Sunday, 22 October 2017

Patut Diduga...Komjen Budi Gunawan

Irvan Rahfiansah


Patut Diduga...
Komjen Budi Gunawan dinilai gagal menjaga Marwah Badan Intelejen Negara.
BIN seperti tak lagi dapat membedakan mana Investasi dan mana Invasi. Bahkan mungkin juga ambigu, antara menjaga Cita-Cita Proklamasi dengan Cita-Cita Reklamasi.
Saya khawatir. Jangan-jangan itu dampak dari tontonan masa kecil, terlalu menggemari film-film bergenre Mandarin seperti Legend Of The Condor Heroes, Sun Go Kong dan Dragon Ballz. Sehingga siapapun yg menyerupai Hakim Roda Mas, Chu Pat Kai dan Jin Kura-Kura maka dianggapnya lah kawan.

Makam Santo Nicholas Ditemukan, Umat Kristen Memuja Sosok yang Salah

Indonesian Free Press -- Para arkeolog Turki dikabarkan telah menemukan makam asli dari Santo (St) Nicholas of Myra yang hidup di wilayah Turki pada abad III-IV Masehi. Bila kabar ini benar, maka selama ini umat Kristen telah memuja sosok yang salah.

Selama ini diyakini jenasah Santo Nicholas berada di Bari, Italia setelah dipindahkan pada tahun 1087 oleh para saudagar yang mencurinya dari pemakamannya di Turki.

Seperti dilaporkan kantor berita Rusia Pravda, 10 Oktober lalu,  Direktur Antalya Monument Office, Cemil Karabayram, mengklaim bahwa jenasah asli Santo Nicholas yang asli berada di Demre, Turki. Sedangkan jenasah yang berada di Bari adalah milik orang lain.

RUPANYA INI YG BANG ANIS SEBUT SAATNYA PRIBUMI JADI TUAN RUMAH

Foto Saurip Kadi.

Saurip Kadi


Hari Jumat tgl 20 Oktober 2017 pagi, segerombolan preman mengawal pengrusakan Panel Listrik Milik Warga Rusun Graha Cempaka Mas Jln Letjen Suorapto Jakarta Pusat.
Tanpa dosa listrik warga dimatikan dan Panel dijaga preman siang malam, shg warga tdk bisa memperbaiki panel listrik yg mrk rusak. Mrk tak berdaya, 2 hari hidup di Apartemen tanpa listrik.
Malam pertama, perwakilan Warga bersama RT RW setempat lapor ke Polsek Kemayoran ditolak ulangi ditolak.

Mrk tdk putus asa, lapor Polres Jakarta Pusat ternyata tidak dilayani.
Akhirnya dihari ke 2 (Saptu 21 Oktober 2017) habis lohor mrk lapor ke Polda Metro Jaya.
Warga tdk mau pulang, kalau tdk dikirim Polisi utk usir preman dari Rusun GCM.

Sisakan Sedikit Ruang untuk Tidak Percaya pada Anies-Sandi

Indonesian Free Press -- Kemenangan pasangan Anies-Sandi dalam perebutan kursi Gubernur DKI seolah menjadi momentum sangat berharga bagi kaum Muslim-Nasionalis di tengah-tengah kecemasan tentang dominasi kelompok minoritas proksi aseng-asing yang semakin kuat yang telah memarginalkan mereka.

Dan momentum itu semakin kuat tatkala Anies Baswedan dalam pidato pertamanya usai dilantik sebagai Gubernur DKI menyulut semangat mereka kaum Muslim-Nasionalis dengan menyinggung kata 'pribumi'. Mereka seolah memperoleh energi baru untuk berteriak lebih keras menuntut keadilan.

Saya (blogger) termasuk yang merasakan semangat baru itu, dan aktif mendukung aspirasi kaum pribumi (Muslim-Nasionalis) di berbagai forum media sosial. Namun, pada akhirnya saya harus realistis bahwa Anies-Sandi juga manusia yang memiliki banyak kelemahan dan kekurangan. Apalagi, track record mereka berdua belum bisa menunjukkan komitmen mereka pada perubahan revolusioner bagi kepentingan kaum pribumi (Muslim-Nasionalis).

Friday, 20 October 2017

Thursday, 19 October 2017

Isu Pribumi Vs Al Maidah 51

Oleh : Hersubeno Arief

Penggunaan kosa kata pribumi pada pidato Gubernur DKI Anies Baswedan, bagi para veteran pendukung Ahok adalah durian runtuh.
Seperti bunyi pepatah “pucuk dicita, ulam tiba.” Anies seolah memberi amunisi bagi para penentangnya. Baru dilantik, Anies langsung membuat blunder. Benarkah begitu?
Tidak perlu menunggu waktu terlalu lama, sejumlah orang yang mengaku mewakili Banteng Muda Indonesia (BMI) mendatangi Polda Metro Jaya. Salah satu diantaranya adalah Ronny Talapessy yang disebut sejumlah media sebagai mantan tim kuasa hukum Ahok dalam kasus penistaan agama c/q Al Maidah 51.