Kamis, 29 September 2016

Ahmadinejad Dikabarkan Dilarang Maju Pilpres

Indonesian Free Press -- Mantan presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dilarang maju dalam pilpres mendatang. Kantor berita Associated Press melaporkan Selasa kemarin (27 September).

Menurut laporan itu larangan tersebut dikeluarkan oleh pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dengan alasan Ahmadinejad bisa menimbulkan polarisasi di kalangan 'garis keras' Iran.

"Sekutu dekat mantan presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, yang kepemimpinannya ditandai dengan konfrontasi dengan negara-negara barat, mengatakan, Senin (26 September), bahwa pemimpin tertinggi negara itu menginginkannya untuk tidak maju dalam pilpres mendatang karena ia dianggap sebagai figur yang bisa memicu polarisasi di kalangan garis keras," tulis laporan tersebut semberi menyebutkan bahwa nama sekutu dekat Ahmadinejad itu adalah Mohammad Reza Mirtajeddini, mantan Wapres Ahmadinejad dari tahun 2009 hingga 2013.

Rusia Kerahkan Lebih Banyak Pesawat Tempur ke Suriah

Indonesian Free Press -- Rusia dikabarkan telah mengerahkan lebih banyak pesawat tempurnya di Suriah pada saat gencatan senjata mengalami kegagalan. Sementara Rusia juga menyebut bahwa Amerika telah menyatakan permintaan ma'afnya kepada Rusia terkait insiden penyerangan terhadap pasukan Suriah di Deir Azzour beberapa waktu lalu.

Seperti dilaporkan Veterans Today, Senin (26 September), Rusia telah mengerahkan kembali pesawat-pesawat tempur SU-25SM di Suriah, yang sebelumnya telah ditarik seluruhnya. Suriah sendiri tidak memiliki pesawat jenis ini.

"Ini berarti Moskow telah mengerahkan pesawat tempur SU-25SM demi meningkatkan kekuatan udaranya yang terlibat dalam operasi melawan teroris," tulis laporan itu.

Senin, 26 September 2016

Iran Semakin Bertekad Perkuat Pertahanan Paska Perjanjian Pertahanan AS-Israel

Indonesian Free Press -- Iran semakin bertekad untuk memperkuat pertahanan setelah perjanjian keamanan AS-Israel yang memberikan Israel bantuan $38 miliar selama 10 tahun. Ini adalah bantuan terbesar Amerika untuk Israel sepanjang sejarah.

Dalam wawancara dengan televisi Iran, Jendral Mohammad Hossein Bagheri, kepala staff gabungan Iran, mengatakan bahkan perjanjian AS-Israel itu 'akan membuat kami semakin bertekad untuk memperkuat kekuatan pertahanan negara ini'. Demikian katanya di sela-sela acara parade militer tahunan, seperti dilaporkan Associated Press, Rabu lalu (21 September).

Pertengahan bulan ini Amerika dan Israel menandatangani perjanjian keamanan yang memberikan Israel $38 miliar dalam jangka waktu 10 tahun, atau $3,8 miliar per-tahun. Ini adalah bantuan keamanan terbesar Amerika yang diberikan kepada Israel.

Minggu, 25 September 2016

Antara Trivia dan Ironi dalam Pemilihan Cagub-Cawagub DKI

Indonesian Free Press -- Hari Sabtu kemarin (24 September) saya dikejutkan oleh judul 'headline' di harian Tribun Medan tentang ketidak relaan Bu Any Yudhoyono atas naiknya putranya, Agus Yudhoyono, menjadi salah satu cagub DKI.

Pikiran saya pun langsung beralih ke status-status yang viral di media sosial sehari sebelumnya, yang isinya mencela keputusan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengorbankan karier militer putranya demi memenuhi ambisi politiknya. Bagi publik, apa yang dialamai Agus merupakan sebuah ironi karena mereka mengetahui bahwa untuk mewujudkan ambisi politik keluarganya, Agus harus mengakhiri karier militernya untuk selamanya.

Hal ini sangat beralasan karena Agus memiki prospek karier militer yang cemerlang. Berasal dari keluarga militer yang dihormati (selain ayahnya yang jendral berbintang tiga, kakeknya adalah mantan komandan pasukan khusus RPKAD yang berhasil menghancurkan gerakan pemberontakan PKI tahun 1965), sebagai putra mantan Presiden tentu memberinya nilai tambah yang sangat besar untuk mendorong karier militernya. Namun tiba-tiba saja, hanya untuk meraih 'peluang' menjadi gubernur, karier cemerlang itu dicampakkan begitu saja.

Sabtu, 24 September 2016

Ketegangan Terus Meningkat, Rusia Gelar S-400

Indonesian Free Press -- Rusia menggelar sejumlah besar sistem pertahanan udara paling canggihnya, S-400, di kawasan Baltik di utara dan Kaukasus di selatan Rusia. Meski masih berada di wilayah Rusia, secara efektif senjata ini menjangkau sejumlah besar wilayah-wilayah di luar Rusia.

Seperti dilaporkan Daily Mail, Sabtu (24 September), Presiden Putin telah memerintahkan penggelaran dua battere S-400 di wilayah St Petersburg. Keberadaan senjata ini secara efektif menciptakan penguasaan wilayah udara di kawasan Baltik dimana tiga negara sekutu NATO berada, yaitu Latvia, Estonia dan Lithuania.

S-400 Triumph, yang dijuluki sebagai SA-21 Growler oleh NATO, mampu menghancurkan sasaran pada jarak 250 mil dan ketinggian 90.000 kaki.

Jumat, 23 September 2016

Media Iran dan Rusia: Rusia Hancurkan Markas Komando Asing di Suriah

Indonesian Free Press -- Media setengah resmi Iran FARS News hari Kamis (22 September) melaporkan Rusia melancarkan serangan rudal jelajah dari kapal-kapal perangnya yang berada di Laut Tengah (Mediterania) yang menghancurkan markas komando asing di Suriah. Sejumlah perwira militer dan inteligen dari sejumlah negara asing dikabarkan tewas dalam serangan itu.

"Kapal-kapal perang Rusia di lepas pantai Suriah (Mediterania timur) membidik dan menghancurkan markas komando militer asing di Suriah, menewaskan lebih dari 20 perwira militer dan inteligen Isrel dan negara-negara barat," demikian tulis laporan itu seperti dikutip Veterans Today kemarin.

Laporan tersebut juga dirilis oleh Sputnik News bahasa Arab yang mengklaim mendapatkan informasi dari sumber dari militer Suriah, pada hari Rabu.

Kamis, 22 September 2016

Rusia Hancurkan Konvoi Senjata Pemberontak Suriah Berkedok Bantuan Kemanusiaan

Indonesian Free Press -- Perang rahasia antara Rusia dengan Amerika di Suriah semakin intensif setelah Rusia membom konvoi persenjataan pemberontak dukungan Amerika di Aleppo, hanya dua hari setelah Amerika membom pasukan Suriah di Deir Azzour akhir pekan lalu.

Seperti dilaporkan Daily Mail kemarin (21 September), Rusia merilis video yang menunjukkan serangan yang terjadi terhadap konvoi tersebut yang terjadi hari Senin (19 September). Dalam video tersebut tampak para pemberontak Suriah berada di dalam konvoi kemanusiaan PBB sebelum terjadi ledakan yang menghancurkan konvoi tersebut.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Rusia melancarkan serangan terhadap konvoi tersebut sebagai balasan atas serangan Amerika terhadap pasukan Suriah sebelumnya. Tidak mengherankan jika Amerika langsung menuduh Rusia bertanggungjawab atas serangan itu.

Senin, 19 September 2016

Incar Dana Zakat, Jokowi Buktikan Tak Bisa Kerja

Indonesian Free Press -- Jokowi kembali lagi membuktikan dirinya sebagai 'tukang ngibul'. Sesumbar bahwa keuangan negara tidak dalam masalah dan mengandalkan slogan 'Kerja, Kerja, Kerja!', dalam masa kampanye lalu, kini ia mengincar dana zakat untuk membiayai APBN. DPR pun langsung menolak rencana itu.

Seperti dilaporkan POS-METRO.COM, 16 September lalu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid menentang rencana Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang ingin menggunakan dana zakat umat Islam untuk mengentaskan kemiskinan.

"Kenapa baru sekarang ketika sedang defisit APBN?, apakah ketika sedang melimpah dana, pemerintah memberikan dana dan pembinaan yang cukup kepada Baznas?," katanya kepada wartawan, Kamis (15 September) lalu.

Samantha Power Si Pelacur Politik

Indonesian Free Press -- Amerika baru saja melakukan tindakan paling menjijikkan selama konflik di Suriah yang telah berlangsung sejak tahun 2011 lalu. Bersembunyi di balik kedok 'memerangi teroris ISIS', Amerika justru membom pasukan Suriah yang tengah mempertahankan kota Deir Ezzor hingga sekitar 100 tentara Suriah tewas.

Suriah dan sekutu utamanya, Rusia, telah bertindak rasional dengan berusaha menyelesaikan masalah ini ke Dewan Keamanan PBB dan bukan melakukan tindakan militer balasan terhadap Amerika. Suriah dan Rusia punya banyak rudal-rudal ballistik maupun jelajah untuk ditembakkan ke pangkalan militer Amerika di Irak dan Suriah, sebagai balasan atas 'aksi perang' yang dilakukan Amerika. Tapi itu semua tidak dilakukan.

Kemenlu Amerika juga masih cukup 'waras' dengan mengakui bahwa tindakan Amerika itu 'tidak disengaja'. Namun Duta Besarnya di PBB, Samantha Power, justru bertindak 'bodoh' dengan menuduh Suriah dan Rusia-lah yang harus bertanggungjawab atas insiden buruk itu.

Minggu, 18 September 2016

Lindungi Teroris ISIS, Amerika Bom Tentara dan Warga Sipil Suriah

Indonesian Free Press -- Amerika menunjukkan jatidirinya sebagai pelindung dari kelompok teroris ISIS dengan melakukan aksi kejinya membom tentara Suriah yang tengah berperang melawan ISIS hingga warga sipil Suriah sehingga menewaskan ratusan warga.

Seperti dilaporkan Veterans Today, Sabtu (17 September), sedikitnya 80 tentara Suriah tewas akibat pemboman oleh pesawat-pesawat militer Amerika di Der Ezzor. Akibatnya kelompok teroris ISIS berhasil merebut sebagian wilayah yang sebelumnya dipertahankan oleh militer Suriah yang tengah terkepung di kota itu.

Para pejabat Suriah termasuk Menteri Kehakiman Najem Hamad Al-Ahmad, mengatakan kepada Veterans Today bahwa pesawat-pesawat pembom F-16 dan serbu darat A10 warthog menyerang posisi pasukan Suriah di pangkalan udara Der Ezzor, menewaskan setidakdnya 80 tentara dan melukai 100 orang lainnya.