Sunday, 12 July 2015

Senjata Terbaru Rusia: Melumpuhkan Senjata-Senjata Elektronik

Indonesian Free Press -- Hampir semua senjata modern digerakkan dan dikendalikan oleh peralatan elektronik: rudal, peluru kendali dan missil, tank, pesawat tempur, kapal perang dan lain sebagainya.

Lalu bagaimana jika ada sebuah alat atau senjata yang bisa mematikan semua peralatan elektronik? Tentu saja pemilik senjata itu akan menjadi pemenang dalam peperangan modern. Dan Rusia adalah pemilik senjata semacam itu.

Telah cukup lama Rusia dikabarkan telah mengembangkan senjata itu, dan hal itu seolah dikonfirmasi oleh pernyataan wakil presiden Radio-Electronic Technologies Group (KRET), Yuri Mayevsky baru-baru ini:

"Senjata ini akan menargetkan pesawat-pesawat tempur strategis lawan, peralatan-peralatan elektronik dan menghentikan peralatan elektronik satelit-satelit militer lawan.”

Senjata tersebut, menurut Yuri, "menghentikan sepenuhnya peralatan komunikasi dan navigasi, lokasi target serta senjata-senjata presisi tinggi. Senjata itu akan digunakan terhadap rudal-rudal jelajah dan akan menghentikan sistem-sistem penjejak berbasis radio satelit. Ini sebenarnya akan mematikan senjata-senjata lawan.”

Yuri menambahkan bahwa senjata baru itu tidak akan ditempatkan di satelit karena hal itu melanggar perjanjian internasional. Demikian seperti dilaporkan 'Daily Mirror' baru-baru ini. Sebaliknya, senjata itu bisa ditempatkan di atas kendaraan pengangkut, pesawat tempur ataupun kapal perang.

Para analis senjata memperkirakan senjata tersebut berupa pelontar gelombang elektronik energi tinggi yang merusak sistem elektronik di sekitarnya. Adapun KRET adalah BUMN pembuat senjata milik Rusia.

Meski demikian, Amerika, saingan Rusia dalam konflik di Ukraina maupun Suriah, boleh merasa lega karena ternyata senjata itu belum benar-benar dioperasikan oleh Rusia.

“Ujicoba-ujicoba darat tengah berlangsung di beberapa workshop. Pada akhir tahun ini diharapkan komponen-komponen sistem ini akan selesai diproduksi dan senjata ini akan menjalani ujicoba di lapangan," tambah Yuri.(ca)

2 comments:

wiwik faricko said...

prinsip dasarnya sederhana kok. tabung televisi bila di tempeli dengan magnet, maka gambarnya akan kacau warnanya. EMF menjadi dasar dari senjata ini cuman diperkuat berkali-kali lipat dengan radius yg lebih jauh.

gogo said...

Versi awal dri Neutron Jammer ni.. andai bs ditempatkan disatelit, Russia bs menshutdown apapun di belahan bumi.