Sunday, 23 April 2017

Program Kapal Selam Peluncur Rudal Korea Utara

Indonesian Free Press -- Akhir-akhir ini dunia diributkan oleh isyu tentang ujicoba rudal Korea Utara dimana untuk pertama kali secara 'resmi' Korea Utara (Korut) meluncurkan rudal ballistik dari kapal selam.

Menanggapi ujicoba ini Amerika pun mengirimkan gugus tempur kapal induk USS Carl Vinson ke perairan Korea, meski pada kenyaatannya kapal induk ini justru bergerak ke Samudra Hindia untuk berlatih dengan Australia. Cina pun dikabarkan telah mengerahkan 150.000 pasukan ke perbatasan Korut untuk menggertak negara itu membatalkan ujicoba rudalnya. Rusia juga sempat dikabarkan ikut repot mengirimkan pasukan ke dekat perbatasan Korut, meski kemudian dibantah oleh pemerintah Rusia.

Kegaduhan itu membuktikan bahwa ujicoba kali ini merupakan isyu yang sangat penting di mata Amerika dan kekuatan-kekuatan utama di kawasan. Hal ini berkaitan dengan 'lompatan teknologi' Korut.

Israel Kembali Serang Suriah

Indonesian Free Press -- Israel kembali menyerang Suriah dengan mengabaikan Rusia yang menempatkan sistem pertahanan udara canggihnya di Suriah. Hal ini kembali menguatkan kecurigaan adanya kesepakatan rahasia antara Rusia dan Israel untuk tidak saling campur tangan dalam urusan Suriah.

Seperti dilaporkan Veterans Today hari ini (23 April), serangan tersebut terjadi di wilayah Quneitra dengan sasaran posisi militer Suriah.

"Seperti disampaikan, angkatan udara Israel menyerang pasukan pemerintah Suriah dengan pesawat tanpa awak. Pasukan Suriah dari satuan Brigade Infantri ke-90 menjadi sasaran serangan.

Setidaknya terdapat dua posisi yang menjadi sasaran serangan. Pertama adalah di Distrik Khan Arnabeh, dan selain itu juga di Desa Ein Ayshaa di Provinsi Quneitra.

Kegilaan Massal Ahoker

Oleh Zeng Wei Jian

Indonesian Free Press -- Pasca pilgub usai, semua Ahoker sedang alami post defeated syndrome. Kasian. Mereka stress. Deritanya lebih parah dari Pre Menstrual Syndrome atau sindrom prahaid (PMS). Kalau

kelamaan, mereka bisa kena Post Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Menurut Victoria Lemle Beckner, "Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) is one of the most difficult conditions for anyone to bear."

Saya tau, pastilah berat bagi Ahoker menerima fakta pilgub. Sakitnya tuh di sini. Nyesek. Malu. Mau ditaro di mana muka mereka. Duuuh, ngga bisa dibayangin rasanya.

Seperti penderita PTSD lain, Ahoker jadi gampang marah dan tiba-tiba punya problem kecemasan (anxiety). Mereka merasakan unexplained aches and pains (rasa sakit aneh). Mereka

Saturday, 22 April 2017

Mengapa Ahok Kalah dengan Mudah?

Indonesian Free Press -- Sebelum pelaksanaan Pilkada DKI tanggal 19 April lalu, hal yang saya khawatirkan adalah terjadinya kecurangan yang dilakukan oleh kubu pendukung Ahok, karena hal ini sudah pasti akan memicu terjadinya kerusuhan besar-besaran.

Saya menyangka akan terjadi pertunjukan akrobat dalam penghitungan 'quick count' lembaga-lembaga survei seperti terjadi dalam penghitungan Pilpres 2014 dan pilkada DKI tahap pertama. Kemudian, saya perkirakan akan terjadi pawai klaim kemenangan oleh kubu Ahok, demi memberi jalan lebih mudah bagi KPU untuk mengesahkan kemenangan yang ditetapkan lembaga-lembaga survei.

SORI, GUA LAGI DEMEN NGOLOK-OLOK PARA KECEBONG IDIOT

Ada lagi si Dekil yang Nulis Akhir2 ini Kami yang Minoritas Sangat KUATIR, MAKANYA BERGAUL, Jangan SOK EKSLUSIF, Apalagi MENYERANG Mayoritas... Kalau Lu TAU DIRI, semua DAMAI-DAMAI saja...
Karena BUKAN CUMA ELU yang MINORITAS, Gue Juga MINORITAS SEKALE dibandingkan ELU, Tapi Kenapa Gue bisa DITERIMA SEMUA PIHAK, Sedangkan Elu KAGA?
NGACA deh... sambil GOSOK tuh Badan, supaya kalau pura2 ke China2an agak Mendingan dikit, kalau ga lu cuma disebut TIKO juga :D
Jadi selama sikap kalian selalu BERMUSUHAN dengan orang lain yang menurut kalian tidak sepaham, maka selamanya kalian akan hidup spt itu dan Hukum ini Berlaku dimana saja, dimana kalian Tinggal dan hidup...

Wednesday, 19 April 2017

12 Tentara Saudi Tewas, Helikopter Black Hawk Ditembak Jatuh

Indonesian Free Press -- Setidaknya 12 tentara Saudi tewas setelah pesawat angkut militer Black Hawk Saudi tertembak jatuh di Yaman.

Press TV melaporkan, 18 April, bahwa kantor berita Saudi SPA News telah membenarkan adanya helikopter Saudi yang jatuh pada hari Selasa (18 April), namun tidak ada komentar tentang korban dan penyebab jatuhnya helikopter tersebut. Hal ini menyusul klaim kelompok perlawanan Yaman Houthi Ansarullah yang mengklaim telah menembak jatuh helikopter Saudi di Provinsi Ma’rib di timur-laut Yaman. Kelompok ini mengklaim setidaknya 13 orang tewas dalam serangan itu.

Ada sejumlah personil militer dari beberapa negara koalisi pimpinan Saudi, namun media Saudi menyebut sebanyak 12 tentara Saudi tewas dalam serangan itu.

Militer Saudi juga membenarkan jatuhnya helikopter tersebut, namun berdalih penyebabnya adalah 'salah tembak' rudal yang dilakukan pasukan Uni Emirat Arab. Sebaliknya, para pejuang Yaman bersikukuh bahwa pasukan loyalis mantan Presiden Ali Abdullah Saleh yang merupakan sekutu milisi Houthi, yang telah menembak jatuh helikopter tersebut.

Gombal, Kapal Induk Amerika Justru Jauhi Korea

Indonesian Free Press -- Selama lebih dari seminggu media-media massa dunia mengabarkan bahwa Amerika telah mengirim gugus tempur kapal induk USS Carl Vinson ke Semenanjung Korea. Namun, alih-alih kapal induk tersebut justru bergerak menjauhi Korea. Demikian laporan Christopher P. Cavas di situs Defense News, 17 April.

"Alih-alih, armada kapal-kapal itu beroperasi beberapa ratus mil di selatan Singapura, berpartisipasi dalam latihan dengan pasukan Australia di Samudra Hindia," tulis laporan itu.

Pada hari Sabtu (15 April), kapal induk USS Carl Vinson terlihat melintasi Selat Sunda yang memisahkan Laut Jawa dan Pulau Sumatera setelah sebelumnya berlabuh di Singpura. Alih-alih berlayar ke utara menuju Korea, kapal induk ini justru berlayar ke selatan. Dan pada saat ini kapal induk ini masih berada ribuan mil dari Semenanjung Korea.

Takut Senjata Rusia, Amerika Kurangi Operasi Udara di Suriah

Indonesian Free Press -- Langkah tegas Rusia menghentikan kerjasama informasi dengan Amerika di Suriah menyusul aksi serangan rudal Amerika ke Suriah baru-baru ini ternyata telah membuat kecut Amerika. Diduga karena takut pesawat-pesawatnya ditembak jatuh oleh sistem pertahanan Rusia, Amerika pun mengurangi secara signifikan operasi udaranya di Suriah.

Seperti laporan The New York Times, "Gugus tempur pimpinan Amerika yang tengah memerangi ISIS telah mengurangi dengan tajam operasi serangan udara terhadap kelompok-kelompok militan di Suriah, setelah para komandan mengkaji apakah pasukan Suriah dan sekutunya, Rusia, akan melakukan aksi balasan terhadap serangan Amerika ke Suriah pekan lalu, para pejabat Amerika menyebutkan."

Surat Cinta Mantan Komisioner KPU untuk Jokowi