Wednesday, 13 December 2017

ISRAEL TERORIS YANG SEBENARNYA



USTADZ ABDUL SOMAD: TADZIKRAH BAGI BANGSA


Oleh: Fahri Hamzah


Ustadz Abdul Somad adalah jangkar NKRI. Dia mengingatkan kita bahwa di Indonesia ini ada Melayu, Riau dan Kesultanan Siak Indragiri yang masyhur. Tak akan ada NKRI tanpa itu semua. Yang lupa diri atau terprovokasi tolong sadarkan

Bagian dari kekecewaan kita kepada pemerintah ini adalah karena ulama moderat seperti Ustadz Abdul Somad seperti dipaksa menjadi radikal dengan membiarkan kelompok radikal menyerangnya tanpa alasan. Lalu mereka dilindungi.

Negara-Negara Islam Tegas Akui Jerussalem Ibukota Palestina

Indonesian Free Press -- Para pemimpin dan pejabat utusan organisasi negara-negara Islam (IOC) dengan tegas menolak klaim Amerika dan Israel tentang Jerussalem sebagai ibukota Israel. Mereka menyatakan Jerussalem sebagai ibukota Palestina.

Seperti dilaporkan Press TV, Rabu (13 Desember), dalam pertemuan darurat tingkat tinggi IOC di Istabul hari itu IOC menyerukan kepada negara-negara di dunia untuk mengakui Jerussalem sebagai ibukota Palestina. IOC juga mengecam langkah AS yang mengakui Jerussalem sebagai ibukota Israel dan menyebutnya sebagai langkah yang tidak menghormati proses perdamaian Palestina-Israel.

Pertemuan tersebut digelar sebagai respons atas langkah Presiden AS Donald Trump yang mengakui Jerussalem sebagai 'ibukota abadi Israel'.

Persekusi Ulama, Arya Wedakarna Resmi Diberhentikan dari Anggota DPD

Indonesian Free Press -- Diduga melakukan aksi persekusi terhadap Ustadz Abdul Somad, Arya Wedakarna diberhentikan dari anggota DPD RI.

Seperti dilaporkan Publik-News.com dan sejumlah media lainnya, Ketua Badan Kehormatan DPD RI A.M. Fatwa, menegaskan bahwa Arya Wedakarna diberhentikan sementara sebagai Anggota DPD RI setelah dua kali mendapatkan peringatan.

“Akhirnya kita memberhentikan dia dari keanggotaan DPD RI,” ujar Fatwa saat telewicara dengan tvOne, Rabu (13 Desember).

Arya Wedakarna diduga menjadi provokator penolakan, penghadangan, dan persekusi terhadap Ustadz Abdul Somad saat sang Ustadz hendak mengisi pengajian di Masjid An-Nur, Denpasar, Bali, beberapa hari yang lalu.

Hanya di Era Jokowi, Terduga Koruptor Jadi Staff Ahli Menteri

Indonesian Free Press -- Kontroversi kembali terjadi di pemeritahan Presiden jokowi. Salah satu mentrinya ternyata telah mengangkat seorang yang diduga kuat sebagai pelaku korupsi menjadi staff ahli.

Seperti diberitakan sejumlah media nasional, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, telah mengangkat seorang yang diduga kuat sebagai pelaku tindak pidana korupsi menjadi staff ahlinya. Orang tersebut adalah Tin Zuraida.

Tin Zuraida pernah bolak-balik diperiksa KPK dalam kasus korupsi yang dilakukan suaminya, Nurhadi, yaitu dugaan suap yang melibatkan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Ia juga pernah diperiksa KPK pada 1 Juni 2016 karena diduga membuang duit miliaran rupiah ke toilet terkait perkara yang jumlahnya mencapai Rp 1,7 miliar.

RAND Corp: Amerika Bakal Kalah Perang Lawan Rusia atau Cina

Indonesian Free Press -- Amerika diprediksi bakal mengalami kekalahan dalam peperangan mendatang melawan Rusia atau Cina. Demikian analisis perusahaan/lembaga kajian terkemuka RAND Corporation seperti dikutip Press TV, 10 Desember.

Dalam laporan terakhir berjudul “US Military Capabilities and Forces for a Dangerous World,” lembaga yang berbasis di California-Amerika itu menyebut Amerika memiliki kelemahan dalam aspek pelatihan dan kesiap-siagaan perang dibanding Rusia di medan perang Eropa, maupun Cina di medan perang Taiwan.

"Berkat perkembangan pesat dalam teknologi selama beberapa tahun terakhir, Rusia dan Cina kini telah mencapai tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan Amerika, di beberapa bidang militer," tulis RAND dalam laporan setebal 190 halaman itu.

Monday, 11 December 2017

Benarkah Singkong Bisa Sembuhkan Kanker?

Indonesian Free Press -- Seorang penulis cukup terkenal yang pernah dekat dengan saya, namun berpisah karena perbedaan prinsip dan mengemplang gaji saya, baru saja menulis topik menarik tentang Jerussalem. Saya sebenarnya tidak pernah lagi membuka blognya dan sudah memblokirnya di pertemanan FB setelah ia menjadi 'kecebong' dan pembela penista agama (Ahok), namun tulisan itu nylonong ke beranda FB saya setelah dibagian oleh seorang teman.

Saya sangat setuju dengan isinya, yaitu hak Palestina atas kepemilikan kota Jerussalem. Namun, ada satu hal yang menggelitik saya, yaitu sikapnya yang meremehkan sesuatu tanpa melakukan kajian lebih mendalam tentang hal tersebut. Ini hal lain yang membuat saya tidak merasa rugi 'pecah kongsi' dengannya, yaitu sikap tinggi hatinya, meski saya tahu persis hal itu mencerminkan kepercayaan dirinya yang rendah dan butuh kompensasi.

Pemimpin Iran: Kami Siap Perangi Amerika-Isreal

(Sebut Amerika tengah berputus asa)

Indonesian Free Press -- Iran menyatakan kesediaan untuk membantu siapapun berperang melawan Amerika dan Israel. Hal itu disampaikan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Kamis (23 November), ketika situasi politik Timur Tengah memanas dengan pengunduran diri Perdana Menteri Lebanon karena tekanan Saudi Arabia.

"Kami mengumumkan dengan tegas bahwa Republik Islam Iran akan menawarkan bantuan kepada siapapun yang membutuhkan untuk berperang melawan kekuatan 'kafir arogan'," kata Khameini di hadapan peserta Konperensi Internasional Pecinta Ahlul Bait yang digelar di Teheran, seperti dilaporkan Press TV.

Ayatollah Khamenei menegaskan bahwa dalam hal kesediaan memberikan bantuan, Iran tidak akan memandang bulu kepada siapapun yang berperang melawan 'kafir arogan'. Istilah ini sering digunakan para pejabat Iran dalam menyebut negara Amerika dan Israel.

Pakistan Ancam Tembak Drone Amerika

Indonesian Free Press -- Pakistan mengancam akan menembak jatuh semua drone yang masuk ke wilayah udara Pakistan tanpa ijin, termasuk milik Amerika. Hal itu disampaikan Kastaf AU Pakistan Marshal Sohail Aman.

"Kami tidak akan mengijinkan siapapun melanggar wilayah udara kami. Saya telah memerintahkan angkatan udara untuk menembak jatuh drone-dreon, termasuk milik Amerika, yang masuk wilayah udara kami, melanggar kedaulatan wilayah kami," kata Aman di hadapan pers seperti dialaporkan Times of India, 9 Desember.

Langkah ini merupakan perubahan radikal dari kebijakan militer Pakistan terhadap Amerika setelah selama ini Pakistan terkesan membiarkan berbagai pelanggaran wilayah udara negara tersebut oleh Amerika. Selama ini Pakistan hanya mengecam pelanggaran-pelanggaran tersebut dan belum pernah sekalipun mengancam untuk menembak jatuh.