Thursday, 1 August 2013

"SYI’AH" DALAM AL-QUR’AN DAN HADITS

Dari blog "Islam itu Cinta"; Rabu, 2 Maret 2011


“(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan imamnya; dan barang siapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya maka mereka ini akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak dianiaya sedikit pun” (QS. Al-Israa: 71)

Pada hari pengadilan akhirat, takdir dari setiap orang yang mengikuti para imamnya yang dipercayainya akan tergantung dari imam-imam yang dipercayainya itu apabila ia memang benar-benar mengikuti para imam yang ia percayai itu. Allah menjelaskan dalam Al-Qur’an bahwa ada dua jenis imam yang diikuti dan diyakini oleh para pengikutnya. Ada imam yang mengajak manusia untuk masuk ke dalam api neraka. Untuk kategori ini adalah para pemimpin yang dzalim dan tiran di masanya seperti Fir’aun, misalnya.

“Dan Kami jadikan mereka para imam yang menyeru (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong.

Dan Kami ikutkanlah laknat kepada mereka di dunia ini; dan pada hari kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan (dari rahmat Allah)” (QS. Al-Qashash: 41—42)

Al-Qur’an sudah memberikan peringatan kepada orang-orang yang mengikuti para imam yang dzalim dan para pengikut imam seperti itu akan mendapatkan takdir buruknya kelak di akhir zaman. Mereka akan digabungkan dengan para imamnya itu dalam jahanam.

Di sisi lain Al-Qur’an juga memberikan informasi tentang adanya Imam-Imam yang memang ditunjuk oleh Allah untuk membimbing manusia ke jalan yang benar. Lihatlah ayat berikut ini:

“Dan Kami JADIKAN di antara mereka itu IMAM-IMAM yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (QS. As-Sajdah: 24)

(lihatlah kata-kata JADIKAN dan IMAM-IMAM yang menjelaskan secara tegas tentang jabatan Imam yang ditunjuk oleh Allah dan bukan oleh manusia. Dan mereka memiliki fungsi yang kurang lebih sama dengan nabi walaupun tidak membawa kitab suci yang baru).

Dengan melihat ayat-ayat tersebut di atas, maka kita bisa simpulkan bahwa para pengikut dari Imam-Imam yang mendapat mandat dari Allah itu akan menemui kebahagiaan di akhirat kelak. Jadi kalau kita menjadi pengikut seorang imam maka itu tidak berarti apa-apa kalau yang kita ikuti itu adalah seorang imam yang tidak mendapatkan mandat dari Allah. Jadi akhir yang baik dan yang buruk bagi kita di akhirat kelak itu ditentukan dari siapakah imam yang kita ikuti dan patuhi selama kita hidup di bumi.

Allah telah menyebutkan dalam Al-Qur’an bahwa beberapa hambaNya yang haq adalah juga pengikut (Syi’ah) bagi para hambaNya yang lain. Seperti pernah dijelaskan Al-Qur’an bahwa Nabi Ibrahim itu adalah pengikut (Syi’ah) dari Nabi Nuh.

“Dan sesungguhnya Ibrahim benar-benar termasuk golongannya (Nuh)” (QS. Ash-Shaaffaat: 83)

(Lihatlah kata "Syi’ah" yang dipakai secara jelas sekali oleh Al-Qur’an. Al-Qur’an secara eksplisit menggunakan kata itu huruf demi huruf dalam ayat tersebut di atas dan juga dalam ayat berikut ini)

Dalam sebuah ayat dalam Al-Qur’an diceritakan tentang pengikut (?????) Nabi Musa melawan musuh-musuh dari Nabi Musa. Lihatlah ayat berikut dan lihatlah penggunaan kata SYI’AH untuk ayat tersebut:

“Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah, maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi; yang seorang dari SYI’AHNYA (pengikutnya)(Bani Israel) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Fir'aun). Maka orang yang dari SYI’AHNYA (pengikutnya) meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya, lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu. Musa berkata: "Ini adalah perbuatan syaitan, sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya) (QS. Al-Qashash: 15)

Di dalam ayat Al-Qur’an di atas ada orang  yang disebut sebagai pengikut Nabi Musa (atau SYI’AH MUSA) dan orang yang satunya lagi disebut sebagai musuh dari Nabi Musa. Orang-orang pada jaman bisa dibagi kedalam dua kelompok: kelompok SYI’AH MUSA atau kelompok MUSUH MUSA.

Dengan kata lain bisa kita simpulkan bahwa Allah secara resmi menggunakan kata SYI’AH dalam Al-Qur’an untuk menunjukkan pengikut para Nabi dan sekaligus para Nabi itu sendiri (masih ingat Nabi Ibrahim yang disebut sebagai SYI’AH—pengikut—dari Nabi Nuh?). Allah menggunakan kata SYI’AH ini dengan segenap penghormatan kepada para hambaNya yang shaleh. Apakah dengan itu kita membuat Nabi Ibrahim itu sebagai seorang sektarian? Bagaimana dengan Nabi Nuh dan Nabi Musa?

Kata "Shiah" itu sendiri artinya “pengikut” atau “anggota dari sebuah kelompok”. Sementara itu kata SYI’AH sendiri sebenarnya tidak mengandung sifat positif atau negatif. Kata itu akan bersifat negatif atau positif apabila kata itu disandingkan dengan nama seorang pemimpin tertentu.

Apabila seorang pengikut (SYI’AH) itu mengikuti para hamba Allah yang haq, maka tidak ada salahnya dengan kata SYI’AH itu apalagi mengingat imam yang ia ikuti itu adalah imam yang diberikan mandat langsung oleh Allah untuk membimbing umat manusia. Sementara itu apabila seseorang itu telah menjadi seorang pengikut (SYI’AH) dari seorang tiran yang kejam; seorang pemimpin yang tidak berperikemanusiaan; seorang pemimpin yang korup bukan kepalang, maka ia akan menemui takdir buruknya bersama dengan imam yang diikutinya.

SEKARANG PERKENANKANLAH SAYA MENGAJUKAN BEBERAPA PERTANYAAN:
APABILA SAUDARA KITA DARI KALANGAN AHLUSSUNNAH JUGA MENGAKU SEBAGAI PENGIKUT ALI MAKA:

Mengapa mereka tidak menyebut diri mereka sebagai Syi’ah Ali (pengikut Ali)? Bukankah mereka juga mengaku-aku sebagai pengikut Ali?
   
Apabila mereka mengaku dan menganggap dirinya sebagai pengikut Mu'awiyyah, mengapa mereka tidak mengubah nama kelompok mereka (AHLUSSUNNAH) menjadi Syi’ah Mu’awiyyah? Mengapa mereka malah malu-malu menyebut diri sebagai pengikut Mu’awiyyah dan malah menyebut kelompok mereka sebagai kelompok Sunni?
   
Siapakah yang telah memberi mereka nama SUNNI atau AHLUSSUNNAH?
   
Apabila Allah yang telah memberikan mereka nama (SUNNI/AHLUSSUNNAH) itu (seperti nama SYI'AH yang digunakan Allah dalam Al-Qur’an), lalu bisakah mereka menunjukkan kepada kita ayat mana yang menggunakan nama golongan mereka?
   
Apabila nama kelompok SUNNI/AHLUSSUNNAH itu diberikan oleh Rasulullah, maka tunjukkanlah haditsnya dimana Rasulullah menyebutkan nama SUNNI atau AHLUSSUNNAH?

PADA KENYATAANNYA  YANG TERJADI IALAH KATA “SUNNI” ATAU “AHLUSSUNNAH” ITU TIDAK PERNAH DIDAPATI BAIK DALAM AL-QUR’AN MAUPUN DALAM HADITS YANG DISAMPAIKAN OLEH RASULULLAH.

Ayat-ayat suci Al-Qur’an yang disebutkan di atas menggunakan bentuk tunggal (singular form) yaitu hanya menunjuk pada satu kelompok saja. Jadi artinya ialah kata ini sangatlah khusus dan digunakan untuk tujuan khusus oleh Allah. Allah menuliskan kata SYI’AH NUH (pengikut nabi Nuh) kemudian SYI’AH MUSA (pengikut nabi Musa) dengan tujuan bahwa kata SYI’AH itu akan dipahami sebagai pengikut orang baik-baik. Pengikut para Nabi. Pengikut para wali Allah yang suci. Pengikut Rasulullah. Pengikut keluarga Nabi. Kata SYI’AH itu dipergunakan Allah untuk menyebut satu kelompok saja yaitu kelompok yang beserta kebaikan dan untuk kelompok lawannya Allah menggunakan kata yang lain seperti kata "musuhnya". Al-Qur’an tidak menyebut dua kelompok sebagai SYI’AH MUSA dan SYI’AH FIR’AUN. Jadi Allah hanya mengakui satu kelompok saja yang Allah berinama SYI’AH untuk disandingkan dengan nama para Nabi dan para nama Wali Allah.

Dalam sejarah Islam, kata SYI’AH (pengikut) telah secara khusus digunakan sebagai “Pengikut Ali” (SYI’AH ALI). Dan orang yang mengeluarkan istilah PENGIKUT ALI ialah Rasulullah sendiri!

Rasulullah telah berkata kepada Imam Ali:

“Kesejahteraan dan kebahagiaan bersamamu, ya Ali! Sesungguhnya engkau dan Syi’ahmu (pengikutmu) semuanya akan masuk surga”

Lihat hadtis tersebut dalam referensi AHLUSSUNNAH atau SUNNI seperti dalam kitab-kitab:

Fadha’il al-Sahaba, oleh Ahmad Ibn Hanbal, volume 2, halaman 655
Hilyatul Awliyaa, oleh Abu Nu’aym, volume 4, halaman 329
Tarikh, oleh Al-Khatib al-Baghdadi, volume 12, halaman 289
Al-Ausath, oleh At-Tabarani

Rasulullah sendiri menggunakan kata-kata SYI’AH ALI ketika beliau masih hidup (tentunya!). Kata-kata ini bukanlah kata-kata yang dibuat di kemudian hari. Kata-kata ini benar-benar keluar dari mulut Nabi yang suci. Rasulullah berkata bahwa PENGIKUT ALI YANG SETIA akan masuk surga, dan ini tentunya adalah kesempatan yang berharga untuk dilewatkan begitu saja!

Jabir Ibn Abdillah Al-Ansari meriwayatkan bahwa Rasulullah pernah bersabda: “SYI’AH ALI akan menjadi kelompok pemenang di hari kebangkitan nanti”.

Lihat referensi dari hadits tersebut di atas dalam referensi AHLUSSUNNAH atau SUNNI:

Al-Manaqib Ahmad seperti yang juga termaktub dalam
Yanabi al-Mawaddah, oleh Al-Qunduzai al-Hanafi, halaman 62
Tafsir Al-Durr al-Mantsuur, oleh Al-Hafidh Jalaluddin As-Suyuthi

KATA “SYI’AH” TELAH TERBUKTI ADA DALAM AL-QUR’AN DAN HADITS NABI. APABILA KELOMPOK SUNNI ATAU AHLUSSUNNAH TIDAK BISA MENGEMUKAKAN BAHWA KATA-KATA “SUNNI” ATAU “AHLUSSUNNAH” ITU ADA DALAM AL-QUR’AN DAN HADITS NABI,
MAKA SESUNGGUHNYA AGAMA YANG MEREKA PERCAYAI ITU ADALAH AGAMA BUATAN SEMATA! DAN ITU TERMASUK BID’AH YANG BESAR! AGAMA YANG DISISIPKAN KEDALAM ISLAM SETELAH MENINGGALNYA RASULULLAH AL-MUSTAFA.
KEBENARAN TELAH TERSAMPAIKAN ……………SEKARANG KEPUTUSAN ADA DI TANGAN ANDA!

32 comments:

Agus Muslih said...

Artikel tersebut semakin menegaskan adanya " kepemimpinan Illahi " dalam Islam atau jabatan Ilahiyah yang Allah SWT anugrahkan kepada orang orang pilihan dianatara hamba 2 nya yang saleh sebagaimana diyakini syiah, sedangkan di sunni pada umumnya berpedoman pada "musyawarah" atau memilih sendiri imam dan pemimpinnya. hal ini pula yang menyebabkan adanya perbedaan dalam memaknai "ULIL AMRI MINKUM". Jika di perhatikan dalam Al Quran, urusan membersihkan pakaian dan mencatat utang yang pengaruhnya hanya untuk 1-2 orang saja diarahkan oleh Allah SWT, apalagi masalah kepemimpinan yang dampaknya kepada masyarakat luas! , demikian biasanya syii memperkuat argumen. Dan saat semua menyadari bahw tidak ada paksaan dalam agama, artinya yang tersisa adalah sebuah pilihan dan kita oleh nash hanya disuruh memilih pendapat yang terbaik, sambil tetap menjaga persatuan, saling menghormati, dan terhindar dari tepecah belah.

abu bakar said...

aduh, hujah yg teguh..ramai yang akan jadi syiah

Next IT said...

wah susah nih bung adi kalo wartawan mengambil kesimpulan berdasarkan sejarah tapi tidak banyak mengetahui sejarah.

Islam itu Satu ga ada syiah & sunni.

Syiah Ali, pengikut Muawiyah, kaum khawarij terpecah bukan masalah aqidah awalnya, tapi lebih kepada kekuasaan.

Buat apa pengikut\sahabat Nabi SAW yg dinamakan Ahlisunnah mau menamakan syiah Muawiyah.

Ramenya syiah dan sunni, disebabkan orang non islam yg ingin islam hancur, dan para pengikut yg menamakan syiah Ali yg terlalu mengistimewakan Sahabat Ali dan para Imamnya (sampai menganggap maksum), padahal Ali tidak pernah mengajarkan apa yg sudah dilakukan orang2 yg mengaku syiah sekarang dan tidak tidak menganggap lebih istimewa dari sahabat-sahabat yang lain.

Saya SANGAT SEDIH dengan kejadian terhadap saudara saya Islam yg menamkan Syiah di Sampang, tapi kalau model pemikirannya seperti Bung Adi ini, jangan salahkan jika ada yg namanya Syiah tidak diterima masyarakat Islam Indonesia.

Pencinta Ahlul Bait said...

Hal ini memang sulit untuk di terima hal tersebut bukan dimulai dari muawiyah namun orang berpikirnya muali dari sana sebagian mulai dari turunnya hadist di ghadir khum dan saat sayidahnya fatimah akibat pengepungan pasukan umar ibnu chatab namun persatuaan lebih diutamakan oleh Ali as sehingga ali bukanlah seorang pemberontak kesabaran beliau lebih mementingkan kepentingan umat sehingga pengikut beliau tak emosi .dan kebijakan cacimaki fitnah yang digalakan oleh muawiyah sejak jaman dulu terhadap Ali sampai kini tetap ada dari sekian banyak webset rata rata ahlul sunah banyak yang mencaci maki syiah terutama Syiah ali kalau kita lihat sangat kontras jadi tak perlu terlalu di hiraukan yang penting kita mengajak umat berpikir dewasa saya terbuka untuk memilih karena saya mulai ikut berorganisasi dari simpatisan muhammadiyah terus ke nu saya mencoba cari kebenaran karena untuk memilih kita harus bersihkan hati dari memihak saya sangat bersukur hidup di jaman serba mudah untuk mendapat impormasi yang langka apalagi buku buku tentang syiah sangat sedikit dan langka untung dengan internet kita bisa dapat impormasi dan gambaran terus terang dalam pengembaraan akhirnya saya istikhoroh minta Allah Memilih yang terbaik untuk saya .saya yakin bagi saya SyiahAli yang menjadi pilihan terbaik saya dari Allah .terus terang Islam sudah terpecah jadi 73 golongan dan hadist rosulullah nanti di akhir jaman kita berdakwah dengan sesama muslim . dan ini bagi sahabat hal yang aneh karena pada jaman itu kalo berdakwah hanya kepada orang kafir .apa orang kafir sedikit ya rosulullloh . tidak jawab rosululloh.islam bukan agama yang mengatur individu .namun tak ada agama /dinnulloh selengkap islam .dan islam merupakan sistem prangkaat mengatur negara .saya yakin tak ada aturan negara islam yang konsisten .sekonsisten penerapannya seperti iran .dan goncangan dan tekanan semakin kuat iran tetap kokoh dan bersahaja.dan tetap istiqomah dengan penuh kesabaran tanpa emosi

cahyono adi said...

To Next IT

Komentar Anda justru menunjukkan kalau Anda sama sekali tidak mengerti tentang Shiah. Orang
Shiah mengistimewakan Ali dan ahlul bait karena memang perintah Allah dalam Qur'an (QS al Azhab 33, kemudian lihat tafsir Ibnu Katsir ttg ayat ini) serta berdasar fakta sejarah bahwa Ali adalah sahabat Rosul yang paling istimewa: beliau kerabat Rosul, orang pertama Islam (sholat di belakang rosul bersama Khadijah RA), istri dari putri tercinta Rosul, pahlawan pada setiap pertempuran, Rosul menyebutnya sebagai orang yang diridhoi Allah dan Rosul-Nya, dipersaudarakan langsung dengan Rosul ketika di Mekkah maupun di Madinah, dll).

Bagi saya pribadi (saya masih belum menjadi Shiah dan masih beribadah secara Sunni), menyamakan Ali dengan para sahabat lain adalah tindakan jahil yang mengabaikan tidak saja fakta sejarah, juga perintah Allah.

abu bakar said...

dalam nahjul balaghah dinyatakan baginda nabi menyamaratakan layanannya yang sama terhadap sahabat setara dengan keluarganya

cahyono adi said...

Rosulullah bahkan mendahulukan hajat para sahabat daripada keluarganya. Bukan berarti kasih sayang dan keridhoan Rosul lebih besar kepada sahabat daripada keluarga.

Islam (secara umum) mengajarkan untuk mendahulukan kerabat, baru kemudian orang-orang di sekitar. Islam bahkan melarang orang untuk mewariskan harta kepada anak angkat, melainkan kepada anak kandung dan kerabat.

abu bakar said...

keraguan saya?kewujudan syiah lebih awal dari sepatutnya,ini tidak diulas dalam buku-buku sejarah maupun ensaiklopedia-syiah ali kenapa bukan syiah muhammad terjawab,idea nur Muhammad-cahaya kenabian sejak zaman adam mungkin sampai Mahdi adakah kaitannya dengan syiah ini?

salmankomputer said...

Kenapa tidak disebut Syiah Muhammad, tapi Syiah disebut Syiah Ali...Jawabannya adalah karena setiap orang adalah pasti mengaku bahwa mereka adalah pengikut Nabi Muhammad S.A.W., masalahnya adalah setelah Rasululloh S.A.W. meninggal, terjadi perselisihan di antara para sahabat, sehingga mereka kebingungan atas siapakah yang harus diikuti di antara para sahabat...Nah Rasululloh S.A.W. telah memberi petunjuk bahwa kita hendaklah mengikuti Ali, karena - seperti sabdanya - bahwa Ali senantiasa bersama kebenaran dan kebenaran senantiasa bersama Ali...

babay gerl said...

membingungkan.... lilahita ala... allah yang maha tahu..kalo mikir islam siyah atau sunni ,, terus bagaimana dengan indonesia ada yang mengatakan islam muhamadiyan dan yang lain mengataka saya islam nahdatul ulama,dan masih banyak nama islam yang mereka ikuti..dan sesungguhnya islam itu hanya satu yaitu agama yang di bawa oleh nabi muhamad saw.

abu bakar said...

pelan-pelan kita mengkaji;rahsia akan terungkap tanpa emosi, kata nabi kpd sy Hassan, engkau akan mendamaikan 2 pihak dari umatku yg bertelingkah, bukankah salah satunya syiah Ali dan satu lagi Pihak yg disebut pihak penderhaka kerana disebut nabi Ammar akan dibunuh pihak penderhakaka itulah pihak Muawaiyah[Tanpa prejudis)penakwilan tepat oleh Ali Kw bahawa penentang khalifah dan negara boleh diperangi
- nyatalah siapa pihak yang benar, bukankah Quran mennyuruh kita sentiasa dipihak yang benar,,,surah attaubah 9:119 ...hendaklah kamu bersama-sama dengan orang yang benar.juga mengingatkan kebenaran bersama beliau ,,Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ali “engkau bersama kebenaran dan kebenaran bersama engkau dimanapun engkau berada” [Tarikh Ibnu Asakir 20/361]

abu bakar said...

syiah dikaitkan dengan hizbullah atau sebaliknya atau kedua duanya
Menurut al-Raghib al-Isfahani, kata Hizb mempunyai makna : “Suatu jama’ah yang SANGAT KUAT dan TEGAS.” (Tafsir Mizan, ‘Allamah Thabathaba’i)
Kata Hizbullah sendiri di dalam al-Quran disebutkan dua kali dalam ayat : QS al-Mujadilah ayat 22, dan QS Al-Maaidah ayat 56.
Allah Swt berfirman : “Wahai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kalian yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang ingkar, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (Karunia-Nya), lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya (waliyukum) pemimpin kalian hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka ruku’. Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman sebagai pemimpinnya, maka sesungguhnya pengikut Allah (hizbullah) itulah yang pasti menang.” (Quran Surah Al-Maa’idah : 54-56)
HIZBULLAH MENURUT TAFSIR DAN ASBABUN NUZUL
Di dalam kitab-kitab tafsir dan asbabun nuzul (sebab-sebab turunnya Al-Quran) diriwayatkaan bahwa ayaat QS 5:54-55 adalah ayat-ayat yang dikhususkan bagi Imam Ali as, dan sekaligus mengancam kaum muslimin yang tidak konsisten kepada ajaran-ajaran serta wasiat Rasul saww (Sunnah Rasul).
Hal ini bisa dilihat di dalam:
1.Tafsir ats-Tsa’labi
2.Tafsir Maima’ al-Bayan dari hadits yang diriwayatkan dari Ammar bin Yasir ra dan dari Hudzaifah al-Yamani ra dan Ibnu Abbas ra.
3.Di dalam kitab Kanz al-‘Ummal Jilid 6, halaman 393, hadits ke 610, disebutkan bahwa Rasulullah saww bersabda: “Tidakkah kalian akan berhenti – “Wahai kaum Quraisy – sehingga Allah akan membangkitkan seseorang yang Dia telah menguji keimanan hatinya, yang akan menebas batang leher kalian pada saat kalian bagaikan kawanan kambing yang lari berkejutan,”
Abu Bakar lantas bertanya: “Akukah dia itu, wahai Rasulullah?”,
“Bukan!”, jawab Nabi Saww, “Tapi dia yang sedang menjahit sandal.” (perawi hadits ini menambahkan: Pada saat itu di tangan Ali sedang menjahit sandal kepunyaan Nabi Saww.)
4. Di dalam riwayat lain yang dirawikan oleh Ahmad bin Hanbal di dalam Musnadnya dari sahabat Abu Sa’id, juga dirawikan oleh al-Hakim di dalam Mustadraknya, juga Abu Ya’la di dalam Musnadnya, dan al-Kanz hal. 155, Juz. 6 bahwa Rasulullah Saww bersabda: “‘Di antara kamu ada seseorang yang akan berperang demi menjaga kemurnian penafsiran Al-Quran,” Maka Abu Bakar berkata: “Akukah dia itu?” dan Umar pun berkata: “Akukah dia itu?”.
Namun Rasul Saww menjawab: “Bukan! Tapi dia adalah yang sekarang sedang menjahit sandal di dalam kamar.”, maka keluarlah Ali, dan ia sedang membawa sandal Nabi saww yang sedang dijahitnya.”
Masih banyak lagi hadits-hadits yang masyhur yang meriwayatkan Asbabun Nuzul dari ayat al-Quran tersebut di atas. Dari mayoritas hadits-hadits yang berkenaan dengan asbabun nuzul ayat tersebut di atas kita bisa menyimpulkan bahwa ayat tersebut menjelaskan keutamaan Imam Ali as.
Selain itu Hizbullah di dalam Al-Quran sendiri mengarah kepada Imam Ali as dan pengikutnya yang setia. Hal ini bisa diperkuat dengan ayat selanjutnya, yaitu Al-Quran Surat al-Maidah ayat 56. Ayat ini jelas-jelas mengarah kepada Imam Ali as yang pada saat itu sedang shalat dan memberi sedekah kepada seseorang yang meminta sesuatu yang berharga kepadanya.

http://qitori.wordpress.com/2009/05/22/hizbullah-menurut-al-quran-dan-hadis/#more-2867

anas fauzi said...

Ga perduli syiah, sunni atau aliran apapun kalau benar ditiru, tapi kalau hanya berisi caci maki kepada orang lain, golongan lain yang dijauhi. Karena rasulullah tidak pernah mencaci orang lain..terhadap syiah ada sebagaian yang benar, ada sebagian yang tidak sesuai..salah satunya adalah kawin mut'ah dan penyebaran terhadap goloangan muslim yang lain..

abu bakar said...

to anas fauzi salam
kita mencari yg benar dan berhihkmah

mana lebih teruk mutaah atau jihadsex
-Former Mufti of Tunisia Sheikh Othman Battikh in April said that 13 Tunisian girls “were fooled” into traveling to Syria to offer their sexual services to rebels fighters.

The mufti, who was subsequently dismissed from his post, described the so-called “sexual Jihad” as a form of “prostitution.”

http://rt.com/news/sexual-jihad-tunisia-syria-133/

abu bakar said...
This comment has been removed by the author.
abu bakar said...

syurga
neraka

imam yang benar
imam yang zalim

syiah
musuh syiah

adakah padanan ini dari al quran?

Mo lebih kenal? open this link said...

Assalamualaikum.

Stlh membaca "dengan lebih berhati-hati and mawas diri" artikel anda. Saya menyimpulkan anda adalah orang yang berwawasan dalam Islam TAPI anda cenderung mengabaikan/menutupi apa sebenarnya yg ada di Al-Qur'an and Sunnah.

Tulisan anda seolah2 mengajak pembaca untuk menegaskan bahawa kelompok syi'ah adalah kelompok yg paling benar karena anda menemukan beberapa ayat alqur'an tentang bagaimana Umat harus mengikuti Imam Ali. Dan bagaimana alqur'an mengulang-ulang kata syi'ah.

Pelajaran pertama : Jangan baca alquran dengan arti harafiah saja. Cara gampangnya, misal AlQuran mengulang2 kata sunni dan tidak pernah menyebut kata Syiah apakah pikiran anda akan berbalik?

Jangan! SUNNI/AHLUSSUNNAH hanya sebuah nama, jangan pernah membaca rasa jeruk dari kulitnya - kupas dulu kulitnya dan pelajari apa rasanya. SUNNI/AHLUSSUNNAH memang tdk pernah disebutkan di AlQuran tapi bagi ahli Sunnah Allah menjajikan Surga bagi mereka. Bukankah yang harus kita ikuti perlakuan dan tindakan adalah Nabi Besar Muhammad SAW? Bukan Imam Ali. Benar? Ketika umat mengikuti apa yang dilakukan Rasul (Sunnah), bisa dikatakan umat mengikuti agama Rasul.

Tapi apa anda berani menjamin, Umat yang mengikuti Ali, akan 100% mengikuti agama Rasul?

Ingat, Allah hanya menjadikan satu manusia sempurna yaitu Muhammad bin Abdullah. Setiap perangai dan perkataanya telah dijamin benar dan patut diikuti.

Apa anda bisa menjamin, setiap perangai dan perkataan Ali dijamin oleh Allah?

Buka mata hati (agar kita selamat), buka pikiran jernih jangan sampai terbawa emosi dalam menyikapi permasalah kelompok agama seperti ini. Karena syaitan akan sangat senang menjadi bumbu yang dahsyat yang dapat sekejap mata merobohkan iman kita kepada Allah dan Rasull.

Islam itu satu, dan Islam yang benar adalah yang mengikuti AlQur'an dan Rasull. Tidaklah benar, jika orang mengatakn Islam tetapi menghalalkan menggambar wajah baginda Rassul, Tidaklah benar, jika ada Islam yang menghalalkan membunuh sesama muslim.

Saya bukan syiah atau Sunni. Saya adalah orang Islam (titik). Saya tidak membela orang Sunni atau orang Syi'ah, saya membela orang2 yang membela Agama Allah dan Rasull-Nya.

Sesungguhnya hanya Allah tempat kita kembali, cukup Alqu'ran, Sunnah, Rukun Islam dan Rukun Iman pegangan kita untuk selamat.

Allah menjajikan akan ada 70 golongan lebih nanti di akhir zaman, dan hanya satu yang benar. Tidak perlu bingung mencari golongan mana yang salah dan benar, cukup kembalilah ke hati nurani anda. Peganglah teguh AlQur'an, dan jaga shalat 5 waktu. InsyaAllah kita termasuk ke dalam golongan yang benar. Amin.

abu bakar said...

Tidak perlu bingung mencari golongan mana yang salah dan benar, cukup kembalilah ke hati nurani anda. Peganglah teguh AlQur'an, dan jaga shalat 5 waktu. InsyaAllah kita termasuk ke dalam golongan yang benar. Amin.

sayangnya jika cukup dengan perkara itu sahaja maka mengapa mereka berbunuh bunuhan di Syria,menyembelih orang yang tidak sefahaman dengan mereka maka anda menentang hati nurani sendiri dengan menganggap begitu mudah satu perkara diselesaikan,,namun anggapan anda tidak akan memuaskan diri anda sendiri,,anda turut perlu lebih mengkaji tidak cukup dengan ilmu sekolah dasar,

abu bakar said...

anda mengatakan alquran sebagai pengangan anda namun anda tidak dapat mendatangkan satu ayat pun yang mendukung anda bukan,bukankan,disebutkan sampaikan hujah kamu jika kamu orang yang benar

oppa didhut said...

"Islam (secara umum) mengajarkan untuk mendahulukan kerabat, baru kemudian orang-orang di sekitar. Islam bahkan melarang orang untuk mewariskan harta kepada anak angkat, melainkan kepada anak kandung dan kerabat"...itu yg melencengkan cara berpikir anda. Di AlQur'an banyak dalil tentang kemuliaan para sahabat dan tidak ada yg paling istimewa.kemudian anda akan membantah dengan hadits sahabat yg bercerai berai yg tentunya "shahiH". hadits se-shahih apapun tidak bisa membantah AlQur'an. inilah keslahan umat islam zaman sekarang selalu berpegangan pada hadits shahih.padahal hadits yg "benar2" shahih tidak akan bertentangan dengan AlQur'an

cahyono adi said...

to oppa.
tolong sebutkan dalil al Qur'an yg menyebutkan seorang sahabat lebih mulia dibanding kerabat dan karenanya harus lebih diutamakan.

Siapa yg berhak mendapat ghanimah dan fa'i, kerabat Rosul atau sahabatnya? Siapa yg diharamkan menerima sedekah, kerabat Rosul atau sahabatnya? Siapa yg disucikan Allah sesuci-sucinya (QS Al Azhab 33), keluarga Rosul atau sahabatnya?

Kemuliaan seseorang karena kekerabatannya dengan orang lain adalah hak Allah yg tidak boleh diganggu gugat.

Unknown said...

agama syi'ah agama syaithonirrojiim

abu bakar said...

to unknown tolonglah
ketidakmampuan ada satu kelemahan demikian kata orang bijak,

belajarlah lagi dari orang bijak janganlah malu, jaga lubang di atas anda janganlah berhujah dengan setan

Yulia Ismuhar said...

Ini baru di blog udah pada gontok2an. Syiah pinter suni pinter ahlus sunah pinter. Di dunia nyatanya bisa lihat timur tengah. Semua menganggap diri benar kelompok lain salah. Kalian tahu islam bakal terpecah mjd 70 gol dan anehnya kita sendiri ikut dl proses perpecagan itu. Saudara2ku kaum mukminin. Apalah arti ilmu tinggi2 kalo hanya untuk mengklain doang yg hanya menyakiti hati muslim yg lain. Tanda ilmu berkah itu adanya manfaat bukan mudharat spt ini. Kalau kita2 ingin di pahami maka pahamilah orang lain dahulu. IQ penting tapi EQ jauh lebih penting. Beragama bukan seperti membaca protap. Sayangi sesama maka kita akan di sayangi yg di langit. Nomor satukan persatusn umat jg berpecah belah. Kuncinya ya mau berkorban dahulukan kepentingan umat bukan golongan. Kalau kita mau golongan kita di nomor satukan maka kuncinya nomor satukan golongan lain. Jaga lidah pikiran hati. Ingat penglihatan, hati, pendengaran dan lidah semua akan dimintai pertanggung jawaban.

prass said...

Pengikut satu nabi dan kitab yg sama untuk apa gontok2an..menjadikan syiah sbg target sasaran yg paling mudah untuk menaikan popularitas tokoh2 tertentu spt dijabar sungguh menjijikan..apakah kebencian kita terhadap syiah membuat kita tidak bisa berpikir secara dewasa bahkan sperti kerasukan setan..atau jgn2 ada donasi lembaga2 dr luar yg ingin kita saling berkerahi..sampai kapan persoalan yg sdh usang ini akan berlanjut

PEJUANG said...

Assallamualaikum...hanya mau meluruskan melihat komentar diatas. syiah bukan ISLAM, kenapa demikian karena tuhan mereka, nabi mereka, rukun islam dan iman mereka berbeda dengan islam, kiblatnya dan shalatnya berbeda, syiah pada saat shalat di tempat sujudnya ada batu yg berasal dari karbala (kiblatnya karbala yaitu makam cucu nabi Muhammad SAW)shalatnya pun hanya 3 waktu pagi siang dan malam, beda dengan islam yg arah kiblatnya ka'bah dan tidak mengenal adanya batu atau benda apapun untuk disembah (syiah penyembah batu karbala)dan pula shalat dalam islam 5 waktu. syiah mengatakan imam lebih suci dari pada nabi dan ali bin abu thalib yg seharusnya menerima wahyu (nauzubillah min dzalik). Qur'an mereka juga berbeda karena sudah ditambahkan (lebih tebal). syiah selalu mengutuk sahabat2 nabi dan juga mengutuk istri2 nabi Muhammad SAW, Apakah pantas mereka masih disebut islam karena menghina sahabat dan istri nabi, tentu hal ini melukai perasaan kita sebagai umatnya Nabi Muhammad SAW, orang yang sangat disayangi nabi tetapi di kutuk syiah dengan cacian dan hujatan (nauzubillah min dzalik). Satu lagi syiah lahir setelah nabi Muhammad SAW wafat, pada saat nabi apakah ada syiah? Tentu tidak ada yg ada hanya islam. Jadi bias disimpulkan sendiri siapa pencipta agama syiah yang jelas bukan agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Wasallam…

abu bakar said...

mr pejuang

berapakah rukun islam anda

sujud diatas tanah karbala bukan batu anda silap--masyarakat islam awal sujud di atas tanah

sejak bila ali menerima wahyu;;;cuba anda sebutkan kita mana

anda tidak dapat membedakan perkataan kutukan dan kritikan--

quran ditambah isu basi--qari iran pernah menang lumba quran dinegara anda--adakah dia membaca quran yang lain

syiah adalah nama yang diberikan nabi kepada pengikut Ali---disebut dalam hadis hadis yang anda tidak boleh menolaknya kecuali anda suka menolaknay

tiada universti yang dapat menyatakan syiah sesat

tiada ensaiklopedia juga dapat menyatakan demikian

yang ada syiah dan sunni adalah 2 cabang islam

janganlah mendalamkan kebodohan anda berhadapan dunia kecuali anda hidup bawah tempurung

abu bakar said...

Jabir Ibn Abdillah Al-Ansari meriwayatkan bahwa Rasulullah pernah bersabda: “SYI’AH ALI akan menjadi kelompok pemenang di hari kebangkitan nanti”.

Lihat referensi dari hadits tersebut di atas dalam referensi AHLUSSUNNAH atau SUNNI:

Al-Manaqib Ahmad seperti yang juga termaktub dalam
Yanabi al-Mawaddah, oleh Al-Qunduzai al-Hanafi, halaman 62
Tafsir Al-Durr al-Mantsuur, oleh Al-Hafidh Jalaluddin As-Suyuthi


siapakah Jabir

abu bakar said...

jabir seorang syiah

jabir meriwayatkan hadis nur muhammad yang menarik minat banyak ulama sunni dan qardawi menentang konsep nur muhammad

jabir antara sahabat yang hidup lama dan dikatakan nabi telah memberitahu ? misi syiahnya

>>>>bersama membela Hussain

sahabat pertama yang melaksanakan takziah kepada Hussin


tetapi semua ini tiada gunanya kepada sunni bebal yang tak sudahnya menuduh syiah maacam macam


Jabir berjaya menyampaikan misinya---berjumpa dengan imam ke .>

abu bakar said...

Seterusnya, dalam kitab Al-Shifa karangan Qadhi ‘Iyad rahimahu’Llah, terdapat kenyataan dari Ibn ‘Abbas rd. bahawa Nabi s.a.w. adalah ruhnya itu berada di sisi Allah sebelum Ia menjadikan Adam a.s. selama dua ribu tahun, bertasbih nur itu sebagai malaikat bertasbih; daripadanya dijadikan Adam a.s. Bila Adam dijadikan maka nur itu diletakkan pada sulbinya. Sabda nabi s.a.w. Kemudian Allah turunkan aku ke bumi dalam sulbi Adam, kemudian dijadikan aku dalam sulbi Nuh, sulbi Ibrahim, kemudian tidak berhenti-henti Allah memindahkan aku dari sulbi-aulbi mereka yang mulia-mulia dan rahim-rahim para wanita yang suci, sehinggalah Ia keluarkan daku dari kedua ibu bapaku, yang mereka itu tidak terkena kekejian sedikitpun. Yang menjadi saksi tentang sahihnya kisah dan khabar ini ialah sya’ir al-‘Abbas yang masyhur yang memuji Nabi s.a.w. (Kitab al-Shifa, oleh Qadhi ‘Iyad, I, hal.83).

Dalam hubungan dengan ayat yang bermaksud: “dan mengetahui tentang gerak-geri engkau dalam kalangan mereka yang sujud”, kata ibn ‘Abbas rd maknanya “dari seorang nabi kepada seorang nabi sehingga Aku keluarklan engkau sebagai nabi (di zaman engkau dibangkitkan).” (Qadi ‘Iyad, al-Shifa, I.halaman 15-16).

Dalam hubungan dengan ayat yang bermaksud: Allah adalah cahaya langit dan bumi, kata Ka’b al-Akhbar dan ibn Jubair maksud nur yang kedua itu, iaitu mithalan bagi nurnya, ialah Muhammad salla’Llahu ‘alaihi wa sallam. Maka mithalan bagi nurnya ialah Nur Muhammad s.a.w. Ia di pertaruhkan ke dalam sulbi-sulbi para anbia seperti ceruk cahaya (ka mishkat) sifatnya sedemikian, dan lampu (al-misbah) adalah kalbunya, kaca (al-zujajah) ialah dadanya: iaitu ia seumpama bintang kerana apa yang ada padanya terdiri daripada iman dan hikmah kebijaksanaan, yang dinyalakan daripada pokok yang diberkati, iaitu daripada Nur Ibrahim ‘alaihis-salam; diumpamakan sebagai pokok yang diberkati; hampir-hampir minyaknya menyala iaitu hampir-hampir nubuwwah nabi Muhammad itu …nyata kepada manusia sebelum daripada kata-katanya, seumpama minyak…(al-Shifa,I.hal.17-18).
Berhubungan dengan nur nabi ini dinyatakan dalam Al-Shifa.I.366:

http://hanputra.blogspot.my/2011/09/nur-muhammad-menurut-al-quran-hadits.html

abu bakar said...

nur muhaammad cahaya kenabian purba
bertemu pada fondasi imam imam maksum
adakah ia ilmu kenabian yang diwariskan dari nabi kenabi
maka tidak lain ia wajar melalui jalur ahlul bait---sehingga al mahdi

sunni tidak dapat menyebut 12 nama pemimpin quraiys ini
ilmu kenabian, hikmah dan ia bukan ilmu biasa biasa
nabi menyebutkam ia kota ilmu dan Ali pintunya

nama ahlulbait disebut juga dalam zaman Nuh as

abu bakar said...

manusia suci dalam quran

Perbedaan penafsiran terhadap Al-Qur’an nampaknya menjadi sebuah keniscayaan di zaman ini. Antara mufassir yang satu dengan mufassir yang lain, sering kali terjadi perbedaan penafsiran atas suatu ayat Al-Qur’an tertentu. Termasuk perbedaan penafsiran terhadap surat Al-Ahzab ayat 33 tentang siapakah Ahlulbayt yang dimaksud dalam ayat tersebut.
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيراً
dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta’atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (QS. Al-Ahzab ayat 33)

Dalam Sunan Tirmidzi hadis no 3205 dalam Shahih Sunan Tirmidzi Syaikh Al Albani
عن عمر بن أبي سلمة ربيب النبي صلى الله عليه و سلم قال لما نزلت هذه الآية على النبي صلى الله عليه و سلم { إنما يريد الله ليذهب عنكم الرجس أهل البيت ويطهركم تطهيرا } في بيت أم سلمة فدعا فاطمة و حسنا و حسينا فجللهم بكساء و علي خلف ظهره فجللهم بكساء ثم قال اللهم هؤلاء أهل بيتي فأذهب عنهم الرجس وطهرهم تطهيرا قالت أم سلمة وأنا معهم يا نبي الله ؟ قال أنت على مكانك وأنت على خير
Dari Umar bin Abi Salamah, anak tiri Nabi SAW yang berkata “Ayat ini turun kepada Nabi SAW {Sesungguhnya Allah berkehendak menghilangkan dosa dari kamu wahai Ahlul Bait dan menyucikanmu sesuci-sucinya.} di rumah Ummu Salamah, kemudian Nabi SAW memanggil Fatimah, Hasan dan Husain dan menutup Mereka dengan kain dan Ali berada di belakang Nabi SAW, Beliau juga menutupinya dengan kain. Kemudian Beliau SAW berkata “ Ya Allah Merekalah Ahlul BaitKu maka hilangkanlah dosa dari mereka dan sucikanlah Mereka sesuci-sucinya. Ummu Salamah berkata “Apakah Aku bersama Mereka, Ya Nabi Allah?. Beliau berkata “Kamu tetap pada kedudukanmu sendiri dan kamu dalam kebaikan”.

Jadi jelaslah sudah bahwa kata Ahlulbayt dalam surat Al-Ahzab ayat 33 itu merujuk kepada Ali, Fathimah, Hasan, dan Husain. Anggapan bahwa Ahlulbayt dalam ayat tersebut itu turun kepada perempuan atau istri-istri Nabi, maka itu adalah anggapan yang teramat sangat ngawurnya.
https://ressay.wordpress.com/2010/01/04/siapakah-ahlulbayt-dalam-surat-al-ahzab-ayat-33/comment-page-3/