Sabtu, 25 Februari 2012

BAGAIMANA IRAN MENGALAHKAN AL AMERIKA (2)


“Kapal-kapal terbesar Amerika, kapal-kapal induk yang megah, saat ini telah menjadi jebakan terapung yang mematikan. Di Teluk Parsia yang dangkal dan sempit, manuver-manuver ekstrem sulit dilakukan dan melarikan diri tidak akan mungkin. Teluk Parsia akan berwarna merah oleh darah pelaut-pelaut Amerika.” (Mark Gaffney, military specialist)



Ketegangan merasuki ribuan awak kapal induk USS Abraham Lincoln dan 2 kapal pengiringnya, ketika melintasi Selat Hormuz, 14 Februari lalu. Dan ketegangan itu semakin memuncak ketika di kejauhan tampak satu titik hitam yang tidak lama kemudian berhasil diidentifikasi sebagai sebuah kapal cepat AL Iran. Halikopter-helikopter pun diperintahkan memberi peringatan kepada kapal cepat itu untuk menjauh. Dan pesawat-pesawat tempur siap-siaga untuk langsung mengudara begitu diberikan komando. Akhirnya kapal cepat itu pun bergerak menjauh dan ketegangan pun berangsur-angsur mereda.

Mengkhawatirkan satu kapal cepat bertonase hanya beberapa puluh ton dibandingkan kapal USS Abraham Lincoln yang berbobot sekitar 80 ribu ton, pasti dianggap berlebihan. Kapal cepat itu pasti bahkan masih kalah berat dibandingkan jangkar kapal USS Abraham Lincoln. Namun mengkhawatirkan kapal cepat Iran yang lebih mirip kapal superboat yang digunakan untuk lomba perahu cepat itu adalah tindakan bijaksana, karena kapal "liliput" itu bisa menenggelamkan raksasa seperti USS Abraham Lincoln.

Ya, benar. Dengan inovasi yang dilakukan Iran berhasil mengembangkan kapal-kapal patroli cepat yang dilengkapi dengan rudal-rudal jelajah anti-kapal canggih. Sebut saja rudal "Sunburn" buatan Rusia.

"Sunburn" mungkin adalah rudal anti-kapal paling canggih di dunia saat ini dan Iran diyakini telah memiliki ratusan rudal ini. Terbang rendah 3 meter di atas permukaan laut dengan kecepatan 2,5 x kecepatan suara serta manuver yang mampu mengecoh sistem pertahanan udara tercanggih lawan, rudal ini bisa membuat lubang sebesar ruangan di lambung kapal yang cukup untuk menenggelamkan kapal induk sekalipun. Dan dengan tenggelamnya sebuah kapal induk, dipastikan ribuan awaknya akan ikut tenggelam. Rata-rata tiap kapal induk Amerika diawaki oleh setidaknya 6.000 personil atau hampir satu divisi tentara darat.

Selain murah, dibanding kerugian yang ditimbulkannya pada pihak musuh, rudal ini juga mudah digunakan. Bisa ditembakkan dari segala kendaraan peluncur roket, termasuk truk dan kapal cepat yang didisain Iran. Rudal ini mampu menjangkau sasaran hingga sejauh 160 km, lebih dari cukup untuk menjangkau seluruh kawasan Selat Hormuz yang lebar terpendeknya hanya 60 km.

Dibandingkan rudal anti kapal "Exocet" yang terkenal selama Perang Malvinas dan Perang Iran-Irak tahun 1980-an, "Sunburn" jauh lebih canggih: lebih cepat, lebih akurat dan lebih jauh daya jangkaunya. "Sunburn" memang dirancang untuk menembus sistem pertahanan laut Amerika "Aegis" yang terpasang di seluruh armada laut Amerika. "Aegis" bahkan bisa ditembus oleh "Exocet" yang terbang di bawah kecepatan suara sebagaimana terjadi pada kapal USS Stark yang tertembak rudal "Exocet" dalam Perang Iran-Irak.

Dalam sebuah demonstrasi keakurasian yang dilakukan Cina, rudal ini berhasil tepat menembak tanda "X" yang ditempatkan pada sebuah kapal sasaran.

Tidak mengherankan jika Mark Gaffney, seorang pakar militer pada tahun 2004 menulis sebuah artikel: "Kapal-kapal perang Amerika berada dalam jangkauan rudal "Sunburn" dan juga rudal yang lebih canggih lainnya SS-NX-26 "Yakhont" (juga buatan Rusia, lebih cepat dan lebih jauh daya jangkaunya), yang digelar Iran di sepanjang pantai Teluk Parsia. Setiap kapal Amerika menjadi terbuka dan riskan. Saat Iran menjatuhkan jebakan, seluruh kawasan laut akan menjadi ladang pembantaian."

"Anda tidak perlu menjadi Hannibal yang menghadapi Perang Cannae," tulis ahli militer Russ Winter tentang kondisi Selat Hormuz yang akan menjadi "kuburan" para pelaut Amerika.

Benar, dengan ratusan pulau-pulau kecil, puluhan pelabuhan-pelabuhan dan perkampungan nelayan, Selat Hormuz menjadi tempat yang ideal untuk melakukan perang gerilya laut bagi kapal-kapal cepat Iran yang mematikan. Dan Iran masih memiliki senjata-senjata anti-kapal yang mematikan lainnya: artileri yang dikendalikan laser, ranjau laut, kapal-kapal selam, pesawat torpedo dan rudal-rudal jelajah anti-kapal lainnya yang tidak kalah canggih dari "Sunburn" dan "Yakhont" seperti "Silworm" dan "Dong Feng" buatan Cina, "Onyx", serta "Zafar" buatan Iran sendiri.

"Dong Feng" adalah rudal anti-kapal yang paling ditakuti Amerika, bukan saja karena keakurasian dan kecepatannya, melainkan daya jelajahnya yang mencapai 1.000 km hingga tidak ada satu tempat pun di Teluk Persia dan Laut Oman yang aman dari rudal ini. Sementara "Zafar" diklaim Iran sebagai rudal jelajah tercepat di dunia dan karenanya paling sulit dideteksi sistem pertahanan musuh. Kecepatan yang tinggi ini dimungkinkan karena rudal ini tidak memerlukan sirip sebagai alat kendali.

"Zafar adalah rudal yang dikendalikan radar, rudal jelajah anti kapal yang mampu menghancurkan kepal-kapal ukuran kecil hingga menengah dengan keakurasian tinggi," kata Menhan Iran Brigadier General Ahmad Vahidi saat mengumumkan dimulainya produksi massal rudal "Zafar" awal Februari lalu.

Selain memiliki sifat mobil, karena mudah dipindah-pindahkan ke berbagai alat peluncur termasuk kapal-kapal cepat, rudal ini dirancang mampu mengatasi perang elektronik.

Pada tahun 2002 lalu Amerika mengadakan simulasi perang laut melawan Iran di Teluk Parsia dengan sandi "New Millenium Challenge". Dengan menggunakan parameter-paramater yang sesuai kekuatan Iran kala itu, simulasi tersebut memberikan hasil yang mengagetkan para ahli militer Amerika. Diperkirakan 16 kapal perang Amerika, termasuk 1 kapal induknya, tenggelam pada hari pertama perang besar-besaran melawan Iran. Korban tewas di pihak Amerika diperkirakan mencapai 20.000 personil. Maka Amerika buru-buru mengganti paramater-parameternya untuk memberi kemenangan bagi mereka dan sedikit menghibur mereka.

Dengan kemajuan militer Iran yang mengesankan beberapa tahun terakhir, mimpi buruk Amerika tentang tewasnya ribuan personil militernya dalam pertempuran laut di Teluk Persia, sangat boleh jadi akan menjadi kenyataan.

20 komentar:

Rahmat Hariry mengatakan...

Iran punya sunburn sama yakhnot ya, bukannya Rusia terikat perjanjian untuk tidak menjual persenjataan ke Iran, Dong feng bukannya masih dalam tahap ujicoba ama Cina.
Mas Cahyo iran beli lisensinya ga?
Kalau benar arsenal Iran secanggih itu pantasan saja amerika sama israel cuman banyak ngomong no aksi.
Hidup Iran. Forza Iran

cahyono adi mengatakan...

Rusia memang batal menjual S-300 ke Iran karena sanksi PBB namun diam-diam justru mengirim s-400 yg lebih canggih, begitu rumornya. ADapun sunburn dan yakhnot sama sekali tidak ada halangan, bahkan sudal lama rudal sunburn diketahui telah dijual ke Iran sebelum kasus s-300 terjadi. Dong Feng sudah operasional dan kabarnya Iran sudah mendapatkannya sebagai imbalan atas akses yg diberikan Iran untuk drone Amerika yang dijatuhkan Iran.

Yg pasti Cina dan Rusia akan mati-matian membela Iran karena mereka sadar, suatu saat mereka pun akan jadi sasaran Amerika jika tidak dihentikan.

Bheninks Yang Menyejukkan mengatakan...

mas mau tanya nih, benar gak Iran itu kaum syiah, dan menurut ceritanya orang yahudi juga banyak di Iran, mas ada info gak tentang sejarah perjuangan tentang syiah, dan mengapa mereka hanya mengagungkan Ali bin Abu Thalib. dan tidak mengenal sahabat nabi yang lain seperti Abu Bakar, Umar dan Ustman, mungkinkan Iran juga main mata dengan Israel

eca mengatakan...

Iran mmg pusat mahzab syiah. mengenai syiah menurut Said Aqil Siraj (Ketua umum Nahdatul Ulama) tidak sesat, menurut Gusdur syiah adalah NU+Imamah, sedang NU adalah Syiah-Imamah. Tetapi ada jg syiah yg sesat, begitu juga ada Suni yg sesat. Semua mahzab ada penyimpanganya.

Yahudi belum tentu zionis. Zionisme sendiri adalah penyimpangan dari ajaran yahudi yang melegalkan pendudukan palestina. Banyaknya kaum yahudi di iran seperti juga banyaknya penganut non muslim di indonesia. mereka taat dan dilindungi undang2 sbg warga minoritas.

Kaum syiah tetap menghormati sahabat2 nabi. tetapi sahabat nabi bukan termasuk imam maksum yang 12 jumlahnya yg kesemuanya keturunan nabi saw yg suci dari garis fatimah az zahra dan saidina ali, dan ali adalah imam pertama penerus perjuangan nabi saw atas dasar hadis ghadir khumm sebagai wasiat nabi saw.

Adalah mustahil iran main mata dengan Israel, Apa untungnya? Iran adalah negara besar dengan kekayaan alam yg melimpah, sdm yang cerdas serta militer yg disegani. sedangkan israel adalah negara ilegal yg merampas palestina dan salah satu misi iran adalah penghapusan israel dari peta dunia.

hal ini dibuktikan dengan bantuan teknologi rudal fajr5 iran terhadap pejuang palestina yg berakibat menyerahnya israel dalam perang 8 hari Nov. 2012

harjo.surya mengatakan...

luar biasa nih analisanya mas adi

Anton Ardyanto mengatakan...

Maaf mas.. sepertinya berlebihan bahwa sunburn missile bisa menenggelamkan kapal induk sekelas Abraham Lincoln . Sunburn missile hanya berhulu ledak 320 KG saja . Sebuah exocet atau Harpoon punya hulu ledak +-110 kg dan untuk menenggelamkan kapal seberat 5000-10000 ton saja dgn hulu ledak segitu belum bisa . Sunburn sekelas dgn Yakhont dan uji coba terakhir di Indonesia baru bisa menenggelamkan kapal yg dah terpakai sekelas LST Teluk Berau seberat 2000 ton .. sedang USS Abraham Lincoln seberat hampir 100,000 ton . Belum di kapal2 induk itu ada CIWS dan missile anti missile . Itu bukan ketakutan mas .. Sikap kewaspadaan terhadap ancaman adalah standar prosedur di Kapal Perang manapun dan bukan ketakutan

cahyono adi mengatakan...

Trims mas Anton. Mungkin sy terbawa oleh eforia kehancuran Amerika yg sudah dekat. Betul sunburn tidak akan menenggelamkan kapal induk namun cukup untuk membuat kerusakan hebat, apalagi jika kena pada titik yang vital seperti tempat penyimpanan amunisi. Dan bila ada beberapa rudal yang mengena, bisa saja menenggelamkannya. Kapal-kapal induk yg tenggelam dalam Perang Pasifik adalah karena hantaman bom-bom yang lebih kecil, namun dengan kuantitas besar.

Lagipula Iran juga telah memiliki rudal balistik anti-kapal yg lebih canggih dan mematikan, "Khalij Fars" yg sulit ditangkal karena jatuh hampir tegak lurus dari angkasa. Rudal seperti ini bahkan belum dimiliki Amerika dan Rusia.

cahyono adi mengatakan...

Sori mas Anton sy ralat lagi. Berdasar informasi terbaru yg sy dapatkan, Sunburn bisa menenggelamkan kapal induk. Rudal ini terbang dengan kecepatan supersonik dan mampu membawa hulu ledak nuklir 200 kiloton atau 750 pound konvensional. Kombinasi energi kinetik dan ledakannya bisa menenggelamkan kapal induk. Silakan lihat di sini: http://beforeitsnews.com/alternative/2012/09/the-sunburn-missile-the-weapon-that-could-defeat-the-us-in-the-gulf-2467754.html

cahyono adi mengatakan...

Sistem pertahanan antirudal tercanggih Amerika, Aegis, sangat rapuh. Buktinya rudal Exocet Irak saja bisa menghantam kapal USS Stark dalam Perang Teluk. Padahal Exocet terbang di bawah kecepatan suara.

Anyway thanks for comment.

harjo.surya mengatakan...

benar..satu sunburn gak tenggelam. Tapi klu tiga atau empat aku yakin si induk pasti nyungsep.

krgg mengatakan...

Belum ada buktinya bisa nenggelamin kapal induk, gua mau liat bukti kapalnya ditenggelamin atau sebaliknya yang mau nenggelamin yang tenggelam sebelum ditenggelamin pengen liat bukti gue. Jangan jangan teropong yang dipakai liat kapal induknya juga habis dimusnahkan sebelum bilang tembak....

MATA ELANG mengatakan...

kalau israel hilang dari peta dunia...... 1000% bumi juga hilang dari peta sistem tata surya ini. karena semua itu sudah tertulis.

MATA ELANG mengatakan...

semua negara berlomba mengembangkan rudal2 mereka.... tetapi amerika menyorotinya dengan biasa saja saat ini. sudah tahu senjata terbaru Angkatan laut amerika yang terbaru yang sudah ditanamkan di kapal perang USS Ponce. Rudal tercanggih dan tercepat baru di klaim milik rusia dengan kecepatan Hypersonic. tetapi yang ini berbeda USS Ponce memiliki (LaWS)laser pencegat dan penyerang berkecepatan cahaya. kecepatan hypersonic 6.500km/jam. kecepatan cahaya 300.000km/detik.

cahyono adi mengatakan...

Sinar senter sy juga berkecepatan 300.000 km/detik. Masalahnya senjata itu belum terbukti keampuhannya.

Anything you say. Btw kami meyakini bahwa sebelum bumi hancur, umat Islam akan memburu orang-orang yahudi seperti memburu tikus di lubang-lubang. Dan pada saat itu bahkan pohon dan batu akan berpihak pada kami.

Jadi takutlah dengan masa kedatangan itu.

rumah arus mengatakan...

Dear Mas Cahyono Adi,,
kadang anda tdk konsisten thdp pembedaan antara Yahudi & Israel. Islam anti Yahudi atau Israel? Sy sdh mendengar pidato Ahmadinejad dmn dia sngt menghormati Yahudi & mengutuk Israel. Saya sangat setuju itu. Kita berbicara Islam sbg rahmatan Lil Alamin, itu artinya tatanan baru dunia yg setara dan tdk saling melecehkan. Salam

Paox Iben

cahyono adi mengatakan...

To rumah arus:
Islam dan juga blog ini mengecam orang-orang yahudi pada umumnya, namun tidak per-pribadi atau kelompok karena banyak juga pribadi dan kelompok yahudi yg baik.

Terima kasih atas kritikannya.

ade setiawan mengatakan...

yahudi memang akan hancur.. itu sudah tertulis dalam ajaran islam . jika orang islam yang solat subuh berjamaah di masjid sama dengan orang yang solat jum'at itulah waktu yahudi hancur! ALLAHUAKBAR.. sesungguhnya yahudi telah merampas tanah palestin,, dan membunuh warga sipil

simone monreoe mengatakan...

Hehe aneh? Indonesia wktu dijajah belanda mggunakan bambu runcing ngejar pesawat belanda bisa merdeka sampai saat ni,merdeka sih merdeka tapi sampai skrg wrganya 90% melarat miskin beli kolornya j susah duitnye.tpi yg lebih aneh lagi Umat islamnya yg pandai menafsir dan menjengkali agama lain,lebih pandai dari nabi2,tapi knyataannya talking big only alias 0 besar.Alkitab dan sejarah mgatakan org filistin ("palistina) adlah kaum perampok dan perampas tanah israel.saya rasa palestina yg harus dihanguskan dri muka bumi.baca sejarah "MUSA",bangsa israel keluar dari perbudakan tanah mesir ke tanah kanaan (holy land/tanah perjanjian).syaloooom...

simone monreoe mengatakan...

Om adi mantan wartawan mana?sekali lg jgn buat blog yg terlalu berpihak,tak baik.klo gak ada amerika dciptakan Tuhan yg canggih tu mustahil kita bisa mengecap tehnologi skrg ini.taunya bikin ondel2.haha

Pencinta Ahlul Bait mengatakan...

mas yang susah ente beli kolor kalo ane yakin ente tak pake kolor tapi yang lain tidak merasa beli kolor susah makanya beli yang 50 ribu dapet 5 kalo ane selaku orang islam tentu terasa sepak terjang amerika terbunuhnya rakyat sipil hampir satu juta belum lagi kena boom uranium yang diperlemah mengakibatkan kangker di felujah dan bom fosfor mau nuntut kemana irak ke pbb yg punya pbb amerika kok kami merasa tak pake technologi amerika rusia china bisa buat emangnya gua pikirin amerika .mampus amerika