Tuesday, 9 June 2015

Pertempuran yang Sebenarnya di Suriah Baru akan Dimulai

"Dunia akan terkejut dengan apa yang kami dan pemerintah Suriah persiapkan dalam beberapa hari ke depan," kata Jendral Qassem Soleimani usai melakukan inspeksi di wilayah pertempuran di Idlib, Suriah, sebagaimana dikutip kantor-kantor berita Iran awal Juni.

Pernyataan itu disampaikan setelah pasukan Suriah mengalami pukulan-pukulan berat, terutama dengan kehilangan kontrol atas wilayah Jisr al-Shughur di Provinsi Idlib pada tanggal 25 April lalu. Wilayah ini sangat strategis karena menghubungkan Latakia dan kawasan Pantai Mediterania dengan Hama dan wilayah tengah Suriah.

Kekalahan itu menyusul kekalahan pasukan Suriah mempertahankan kota Palmyra yang prestisius. Pada bulan Februari lalu pasukan Suriah juga gagal melakukan upaya untuk memotong jalur suplai pemberontak di utara Aleppo.

Karena kekalahan-kekalahan tersebut, pemerintah Suriah pun berada dalam kondisi kritis dan terpaksa harus mengkonsentrasikan kekuatannya untuk menjaga tempat-tempat strategis dan meninggalkan wilayah yang lebih luas untuk dikuasai pemberontak.

Kondisi itulah yang memaksa sekutu-sekutu Suriah, terutama Iran, untuk mengerahkan kekuatan membantu memulihkan kekuasaan pemerintah Suriah.

Minggu lalu pemerintah Iran mengumumkan bahwa dukungan Iran kepada Suriah tidak akan dibatasi. Sementara di lapangan, para pakar militer Iran melakukan kajian terhadap situasi yang dihadapi pasukan Suriah bagi dilakukannya operasi pemulihan kekuasaan.

Sebuah rencana komprehensif pun telah disusun dengan melibatkan puluhan ribu pasukan dari Iran, Irak, dan Lebanon. Sementara Rusia dikabarkan siap memberikan dukungan dengan pengiriman sistem pertahanan udara canggihnya.

Situs Veterans Today (VT) melaporkan hari Kamis (4/6), ribuan pasukan dari Iran dan Irak yang umumnya adalah milisi-milisi Shiah, sudah berdatangan ke Suriah untuk membantu pasukan Suriah. Pasukan khusus Iran, Pengawal Revolusi dan Pasukan Al Quds, dikabarkan akan menyusul tiba di Suriah.

Ini mengkonfirmasi pernyataan Jendral Soleimani tentang 'kejutan' di Suriah, serta laporan sejumlah media internasional sebelumnya tentang kedatangan ribuan pasukan dari Irak dan Iran di Suriah.

Sebagian pasukan itu tengah dikerahkan ke Idlib di dekat perbatasan Turki. Tugas mereka adalah membebaskan kota Idlib dan wilayah strategis Jisr al Shougour, sekaligus membantah laporan-laporan yang menyebutkan pasukan dari Irak dan Iran itu dikerahkan untuk mempertahankan Damaskus yang tengah terancam. Pasukan ini dikabarkan telah mulai terlibat pertempuran bersama pasukan Suriah melawan kelompok pemberontak.

Gelombang selanjutnya adalah kedatangan pasukan Hizbullah Iraq dan Tentara Mahdi. Yang kedua itu adalah pasukan milisi loyalis ulama kharismatis Al Sadr yang pernah terlibat pertempuran sengit melawan pasukan AS dan Inggris dalam Perang Irak tahun 2003-2011.

Kedua pasukan ini telah terlibat pertempuran melawan kelompok teroris ISIS di Provinsi Anbar Irak. Mereka akan terlibat operasi militer bersama Suriah untuk mendorong pergi pemberontak dari perbatasan Irak ke Palmyra. Jumlah pasukan ini diperkirakan akan mencapai 70.000 orang pasukan terlatih.

Rencana ketiga setelah di Idlib dan Palmyra, adalah pembersihan wilayah Qalamoun, wilayah pegunungan yang menghungkan Suriah dengan Lebanon. Dalam operasi ini pasukan Hizbollah Lebanon akan turut terlibat.

Sementara itu, rencana ke-empat adalah membersihkan pemberontak dari sekitar Damaskus dan wilayah selatan Suriah dan mendorong mereka masuk ke Yordania.

Apa yang bakal terjadi di Suriah dengan kedatangan pasukan gabungan Irak dan Iran serta Lebanon itu menandakan bahwa Perang Suriah yang sebenarnya baru akan dimulai, setelah selama 4 tahun para pemberontak yang mendapatkan dukungan besar-besaran sejumlah negara Arab, Israel, AS dan negara-negara barat gagal menggulingkna pemerintahan Presiden Bashar al Assad.

Turki diperkirakan tidak akan tinggal diam dan membiarkan para pemberontak Suriah yang didukungnya terpukul mundur dan masuk ke negaranya dengan membawa sejumlah masalah serius. Sejumlah pasukan reguler Turki sudah berada di Suriah untuk mengamankan makam keramat pendiri Kekhilafahan Usmaniah. Diperkirakan Turki pun akan mengerahkan pasukannya melintasi perbatasan untuk membantu pemberontak. Juga Saudi, AS, negara-negara Arab dan barat. ***


5 comments:

ibnu Taher said...

Numpang tanya Mas, secara diplomatik Turki tampak akur dengan Iran, seprti Turki tdk setuju embargo AS thd Iran atau penyerangan koalisi Barat terhada negara ini. Mengapa di Syria Turkia begitu seirus membantu pemberontak untuk menggulingak pemerintahan dukung Iran tsb. Trima kasih atas responnya.

ibnu Taher said...

Numpang tanya Mas, secara diplomatik Turki tampak akur dengan Iran, seprti Turki tdk setuju embargo AS thd Iran atau penyerangan koalisi Barat terhada negara ini. Mengapa di Syria Turkia begitu seirus membantu pemberontak untuk menggulingak pemerintahan dukung Iran tsb. Trima kasih atas responnya.

Endro Badrun said...

DAMASKUS akan mengalahkan ANKARA tinggal nunggu waktu...

Pencinta Ahlul Bait said...

sepertinya isis tidaklah terlalu kuat taktik perangnya konpensional mereka mengandalkan otot bukan otak jumlah personil dan nekat namun iran dan suriah hizbullah bukan pasukan sembarangan mereka meninggalkan wilayah menghindari perang perontal karna sudah disinyalir pasukan isis siap menyerang dengan jumlah besar memancing masuk musuh lebih baik mundur sembari meninggalkan pasukan elit dan inteljen sehingga musuh merasa menang padahal jebakan jangankan untuk maju mundur pun tak selamat .iran sudah pengalaman perang seperti ini lawan irak walau senjata irak berlimpah taktiknya lemah .dalam waktu singkat isis lenyap mereka pasukan tak punya pengalaman .ini iran paling tahu apa yang harus dilakukan menghancurkan musuh dlam satu wilayah lebih gampang dari pada musuh yg bercerai berai.kepung tunggu kelaparan kehausan menyerah atau ditumpas .inilah pasti terjadi sekali tepuk banyak yg di dapat

abu bakar said...

erdogan melakukan adventurisma melalui akp dan mbnya...saya fikir rakyat turki mulai menolaknya terbukti AKP kehilangan kuasa penuh di parlimen...

pentas politik mulai berubah,,dana perang boleh menghancurkan negara--waled jumblat mungkin merasakan proksi proksi anti syria sukar mencapai kemenangan kerana kekurangan senjata yang berkesan kerana tidak diberikan awal oleh US-naharnet

Polisi turki yang menganggu jiran merupakan punca kekalahan AKP-- umpama jiran yang jahat disebelah rumah kita-

http://www.al-monitor.com/pulse/originals/2015/06/palestine-islamic-jihad-financial-crisis-money-iran-hezbolla.html

http://www.electronicresistance.net/2015/05/%E2%80%8Bthe-mideasts-sunni-problem/

http://www.electronicresistance.net/2014/10/from-zero-problem-with-neighbors-to-zero-neighbors/