benih kediktatoran tetap berada di muka bumi ini. Kami memutuskan untuk mencabutnya sejak tahun pertama, sebelum kediktatoran itu tumbuh berkembang. Itu adalah pohon menjijikkan yang harus dibuang dari muka bumi.

Seandainya Morsi hanya melakukan satu persen kesalahan dari apa yang dilakukan oleh para presiden sebelumnya, maka kami tidak akan tinggal diam. Ini adalah hak kami. Kami tidak akan jatuh pada perangkap komparasi dengan kondisi 60 tahun yang lalu. Karena jika kami terjerumus ke dalam perangkap ini, maka kami tidak akan pernah bisa keluar selamanya.

Saya telah belajar dari Anda, bahwa kaum muslimin itu sesuai dengan syarat-syarat yang mereka sepakati. Bukankah Anda mengatakan: “Jika seorang pemimpin berjanji akan mundur dari jabatan sesuai pendapat mayoritas, dan diambil janji setia (baiat) berdasarkan prinsip ini, maka secara syariat dia harus komitmen dengan syarat tersebut. Setelah berkuasa, dia tidak boleh mengingkari janji ini, dan menyatakan bahwa Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) bukan institusi yang mengikat. Dia bisa berpendapat apa pun, namun jika dia dipilih oleh rakyat berdasarkan sebuah syarat tertentu, maka dia harus menjalankannya dan tidak boleh melanggarnya. Kaum muslimin itu sesuai dengan syarat-syarat yang telah mereka sepakati. Menepati janji hukumnya wajib, dan itu termasuk akhlak kaum muslimin. Dari prinsip ini, kami berpendapat bahwa sekelompok manusia meskipun mereka berbeda pendapat terkait status keharusan menepati pendapat MPR, mereka dapat memaksa presiden untuk menepati pendapat MPR, jika mereka menuliskan syarat tersebut dalam pemilihan dan janji setianya. Dan dia harus mengambil suara mayoritas, baik secara mutlak maupun dengan beberapa syarat. Dengan demikian, perselisihan akan teratasi.” (as-Siyasah asy-Syar’iyyah fi Dhau’ Nushush asy-Syar’iyyah wa Maqaashidiha, hlm, 116, cet.Maktabah Wahbah).

Ayah yang saya hormati….

Sunday, 7 July 2013

AHMADINEJAD PAPARKAN KEBERHASILAN IRAN

Menjelang berakhir masa jabatannya sebagai presiden Iran bulan depan, Ahmadinejad memaparkan berbagai keberhasilan yang telah dicapai Iran selama berada di bawah kepemimpinannya selama 2 periode pemerintahan antara tahun 2005-2013. Menurutnya dengan keberhasilan-keberhasilan tersebut membuktikan Iran mampu bertahan dan bahkan terpacu untuk maju, oleh berbagai bentuk sanksi yang diterapkan negara-negara barat terhadapnya.

"Tingkat produksi negara kita mengalami pertumbuhan paling tinggi selama periode ini.... Ekonomi kita menempati peringkat 17 terbesar di dunia dari sebelumnya yang berada pada peringkat 22," kata Ahmadinejad dalam wawancara televisi yang disiarkan hari Rabu malam lalu (3/7) sembari membandingkan kondisi ekonomi global yang mengalami depresi.

Menurut Ahmadinejad, sejak dirinya menduduki jabatan produksi baja Iran melonjak dari 9,7 juta ton menjadi 24 juta ton, produksi semen naik dari 33 juta ton menjadi 80 juta ton, sedang produksi petrokimia melonjak dari 18,2 juta ton menjadi 58 juta ton.

Ahmadinejad menambahkan juga bahwa nilai total investasi di sektor industri Iran antara tahun 1978 hingga 2004 hanya sebesar 210.000 miliar rial, namun sejak ia memegang kekuasaan nilianya telah melonjak menjadi 1.150.000 miliar  rial.

Selama masa pemerintahannya, Presiden Ahmadinejad menambahkan lagi, Iran telah berhasil meraih keberhasilan di bidang teknologi nano dan luar angkasa. Selain itu berbagai bidang lain juga telah mengalami keberhasilan pesat seperti olahraga, iptek, seni dan budaya.

Lebih jauh Ahmadinejad menyebutkan bahwa dirinya akan melaporkan seluruh keberhasilan yang telah diraihnya, termasuk yang tidak disebutkan dalam wawancara tersebut, kepada pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dan pejabat-pejabat terkait lainnya sebelum berakhirnya kekuasaannya. Ia juga berjanji akan menyampaikannya secara langsung kepada seluruh rakyat Iran.

RUSIA LARANG ADOPSI OLEH PASANGAN SEJENIS

Selamat untuk Rusia, satu negara kulit putih Eropa yang mampu bertahan dari kampanye liberalisme yahudi berupa legalisasi hubungan seks sesama jenis.

Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Rabu (3/7) akhirnya menandatangani undang-undang yang melarang pasangan sesama jenis untuk mengadopsi anak-anak Rusia, baik itu pasangan sejenis dari Rusia ataupun dari mancanegara. Jika saja Putin tinggal di Amerika atau negara-negara Eropa barat, ia pasti sudah mendapat hujan kecaman sebagai seseorang yang "intoleran", "tidak demokratis" hingga "anti-semit".

Dalam penjelasannya undang-undang anti pasangan sesama jenis tersebut dimaksudkan untuk melindungi anak-anak dari "ajaran perilaku seksual yang bertentangan dengan nilai-nilai tradisi" serta membebaskan mereka dari "stress dan gangguan kejiwaan yang berdasarkan penelitian-penelitian psikologis banyak dialami oleh anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua angkat sesama jenis."

Undang-undang yang mengamandemen undang-undang keluarga (Family Code) dan beberapa peraturan federal itu juga memfasilitasi beberapa prosedur adopsi bagi seluruh rakyat Rusia serta meningkatkan perlindungan kesehatan bagi anak-anak.

Pada bulan Mei lalu Rusia, yang saat ini tengah merancang kerjasama bilateral dengan beberapa negara lain terkait masalah adopsi, menyatakan akan merubah perjanjian bilateral dengan Perancis setelah negeri tersebut mengesahkan undang-undang perkawinan sejenis.

Pada tgl 30 Mei lalu ombudsman Rusia untuk hak-hak anak-anak Pavel Astakhov mengatakan bahwa perjanjian antara Rusia dengan Perancis harus ditinjau ulang akibat disyahkannya undang-undang perkawinan sesaja jenis di Perancis secara langsung bertentangan dengan undang-undang di Rusia.

SYEKH QARDHAWI AGEN MOSSAD?

Ulama Sunni paling terkemuka asal Mesir yang kini tinggal di Qatar, Syekh Yusuf Qardhawi ternyata fasih berbahasa Ibrani (bahasa orang-orang yahudi) dan menjalin hubungan rahasia dengan dinas inteligen Israel Mossad.

Demikian pernyataan Asma Ben Kada, seorang anggota parlemen wanita Aljazair yang juga mantan istri dari Syekh Qardhawi sebagaimana ditulis situs berita online Tunisia, www.tuniscope.com, baru-baru ini.

Menurut Asma, Qardhawi yang kini menjabat sebagai presiden Uni Ulama Muslim Internasional itu pernah berkunjung ke Israel tahun 2010 dan sampai sekarang tetap mengadakan hubungan dengan Mossad. Kedekatannya dengan Israel itulah yang menyebabkan penguasa Qatar Hamad bin Khalifa Al Thani, yang kini telah digantikan putranya, untuk merekrutnya sebagai sekutu. Posisi Qardhawi yang dianggap penting membuat proyek-proyek zionisme di Timur Tengah lebih mudah dijalankan dengan melibatkannya.

Qatar adalah satu dari sedikit negara Islam yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel selain Turki, Mesir dll. Ketiga negara kini aktif dalam proyek zionisme di Syria untuk menggulingkan Presiden Bashar al Assad yang anti-Israel, setelah sebelumnya mereka sukses menggulingkan penguasa Libya Moammar Khadaffi.

Saturday, 6 July 2013

PERMAINAN SELESAI, MOERSI

Tidak seperti biasanya Gordon Duff, seorang kolumnis yang cukup terkenal untuk beberapa media "independen" dan media "alternatif" internasional termasuk Press TV Iran, menulis tentang "teori konspirasi". Biasanya tulisan-tulisannya penuh dengan analisa politik berdasarkan data-data inteligen akurat.

Namun ketika menulis tentang kudeta militer atas Presiden Mesir Mohammad Moersi berjudul "“Game Over” for Morsi, Israel", ia tidak bisa menghindarkan diri untuk menyinggung tentang keterlibatan Moersi dalam skenario para "penyembah setan internasional" dan “para penguasa dunia”.

"Permainan besar yang ingin dimainkan Moersi adalah menjual Mesir kepada "para penguasa dunia" yang merupakan koalisi dari semangat Ottomanisme Turki yang hanya ada di otak Erdogan yang sakit serta impian Nethanyahu untuk membuktikan kepada dunia bahwa tabiat buruk tidak memiliki batasan, namun kita baru saja mulai.

Hal itu mencakup hal-hal yang sangat luas, sangat dalam dan berlapis-lapis, sebuah rencana besar yang tampak nyata ditujukan untuk menghabisi semua tata nilai kemanusiaan, menggantikannya dengan relativisme baru, segala bentuk barang haram yang diperjual-belikan oleh orang-orang jahat.

Kejahatannya, menjual “perang peradaban” sebagai bentuk “pengalihan dan tipuan” untuk menutup-nutupi kebenaran, mengalihkan perhatian para pencari kebenaran atas realitas sederhana tentang keberadaan kelompok-kelompok rahasia, sebagian telah berumur ratusan tahun, orang-orang yang melayani pimpinan yang tidak terlihat yang lebih tepat disebut sebagai "pengikut setan", yang percaya bahwa mereka telah dipilih untuk mengatur seluruh umat manusia."


Lebih jauh, Gordun Duff menambahkan bahwa orang-orang yang ingin tergabung dalam keanggotaan "kelompok-kelompok rahasia pengikut setan" ini tidak terbatas. Demikian banyak sehingga keberadaan mereka tidak lagi bisa disebut sebagai rahasia.

"Terdengar seperti tidak masuk akal, namun tidak ada manusia rasional yang tidak akan mempercayai, ketika kita semua tenggelam oleh bukti-bukti yang melimpah. Hanya orang-orang bodoh yang tidak bisa melihatnya. Menyebut mereka sebagai predator adalah terlalu umum. Para "elit" itu lebih mirip sebagai bakteri sipilis, dan Moersi ingin tergabung dalam kelompok itu. Jujur saja, saya tidak percaya ia berhasil melakukannya."
Namun benarkah Abdullah Moersi memang termasuk dalam kelompok orang-orang yang rela "menjilat pantat" untuk bisa bergabung dalam kelompok elit?

RUSIA TAWARKAN RUDAL PENGGANTI S-300 UNTUK IRAN

Rusia dikabarkan telah menawarkan beberapa rudal pengganti rudal S-300 yang gagal dibeli Iran akibat sanksi PBB. Rudal-rudal yang ditawarkan tersebut di adalah rudal TOR dan Antei-2500. Namun Iran tetap bersikukuh untuk mendapatkan S-300.

Sebelumnya sempat beredar rumor bahwa Iran dan Rusia telah mencapai kesepakatan untuk mengganti rudal S-300 dengan TOR. Namun dengan cepat kabar tersebut ditepis oleh para pejabat Iran.

"Laporan-laporan yang beredar tentang penggantian rudal S-300 dengan TOR kami bantah dengan tegas," kata Komandan Pangkalan Udara Khatam ol-Anbia Brigadir Jendral Farzad Esmayeeli kepada media Iran, Rabu (3/7).

Dalam pernyataan yang terkait bulan ini dubes Iran untuk Rusia Mohammad Reza Sajjadi, juga menegaskan bahwa Iran menolak tawaran rudal pengganti oleh Rusia. Menurut Sajjadi kepada media Rusia RIA Novosti Iran telah menolak usulan yang diajukan Rusia untuk mengganti rudal S-300 yang berdasarkan kontrak pembelian yang ditandatangani kedua negara harus sudah diserahkan tahun lalu. Rudal pengganti yang dimaksud adalah TOR.

Menurut Mohammad Reza Sajjadi sistem pertahanan udara Tor tidak bisa menggantikan fungsi S-300 dalam sistem pertahanan Iran.

Sementara itu Presiden Iran Ahmadinejad, di tengah kunjungannya ke Rusia pada hari Senin (1/7) mengungkapkan harapannya bahwa masalah pengiriman rudal S-300 akan segera bisa diselesaikan.

“Kolega-kolega kami tengah mengadakan negosiasi dalam masalah ini dan saya berharap masalah ini akan segera terselesaikan dengan baik," kata Ahmadinejad di hadapan para pejabat Rusia di Moskow.

“Saya melihat masa depan yang sangat baik bagi kerjasama antara Iran dan Russia dan tidak ada satu peristiwa pun yang bisa mencegah peningkatan kerjasama ini," tambah Ahmadinejad.

Pada tahun 2007 Iran dan Rusia menandatangani kontrak pembelian sistem persenjataan S-300 yang oleh para analis militer dianggap sebagai salah satu sistem pertahanan udara terbaik. Nilai kontrak adalah $800 juta untuk pembelian 5 unit persenjataan S-300 dengan tenggat pengiriman tahun 2012. Namun kesepakatan tersebut dibatalkan secara sepihak oleh Presiden Rusia (kala itu) Dmitry Medvedev, akibat tekanan Amerika melalui PBB dengan dalih senjata tersebut termasuk jenis yang dilarang untuk dijual kepada Iran berdasarkan sanksi PBB terhadap Iran terkait program nuklirnya.