Saturday, 27 March 2010

PENGALIHAN PERHATIAN YANG JITU


Akhir-akhir ini drama politik internasional didominasi oleh pertunjukan "ketegangan diplomatik" antara Israel dan Amerika perihal rencana pembangunan pemukiman yahudi di Jerussalem. Sebagaimana diberitakan di media-media di seluruh dunia, pemerintah Amerika "marah" terhadap pengumuman Israel untuk meneruskan pembangunan pemukiman yahudi di wilayah pendudukan Palestina. Namun apakah drama pertunjukan itu adalah sesuatu yang nyata atau hanya sebagai pengalihan perhatian dari sebuah rencana besar lain, yaitu perang melawan Iran? Tulisan ini dibuat agar Anda tidak kaget jika ternyata perang Amerika melawan Iran benar-benar terjadi.

Pada bulan Januari lalu Presiden Barack Obama setuju memenuhi permintaan Israel untuk meningkatkan bantuan keamanan tahunan untuk Israel menjadi senilai $800 juta. Dari jumlah tersebut termasuk bantuan senjata mutakhir bom pembongkar bunker serta rudal anti rudal Patriot. Sebagian dari bom-bom pembongkar bunker bahkan baru saja dikirim ke pangkalan militer Diego Garcia di samudra Hindia.

Mari kita memusatkan pikiran sejenak. Israel tidak pernah berhenti membangun pemukiman yahudi di wilayah pendudukan Palestina. Israel tidak pernah berhenti membunuhi rakya Palestina. Israel tidak pernah berhenti melanggar perjanjian internasional. Semuanya itu dilakukan dengan dukungan buta Amerika, dan kini kita dibuat percaya bahwa hubungan Amerika dan Israel menegang karena masalah pemukiman yahudi?

"Ketegangan diplomatik" antara Amerika dengan Israel adalah sebuah pengalihan perhatian dari rencana penyerangan Amerika atas Iran. Rencana ini tidak saja penting bagi agenda Israel untuk memperkuat cengkeramannya atas wilayah pendudukan Palestina yang saat ini telah sampai pada titik dimana Israel diharuskan mengembalikan wilayah-wilayah pendudukan dan mengijinkan Palestina membentuk negara sendiri yang merdeka.

Ketegangan politik tersebut sebenarnya hanya pengalihan perhatian atas pengiriman bom-bom penghancur bunker yang telah dikirim ke pangkalan Diego Garcia. Meski disamarkan sebagai bantuan keamanan untuk Israel, pengiriman senjata itu ke Diego Garcia sebenarnya dimaksudkan untuk digunakan menyerang Iran. Mengapa tidak langsung saja dikirim ke Israel dan malah disimpan di Diego Garcia yang sama sekali tidak rasional mengingat dengan transit di Diego Garcia jarak pengiman Amerika-Israel menjadi 2x lebih jauh. Yang sebenarnya adalah Diego Garcia adalah pangkalan militer yang paling fisibel untuk menyerang Iran. Diego Garcia adalah pangkalan dimana bom tidak digunakan untuk disimpan melainkan untuk dijatuhkan di tempat musuh. Dari pangkalan inilah Amerika pernah menyerang Irak dalam Perang Teluk I dan II. Kini bahkan pangkalan ini akfif mengirimkan pesawat pembomnya ke Afghanistan.

Mengirimkan bom penghancur bunker ke Israel bukanlan pilihan yang bijak karena hal ini menimbulkan dampak politik yang merugikan Israel. Israel akan dianggap sebagai negara yang aktif menyiapkan perang terhadap Iran dan membuat Iran dan sekutu-sekutunya (Hizbollah, Hamas, Syria) lebih waspada. Dan saat bom-bom dari Diego Garcia jatuh di Iran, Israel tidak dianggap terlibat dalam perang melawan Iran sehingga negara-negara Arab moderat seperti Mesir, Yorgania dan kerajaan Saudi-Wahabi-Salafi tidak perlu repot-repot meredam rakyatnya yang marah.

Namun pertunjukan "drama politik" sebenarnya telah dimulai sejak lama, termasuk yang dimainkan oleh aktor Barack Obama. Ia memainkan banyak peran untuk membuat bingung masyarakat tentang siapa dia sebenarnya sekaligus menyembunyikan jati dirinya. Ia seorang kristen protestan, tapi juga seorang muslim, yahudi, kulit hitam, kulit putih, kulit berwarna, komunis, nasionalis, konservatif, liberal, humanis, facsis dlsb.

Setelah diam seribu bahasa menyaksikan rakyat Palestina di Gaza dibantai Israel, ia berpidato berapi-api akan merangkul dunia Islam dengan damai. Tapi hanya sebulan kemudian ia memerintahkan pengiriman 30.000 tentara ke Afghanistan. Negara-negara muslim yang mula-mula dikunjungi adalah Mesir, Turki dan kerajaan Saudi-Wahabi-Salafi. Mengapa bukan Irak, Palestina atau Somalia yang tengah tercabik-cabik dilanda perang? Tidak lain karena ia ingin lebih melunakkan hati tiga negara Islam sekutu Israel itu terutama saat perang melawan Iran terjadi.

Perang melawan Iran tampaknya memang sudah tidak mungkin dielakkan lagi. Israel, yahudi dan para pejabat hipokrit Amerika memang memerlukannya setelah masyarakat di seluruh dunia mulai sadar bahwa selama ini mereka telah menjadi sapi perahan orang-orang yahudi. Perang ini, sebagaimana juga perang dunia II akan mengalihkan perhatian masyarakat global dari persoalan sesungguhnya, yaitu kekuasaan yahudi. Namun boleh jadi juga perang ini adalah perang terakhir yang dikobarkan oleh orang-orang yahudi.

SEANDAINYA SAYA MENJADI PRESIDEN INDONESIA


1. SAYA AKAN MENGIRIM SRI MULYANI DAN BOEDIONO KE LEMBAGA-LEMBAGA KEUANGAN INTERNASIONAL UNTUK MENEGOSIASI ULANG PEMBAYARAN HUTANG SEHINGGA SELAMA 5 TAHUN INDONESIA TIDAK PERLU MENGEMBALIKAN CICILAN DAN BUNGA HUTANGNYA. DANA YANG UNTUK MEMBAYAR CICILAN DAN BUNGA HUTANG ITU (SEKITAR RP 120 TRILIUN PER TAHUN) AKAN SAYA GUNAKAN UNTUK MEMBANGUN INFRASTRUKTUR DI LUAR JAWA. SEBAGAI ORANG YANG BERPENGARUH DI DUNIA (MENURUT MEDIA-MEDIA MASSA YAHUDI) TENTU MEREKA BERDUA BISA MENJALANKAN TUGAS INI DENGAN BAIK KECUALI JIKA YANG DIGEMBAR-GEMBORKAN MEDIA MASSA YAHUDI ITU BOHONG.

2. SAYA AKAN MEMBANGUN INFRASTUKTUR JALAN RAYA DAN KERETA API DI SUMATERA, KALIMANTAN, SULAWESI DAN IRIAN JAYA. MASAK SUDAH 60 TAHUN MERDEKA KOK JALAN LINTAS SUMATERA SAJA MASIH KAYAK KUBANGAN KERBAU. LAGIPULA DENGAN MEMBANGUN INFRASTUKTUR DI LUAR JAWA SUMBER DAYA ALAM YANG MELIMPAH AKAN BISA DIMANFAATKAN SEHINGGA SECARA OTOMATIS EKONOMI AKAN TUMBUH. CUKUP DENGAN MEMBANGUN INFRASTUKTUR MAKA MASYARAKAT DAN SWASTA AKAN BERGERAK SENDIRI UNTUK MENGOLAH SUMBER DAYA ALAM YANG TERPENDAM, APALAGI JIKA PEMERINTAH JUGA MENGELUARKAN INVESTAI UNTUK MEMBUKA LAHAN PERTANIAN, PERKEBUNAN, PETERNAKAN SERTA INDUSTRI PENGOLAH HASIL-HASIL PERTANIAN, PERKEBUNAN DAN PETERNAKAN, MULTIPLIER EFFECTNYA LUAR BIASA BESAR BAGI KESEJAHTERAAN RAKYAT.

3. SAYA AKAN PERINTAHKAN DIRUT PLN DAHLAN ISKAN UNTUK MENGEMBANGKAN SUMBER ENERGI NUKLIR DENGAN BEKERJASAMA DENGAN BATAN, UGM DAN ITB YANG MEMILIKI PAKAR-PAKAR NUKLIR HANDAL. MASA SUDAH SEJAK JAMAN PRESIDEN SUKARNO, PARA PAKAR NUKLIR ITU DIBIARKAN NGANGGUR. LAGIPULA BUKANKAH ENERGI NUKLIR ADALAH ENERGI YANG PALING EFISIEN? SOAL KEAMANAN BUKANKAH INDONESIA MEMILIKI PAKAR NUKLIR YANG BERHASIL MENEMUKAN KONTAINER LIMBAH NUKLIR YANG TAHAN BOCOR HINGGA 1000 TAHUN? EFISIENSI YANG DIPEROLEH DARI PENGHEMATAN BBM AKIBAT DIGUNAKANNYA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR BISA DIALIHKAN UNTUK PEMBANGUNAN. JIKA DAHLAN ISKAN MENOLAK MAKA IA AKAN SAYA KEMBALIKAN KE BOSNYA.

4. SAYA AKAN MENERUSKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI STRATEGIS PESAWAT TERBANG (IPTN), KAPAL (PAL), KERETA API (INKA) DAN SENJATA (PINDAD) DENGAN JALAN MENGELUARKAN UNDANG-UNDANG PEMANFAATAN INDUSTRI DALAM NEGERI. DENGAN MENGGUNAKAN PRODUK-PRODUK INDSTRI DOMESTIK MAKA NILAI TAMBAH (PENYERAPAN TENAGA KERJA, DEVISA, DAN EFFECT MULTIPLIER LAINNYA) YANG SELAMA INI DINIKMATI ASING DAPAT DINIKMATI OLEH RAKYAT INDONESIA SENDIRI.

5. SAYA AKAN MENGEMBANGKAN INDUSTRI MOBIL NASIONAL YANG IRIT BAHAN BAKAR KARENA SAYA TAHU PEMBOROSAN TERBESAR DI NEGERI INI ADALAH KONSUMSI BBM. PADAHAL BBM INI JUSTRU MENIMBULKAN POLUSI PENYEBAB PEMANASAN GLOBAL (TAPI ANEHNYA KAMPANYE ANTI PEMANASAN GLOBAL DI SELURUH DUNIA TIDAK PERNAH MENYALAHKAN INDUSTRI OTOMOTIF SEBAGAI BIANG KELADI PEMANASAN GLOBAL). SAYA TAHU INSINYUR-INSINYUR INDONESIA BUKANNYA TIDAK BISA MEMBUAT MOBIL TAPI KARENA LOBI INDUSTRI OTOMOTIF DAN MINYAKLAH YANG MEMBUAT PEMERINTAH INDOENSIA SELAMA INI MENGABAIKAN KEMAMPUAN MEREKA.

6. SAYA AKAN MEMBANGUN PUSAT-PUSAT PELATIHAN DAN PELAYANAN TKI SEHINGGA NILAI TAMBAH YANG DIBERIKAN OLEH PARA TKI BISA BERLIPAT GANDA. DENGAN PEMBERIAN PELATIHAN-PELATIHAN TAMBAHAN ITU MAKA GAJI MEREKA DI LUARNEGERI AKAN NAIK SECARA SIGNIFIKAN SEHINGGA NILAI TAMBAH YANG DIBERIKAN PARA TKI AKAN NAIK, DEMIKIAN JUGA KESEJAHTERAAN KELUARGA MEREKA DI INDONESIA. JIKA SELAMA INI SELAMA INI MEREKA TELAH BANYAK BERJASA BAGI PEREKONOMIAN NASIONAL NAMUN KURANG MENDAPAT PENGHARGAAN. SUDAH SAATNYA MEREKA MENDAPATKAN PERLAKUAN YANG LEBIH BAIK SEBAGAI BALAS JASA ATAS APA YANG MEREKA BERIKAN KEPADA NEGARA.

7. TERAKHIR NAMUN JUSTRU YANG PALING PENTING ADALAH MEMBERANTAS KORUPSI KARENA KORUPSILAH YANG MENJADI AKAR SEMUA PERMASALAHAN DI INDONESIA TERMASUK MENJADI DASAR KEBIJAKAN POLITIK YANG TIDAK BERPIHAK KEPADA KEPENTINGAN RAKYAT YANG KATA PRESIDEN SEKARANG TIDAK BISA DIPIDANAKAN. SAYA AKAN BERI KEKUASAAN KPK KEKUATAN DAN KEKUASAAN LEBIH TINGGI MELALUI UUD PEMBERANTASAN KORUPSI BARU. SAYA AKAN ANGKAT PANGLIMA TNI MERANGKAP SEBAGAI KETUA KPK DENGAN DEPUTI PENINDAKANNYA SEORANG JENDRAL TNI AKTIF YANG MEMIMPIN SATU BATALION PASUKAN KHUSUS ANTI KORUPSI (SEPERTI DENSUS 88).


SAYA BERANI MENJAMIN, JIKA KETUJUH LANGKAH KEBIJAKAN TERSEBUT DIJALANKAN DENGAN BAIK, RAKYAT INDONESIA AKAN JAUH MENINGKAT KESEJAHTERAANNYA DAN INDONESIA AKAN MENJADI KEKUATAN EKONOMI DUNIA. NAMUN TENTU SAJA BANYAK YANG TIDAK MENGINGINKAN HAL INI TERJADI, YAITU ORANG-ORANG YAHUDI ASING DAN KAKI TANGANNYA DI INDONESIA. KARENA DENGAN MAKMURNYA INDONESIA, KITA TIDAK LAGI TERGANTUNG KEPADA MEREKA SEHINGGA MEREKA TIDAK BISA LAGI MENGERUK KEKAYAAN INDONESIA DENGAN HARGA MURAH (SELAMA INI MEREKA CUKUP MEMBAYAR GAJI, JAMINAN KARIER CEMERLANG ATAU IMBALAN LAINNYA KEPADA KAKI TANGAN MEREKA DI INDONESIA). MEREKA AKAN MERONGRONG KEKUASAAN SAYA HABIS-HABISAN, MULAI DARI YANG HALUS MELALUI PEMBUNUHAN KHARAKTER DAN KAMPANYE NEGATIF DI MEDIA MASSA (MEREKA SUDAH AHLI MELAKUKANNYA SEJAK MASA REVOLUSI PERANCIS. TAPI SOAL PROPAGANDA DAN AGITASI MEREKA TELAH AHLI MELAKUKANNYA SEJAK JAMAN MESIR DAN PERSIA KUNO), HINGGA KUDETA SEBAGAIMANA MEREKA LAKUKAN TERHADAP SOEKARNO DAN SOEHARTO.

Thursday, 25 March 2010

SUDAHKAN KITA FAIR?


Di antara umat Islam siapakah yang mengenal beberapa sahabat Rosul seperti Mushab bin Umair, Abu Dzar, Ammar bin Yassir, Bilal, Abu Dujanah dan Salman al Farisi? Jujur saja, nama-nama mereka tenggelam di antara nama-nama sahabat-sahabat Rosul yang lain seperti Abu Bakar, Umar, Usman, Khalid bin Walid, Muawiyah, Amr bin Ash, Marwan bin Hakam, Mughiroh dan Abu Hurairah. Padahal kelompok sahabat yang pertama adalah orang-orang yang ta'at dan patuh sepenuhnya kepada Rosul tanpa pamrih sedikit pun. Mereka bahkan rela menukar nyawa mereka demi Rosul yang dicintainya.

Contoh paling nyata adalah Abu Dujanah. Bagaimana ia melindungi tubuh Rosul dengan punggungnya saat Rosul dihujani panah dan tombak dalam perang Uhud. Akibatnya Abu Dujanah pun meninggal secara mengenaskan. Padahal sebelumnya, dalam perang Uhud tersebut, Abu Dujanah adalah pahlawan yang tak terkalahkan. Membunuhi semua musuh yang menghalanginya dan membuat mereka kocar-kacir melarikan diri.

Atau Mushab bin Umair. Ia adalah seorang pemuda tampan dari keluarga kaya yang sangat disayangi orang tuanya. Ia meninggalkan kesenangan duniawi untuk bergabung bersama Rosul. Saat meninggal dalam perang Uhud setelah mempertahankan mati-matian bendera komando yang diamanahkan kepadanya, ia tidak memiliki kain kafan yang cukup untuk membungkus jenasahnya selain pakaiannya sendiri yang compang-camping. Rosulullah adalah orang yang sangat tegar. Ia hampir tidak pernah terlihat menangis kecuali karena kehilangan sesuatu yang sangat dicintainya seperti saat kehilangan Ibrahim, putranya yang masih kecil. Namun melihat ironi yang menimpa Mushab, beliau menangis. "Dahulu Mushab adalah pemuda paling tampan yang saya lihat dengan pakaiannya yang indah," kata Rosul melihat Mushab memakai pakaian yang compang-camping. Namun kebesaran utama Mushab, selain kematian syahidnya adalah jasanya dalam mengislamkan sebagian besar orang-orang Madinah sebelum peristiwa hijrah.

Dan lihatlah Ammar bin Yassir. Ia bersama kedua orang tuanya adalah mujahid-mujahid pertama dalam Islam, yaitu orang-orang yang berjuang dengan nyawanya untuk Islam. Kedua orang tuanya, Ummu dan Abu Ammar bahkan menjadi orang-orang Islam pertama yang mati syahid karena membela keyakinannya. Adapun Ammar, dalam kemudaannya, akhirnya menyerah karena siksaan orang-orang mushrik dan mengikuti perintah mereka untuk "keluar" dari Islam. Ia menjalani itu semua adalah demi menyelamatkan nyawanya dengan hatinya yang tidak berpaling sedikitpun dari kebenaran Islam. Namun kemudian ia menyesal dan menghadap Rosul untuk mengadukan masalah yang dihadapinya. Maka Allah menurunkan surat yang membolahkan orang Islam untuk bertaqiyah, menyembunyikan kebenaran untuk mempertahankan hidup. "Jika mereka mengulangi apa yang mereka perbuat kepadamu, lakukanlah hal yang sama (taqiyah). Berbahagialah wahai keluarga Yassir dengan surga yang telah disediakan Allah bagi kalian," kata Rosul kepada Ammar dan kedua orang tuanya.

Suatu saat malaikat Jibril memberitahu Rosul bahwa suatu saat Ammar akan meninggal dibunuh oleh para pemberontak dan Ammar berada di pihak yang benar dalam masa terjadinya fitnah dan perpecahan. Rosul menyampaikan ramalan tersebut kepada Ammar dan para sahabat hingga para sahabat meraka takut untuk bermusuhan dengan Ammar apalagi membunuhnya. Namun "tabu" tersebut dilanggar dalam masa pemerintahan Usman bin Affan yang "disetir" oleh Marwan bin Hakam. Karena kritik-kritik tajamnya kepada pemerintahan Usman yang korup dan nepotis, Ammar dipukuli hingga nyaris tewas. Bahkan dalam perang Shiffin dimana Ammar berpihak kepada Ali bin Abi Thalib melawan Muawiyah, pasukan Muawiyah membantai Ammar dan memenggal kepalanya. Ketika orang-orang membicarakan ramalan Rosul perihal kematian Ammar, Muawiyah dengan enteng berkata bahwa Ali-lah yang telah membunuh Ammar dengan alasan karena memihak Ali, Ammar terbunuh.

Lalu lihatlah Abu Dzar al Ghifari. Karena begitu gembiranya dengan keislamannya, ia menjadi orang Islam pertama yang menyatakan keislamannya secara terbuka di hadapan umum sehingga orang-orang musrik marah dan mengeroyoknya hingga nyaris tewas. Di masa pemerintahan Usman bin Affan ia melihat para elit penguasa terbuai dengan kekayaan dan kekuasaan. Dengan lantang ia memperingatkan mereka tentang ancaman Allah kepada mereka yang melupakan kewajiban agama dan sosialnya. Ia mengecam Muawiyah bin Abu Sufyan dan Usman bin Affan, dua penguasa yang dianggapnya telah menyimpang dari keislaman meski tidak meninggalkan ibadah mereka. Karenanya dianggap sebagai "provokator" ia dihukum pengasingan di padang pasir yang tandus hingga meninggal bersama keluarganya.

Gambaran sejarah yang dialami oleh Ammar bin Yassir, Mushab bin Umar, Abu Dujanah, Bilal, Salman al Farasi dan Abu Dzar telah tereduksi oleh nama-nama seperti Amr bin Ash, Muawiyah, Mughiroh dan Marwan bin Hakam. Tidak hanya itu, bersamaan dengan upaya mengabaikan eksistensi sejarah mereka, mereka juga diabaikan sebagai sumber ilmu. Padahal dalam hal ilmu merekalah murid-murid Rosulullah yang paling utama. Mereka yang pertama mendapatkan ilmu agama dari Rosulnya ketika sebagian besar warga kota Mekkah dan Madinah masih musrik. Dalam hal ini peran mereka direduksi oleh sosok Abu Hurairah, seorang mu'alaf yang bahkan tidak pernah berjihad dan berhijrah, tapi kemudian menjadi sumber utama rujukan ilmu agama dalam kitab-kitab hadits.

Adapun mengenai sosok Amr bin Ash, Muawiyah, Mughiroh dan Marwan bin Hakam, sebenarnya semua orang Arab pada masa Rosulullah mengetahui mereka sebagai orang-orang paling licik. Mereka pun baru masuk Islam setelah menyadari bahwa Islam ternyata tidak bisa dikalahkan oleh mereka.

Amr bin Ash sebagai contoh pertama. Pada masa dakwah Rosulullah di Mekkah, ia adalah seorang musuh utama Rosul. Ia sering menghina Rosul sebagai "orang yang terputus nasabnya" karena tidak memiliki anak laki-laki. Penghinaan ini dijawab Allah dengan menurunkan surat Al Kautsar yang menyebutkan bahwa justru orang-orang yang menghina Rosul-lah yang terputus nasabnya. Surat tersebut bahkan menyebutkan bahwa Rosul akan mendapatkan karunia berupa keturunan yang melimpah. Dan meski "hanya" seorang mu'alaf, ia justru diserahi jabatan komandan perang hingga gubernur oleh khalifah Umar bin Khattab yang mana kemudian Amr menyalahgunakan kekuasaannya dengan memperkaya diri sendiri dan memperlakukan rakyatnya dengan sewenang-wenang hingga Umar menghukumnya dengan hukuman dera dan mencabut jabatannya.

Umar bin Khattab dalam banyak peristiwa memang memperlihatkan diri sebagai seorang pemimpin yang adil (semoga Allah menerima amal-amalnya dan mengampuni kekurangan-kekurangannya). Selain menghukum Amr bin Ash dan Khalid bin Walid yang telah membunuh seorang sahabat Rosul utama bernama Nu'man bin Numair dan menggauli istrinya malam harinya, Umar juga pernah merajam seorang putranya sendiri yang berzina serta mendera putranya yang lain yang mabuk minuman keras. Namun terhadap Muawiyah ia seperti tidak berdaya. Selain memberi jabatan gubernur kepada Muawiyah yang mu'amalaf dan tidak pernah berjihad itu, ia juga membiarkan Muawiyah berkuasa secara berlebihan. Muawiyah hidup bermewah-mewahan dengan baju sutra dan perhiasan emas yang diharamkan Rosul. Ketika orang-orang mengadukan tindakan Muawiyah, Umar hanya berkata, "Biarkan ia. Sesungguhnya ia adalah kisra (raja)-nya orang Arab."

Adapun Mughiroh, ia juga mendapatkan jabatan tinggi sebagai gubernur. Ia sempat dipecat oleh Umar karena berzina, namun kemudian jabatannya dipulihkan kembali. Namun sosok paling kontroversi adalah Marwan bin Hakam. Karena ketamakan dan kelicikannya, ia mengubah Usman bin Affan yang awalnya adalah seorang sahabat yang "lurus" berubah sifatnya (semoga Allah menerima amal-amalnya dan mengampuni kekurang-kekurangannya). Akibatnya Usman terbunuh oleh pemberontakan rakyat. Ironisnya, mungkin ini untuk menjadi ujian bagi ummat Islam, Marwan bin Hakam lolos dari pembunuhan para pemberontak, ia kemudian menghembuskan fitnah yang mengobarkan Perang Unta (dalam peristiwa ini beberapa penulis sejarah menyebutkan ia menjadi pembunuh Thallah, seorang sahabat utama yang mengundurkan diri dari peperangan), kemudian ia terlibat dalam konspirasi menyingkirkan Ali bin Abi Thalib dan ahlul bait (keturunan Rosul) dari kekuasaan dan mengukuhkan keluarga Umayah (keturunan Abu Sofyan dedengkot musuh Rosul dimana Muawiyah adalah salah satu). Ia terlibat dalam konspirasi pembunuhan Umar bin Abdul Aziz, khalifah Bani Umayah yang adil yang berusaha mengembalikan hak-hak ahlul bait. Terakhir Marwan, orang yang pernah diusir Rosul dari Madinah karena kemusrikannya itu bahkan menjabat sebagai khalifah.

Amr bin Ash, Muawiyah, Mughiroh, Khalid bin Walid, Marwan bin Hakam, menempati posisi terhormat dalam sejarah Islam, yang sebagaimana sejarah yang lain ditentukan oleh penguasa. Mereka, orang-orang yang diragukan kualitas keislamannya bahkan lebih banyak menjadi sumber ilmu (hadits) dibandingkan ahlul bait. Adapun Ammar bin Yassir dkk, tenggelam dalam sejarah Islam dan tersingkir dari jabatan-jabatan pemerintahan karena disamping mereka bukan orang kaya dan bangsawan sebagaimana Amr bin Ash dkk, mereka adalah pembela ahlul bait.

Saturday, 20 March 2010

Anjing Pudel yang Ditendang


Dari artikel Patric J Buchanan "The Poodle Gets Kicked", dalam situs Rebel Media Group, 16 Maret 2010



Kurang apa Joe Biden, wapres Amerika menyanjung-nyanjung Israel dalam kunjungan resminya ke negeri orang yahudi tersebut pertengahan bulan Maret ini. Pertama ia datang ke museum korban holocoust Yad Vashem dimana ia berkata, “Israel is a central bolt in our existence.” Selanjutnya ia berkata, "Israel is the heart. ... Israel is the light. ... Israel is the hope.” Ia pun terus mengumbar pujian saat berkunjung ke kantor Simon Peres. Katanya, "saat pertama kali berkunjung ke Israel pada umur 29 tahun, Israel telah menawan hati saya." Dalam buku tamu yang disediakan Peres, Biden juga mengumbar pujian, "Hubungan antara negara kita tidak mungkin tergoyahkah."

Ia bahkan mengumumkan kepada dunia, "Tidak ada jarak sedikitpun antara Amerika dengan Israel dalam masalah keamanan Isreal."

Saat berkunjung ke kantor Perdana Menteri Netanyahu, Joe memanggil Netanyahu dengan panggilan kesayangannya, "Bibi" dan menyebutnya sebagai seorang "sahabat sejati". Kepada "Bibi", ia pun terus menyanjung-nyanjung Israel dengan mengatakan, "hubungan Amerika-Israel akan selalu menjadi pusat dari semua kebijakan politik Amerika."

Namun apa yang diterima Biden sungguh di luar perkiraannya. Dengan kurang ajar Israel mematikan lampu museum Yad Vashem saat Biden berada di dalamnya. Kemudian saat pertemuannya dengan Biden, "Bibi" mengatakan kepada Biden bahwa tidak ada hadiah yang bisa diberikannya kepada Biden sebagaimana biasanya dalam agenda pertemuan para pejabat dari dua negara, kecuali "sebuah pecahan kaca".

Namun penghinaan jauh lebih besar masih harus diterima Biden yang membawa misi politik untuk menghentikan pembangunan pemukiman yahudi di wilayah pendudukan Palestina sebagai syarat tercapainya perdamaian Timur Tengah. Justru saat Biden berada di Israel, mendagri Israel Eli Yishai mengumumkan bahwa Israel akan membangun 1.600 apartemen di wilayah pendudukan. Ini masih ditambah pernyataan Yishai kepada surat kabar Ha'aretz bahwa Israel telah merencanakan pembangunan 50.000 rumah di wilayah pendudukan dalam beberapa tahun mendatang.

Biden shock dengan penghinaan tersebut hingga terlambat datang dalam acara makan malam dengan "Bibi", namun hanya sementara. Bahkan dengan wajah masih dipenuhi ludah berlendir Eli Yishai, Biden terus memuji-muji Israel. Dalam sebuah acara di Aviv University keesokan harinya, Biden berujar, "Tidak ada teman yang lebih baik bagi Amerika kecuali Israel."

Dan dengarlah pernyataan politik pertama Biden setelah kunjungan ke Israel, "kemajuan tercapai di Timur Tengah saat semua orang menyadari bahwa tidak ada jarak sedikitpun antara Amerika dan Israel."

Bagaimana mungkin manusia berakal akan percaya Amerika bisa menjadi penengah yang baik antara negara-negara Arab dan Israel jika tidak ada jarak antara Amerika dengan Israel? Bahkan dengan sekutu terdekat Amerika selama Perang Dunia II pun, Amerika masih memiliki jarak. Mereka berselisih tentang pilihan menyerang Afrika Utara, Italia, Perancis atau Balkan. Mereka berselisih tentang siapa komandan tertinggi pasukan sekutu. Mereka berselisih tentang siapa jendral pertama yang akan memasuki kota Roma dll. Namun dengan Israel, negara dengan hanya 6 juta penduduk, Amerika merapatkan diri hingga tidak ada jarak antara keduanya.

Israel menjaga dengan teguh kepentingan dirinya. Dan saat kepentingan itu bertentangan dengan kepentingan Amerika, Israel tidak peduli dan terus melakukan tindakannya sendiri. Israel tidak meminta ijin Amerika bahkan untuk sekedar pemberitahuan sekalipun untuk menyerang Mesir tahun 1956. Israel tidak meminta ijin Amerika untuk mengembangkan senjata nuklir hingga membuat presiden Kennedy marah. Israel tidak meminta ijin Amerika saat menyerang kapal perang Amerika USS Liberty tahun 1967. Israel tidak meminta ijin saat mengirimkan mata-matanya ke berbagai pusat persenjataan Amerika. Israel tidak meminta ijin Amerika saat menjual teknologi persenjataan Amerika ke Cina. Israel tidak meminta ijin Amerika saat menginvasi Gaza akhir tahun 2008 atau saat membunuh para pejabat tinggi Palestina, dll.

Dengan tingkah polahnya kepada Biden tersebut di atas, Israel sebenarnya berkata kepada pemerintah Amerika dengan Obama sebagai presidennya, "Untuk urusan dengan Palestina, kamilah yang memutuskan, bukan Anda."

Maka benarlah apa yang pernah dikatakan PM Israel Ariel Sharon, "Kita menguasai Amerika dan mereka (para pejabat Amerika) menyadari hal itu." Dan Amerika tidak lebih dari seekor anjing pudel di hadapan Israel.

Wednesday, 17 March 2010

Di Balik Kampanye Perang Melawan Terorisme


Every war results from the struggle for markets and spheres of influence, and every war is sold to the public by professional liars and totally sincere religious maniacs, as a Holy Crusade to save God and Goodness from Satan and Evil.- Robert Anton Wilson (1932-2007)

Keterangan gambar: Telah banyak terjadi kebakaran gedung pencakar langit yang jauh lebih hebat dibandingkan kebakaran gedung WTC. Namun hanya gedung WTC yang kolaps



Pada tahun 2009 lalu DR. Steven Jones, seorang pakar ilmu material menulis sebuah paper ilmiah mengenai adanya sisa-sia material super-Thermite (material super panas) pada reruntuhan material gedung WTC yang runtuh dalam peristiwa 9-11-2001. Penemuan tersebut adalah sesuatu hal yang sangat mendalam maknanya karena mementahkan klaim pemerintah Amerika bahwa keruntuhan gedung WTC adalah karena serangan teroris. Penemuan tersebut juga menjawab pertanyaan para ahli konstruksi tentang bagaimana sebuah gedung pencakar langit yang dirancang tahan gempa, tahan panas dan tahan terhadap tabrakan dengan dua atau bahkan tiga pesawat jet besar sekaligus bisa runtuh dalam hitungan menit. Sedang bagi para penganut teori konpsirasi, penemuan ini memperkuat klaim mereka bahwa unsur-unsur inteligen dan aparat keamanan Amerika dan Israel terlibat dalam peristiwa itu mengingat bagaimana sistem pertahanan udara Amerika yang begitu canggih bisa lumpuh selama aksi terorisme berlangsung.

Namun anehnya, bagi pemerintah Amerika, penemuan penting itu dianggap angin lalu. DR Jones telah menyerahkan kopi paper ilmiahnya kepada Wapres Joe Biden dalam sebuah acara di Los Angeles tgl 18 Mei 2009 lalu dan seorang wartawan menanyakan tindakan pemerintah atas penemuan tersebut. Joe Biden menerima paper tersebut, namun menolak menjawab pertanyaan wartawan dan bergegas meninggalkan tempat.

Sejak dari awal, bahkan sebelum dilakukan penyelidikan apapun, pemerintah Amerika dan "media-media massa utama terkooptasi" mengklaim Al Qaida dan Osama bin Laden sebagai pelaku serangan teroris yang meruntuhkan gedung WTC dan merusak gedung Pentagon. Dengan tuduhan tersebut pemerintah Amerika bahkan melancarkan sebuah kampanye global yang destruktif, yaitu perang melawan terorisme yang ditandai dengan serangan kepada Afghanistan dan Irak.

Namun temuan DR. Jones berjaso; menempatkan kebenaran, yaitu bahwa kampanye anti-teroris global adalah setumpuk kebohongan belaka, termasuk riak-riaknya di Indonesia. Tragedi WTC tidak lain sebagai operasi inteligen atau false flag untuk menguasai sumber-sumber energi di Afghanistan dan Irak serta mengkooptasi ummat Islam secara global sekaligus memperkuat Israel.


TIRANI KEBOHONGAN

Siapakah pembohong terbesar di dunia saat ini? Setelah George W. Bush dan Tony Blair, saat ini tidak ada pembohong besar lain kecuali Barack Obama. Ia berbohong tentang perdamaian dengan dunia Islam dengan mengintensifkan perang Afghanistan hingga memasuki wilayah Pakistan. Ia berbohong tentang perdamaian Palestina-Israel dengan mendiamkan Israel melanggar perjanjian perdamaian dengan terus membangun pemukiman Israel di daerah pendudukan tanpa mengeluarkan sangsi paling ringan sekalipun kepada Israel. Ia berbohong tentang penarikan pasukan Amerika di Irak. Ia berbohong tentang penutupan penjara Guantanamo --- dalam sebuah acara diskusi di Metro TV tgl 15 Maret 2010 Suciwati, pemimpin LSM kepanjangan tangan George Soros, Tifa Foundation, pura-pura bodoh atau memang dia idiot, dengan mengatakan Barack Obama telah menutup penjara Guantanamo ---. Dan yang lebih besar lagi ia bahkan berbohong tentang tempat kelahirannya. Neneknya, para kerabatnya serta seorang pejabat di Kenya bersaksi bahwa Obama lahir di Kenya sehingga otomatis mencabut haknya untuk menjadi seorang presiden Amerika karena konstitusi Amerika mengharuskan seorang presiden harus seorang warga negara Amerika yang lahir di wilayah Amerika.

Joe Wilson, anggota Congress dari Partai Republik dalam sebuah acara dengar pendapat mengenai RUU Kesehatan tgl 9-11-2009 lalu berteriak kepada Obama: "Anda berbohong!". Joe Wilson benar.

Menyalahkan Osama bin Laden dan Al Qaida pada peristiwa WTC adalah sebuah kebohongan terbesar sepanjang masa. Pemerintah Amerika dan media-media massa terkooptasi tidak mau mengungkapkan kebenaran penemuan ilmiah DR. Jones karena akan mengganggu agenda besar mereka di dunia. Tidak peduli kebohongan ini harus dibayar mahal oleh dunia: jutaan rakyat Afghanistan dan Irak meninggal maupun terluka, ribuan tentara Amerika tewas dan terluka, dan triliunan dolar uang rakyat Amerika dan sekutunya habis untuk membiayai petualangan tentara-tentara mereka.



MENGAPA AFGHANISTAN

Pemerintahan Amerika di bawah kepemimpinan George Bush dan Obama adalah ZOG (zionist occupied goverment) ---saya lebih suka menyebut jew ass sucker (JAS)---. Sekitar separoh lebih anggota kabinetnya berdarah Yahudi. Sisanya goyim (non yahudi) yang menjadi budak yahudi karena hutang jasa. Contoh gamblangnya adalah Rahm Emmanuel, kepala staff Gedung Putih yang mantan anggota tentara Israel dan memiliki kewarganegaraan ganda Amerika-Israel. Rahm adalah putra seorang anggota Irgun, kelompok teroris Israel selama masa perang Arab-Israel tahun 1948. Rahm setidaknya sekali setahun selalu pulang ke Israel dan berkumpul dengan orang tua dan saudara-saudara kandungnya.

Pengaruh Israel sedemikian kuatnya di pemerintahan dan birokrasi Amerika hingga ke akar rumput sehingga PM Israel Ariel Sharon pernah berkatan: "Kita orang-orang yahudi menguasai Amerika, dan Amerika menyadari hal itu."

Yang sangat mengherankan adalah bahwa pihak yang mula-mula menyalahkan Al Qaida sebagai dalang tragedi WTC tanpa bukti apapun adalah orang-orang Israel, dan pemerintah Amerika dengan "percaya diri" membebek terhadap tuduhan-tuduhan tersebut. Hanya beberaja jam setelah terjadinya serangan WTC, Shabtai Shavit, mantan kepala dinas intlegen Israel Mossad, mengklaim, "serangan tersebut merupakan simbol dari pertentangan antara Islam ekstremis dengan demokrasi barat." Tuduhan Shavit kemudian ditindak lanjuti dengan menyerahkan bukti-bukti palsu tentang keterlibatan Al Qaida yang diterima begitu saja oleh Asisten Jaksa Agung Michael Chertoff (Sama dengan Rahm, Chertoff juga berkewarganegaraan ganda. Bagi yang heran dengan fenomena warga negara ganda ini baiklah saya jelaskan. Israel menganut azas kelahiran bagi warganegaranya. Seorang yang dilahirkan oleh seorang wanita yahudi, otomatis ia akan dianggap sebagai warga negara Israel. Setiap saat ia bisa datang ke Israel dan mendapatkan paspor Israel, tidak peduli jika sebenarnya ia sudah memiliki kewarganegaraan lain).

Tuduhan yang sama di pagi-pagi buta juga dilancarkan oleh dua gembong Israel, Benjamin (Bibi) Netanyahu dan Ehud Barak. Bibi yang saat itu menjadi PM Israel dan Barak yang menjabat menteri pertahanan bahkan mendesak Amerika untuk menyerang Afghanistan. Yang sangat mengherankan adalah pada saat terjadi tragedi WTC, tidak saja lima orang agen Mossad yang tertangkap polisi Amerika setelah mengabadikan peristiwa wTC --- namun kemudian dikembalikan ke Israel alih-alih dilakukan penyidikan terhadap mereka ---, Netanyahu juga berada di Amerika.

Kepada Sky Television, media massa corong yahudi milik Rupert Murdoch, Ehud Barak saat itu berkata, "sangat jelas bagi saya bahwa organisasi bin Laden lah pelakunya. Kita harus bertindak tegas terhadap aksi teorisme ini. Kita harus berkoordinasi untuk melakukan peperangan sebagaimana para pendahulu kita di masa lalu berperang melawan para bajak laut. Para teroris tidak boleh menginjakkna kakinya di semua bandara dan pelabuhan kita. Kita tahu dimana tempat teroris itu bermarkas (Afghanistan) dan kini saatnya untuk bertindak."

Tentu saja Barak tidak menyebutkan bahwa perusahaan pengelola bandara-bandara Amerika adalah perusahaan-perusahaan milik orang yahudi dan perangkat komputer di bandara-bandara dan pelabuhan itu buatan Israel.

Sebagaimana dikatakan Robert Anton Wilson, "setiap peperangan disebabkan oleh persaingan memperebutkan pasar dan pengaruh." Tidak berbeda halnya dengan Perang Melawan Terorisme yang dilancarkan Amerika dan sekutu-sekutunya. Perang ini dimaksudkan untuk memperkuat pasar dan pengaruh Amerika di Asia sekaligus menyingkirkan musuh-musuh potensialnya seperti Rusia, Cina dan Iran. Menyusul runtuhnya Uni Sovyet, agen-agen yahudi-Israel berupaya menguasai kontral atas wilayah-wilayah kaya sumber energi di negara-negara bekas Uni Sovyet. Di negara kaya sumber energi Turkmenistan, seorang agen Mossad bernama Yosef A. Maiman dengan cepat berhasil meraih kekuasaan.

Maiman lahir di Jerman tahun 1946, besar di Peru dan belajar di Amerika sebelum menjadi warganegara Israel tahun 1971 dan kemudian menjadi agen Mossad yang potensial. Maiman menjadi kepala jaringan bisnis bentukan Mossad, Merhav Group, dan memenangkan banyak kontrak bisnis di Turkmenistan dan dijuluki "raja minyak dan gas Asia Tengah" oleh Jerusalem Post tahun 2004. Maiman dan Israel sangat berkepentingan untuk menguasai jalur minyak dan gas dari Turkmenistan menuju India melalui Afghanistan. Namun selama Afghanistan dikuasai oleh Taliban, ambisi tersebut terganjal. Itulah sebabnya mereka merancang perang untuk menguasai Afgahnistan dan wilayah kaya energi lainnya di Asia Tengah.

Selain menguasai Merhav Group, Maiman juga pemilik Ampal Co., Channel 10 Israel (dimiliki bersama-sama dengan Ron Lauder, Rupert Murdoch, dan Arnon Milchen), Gadot Chemical Tankers & Terminals Ltd., dan Milchen Brothers Agro-Chemical Company.

Merhav Group dan jaringan bisnisnya membuka kedok keterlibatan Israel dalam perang terorisme yang digelar Amerika. Jaringan bisnis Maiman lainnya adalah Eltek Ltd. (perusahaan perangkat keras komputer Israel) yang dimiliki bersama dengan Eytan Barak (putra Ehud Barak). Barak adalah direktur ICTS International N.V., perusahaan jasa keamanan bandara Israel yang memiliki saham Huntleigh USA. Perusahaan terakhir adalah pembuat perlengkapan keamanan seperti screening di sebagian besar bandara Amerika. Itu semua membuat penyidikan independen terhadap peristiwa WTC sebagaimana diminta DR. Steven kepada Wapres Joe Biden tidak ditanggapi karena akan membongkar habis jaringan yahudi di balik peristiwa itu.

DUNIA YANG SERBA IDIOT



Keterangan gambar: Tiga dari lima agen Mossad dalam sebuah acara televisi Israel. Mereka mengaku menjalankan misi mengabadikan peristiwa runtuhnya gedung WTC.


Apa yang Anda ketahui tentang "Operation of Restoring Hope" atau peristiwa "Black Hawk Down" yang telah difilmkan oleh sutradara Hollywood Ridley Scott? Mungkin Anda bisa menceritakan peristiwa tersebut sebagaimana Ridley Scott menggambarkan dalam filmnya, bahwa 12 tentara Amerika meninggal dalam operasi "kemanusiaan" tersebut dan di pihak "pemberontak" Somalia tewas sebanyak 1.000 orang "gerombolan bersenjata".

Bagian tentang 1.000 orang Somalia yang tewas tersebut mungkin benar. Namun yang tidak benar adalah bahwa korban warga Somalia sebanyak 1.000 orang tersebut adalah rakyat sipil tidak bersenjata. Mereka menjadi korban balas dendam tentara Amerika yang kehilangan 12 orang prajuritnya dalam pertempuran dengan milisi Somalia. Sebanyak 1.000 orang tersebut tewas saat sedang berjual-beli di pasar Mogadishu, yaitu tatkala helikopter-helikopter tempur Amerika menembakkan rudal-rudalnya ke tengah keramaian pasar, sehari setelah pertempuran yang memalukan militer Amerika itu.

Mengenai misi "kemanusiaan" yang dipikul para tentara bersenjata Amerika itu juga sebenarnya jauh dari kebenaran. Mereka sama sekali tidak dikirim untuk melakukan misi kemanusiaan. Mereka dikirim untuk mengalihkan perhatian publik terhadap ketidakpedulian Amerika terhadap pembantaian kaum muslim Bosnia oleh tentara dan milisi Serbia. Dengan mengirimkan misi ke Somalia, selain untuk mengalihkan perhatian publik sekaligus juga untuk menghancurkan satu lagi negara Islam, yaitu Somalia. Namun tentu saja fakta itu tidak akan pernah dimuat di media-media massa karena bertentangan dengan "aspirasi" penguasa di belakang layar.

Lalu apa yang Anda ketahui tentang peristiwa 9-11 WTC? Jangan katakan peristiwa itu dilakukan oleh Al Qaeda yang dipimpin Osama bin Laden karena dengan demikian Anda akan termasuk dalam golongan orang-orang idiot. Cobalah berfikir sedikit. Bagaimana mungkin segerombolan orang Arab yang baru belajar naik pesawat mampu memporak-porandakan sistem pertahanan udara super canggih Amerika dan dengan leluasa menghantamkan pesawat-pesawat jet berbadan lebar ke tempat-tempat vital termasuk markas pertahanan Amerika Serikat? Pesawat penyusup modern Uni Sovyet saja dijamin tidak akan sanggup memasuki wilayah Amerika tanpa tertembak jatuh.

Atau cobalah Anda berfikir bagaimana mungkin Gedung 7 WTC yang berlantai 47 dan terletak beberapa puluh meter dari manara kembar WTC bisa runtuh begitu saja tanpa pernah terkena serangan teroris.

Anda yang percaya begitu saja keterangan pemerintah Amerika bahwa peristiwa 9-11 WTC dilakukan oleh Al Qaida tentu tidak tahu bahwa saat menara kembar WTC runtuh, 5 orang agen rahasia Mossad ditangkap polisi New York saat tengah mengabadikan peristiwa itu sambil berpesta kembang api. Di tangan mereka terdapat peta New York dan camcorder sehingga polisi langsung curiga bahwa mereka adalah teroris yang terlibat dalam aksi serangan tersebut. Namun kemudian secara diam-diam, berkat campur tangan Asisten Jaksa Agung yang juga mantan Direktur FBI dan pemilik kewarganegaraan ganda Amerika-Israel, Michael Chertoff, kelima orang tersebut diterbangkan kembali ke Israel. Dan kemudian seolah-olah menertawakan kebodohan Amerika dan seluruh dunia, orang-orang itu muncul di televisi Israel dan membuka kedok keterlibatan Israel dalam peristiwa tersebut tanpa sedikitpun merasa takut.

Peristiwa "idiot" ini kemudian menjadi landasan dari kebijakan "anti-terorisme" Amerika yang berdampak luar biasa terhadap kehidupan ummat manusia. Berdasar peristiwa idiot ini seorang presiden idiot, George W Bush --- Saya benar-benar merasa presiden Bush adalah seorang idiot dalam arti sebenarnya berdasarkan pengamatan saya terhadap tingkah laku dan gerak-geriknya. Ia masih bisa melucu saat orang menyinggung tuduhan tanpa bukti soal senjata pemusnah massal yang menjadi alasannya menyerang Irak hingga menewaskan ratusan ribu rakyat Irak dan ribuan tentara Amerika sendiri serta menguras triliunan dollar dana pemerintah. Ia pernah bertingkah kekanak-kanakan kepada PM wanita Jerman Angela Merkel dan memaksa berfoto adu pipi dengan PM wanita Israel Livni. Kini ia telah digantikan oleh seorang idiot lainnya, Obama, anak haram hasil hubungan gelap seorang laki-laki hitam komunis dan wanita kulit putih (mungkin juga yahudi) liberal. Tanyakan ke Obama bukti-bukti pernikahan orang tuanya, pasti ia tidak bisa menunjukkan buktinya sebagaimana ia tidak bisa menunjukkan surat keterangan kelahirannya yang sesungguhnya. Padahal konstitusi Amerika dengan tengas menyebutkan presiden Amerika hanya boleh dijabat oleh warganegara Amerika yang lahir di wilayah Amerika --- menyerbu Afghanistan dan Irak serta memaksa semua negara mengikuti euforia anti-terorisme yang digembar-gemborkannya demi menghancurkan dunia Islam dan mengukuhkan keberadaan Israel. Saat seorang narsis seperti Obama dilantik sebagai presiden, orang-orang Israel dan yahudi tertawa terpingkal-pingkal melihat bagaimana mereka bisa menempatkan seorang idiot sebagai presiden Amerika yang menguasai dunia. Namun jika Anda memahami watak orang-orang yahudi tidak akan heran melihat hal ini.

Lalu bagaimana dengan euforia terorisme yang saat ini tengah melanda Indonesia? Jangan ikut-ikutan dalam hiruk-pikuk orang-orang idiot, bahkan jika seandainya mereka adalah seorang presiden, jendral, ilmuwan ataupun ulama sekalipun.

Pemerintah Inggris Khianati Rakyatnya Soal Imigrasi



Keterangan gambar: The Three Musketters pengkhianat Inggris, Blair, Straw dan Roche


Tulisan ini sebagian termotivasi oleh statemen Presiden SBY tentang "kebijakan" pemerintah yang menurutnya tidak bisa dikriminalisasikan berkaitan dengan skandal Bank Century. Saya ingin mengajukan pertanyaan balik ke SBY, seandainya pemerintah, karena pengaruh asing yang tidak ingin Indonesia tumbuh menjadi negara yang kuat disamping karena hutang jasa sang presiden kepada orang-orang asing yang telah membantu kariernya, mengeluarkan kebijakan yang justru melemahkan negara Indonesia ---seperti misalnya perjanjian Free Trade Area dengan Cina saat Indonesia belum siap, atau menjual BUMN-BUMN strategis kepada orang asing --- tidak boleh dipersalahkan?

Kasus yang hampir sama perihal pemerintah yang diam-diam berkhianat kepada rakyatnya juga terjadi di Inggris. Dalam kasus ini pemerintah Inggris membuka perbatasan terhadap arus imigran asing sehingga mengancam struktur demografi, sosial, politik, ekonomi, agama dan kultur bangsa Inggris yang telah tersusun rapi selama ribuan tahun.

Skandal imigrasi ini terbuka berkat artikel Andrew Neather di sebuah media massa Ingris akhir tahun lalu. Andrew adalah mantan penulis naskah pidato mantan PM Inggris Tony Blair, mantan menlu Jack Straw, dan sebagian besar anggota kabinet Tony Blair lainnya. Neather juga menulis naskah pidato menteri urusan imigrasi Barbara Roche yang pada tahun 2000 menyatakan pemerintah akan melonggarkan aturan imigrasi. Namun tujuan maupun scope dari kebijakan baru ini disembunyikan dari publik.

Pada tahun 1997 dalam manifesto pemilu-nya, partai Buruh pimpinan Tony Blair berjanji akan mengetatkan aturan tentang imigrasi. Namun secara tiba-tiba pada tahun 2000 dan 2001 pemerintah yang dikuasai partai Buruh menyatakan undang-undang imigrasi harus disesuaikan dengan situasi ekonomi baru yang membutuhkan tenaga kerja terampil. Selanjutnya pemerintah, tanpa meminta persetujuan rakyat dan dilakukan secara diam-diam membuka pintu imigrasi lebar-lebar. Maka dalam jangka waktu delapan tahun sebanyak 2,3 juta imigran asing membanjiri Inggris. Dan jika kebijakan ini tidak juga diganti, maka dalam waktu 25 tahun lagi imigran asing yang masuk ke INggris akan bertambah sebanyak 7 juta jiwa. Dibandingkan dengan angka pertumbuhan penduduk Inggris yang rendah, pertumbuhan imigran itu adalah 3x lipat lebih tinggi.

Menurut Neather kebijakan imigrasi tersebut sengaja dibuat untuk membuat Inggris menjadi negara multikultur sejati menggantikan identitas Inggris sebagai negaranya orang kulit putih. Tentu saja kebijakan ini dilakukan diam-diam karena rakyat Inggris yang mayoritas kulit putih tidak akan menyetujuinya rama seperti rakyat Indonesia tidak akan menyetujui seandainya pemerintah Indonesia mengijinkan jutaan masyarakat keturunan Cina bermigrasi ke Indonesia. Namun begitulah kenyataannya yang terjadi. Pemerintah Inggris mengkhianati rakyatnya sendiri. Dan fenomena itu tidak hanya terjadi di Inggris. Di negara-negara kulit putih lainnya seperti Amerika, Kanada, Australia, dan Eropa Barat, jutaan imigran asing berbondong-bondong masuk setiap tahun dan mengancam kharakter dan identitas bangsa.

Namun tentu saja Neather tidak mengetahui atau pura-pura tidak mengetahui siapa yang berkepentingan dengan berubahnya Inggris, dan juga negara-negara lainnya, menjadi negara multikultur. Tidak lain adalah orang-orang yahudi yang tidak menginginkan adanya suatu negara dengan satu identitas asli, baik karena faktor agama, etnis, kultur dan historis, tumbuh kuat dan bisa mengancam keberadaan mereka. Maka mereka dengan sistematis mempropagandakan multikulturalisme ke seluruh dunia melalui media massa, pejabat dan public figure boneka mereka.

Tentu saja orang-orang yahudi ini sebenarnya membenci multikulturalisme karena berbeda dengan apa yang mereka gembar-gemborkan keluar, ke dalam kalangan internal sendiri mereka mengecam bahkan mengancam keras orang-orang yahudi yang melakukan perkawinan campuran.

Tuesday, 9 March 2010

Pembantaian Vinnitsa


Kita pernah menyinggung tentang peristiwa "Pembantaian Hutan Kathyn", yaitu pembantaian puluhan ribu perwira angkatan perang Polandia oleh tentara komunis yahudi Uni Sovyet di hutan Kathyn pada awal Perang Dunia II. Kini kita akan menyinggung tentang peristiwa "Pembantaian Vinnitsa", yaitu peristiwa pembantaian rakyat kota Vinnitsa, Ukrainia, oleh manusia-manusia yang sama, yaitu orang-orang komunis yahudi Uni Sovyet.

Sebagaimana pembantaian di Kathyn, peristiwa pembantaian di Vinnitsa ini tidak pernah diungkap oleh media massa dan para penguasa yang notabene telah jatuh dalam genggaman yahudi, namun bagaimanapun juga kebenaran pasti akan terungkap juga, terutama setelah tumbangnya regim Uni Sovyet.

Rangkaian peristiwa pembantaian di Vinnitsa ini dimulai tahun 1943. Pada saat itu pasukan Jerman berhasil membebaskan Ukrainia dari cengkeraman pasukan Uni Sovyet setelah melakukan sebuah operasi militer besar-besaran yang diberi sandi Operasi Barbarossa pada tahun 1941. Di kota Vinnitsa, sebuah daerah pedesaan berpenduduk 100.000 jiwa, pasukan Jerman mendapat informasi dari masyarakat setempat tentang keberadaan suatu kuburan massal berisi mayat ribuan penduduk Vinnitsa yang dibantai oleh polisi rahasia Uni Sovyet pada tahun 1938. Pasukan Jerman pun mengadakan penyelidikan dan dalam waktu tidak terlalu lama menemukan 95 kuburan massal yang berisi 9.439 mayat. Hampir semuanya dalam kondisi terikat tangannya di belakang punggung. Sebagian besar korban wanita dalam kondisi telanjang dan semuan korban tertembak di bagian kepala, ciri khas gaya eksekusi polisi rahasia Uni Sovyet.

Jerman selanjutnya membentuk tim ahli forensik internasional untuk meneliti keberadaan kuburan massal tersebut, termasuk ahli-ahli pathologi dari Belgia, Perancis, Belanda, dan Swedia serta negara-negara sekutu Jerman lainnya. Sebanyak 1670 sampel mayat kemudian diteliti secara detil. 679 dari mayat tersebut kemudian berhasil diketahui identitasnya. Selain itu Jerman juga memprediksi masih terdapat sekitar 3.000 mayat lain yang belum bisa dievakuasi. Sebagaimana diperkirakan hasil penelitian menyatakan bahwa mayat-mayat tersebut dibunuh pada tahun 1938. Para anggota keluarga korban pembantaian itu memberikan kesaksian bahwa para korban sebelumnya ditangkap oleh polisi rahasia Uni Sovyet, NKVD, antara tahun 1937-1938. Para korban yang kebanyakan adalah petani dan buruh sebenarnya tidak terkait dengan kegiatan politik apapun dan tidak pernah terlibat masalah kriminal. Namun NKVD menuduh mereka sebagai "musuh masyarakat".

Dengan melalui investigasi yang efektif Jerman akhirnya berhasil menarik kesimpulan bahwa NKVD telah melakukan pembantaian massal secara acak terhadap penduduk Ukrainia. Perlu difahami mayoritas penduduk Ukrainia, sebagaimana penduduk Rusia, Polandia dan Eropa Timur umumnya adalah para penganut Katholik yang taat. Mereka selama berabad-abad terlibat pertikaian sistematis dengan kaum Yahudi dan berhasil "mengekang" kaum yahudi di ghetto-ghetto. Namun dengan menggunakan bendera sosialisme dan komunisme, yahudi berhasil menghancurkan kekuatan katholik Eropa. Bagi yang belum mengerti hubungan antara komunisme dan yahudi perlu mengetahui bahwa faham ini didirikan oleh Karl Marx dan Engels, dua orang filsuf yahudi. Para pemimpin partai komunis Rusia, Bolshevik, sebagian besar adalah yahudi. Para pemimpin tertingginya, seperti Lenin, Stalin, Trotsky, adalah yahudi. Dalam menjalankan gerakan komunismenya mereka mendapatkan bantuan dana yang melimpah dari para kapitalis yahudi Amerika dan Inggris.

Beberapa orang saksi mengatakan, para agen NKVD menunjukkan kebencian yang sangat besar kepada penduduk Ukrainia. Seringkali mereka berkatan: "Hai anjing. Kamu sudah hidup terlalu lama," sebelum melakukan penangkapan. Penduduk yang pernah terlibat masalah dengan orang-orang yahudi adalah korban pertama penangkapan.


BUKAN YANG PERTAMA BAGI UKRAINIA

Pembantaian Vinnitsa bukanlah peristiwa mengerikan pertama yang dialami oleh penduduk Ukrainia yang religius. Setelah Revolusi Bolshevik tahun 1917 yang mendudukkan kaum komunis yahudi di kursi kekuasaan tertinggi Rusia dengan menumbangkan Tsar Nicholas II, panduduk Rusia dan Ukrainia yang sadar berusaha menumbangkan komunisme dan melancarkan peperangan yang dikenal sebagai Perang Sipil. Namun upaya tersebut gagal. Kaum komunis menduduki Ukrainia tahun 1921 dan membantai warganya dengan kejam sampai tahun 1928.

Saat itu Ukrainia adalah basis bagi para Kulak, yaitu para petani merdeka dan para pemilik tanah kecil. Dengan mental independen tersebut, kaum komunis membenci mereka. Untuk menghancurkan para kulaks, kaum komunis mengirimkan Lazar Moiseivich Kaganovich, seorang yahudi yang selanjutnya dikenal sebagai “Butcher of Ukraine.” Kaganovich, memulai program kolektifasi lahan-lahan pertanian pada tahun 1929 dengan merampas hak milik petani untuk dikuasai pemerintah. Namun upaya paling sistematis dan keji untuk menghancurkan kulak adalah dengan "menciptakan" kelaparan terhadap para petani yang selama ribuan tahun dilimpahi oleh hasil pertanian. Kaum komunis merampas seluruh hasil pertanian untuk membuat penduduk Ukrainia kelaparan. Selama tahun 1933-1934 sebanyak 7 juta penduduk Ukrainia tewas kelaparan.

Pembantaian Vinnitsa tahun 1937-1938 adalah upaya berikutnya untuk menghancurkan sisa-sisa perlawanan rakyat Ukrainia. Tugas ini dilakukan oleh NKVD, aparatus komunis Uni Sovyet yang paling yahudi. Komisaris NKVD pada masa itu adalah yahudi Genrikh Yagoda, yang mempekerjakan orang-orang yahudi di semua level, sisanya para penjahat dan maniak. Selama tahun-tahun itu sebanyak 30.000 penduduk Vinnetsa ditangkap oleh NKVD. Mereka ditampung dalam penjara yang berkapasitas maksimal 2.000 orang.

Pada tahun 1938, hampir setiap malam beberapa tahanan digelandang keluar pada malam hari untuk menjalani eksekusi. Cara eksekusi tersebut sungguh sadis dan kurang patut untuk dijelaskan disini. Hanya saja para yahudi komunis itu membuat lelucon mengenai pembantaian tersebut, yaitu istilah “mokrii rabota” atau “pekerjaan basah”. Basah di sini adalah darah.

Sebenarnya bukannya tidak pernah peristiwa Pembantaian Vinnetsa itu ditulis oleh sejarahwan. Sejarahwan Alexander Solzhenitsyn sudah menulis peristiwa ini dalam sebuah buku "Gulag Archipelago". Namun buku-buku yang menuliskan peristiwa itu ditulis dalam bahasa Ukrainia dan Jerman dan dicetak terbatas. Penulis dan penerbit di Amerika, Inggris dan Eropa Barat tentu saja takut menerbitkan buku yang tidak memenuhi kriteria "politically correct" apalagi yang anti-semit karena akan menghancurkan hidup mereka.

Bernanke: Jew Criminal of the Year


Meski agak terlambat, saya ingin menulis sedikit mengenai Ben "Shalom" Bernanke, orang yang dipuja-puji oleh para "useful idiots" hingga mendapatkan gelar Man of The Year tahun 2009 oleh majalah Time.

Bernanke, gubernur bank sentral Amerika ini diberi julukan “Helicopter Ben” karena tindakannya "menebarkan uang dari helikopter" kepada teman-teman yahudinya yang telah merampok uang rakyat Amerika hingga mengakibatkan terjadinya krisis finansial global. Sindiran itu diberikan kepadanya atas kebijaksanaan bailout yang dilakukannya menyusul krisis finansial global beberapa waktu lalu. Triliunan dolar dana bailout, jumlah yang di luar jangkauan pikiran manusia, untuk "memutihkan" tindakan kriminal para pencuri dari Wall street. Dan atas tindakannya melegalkan praktik mega kriminal itu, Bernanke diberi hadian penghargaan Man of The Year 2009 oleh majalah TIME, majalah yang dimiliki yahudi dan menjadi bacaan favorit para "useful idiots" (Istilah ini pertama kali diungkapkan oleh Stalin bagi orang-orang kulit putih liberal yang bersimpati pada komunisme yahudi. Sekarang istilah ini juga mencakup orang-orang non kulit putih yang terbuai oleh propaganda yahudi).

Skandal pemilihan Bernanke sebagai "pahlawan" adalah sama dengan pemilihan Barack Obama sebagai pemenang hadiah nobel perdamaian. Hanya menebar wacana perdamaian dengan realisasi yang bertolak belakang, Obama dihadiahi nobel perdamaian. Ia berbohong soal penarikan pasukan dari Irak. Ia berbohong soal penutupan penjara Guantanamo. Ia juga berbohong soal perdamaian dengan dunia Islam dengan mengobarkan perang di Afghanistan dan Pakistan. Dan nanti kita sangat mungkin akan menyaksikan Obama mengorbankan perang dunia III dengan menyerang Iran. Untuk mendukung pencalonan Obama sebagai "pahlawan perdamaian" TIME menjuluki Obama sebagai "Rossevelt baru". Rossevelt adalah salah seorang presiden terkenal Amerika.

Namun urusan "penghargaan tidak pada tempatnya" itu juga dilakukan oleh Associated Press, juga corongnya kaum yahudi, dengan memberi penghargaan “greatest athlete of the decade” kepada Tiger Wood, seorang maniak seks yang rumah tangganya berantakan. Apa yang akan dijual oleh kaum yahudi berikutnya dan kita semuanya membelinya dengan penuh kekaguman?

Bernanke diberi penghargaan karena media massa yahudi mengatakannya sebagai "penyelamat krisis keuangan terbesar setelah Great Depression.” Dan inilah yang dimaksudkan "penyelamat" tersebut. Setelah memberi peluang penjarahan dana masyarakat besar-besaran yang mengakibatkan krisis keuangan Amerika, Bernanke dan koleganya menteri keuangan Tim Geitner,"memutihkan" aksi-aksi kriminalitas tersebut dengan memberikan triliunan dolar dana talangan kepada sektor keuangan Amerika hanya untuk dibagi-bagi di antara para eksekutif dan pemilik bank-bank swasta yahudi Amerika. Pada saat pesta uang tersebut terjadi, sebanyak 7 juta warga negara Amerika kehilangan rumahnya karena disita bank akibat tidak bisa membayar cicilan hutang yang membengkak. Jutaan orang lainnya kehilangan pekerjaan hingga tingkat penangguran meroket ke angka 17,5%. Kini ratusan ribu warga negara Amerika yang dahulu menyandang status kelas menengah, dalam sekejap berubah status menjadi gelandangan dan harus tinggal di tenda-tenda di luar kota akibat krisis keuangan. Itu belum semuanya. Pemerintah Amerika yang secara teknis sudah bangkrut sejak bertahun-tahun lalu karena hutang yang menumpuk, harus menambah hutang triliunan dolar untuk membiayai dana talangan tersebut. Semuanya itu ditanggung seluruh rakyat Amerika berupa pajak.

Salah satu perampok dana masyarakat yang mengakibatkan krisis finansial adalah Bernie Madoff yang seorang diri menggelapkan $60 miliar (setara Rp 600 triliun atau separo APBN Indonesia) dana masyarakat Amerika. Dari jumlah tersebut hanya 1% yang berhasil dilacak oleh otoritas keuangan Amerika. Sisanya mengalir ke Israel, yayasan-yayasan dan perusahaan milik yahudi. Madoff sendiri, sebagaimana Bernanke dan Geitner, adalah seorang yahudi.

Bernanke telah merancang terjadinya krisis keuangan ini sejak bekerja di bawah pimpinan Alan Greenspan sebagai Gubernur Bank Sentral. (Greenspan juga seorang yahudi karena konvensi Amerika mewajibkan Gubernur Bank Sentral dijabat oleh yahudi). Mereka merancang mekanisme Credit Default Swaps dan program-program kredit lunak namun membahayaan seperti mortgage. Kredit ini awalnya menjanjikan cicilan ringan dengan bunga rendah. Namun suatu saat cicilan dan bunganya dapat melonjak tajam. Dalam kondisi debitur tidak sanggup mencicil, maka harta benda yang dibeli secara kredit diambil paksa oleh bank. Itulah sebabnya jutaan rakyat Amerika kehilangan rumahnya karena tidak sanggup membayar cicilan dan bunganya pada waktu terjadi krisis finansial. Kisah ini seperti seorang perampok bank yang diangkat menjadi direktur bank. Namun karena kekuatan media massa hal "gila" seperti ini terjadilah.

Beberapa waktu lalu dalam acara dengar pendapat soal penanganan krisis finansial di Congress Amerika, ia menolak untuk menyebutkan kemana saja dana bailout senilai triliunan dolar itu mengalir. “We are an agency of the government, but we’re – within the government we need to have some independence from Congress and the administration, and the most important area is monetary policy,” katanya.

Bohong besar. Bank Sentral Amerika sama sekali bukan lembaga pemerintah. Ia adalah sebuah konsorsium bank swasta milik yahudi internasional. Setelah diberi kuasa mencetak uang (seperti raja Midas dalam mitologi Yunani yang oleh dewa diberi kekuasaan mengubah benda yang disentuh menjadi emas), ia masih meminta kembalian ditambah bunga kepada pemerintah atas setiap uang yang dipakai pemerintah. Kini pemerintah Amerika terjerat dalam kubangan puluhan triliun dolar hutang tanpa memiliki harapan untuk bisa melunasinya meski, setiap tahun harus membayar bunga hingga ratusan miliar dolar. Kenyataan ini terlalu pahit sehingga banyak orang Amerika yang memilih menjadi "useful idiots" daripada mengakuinya dan berusaha mengubahnya.

Dalam salah satu aksi bailoutnya itu Bernanke secara diam-diam mengeluarkan dana federal sebesar $500 miliar untuk diberikan kepada ---ironisnya--- lembaga-lembaga keuangan di luar negeri. Namun setelah informasi itu bocor, ia menolak memberitahukan ke publik, kemana saja dana sebesar 5x APBN Indonesia itu mengalir.

Berikut adalah transkrip tanya jawab Bernanke dengan anggota Congress Alan Grayson dalam sebuah acara tanya jawab di Congress tahun lalu.

Bernanke: “Itu adalah transaksi swaps yang dilakukan dengan beberapa bank sentral asing..."
Grayson: “Jadi siapa yang mendapatkan uang itu?”
Bernanke: “Beberapa lembaga keuangan di Eropa dan negara-negara lainnya…”
Grayson: “Negara-negara yang mana?”
Bernanke: “Saya tidak tahu.”
Grayson: “Setengah miliar dolar dan Anda bilang tidak tahu kemana uang itu pergi?
Bernanke: “Ehem, um, uang itu mengalir ke bank-bank sentral asing dan bank-bank sentral itu mengalirkannya ke lembaga keuangan masing-masing..."

Tentu saja Bernanke tidak mau mengakui bahwa uang itu mengalir ke Israel atau ke tempat-tempat lain yang tidak berhak.

Kini Anda tahu bagaimana skandal bank Century itu terjadi. Atau Anda lebih buka menjadi "useful idiots"?

Tuesday, 2 March 2010

Bila Goldman Sach "Mengerjai" Yunani


Di setiap krisis ekonomi dunia, selalu terdapat orang-orang yahudi di baliknya. Pada krismon tahun 1997 ada George Soros. Pada krisis finansial global tahun 2007 terdapat Bernie Madoff. Keduanya adalah operator dari kekuatan kapitalis yahudi dunia yang bergerak di belakang layar. Hal ini pun yang terjadi pada krisis ekonomi Yunani yang melanda negeri ini sejak beberapa tahun terakhir dan mengakibatkan kehancuran tidak saja struktur ekonomi namun juga sosial dan politik. Yahudi di balik krisis ini adalah para eksekutif perusahaan investasi Goldman Sach yang berbasis di New York. Seperti biasa mereka bekerjasama dengan penguasa boneka yang dalam hal ini adalah PM Constantine Simitis.

Dengan menggunakan kebijakan keuangan yang telah dimanipulatif dengan alasan untuk mengatasi krisis keuangan negara, pemerintah regim Constantine Simitis (nama aslinya adalah Aaron Avouris, seorang yahudi), melakukan sebuah "kebijakan" currency swap dengan Goldman Sach tahun 2002. Dalam menjalankan tindakan kebijakan kriminal ini Simitis dibantu oleh gubernur bank sentral Yunani Lucas Papademos, yang juga mantan kepala bank sentral Amerika di Boston. Masalah ini kini menjadi perhatian publik setelah Uni Eropa, saat ini meminta pemerintah Yunani untuk menyerahkan berkas-berkas mengenai transaksi tersebut.

Goldman Sach, seperti biasanya, tentu saja menjadi pihak yang diuntungkan dengan "kebijakan" tersebut dengan rakyat Yunani sebagai pecundangnya. Sedangkan Simitis dan Lucas cukup senang dengan upah yang didapatkannya. Transaksi tersebut mencakup cross-currency swap dimana hutang Yunani senilai in €10 miliar dengan mata uang dolar dan yen diswap menjadi hutang dalam bentuk mata uang euro dengan menggunakan nilai tukar fiktif. Goldman Sach masih mendapatkan fee senilai $300 juta sebagai manajer transaksi tersebut dan kemudian menjual kontrak swap tersebut ke sebuah bank Yunani tahun 2005.

Dengan menggunakan nilai tukar fiktif, Goldman Sach hanya memberikan pinjaman senilai 2,8 miliar euro, itupun hanya dalam bentuk catatan pembukuan saja, untuk kemudian berhak mendapatkan pembayaran uang riel senilai 10 milir euro plus bunga yang dibayarkan oleh pemerintah Yunani. Tentu saja pemerintah Yunani pada akhirnya membebankan hutang tersebut ke rakyatnya dalam bentuk pajak.

Tingkat nilai tukar yang ditentukan Goldman Sach pada saat itu adalah $85 sen untuk 1 euro. Namun begitu transaksi ditandatangani, nilai tukar dolar merosot jauh dan membuat Yunani terperosok dalam kubangan hutang.