Friday, 2 August 2013

ADA ROMANTISME SYIAH DAN ZIONIS?

Saya baru saja membaca sebuah tulisan di situs arrahman.com berjudul "Ada Romantisme Syiah dan Zionis?" yang diposting tgl 26 Juli lalu. Postingan ini dibuat berdasarkan ringkasan tersebut, bukan dari buku "Zionis dan Syiah bersatu hantam Islam" langsung.

Tulisan "Ada Romantisme Syiah dan Zionis?" merupakan ringkasan dari buku berjudul "Zionis dan Syiah bersatu hantam Islam" tulisan Dr. Ihsan Ilahi Dhahir yang berisi paparan tentang hubungan antara Shiah dengan zionisme. Dalam buku tersebut penulisnya mengucapkan terima kasih kepada beberapa "ulama" yang disebutnya telah berhasil "menemukan" konspirasi jahat antara Shiah dengan zionisme terhadap ummat Islam, di antaranya adalah Syeikh Aiman Azh-Zhawahiri.

Seluruh dunia mengetahui bahwa Syeikh Aiman adalah orang nomor dua dari kelompok teroris Al Qaida yang didirikan oleh Osama bin Laden dengan bantuan CIA dan Mossad. Fakta-fakta tentang kaitan Al Qaida dengan CIA dan Mossad sudah demikian terang benderang yang hanya bisa disanggah oleh orang-orang jahil seperti penulis buku "Zionis dan Syiah bersatu hantam Islam". Bagaimana dengan juru bicara Al Qaida asal Amerika bernama asli Adam Pearlman yang ternyata adalah cucu laki-laki seorang tokoh pendiri Anti Defamation Leaque, ormas yahudi yang paling berpengaruh di Amerika? Atau bagaimana dengan gambar Syeikh Aiman yang kedapatan berpose di depan kain bermotif bintang Daud lambang negara Israel? (Foto keduanya di atas. Perhatikan motif kain di belakang Syeikh Aiman yang berbentuk simbol negara Israel)

Baru pada bagian pendahuluan saja buku ini sudah menunjukkan ketidak-valid-an yang sangat telak.

Tapi biarlah, kita bahas beberapa tuduhan tidak bermutu terhadap Syiah yang dituliskan dalam buku ini. Di antaranya tuduhan bahwa di bawah kepemimpinan Ayatollah Khomeini Iran telah membeli peralatan senjata senilai Rp 500 dari Israel. Kemudian tuduhan bahwa Iran telah bersekutu dengan Israel dalam pemboman reaktor nuklir Ossirak milik Irak.

Seperti biasa dalam buku-buku propaganda anti-Iran atau anti-Shiah, tuduhan-tuduhan tersebut tidak disertai bukti-bukti nyata. Bagi Anda yang sering membaca artikel-artikel di situs independen seperti "Voltaire.Net", "Veterans Today", "Counterpunch" dan blog "Kajian Timur Tengah" milik Dina Sulaemen, tuduhan-tuduhan tersebut tentu akan menjadi tertawaan Anda karena lemahnya data dan fakta, melainkan hanya berdasarkan prasangka belaka.

Saya memiliki buku "By Way of Deception" karya Victor Ostrovsky, buku terbaik tentang dinas inteligen Israel Mossad yang memaparkan dengan detil beberapa operasi rahasia Mossad yang paling terkenal, termasuk pemboman reaktor Ossirak. Dalam buku itu sama sekali tidak disebutkan tentang keterlibatan Iran dalam operasi yang diberi kode "Operasi Sphinx" itu. Mengingat Iran adalah "obyek" yang menarik, tentunya  keterlibatan sekecil apapun akan dituliskan dalam buku ini.

Kemudian tentang tuduhan Ayattolah Khomeini membeli senjata Israel antara tahun 1980-1983. Saya tidak ingin repot-repot membaca buku karangan Dr. Ihsan Ilahi Dhahir di atas. Tapi berani bertaruh, kemungkinan tuduhan itu berdasar "cerita" tentang skandal "Iran-Contra" yang mencoreng muka Amerika dan menjadi cerita legendaris di kalangan para pembenci Iran tentang perselingkuhan Iran dengan Israel.

Saya gambarkan saja secara ringkas tentang skandal itu. Pada awal tahun 1980-an Iran tengah terlibat perang "hidup mati" melawan Irak yang atas dukungan Amerika dan negara-negara Arab (kecuali Syria yang mendukung Iran), menyerang Iran yang belum pulih dari "Revolusi Iran" tahun 1979. Dalam kondisi lemah, dikeroyok (negara-negara Arab termasuk Mesir turut mengirimkan ribuan tentaranya menyerang Iran) serta diembargo oleh Amerika dan negara-negara produsen senjata, para intel Iran di Lebanon mendapat kontak dari intel-intel Amerika untuk membantu Amerika membebaskan beberapa warga negara Amerika yang disandera gerilyawan Shiah yang didukung Iran (milisi Amal dan bakal milisi Hizbollah yang secara resmi baru berdiri tahun 1985). Pembicaraan pun berlanjut hingga Amerika menawarkan membantu Iran mendapatkan senjata dengan imbalan Iran membantu membebaskan warga Amerika.

Saya (blogger) tidak mengetahui apakah Iran mengetahui senjata-senjata Amerika itu dikirimkan melalui Israel sebagai sekutu utama Amerika di kawasan. Apapun, hal itu tidak menjadi penting. Bukankah Nabi Muhammad, dalam "siyasah"-nya dahulu juga pernah bersekutu dengan orang-orang yahudi untuk menghadapi orang-orang kafir Mekkah?

Iran tentu saja setuju dengan tawaran tersebut. Bukankah dalam kondisi darurat (Iran tengah diinvasi Irak dan kawan-kawan dan tanpa memiliki senjata yang memadai. Bahkan Uni Sovyet pun turut mengembargo senjata Iran), daging babi-pun menjadi halal dimakan? Justru yang patut dipuji adalah kemampuan Iran "mempermainkan Amerika". Meski Amerika telah menggelontorkan senjata-senjata canggihnya ke Iran, tidak semua sandera dibebaskan milisi Shiah Lebanon hingga "skandal" tersebut terbongkar. Tentu saja Amerika yang tercoreng mukanya, sementara Iran tertawa terbahak-bahak karena dengan senjata-senjata itu Iran akhirnya berhasil memukul mundur Irak.

Kembali tentang buku "Zionis dan Syiah bersatu hantam Islam". Dalam buku itu disebutkan bahwa milisi Shiah Irak, Brigade Sadr, membantu pasukan Amerika menyerang Baghdad saat menginvasi Irak tahun 2003. Faktanya adalah saat itu Brigade Sadr belum berdiri. Kelompok ini baru berdiri setahun atau dua tahun kemudian (silakan searching sendiri di Wikipedia) ketika terjadi pertikaian sektarian antara kelompok-kelompok Sunni dengan Shiah yang diciptakan oleh Amerika dan zionis internasional, termasuk oleh aksi pemboman masjid Imam Ali yang disucikan oleh kaum Shiah, oleh ekstremis-ekstremis Sunni.

Setelah berdiri, Brigade Sadr kemudian menjadi kekuatan anti-Amerika yang paling kuat yang terlibat dalam berbagai pertempuran paling berdarah dan paling akhir di Irak, termasuk Perang Bashrah tahun 2008 ketika tentara pemerintah Irak bersama Inggris dan Amerika mengepung milisi Sadr. Atas bujukan Iran, pemimpin Brigade Sadr, Muqtada al Sadr akhirnya meletakkan senjata dan mengasingkan diri ke kota suci Shiah di Qom, Iran. Kini Muqtada telah kembali sebagai pemenang setelah partai politik yang dibentuknya berhasil meraih suara signifikan dalam pemilu dan tergabung dalam koalisi yang berkuasa yang dipimpin PM Nuri al Maliki.

Lalu komentar apa dari saya (blogger) tentang tuduhan itu selain "bohong"?

Selanjutnya dalam buku itu disebutkan bahwa Iran telah mengkhianati umat Islam Pakistan dan Afghanistan karena berdiam diri ketika pasukan Amerika merajalela di kedua negara itu dan membunuhi rakyatnya.

Lho, bukankah yang turut menyerang Afghanistan itu juga sekutu-sekutu Islam Amerika? Bukankah negara-negara Islam lainnya juga diam diri, kok hanya Iran yang disalahkan karena tidak membantu Afghanistan? Lalu apa yang harus dilakukan Iran, dengan menyerang Amerika dan sekutu-sekutu Islamnya itu di Afghanistan? Bukankah ini tindakan bunuh diri? Dan untuk apa Iran harus membantu regim yang telah membantai umat Shiah Afghanistan (Taliban)? Sungguh argumen yang sangat tidak bermutu.

Kemudian tentang Pakistan. Bukankah pemerintah Pakistan sendiri yang mengijinkan drone-drone Amerika membunuhi rakyat sendiri? Bukankah secara militer Pakistan lebih kuat daripada Iran? Kok Iran lagi yang disalahkan?

Yang lebih membuat kita miris adalah tulisan di arrahman.com itu telah memprovokasi terjadinya perpecahan Shiah-Sunni di Indonesia yang oleh manusia-manusia "sehat akal" tentu akan dijauhi sejauh-jauhnya.

"Meski sudah memenuhi sebagian kriteria sesat dari 10 kriteria sesat MUI, mengapa hingga kini fatwa sesat dari MUI juga belum muncul? Fatwa dari pusat ini dibutuhkan umat agar tidak terjadi konflik yang meluas antara umat Islam dengan Syiah di Indonesia." Demikian sebagian tulis tersebut.

Tidaklah mengherankan jika tulisan tersebut mendukung keberadaan Jabhah Nushrah, kelompok teroris yang telah melakukan tindakan-tindakan paling keji di dunia modern, di medan perang Syria.

27 comments:

Dani Permana said...

apa maksudnya situs arrahmah.com?

kalau yg satu itu memang sudah tidak aneh lagi, isinya penuh dengan tulisan pemecah belah, katanya salah satu pendirinya adalah Muhammad Jibriel anak dari Abu Jibril dedengkot MMI yang pernah diduga terlibat berbagai pengeboman di Indonesia.
artikel arrahmah.com banyak memuji pelaku bom bunuh diri sebagai tindakan mulia, bahkan menyebut Osama Bin Laden sebagai pahlawan.

Deny Dewan said...

Masuk surga dengan membom ratusan nyawa tak berdosa..? Rumus algoritma yg rumitpun masih bisa dimengerti dibanding rumus diatas...klu mau bunuh diri bunuh diri aja sendiri..ngga usah bawa2 orang lain..orang stres aja bunuh dirinya sendirian,berarti yg melakukan bom bunuh diri ini lebih dari stress dan gila orangnya...dan lebih gila lagi yg mengelu2kan dan memuji pelaku bom bunuh diri itu..dan memang orang gila tak pernah tau bahwa dia gila..termasuk situs arrahmah itu...

edi TarwoTo said...

jadikan sabar dan tawakal sebagai penolongmu, move on

Dani Permana said...

kepada Sdr Abiihzam Azzam, sebelum anda terlalu bersemangat ada baiknya membuka kembali alamat web yang anda maksud, coba lihat rujukan web itu larinya ke halaman web lain berbahasa Arab, sekarang coba terjemahkan (google translator adalah sahabat anda) ternyata isinya hampir sama dengan web berbahasa Indonesia yang anda maksud. ternyata tulisan di web berbahasa Arab yg jadi rujukan berdasarkan pada "informasi dari seorang Dokter" "Data dari Depkes Iran" dan "Data dari Kepolisian Iran" tanpa bisa kita konfirmasi, sekarang saya tanya kepada Anda, apakah Anda ingin saya (atau semua orang yang berbeda pandangan dengan Anda) percaya kepada berita-berita aemacam itu? karena bagi saya pribadi, berita seperti itu tidak dapat dipercaya.

Deny Dewan said...

Orang badui kayak MANISAN ASAM mana ngerti dengan logika berpikir dan translate segala...dia makan apapun di depannya termasuk kotorannya sendiri...bau mulutnya mengindikasikan kebiasaan dari apa yg di telannya...kesempitan dada yg dialami mengakibatkan dia uring2an dan terkadang harus memuntahkan sebagian isi perutnya yg berbau busuk untuk sedikit melegakan perasaannya...ku anjurkan kepadamu agar pilihlah dan ambillah makanan dari yg baik2 aja...biar membaguskan rupa,membaguskan isi daging dan tulangmu,ahlak dan perilakumu sekaligus membaguskan cara jalan pikiranmu yg linglung...untuk sementara muntahlah sepuasmu wahai manisan asam..dan laburilah diwajahmu..

agung nugroho said...

Cahyono Adi, Anda dibayar berapa M untuk membuat tulisan ini? Silakan anda kirim tulisan ada ini langsung ke arrahmah.com, agar bisa dikomentari secara obyektif (non-subyektif).

cahyono adi said...

To agung
Terima kasih. Sampai saat ini tidak ada yang membayar saya untuk semua tulisan dalam blog ini kecuali donasi sekedarnya dari para pengunjung setia blog.

Untuk apa mengirimkan tulisan ke arrahman.com kalau sudah tahu bakal ditolak? Tapi kalau mereka mau komentar di sini, saya siap berdiskusi.

Deny Dewan said...

Memangnya arrahmah.com itu siapa..? Apahkah dia sebuah badan seperti MUI,KPK,BPK Atau badan2 pengaudit lainnya..? Koq harus repot2 kirim kesana..? Biar dikomentari secara objektif..? He.he.he..propaganda mereka aja ngga ada nara sumber kompeten dan data2 akurat koq..tak lebih dari cerita fiktif aja. Klu mereka ditanya berapa Milyar yg udah diterima tuk propaganda perpecahan umat itu baru pertanyaan yg tepat sasaran. Lalu a nda sendiri dibayar berapa M tuk bertanya demikian diatas..? Seorang materialisme mengukur sesuatu dengan segembok uang..namun masih banyak yg berjuang tulus iklas hanya demi kemanusiaan dan keadilan. jadi jangan mengira apa yg anda dan teman2 anda kejar berarti orang lainpun begitu...pertanyaannya apakah semua tulisan2 arrahmah.com di crosscek kembali ke sumber2 terkait yg menjadi bahan fitnahan dan omong kosongnya...?

Deny Dewan said...

Perang saya kobarkan ke kaum kalian..? Hebat banget loe..he.he.he..lagak sudah kayak jagoan meon supermin..nafkai tu keluarga loe dan tolonglah tetangga loe..urusin kampung loe. Ngomong perang kayak jendral besar aja...udah kayak wahabi dan israel yg kerjanya sesumbar sana sini ngomong besar...

Agung Nugroho Aditomo said...

Seharusnya, anda memberikan tulisan anda di atas sebagai komentar di podisi bawah 'tulisan yang anda baca di arrahmah.com'. Itu namanya sudah ada keinginan dari anda untuk diskusi. Tulisan tulisan anda selama ini, terkesan membela & mendukung syiah.

Agung Nugroho Aditomo said...

Sema pertanyaan anda pun pantas ditujukan kepada anda sendiri dan penulis blog ini.

Deny Dewan said...

He.he.he..memang peristiwa sampang benar fakta yg tak terbantahkan bro..begitu pekerjaan wahabi,begitu pula yg mereka lakukan di suriah..anda bicara kali ini saya setuju bro..bahwa itu benar2 fakta yg tak terbantahkan. Dan anda bangga sekali mengucapkannya...mungkin anda bangga juga dengan pengeboman vihara kemarin..saya udah bilang madura itu hanya berani di kampung sendiri..saya cukup bermalu hati untuk mengucapkan hati saya pedih jika mengingat peristiwa di kalimantan..

Deny Dewan said...

Hukum tuhan yg mana yg membenarkan cara2 seperti itu..? Hukum dunia yg mana yg membenarkan peristiwa itu..silahkan anda cari di ALQURAN dan hadist,carilah ribuan kali sekalipun anda tdk akan mendapatkan pembenarannya..lalu pedoman yg mana yg engkau pakai wahai MANisan asam..ALLAH tdk buta bro..cara2 seperti itu hanya dipakai oleh 2 kaum didunia ini yaitu wahabi dan israel..mereka punya hukum sendiri sesuka mereka..merusak sarang semutpun ada balasannya bro...

Deny Dewan said...

To agung: pede amat anda bertanya..he.he.he.. Anda bertanya kita harus menjawab WOW gitu..obsesi jadi jaksa ya..? He.he.he..

cahyono adi said...

To agung.
Sya hanya mengatakan siap berdiskusi, bukannya sengaja ngajak diskusi mereka (arrahman). Jadi tidak ada urgensinya memberikan catatan khusus.

Sy adalah orang yang lahir dan besar di lingkungan Sunni yg mengakui sebagian besar keyakinan orang-orang Shiah setelah banyak membaca dan mengkaji. Allah tidak menurunkan Rosul-Nya untuk meciptakan agama Islam yg berbeda-beda.

adjeiz said...

Saya sih ga percaya 10000000 % dengan berita arahmah.com, cuma 0,0001 % saja kebenarannya, "mungkin"...,
beritanya banyak ga masuk akal, nolol-nololin orang tolol. Kalo pengunjung arahmah.com masih percaya dengan beritanya bsa jdi orang paling tolol di antara orang" tolol.
Kebenaran sudah terang benderang,

agung nugroho said...

Anda ini layak menjadi ajudan si mbai, mengingat analisa anda sangat 'fantastis'. Super ahli dan pengamat ahli tentang wahabi. Allah dan Malaikat 'dijamin' akan salut dengan anda. Saya hanya ingin menyaksikan seorang ahli seperti anda, seperti apa roman muka anda, saat mau akan menjemput anda.

abu bakar said...

kebenaran tak dapat melarikan diri dari pencarinya,fakta yg memang diketahui oleh pengkaji-dipandang sepi oleh sang penentang,berita antara bangsa boleh disahkan oleh agensi berita yg lain, jika kita menggunakan sebelah mata sahaja dan tidak mahu mengkaji dimana jalan keluarnya,


by Zafar Bangash
August, 2013
In Egypt the Ikhwan failed within one year while in Iran, the Islamic movement has established a government that is still in place and going strong. Why? The Ikhwan made the mistake of working within the system while Imam Khomeini understood that the existing system had to be demolished.
- http://www.moqavemat.ir/?a=content.id&id=68127

blanco comeng said...

cuma satu saja ini blog syiah laknat!! ngaku islam tapi mengkafirkan sahabat dan istri rasul!! DASAR SYIAH YANG LAGI TAQIYAH..ON...!! BANGSAT LUH!!!

abu bakar said...

blanco comeng cuba datangkan fakta dari web syiah yg menyatakan syiah mengkafirkan sahabat dan isteri rasul,
tak perlu hujah dari mereka yg anti syiah- jadilah hakim yang adil kepada diri sendiri. anda diseliputi kebencian yg membabi buta dan tidak bertempat....boleh saja saudara gunakan wikipedia atau ensaiklopedia saja

cahyono adi said...

Biasanya komentar-komentar seperti si Blanco ini langsung saya hapus. Tapi sebagai bukti kebajatan akhlak orang-orang bodoh yang mengaku Islam (biasanya pengikut aliran salafi-wahabi, tapi terkadang aliran lain pun ikut ketularan), komentar ini saya biarkan.

viekar milito said...

tapi bagi saya sendiri, dari apa yg saya lihat ini..anda lebih condong pada pejuang syiah bukan pejuang islam..
siapapun orangnya, selama dia wahabi, salafi, atau sunni pasti dipojokkan..tidak usah bohong..karena memang perjuangan anda disini..

bahasa dan analisa anda memang mantap, tapi memang seperti itulah seharusnya sebagai seorang pejuang yg mengambil jalan menulis..

tapi maaf, orang2 macam saya, agung nugroho dan buanyak lagi dan bahkan jauh lebih banyak dari golongan anda tdk akan terpengaruh..tapi saya suka sekali berdiskusi dengan tulisan anda makanya saya sering berkunjung ke blog anda..
karena al-quran sendiri menghalalkan kita untuk membantah sesuatu yg tidak benar dengan cara yg baik..

cahyono adi said...

To Viekar
Bung, saya orang Sunni. Lahir dan besar di tengah-tengah orang Sunni. Masih sholat dan beribadah secara Sunni.

Sya bahkan belum pernah membaca kitab-kitab fiqih Shiah, tidak mempunyai marja (guru spiritual yang dimiliki oleh semua orang Shiah), tidak pernah bergabung dengan organisasi/kelompok Shiah.

Sy mempunyai keyakinan seperti sekarang ini justru setelah saya berfikir rasional, mendalami kitab-kitab Sunni (setidaknya garis besarnya) seperti kitab-kitab Hadits "Shahih" dan sejarah "Shirah" dan merefer-nya dengan Al Qur'an.

Banyak sekali orang seperti saya. Namun intinya jumlah bukan menjadi ukuran kebenaran. Justru kebenaran biasasnya muncul dari kelompok yang minoritas. Rosulullah dan para nabi awalnya bahkan harus berjuang sendirian.

Btw, trims atas sikap sportif Anda untuk mau berdiskusi dengan baik, karena kebanyakan orang tidak bisa bersikap seperti itu.

Anis Satun said...

Jujur saya sunni sejati tpi saya akui.. Orang sunni bnyak yg bodoh atoe dibodohi sunni jadi jadian wahabi… atoe ustadz ustad nya sendiri belum matang dlm agama tpi sdh sok pintar.. Kita masih ingat dngn gus dur brp matang nya beliau dlm beragama dan politik tpi masih ditentang sama ustadz ustadz atoe kyai kyai goblok tp sok pintar.. Saya berdoa semoga sunni asli syiah akur untuk perangi wahabi dan tuan nya israel amerika

Anis Satun said...

Jujur saya sunni sejati tpi saya akui.. Orang sunni bnyak yg bodoh atoe dibodohi sunni jadi jadian wahabi… atoe ustadz ustad nya sendiri belum matang dlm agama tpi sdh sok pintar.. Kita masih ingat dngn gus dur brp matang nya beliau dlm beragama dan politik tpi masih ditentang sama ustadz ustadz atoe kyai kyai goblok tp sok pintar.. Saya berdoa semoga sunni asli syiah akur untuk perangi wahabi dan tuan nya israel amerika

Anis Satun said...

Jujur saya sunni sejati tpi saya akui.. Orang sunni bnyak yg bodoh atoe dibodohi sunni jadi jadian wahabi… atoe ustadz ustad nya sendiri belum matang dlm agama tpi sdh sok pintar.. Kita masih ingat dngn gus dur brp matang nya beliau dlm beragama dan politik tpi masih ditentang sama ustadz ustadz atoe kyai kyai goblok tp sok pintar.. Saya berdoa semoga sunni asli syiah akur untuk perangi wahabi dan tuan nya israel amerika

Anis Satun said...

Jujur saya sunni sejati tpi saya akui.. Orang sunni bnyak yg bodoh atoe dibodohi sunni jadi jadian wahabi… atoe ustadz ustad nya sendiri belum matang dlm agama tpi sdh sok pintar.. Kita masih ingat dngn gus dur brp matang nya beliau dlm beragama dan politik tpi masih ditentang sama ustadz ustadz atoe kyai kyai goblok tp sok pintar.. Saya berdoa semoga sunni asli syiah akur untuk perangi wahabi dan tuan nya israel amerika