Friday, 18 August 2017

Bisakah Karnaval Kebudayaan Menjadi Obat “Hipertensi Sosial”?

by Asyari Usman

Indonesian Free Press -- Pasti banyak yang terkagum-kagum menyaksikan parade kebudayaan dan busana yang digelar di halaman Istana Merdeka, di hari 17 Agustus, kemarin. Dalam rangkaian acara peringatan HUT ke-72 RI. Kostum-kostum tradisional dari berbagai suku itu, sangat memukau. Fantastis. Kostum-kostum itu diperagakan oleh pria-pria genteng dan wanita-wanita cantik. Sangat hebat.

Tak hanya itu. Parade diikuti pula dengan penampilan baru para peserta acara, mulai dari Presiden sampai para undangan biasa. Terlihat sebagian besar undangan memakai busana adat dari berbagai daerah di Indoesia. Para pembawa acara siaran langsung stasiun-stasiun TV nasional memberikan pujian yang tak putus-putus. Mereka takjub. Belum pernah ada selama ini.

Thursday, 17 August 2017

Kemana Pancasila itu !!?














































Morteza Ali


Kemerdekaan tanpa makna jika TDL dan BBM menggila. Beras, daging sampai garam pun import di Negeri yg 2/3 nya areanya Lautan. Lebih dari 100juta penduduknya kekurangan gizi dan pendidikan..
Dan dihamparan Tanah yg luas bahkan di Ibukota banyak org tanpa rumah dan tinggal dikolong jembatan utk mengais rizqi.
Yang memiliki rumah terusir oleh arogansi yg katanya adalah pembangunan.. Sedang disisi lain, ada warga keturunan yg terkenal oportunis dari sejak jaman penjajahan hanya dgn 1perusahaan bisa menguasai 500.000.000.000m2 (500 Milyard meter persegi) Lahan Hutan Sawit, Batubara dan Kertas.
Atau hanya dgn jumlah 4org Taipan kekayaan mereka setara dgn 100juta Rakyat Indonesia jika digabungkan.
Lalu,, Apakah ini namanya KEMERDEKAAN ?!!
Kemana Pancasila itu !!?

Kanker Bukan Penyakit? (2)

Indonesian Free Press -- Salah satu kasus salah persepsi yang membuat vatal terjadi pada tahun 1940-an di Australia. Beberapa kali terjadi kasus kematian domba setelah domba-domba tersebut memakan tanaman 'fuschia' liar yang mengandung banyak enzim beta-glucosidase. Tanpa mengetahui penyebab sebenarnya dan menyangka penyebab kematian-kematian ternak itu adalah racun sianida dalam Vitamin B-17, para ahli botani kemudian mengembangkan varietas pakan ternak yang sama sekali tidak mengandung Vitamin B-17. Akibatnya, terjadi kekurangan vitamin B-17 besar-besaran dalam makanan kita.

Sebagai gambaran pentingnya Vitamin B-17 di dalam makanan bisa dijelaskan dengan kesehatan orang-orang eskimo di kutub utara. Meski makanan utama mereka adalah daging dan relatif jarang mengkonsumsi makanan dari tumbuh-tumbuhan, mereka hampir tidak mengenal penyakit kanker dan jantung. Ternyata penyebabnya adalah daging yang mereka konsumsi, umumnya daging rusa kutub, ternyata banyak mengandung Vitamin B-17 yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang dimakan rusa. Orang eskimo juga mengkonsumsi buah cherry yang banyak mengandung Vitamin B-17, meski hanya tumbuh dalam musim tertentu dalam setahun.

Wednesday, 16 August 2017

KETIKA BONEKA JADI PEMIMPIN...!

@MH. Ainun Nadjib

"Kenapa rakyat mau memilih boneka, patung atau berhala untuk menjadi pemimpinnya?”

“Karena partai politik memperkenalkan calonnya dengan mendustakan kenyataannya. Calon pemimpin ditampilkan dengan pencitraan, pembohongan, dimake-up sedemikian rupa, dibesar-besarkan, dibaik-baikkan, diindah-indahkan, dihebat-hebatkan”

"Itu bukan politik namanya, Pak, itu kriminal”

“Memang bukan politik, melainkan perdagangan. Bukan demokrasi, melainkan perjudian. Memang bukan kepemimpinan, tapi talbis. Kalau dipaksakan untuk disebut demokrasi, ya itu namanya Demokrasi Talbis”

Bagaimana Saya Tidak Marah?

Indonesian Free Press -- Blog ini sudah mengkritisi jalannya pemerintahan negeri ini sejak era Presiden SBY. Awalnya kami menyangka era SBY akan menjadi puncak dari faham neoliberalisme yang menghancur-leburkan Indonesia hingga kami pernah menulis sbb:

'Saya pernah mengatakan di blog ini bahwa hal-hal yang sangat buruk karena kejahatan konspirasi mungkin saja terjadi, menyusul pidato kemenangan SBY yang menggunakan bahwa Inggris yang saya intepretasikan bahwa SBY siap mengemban misi kepentingan asing di Indonesia. Dan hal-hal buruk itu telah mulai menampakkan diri: Skandal Century, kasus Gayus, skandal pembangunan gedung DPR/MPR, dan melambungnya harga cabai yang ditanggapi menteri perdagangan dengan santai. Pembunuhan politik? Kita juga sudah sering mengalaminya: pembunuhan Munir, kematian Jendral Agus WH, pembunuhan pengusaha Nasrudin yang menjerat ketua KPK Antasari Azhar, dan kematian misterius seorang Jaksa Agung di Arab Saudi.'

Tuesday, 15 August 2017

Kanker Bukan Penyakit?

Indonesian Free Press -- Di jaman modern seperti sekarang ini, kanker merupakan penyakit pembunuh manusia terbesar di dunia setelah jantung. Padahal, di masa lalu kanker bahkan relatif tidak dikenal karena jarangnya. Para ahli sepakat bahwa lingkungan yang tercemar, polusi, makanan dan minuman buatan berbahan kimia merupakan faktor-faktor yang memicu munculnya penyakit kanker. Namun, ada faktor lain yang lebih penting dari itu semua, yaitu kekurangan vitamin B-17.

Demikianlah hasil temuan Dr. Ernst T. Krebs, Jr tahun 1950, ketika ia berhasil menemukan turunan Vitamin B-17 dan disebut sebagai 'Laetrile'. Dari penelitian intensif yang dilakukannya terbukti zat ini memiliki kemampuan tinggi untuk membunuh sel-sel kanker.

Sebelumnya, saya ingin menceritakan tentang pengalaman yang dialami abang ipar saya yang bekerja di McDermott, perusahaan asing fabrikasi peralatan pengeboran minyak lepas pantai di Batam. Diduga karena kelelahan dan kurang istirahat, ditambah selalu menghirup udara yang terkontaminasi oleh debu-debu logam yang ditimbulkan oleh aktifitas produksi perusahaan, ia menderita penyakit hati dan telah divonis dokter harus menjalani terapi kemo di Malaysia.

Yaman Klaim Kemenangan sudah Dekat

Indonesian Free Press -- Yaman mengklaim kemenangan atas pasukan koalisi pimpinan Saudi, sudah dekat. Pasukan Yaman pun kini sudah berada di perbatasan Saudi untuk menyerbu negara agressor itu.

Seperti dilaporkan Veterans Today hari ini (15 Agustus), Ketua Dewan Politik Tertinggi Yaman Saleh al-Samad mengklaim kemenangan itu dalam pidatonya di hadapan peserta wisuda kadet akademi militer hari Senin (14 Agustus)shrugged off the Saudi- led coalition’s claims about its advances in the Arabian Pe.

"Dengan sedikit tekad, kami sudah dekat dengan kemenangan, sementara musuh merasa telah mendorong Yaman ke dalam ketidak-berdayaan," kata Samad, seperti dilansir al-Masirah TV.

Saturday, 12 August 2017

Keajaiban DNA


Indonesian Free Press -- Kiriman mas Herry Cahyanto dari sebuah blog. Makasih banyak.
Melihat buku ini kembali dicetak ulang membuat saya penasaran, akhirnya saya memutuskan untuk membeli buku ini dan cukup surprised dengan cara Kazuo menulisnya.
Daripada berpusing pusing menjelaskan teori dan implementasi seputar genetika, Kazuo memilih untuk fokus menuliskan kesimpulan-nya, meski di bab tertentu seperti bab 5, Kazuo tetap secara ringkas menjelaskan aspek teknis dari genetika dalam salah satu percobaan-nya.

Putra Mahkota Saudi Diam-Diam Bertemu Rombongan Pejabat Israel

Indonesian Free Press -- Putra Mahkota dan Menteri Pertahanan Saudi Arabia Pangeran Mohammad bin Salman telah mengadakan pertemuan rahasia dengan para pejabat keamanan Israel minggu lalu. Demikian laporan Veterans Today mengutip laporan media Iran FARS News dan laporan sejumlah media Arab, Jumat (11 Agustus).

Media berbahasa Al Manar melaporkan, Rabu (9 Agustus), pertemuan berlangsung di Riyadh. Delegasi Israel dipimpin oleh seorang menteri.

“Pertemuan itu juga dihadiri oleh Kepala Inteligen Saudi, orang kepercayaan Pangeran Salman yang memiliki kedekatan dengan Dinas Inteligen Israel,” tulis laporan itu.