Tuesday, 6 December 2016

Aktivis Ingatkan Jokowi soal Perlawanan Purnawirawan dan TNI Aktif

Indonesian Free Press -- Aktifis politik Ferdinand Hutahaean mengingatkan Presiden jokowi tentang bahayanya perlawanan TNI purnawirawan hingga TNI aktif atas aksi penangkapan para purnawirawan jendral TNI karena tuduhan makar.

Penangkapan Mayjen (Purn) Kivlan Zein dan Brigjend (Purn)  Adityawarman Taha dengan tudingan makar, tidak bisa dipandang remeh sebagai bagian dari penegakan hukum saja. Korps TNI tentu akan merasa kaget dan tertampar atas penangkapan tersebut. Apalagi Kivlan mempunyai nama besar di kalangan TNI dan berjasa besar membebaskan para sandera WNI dari tangan Abu Sayyaf di Philippina.

Peringatan itu disampaikan Pimpinan Komisi Rumah Amanah Rakyat (KRAR) Ferdinand Hutahaean kepada Intelijen, Selasa (6/12).

Menurut Ferdinand, penangkapan terhadap Kivlan Zen tentu tidak akan terjadi tanpa restu dari penguasa. “Artinya, Presiden Jokowi akan sangat mungkin mendapat tambahan lawan dari kalangan purnawirawan TNI atau bahkan TNI aktif. Itu mungkin dan sangat mungkin mengingat solidaritas korps yang tinggi,” beber Ferdinand.

Selamat Datang, Trump yang Sebenarnya

Indonesian Free Press -- Bravo, New World Order, penguasa kegelapan dan para penyembah dajjal! Presiden terpilih Amerika Donald Trump telah menunjukkan jati-dirinya.

Seperti telah disebutkan di blog ini, Trump hanyalah 'pengalih perhatian' dan 'tipuan' untuk mengelabuhi publik Amerika yang sudah bosan dengan gaya neokonservatifme dan neoliberalisme Amerika selama kepemimpinan beberapa presiden Amerika terakhir. Dan setelah dipastikan bakal menjadi presiden Amerika, ia pun mulai menunjukkan jati-dirinya sebagai agen kepentingan zionis penyembah dajjal.

Hari Selasa lalu (29 November) Presiden Turki Reccep Erdogan secara mengejutkan membuat pernyataan bahwa tujuan Turki turut campur dalam konflik di Suriah adalah untuk menumbangkan regim Bashar al Assad. Rusia tentu saja kaget dan berang dengan pernyataan itu karena sebelumnya Erdogan telah memberikan jaminan kepada Rusia bahwa keterlibatan Turki di Suriah adalah untuk menyerang kelompok ISIS. Presiden Vladimir Putin pun langsung menelpon Erdogan mananyakan maksud pernyataan Erdogan dan mengingatkan janji Turki kepada Rusia sehingga Rusia, yang menguasai udara Suriah, mengijinkan pasukan Turki masuk ke Suriah.

Sunday, 4 December 2016

Halusinasi Sapi Marif, Antara Buih dan Air

Indonesian Free Press -- Sebuah status Facebook milik seorang Ahoker non-Muslim menjadi viral di media sosial. Dalam status tersebut, Ahoker wanita ini dengan jujur mengungkapkan kebenciannya pada orang-orang Muslim yang menjadi pendukung Ahok namun tetap mempertahankan baju Islam-nya. Menurutnya hal itu merupakan bentuk kemunafikan dan pengkhianatan.

Salah satu 'halusinasi' para penganut Islam liberal adalah bahwa sikap mereka mendukung kelompok-kelompok minoritas non-Islam telah membuat mereka dicintai orang-orang non-Islam. Saking kuatnya 'halusinasi' tersebut hingga mereka dengan terang-terangan telah menselisihi Al Qur'an yang telah mengingatkan bahwa orang-orang non-Islam tidak pernah senang dan ridho kepada mereka hingga mereka meninggalkan Islam.

'Halusinasi' serupa telah menjangkiti mereka, orang-orang Islam yang telah menjadi pendukung Ahok. Seperti Buayo Sapi Marif yang telah menulis opini di Republika berjudul 'Antara Buih dan Air'. Mereka menyangka telah melangkah di 'jalan Tuhan', sementara sebenarnya mereka telah melangkah di 'jalan Iblis'. Sebagaimana Iblis yang juga berhalusinasi sebagai mahluk paling mulia. Padahal Tuhan telah menetapkan manusia-lah yang paling mulia di antara semua mahluk-Nya.

Ciamis Merubah Segalanya

Oleh: Ahmad M Saleh

Tadinya saya berpikir 212 akan lebih sedikit dari 411. Tapi perkiraan saya salah, Ya... 212 kemungkinan akan lebih besar dari 411, kenapa?Karena ada killer content bernama CIAMIS. Orang yg paham digital marketing pasti paham apa itu killer content.

Berita Ciamis menasional dan mendunia meski "Media si itu" memberitakan cuma 80 orang saja peserta. Tapi, ini era sosial media dimana kebenaran akan terkonfirmasi dengan cepat sebagaimana hoax juga menyebar dgn cepat.

Dan aksi longmarch ribuan massa dari ciamis menuju jakarta bukanlah hoax. Dia adalah fakta gerakan berbasis ghirah pada agama dan Al-Quran - dari hati yg menyentuh hati setiap orang yg membaca. Kecuali kaum sebelah tentunya.

Friday, 2 December 2016

Mujtahid Hashem : Habib Rizieq Shihab Man of The Year 2016

Indonesian Free Press -- Tiga kali aksi mengawal kasus atas penistaan Al-Qur’an yang dilakukan oleh Basuki Tjahja Purnama alias AHok, Habib Rizieq Shihab, menurut calon Wakil Gubernur DKI Independen yang berpasangan dengan Ahmad Taufik, Mujtahid Hashem, pantas menjadi Man of The Year 2016.

Menurut Mujtahid, Habib Rizieq adalah muslim leader yang mempunyai kemampuan menyibak energi salawat untuk menjaga harga diri kaum muslimin dan rakyat Indonesia secara umum. Gerakan yang dia lakukan menjadi warning bagi pembuat kebijakan di Republik Indonesia untuk tidak menistakan kaum muslimin, ini yang menjadi bagian sempurna rakyat tertindas di Indonesia.

Pengaruh Iran yang Semakin Kuat di Irak Resahkan Amerika

Indonesian Free Press -- Pengakuan Parlemen dan Pemerintah Irak terhadap integrasi milisi Hashed Al Shaabi ke dalam tentara nasional Irak pekan lalu membuat Amerika resah. Tidak lain karena milisi Hashed Al Shaabi didirikan, dilatih dan didanai oleh Iran, sehinggal hal itu menunjukkan pengaruh Iran yang semakin kuat di Irak.

"Ini akan meningkatkan pengaruh Iran terhadap pemerintahan Irak dan kami harus mengkhawatirkan ini," kata Komandan Central Command Jendral Joseph Votel dalam sebuah diskusi yang digelar Foreign Policy Initiative, lembaga kajian berbasis di Washington, pekan ini.

Tidak hanya mengakui Hashed Al Shaabi sebagai bagian dari tentara nasional, pemerintah Irak juga mengakui independensi milisi ini, sebagaimana independensi Tentara Pengawal Revolusi Iran (IRGC) terhadap tentara nasional dan pemerintah.

Wednesday, 30 November 2016

Amerika Berusaha Membunuh PM Irak dengan Rudal

Indonesian Free Press -- Amerika menembakkan rudal ke markas komando milisi populer Hashd al-Shaabi (PMU) hanya beberapa saat setelah perdana menteri Haider al-Abadi bertemu dengan para komandan PMU. Diduga hal itu adalah kesengajaan Amerika untuk menghancurkan rencana penyatuan PMU dengan tentara nasional Irak.

Seperti dilaporkan Veterans Today, 26 November, penembakan rudal itu terjadi di markas PMU di bandara Tal Afar Mosul yang baru dibebaskan dari kelompok ISIS, hari Kamis (24 November). Beberapa orang mengalami luka-luka akibat penembakan itu.

Penyelidikan tengah dilakukan untuk memastikan penanggungjawab insiden ini. Namun bukti awal menunjukkan rudal yang ditembakkan adalah rudal yang dikendalikan dengan laser yang tidak ditembakkan dari posisi ISIS. Juga diketahui rudal itu jatuh tepat 1,5 meter dari tenda yang ditempati PM Haider. Drone-drone Amerika juga diketahui terbang di atas posisi tenda tersebut beberapa saat sebelum serangan.

Tuesday, 29 November 2016

Dari Kuba, Jaya Suprana Menangis Menyaksikan Long March Ciamis-Jakarta

Dari 'Berita Islam 24H', 29 November 2016



Indonesian Free Press -- Pengantar blogger: Melalui aksi 4-11 dan 2-12, rakyat Indonesia, khususnya ummat Islamnya, telah menunjukkan determinasi tinggi menyampaikan aspirasinya bagi tercapainya perubahan yang lebih baik berkaitan dengan isyu dominasi etnis minoritas (Cina). Namun, sayang hal ini tidak disambut positif oleh para politisi yang seaspirasi, diduga karena mayoritas politisi telah terbuai dengan status quo yang nyaman. Sementara regim Jokowi sendiri tentu akan mempertahankan status quo menjaga kepentingan aseng dan asing yang telah diperoleh selama ini, dan bahkan akan terus memperkuatnya.

Blogger hanya bisa berharap akan terjadi blessing in disgusie, semacam rencana Tuhan yang tidak terduga, yang bakal menjadi pengantar bagi perubahan haluan negara INdonesian menuju ke arah perbaikan yang signifikan, yaitu mencapai negara adil dan makmur.

Sunday, 27 November 2016

Indonesia Siapa Punya?

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh : Haedar Nashir

Indonesian Free Press -- Siapa sesungguhnya pemilik Indonesia? Di negeri ini, tentu tak satu pihak mana pun berhak menepuk dada sebagai paling berdarah Merah Putih. Mengklaim diri sebagai pewaris dan penjaga utama Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila, dan UUD 1945. Indonesia milik semua untuk semua.

Sangat gegabah jika ada orang menyatakan, bahwa Indonesia belum teruji kebinekaannya jika minoritas belum menjadi seorang Presiden. Lebih-lebih ketika ujaran itu diungkapkan dengan nada angkuh, seolah ukuran keindonesiaan ialah kedigdayaan diri dalam singgasana kuasa. Sebuah kesombongan yang dapat menjadi duri tajam di tubuh negeri ini.

Manakala ada segelintir orang ingin menguasai Indonesia dengan hasrat kuasa berlebih. Ingatlah pesan Bung Karno, "Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!". Jangan ada pihak yang ambisius untuk memiliki Indonesia dengan nafsu chauvisnis.

Selamat Datang, Militer Mesir di Suriah

Indonesian Free Press -- Harapan para pemberontak untuk memenangkan pertempuran di Suriah semakin jauh dari kenyataan. Seiring semakin terdesaknya pemberontak di Aleppo dan beberapa front pertempuran lainnya, koalisi pro Suriah kini semakin kuat dengan bergabungnye Mesir.

Seperti dilaporkan berbagai media internasional, termasuk Veterans Today hari ini (27 November), Mesir telah mengirimkan sejumlah besar helikopter dan pesawat tempur untuk membantu militer Suriah menghancurkan pemberontak.

"Mesir telah mengirimkan sekitar 18 helikopter beserta pilotnya ke pangkalan udara Hama. Para pilot ini akan berpartisipasi dalam operasi bersama Mesir-Suriah melawan para teroris," demikian tulis laporan tersebut.

Disebutkan juga bahwa sebanyak empat perwira senior Mesir telah berada di Suriah, termasuk dua Mayor Jendral, yang telah bergabung dengan pusat komando militer Suriah di Damaskus. Sejak sebulan lalu mereka telah berada di Suriah untuk mempelajari medan pertempuran di berbagai front.