Jumat, 29 April 2016

Status Cerdas seorang Teman

Indonesian Free Press -- Seorang teman medsos saya, Canny Watae, menulis sebuah status yang asyik banget, dan saya ingin membagikannya di blog ini.

-----------
Seorang kawan FB bertanya pada saya:

“Pertanyaan saya. Sekiranya Jokowi ini adalah Prabowo Anda, dan melakukan apa yang persis dilakukan Jokowi, Anda bersikap seperti ini juga?....”
Saya jawab: “Tentu...”
Apabila itu terjadi, maka saya tidak akan membela-bela Prabowo. Saya akan sangat malu. Saya akan mengkritisi dia agar rasa malu saya bisa terangkat, sampai dia benar-benar tidak seperti Jokowi.

Begini:

Pada awalnya, saya tidak memberi perhatian sedikit pun pada Prabowo. Apalagi pada Jokowi. Saya pun, sempat nge-joke di FB soal kuda Prabowo. Waktu itu, usai dibahas Kompas (waktu itu saya masih baca Kompas, sekarang tidak lagi), saya lempar status soal coto termahal di dunia. Coto itu adalah coto kuda. Kudanya Prabowo. Coto kuda populer di kawasan selatan Sulawesi Selatan, khususnya daerah Jeneponto. Ada segelintir pengasuh warung coto di kota Makassar dengan kuda sebagai sajian, tetapi saya lebih doyan coto sapi. Boleh dikata, saya justru tidak suka coto kuda. Mencobanya pun belum pernah. Nah, tulis saya waktu itu: kira-kira berapa harga semangkoknya, apabila coto pake kudanya Prabowo. Kudanya aja, merujuk Kompas, berada pada level harga milyar.

Kamis, 28 April 2016

STL, Konspirasi Lain Zionis Terhadap Hizbollah yang Gagal (4)

Indonesian Free Press -- Pernyataan keras Al Sayyed dan dukungan Hizbollah terhadapnya mendorong perselisihan semakin keras. Perang kata-kata pun dilancarkan kedua blok politik yang bermusuhan di Lebanon.

Anggota parlemen dari Al Mustaqbal Mohamad Kabbara bersuara keras, "Siapapun yang mengancam pemimpin Sunni sekaligus perdana menteri (Saad Hariri) dengan tangan sendiri atau tidak, orang-orang Sunni akan memberinya pelajaran tentang sopan santun. Musuh-musuh kebenaran dan keadilan, yaitu Hezbollah dan sekutu-sekutunya telah meruntuhkan negara Lebanon demi menghancurkan pengadilan internasional (STL). Siapapun musuh kebenaran dan keadilan adalah musuh kami."

Sebagai reaksi, ketua Faksi Kesetiaan dan Perlawanan sekutu Hizbollah, Mohamad Raad, membalas: "Kami merasa negara ini tengah memasuki fase baru kegilaan politik yang tidak kita ketahui akhirnya... jadi marilah kita sepakat pada satu standar yang sama, yaitu siapapun yang bersalah harus dihukum, namun tidak dibenarkan untuk menggunakan standar ganda." Ia merujuk pada kasus kesaksian palsu yang melibatkan perdana menteri Saad Hariri.

Di sisi lain, anggota parlemen dari Hizbollah, Ibrahim Moussawi, menuduh Al Mustaqbal tengah melakukan kudeta diam-diam, dengan melancarkan propaganda untuk memecah belah dan memicu ketegangan.

Rabu, 27 April 2016

STL, Konspirasi Lain Zionis Terhadap Hizbollah yang Gagal (3)

Indonesian Free Press -- Kasus The Special Tribunal for Lebanon (STL) ini sangat relevan dengan situasi di INdonesia saat ini, terkait dengan tuntutan keadilan para keluarga eks. PKI dan bagaimana negara meresponnya. Keduanya merupakan masalah hukum bernuansa politik yang sarat dengan kepentingan asing untuk melemahkan kesatuan negara. Maka, baik di Lebanon maupun di Indonesia, untuk sementara kedua proses hukum tersebut sengaja di-'gantung' hingga negara benar-benar siap untuk melanjutkannya kembali.

Namun perlu menjadi catatan bahwa keteguhan sikap Hizbollah menentang STL -lah yang membuat organisasi ini berhasil mengalahkan konspirasi asing untuk menghancurkannya, dengan menggunakan tangan STL.

Perihal masalah kesaksian palsu dalam STL, anggota parlemen dari Partai Gerakan Patriot Bebas yang bersekutu dengan Hizbollah, Nabil Nicolas, menyebut kesaksian palsu dalam penyidikan pembunuhan Rafiq Hariri sebagai 'hal yang berbahaya' dan mendesak pemerintah untuk melakukan penyidikan khusus.

Terkait dengan hal itu Menteri Kehakiman Ibrahim Najjar mengatakan bahwa saksi yang diduga palsu tidak pernah dimintai keterangan oleh otoritas hukum, melainkan oleh International Committee setelah meninggalkan Lebanon pada tahun 2005. Hizbollah dan pendukung-pendukungnya pun mendesak keras pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini secara hukum dan politik, mengingat kredibilitas Hizbollah yang terancam.

Selasa, 26 April 2016

Akhirnya, BBC Akui Kemungkinan MH17 Ditembak oleh Ukraina

Indonesian Free Press -- Setelah hampir dua tahun terlibat kampanye bersama-sama media-media barat lainnya menyalahkan Rusia sebagai penanggungjawab penembakan pesawat MH17 Malaysian Airlines yang menewaskan 300 penumpang dan awaknya padas 17 Juli 2014 lalu, kantor berita Inggris BBC akhirnya mengakui kemungkinan pesawat itu ditembak oleh pesawat tempur Ukraina.

Dalam cukilan promosi untuk program dokumentasi “Conspiracy Files: Who Shot Down MH17?” yang akan dipublis 3 Mei mendatang, situs BBC menulis: "Ada sejumlah saksi yang menyebutkan keberadaan pesawat lainnya yang terbang di dekat MH17 sebelum pesawat itu jatuh."

BBC mengklaim laporan tersebut dibuat berdasar pengakuan sejumlah saksi mata dan keterangan pejabat-pejabat inteligen dan militer yang berbicara secara rahasia.

"Don’t miss this compelling Conspiracy Files unfold to see whether the mystery can be unravelled," tulis promosi BBC.

Hal ini mengkonfirmasi klaim Rusia dan sejumlah pakar independen yang menyebutkan bahwa MH17 ditembak oleh pesawat SU-24 Ukraina.

Senin, 25 April 2016

Selamatkan Irak dan Suriah dari Teroris ISIS, Iran Dituduh Teroris

Indonesian Free Press -- Dalam sesi foto bersama para pemimpin negara-negara Islam Organisation of Islamic Cooperation (IOC) di Turki tanggal 14 April lalu, Raja Salman dari Saudi mendekati Presiden Iran Hassan Rouhani dan kemudian berkata kepada Rouhani, "Kami negara-negara Islam menolak rafidi kalian."

Rouhani, dengan menahan marah karena telah diperlakukan tidak hormat, membalas dengan tenang, "Dulu orang-orang Mekkah juga menolak Rosulullah, namun Beliau tidak meninggalkan Islam."

Jawaban itu bagai tamparan keras bagi Raja Salman, sehingga tidak ada lagi yang bisa dikatakannya kemudian. Sebaliknya, jawaban Rounani telah mempermalukan Raja Salman, menunjukkan jati-dirinya yang tidak berkualitas di hadapan Rouhani.

Kebencian Salman kepada Iran itulah yang menjadi dasar dari pernyataan bersama IOC, yang menyudutkan Iran. Dalam pernyataan yang disusun Saudi Arabia bulan Februari lalu tanpa kehadiran delegasi Iran itu disebutkan:

"Konperensi ini 'menyesalkan' campur tangan Iran dalam urusan internal negara-negara di kawasan dan negara-negara anggota konperensi yang lain termasuk Bahrain, Yaman, Suriah dan Somalia, serta dukungannya yang terus berlanjut kepada terorisme."

Minggu, 24 April 2016

Rusia dan Cina Sukses Ujicoba Rudal Jelajah Kecepatan Tinggi, Amerika Gagal

Indonesian Free Press -- Rusia dan Cina sukses mengujicoba rudal jelajah berkecepatan super tinggi (hipersonik), sementara ujicoba yang dilakukan Amerika mengalami kegagalan.

Seperti laporan Sputnik News, mengutip laporan situs Washington Free Beacon, akhir pekan ini, para pejabat militer Amerika merasa 'ketakutan' setelah Rusia dan Cina berhasil melakukan ujicoba rudal jelajah hipersonik, yaitu rudal jelajah yang terbang dengan kecepatan di atas 5 kali kecepatan suara (Match 5). Sementara ujicoba yang dilakukan Amerika mengalami kegagalan.

Laporan itu menyusul munculnya kabar keberhasilan Angkatan Rudal Strategis Rusia mengujicoba rudal ballistik antar benua (ICBM) yang membawa rudal 'glider' yang terbang seperti rudal jelajah (peluru kendali) namun dengan kecepatan seperti rudal ballistik.

Ujicoba tersebut menggunakan rudal RS-18A (kode NATO SS-19 Stiletto) yang ditembakkan dari wilayah Orenburg Region, Rusia Timur.

"Rusia telah melakukan uji terbang glider hipersonik yang revolusioner yang bisa mengangkut hululedak nuklir maupun konvensional untuk menembus sistem pertahanan udara yang canggih," tulis Washington Free Beacon mengutip pernyataan pejabat milier Amerika yang tidak disebutkan identitasnya.

Ujicoba ini, lapor Washington Free Beacon, adalah yang kedua dilakukan Rusia. Menanggapi ini, Jubir Dephan Amerika Michelle Baldanza hanya mengatakan pihaknya tidak bisa berkomentar.

Surat Terbuka Anak Medan untuk KPK tentang Ahok

Indonesian Free Press -- Surat terbuka ini saya dapatkan dari status teman di Facebook kemarin (23 April). Sebagai orang yang bertahun-tahun tinggal di Medan, saya merasa sangat lucu membacanya. Namun, yang paling menarik adalah isi surat ini secara esensi adalah sama dengan yang dirasakan orang-orang yang berakal di negeri ini, menyaksikan 'fenomena' korupsi RS Sumber Waras dan kasus-kasus korupsi di Indonesia lainnya yang berkaitan dengan Jokowi dan Ahok.

Silakan membacanya sendiri.

-----------------------

Udah lama kian aku nggak sor (suka) sama KPK. Entah cemana-cemana (bagaimana) orang itu kutengok. Lama-lama jadi naik pitam jugak aku nengok komisioner KPK itu. Bukan apa-apa. Jelek-jelek kaek (seperti) gini tamat jugaknya aku dari fakultas hukum USU.

Nggaknya dongok-dongok (bodoh) kali aku. Kolok aku longor, mana mungkin pulak aku bisa masok USU. Payah kian masok USU itu. Kolok dipiker-piker, udah masuknya payah, masak pulak udah bisa masok mesti cepet-cepet tamatnya.

Jumat, 22 April 2016

Amerika Cemas, Rusia-Iran Kerahkan Kekuatan untuk Serang Aleppo

Indonesian Free Press -- Amerika mencemaskan pengerahan kekuatan secara serius oleh Rusia dan Iran dalam rangka perebutan kota strategis Aleppo. Tidak lain, karena Amerika khawatir bahwa sekutu-sekutunya di suriah akan hancur bersama hancurnya ambisi Amerika untuk menggantikan regim Bashar al Assad dengan sekutunya.

Jubir Departemen Pertahanan Amerika Kolonel Steve Warren, hari Rabu (20 April) mengatakan Amerika 'khawatir' dengan rencana Rusian dan Iran menyerang Aleppo dengan mengerahkan kekuatannya di sekitar kota tersebut.

"Kami telah melihat pasukan regim Suriah, dengan dukungan Rusia telah memulai pengerahan kekuatan di sekitar Aleppo,” kata Steve Warren.

“Ini adalah yang kami khawatirkan," tambahnya.

Pernyataan ini terkait dengan sejumlah pengamat yang menyebutkan Rusia telah meningkatkan kekuatannya di sekitar Aleppo, dengan memindahkan unit-unit artileri yang sebelumnya digunakan untuk merebut kota Palmyra. Pesawat-pesawat tempur, helikopter dan pasukan khusus Rusia juga telah dipindahkan ke Aleppo.

Pada saat yang sama milisi-milisi Shiah dan tentara reguler Iran juga telah mengkonsentrasikan diri di sekitar Aleppo.

Belajar pada Restorasi Meiji dan Revolusi Islam Iran

Dicopas dari: kasamago.com, 21 April 2016

Tulisan asli silakan klik di sini


Indonesian Free Press -- Kasamago.com -- Krisis Ekonomi yang dilanjut dengan tumbangnya Orde baru dan dimulainya Reformasibesar-besaran di Tubuh Republik memang membawa sederet perubahan luar biasa yang sangat besar Impact nya terhadap segala sendi kehidupan Bangsa dan Negara.

Di mulai dari Reformasi Militer, Kepolisian, Hukum, Birokrasi, Budaya, Pendidikan, Politik, Media dan yang terbesar ber Demokrasi. Reformasi yang melahirkan kebebasan di segala sektor bagaikan semerbak wangi bunga Anggrek di padang ilalang, disisi lain membawa kebaikan, kebahagiaan dan kemajuan tetapi juga disisi lain Reformasi Bangsa Indonesia kian tak menemukan titik terangnya, kian tak menentu dan terombang-ambing dalam koridor neoLiberalisme, Kapitalisme, Fasisme dan Kepentingan Golongan.

Budaya Gotong Royong terus terkikir, Korupsi, Kolusi dan Nepotisme lebih nekad dan merajalela disbanding zaman Orde Baru, Kewibawaan dan Kehormatan LembagaTinggi Negara baik Eksekutif, Yudikatif dan Legislatif terus menuai citra negative di dalam masyarakat. Media massa makin mengganas, pemberitaan lebih banyak tidak jelas keseimbangannya, membawa kepentingan penguasa modal, dan lebih mengorek luka ketimbang Prestasi. Di Bidang Hukum dan Politik sama saja dimana Pedang lebih tajam ke bawah ketimbang keatas, sedangkan di Ranah Budaya, Gelombang Globalisasi telah menginjak-nginjak hegemoni budaya nusantara. Kaum muda lebih bangga dengan budaya asing ketimbang budaya sendiri.

Melihat arah Reformasi bangsa yang diharapkan mampu membawa Kemakmuran dan Kemajuan bagi segenap Rakyat Indonesia tak kunjung menemukan jalannya. Wacana untuk menghidupkan kembali Garis–Garis Besar Haluan Negara (GBHN) dan mengembalikan UUD 1945 sebelum Amandemen2 menguat kembali di permukaan. Di masa OrdeBaru, GBHN terlihat cukup sukses menjadi alat bantu navigasi terhada parah perjalanan kapal besar bernama Republik Indonesia. Usaha menghidupkan kembali GBHN dan keorisinalitas UUD 1945 mengingatkan kembali pada dua Jenis Reformasi yang dianggap paling sukses di Dunia, yakni RESTORASI MEIJI Jepang dan REVOLUSI ISLAM Iran.

Kamis, 21 April 2016

Mohammad Bin Salman Bertemu Benjamin Netanyahu di Jordan

Indonesian Free Press -- Hubungan erat Saudi Arabia dengan Israel semakin tidak bisa lagi disembunyikan. Seperti laporan Veterans Today, Kamis (21 April), yang menyebutkan pertemuan Menteri Pertahanan dan Deputi Putra Mahkota Mohammad bin Salman dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Yordania.

Menurut laporan tersebut, pertemuan berlangsung di kota pelabuhan Aqaba yang berdekatan dengan kota Eilat di wilayah Palestina yang diduduki Israel. Dalam pertemuan itu dihadiri juga oleh Brigjen Mash’al Mohammed Zein, Kepala Staff Gabungan Yordnia.

Tujuan utama pertemuan itu adalah membahas hubungan terbaru Saudi-Mesir, terutama setelah Mesir menyerahkan Pulau Tiran dan Pulau Sanafir di Laut Merah, kepada Saudi. Pertemuan juga membahas rencana kerjasama keamanan Saudi-Israel di Laut Merah setelah penyerahan kedua pulau. Selain itu dalam pertemuan itu juga dibahas peningkatan hubungan ekonomi Saudi-Israel dan rencana untuk mengusir warga Palestina dari Gaza dengan menggunakan dalih pembangunan di Sinai.