Saturday, 22 July 2017

Wapres Irak Tuduh AS Bajak Kemenangan Irak di Mosul

Indonesian Free Press -- Wakil Presiden dan mantan Perdana Menteri Irak, Nouri al-Maliki, menuduh Amerika berusaha membajak kemenangan rakyat Irak atas ISIS dalam Perang Mosul.

"Benar, mereka mendukung kami dengan serangan udara, namun andil terbesar diberikan oleh para prajurit Irak, milisi-milisi rakyat, angkatan udara Irak," kata Maliki dalam wawancara dengan media Rusia RIA Novosti, seperti dilansir Veterans Today, 22 Juli.

Maliki, yang bersama dengan Presiden AS George W Bush saat ia dilempar sepatu oleh wartawan Irak Muntadhar al-Zaidi dalam sebuah konperensi pers Desember 2008, menyesalkan dan menolak klaim Amerika atas kemenangan perang pembebasan Mosul.

SAYA PANCASILA, SAYA ASING, SAYA TAIPAN

Oleh Salamuddin Daeng, Pengamat Ekonomi Politik

Indonesian Free Press -- Amandemen UUD 1945 sebanyak empat kali dalam periode 1998-2002 telah mengubah secara mendasar visi, misi, strategi, serta program perjuangan bangsa Indonesia dari saya Pancasilais, saya nasionalis dan saya kerakyatan, menjadi saya pancasila, saya asing, saya taipan.

Amandemen UUD telah secara legal memindahkan kekayaan negara secara keseluruhanya menjadi kekayaan asing dan kekayaan taipan. Sehinga tadinya negara secara visi, misi, strategi dan program mengabdi pada rakyat, berubah menjadi pemerintahan yang mengabdi pada asing dan taipan.

MH17 Adalah MH370?

Indonesian Free Press -- Lamanya penyelidikan atas insiden jatuhnya pesawat Malaysian Airlines MH307 dan MH17 yang terjadi tahun 2014 lalu telah menimbulkan tanda tanya besar tentang kebenaran proses penyelidikan itu. Maka ketika Veterans Today, pada hari Senin (17 Juli) melaporkan bahwa MH17 adalah pesawat yang sama dengan MH370 beserta seluruh penumpangnya yang tewas, kita tidak boleh mengabaikannya begitu saja.

Dalam perkembangan terbaru yang semakin menguatkan kecurigaan publik tentang adanya konspirasi atas indiden MH370 dan MH17, otoritas pengadilan Ukraina yang paling berhak mengadili kasus ini karena sebagai tempat tejadinya peristiwa, justru telah menyerahkan kewenangannya kepada pengadilan Belanda untuk mengadilinya.

Ekonomi Rakyat.... (V)

Oleh: Sri-Bintang Pamungkas

Indonesian Free Press -- Di luar UUD45 dan Pancasila, memang orang segera akan tahu, bahwa di Indonesia telah berlangsung sistim kekuasaan Plutokrasi, bukan Demokrasi. Banyak nama disampaikan orang untuk menunjukkan sistim kekuasaan negara yg berlaku di Indonesia, antara lain, Kleptokrasi, yaitu negeri tempat berkuasanya Maling2.

Adapun Plutokrasi, dalam artian yg sesungguhnya bersifat netral, untuk menunjukkan adanya segelintir orang KAYA RAYA yg menjadi Penguasa Negeri. Tetapi di Indonesia, artinya tidak netral lagi, karena yg berkuasa adalah kelompok Cina Pendatang, bukan Pribumi, bukan Orang Asli Indonesia, demikian UUD45 menyebutnya.

Friday, 21 July 2017

Tongkat Perppu dan Tongkat Musa

Oleh: EMHA AINUN NADJIB

Indonesian Free Press -- Pada hari muncul wacana dari Pemerintah untuk membubarkan HTI dll, malam itu bersama KiaiKanjeng dan lebih 10 ribu massa kami “maiyahan” di halaman Polres Malang Raya. Didokumentasi dengan baik oleh pihak Polres saya menjelaskan “peta pengetahuan dan ilmu” tentang Khilafah. Sikap dasar Maiyah adalah pengambilan jarak yang terukur untuk tidak mencintai secara membabi-buta atau membenci dengan mata gelap dan amarah.

Pada hari lain sesudahnya berturut-turut di Yogya saya menerima tamu dari DPP HTI, kemudian Kapolda DIY, sesudah itu rombongan para perwira tinggi dari Mabes Polri. Tema pertemuan itu meskipun lebaran variabelnya berbeda, tetapi fokusnya tetap seputar Khilafah. Pengetahuan saya sangat terbatas, sehingga apa yang saya kemukakan kepada HTI maupun Polri sama saja. Policy penciptaan Tuhan atas manusia yang dimandati Khilafah, epistemologinya, koordinatnya dalam seluruh bangunan Syariat Allah, mosaik tafsir-tafsirnya, dialektika sejarahnya dengan berjenis-jenis otoritas pada kumpulan manusia, termasuk tidak adanya regulasi penggunaan kata yang terbiaskan di antara substansi, filosofi, branding, jargon politik, icon eksistensi, merk dagang dan pasar – yang di dalam Islam disebut fenomena “aurat”.

Thursday, 20 July 2017

Alhamdulillah, Saya Tidak Bersama Mereka Lagi

Indonesian Free Press -- Beberapa waktu yang lalu saya menerima e-mail dari seorang pemimpin media online yang juga seorang jokower. Begini sebagian bunyinya:

"Tapi, memang benar bahwa kondisi ekonomi saya bisa disebut lebih baik dari yang lain. Bagaimanapun juga, saya adalah dosen tetap kopertais penerima sertifikasi. Lalu, saya juga punya proyek penerjemahan film dan penulisan buku2. Selain itu, saya juga menjadi narsum dalam acara2 kajian Islam di Hadi TV. Inilah (dan beberapa pekerjaan saya/istri saya yang lain seperti menjadi narsum seminar/worshop/pengajian/FGD, dll) yang menopang kehidupan ekonomi kami. Artinya juga, keliru kalau ada yang menduga bahwa saya menjadikan LI sebagai penopang ekonomi keluarga."

E-mail itu adalah responsnya kepada saya setelah berbulan-bulan menelantarkan tanggungjawabnya sebagai pemimpin sebuah media online dimana saya saat itu bekerja. Sudah lebih dari 10 bulan tanpa gaji dan hanya mendapatkan janji-janji yang semuanya palsu, tentu saja wajar kalau saya menanyakan kelanjutan media tersebut. Namun, bukannya memberikan penjelasan yang sopan dan permintaan ma'af, ia justru menyombongkan diri dengan proyek-proyek dan pekerjaannya.

Ratusan Kendaraan Militer dan Tank AS Masuk Suriah

Indonesian Free Press -- Ratusan kendaraan militer Amerika, termasuk tank-tank, memasuki sejumlah wilayah di Suriah.

Demikian laporan sejumlah media. Pada 7 Juli media Amerika U.S. Military Times (AMT) melaporkan sejumlah kendaraan lapis baja Stryker memasuki wilayah Raqqa untuk memperkuat kedudukan pasukan Kurdi. Dilanjutkan dengan laporan media Iran FARS News tanggal 16 Juli yang menyebutkan lebih dari 150 kendaraan militer termasuk tank-tank, memasuki Suriah dari perbatasan Irak.

Mengutip laporan media Arab Al Mayadeen, laporan itu menyebutkan bahwa kendaraan-kendaraan militer beserta krunya itu memasuki Suriah dari perbatasan pintu Fishkhabour. FARS menyebut bahwa hal itu membuktikan Amerika tengah berusaha memperkuat pijakannya di Suriah.

Wednesday, 19 July 2017

Israel Tembak Imam Masjid Al-Aqsa

Indonesian Free Press -- Imam Masjid Al Aqsa Sheikh Ikrima Sabri, terluka setelah ditembak oleh polisi Israel, Selasa kemarin (18 Juli), sesaat setelah memimpin sholat di luar pintu gerbang Al Aqsa yang ditutup Israel. Demikian laporan media Israel Yeni Safak hari ini (Rabu, 19 Juli).

"Imam baru saja memimpin ibadah malam (Isya) ketika polisi Israel mencoba membubarkan para jemaah dengan paksa, mengakibatkan sejumlah orang terluka, sebagian di antaranya terluka parah, menurut Bulan Sabit Merah Palestina," demikian tulis Safak dalam laporannya.

Sabri selanjutnya dibawa ke rumah sakit Al Maqassid Hospital di Jerusalem Timurm, namun kondisinya belum diketahui.

HTI DIBUBARKAN, PEMERINTAH MULAI BERTINDAK DIKTATOR

Oleh Yusril Ihza Mahendra

Indonesian Free Press -- Pagi ini Kemenhumkan dengan resmi telah mencabut status badan hukum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) disertai dengan pembubaran ormas yang berstatus badan hukum perkumpulan atau vereneging itu. Kewenangan Pemerintah, dalam hal ini Menkumham, mencabut status badan hukum dan sekaligus membubarkan ormas tanpa proses peradilan, adalah kewenangan yang diberikan oleh Perpu No. 2 Tahun 2017 yang kontroversial itu.

Saya sejak awal mengatakan bahwa Perpu ini membuka peluang bagi Pemerintah menjadi diktator. Pemerintah secara sepihak berwenang membubarkan ormas tanpa hak membela diri dan tanpa "due process of law" atau proses penegakan hukum dan adil dan benar sesuai asas negara hukum yang kita anut.

Tuesday, 18 July 2017

Saudara Kandung Presiden Iran Dirawat setelah Ditahan

Indonesian Free Press -- Saudara kandung Presiden Iran Hassan Rouhani, Hossein Fereydoun, menjalani perawatan karena mengalami tekanan darah tinggi setelah ditahan dan diperiksa oleh pengadilan.

Fereydoun kolaps setelah tampil di pengadilan, Senin (17 Juli). Demikian laporan kantor berita CNN, Senin (17 Juli), mengutip laporan media Iran IRNA.

Pada hari Minggu Pengadilan Iran mengumumkan penahanan Hossein Fereydoun atas tuduhan "pelanggaran keuangan'. Penahanan ini terjadi pada saat situasi politik Iran memanas karena perselisihan Presiden dengan Pengadilan, dan hanya dua minggu sebelum pelantikan Hassan Rouhani sebagai presiden untuk jabatan keduanya setelah menang pilpres bulan Mei lalu.