Friday, 20 January 2017

Tidak Ada Jalan Menghindar

Indonesian Free Press -- 'Point of no return', demikian orang Inggris menyebutnya. Yaitu suatu kondisi dimana seseorang atau orang-orang tidak memiliki alternatif pilihan kecuali satu pilihan satu yang ada.

Seperti inilah halnya kondisi sosial-politik di Indonesia saat ini. Satu-satunya pilihan itu adalah bentrokan antara kelompok-kelompok Islam-Nasionalis melawan kelompok-kelompok anti-Islam, liberalis dan pro-aseng/asing. Dalam perspektif IFP kelompok-kelompok anti-Islam berada di belakang jokowi-ahok.

Pilihan ini sepertinya tidak mungkin lagi bisa dihindarkan, terlihat dari semakin intensifnya bentrokan antara kedua kelompok itu. Terakhir adalah bentrokan antara LSM GMBI melawan FPI di Bandung beberapa hari lalu. Sementara polisi, yang dalam perspektif IFP berada di dalam blok pro-ahok, sangat kentara tengah mengincar pemimpin PFI dan inspirator aksi 411 dan 212 Habib Rizieq untuk dijerat ke jeruji penjara. Pada saat yang sama Ketua PDI-P Megawati mengikuti jejak Ahok dengan turut melecehkan Islam dengan menyamakan keyakinan tentang hari akhir sebagai 'ramalan' belaka. Dan ditambah lagi oleh Kapolri yang  juga melecehkan Islam dengan menyebut Fatwa MUI sebagai 'meresahkan' dan anti-Bhinneka Tunggal Ika.

Wednesday, 18 January 2017

Jokowi Panik Lalu Sebarkan Hoax?

Indonesian Free Press -- Lupakan dulu soal 'hoax' tentang Jokowi sebagai Presiden Terbaik Asia yang disebarkan pendukung Jokowi di kantor berita nasional Antara, meski ini adalah sebuah skandal yang sangat memalukan kita sebagai sebuah bangsa. Ini soal analisis wartawan senior dan aktifis demokrasi Rocky Gerung tentang Jokowi yang disebutnya tengah panik dan karenanya kemudian sengaja menyebar-nyebarkan 'hoax'.

Dalam acara diskusi Indonesia Lawyer Club (ILC) di TVOne, kemarin (17 Januari), Rocky membuat lima pernyataan mengejutkan soal Jokowi. Dan inilah kelima pernyataan tersebut seperti dirangkum situs Tarbiyah.

1. Rezim ini sedang panik

“Kita mencium ada semacam kepanikan di dalam rezim ini. Orang panik biasanya ingin cari pegangan apa saja. Kayak orang hanyut, dia mau raih apa saja. Entah itu kaleng bekas hanyut, batang pohon. Jadi kepanikan menunjukkan ada krisis, sebenarnya.”

GMBI Adalah Jokower

Indonesian Free Press -- Organisasi preman GMBI yang telah membuat kegaduhan dengan melakukan aksi kekerasan terhadap anggota FPI ternyata adalah pendukung presiden jokowi alias jokower.

Seperti dilaporkan situs pojoksatu.id, September 2016 lalu, GMBI bekerjasama dengan tim Nawa Cita pendukung Jokowi.  Kerjasama ini, klaimnya, bertujuan membangun desa di seluruh Indonesia.

"Tim Nawacita langsung dihadiri adik Presiden Jokowi, Joko Daryanto dan tim Nawa Desa, Gigih. Kehadiran mereka di Bandung juga dalam rangka mensosialisasikan program Nawacita dari Presiden Jokowi, sekaligus memonitoring sejauh mana program Nawacita berjalan," tulis laporan itu.

Di hadapan keluarga besar GMBI, Penasihat Tim Nawacita, Joko Daryanto mengatakan, Nawacita merupakan program yang sifatnya sosial, sekaligus memantau potensi daerah yang tidak dimunculkan secara nasional. Jika daerah memiliki potensi bagus, pendanaannya tidak harus melalui daerah, tapi bisa dari pemerintah pusat.

“Tim Nawacita mengontrol semua aktifitas di desa, dengan kata lain tol desa. MoU Tim Nawacita dan Nawa Desa dengan GMBI sudah berjalan. Kedepan kedua tim ini akan menyerap seluruh program dari Kementerian, diantaranya dari Kementerian Desa,” terang Joko.

Tuesday, 17 January 2017

Perang Melawan Teroris di Suriah dan Irak Masih Seru

INdonesian Free Press -- Kampanye melawan kelompok teroris ISIS di Suriah dan Irak masih berlangsung seru meski secara umum kelompok ini semakin terdesak.

Seperti dilaporkan South Front, 16 Januari, ISIS berhasil merebut sejumlah wilayah strategis di Deir Azzour Suriah dan merepotkan pasukan Irak untuk menguasai kembali kota Mosul.

Pada tanggal 14 Januari ISIS melancarkan offensif besar-besaran terhadap pasukan pemerintah Suriah dari arah selatan dan barat-laut Deir Azzour dengan menggunakan kendaraan-kendaraan lapis baja yang diisi bom berdaya ledak tinggi dan didukung dengan mortar dan artileri.

"Teroris terlibat pertempuran sengit dengan pasukan pemerintah di pangkalan udara Dier Ezzor dan pangkalan militer Panorama. Pada 15 Januari unit-unit ISIS menggilas pertahanan pasukan pemerintah di wilayah antara pangkalan udara dan pangkalan militer Panorama, merebut sejumlah tempat penting termasuk rumah sakit al-Assad," tulis laporan tersebut.

Sunday, 15 January 2017

Potret Negeri Ini

Indonesian Free Press -- Jujur ini yang saya rasakan tentang jokowi. MOVE ON DONK... Jangan menyalahkan presiden. Pak Jokowi sedang bekerja keras untuk bangsa ini. Memangnya apa yang sudah kalian lakukan untuk negeri ini? Kalau gak suka pindah negara saja.

Harusnya kalian bersyukur punya presiden kayak Jokowi, yang menjamin kebebasan berdemokrasi. Ramalan Wanda Hamidah tepat. Kalau presidennya bukan Jokowi, akan ada pembungkaman suara rakyat, rakyat kecil dituduh menebar kebencian atau dijerat UU ITE, chatting diawasi pemerintah, media dibredel, aktifis yang mengkritik pemerintah akan dijemput paksa dengan tuduhan MAKAR. Orde Baru Jilid 2 vroh.
Jokowi itu humble, sederhana dan merakyat. Sama konglomerat tajir yang nunggak pajak triliunan saja Pak Jokowi mau mengampuninya, apalagi sama rakyat kecil. Jadi gak mungkin Pak Jokowi menaikkan pajak dengan mencekik rakyat kecil. Pajak kendaraan naik 300% itu Hoax! Yang naikin pajak pasti Habib Rizieq FPI.

Ulama Dikriminalisasi, Dosen Unpad Ingatkan Bahaya PKI

By Tarbiyah

Indonesian Free Press -- Para orangtua yang lahir pada era 50-an dan 60-an, pasti tahu sejarah hitam PKI. Pun orang-orang yang lahir pada era 70-an dan 80-an, mengetahui bahaya PKI dari orang tua mereka.

Namun mereka yang kini baru berusia belasan tahun atau dua puluhan tahun, kadang belum memahami bahaya PKI.

Menyadari hal itu, banyak tokoh yang merasa perlu mengingatkan generasi muda terkait sejarah dan bahaya PKI.

Dosen Universitas Padjadjaran (Unpad) Maimon Herawati, mengingatkan generasi muda terkait sejarah kelam PKI. Bagaimana sikap mereka pada ulama. Dalam waktu singkat, tulisan di akun Facebook pribadinya itu menjadi viral.

Saturday, 14 January 2017

Takut Balasan Rusia, Agen MI6 Menghilang

Indonesian Free Press -- Inilah yang saya sukai dari dunia jurnalisme Eropa daripada Amerika. Meski secara mainstream tetap membela kepentingan zionis, namun dalam berbagai kasus tertentu mereka masih memiliki sikap independen.

Contohnya adalah Robert Fisk, jurnalis senior yang sering menulis tentang konflik di Suriah di media mainstream 'kanan' The Independent. Ia tetap pembela kepentingan neo-liberalisme/zionisme dan menganggap Bashar al Assad dan aparatnya sebagai 'pembunuh', namun ia juga pengecam tajam pemerintah Inggris dan Amerika dan selalu menulis tentang Hillary Clinton dengan nada ejekan, 'La Clinton'.

Kasus terakhir yang kebetulan saya temukan, karena saya memang tidak pernah secara khusus mengamati media-media Eropa, adalah laporan di Daily Mail, 12 Januari lalu berjudul 'Agent Named as Being Behind the Trump “Dirty Dossier”' yang ditulis wartawan Martin Robinson dan Sam Greenhill.

Friday, 13 January 2017

Iran akan Bangun Kapal Induk

Indonesian Free Press -- Insiden antara kapal-kapal Iran dan Amerika kembali terjadi dengan kapal perang Amerika mengeluarkan tembakan peringatan ke kapal-kapal cepat Iran, Minggu lalu (8 Januari).

Seperti dilaporkan CNN yang mengutip keterangan pejabat keamanan Amerika, Senin (9 Januari), sebanyak lima atau enam kapal patroli cepat Iran mendekati kapal destroyer Amerika USS Mahan di Selat Hormuz dengan kecepatan tinggi. Untuk mengusir pergi kapal-kapal tersebut USS Mahan menembakkan tembakan peringatan dan segala peralatan yang bisa digunakannya termasuk peluit dan panggilan radio.

"Sebuah helikopter menjatuhkan granat-granat asap," tulis laporan itu.

Saat itu USS Mahan tengah berlayar bersama kapal serang amphibi USS Makin Island. Keduanya tengah berlayar menuju Teluk Parsia. Sedangkan Selat Hormuz berada di antara Teluk Parsia dan Teluk Oman.

Wednesday, 11 January 2017

Benarkan Jokowi Mau Pecat Panglima TNI?

Indonesian Free Press -- Dalam beberapa hari terakhir merebak kabar atau tepatnya desas-desus tentang akan dipecatnya jabatan Panglima TNI yang tengah dipegang oleh Jendral Gatot Nurmantyo. Hal tersebut diperkuat oleh berita yang ditulis oleh sejumlah media massa tentang hal tersebut.

Harian Republika, misalnya, pada hari Senin (9 Desember) mengabarkan hal senada. Mengutip laporan kantor berita Inggris Reuters, Republika menulis laporan berjudul 'Reuters Kabarkan Presiden Jokowi Tegur Panglima TNI Gatot Nurmantyo'.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Presiden Joko Widodo telah menegur Panglima Militer dalam satu pertemuan resmi. Sikap itu diambil menyusul langkah Panglima Jenderal Gatot Nurmantyo yang secara sepihak menghentikan hubungan kerja sama keamanan dengan Australia, tanpa meminta pendapat presiden dan para menteri terkait terlebih dahulu.

Tuesday, 10 January 2017

Pizzagate, Fakta Mengerikan yang Disembunyikan

Indonesian Free Press -- Untuk memahami sisi gelap skandal Pizzagate kita harus memahami sisi gelap orang-orang yahudi, orang-orang yang sama yang banyak terlibat dalam skandal Pizzagate.

Pada masa 'pencerahan' Eropa atau sekitar abad 15, sastrawan besar Inggris Shakespeare menulis salah satu drama yang sangat terkenal hingga saat ini, yaitu 'Saudagar dari Venesia'. Dalam drama tersebut dikisahkan tentang seorang rentenir yahudi di Venesia, Italia, yang suka meminta bayaran berupa keratan daging manusia dari orang-orang yang tidak sanggup membayar hutang beserta bunganya yang mencekik leher.

Mungkin kita hanya menganggap apa yang ditulis tersebut sebagai 'ilusi' Shakespeare belaka. Bahkan, bila saja Shakespearre hidup di jaman sekarang dan belum telanjur dianggap sebagai sastrawan besar, ia tentu sudah dicap sebagai 'anti-semit', 'hater' dan penyebar 'hoax' dan kemudian hidupnya berakhir di penjara.