Sunday, 7 August 2016

Presiden Iran ke Azerbaijan Saat Isyu Korupsi Menjeratnya

Indonesian Free Press -- Presiden Iran Hassan Rouhani hari Minggu (7 Agustus) terbang ke ibukota Azerbaijan, Baku, untuk menghadiri pertemuan trilateral bersama Presiden Rusia dan Azerbaijan, pada saat isyu korupsi melanda pemerintahannya.

Seperti laporan Veterans Today, sejumlah pengakuan tentang dugaan korupsi yang melibatkan para pejabat pemerintahan Rouhani, mengguncangkan publik Iran akhir-akhir ini. Disebutkan bahwa sejumlah pejabat Iran menikmati gaji bulanan hingga $230.000 atau sekitar Rp2,5 miliar per-bulan.

Tuduhan itu sedemikian telak dan tidak bisa dibantah lagi sehingga mendorong pemerintah melalui Wakil Presiden Mohammad Bagher Nobakht pada 26 Juli lalu mengumumkan akan membatasi gaji pejabat pemerintah sebesar $3.200 per-bulan dan gaji pegawai swasta sebesar maksimal $6.200 per-bulan.

Namun demikian, kasus ini dipastikan akan terus menggelinding menjadi bola liar setelah parlemen Iran (Majlis) memutuskan membentuk tim pencari fakta atas dugaan keterlibatan saudara Rouhani, Hossein Fereidoun, dalam skandal ini. Ia dianggap turut berperan dalam penunjukan sejumlah pejabat perbankan, yang setelah merebaknya kasus ini, telah dipecat karena dianggap telah menikmati uang negara di luar kepatutan.

Sebelumnya IFP dan sejumlah media telah melaporkan tentang merosotnya pamor Rouhani yang sempat 'moncer' setelah keberhasilan perundingan nuklir Iran dengan enam negara maju akhir tahun lalu. Namun, implementasi hasil perundingan yang masih jauh dari harapan, khususnya di sektor ekonomi, membuat publik mulai kehilangan kepercayaan kepada Rouhani. Dan hal ini tentu menjadi amunisi berharga bagi kelompok radikal yang dipimpin Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei, untuk menjerumuskan Rouhani dalam pemilihan presiden tahun depan.

Sebagaimana dilaporkan Veterans Today, Presiden Rouhani tiba di Baku pada hari Minggu, dijemput oleh Deputi Perdana Menteri Azerbaijan Yaqub Eyyubov. Ia dijadwalkan bertemu Vladimir Putin dan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev pada hari Senin (8 Agustus).

Ketiga pemimpin diagendakan akan berdiskusi tentang situasi di Suriah dan Afghanistan, sebagaimana juga ancaman kelompok ISIS. Pertemuan akan diakhiri dengan penandatangann deklarasi bersama.(ca)

1 comment:

Sebastian Adjeiz said...
This comment has been removed by the author.