Menjelang Pemilu 1999, saat saya masih menjadi wartawan di Batam, saya mendapatkan tugas dari pimpinan saya untuk mengajukan satu "pertanyaan kunci" kepada Amien Rais saat beliau "berkampanye" di Masjid Raya Batamindo, Muka Kuning-Batam.
"Apalah Bapak mendukung Pak Habibie menjadi presiden mendatang?"
Demikian "pertanyaan kunci" tersebut saya ajukan kepada Amien Rais begitu kesempatan yang sangat sulit akhirnya datang kepada saya. Amien Rais tidak menjawab pertanyaan saya. Sebaliknya saya melihat wajahnya memerah menahan marah. Sesaat kemudian ia memegang pundak saya dan menekannya keras-keras sambil berlalu.
Saya menyembunyikan peristiwa ini kepada atasan dan rekan-rekan kerja karena menganggapnya sebagai sebuah "aib" tidak saja bagi saya namun juga bagi Pak Amien. Bertahun-tahun saya pun mencoba memahami mengapa Pak Amien Rais marah kepada saya karena pertanyaan tersebut di atas. Hingga akhirnya saya mendapatkan jawabannya.
"Bodoh aku! Siapa yang tidak ingin jadi presiden?" kata saya dalam hati setelah berhasil menemukan jawaban atas kemarahan Pak Amien Rais tersebut.
Ya, siapa tidak ingin jadi presiden? Terlebih bagi seorang yang merasa paling berjasa dalam gerakan reformasi yang sukses menumbangkan regim Orde Baru pimpinan Pak Harto. Pak Amien Rais tentu juga ingin menjadi presiden. Namun sayang realitas politik tidak memihaknya, Amien Rais telah menjadi "kartu mati", dan hal itulah yang membuatnya marah saat disinggung tentang prospek Habibie menjadi presiden.
Boleh saja Pak Amien sukses menumbangkan Soeharto. Namun secara de-facto Pak Harto masih menjadi orang paling berpengaruh di Indonesia. Kalau tidak di kalangan politisi, setidaknya Pak Harto masih berpengaruh besar di kalangan birokrat dan terlebih lagi TNI. Ditambah kekayaan yang melimpah, tidak ada yang tidak bisa dilakukan Pak Harto kecuali bertahan menjadi presiden. Anaknya saja, Tommy, bisa membunuh seorang hakim agung dan masih bisa mendapatkan remisi dan bisnisnya masih lancar sampai kini. Siapa saja yang berani mendukung Pak Amien menjadi presiden sama saja dengan melempar kotoran ke muka Pak Harto dan keluarganya. Dan tidak ada orang waras di Indonesia yang berani melakukan hal itu. Maka Amien pun gagal menjadi presiden, tidak saja pada tahun 1999, namun juga tahun 2004 dan 2009.
Hal lain lagi yang baru saya ketahui kemudian adalah hubungan gelap antara Amien Rais dengan para tokoh zionis-neokonservatif Amerika. Adrian Napitupulu, tokoh gerakan mahasiswa "Forum Kota" dalam acara diskusi "Apa Kabar Indonesia Pagi" hari Rabu (22/5) lalu menuduh Amien Rais bersama elit-elit politik telah menelikung gerakan reformasi yang digerakkan para mahasiswa dan baru benar-benar bergabung dengan gerakan reformasi 70 hari sebelum lengsernya Pak Harto tgl 21 Mei 1998. Saya masih ingat benar karena diberitakan oleh media massa saat itu, bahwa pada bulan April atau saat gerakan reformasi tengah mencapai momentumnya, Amien Rais pergi ke Amerika. Media massa memang tidak menyebutkan apa saja yang dilakukan Amerika saat itu. Namun kini saya yakin, beliau menemui para tokoh zionis-neokonservatif. Apalagi kalau bukan untuk mendapatkan instruksi-instruksi dan dukungan dana.
Cahyono Adi's Blog (Indonesian Free Press)
Ungkapkan Apa yang Dilakukan Orang-orang Musrik agar Manusia Terhindar dari Kejahatannya (Hadits Rosul)
Sabtu, 25 Mei 2013
KERRY AKHIRNYA AKUI AMERIKA "KALAH" DI SYRIA
Meski tidak mengakuinya secara terang-terangan, apa yang dikatakan menlu Amerika John Kerry dalam konperensi "Friends of Syria" di Amman, Rabu (22/5) merupakan pengakuan bahwa Amerika telah kalah dalam petualangannya di Syria.
Dalam pertemuan tersebut Kerry meminta Presiden Bashar al Assad untuk "membuat komitmen untuk meraih kedamaian di Syria". Padahal selama ini para pejabat Amerika hanya menyuarakan satu suara: "Bashar al Assad harus hengkang dari kekuasaan".
Selain itu Kerry juga mengakui keberhasilan militer Syria di medan perang al Qusayr namun mengingatkan bahwa pertempuran belum berakhir. Dalam kesempatan tersebut Kerry juga mengancam Assad untuk tidak menyia-nyiakan itikad baik Amerika bagi tercapainya penyelesaian politik di Syria.
Berbicara dalam konperensi pers bersama menlu Jordania Nasser, Kerry menyinggung rencana konperensi internasional untuk Syria di Genewa bulan Juni mendatang yang menurut Kerry dilaksanakan untuk "menghentikan pertumpahan darah yang telah menelan nyawa puluhan ribu orang."
"Kami telah berkomitmen untuk mencoba bekerja malam ini untuk mencapai satu kesepakatan dalam pendekatan-pendekatan yang spesifik, untuk meraih kesatuan demi mengimplementasikan kesepakatan pertemuan Genewa pertama... yang akan memungkinkan rakyat Syria untuk memilih masa depan Syria," kata Kerry.
Pertemuan Genewa pertama digelar Juni tahun lalu dimana semua peserta sepakat demi terbentuknya pemerintahan sementara di Syria sebagai tahap awal penyelesaian krisis, namun tidak ada kesepakatan apakah Bashar al Assad boleh terlibat dalam pemerintahan sementara itu.
Pertemuan "Friends of Syria" di Amman, Jordania, dihadiri oleh para menlu negara-negara pendukung pemberontak, di antaranya Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Mesir, Yordania, Turki, Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab dan Amerika. Pertemuan tersebut diadakan untuk menyatukan visi para pendukung pemberontak dalam pertemuan Genewa kedua Juni mendatang yang digagas oleh Amerika dan Rusia.
Dalam pertemuan tersebut Kerry meminta Presiden Bashar al Assad untuk "membuat komitmen untuk meraih kedamaian di Syria". Padahal selama ini para pejabat Amerika hanya menyuarakan satu suara: "Bashar al Assad harus hengkang dari kekuasaan".
Selain itu Kerry juga mengakui keberhasilan militer Syria di medan perang al Qusayr namun mengingatkan bahwa pertempuran belum berakhir. Dalam kesempatan tersebut Kerry juga mengancam Assad untuk tidak menyia-nyiakan itikad baik Amerika bagi tercapainya penyelesaian politik di Syria.
Berbicara dalam konperensi pers bersama menlu Jordania Nasser, Kerry menyinggung rencana konperensi internasional untuk Syria di Genewa bulan Juni mendatang yang menurut Kerry dilaksanakan untuk "menghentikan pertumpahan darah yang telah menelan nyawa puluhan ribu orang."
"Kami telah berkomitmen untuk mencoba bekerja malam ini untuk mencapai satu kesepakatan dalam pendekatan-pendekatan yang spesifik, untuk meraih kesatuan demi mengimplementasikan kesepakatan pertemuan Genewa pertama... yang akan memungkinkan rakyat Syria untuk memilih masa depan Syria," kata Kerry.
Pertemuan Genewa pertama digelar Juni tahun lalu dimana semua peserta sepakat demi terbentuknya pemerintahan sementara di Syria sebagai tahap awal penyelesaian krisis, namun tidak ada kesepakatan apakah Bashar al Assad boleh terlibat dalam pemerintahan sementara itu.
Pertemuan "Friends of Syria" di Amman, Jordania, dihadiri oleh para menlu negara-negara pendukung pemberontak, di antaranya Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Mesir, Yordania, Turki, Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab dan Amerika. Pertemuan tersebut diadakan untuk menyatukan visi para pendukung pemberontak dalam pertemuan Genewa kedua Juni mendatang yang digagas oleh Amerika dan Rusia.
Kamis, 23 Mei 2013
PERDANA MENTERI SYRIA: KEMENANGAN TELAH DEKAT
Tidak ada hari yang lebih menggairahkan saya untuk mengetahui perkembangan konflik Syria, dibandingkan hari ini. Pada hari ini semua perkembangan konflik Syria sangat-sangatlah menyenangkan saya:
* Tiga pesawat tempur Turki dan satu pesawat Israel ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Syria. (Informasi ini disembunyikan oleh media-media massa, namun beredar luas di kalangan pengamat dan inteligen internasional).
* Satu tank Israel hancur dan seorang prajurit Israel tewas akibat serangan artileri Syria terhadap Israel di Golan.
* Pasukan pemberontak yang terkepung dan tengah sekarat di medan perang al Qusair oleh kerjasama tentara Syria dan milisi Hizbollah.
* Turki yang menutup perbatasannya dengan Syria sekaligus menutup jalur logistik untuk pemberontak sebagai dampak serangan bom teroris yang menewaskan puluhan warga Turki.
* Iran segera memproduksi massal rudal Bavar 373 (S-300).
* Pengiriman senjata-senjata pamungkas Rusia ke Syria (rudal S-300 dan Yakhont) yang bakal membuat militer Israel tampak seperti bebek lumpuh.
* Tekad Iran dan Hizbollah untuk membebaskan Dataran Golan dari Israel.
* Pembentukan kembali Armada Laut Tengah Rusia yang bakal menambah kekuatan blok "perlawanan" anti-Israel yang diisi oleh Iran, Syria dan Hizbollah.
* dan pernyataan PM Syria Wael al-Halqi bahwa "kemenangan Syria sudah dekat".
Perdana Menteri Syria Wael al-Halqi manyatakan bahwa kemenangan Syria telah dekat, menyusul perkembangan di medan perang Al Qusayr yang memiliki arti strategis. Pernyataan tersebut diungkapkan al-Halqi di sela-sela rapat kabinet di Damaskus, Selasa (21/5) sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Syria SANA.
Militer Syria yang dikabarkan mendapat dukungan kuat milisi Hizbollah, berhasil mendesak pemberontak di medan perang kota Al Qusayr di dekat perbatasan Lebanon. Dalam pertempuran tersebut tentara Syria berhasil merampas sebuah kendaraan tempur buatan Israel dan membunuh seorang komandan senior kelompok teroris al Nusra Front yang diidentifikasi bernama Abu Omar.
Militer Syria juga mengabarkan perkembangan positif di medan perang Homs dengan kebernasilannya menewaskan sejumlah besar pemberontak dalam operasi pembersihan. Pada hari Sabtu (18/5) Presiden Syria Bashar al-Assad menyatakan bahwa kelompok-kelompok militan dan teroris dari 29 negara terlibat dalam pertempuran di Syria.
* Tiga pesawat tempur Turki dan satu pesawat Israel ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Syria. (Informasi ini disembunyikan oleh media-media massa, namun beredar luas di kalangan pengamat dan inteligen internasional).
* Satu tank Israel hancur dan seorang prajurit Israel tewas akibat serangan artileri Syria terhadap Israel di Golan.
* Pasukan pemberontak yang terkepung dan tengah sekarat di medan perang al Qusair oleh kerjasama tentara Syria dan milisi Hizbollah.
* Turki yang menutup perbatasannya dengan Syria sekaligus menutup jalur logistik untuk pemberontak sebagai dampak serangan bom teroris yang menewaskan puluhan warga Turki.
* Iran segera memproduksi massal rudal Bavar 373 (S-300).
* Pengiriman senjata-senjata pamungkas Rusia ke Syria (rudal S-300 dan Yakhont) yang bakal membuat militer Israel tampak seperti bebek lumpuh.
* Tekad Iran dan Hizbollah untuk membebaskan Dataran Golan dari Israel.
* Pembentukan kembali Armada Laut Tengah Rusia yang bakal menambah kekuatan blok "perlawanan" anti-Israel yang diisi oleh Iran, Syria dan Hizbollah.
* dan pernyataan PM Syria Wael al-Halqi bahwa "kemenangan Syria sudah dekat".
Perdana Menteri Syria Wael al-Halqi manyatakan bahwa kemenangan Syria telah dekat, menyusul perkembangan di medan perang Al Qusayr yang memiliki arti strategis. Pernyataan tersebut diungkapkan al-Halqi di sela-sela rapat kabinet di Damaskus, Selasa (21/5) sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Syria SANA.
Militer Syria yang dikabarkan mendapat dukungan kuat milisi Hizbollah, berhasil mendesak pemberontak di medan perang kota Al Qusayr di dekat perbatasan Lebanon. Dalam pertempuran tersebut tentara Syria berhasil merampas sebuah kendaraan tempur buatan Israel dan membunuh seorang komandan senior kelompok teroris al Nusra Front yang diidentifikasi bernama Abu Omar.
Militer Syria juga mengabarkan perkembangan positif di medan perang Homs dengan kebernasilannya menewaskan sejumlah besar pemberontak dalam operasi pembersihan. Pada hari Sabtu (18/5) Presiden Syria Bashar al-Assad menyatakan bahwa kelompok-kelompok militan dan teroris dari 29 negara terlibat dalam pertempuran di Syria.
DAHLAN ISKAN DAN IRAN
Tertarik dengan tulisan Dina Sulaeman di blognya, Kajian Timur Tengah tentang pengalaman Pak Dahlan Iskan berada di Iran, saya pun mencari sumbernya di forum "kompasiana". Namun karena terkait dengan Iran, sebelumnya saya ingin mengingatkan kembali pada para pengunjung blog bahwa beberapa waktu lalu Pak Dahlan pernah mengumumkan akan membeli migas dari Iran untuk mengatasi masalah pembangkit energi PLN. Saya sudah menulis di blog ini bahwa pengumuman Pak Dahlan tersebut hanya sekedar pencitraan belaka demi meraih popularitas menjelang pilpres 2014. Sejauh ini pendapat saya itu tidak terbantahkan seiring tidak adanya kejelasan lagi tentang migas Iran tersebut.
Yang saya herankan dari tulisan Pak Dahlan Iskan berjudul "Ke Iran Setelah 20 Tahun Diembargo Amerika" adalah keawaman beliau tentang Iran. Padahal tulisan-tulisan tentang Iran begitu melimpah tersedia di internet. Semestinya sebelum pergi ke Iran Pak Dahlan terlebih dahulu mencari informasi sebanyak mungkin tentang Iran agar tidak timbul kesalah pahaman. Atau memang demikian tujuan Pak Dahlan, berpura-pura tidak tahu apa-apa tentang Iran dan kemudian menuliskan tentangnya dengan konotasi negatif demi menjauhkannya dari simpati rakyat Indonesia yang dari tahun ke tahun semakin besar terhadap Iran? Bukankah kedekatan beliau dengan "kepentingan" Amerika selama ini telah cukup jelas?
Saya tidak seberuntung Pak Dahlan yang bisa pergi ke Iran sesering apapun beliau inginkan. Namun saya bisa memahami apa yang menjadi kebingungan Pak Dahlan tentang Iran, tentang sholat Jum'atnya, tentang sebagian wanita-wanitanya yang berkerudung dan bukannya berjilbab, serta tentang barang-barang buatan Amerika.
Tentang sholat Jum'at, entah mengapa Pak Dahlan lupa bahwa Iran adalah negara yang mayoritas rakyatnya penganut Shiah yang menempatkan sholat Jum'at agak berbeda dengaan penganut Sunni meski mereka tetap menganggapnya sebagai kewajiban. Yang istimewa di Iran adalah pemerintah mengorganisir sholat Juma't untuk menempa jati diri bangsa Iran menjadi bangsa yang militan dan sadar politik di samping berakhlak mulia. Demi itu semua maka pemerintah mengumpulkan sebanyak mungkin jemaah sholat Jum'at ke beberapa tempat sholat. Tidak heran jika di kota-kota besar seperti Iran, jemaah sholat Jumat bisa mencapai jutaan orang. Dan dalam kotbah-kotbah yang disampaikan selalu diselipkan pesan-pesan politik domestik maupun internasional, tentang isu-isu Palestina misalnya, atau isu tentang Syria, Irak, dan beberapa waktu lalu tentang Rohingnya. Tidak heran jika masalah Palestina tidak pernah lepas dari perhatian rakyat Iran meski sebagian besar umat Islam di seluruh dunia sudah melupakannya, dan Liga Arab serta Ikhwanul Muslimin yang dulu didirikan untuk membebaskan Palestina justru berselingkuh dengan Israel membunuhi rakyat Arab Palestina dan Syria.
Yang saya herankan dari tulisan Pak Dahlan Iskan berjudul "Ke Iran Setelah 20 Tahun Diembargo Amerika" adalah keawaman beliau tentang Iran. Padahal tulisan-tulisan tentang Iran begitu melimpah tersedia di internet. Semestinya sebelum pergi ke Iran Pak Dahlan terlebih dahulu mencari informasi sebanyak mungkin tentang Iran agar tidak timbul kesalah pahaman. Atau memang demikian tujuan Pak Dahlan, berpura-pura tidak tahu apa-apa tentang Iran dan kemudian menuliskan tentangnya dengan konotasi negatif demi menjauhkannya dari simpati rakyat Indonesia yang dari tahun ke tahun semakin besar terhadap Iran? Bukankah kedekatan beliau dengan "kepentingan" Amerika selama ini telah cukup jelas?
Saya tidak seberuntung Pak Dahlan yang bisa pergi ke Iran sesering apapun beliau inginkan. Namun saya bisa memahami apa yang menjadi kebingungan Pak Dahlan tentang Iran, tentang sholat Jum'atnya, tentang sebagian wanita-wanitanya yang berkerudung dan bukannya berjilbab, serta tentang barang-barang buatan Amerika.
Tentang sholat Jum'at, entah mengapa Pak Dahlan lupa bahwa Iran adalah negara yang mayoritas rakyatnya penganut Shiah yang menempatkan sholat Jum'at agak berbeda dengaan penganut Sunni meski mereka tetap menganggapnya sebagai kewajiban. Yang istimewa di Iran adalah pemerintah mengorganisir sholat Juma't untuk menempa jati diri bangsa Iran menjadi bangsa yang militan dan sadar politik di samping berakhlak mulia. Demi itu semua maka pemerintah mengumpulkan sebanyak mungkin jemaah sholat Jum'at ke beberapa tempat sholat. Tidak heran jika di kota-kota besar seperti Iran, jemaah sholat Jumat bisa mencapai jutaan orang. Dan dalam kotbah-kotbah yang disampaikan selalu diselipkan pesan-pesan politik domestik maupun internasional, tentang isu-isu Palestina misalnya, atau isu tentang Syria, Irak, dan beberapa waktu lalu tentang Rohingnya. Tidak heran jika masalah Palestina tidak pernah lepas dari perhatian rakyat Iran meski sebagian besar umat Islam di seluruh dunia sudah melupakannya, dan Liga Arab serta Ikhwanul Muslimin yang dulu didirikan untuk membebaskan Palestina justru berselingkuh dengan Israel membunuhi rakyat Arab Palestina dan Syria.
KILAS BALIK GERAKAN REFORMASI
Kecurigaan saya terhadap peran Amien Rais dalam gerakan reformasi tahun 1997-1998 akhirnya terkonfirmasi sudah. Tidak main-main, melainkan oleh Adrian Napitupulu, tokoh gerakan mahasiswa saat itu yang mengetuai gerakan mahasiswa yang menamakan diri "Forkot". Dalam acara dialog "Apa Kabar Indonesia Pagi" di TVOne kemarin, Rabu (22/5), Adrian membuka gambaran besar gerakan reformasi dan kelanjutannya hingga saat ini.
"Keberhasilan gerakan reformasi bagi Pak Amin adalah beliau menjadi lebih mapan secara ekonomi dan rambut yang memutih. Namun bagi rakyat Indonesia, tidak ada perubahan!" kata Adrian kepada Amien Rais yang turut hadir dalam acara dialog yang disiarkan secara live tersebut.
Acara dialog tersebut seolah telah menjadi sidang pengadilan yang memalukan bagi peran Amien "Bapak Reformasi" Rais atas peran yang dimainkannya dalam gerakan reformasi. Adrian membuka fakta bahwa hampir selama 2 tahun gerakan reformasi, Amin Rais dan tokoh-tokoh elit reformasi lainnya baru menjadi sosok reformis selama 70 hari sejak bulan Maret hingga Mei 1998. Selebihnya Adrian menuduh Amien dan para elit politik kala itu hanyalah para opportunis yang bermain di 2 kaki. Sebagai buktinya Adrian membuka fakta bahwa Amien Rais tetap menjadi pendukung regim Orde Baru dengan memobilisasi massa Muhammadiyah yang kala itu dipimpin beliau.
Masih beruntung bagi Pak Amien bahwa Adrian tidak mempertanyakan apa yang dilakukan Pak Amien kala berada di Amerika pada bulan April 1998 (dalam rentang waktu 70 hari sebagaimana tersebut di atas. Kemungkinan adalah bertemu George Soros, bapak reformasi dan revolusi dunia).
Adrian patut marah kepada Pak Amien karena merasa bahwa perjuangan para mahasiswa yang tulus telah ditelikung oleh para politisi oportunis seperti Pak Amien. Adrian mencontohkan, akibat dukungan Pak Amien terhadap Pak Harto menjelang pemilu tahun 1997, Soeharto berani melakukan tindakan represif terhadap para mahasiswa.
"Keberhasilan gerakan reformasi bagi Pak Amin adalah beliau menjadi lebih mapan secara ekonomi dan rambut yang memutih. Namun bagi rakyat Indonesia, tidak ada perubahan!" kata Adrian kepada Amien Rais yang turut hadir dalam acara dialog yang disiarkan secara live tersebut.
Acara dialog tersebut seolah telah menjadi sidang pengadilan yang memalukan bagi peran Amien "Bapak Reformasi" Rais atas peran yang dimainkannya dalam gerakan reformasi. Adrian membuka fakta bahwa hampir selama 2 tahun gerakan reformasi, Amin Rais dan tokoh-tokoh elit reformasi lainnya baru menjadi sosok reformis selama 70 hari sejak bulan Maret hingga Mei 1998. Selebihnya Adrian menuduh Amien dan para elit politik kala itu hanyalah para opportunis yang bermain di 2 kaki. Sebagai buktinya Adrian membuka fakta bahwa Amien Rais tetap menjadi pendukung regim Orde Baru dengan memobilisasi massa Muhammadiyah yang kala itu dipimpin beliau.
Masih beruntung bagi Pak Amien bahwa Adrian tidak mempertanyakan apa yang dilakukan Pak Amien kala berada di Amerika pada bulan April 1998 (dalam rentang waktu 70 hari sebagaimana tersebut di atas. Kemungkinan adalah bertemu George Soros, bapak reformasi dan revolusi dunia).
Adrian patut marah kepada Pak Amien karena merasa bahwa perjuangan para mahasiswa yang tulus telah ditelikung oleh para politisi oportunis seperti Pak Amien. Adrian mencontohkan, akibat dukungan Pak Amien terhadap Pak Harto menjelang pemilu tahun 1997, Soeharto berani melakukan tindakan represif terhadap para mahasiswa.
Rabu, 22 Mei 2013
CHATIB BASRI MEMBAWA PERUBAHAN?
Hari ini saya membaca berita di halaman pertama koran Tribun Medan (anak perusahaan Kompas Gramedia Group) berjudul "PDIP: Keluar dari Ekonomi Liberal". Dalam berita tersebut dituliskan pernyataan seorang politisi PDI-P Arif Budimanta tentang pengangkatan Chatib Basri sebagai menteri keuangan baru menggantikan menteri lama yang beralih tugas menjadi Gubernur BI. Dalam pernyataannya tersebut Arif menyampaikan harapannya bahwa Chatib Basri bisa membawa perubahan dengan keluar dari faham liberalisme yang selama ini dianut oleh regim-regim Indonesia paska reformasi.
"Saat ini ketimpangan semakin melebar dan pemerataan pembangunan terabaikan, ini tantangan utamanya," kata Arif dikutip Tribun Medan.
Arif menyatakan saat ini publik menantikan apakah sebagai menteri keuangan Chatib berani menghentikan kebijakan defisit anggaran (APBN), mengevaluasi hutang dan mereformasi struktur APBN.
Berita semacam itu, dan hal itu terjadi hampir di semua media massa mapan tanah air terkait pengangkatan seorang menteri keuangan baru, seolah-olah memberi harapan bahwa pada akhirnya Indonesia benar-benar akan dipimpin oleh birokrat-birokrat berintegritas dan cerdas. Yaitu birokrat-birokrat yang lebih memikirkan kepentingan rakyat daripada pribadinya sendiri.
Namun sayangnya, meski sudah berulangkali harapan disematkan terhadap presiden demi presiden dan menteri keuangan demi menteri keuangan, hal itu tidak pernah tercapai. Para presiden dan pembantu-pembantu ekonominya selalu saja terjerembab dalam kubangan kepentingan asing dengan faham liberalismenya. Saya tidak tahu apakah Arif Budimanta juga menyarankan hal yang sama terhadap Megawati saat beliau menjadi presiden. Namun yang pasti Megawati tidak menjalankan apa yang disarankan Arif terhadap Chatib Basri. Alih-alih Megawati justru menolak pelunasan hutang IMF serta menjual murah asset-asset strategis Indonesia kepada asing sebagai bentuk nyata praktik neo-liberalisme.
"Saat ini ketimpangan semakin melebar dan pemerataan pembangunan terabaikan, ini tantangan utamanya," kata Arif dikutip Tribun Medan.
Arif menyatakan saat ini publik menantikan apakah sebagai menteri keuangan Chatib berani menghentikan kebijakan defisit anggaran (APBN), mengevaluasi hutang dan mereformasi struktur APBN.
Berita semacam itu, dan hal itu terjadi hampir di semua media massa mapan tanah air terkait pengangkatan seorang menteri keuangan baru, seolah-olah memberi harapan bahwa pada akhirnya Indonesia benar-benar akan dipimpin oleh birokrat-birokrat berintegritas dan cerdas. Yaitu birokrat-birokrat yang lebih memikirkan kepentingan rakyat daripada pribadinya sendiri.
Namun sayangnya, meski sudah berulangkali harapan disematkan terhadap presiden demi presiden dan menteri keuangan demi menteri keuangan, hal itu tidak pernah tercapai. Para presiden dan pembantu-pembantu ekonominya selalu saja terjerembab dalam kubangan kepentingan asing dengan faham liberalismenya. Saya tidak tahu apakah Arif Budimanta juga menyarankan hal yang sama terhadap Megawati saat beliau menjadi presiden. Namun yang pasti Megawati tidak menjalankan apa yang disarankan Arif terhadap Chatib Basri. Alih-alih Megawati justru menolak pelunasan hutang IMF serta menjual murah asset-asset strategis Indonesia kepada asing sebagai bentuk nyata praktik neo-liberalisme.
SYRIA TANGKAP SENJATA ISRAEL DI ANTARA PEMBERONTAK
Tentara Syria berhasil merampas sejumlah perlengkapan militer buatan Israel dalam pertempuran di Al Qusayr hari Senin (20/5). Perampasan tersebut membuktikan keterlibatan langsung Israel dalam konspirasi pemberontakan di Syria.
Gambar yang beredar di beberapa media menunjukkan sebuah kendaraan jip berlapis baja berisi pakaian-pakaian seragam militer serta perlengkapan komunikasi yang diduga digunakan sebagai perangkat pengacau jalur komunikasi militer Syria. Media Lebanon Al-Mayadeen TV bahkan menyebutkan adanya bendera Israel yang ditemukan di area pertempuran, namun segera diturunkan dan dibakar oleh tentara Syria.
“Kami langsung membakarnya setelah melihat bendera Israel," kata prajurit yang disebut telah membakar bendera tersebut.
"Penangkapan kendaraan Israel dan perlengkapan komunikasi di Qusayr mengkonfirmasi bahwa para pemberontak dari berbagai kelompok tidak lebih dari satu struktur yang dipimpin Israel, Qatar dan Turki," kata tulis kantor berita Syria SANA.
Gambar yang beredar di beberapa media menunjukkan sebuah kendaraan jip berlapis baja berisi pakaian-pakaian seragam militer serta perlengkapan komunikasi yang diduga digunakan sebagai perangkat pengacau jalur komunikasi militer Syria. Media Lebanon Al-Mayadeen TV bahkan menyebutkan adanya bendera Israel yang ditemukan di area pertempuran, namun segera diturunkan dan dibakar oleh tentara Syria.
“Kami langsung membakarnya setelah melihat bendera Israel," kata prajurit yang disebut telah membakar bendera tersebut.
"Penangkapan kendaraan Israel dan perlengkapan komunikasi di Qusayr mengkonfirmasi bahwa para pemberontak dari berbagai kelompok tidak lebih dari satu struktur yang dipimpin Israel, Qatar dan Turki," kata tulis kantor berita Syria SANA.
IRAN MULAI PRODUKSI RUDAL BAVAR 373
Iran dikabarkan telah memulai produksi massal rudal pertahanan udara canggih Bavar 373. Rudal ini diklaim Iran memiliki kemampuan tidak kalah dibanding rudal aslinya S-300 buatan Rusia. Kabar ini disampaikan media Iran Fars hari Senin (20/5).
Kabar tersebut merupakan susulan dari pernyataan pejabat militer Iran bulan lalu bahwa Iran siap untuk memproduksi Bavar-373.
"Sistem ini, yang diberi nama Bavar 373, tengah dikembangkan di Iran dan akan diluncurkan segera," kata Rear Admiral Farhad Amiri kepada media massa bulan lalu.
Minggu lalu, tepatnya tgl 14 Mei 2013, menteri pertahanan Iran Brigjen Ahmad Vahidi, mengumumkan bahwa dalam beberapa hari Iran akan meluncurkan "5 kemajuan baru di bidang pertahanan". Salah satunya diketahui adalah peluncuran sistem pertahanan udara Herz 9 yang diluncurkan kemarin (21/5).
Sebelumnya di tahun ini, komandan Khatam ol-Anbia Air Defense Base Brigadier General Farzad Esmayeeli mengumumkan bahwa Iran telah menguji-coba perangkat-perangkat sub-sistem pertahanan udara Bavar 373 dengan hasil memuaskan.
Jika benar Bavar 373 memiliki kemampuan yang tidak kalah dibanding S-300, maka Amerika dan Israel harus mempertimbangkan seribu kali untuk melakukan serangan udara terhadap Iran. Sistem ini (s-300) memiliki rudal dengan kecepatan jelajah hingga 6 kecepatan suara, mampu mendeteksi 100 sasaran dan menembak 12 sasaran sekaligus pada jarak hingga 200 km.
Setahun yang lalu NATO melaksanakan latihan perang besar-besaran di Slovania dengan nama sandi MACE XIII. Dalam latihan tersebut NATO menguji seluruh kemampuan udaranya guna melumpuhkan sistem pertahanan udara S-300 dengan hasil mengecewakan, karena ternyata S-300 mampu mengatasi hampir semua perlengkapan canggih NATO. Padahal NATO telah mengerahkan beberapa jenis pesawat canggih yang dilengkapi peralatan pengacau radar terbaru termasuk peralatan pengacau radar yang ditempatkan di darat.
Kabar tersebut merupakan susulan dari pernyataan pejabat militer Iran bulan lalu bahwa Iran siap untuk memproduksi Bavar-373.
"Sistem ini, yang diberi nama Bavar 373, tengah dikembangkan di Iran dan akan diluncurkan segera," kata Rear Admiral Farhad Amiri kepada media massa bulan lalu.
Minggu lalu, tepatnya tgl 14 Mei 2013, menteri pertahanan Iran Brigjen Ahmad Vahidi, mengumumkan bahwa dalam beberapa hari Iran akan meluncurkan "5 kemajuan baru di bidang pertahanan". Salah satunya diketahui adalah peluncuran sistem pertahanan udara Herz 9 yang diluncurkan kemarin (21/5).
Sebelumnya di tahun ini, komandan Khatam ol-Anbia Air Defense Base Brigadier General Farzad Esmayeeli mengumumkan bahwa Iran telah menguji-coba perangkat-perangkat sub-sistem pertahanan udara Bavar 373 dengan hasil memuaskan.
Jika benar Bavar 373 memiliki kemampuan yang tidak kalah dibanding S-300, maka Amerika dan Israel harus mempertimbangkan seribu kali untuk melakukan serangan udara terhadap Iran. Sistem ini (s-300) memiliki rudal dengan kecepatan jelajah hingga 6 kecepatan suara, mampu mendeteksi 100 sasaran dan menembak 12 sasaran sekaligus pada jarak hingga 200 km.
Setahun yang lalu NATO melaksanakan latihan perang besar-besaran di Slovania dengan nama sandi MACE XIII. Dalam latihan tersebut NATO menguji seluruh kemampuan udaranya guna melumpuhkan sistem pertahanan udara S-300 dengan hasil mengecewakan, karena ternyata S-300 mampu mengatasi hampir semua perlengkapan canggih NATO. Padahal NATO telah mengerahkan beberapa jenis pesawat canggih yang dilengkapi peralatan pengacau radar terbaru termasuk peralatan pengacau radar yang ditempatkan di darat.
Langganan:
Entri (Atom)







