Senin, 22 Agustus 2016

Skenario Cadangan untuk Archandra Tahar

Indonesian Free Press -- James Jesus Angleton, mantan kepala kontra-inteligen CIA selama 30 tahun mengatakan bahwa inteligen biasa membuat 'cerita di dalam cerita' dimana setiap cerita dilengkapi dengan bukti bukti dan konstruksi cerita yang nampak logis, demi menyembunyikan suatu kebenaran. Hal ini bisa berguna untuk beberapa keperluan, seperti mendiskreditkan seseorang atau lembaga yang dianggap menjadi penghalang. Atau untuk menjadi pengalih perhatian dari masalah yang sebenarnya. ("Is the Saudi 9/11 Story Part Of The Deception?"; Paul Craig Roberts.org; 22 Juli 2016)

Mengambil pelajaran dari hal itu, maka bisa disimpulkan pula bahwa dalam setiap operasi inteligen selalu disertakan rencana cadangan untuk mengantisipasi kegagalan operasi sebenarnya. Dalam setiap rencana cadangan ini, seperti dikatakan Jesus Angleton, selalu dilengkapi bukti bukti dan konstruksi cerita yang nampak logis, yang fungsinya sbb adalah mengurangi dampak kerugian akibat gagalnya operasi inteligen, dan bila memungkinkan menciptakan kondisi baru yang memungkinkan diulangi kembali rencana operasi inteligen.

JANGAN ASAL NJEPLAK...

Indonesian Free Pess -- Saya selalu menyukai status-status Bambang Tri di Facebook. Menurut saya sebagian besar tulisan-tulisannya itu sangat informatif. Saya tidak peduli dengan kontroversi yang melingkupi dirinya yang membuatnya banyak dimusuhi orang, mulai dri para jokower hingga pendukung Prabowo seperti Jonru.

Bagi saya, apa yang telah diberikan oleh Bambang Tri jauh lebih bernilai dibandingkan kontroversi yang melingkupinya. Bravo Bambang Tri. Semoga Tuhan memberkati.

Berikut ini adalah salah satu status Bambang Tri di Facebook.

---------------------------------

NGGAK USAH NGOMONG PAK HARTO ANTEK AMERIKA....

BUNG KARNO JUGA IYA....LEWAT RED DRIVE PROPOSAL TAHUN 1946......
TANPA BANTUAN AMERIKA.......KOMISI TIGA NEGARA NGGAK BAKAL BELA INDONESIA....AMERIKA, BELGIA, AUSTRALIA...

Presiden Filipina Ancam Keluar dari PBB, Kecam Amerika

Indonesian Free Press -- Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengeluarkan kecaman pedas kepada Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Amerika dan mengancam akan membawa negaranya keluar dari keanggotaan PBB. Hal ini terkait dengan kecaman PBB kepada pemerintah Filipina yang telah menghukum mati banyak pengedar obat-obatan terlarang.

"Saya tidak ingin mempermalukan Anda (PBB), namun mungkin kami harus memutuskan untuk memisahkan diri dari PBB," kata Rodrigo Duterte kepada pers, Minggu (21 Agustus).

"Mengapa kami harus mendengar kebodohan ini?" tambahnya berkaitan dengan kecaman PBB kepada Filipina.

"Saya tidak menyinggung mereka. Merekalah yang telah turut campur urusan kami. Anda tidak bisa berjalan begitu saja setelah ngomong jorok kepada sebuah negara," tambahnya.

Minggu, 21 Agustus 2016

Iran Luncurkan Sistem Pertahanan Udara Bavar 373 yang Dianggap Setingkat dgn S-300

Indonesian Free Press -- Iran meresmikan sistem pertahanan udara Bavar 373 yang oleh para pengamat dianggap setingkat dengan buatan Rusia S-300. Kantor berita AFP melaporkan, kemarin (21 Agustus).

Pemerintah Iran, hari Minggu (21 Agustus), merilis gambar-gambar yang menunjukkan Presiden Rouhani dan Menhan Hossein Dehghan berdiri di dekat sistem persenjataan Bavar 373, yang dibuat Iran selama negara itu menjalani sanksi internasional.

Sistem persenjataan ini didisain untuk menyergap rudal-rudal jelajah, drone, pesawat tempur hingga rudal ballistik, demikian Iran menyebutkan tentang kemampuan rudal ini. Senjata ini dibangun Iran sebagai alternatif kegagalan Iran mendapatkan senjata sejenis buatan Rusia, S-300, karena sanksi PBB atas program nuklir Iran.

Jumat, 19 Agustus 2016

Pangkalan Udara Rusia di Iran Percepat Pembebasan Aleppo

Indonesian Free Press -- Dalam beberapa hari terakhir media-media internasional disibukkan oleh berita tentang serangan udara Rusia di Suriah melalui pangkalan udara Hamadan, Iran. Lebih jauh bahkan dilaporkan bahwa Rusia telah menempatkan sistem pertahanan udara tercanggihnya, S-400 di pangkalan udara itu, lebih cepat dari rencana Iran mengoperasikan sistem pertahanan udara S-300 untuk melawan ancaman Amerika dan Israel.

Editor Veterans Today Jim W. Dean, dalam tulisannya hari Selasa (16 Agustus), menyebut hal ini sebagai ‘Great Tactical Importance’, atau faktor yang sangat penting bagi penyelesaikan konflik Suriah. Sementara Robert Fisk dalam tulisannya di The INdependent menyebut hal ini sebagai 'kemenangan Iran' di Timur Tengah.

"Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Iran memiliki Amerika dan Rusia berada di pihaknya (untuk melawan ISIS) dan Turki mengikuti di belakang," tulis Fisk, wartawan senior yang dihormati di INggris.

Cina Pun Libatkan Diri di Suriah

Indonesian Free Press -- Setelah Iran dan Rusia, Cina dikabarkan mulai melibatkan diri dalam konflik Suriah di belakang pemerintahan Bashar al Assad. Namun, konflik diperkirakan masih jauh dari selesai, khususnya dengan prospek terpilihnya Hillary Clinton sebagai presiden Amerika mendatang.

Seperti ditulis Ian Greenhalgh di Veterans Today, 17 Agustus lalu, pemerintah Suriah dan Cina telah menyepakati kerjasama militer berupa pemberian bantuan kemanusiaan Cina ke Suriah dan pemberian latihan oleh instruktur-instruktur militer Cina kepada militer Suriah.

Pejabat militer Cina, Guan Youfei, tiba di Damaskus pada hari Selasa (16 Agustus) dan bertemu Menteri Pertahanan Suriah Fahad Jassim al-Freij, tulis media Cina Xinhua. Dalam pertemuan itu Guan menegaskan bahwa Cina konsisten mendukung solusi diplomatik dalam konflik Suriah dan kini berusaha menjalin hubungan militer lebih dekat dengan Suriah.

CINA-CINA BARU DI KABINET

Oleh Sri Bintang Pamungkas

Indonesian Free Press - Di Kabinet Pak Harto, keturunan Arab tidak pernah absen. Cinanya malah tidak pernah ada, selain Bob Hasan pada beberepa bulan tarakhir ia mangkat; dia pun Cina Islam yang isterinya Pribumi.

Sekarang ditambah Enggar, Lo Yu Eng, Cina Cirebon yang berhasil menjadikan Cina-cina lain, dari Kristen Karismatik – satu armada dengan Ahok – menjadi anggota DPRD Cirebon. Termasuk Andy Lie yang vocal Anti Islam; antara lain menolak subsidi untuk skolah-sekolah dan guru-guru Islam.
Si Lo dan si Lie ini ditugasi James Riady dan Mafia-mafia Cina untuk mengolah Cirebon, Indramayu, Balongan dengan migasnya, dan sekitarnya menjadi kota-kota Cina.

LYE, adalah mantan pengembang dan ketua REI. Posisinya di Kemperdag cuma “asal Cina”, seperti LK Pangestu dan Tom Limbong. Kecuali anak pedagang klontong, ilmu dagang tidak penting; kan perdagangan sudah dkuasai Cina-cina. Limbong sendiri perlu membesarkan investasi RRC lewat BKPM.

Kamis, 18 Agustus 2016

Ke Iran, Erdogan Bentuk Koalisi Turki-Iran-Rusia

Iran Juga Berperan Selamatkan Erdogan dari Kudeta

Indonesian Free Press -- Setelah melakukan kunjungan penting ke Rusia 8 Agustus lalu, Presiden Turki Reccep Erdogan akan melakukan kunjungan ke Iran, yang oleh media-media Arab disebut-sebut sebagai kunjungan resmi peresmian koalisi Turki-Iran-Rusia. Sementara Iran disebut-sebut telah memberikan dukungan kepada Erdogan pada detik-detik terjadinya kudeta.

"Berdasarkan laporan-laporan yang menyebutkan Erdogan pergi ke Iran pada malam terjadinya kudeta (15 Juli lalu) dan kemudian kembali ke Turki setelah kudeta gagal, kunjungan Presiden Turki ke Teheran adalah sangat penting nilainya dalam pembentukan hubungan baru antara Teheran dan Ankara,” tulis media Arab al-Hayat dalam laporan terbarunya, seperti dilansir FARS News, kemarin (18 Agustus).

Al-Hayat mengutip sejumlah sumber yang menyebutkan bahwa kunjungan Erdogan ke Iran akan dilakukan dalam beberapa minggu ini, sementara media-media lain menyebut kunjungan itu akan dilakukan minggu depan.

Media-Media Barat dan Arab: Rusia Selamatkan Erdogan dari Kudeta

Indonesian Free Press -- Media-media barat dan Arab akhirnya membenarkan laporan media Iran, FARS News, tentang pemberitahuan rencana kudeta oleh Rusia kepada Presiden Turki Tayyep Erdogan. Hal inilah yang telah menyelamatkan nyawa Erdogan hingga ia bisa menguasai keadaan paska kudeta tanggal 15 Juli lalu.

Seperti dilaporkan Veterans Today, kemarin (17 Agustus), Pimpinan Redaksi media Arab Rai Alyoum, Abdel Bari Atwan, dalam wawancara dengan media Rusia Russia Today, mengatakan:

“Inteligen Rusia berhasil mengetahui rencana kudeta lebih dahulu dari siapapun, dan Presiden Rusia memberitahukan hal ini melalui telepon kepada Presiden Turki.”

“Kami memperoleh informasi penting ini dari beberapa sumber, bahwa inteligen Rusia berhasil mendeteksi sejumlah langkah tidak wajar militer Turki dari pangkalannya di Tartus, Suriah,” tambahnya.

Selasa, 16 Agustus 2016

Rusia Gunakan Iran sebagai Basis Serangan ke Suriah

Indonesian Free Press -- Rusia untuk pertama kalinya menggunakan negara di luar Suriah sebagai basis serangan terhadap pemberontak Suriah. Pada hari Selasa (16 Agustus), sejumlah pesawat tempur SU-34 dan pembom strategis TU-22M3 tinggal landas dari pangkalan udara di Iran dalam misi serangan udara di wilayah Suriah.

Seperti laporan Associated Press pada hari yang sama, Kementrian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa pesawat-pesawat tersebut melancarkan serangan di wilayah Aleppo, Deir Azzour dan Idlib. Misi tersebut berhasil menghancurkan lima gudang senjata besar, kamp-kamp latihan dan tiga pos komando pemberontak Suriah.

Associated Press tidak menyebutkan dari pangkalan udara mana pesawat-pesawat Rusia itu tinggal landas. Namun kantor berita Rusia Sputnik News menyebutkan pangkalan udara itu berada di wilayah Hamadan. Ini merupakan perkembangan yang menarik, menunjukkan semakin eratnya kerjasama Iran dan Rusia sekaligus menunjukkan pengaruh Rusia yang semakin dominan di Timur Tengah.