Friday, 25 September 2015

Pangeran Saudi Picu Tragedi Mina

Indonesian Free Press -- Putra Raja Saudi yang menjadi Wakil Putra Mahkota sekaligus Menteri Pertahanan Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman Al Saud disebut-sebut menjadi pemicu terjadinya tragedi Mina yang menewaskan ratusan orang, Kamis (23/9).

Seperti dilaporkan media Lebanon berbahasa Arab 'al-Diyar', Kamis, kehadiran konvoi Pangeran Mohammad bin Salman telah mengakibatkan terjadinya kemacetan di jalan yang menghubungkan ke Mina, tempat ritual melempar jumroh dilakukan oleh jemaah haji.

Laporan menyebutkan kehadiran Salman dengan pengawalnya yang berjumlah ratusan orang telah memblokir jalan yang berjarak 5 km dari Mekah itu. Akibatnya terjadi saling desak-desakan yang membawa maut ratusan jemaah haji. Diperkirakan jumlah pengawal Salman mencapai 350 orang, terdiri dari 150 polisi dan 200 tentara.

Menurut laporan itu, setelah terjadi tragedi itu sang pangeran dan pengawalnya berlalu begitu saja dari tempat kejadian. Sementara pemerintah berusaha menutup-nutupi kejadian yang sebenarnya.

Namun para pejabat Saudi tentu saja menolak laporan itu dan menyebutnya sebagai 'tidak benar'. Menteri Kesehatan Saudi justru menyalahkan para jemaah yang disebutkan 'mengabaikan instruksi'.

"Jika saja para jemaah mengikuti instruksi, kejadian ini tidak akan terjadi," kata Menkes Khaled al-Falih. 

Jumlah korban tragedi itu sendiri masih simpang siur, meski pemerintah Saudi menyatakan jumlahnya mencapai 717 orang tewas dan 863 luka-luka. Otoritas haji Iran, Iran's Hajj and Pilgrimage Organization menyebut jumlah korban tewas mencapai 1.300 orang termasuk di antaranya 125 warga Iran.

Meski tidak menyebutkan tentang Pangeran Mohammad bin Salman, Deputi Menlu Iran urusan Arab-Afrika Hossein Amir-Abdollahian mengatakan bahwa penyebab tragedi itu adalah karena aparat keamanan Saudi memblokir dua jalan yang menghubungkan Mina pada saat ritual lempar jumroh dimulai.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei mengumumkan hari berkabung nasional selama 3 hari atas tragedi ini seraya mendesak pemerintah Saudi untuk bertanggungjawab atas insiden ini.


Protes Iran

Menyusul terjadinya tragedi ini pemerintah Iran langsung memanggil duta besar Saudi untuk Iran untuk menyampaikan protes atas kelalaian pemerintah Saudi dalam menangani ibadah haji. Dalam kesempatan itu Dubes Saudi Amir-Abdollahian atas nama pemerintah Saudi menyatakan penyesalannya atas tragedi itu dan menyampaikan duka cita kepada pemerintah dan keluarga korban dari Iran.

Wakil Presiden Iran Es’haq Jahangiri tidak ketinggalan menyalahkan Saudi atas tragedi ini. Ia menyebut tragedi ini disebabkan oleh 'kelalaian' pemerintah Saudi.

Dalam 2 minggu pelaksanaan ibadah haji tahun ini telah terjadi 5 kecelakaan maut yang memewaskan ratusan orang. Sebelumnya tragedi besar lainnya adalah jatuhnya crane yang menewaskan lebih dari 100 orang jemaah.(ca)


Keterangan: Berita menarik tentang pengelolaan ibadah haji oleh perusahaan zionis Inggris silakan lihat disini.

11 comments:

abu bakar said...

darah darah umat islam melimpah dari yaman ke mena tidak
sudah sudahnya , video caravan putera itu dicari khabarnya terdapat di laman awsat panorama
saya tidak menjumpai,

takziah, situasi sangat teruk 2 jam mereka terlantar tanpa bantuan
pengurusan sangat teruk---mereka patut hidup,mati bukanlah pilihan
di mana bekalan air pada suhu tinggi, saya membaca artikel perang yom kippur
israel telah supplai 1 liter air untuk 1km kepada setiap askarnya


carikan video caravan mina sebelum rempuhan






RIO IGE Global Infinite said...
This comment has been removed by the author.
RIO IGE Global Infinite said...

Kecelakaan demi kecelakaan, bisa jadi ini kesengajaan. Karena yg namanya WAHABI itu benci pada umat muslim yg tdk searah denganya..
Maka di ciptakanlah rekayasa demi rekayasa.

abu bakar said...

Koran Independent terbitan Inggris melaporkan bahwa pasukan gerak cepat Arab Saudi tidak terlatih dan menulis, “Dua jalur utama Mina [pada hari insiden] ditutup untuk pelintasan para anggota keluarga kerajaan Arab Saudi.”

Tasnim News mengutip Independent menyebutkan, dua jalur utama sebelum musibah Mina terjadi telah ditutup untuk lalu-lintas para anggota keluarga kerajaan Arab Saudi.

Berdasarkan laporan ini, musibah Mina adalah tragedi terburuk dalam pelaksanaan haji selama 25 tahun terakhir. Dalam tragedi kali ini, sekitar 1.300 hujjaj meninggal dunia dan lebih dari 2.000 orang cedera. Namuna media massa Arab Saudi menyebutkan bahwa jumlah korban jiwa hanya 717 dan 863 terluka.(IRIB Indonesia/MZ)

http://indonesian.irib.ir/international/timur-tengah/item/100825-independent-dua-jalur-utama-mina-ditutup-untuk-para-keluarga-kerajaan

Khalid Saleh, a Saudi government employee who rushed to the site when he heard screams and sirens, said he had found “huge numbers of people on the ground either dying or injured.” Pilgrims there told him that some of the area’s exits had been closed so that V.I.P. cars could pass, he said.

http://www.nytimes.com/2015/09/25/world/middleeast/mecca-stampede.html?_r=3



Endro Badrun said...

Saya sempat membaca berita bahwa rekaman CCTV ditempat kejadian disimpan sang raja ditempat yang dirahasiakan,betulkah berita ini?

abu bakar said...

Betul boleh baca cars new agency 28\9\15 sayakan meminta kawan kawan mecari diinternet

abu bakar said...

Fars news agency

abu bakar said...

maaf bukan di fars New agency tetapi di Alalam ir, saya tersilap

Saudi King Salman has ordered his forces to transfer all the images recorded by CCTV cameras of the Hajj stoning rituals in Mina to an unknown location to be hidden in a top secret data center, media reports said on Sunday.
"The Saudi king's order came after some videos showing the main cause of the Mina tragedy were released on the Internet," the Arabic-language Middle East Panorama news website reported.
- See more at:

http://en.alalam.ir/news/1743271#sthash.h8lUHgwW.dpuf

Yuu Triad said...

Itu kn berita tahun 2012, hanya berita dari kelompok syiah saja yg mengabarkan seperti itu, dan tv ONE saja sdh mengklarifikasi bahwa berita itu tdk benar melalui karni ilyas..

abu bakar said...

bukan polisi agency antarabangsa menyiarkan berita dusta--laporan diambil dari lubnan,akhbar arab al diyar--siasatan menunjukkan akhbar berkenaan ada hubungan dengan putera raja saudi
berita tersebut turut dipetik oleh NYT dan Independent uk

jika itu berita 2012 saudara yuu triad sila anda nyatakan sumber/source anda 2012 tersebut supaya kita semua dapat memeriksa keotentikannya

abu bakar said...

Al-Nahrain-net exposé on Mecca stampede which is based on preliminary intelligence reports indicate that Saudi and Israeli intelligence agencies have probably collaborated to abduct IRGC commanders, diplomats and staff working in Iran's Supreme Leader's office, Ayatollah Ali Khamenei. According to this report the former Iranian ambassador to Lebanon, Ghazanfar Roknabadi, is believed to have been kidnapped in the deadly stampede.
Mr. Roknabadi is considered an eminent member of Supreme Leader's office staff and a figure who is well-informed regarding the secrets of the Hizbullah missile armament by Tehran.

http://www.islamicmovement.org/index.php?option=com_content&view=article&id=2057:mossad-hand-in-minna-stampede-to-kidnap-irgcs-commanders-reports&catid=35:news-display