Monday, 18 September 2017

Awas Polisi

POLARISASI BANGSA SEMAKIN NYATA ANTARA POK ANTI PKI DAN YANG INGIN PKI EKSIS LAGI
TNI lwt pernyataan Panglima sdh jelas sikapnya. Polri sampai saat ini kecedrungannya melindungi gerakan yang ingin PKI eksis ( sesuai perintah?)
Benturan sewaktu-waktu bisa terjadi,dan bisa keras sekali.
Hati-hati jika ada Martir, keadaan keos mudah timbul.
Saya tak habis pikir kenapa Polri yg menangani kejadian di LBH kemaren berlaku tdk adil.
Oleh: Nanik Sudaryati 

EXCELENT. Luar biasa! Itu yg keluar dari bibir hampir semua orang yg hadir di ruang Auditoriun FEB UI tadi pagi , saat Prabowo tampil penuh kecerdasan bicara ekonomi nasional dan global, saat menjadi Pembicara Kunci pada acara bedah buku " Nasionalisme, Sosialisme , Pragmatisme: Pemikiran Ekonomi Politik Sumitro Djojohadikusumo"

Di hadapn para profesor antara lain Prof Emil Salim, Prof Dawam Rahardjo, Prof Dorodjatun Kuntjorojakti, Prof Sudrajat Djiwandono,dll, termasuk para pakar ekonomi pendukung Jokowi, seperti Christianto Wibisono, Miranda Goeltom, Faisal Basri dll, serta para pembantu rektor dan Dekan FEB UI, Prabowo tampil tanpa tex bicara tentang realita perekonomian Indonesia yg disebut dengan Paradox Indonesia.

PASCA JOKOWI 2017

Oleh : Sri-Bintang Pamungkas

Jadi, Trisakti Jokowi yg Pertama, kiranya adalah Gerakan Kebangkitan PKI. Para simpatisan gerakan itu mengadakan Pertemuan di YLBHI, rencananya pada 16-17 September ini, membahas tema tentang Pembelaan terhadap para Keluarga dan Simpatisan PKI dalam Peristiwa G30S 1965, dg menyebut dirinya sebagai Korban Orde Baru...

Kontan, ribuan masa Anti Komunis, di dalamnya ada Jenderal-jenderal mantan TNI-AD di jaman Orde Baru, menggeruduk Kantor YLBHI untuk membubarkan Pertemuan tersebut. Pertemuan hari pertama itu akhirnya dilarang Polda Metro Jaya dg alasan belum ada pemberitahuan. Tentu alasan Polda itu salah besar, karena bukan "pemberitahuan" atau "ijin" dari Polri yg menjadi masalah, tetapi "PKI"-nya! PKI dan segala kegiatannya melalui Tap MPR memang dilarang sejak 1966... dan mulai 1998 termasuk sebagai Kejahatan terhadap Keamanan Negara.

Saturday, 16 September 2017

Oleh Apiek Danken

Siti fatimah telah lama memendam cintanya kepada sayyidina Ali kw, 
Cinta yg terlahir dari beni-benih saudara,
Cinta yg hadir dalam satu titisan darah.

Geneologi Sosialisme dan Komunisme di Indonesia.

Oleh: Hendrajit, Redaktur Senior Aktual

Aktual.com, 16 September 2017


Indonesian Free Press -- Kalau dibuat silsilahnya sampai lahir komunis. Bermula dari Zionisme dan Iluminati. Dia lah sang kakek. Lantas lahir keturunan generasi pertama. Adam Smith, dengan kitabnya Wealth of Nations. Jadilah Adam Smith sebagai Bapak Kapitalisme Dunia. Masih dari generasi pertama, si Adam ini punya adik baru, Karl Marx. Dengan kitabnyta yang juga tak kalah terkenal, Das Kapital.

Nah, Adam Smith dan Karl Marx ini sebagai kakak adik sama sama punya anak keturunannya sendiri sendiri. Adam Smith melahirkan setidaknya dua anak kandung turunannya sendiri, antaqra lain David Ricardo, John Stuart Mill dengan kitabnya Utilitarianism yang jadi kitab suci penganu ekonomi liberal dan John Maynard Keynes. Kedua John ini meskipun terkesan beda aliran pemikiran namun sebenarnya tetap mengimani Kapitalisme sebagai keyakinan ideologisnya.

Iran Klaim Berhasil Menyusup ke Markas Komando Amerika

Klaim miliki bom terbesar di dunia

Indonesian Free Press -- Iran mengklaim memiliki bukti-bukti otentik tentang hubungan Amerika dengan kelompok-kelompok teroris yang beroperasi di Suriah dan Irak. Bukti-bukti itu diperoleh oleh agen-agennya yang menyusup ke markas komando Amerika. Demikian laporan Veterans Today mengutip laporan Press TV, 16 September.

Dalam wawancara dengan televisi lokal Iran, Jumat (15 September), Komandan Aerospace Force Tentara Pengawal Revolusi Iran (IRGC) Brigjen Amir Ali Hajizadeh mengatakan bahwa selama bertahun-tahun pihaknyaa telah berhasil menyusupkan agen-agennya ke markas-markas komando Amerika dan berhasil mendapatkan bukti-bukti kuat tentang dukungan Amerika kepada kelompok-kelompok teroris.

Friday, 15 September 2017

Kepentingan Zio-Anglo di Balik Konflik Myanmar (3)

Indonesian Free Press -- 'Seseorang ingin menciptakan ketidakstabilan baru. Kami belum tahu pasti siapa, namun kami tahu bahwa para pengungsi Suriah di kamp-kamp di Turki dan Yordania telah direkrut untuk menjadi militan oposisi, bahkan dilatih oleh tentara Amerika, dimana mereka kembali ke Suriah sebagai 'jihadis'.

Berkaitan dengan pertanyaan “mengapa sekarang di Myanmar?”, ketika ISIS tengah dalam kekalahan akhir di Suriah, pemain utama ingin membuka konflik baru di Asia. Kekejaman terhadap minoritas (Islam) akan menjadi pemicu yang masuk akal. Hal-hal seperti itu biasanya dilakukan oleh inteligen-inteligen besar, atau beberapa pihak yang bekerjasama. Dan Israel adalah pemasok utama senjata kepada regim, dan 'jasa-jasa lainnya' seringkali dipaketkan bersama penjualan senjata Israel," demikian kata James Dean, redaktur senior Veterans Today, kepada Press TV, 8 September lalu.

Thursday, 14 September 2017

AKHLAQ YANG TERTUKAR


Oleh Muslim Cyber Army

Natalius Pigai membela pihak-pihak yang meminta pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap tegas atas tragedi kemanusiaan di Myanmar.

Natalius Pigai membantah pernyataan ketua Ansor yang mengatakan bahwa kejadian di Myanmar di jadikan isu politik untuk membenci kelompok Budha disini.

Natalius membawa ajaran Islam ukhuwah insaniyah dan ukhuwah Islamiyyah dalam melihat kepedulian umat Islam Indonesia pada saudaranya yang disana. Jadi jangan kaitkan kritikan mereka sebagai konsumsi politik di tanah air. Karena merasakan persamaan penderitaan, maka ada yang meminta pemerintah untuk cepat bereaksi tegas.

Yaqut gak terima saat Pigai membawa ajaran Islam...

"Kalau bicara Islam, itu bukan urusan bang Pigai....itu urusan saya"

Surat Buat Dandhy Dwi Laksono

PANCASILA CYBER ARMY


Kamu, dan banyak pejuang reformasi, telah keliru melawan rezim Soeharto dulu. Indonesia tidak membutuhkan “kebebasan bersuara dan berekspresi”.
by Farid Gaban

Senin, 11 September 2017
Selamat sore, Cuk!
Kamu memang dancukan. Masa orang hebat seperti Ibu Megawati Soekarnoputri kamu kritik. Bagaimana mungkin putri Bung Karno, Sang Proklamator, punya salah.
Di mana logikanya, coba, mantan presiden dan pemimpin partai “wong cilik” kok katamu tidak peduli wong cilik. Kurang jaminan apa coba? Darah nasionalisme dan marhenisme Bung Karno mengalir dalam darah Bu Mega!