Friday, 12 August 2011

MENCINTAI KELUARGA ROSUL


Dicopas dari akun fb Tiara Dakwatuna dalam akun fb Shiah Jawi


Ya Rasul "Berat nian umat Menerima Ahlul Baitmu". Tuhanku... gemintang langit-Mu telah tenggelam. Semua mata makhluk-Mu telah tertidur tapi pintu-MU terbuka lebar buat pemohon kasih-Mu. Aku datang menghadap-Mu mengadukan kepedihan hatiku. Illahi Semua mata telah tertidur. Engkau Maha Raja Yang Hidup dan Jaga Ya Rabbi para penguasa telah menutup pintu-pintunya dan punggawa telah siap menjaga. Tapi pintu-Mu selalu terbuka buat para peminta. Aku datang pada-Mu agar Engkau manatapku dengan belas kasih-Mu mendengar kesedihan batinku ... Kuadukan kemampatan hatiku pada-MU Illahi... Pada keengganan sebagiam umat yang mengaku pengikut Muhammad. Pada kegelisahan sebagian umat manakala mendengar ungkapan indah keluarga Nabi saww. Pada kerisihan sebagian umat pada nama-nama Ali bin Abi Thalib al awshiya as, Fatimah az zahra as, Hasan al Mujtaba as, Husain sayyid al syuhada as, Ali bin Husain Zaenal Abidin bin Husain as, Muhammad Baqir al Ulum Ja'far al Shadiq, Musa al Kadzim, 'Ali al Ridha Muhammad al Taqiy, Ali al Naqiy Al Hasan al 'Askary, Muhammad al mahdi. Padahal ENGKAU ILLAHI berfirman pada Rasul-MU "Katakanlah (wahai Muhammad) :"Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali KASIH SAYANG KEPADA AL QURBA (Ahlul Bayt) (QS 42:23). Apakah sebagian umat mengingkari Ibnu Faris yang menyebut AL Qurba sebagai Ahlul Bayt membelakangi al Zamakhsyary yang menjelaskan bahwa Al Qurba adalah masdar dari al Zulfa dan al Busyra yang berarti Keluarga Rasulullah. Menolak Muhibuddin al Thabary, Jalaludin Al Suyuthi, An Nasafy, Fakhr al razi, Ibnu Hajar al Haitami, Ibnu hajar al Asqalany, Kamaluddin Ibnu Talhah, al Hamwaini, Abu Hayyan, Ibnu katsir, dan puluhan ulama lain yang semua menunjukkan bahwa ayat tersebut merujuk pada Ahlul Bayt... Illahi Kudapati kecurigaan sebagian manusia yang mengaku umat Muhammad kala mereka berkata "mengapa hanya perkataan-perkataan mereka yang engkau sampaikan" bukankah ada ribuan sahabat, kemana mereka?" Illahi... mereka gelisah ketika perkataan Keluarga Nabi-Mu disebut namun tak menunjukan kegelisahan yang sama manakala tak satupun kata yang merujuk pada yang ENGKAU PERINTAHKAN UNTUK MENCINTAI SEBAGAI IMBALAN ATAS SERUAN NABI-MU. Mereka menyebut "kami mencintai keluarga Nabi" tapi ruang-ruang tarbiyah mereka nyaris sepi dari nasehat-nasehat keluarga Nabi-Mu. Illahi Engkau saksikan sepinya halakoh dari senandung sholawat atas Nabi-Mu dan Ahlul Bayt Rasul. Jika itu ada ia hanya sebatas formalisme yang diungkapkan Murabi dalam kata pembuka... Padahal Engkau Illahi berfirman "Salam sejahtera untuk keluarga Yasin" (QS37:130). Bukankah Ibnu Hajjar, Fakhrurazi, Abu Bakar bin Syihabuddin dan sederet ulama lainya menyebutkan bahwa Keluarga Yasin adalah sebutan-MU yang lain untuk keluarga Nabi-Mu Illahi...Robbi ENGKAU meneladankan Sholawat atas keluarga Nabi-MU... namun sebagian umatmu membuntungkan sholawat dengan tak menyertakan salam untuk keluarga Nabi-Mu Illahi ... Apakah karena keengganan mereka pada keluarga Nabi-Mu menyebabkan mereka tak sanggup menangkap I'jaz Al Qur'an, tak mampu mencerap Zubar dan Bayyinah pada deretan huruf Hijaiyah yang menyusun kata Yasin dalam firman-MU? Padahal Illahi mereka kukenali sebagai yang rajin mentilawahi firman-MU mentadaburi ayat-ayat-Mu. Illahi apakah ini pertanda dari perkataan Rasul-Mu, "Aku meninggalkan untuk kalian dua peninggalan yang sangat berharga (tsaqalain), yang pertama adalah kitab Allah Al Qur’an. Di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya. Laksanakanlah kitab Allah itu dan berpegang teguhlah kalian padanya". Kemudian Rasulullah saw melanjutkan, "dan berpeganglah pula pada Ahlul baitku...! Aku ingatkan kalian akan ahlul baitku! Aku ingatkan kalian akan ahlul baitku ! Aku ingatkan kalian akan ahlul ba’itku.” [1] ...dan sesungguhnya aku akan menanyakan pada kalian kelak tentang keduanya. Karenanya, janganlah kalian mendahului keduanya, nanti kalian akan celaka dan binasa, janganlah mengurangi hak-hak keduanya nanti kalian akan celaka dan binasa. Dan, jangan menggurui Ahlul Bait, karena sesungguhnya mereka lebih pandai daripada kalian. [2] Apakah karena mereka hanya mencukupkan diri pada perkataan kami mencintai keluarga Nabi tanpa sudi memasuki pintu-pintu ilmu keluarga Nabi menyebabkan mereka terjauhkan dari kota Ilmu Nabi Duhai Illahi? Ingin kuadukan beban hatiku pada bundaku Fatimah Az Zahra as. Ingin kutumpahkan air mataku pada beliau pada sikap mereka terhadap putra-putra beliau, pada ketaksanggupanku membagikan cinta Ahlul Bayt Nabi-Mu pada sahabat-sahabatku, pada ketaksanggupanku menyaksikan Kesedihan Rasul-Mu, pada keberatan umat menerima keluarga Nabi-Mu. Duhai Illahi Rabbi washi Rasul-Mu berkata "manusia memusuhi karena ketidak tahuannya". Barangkali keengganan mereka lantaran ketidak tahuannya, maka duhai Tuhanku gerakkan seluruh semesta untuk mencerahi mereka menyemai bunga-bunga cinta pada keluarga Nabi-Mu dengan segenap Cinta yang tak berhenti pada makna dan kata. Tumbuhkan tunas cinta dalam hati dan jiwa mereka pada keluarga Nabi-Mu pada muara cinta kepada Ahlul Bayt. Duhai para Imamku melalui tawasul atas kalian sampaikan permohonanku pada illahi Robbi. Salam sejahtera untuk Rasulullah dan Ahlul Bayt Allahumma sholi ala Muhammad wa ali muhammad... Elegi kesedihanku pada sikap saudara-saudaraku di Group Indonesia Masih Ada Harapan...

[1] (HR. Muslim dalam Bab Fadha’il Shabah, juz 15 hsl 179, Ibnu Hajar dalam shawa’iq hal 342, an Nabhani, asy syaraf al Mu’abbad hal 36 [2] At Thabrani sebagimana dimuat dalam kitab shawa’iq al Muhriqah hal 342

2 comments:

adjeiz said...

allhamdulillah...
terbuka sudah semua pertanyaan-paretanyaan saya selama ini.
saya aktif mengikuti teori konspirasi Yahudi selama 6 tahun belakangan ini, mulai dari buku, majalah dan situs atau blog, tapi setelah saya membaca semua blog anda saya puas dan menambah pengetahuan saya. terutama mengenai para pemimpin yang sholeh yang notabene keturunan Nabi Muhammad SAW yang selalu dijaga kesuciannya sepanjang zaman.
Kecintaan saya kepada Nabi Muhammad SAW semakin meningkat ketika, Ayatollah Ali Khamenei, Moqtada Al Sadr dan Sayed Hassan Nasrallah adalah keturunan Rasullah SAW yang dengan gigih menegakan panji-panji ISLAM.
Allah Maha Kuasa.....

elfizonanwar said...

APAKAH ADA KETURUNAN AHLUL BAIT?

Dlm Al Quran yang menyebut 'ahlulbait', rasanya ada 3 (tiga) ayat dan 3 surat.

1. QS. 11:73: Para Malaikat itu berkata: "Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah".

Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna 'ahlulbait' adalah terdiri dari isteri dari Nabi Ibrahim.

2. QS. 28:12: Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusukan(nya) sebelum itu; maka berkatalah Saudara Musa: 'Maukahkamu aku tunjukkan kepadamu 'ahlulbait' yang akan memeliharanya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?

Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna 'ahlulbait' adalah meliputi Ibu kandung Nabi Musa As. atau ya Saudara kandung Nabi Musa As.

3. QS. 33:33: "...Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu 'ahlulbait' dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya".

Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya QS. 33: 28, 30 dan 32, maka makna para ahlulbait adalah para isteri Nabi Muhammad SAW.

Sedangkan ditinjau dari sesudah ayat 33 yakni QS. 33:34, 37 dan 40 maka penggambaran ahlulbaitnya mencakup keluarga besar Nabi Muhammad SAW. para isteri dan anak-anak beliau.

Jika kita kaitkan dengan makna ketiga ayat di atas dan bukan hanya QS. 33:33, maka lingkup ahlul bait tersebut sifatnya menjadi universal terdiri dari:

1. Kedua orang tua Saidina Muhammad SAW, sayangnya kedua orang tua beliau ini disaat Saidina Muhammad SAW diangkat sbg 'nabi' dan rasul sudah meninggal terlebih dahulu.

2. Saudara kandung Saidina Muhammad SAW, tapi sayangnya saudara kandung beliau ini, tak ada karena beliau 'anak tunggal' dari Bapak Abdullah dengan Ibu Aminah.

3. Isteri-isteri beliau.

4. Anak-anak beliau baik perempuan maupun laki-laki. Khusus anak lelaki beliau yang berhak menurunkan 'nasab'-nya, sayangnya tak ada yang hidup sampai anaknya dewasa, sehingga anak lelakinya tak meninggalkan keturunan.

Bagaimana tentang pewaris tahta 'ahlul bait' dari Bunda Fatimah?. Ya jika merujuk pada QS. 33:4-5, jelas bahwa Islam tidaklah mengambil garis nasab dari perempuan kecuali bagi Nabi Isa Al Masih yakni bin Maryam.

Lalu, apakah anak-anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali boleh kita anggap bernasabkan kepada nasabnya Bunda Fatimah?. ya jika merujuk pada Al Quran maka anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali tidaklah bisa mewariskan nasab Saidina Muhammad SAW.

Kalaupun kita paksakan, bahwa anak Bunda Fatimah juga ahlul bait, karena kita mau mengambil garis dari perempuannya (Bunda Fatimah), maka untuk selanjutnya yang seharusnya pemegang waris tahta ahlul bait diambil dari anak perempuannya seperti Fatimah dan juga Zainab, bukan Hasan dan Husein sbg penerima warisnya.

Dengan demikian sistim nasab yang diterapkan itu tidan sistim nasab berzigzag, setelah nasab perempuan lalu lari atau kembali lagi ke nasab laki-laki, ya seharusnya diambil dari nasab perempuan seterusnya.

Bagaimana posisinya Saidina Ali bin Abi Thalib, anak paman Saidina Muhammad SAW, ya jika merujuk pada ayat-ayat ahlul bait pastilah beliau bukan termasuk kelompok ahlul bait. Jadi, anak Saidina Ali bin Abi Thalib baik anak lelakinya mapun perempuan, otomatis tidaklah dapat mewarisi tahta 'ahlul bait'.