Friday, 7 April 2017

Serang Suriah, Donald Trump Buka Kedoknya

Indonesian Free Press -- Blog ini telah berulangkali mengingatkan bahayanya seorang Donald Trump. Meski membawa jargon-jargon perubahan yang menjanjikan perbaikan bagi dunia, termasuk hubungan dengan musuh-musuh Amerika, Trump sebenarnya membawa misi buruk bagi kemanusiaan demi dominasi zionisme internasional. (Silakan lihat di sini atau di sini). Dan peringatan tersebut telah terbukti dengan adanya serangan Amerika ke Suriah, Kamis (6 April).

Seperti dilaporkan kantor berita Rusia TASS hari ini (7 April), Amerika meluncurkan 50 rudal jelajah ke pangkalan udara Ash Sha’irat di dekat Homs, Suriah barat. Beberapa media lain menyebut rudal yang diluncurkan mencapai 60 rudal. Serangan itu sebagai reaksi atas serangan senjata kimia di Idlib yang oleh Amerika dituduhkan kepada Suriah sebagai pelakunya.


Pangkalan Ash Sha’irat menjadi sasaran karena dianggap sebagai basis serangan senjata kimia Suriah. Veterans Today melaporkan bahwa Trump mengeluarkan perintah penyerangan itu di sebuah resort di Florida, di sela-sela pertemuan dengan PM Cina.

"Sementara Amerika membununi anak-anak di Mosul, di Suriah dan beberapa negeri lainnya di dunia, sementara bom-bom 'cluster' Amerika dan Inggris menghancurkan Yaman dan Israel tengah bersiap-siap untuk membombardir Beirut, Trump berdiri di sana dan berdusta tentang betapa jahatnya Assad dan Suriah. Saya ingin muntah," demikian tulis Ian Greenhalgh, editor senior Veterans Today tentang serangan Amerika.

"Seriuu, jika Anda adalah pemilih Trump, saatnya bagi Anda untuk mengakui bahwa Anda adalah 'stupid' dan terkelabuhi oleh konspirasi jahat yang menempatkan boneka di Gedung Putih sehingga Israel dan para bajingan yang mengendalikannya bisa menjalankan agendanya bagi agenda jahat untuk mengukuhkan hegemoni atas manusia," tambah Greenhalgh.(ca)

2 comments:

kasamago said...

Dan dunia pun tetap bungkam.. Antara tidak berdaya dan tdk mau

Riki Nurmansyah said...

Pindahkan medan perang dari irak syiria ke israhell amerika