Selasa, 24 Mei 2016

TEORI REZNIKOV (II) .......BUNG KARNO MENGKHIANATI PAK HARTO......PAK HARTO MARAH BESAR

Indonesian Free Press -- Kembali ke soal pembentukan tinju lapis baja , yang menurut Reznikov dibentuk oleh para pemimpin AD. Siapa sebenarnya yang akan menjadi sasaran dari pasukan tersebut? Menurut Reznikov, sasaran utamanya adalah PKI, tapi Bung Karno juga.

Alasan Reznikov, tindakan-tindakan yang diambil oleh para pemimpin AD itu akan secara drastis mengubah seluruh keseimbangan kekuatan politik demi keuntungan tentara.

Kesan seperti itu diperkuat oleh munculnya tanda-tanda saling pengertian antara Ahmad Yani dan Nasution, dua tokoh militer yang paling terkemuka tapi tak selalu bersahabat. Selama ini persaingan antara keduanya telah dibesar-besarkan oleh Kepala Negara dalam semangat devide et impera .

Pada 1962, Soekarno yang tak percaya sepenuhnya kepada Menteri Pertahanan-nya mengubah struktur pimpinan TNI dengan maksud mengurangi kemampuan operasional Nasution. Khusus bagi orang kuat di TNI ini diciptakan posisi Kasab (atau Kepala Staf Angkatan Bersenjata). Formalnya posisi itu tinggi, tapi dalam praktek kurang berbobot.

BEGINI CARA GOENAWAN MOHAMAD JUALAN MARXISME DAN MERUSAK AGAMA

Indonesian Free Press -- BAGI yang belum tahu latar belakang Goenawan Mohamad (GM), mungkin terheran-heran dengan minatnya terhadap bacaan-bacaan dan pemikiran-pemikiran yang membincangkan soal Tuhan namun dengan orientasi yang meniadakan, meragukan, dan sejenisnya.

Cobalah sesekali kunjungi situs taman kembang pete yang memuat wawancara majalah porno Playboyedisi 16 April 2007 dengan Goenawan Mohamad (GM) (PLAYBOY Interview: Goenawan Mohamad (Januari 2007). Dari wawancara itu, antara lain bisa diketahui bahwa bapaknya GM adalah seorang tokoh Marxis yang berpengaruh di Pekalongan.

GM sendiri mengakui bahwa bapaknya kiri. “Iya, Bapak saya seorang kiri. Saya terlalu kecil waktu itu untuk mengerti. Kakak saya, Kartono, cerita dalam perpustakaan bapak saya itu Karl Marx isinya. Dia aktivis politik, pelopor kemerdekaan. Dia dibuang ke Digul bersama ibu saya. Pulang, tahun 1945, Belanda datang dia ditangkap, ditembak mati. Saya umur lima tahun ketika itu.”
Bahkan, melalui wawancara majalah porno tersebut, GM memposisikan orang-orang yang berpaham komunis setara dengan yang non komunis. Menurut GM, “Saya lihat orang-orang komunis sama patriotiknya dengan yang bukan komunis, sama-sama ingin membikin Indonesia lebih baik…” Begitu kata GM.

Hitler Sebenarnya Seorang Zionis?

Indonesian Free Press -- Diktator Jerman Adolf Hitler telah menjadi ikon anti-yahudi yang melegenda, mengalahkan tokoh-tokoh lain yang dianggap anti-yahudi sepanjang sejarah.

Namun, jika kita kaji secara rasional sebenarnya Adolf adalah orang yang paling berjasa bagi gerakan zionisme. Karena berkat Perang Dunia II yang dimulainya, gerakan zionisme berhasil meraih cita-cita tertingginya, yaitu terbentuknya negara yahudi Israel di Palestina pada tahun 1948. Tidak hanya itu, trauma yang ditimbulkan oleh perang membuat seluruh bangsa-bangsa Eropa dan Amerika terlilit rasa 'berdosa' kepada orang-orang yahudi dan membiarkan orang-orang yahudi dengan leluasa merebut kekuasaan dari mereka karena takut dicap 'anti-semit'.

Selama perang, Hitler juga telah membuat banyak langkah-langkah militer yang dianggap blunder, yang berujung pada kalahnya Jerman, dan hasil peperangan yang menguntungkan orang-orang yahudi. Contoh kecilnya, ketika Hitler memerintahkan Tentara Panser ke-4, yang bersama-sama Tentara ke-3 sebelumnya bertugas merebut kota Stalingrad, untuk membatalkan rencana yang telah direncanakan matang itu dan bergabung dengan pasukan yang bergerak menuju Kaukasus.

Kamis, 19 Mei 2016

Kekuatan Rusia dan Iran di Suriah Jauh Lebih Besar dari Dugaan

Indonesian Free Press -- Lima tahun sudah kekuatan zionis internasional berusaha menggulingkan pemerintahan Bashar al Assad di Suriah dan menggantinya dengan regim baru yang lebih 'bersahabat', 'moderat', 'demokratis', atau istilah-istilah kesayangan media lainnya. Namun sangat nyata keinginan itu harus dibuang jauh-jauh melihat besarnya kekuatan pendukung Al Assad, yaitu Rusia dan Iran.

Sebagaimana dilaporkan Fredrick Pleitgen di CNN tanggal 10 Mei lalu, kekuatan militer Rusia di Suriah ternyata 'Lebih besar dari dugaan dan tidak akan pergi' (Russia’s military in Syria: Bigger than you think and not going anywhere; Fredrick Pleitgen; CNN; 10 Mei 2016).

Laporan itu berdasar pandangan mata Pleitgen mengikuti tour wartawan yang diorganisir militer Rusia di Suriah seminggu sebelumnya. Tur ini membawa sekitar 100 wartawan internasional menempuh perjalanan darat selama 6 jam antara pangkalan udara Rusia di Latakia hingga ke kota kuno Kristen Palmyra yang baru dibebaskan dari pemberontak.

"Ini adalah operasi logistik dan keamanan yang sangat besar," tulis Pleitgen.

Menurut laporannya, selama perjalanan yang dikawal ketat militer Rusia itu Pleitge mendapatkan sejumlah pangkalan militer Rusia yang sangat kuat di Suriah.

Rabu, 18 Mei 2016

Konflik Suriah Makin Memanas, Rusia akan Kirim Kapal Induk

Indonesian Free Press -- Seiring dengan semakin memanasnya konflik Suriah, dimana para pemberontak terus mendapatkan suplai persenjataan modern dari Amerika Cs. dan mengancam kedudukan pemerintah dengan offensif gencarnya akhir-akhir ini di Aleppo, Rusia memutuskan untuk mengirimkan salah satu persenjataan strategisnya ke Suriah.

Seperti laporan Voltairenet.org, 16 Mei lalu, Rusia akan mengirim kapal induknya, Admiral Kuznetsov ke Suriah. Namun, karena masih dalam perbaikan, kapal induk ini baru bisa dikirim pada bulan Juli mendatang.

Sebagimana diketahui, Rusia telah menarik sebagian besar kekuatan udaranya di Suriah pada Februari lalu sebagai bagian dari gencatan senjata yang disepakati dengan Amerika. Namun rupa-rupanya Amerika hanya menjadikan gencatan senjata sebagai kamuflase untuk memperkuat kembali pemberontak yang tengah berada di ujung tanduk. Bersama NATO, Turki dan sejumlah negara Arab, Amerika menggelontorkan senjata-senjata canggih kepada para pemberontak.

Mengutip kicauan koresponden BBC Frank Gardner baru-baru ini, FARS News Agency menyebut pemberontak Free Syrian Army, misalnya, telah menerima 500 rudal anti-tank TOW. Para pemberontak juga menerima sejumlah besar rudal jinjing anti-pesawat sehingga dalam sebulan terakhir Suriah harus kehilangan 3 pesawat tempurnya. Pesawat-pesawat tempur Rusia sendiri yang lebih canggih, relatif aman dari ancaman rudal jinjing karena selain beroperasi di ketinggian yang tidak terjangkau juga karena dilengkapi pertahanan elektronik yang canggih.

Selasa, 17 Mei 2016

Mossad Semakin Intensif di Turki, Pertumpahan Darah Mengancam

Indonesian Free Press -- Agen-agen inteligen Israel Mossad dikabarkan semakin intensif melakukan aktifitasnya di bandara-bandara Turki. Diperkirakan, hal ini akan diikuti dengan berbagai aksi kekerasan dan terorisme di Turki yang menjadi alasan bagi Presiden Erdogan untuk semakin memperkuat cengkreman kekuasaan.

Mengutip laporan Al Alam News Network, Veterans Today kemarin (Rabu 18 Mei) menyebutkan pernyataan Rumen Petkov yang diposting di Twitter itu berdasarkan informasi dari sumber di dinas inteligen Turki MIT, menyebutkan Direktur Mossad Yossi Kohen dan Deputi Menlu Turki Feridun Sinirlioglu telah bertemu diam-diam di Sweden. Hal ini diikuti dengan kunjungan Kohen ke Turki dan meningkatnya aktifitas agen-agen Mossad di Turki.

"Ia (Petkov) menambahkan bahwa pejabat-pejabat elit Israel tengah bekerja keras membangun keamanan Turki dan peningkatan anggaran MIT tahun 2016 sebagaimana pembangunan struktur dan kekuatan MIT yang dilakukan melalui konsultasi dengan Mossad," tulis Veterans Today.

Senin, 16 Mei 2016

Terkonfirmasi, Amerika Tempatkan Pion sebagai Presiden Brazil

Indonesian Free Press -- Terkonfirmasi sudah keterlibatan Amerika dalam upaya penggulingan presiden terpilih Brazil Dilma Rousseff, dengan terpilihnya Michel Temer sebagai pejabat presiden Brazil setelah pada hari Kamis lalu (12 Mei) parlemen memberhentikan sementara Rousseff dari jabatannya karena dugaan korupsi.

Majalah The Economist yang merupakan salah satu media milik keluarga kapitalis yahudi Rothschild, menyebut Temer sebagai 'Presiden yang tidak direncanakan'. Namun tidak seperti klaim tersebut, kemunculan Temer telah jauh hari direncanakan sebagaimana rencana Amerika menggulingkan Rousseff.

"Kemunculan Temer ke panggung kekuasaan, betapapun, bukan sebuah kebetulan belaka, melainkan sebuah skenario yang dijalankan Amerika dengan cara yang sama dengan yang terjadi di Ukraine," tulis Kurn Nimo dalam artikelnya di Prison's Planet, menanggapi peristiwa yang terjadi di Brazil.

Pada hari Jumat, atau sehari setelah pemakzulan Rousseff, WikiLeaks merilis bocoran dokumen komunikasi rahasia yang mengungkapkan bahwa Temer sebagai informan di kedubes Amerika di Brazil. Satu dokumen yang dikirim ke Pusat Komando Wilayah Selatan Amerika (US Southern Command) di Miami, mengungkapkan situasi politik di Brazil selama kepresidenan pendahulu Rousseff, Luiz InĂ¡cio Lula da Silva. Temer memperkirkan partai bentukan Silva, Democratic Movement Party, akan menang dalam pemilihan mendatang.

Iran Kembali Gelar Festival Anti-Holocoust

Indonesian Free Press -- Iran kembali menggelar festival kartun anti-holocoust hari Sabtu lalu (14 Mei). Namun, untuk tidak mengundang kontroversi lebih luas, Iran menyatakan festival ini tidak ditujukan untuk menolak adanya holocoust, melainkan untuk menentang 'standar ganda' barat atas fenomena sejarah tersebut.

Seperti laporan Associated Press hari Sabtu, festival yang mengundang kemarahan Israel dan negara-negara barat itu bisa menghambat upaya Presiden Rouhani yang dikenal moderat, untuk menjalin hubungan lebih dekat dengan barat, menyusul keberhasilan perundingan program nuklir Iran dengan negara-negara maju.

"Kami tidak pernah berusaha untuk menolak 'Holocaust' atau mengolok-olok para korbannya,” kata ketua panitia festival Masuod Shojai Tabatabaei dalam pidato pembukaan acara.

"Orang-orang yahudi yang menjadi korban Holocaust merupakan korban penindasan Nazi,” tambahnya.

Minggu, 15 Mei 2016

Pemberontak Dikabarkan Berencana Rebut Kembali Palmyra, Rusia Siaga

Indonesian Free Press -- Keberhasilan merebut kembali kota Palmyra dari tangan pemberontak teroris bulan Maret lalu menjadi kemenangan yang sangat strategis nilainya di mata pemerintah Suriah dan juga Rusia. Terlebih bari Rusia, kemenangan di Palmyra, kota yang mayoritas warganya penganut Kristen Orthodok seperti Rusia, menjadi simbol kemenangan Rusia di Suriah. Tidak heran jika Rusia mau menggelar konser musik di kota itu.

Namun, kemenangan itu kini terancam dan menjadi tamparan keras bagi Suriah dan Rusia karena para pemberontak dikabarkan tengah melakukan persiapan serius untuk merebut kembali kota ini. Sialnya, secara geografis, kota ini sulit untuk dipertahankan kecuali dengan pengerahan kekuatan militer. Dan hal itu akan menjadi tugas berat bagi Rusia.

Seperti laporan The Veterans Today, 14 Mei lalu, sejumlah sumber 'terpercaya' memperkirakan adanya serangan mendadak besar-besaran oleh para pemberontak ke Palmyra.

"Pertempuran-pertempuran sengit antara pasukan pemerintah dan ISIS tengah berlangsung yang merupakan bagian dari serangan besar pemberontak untuk merebut Palmyra, sejak Suriah merebut kota ini dengan bantuan Rusia," tulis Veterans Today mengutip pernyataan Direktur Syrian Observatory for Human Rights, Rami Abdel Rahman, baru-baru ini.

Jumat, 13 Mei 2016

Komandan Tertinggi Hezbollah di Suriah Syahid oleh Ledakan Bom

Indonesian Free Press -- Kelompok perlawanan Hezbollah, hari Jumat (13 Mei), mengumumkan syahidnya komandan tertinggi kelompok ini di Suriah oleh serangan bom di dekat bandara Damaskus. Hizbollah mengatakan tengah menyelidiki pelaku ledakan, dan tidak biasanya, Hizbollah tidak langsung menuduh Israel.

Syahidnya Mustafa Badreddine, yang memimpin pasukan Hezbollah dalam perang di Suriah mendukung Presiden Bashar al-Assad, semakin merusak gencatan senjata yang digagas Amerika dan Rusia. Gencatan senjata enam hari di kota Aleppo berakhir pada hari Kamis (12 Mei) tanpa ada perpanjangan, dan penembak-penembak jitu pemberontak menembaki wilayah yang dikuasai pemerintah. Dua orang tewas oleh tembakan tersebut, seorang diantaranya seorang wanita sipil, demikian pernyataan sebuah lembaga pengawas seperti dilansir Associated Press.

Sementara itu serangan udara Suriah dan Rusia menghantam posisi kelompok Al-Nusra Front di Idlib, menewaskan 16 militan termasuk seorang komandan seniornya, tulis Associated Press.