Oleh: Irvan Rahfiansah
Indonesian Free Press -- Dari Abu Hurairah Radhiyallahuanhu,, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا التُّرْكَ صِغَارَ الأَعْيُنِ ، حُمْرَ الْوُجُوهِ ، ذُلْفَ الأُنُوفِ ، كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الْمَجَانُّ الْمُطَرَّقَةُ
“Kiamat tidak akan terjadi sampai kalian memerangi bangsa Turk yang bermata sipit, berwajah merah dan berhidung pesek seakan-akan wajah mereka seperti perisai yang ditempa palu” (HR. Bukhari)
***
Syaikh Dr Muhammad Al Arifi dalam buku Nihayatul A’lam dan Syaikh Mahir Ahmad Ash Shufi dalam buku Asyratus Sa’ah menjelaskan bahwa bangsa Turk yang dimaksud hadits itu adalah bangsa Tartar (Mongol).
-Sebagai catatan tambahan, perlu diketahui bahwa kekaisaran Mongolia pada dasarnya terbagi menjadi empat bagian yaitu; Dinasti Yuan/Cina, Ilkhanate/Persia, Chagatai Khanate/Asia Tengah, dan Golden Horde/Rusia. Semua wilayah bagian itu dipimpin oleh keturunan Jenghis Khan-. (J.A. Boyle, On the titles given in Juvaini to certain Mongol princes, Harvard Journal of Asiatic Studies, XIX, 1956, Hal. 146-54.)
Thursday, 11 May 2017
Wednesday, 10 May 2017
KONFLIK DIRANCANG UNTUK SEKARANG
Oleh: Fahmi M.S Kartari*
Indonesian Free Press -- Pengantar blogger:
Apa yang terjadi saat ini paska vonis penjara bagi penista agama Ahok sungguh sangat mengkhawatirkan saya. Sangat jelas terlihat bahwa ada kekuatan besar yang hendak membenturkan sesama anak bangsa ini, sehingga meski Ahok telah terbukti bersalah dan telah ditetapkan pengadilan statusnya, para pendukungnya terus melakukan kegaduhan, dan pemerintahan jokowi sangat jelas melindungi dan memfasilitasi ulah para ahokers yang jelas-jelas telah melanggar ketertiban umum dan undang-undang.
Kala Idiot Melawan Moron
Indonesian Free Press -- Tidak ada pertunjukan kebodohan massal sepanjang sejarah negara Indonesia daripada apa yang ditunjukkan oleh para pendukung ahok (ahokers) saat ini, setelah yang bersangkutan dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun oleh Pengadilan.
Setelah leluasa menteror Lembaga Pemasyarakatan Cipinang dan Pengadilan Tinggi DKI yang merupakan lembaga-lembaga resmi negara, tanpa tindakan apapun dari kepolisian yang diketahui publik telah menjadi ahokers juga, para ahokers ramai-ramai mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap ahok. Mereka semua, termasuk musisi Addie MS, Wagub DKI Jarot, Menkumham Yasona, politisi Surya Paloh, pengamat dan praktisi hukum pendukung ahok, pengamat politik, Metro TV dan media-media ahokers, seolah tidak memahami bahwa penangguhan penahanan hanya bisa diberikan kepada seorang tersangka, bukan terpidana seperti ahok.
Setelah leluasa menteror Lembaga Pemasyarakatan Cipinang dan Pengadilan Tinggi DKI yang merupakan lembaga-lembaga resmi negara, tanpa tindakan apapun dari kepolisian yang diketahui publik telah menjadi ahokers juga, para ahokers ramai-ramai mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap ahok. Mereka semua, termasuk musisi Addie MS, Wagub DKI Jarot, Menkumham Yasona, politisi Surya Paloh, pengamat dan praktisi hukum pendukung ahok, pengamat politik, Metro TV dan media-media ahokers, seolah tidak memahami bahwa penangguhan penahanan hanya bisa diberikan kepada seorang tersangka, bukan terpidana seperti ahok.
Label 'Konspirasi Teori' Diciptakan CIA
Indonesian Free Press -- Memberi label negatif adalah salah satu cara untuk membungkam lawan-lawan politik. Orang-orang komunisme dikenal sebagai penyebar label negatif yang sangat agresif. Kini pun kita menyaksikan banyaknya label-label negatif yang 'beredar' di tengah-tengah masyarakat, yang ditujukan untuk mendiskreditkan 'lawan-lawan politik' regim: intoleran, hater, anti-kebhinekaan, radikal dll.
Label negatif ini berfungsi untuk 'membelenggu' ruang gerak lawan-lawan politik sembari memupuk kekuatan kelompok sendiri. Seperti label 'anti-semit' yang secara efektif berhasil membelenggu masyarakat Kristen Eropa-Amerika dari dominasi zionis yahudi. Label 'anti-semit' dan 'konspirasi teori' adalah dua label 'hebat' yang diciptakan oleh Mossad-CIA. Atau label 'anti-revolusi' dan 'borjuis' yang disematkan oleh orang-orang komunis kepada lawan-lawan politiknya.
Label negatif ini berfungsi untuk 'membelenggu' ruang gerak lawan-lawan politik sembari memupuk kekuatan kelompok sendiri. Seperti label 'anti-semit' yang secara efektif berhasil membelenggu masyarakat Kristen Eropa-Amerika dari dominasi zionis yahudi. Label 'anti-semit' dan 'konspirasi teori' adalah dua label 'hebat' yang diciptakan oleh Mossad-CIA. Atau label 'anti-revolusi' dan 'borjuis' yang disematkan oleh orang-orang komunis kepada lawan-lawan politiknya.
ISTRI AHOAX HUJAT JOKOWI?
Indonesian Free Press -- Beredar kabar di media sosial bahwa istri terpidana kasus penistaan agama Ahok, Veronika Tan telah menghujat sahabat suaminya sendiri yang juga presiden Indonesia, Jokowi.
Dikabarkan bahwa saat berorasi di hadapan massa pendukung Ahoax di depan Rutan Cipinang, Jakarta Timur, setelah suaminya divonis penjara, ia mengatakan dengan lantang bahwa tidak ada yang namanya penistaan agama, yang ada adalah pengadilan yang nista, dengan hakim yang nista. Dan yang tidak kalah mengagetkan, ia berteriak bahwa rezim Jokodok lebih parah dari rezim SBY.
Dikabarkan bahwa saat berorasi di hadapan massa pendukung Ahoax di depan Rutan Cipinang, Jakarta Timur, setelah suaminya divonis penjara, ia mengatakan dengan lantang bahwa tidak ada yang namanya penistaan agama, yang ada adalah pengadilan yang nista, dengan hakim yang nista. Dan yang tidak kalah mengagetkan, ia berteriak bahwa rezim Jokodok lebih parah dari rezim SBY.
Zhongers di sekitarnya kaget dan langsung mengalihkan
perhatian massa dengan berteriak : "Bebaskan Ahok!, bebaskan Ahok!!" dan
mic yang dipegang Veronika diambil oleh seorang Ahoker..
Tuesday, 9 May 2017
Liwa Al Quds, Pejuang Palestina Pembela Suriah
Indonesian Free Press -- Liwa Al-Quds atau Al-Quds Brigade adalah kelompok pejuang Sunni Palestina pro-pemerintah Suriah yang dibentuk pada pertengahan 2013 oleh Mohammad “Engineer” al-Sa’eed. Kelompok ini muncul pertama kali setelah kelompok teroris Jabhat al-Nusra (cabang al-Qaeda Suriah), yang dikenal juga dengan nama Hayat Tahrir al-Sham dan Jabhat Fatah al-Sham, berhasil merebut Handarat Camp di utara Aleppo dan mulai meneror warga sipil.
Mohammad al-Sa’eed membentuk kelompok pejuang ini dengan tujuan utama merebut kembali kamp pengungsi Handarat Camp bersama pasukan Suriah dan menjamin keamanan wilayah Aleppo dan sekitarnya. Sosok penting lainnya dalam Liwa al Quds adalah Kolonel Mohammed “Godfather” Rafi, yang menjadi komandan operasi kelompok ini. Beliau syahid dalam pertempuran di Handarat Camp tahun 2016.
Mohammad al-Sa’eed membentuk kelompok pejuang ini dengan tujuan utama merebut kembali kamp pengungsi Handarat Camp bersama pasukan Suriah dan menjamin keamanan wilayah Aleppo dan sekitarnya. Sosok penting lainnya dalam Liwa al Quds adalah Kolonel Mohammed “Godfather” Rafi, yang menjadi komandan operasi kelompok ini. Beliau syahid dalam pertempuran di Handarat Camp tahun 2016.
Pembubaran HTI: Tembakan Peringatan untuk FPI Cs
by Asyari Usman*
Indonesian Free Press -- Tindakan pemerintah untuk membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) merupakan “tembakan peringatan” terhadap ormas-ormas Islam yang dianggap tidak bersahabat dengan Presiden Joko Widodo dan blok politik yang mendukungnya. Menko Polhukam, Wiranto, mengumumkan langkah ini setelah berembuk dengan Tjahjo Kumolo (Mendagri) dan Tito Karnavian (Kapolri).
Sangat berkebetulan bahwa Menko Polhukam “menemukan” alasan yang cocok untuk membubarkan HTI. Alasan itu antara lain: HTI dianggap sebagai bagian dari Organisasi Transnasional yang memperjuangkan pembentukan Khilafah Islamiyah. Tetapi, para Pengamat Sospol berpendapat bahwa HTI selama ini tidak pernah menunjukkan niat untuk mengganti Ideologi Pancasila dengan Ideologi lain.
Sunday, 7 May 2017
George Soros dan Neo-Liberalis, Musuh Besar Kemanusiaan
Indonesian Free Press -- Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad mengatakan bahwa George Soros adalah orang yang bertanggungjawab atas krisis moneter yang terjadi di kawasan Asia Timur, pada tahun 1997-1998. Di Indonesia krisis ini memicu terjadinya gerakan Reformasi dan berujung pada penumpukan hutang luar negeri dan penjarahan asset-asset negara oleh aseng dan asing.
Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban, baru-baru ini menyebut George Soros sebagai “musuh terbuka bagi Eropa", "penghancur kehidupan jutaan warga Eropa dengan spekulasi keuangannya".
Cendekiawan internasional Paul Krugman bahkan menyebut Soros sebagai fenomena global modern dimana 'investor tidak hanya memindah-mindahkan uangnya sebagai antisipasi terjadinya krisis, namun justru untuk memicu terjadinya krisis demi meraih kesenangan dan keuntungan'. Ia menyebut investor-investor semacam itu sebagai ‘Soroi’.
Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban, baru-baru ini menyebut George Soros sebagai “musuh terbuka bagi Eropa", "penghancur kehidupan jutaan warga Eropa dengan spekulasi keuangannya".
Cendekiawan internasional Paul Krugman bahkan menyebut Soros sebagai fenomena global modern dimana 'investor tidak hanya memindah-mindahkan uangnya sebagai antisipasi terjadinya krisis, namun justru untuk memicu terjadinya krisis demi meraih kesenangan dan keuntungan'. Ia menyebut investor-investor semacam itu sebagai ‘Soroi’.
Saturday, 6 May 2017
REVOLUSI KARANGAN BUNGA
by Zeng Wei Jian
Indonesian Free Press -- Ada yang ngga beres dari badai karangan bunga galau Ahoker. Penulis Trijon Aswin mensinyalir ada proyek membenturkan TNI vs Polri. Ngeri bila itu benar. Ngeri banget. Polisi bukan tandingan TNI. Sekali sapu, berantakan.
Ahoker memang rada edan. Mereka ngga sadar sedang dijadikan umpan. Upaya memberangus TNI pernah dirilis PKI. Mereka hendak mendirikan militer versi sendiri. Buruh Tani dipersenjatai. Jadi angkatan kelima. Minimal mereka ingin gantikan TNI dengan Red Army ala Soviet atau People's Liberation Army (PLA) seperti di Tiongkok.
Subscribe to:
Posts (Atom)









