Sunday, 26 March 2017

Iran dan Turki yang Memanas Lagi di Suriah

Indonesian Free Press -- Hubungan Turki-Iran kembali memanas terkait dengan konflik Suriah dengan pejabat Iran menyebut Turki 'tidak serius' dan 'tidak bisa menahan diri' dan Iran telah 'kehabisan kesabaran'.

Seperti dilaporkan Veterans Today, 16 Maret lalu, Menlu Iran Mohammad Javad Zarif menyerukan kepada Turki untuk melakukan pendekatan yang realistis dalam perkembangan kawasan dan menekankan perlunya Turki untuk 'menahan diri'. Secara tersirat Zarif menyindir Turki atas pendekatan yang agressif di Suriah dengan berupaya menciptakan zona penyangga di Suriah utara yang sedikit banyak dikontrol oleh Turki.

Sejak tahun lalu Turki melancarkan operasi militer di Suriah utara berkode 'Tameng Eufrat' dengan dalih memerangi terorisme dan ISIS. Namun para pengamat menyebut tujuan Turki adalah menciptakan kawasan yang dikontrol Turki di Suriah utara, yang saat ini sebagian besar dihuni oleh orang-orang Kurdi.

Saturday, 25 March 2017

Pencitraan Jokowi, untuk Apa?

Ketika rakyatnya datang ingin mengadu....
Dia kabur......
Ketika petaninya datang dengan kaki dicor.
Eh kakinya terasa seperti dicor,berat....untuk menemuinya.....
Ketika rakyatnya makin susah cari makan...
Eh listrik naik ga bilang bilang....
Jadi merakyat itu artinya apa......?
Memanfaatkan rakyat.....?
Memperalat rakyat.....?
Memanipulasi rakyat.....?
Apa arti merakyat itu kini sudah berubah....?

Ahoker Lakukan Segala Cara, Klian Saja yang Bodo Mendukungnya


MENARIK UNTUK di TELUSURI.. dari sebuah ARTIKEL. Bulan Agustus tahun 2007 dikatakan HUMPREY DJEMAT ini beragama Nasrani.. tapi Di Biodatanya Kok ngaku ISLAM, semoga bukan modus demi posisi WAKIL.KETUA UMUM Partai ISLAM. Untuk menghancurkannya dari dalam demi GRAND DESIGN (MISI KRISTENISASI dan HANCURKAN partai ISLAM). karena dari prilaku saja semakin kelihatan kok pro penista agama islam?? Malah jadi pengacaranya.. padahal.dia adalah Wakil ketua umum PPP (partai islam) versi DJAN FARIDZ

PDIP DAN REZIM JOKOWI GIRING RAKYAT DUKUNG KEBANGKITAN KOMUNIS

Oleh : Faizal Assegaf (Ketua Progres 98), Pilarbangsa.com, 24 Maret 2017

Indonesian Free Press -– Tanggal 19 April, jika terdakwa penista Al Qur’an dan ulama dibiarkan jadi Gubernur DKI, maka momentum tersebut merupakan awal dari kebangkitan KEJAHATAN KOMUNIS di NKRI.
Politik busuk tersebut disponsori oleh PDIP yang memiliki kerjasama strategis dengan Partai Komunis Cina, rezim Jokowi dan jaringan konglomerat aseng.
Misi selanjutnya adalah mengusung PENISTA AL QUR’AN tampil sebagai calon Wapres mendampingi Jokowi di Pilpres 2019.
Sebuah konsiprasi KEBANGKITAN KOMUNIS yang sangat berbahaya bagi masa depan NKRI berbasis ideologi PANCASILA. Luar biasa PENISTA AL QUR’AN bertindak bebas, kebal hukum dan disokong oleh penyelenggara negara.

Tentang Perjuangan Warga Kendeng

Indonesian Free Press -- Gambar SEDERHANA Kasus WARGA KENDENG, yang DIPERJUANGKAN IBU PATMI Hingga beliau MENINGGAL...mereka Protes Bukan minta dibelikan MOBIL BARU spt yg kemarin protes mobilnya Mogok, mereka Protes krn mereka butuh Ngopi dan Singkong untuk sarapan...
syukur2 bisa makan ROTI karena jokowi jadi PRESIDEN, Tapi Tempat mereka Bekerja untuk membeli Kopi dan Singkong JANGAN DIHILANGKAN

Friday, 24 March 2017

Yang Berkuasa Sebenarnya Konglomerat

Indonesian Free Press -– Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshidiqqie mengatakan, saat ini keberadaan pengusaha muslim di Indonesia semakin minoritas. Oleh karena itu, Syarikat Kebangkitan Pemuda Islam (SKPI) harus mampu menggerakkan perekonomian.

“Kalau dari perspektif penduduk, kita mayoritas muslim. Kalau perspektif ekonomi, kita yang muslim justru minoritas. Dari 50 orang terkaya di Indonesia hanya 5 pengusaha muslim,” kata Jimly saat menerima kunjungan pengurus SKPI di Jakarta, Senin (20/3).

Disampaikan, saat ini yang berkuasa di Indonesia adalah para pengusaha dan pemilik modal. Mereka yang mengatur politik dan kepentingan publik di Indonesia, bahkan mereka berani membiayai para politikus dan calon penjabat di daerah untuk menyedot potensi alam jika berhasil memenangkan Pilkada. Oleh karena itu, pengusaha muslim harus mengambil alih kekuasaan dari tangan-tangan jahat. Sudah saatnya pengusaha muslim mengalihkan kekuasaan ke arah yang lebih positif.

Iran Kendalikan Sistem Pertahanan Udara Suriah

Indonesian Free Press -- Iran dikabarkan telah 'mengambil-alih' pengendalian sistem pertahanan udara Suriah setelah adanya kecurigaan bahwa Rusia telah 'bermain mata' dengan Israel untuk menyerang Suriah.

Seperti dilansir Veterans Today, Rabu (22 Maret), para insinyur Iran berhasil mengubah kode-kode rahasia sistem pertahanan udara Suriah sehingga mampu mengantisipasi dan mengidentifikasi serangan udara Israel di Suriah. Hasilnya, sistem pertahanan udara Suriah berhasil mengetahui serangan udara Israel pada hari Jumat (17 Maret) dan menembakkan rudal-rudal ke arah pesawat-pesawat tempur Israel di Palmyra.

Suriah mengklaim berhasil menembak jatuh satu pesawat tempur Israel dan merusak satu pesawat lainnya. Namun Israel membantah klaim tersebut. Selain itu, Hizbollah juga menembakkan rudalnya ke pangkalan udara Israel, meski bisa ditangkal oleh rudal Arrow-3 Israel.

Thursday, 23 March 2017

Eskalasi Baru Perang Suriah, Ratusan Tewas di Suriah Selatan

Indonesian Free Press -- Pemberontak Suriah kembali melancarkan serangan besar-besaran dengan dukungan Amerika dan sekutu-sekutunya di kawasan, terutama Qatar dan Yordania. Ratusan orang tewas dalam eskalasi baru konflik Suriah ini.

Senin, 20 Maret 2016, pesawat-pesawat pembom tempur F-16 koalisi pimpinan Amerika menyerang Desa al Mansourah, menghancurkan sebuah bangunan yang menampung pengungsi dari sekitar Aleppo. Sebanyak 143 warga terutama pengungsi tewas akibat serangan itu dan 500 orang terluka.

Bangunan itu dihantam dengan bom yang dikendalikan dengan sinar laser yang dijatuhkan pesawat F-16.

Sebelumnya pada hari Jumat pekan lalu, ratusan pemberontak yang baru saja mendapatkan suplai senjata dari Israel dan Qatar, menyerbu Damaskus. Mereka berusaha mendobrak kepungan militer Suriah di distrik Jobar. Sementara itu sebanyak 50 teroris menyusup ke tengah kota Damaskus, menyerang fasilitas-fasilitas militer di kota ini dan menimbulkan kekacauan selama beberapa jam sebelum operasi khusus digelar militer Suriah untuk melumpuhkan para teroris. Diperkirakan puluhan orang tewas dalam aksi tersebut.

PLEDOI BAMBANG TRI

Indonesian Free Press -- pada tahun 1966,dalam hari-hari terakhir kekuasaannya,Bung Karno pernah menyampaikan pidato didepan MPRS yang berjudul NAWAKSARA.

Itu adalah pidato pertanggung jawaban Presiden yang berisi penjelasan politik tentang G-30 S / PKI.
Bung Karno menyebut PKI keblinger, G 30 S / PKI adalah ulah NEKOLIM [NEO KOLONIALISME],Dan menjanjikan solusi politik soal G 30 S / PKI.

Pidato itu ditolak oleh MPRS yang diketuai Pak Nasution. MPRS menuntut Presiden diajukan ke Mahkamah Militer Luar.Biasa dan membubarkan PKI. MPRS meminta pertanggung jawaban Presiden melalui sidang berikutnya.

Pidato kedua Bung Karno lebih singkat dan diberi judul 'PELENGKAP NAWAKSARA'.