Monday, 14 January 2013

PARA LIBERAL IDIOT BEBASKAN PENYEMBAH SETAN

Keterangan gambar: Damien Echols (kanan) dan para selebritis Hollywood termasuk aktor top Johnny Depp (kedua dari kiri)



Tahun 1290 Raja Longshanks mengusir seluruh orang yahudi dari tanah Inggris setelah terungkap adanya kebiasaan di antara orang-orang yahudi membunuhi anak-anak kecil non-yahudi sebagai korban ritual keagamaan. Pada November 2011 orang-orang liberal idiot Amerika membebaskan 3 orang penyembah setan yang telah membunuh 3 anak kecil sebagai korban penyembahan, dari penjara.

Itulah perbedaan tajam cara pandang manusia "modern" dengan manusia di masa lalu terhadap satu masalah yang sama dan yang telah berulangkali terjadi di berbagai belahan dunia selama berabad-abad. (Untuk lebih detil tentang ritual "Pembunuhan Ritual" silakan klik di sini:)

Kampanye pembebasan 3 pembunuh yang dikenal sebagai West Memphis Three itu berlangsung massif. Melibatkan publik-publik figur terkenal dan melalui sejumlah besar media massa utama Amerika. Alih-alih mengungkapkan kebenaran, industri hiburan dan media massa Amerika telah menjadi alat kampanye "penyembahan berhala".

Pembunuhan ritual atas 3 anak kecil Steven Branch, Michael Moore dan Christopher Byers pada 5 Mei 1993 mendapat perhatian luas masyarakat Amerika, khususnya di wilayah West Memphis, Arkansas.  Para pembunuhnya yang telah terbukti kuat sebagi pelaku, Damien Echols, Jason Baldwin dan Jesse Misskelley, Jr., (selanjutnya dikenal dengan julukan "the West Memphis Three"), dijatuhi hukuman seumur hidup.

Di tengah-tengah tuduhan ketiganya sebagai pelaku pembunuhan ritual pemujaan setan, ketiga pembunuh itu justru menuduh "otoritas" telah menjadikan mereka target sasaran hanya karena hobi mereka terhadap musik metal, mengenakan baju hitam dan menyukai dunia underground. Dengan kata lain mereka menuduh "otoritas" (pemerintah, para orang tua dan kalangan mapan lainnya) sebagai "orang-orang kolot yang tidak aspiratif".

Klaim mereka mendapat dukungan, atau bahkan provokasi dari dunia hiburan dan media massa Amerika. Pada tahun 1996 jaringan media HBO (Hebrew Box Office) membuat film dokumenter "Paradise Lost" yang menggambarkan ketiga pembunuh itu sebagai orang-orang yang telah diperlakukan tidak adil. Dan seperti kasus pembunuhan-pembunuhan selebritas lainnya seperti kasus pembunuhan oleh Mumia Abu Jamal dan Jack Abbott, sejumlah besar selebritis Hollywood dan musisi terkenal melakukan "gerakan pembebasan the West Memphis Three".

Para selebritis itu di antaranya adalah: Peter Jackson, Henry Rollins, Natalie Maines, Eddie Vedder, Johnny Depp, Metallica, Disturbed, L7, Trey Parker, Jack Black, Winona Ryder, Will Ferrell, Robert Smith, Patti Smith, Marilyn Manson, Shepard Fairey, Tom Waits, Clive Barker, Peter Straub, Margaret Cho, Dan "The Outlaw" Hardy, Patton Oswalt, Sarah Silverman (pernah berkata: "Fuck, Jesus!"), Axl Rose, Iggy Pop, Steve Earle, Hank Williams III, Chuck D, Mandy Moore dan Demi Lovato.

Para selebritis itupun berhasil menggalang dana hingga $20 juta yang digunakan untuk membayar pengacara dan para profesional hebat di bidang public relations untuk membebaskan the West Memphis Three. Kampanye mereka berhasil. Ketiga pembunuh dibebaskan dari hukuman pada November 2011. 

Setelah pembebasan, ketiga pembunuh keji itu pun berkeliling negeri menceritakan pengalaman mereka. Damien Echols bahkan menulis buku bestseller berjudul "Life After Death", yang menceritakan pengalamannya hidup di penjara Varner Supermax Prison. Hingga saat ini ketiganya terus berkampanye tentang kepahlawanan mereka di radio-radio, televisi dan acara-acara off air lainnya. Mereka bahkan menjadi bintang tamu acara-acara televisi yang dipandu host top seperti Piers Morgan, Anderson Cooper, Eliot Spitzer hingga acara "The View". 


BAJINGAN YANG MENJADI PAHLAWAN   

Sayangnya semua pernyataan ketiga pembunuh dan para pendukung-nya adalah kebohongan besar. Sejumlah besar bukti menunjukkan fakta yang tidak terbantahkan bahwa ketiganya adalah pembunuh keji. Tidak saja pengakuan berulang-ulang di beberapa kesempatan yang mereka lakukan, Jesse Misskelley bahkan memberikan pengakuan yang mendetil tentang aksi pembunuhan tersebut.

Sebagai tambahan, ketiganya dikenal sebagai pengikut aktif sekte penyembah. Damien Echols bahkan masih akfif mempromosikan praktik-praktik penyembahan setan hingga saat ini. Bukti-bukti keterlibatannya dalam sekte penyembah setan begitu melimpah di pengadilan.

Dalam wawancaranya dengan Damien Echols di satu acara talkshow CNN, host terkenal Piers Morgan (seorang penjilat pantat yahudi sejati. Dari gaya bicaranya tampak ia seorang homo) berkata:

"Anda datang ke sini sebagai pribadi yang matang, cerdas, dan pandai berbicara, tidak seperti penggambaran Anda sebagai penyembah setan, maniak berbahaya yang bisa membunuh 3 anak-anak tak berdosa."

Terutama Echols, kini telah menjadi selebritis papan atas Amerika.

Tidak hanya itu, seolah mengejek publik yang memandang nista dirinya, Echols pindah ke kota Salem, Massachusetts, kota yang dikenal sebagai pionir atas pengadilan bagi para pelaku penyembah setan. Kepada wartawan yang menyambutnya, ia menyatakan kenyamanannya tinggal di sana.

Drama 20 tahun "the West Memphis Three" menggambarkan tema utama budaya modern Amerika, yaitu kekuatan media dan public relation  dalam membentuk persepsi publik, tidak peduli apakah persepsi itu benar atau salah.

Dan drama itu masih belum berakhir. Sebuah film dokumenter berjudul "West of Memphis" akan dirilis secara nasional pada tgl 18 Januari tahun ini. Selain itu satu film Hollywood tentang kasus pembunuhan "the West Memphis Three" juga akan dirilis tahun ini juga dengan dibintangi oleh artis dan aktor terkenal  Reese Witherspoon dan Colin Firth.

Tidak hanya itu, "the West Memphis Three" bukan satu-satunya penyembah setan yang dielu-elukan media massa setelah melakukan pembunuhan keji. Tahun 2011 juga menyaksikan pembebasan Amanda Knox yang telah memperkosa dan kemudian membunuh teman se-kamarnya, Meredith Kerchner pada malam Halloween tahun 2007. 



REF:
"Liberals Liberate Child Murderers - West Memphis Three"; William Ramsey; henrymakow.com; 8 Januari 2013

9 comments:

Deta Abdilah said...

Aduh.. ada juga ahirnya yg sependapat dengan mr.hubbs

Ajix said...

duh...subyektif sekali ya tulisannya...hehe

Pernahkah penulis melihat kejanggalan2 pada pengadilan 3 orang tsb?

Saya pernah menonton film yg dibuat HBO, saya tidak melihat pembelaan HBO thdp mereka. HBO hanya menunjukkan 2 sisi (tersangka dan korban). Bahkan sering kali keluarga korban disorot dan mengeluarkan pernyataan. So? bagaimana bisa bilang HBO membela mereka bertiga? yg ada adalah HBO mencoba melihat masalah tsb secara lebih objektif.

Lagi pula, berhasilnya pembebasan 3 orang itu saya rasa bukan karena banyaknya dukungan dari publik. Namun karena ada pengadilan ulang dan diputus tidak bersalah...

Mari liat sebuah masalah secara lebih objektif tanpa terlebih dahulu terkungkung dalam dogma yang sudah mengakar di diri kita.

cahyono adi said...

To ajix.
Ini blog pribadi mas, bukan buku pelajaran. Sama seperti tulisan opini di media massa, sangat subyektif, dan no-problem. Kalau setuju oke, tidak juga no problem.

Tentu saja HBO tidak menunjukkan siapa para pembunuh itu sebenarnya. Salah satu dari mereka misalnya diketahui pernah melakukan tindakan pelecehan terhadad para remaja putri yang baru puang dari gereja, dengan melakukan masturbasi di hadapan remaja itu.

Lagi pula bukti-bukti juga tidak bisa dibantah tentang kejahatna merkea dan pengadilan pun sudah menjatuhkan hukuman. So mengapa dipertanyakan lagi kesalahan mereka?

Resvita Handayani said...

Mas,ikut berpendapatbya,Saya sekarang lagi nonton filmnya di fox,...menurut saya kisahnya mengerikan,krn aparat di kisah tsb terkesan ceroboh,terburu buru dan tidak Ingin terlihat buruk kalau tdk bs menangkap pembunuhnya dan mrk tidak mengkonfirmasi setiap kesaksian dgn penelusuran lebih lanjut seperti yang dilakukan para polisi seharusnya,mrk lbh percaya akan hal hal berbau setan alias mistik yg jadi penyebab semua itu. Buat saya yg menyeramkan adalah pembunuhnya masih berkeliaran disana. Justru yg mencurigakan itu adalah bpk salah satu anak dan org negro yg berlumuran darah dan lumpur yg terlihat di resto sesaat setelah kejadian anak itu dilaporkan hilang,dan 2 hal itu tak pernah diselidiki krn buktinya hilang. walaupun tersangka adalah anak brandalan tapi seharusnya mrk tdk asal tuduh dan tetap harus diselidiki dgn detail dan benar,agar terungkap siapa pembunuh sbnrnya.Semoga pembunuh aslinya ketemu suatu saat nanti. Amien.

Resvita Handayani said...

Mas,ikut berpendapatbya,Saya sekarang lagi nonton filmnya di fox,...menurut saya kisahnya mengerikan,krn aparat di kisah tsb terkesan ceroboh,terburu buru dan tidak Ingin terlihat buruk kalau tdk bs menangkap pembunuhnya dan mrk tidak mengkonfirmasi setiap kesaksian dgn penelusuran lebih lanjut seperti yang dilakukan para polisi seharusnya,mrk lbh percaya akan hal hal berbau setan alias mistik yg jadi penyebab semua itu. Buat saya yg menyeramkan adalah pembunuhnya masih berkeliaran disana. Justru yg mencurigakan itu adalah bpk salah satu anak dan org negro yg berlumuran darah dan lumpur yg terlihat di resto sesaat setelah kejadian anak itu dilaporkan hilang,dan 2 hal itu tak pernah diselidiki krn buktinya hilang. walaupun tersangka adalah anak brandalan tapi seharusnya mrk tdk asal tuduh dan tetap harus diselidiki dgn detail dan benar,agar terungkap siapa pembunuh sbnrnya.Semoga pembunuh aslinya ketemu suatu saat nanti. Amien.

mawasta said...

saya setuju dengan pendapat ibu resvita .... banyak kejanggalan dalam kasus ini...

kelihatannya pemilik blog terlalu subyektif , dari kata2 anda kelihatan anda membenci Yahudi , saya juga tidak suka pada mereka , tp bukan berarti bahwa semua yang mereka lakukan itu pasti salah ...

jgn percaya pendapat dari 1 sisi saja , tp juga dengar pendapat dari sisi lainnya ...

rizki ansv said...

subjektif banget....


di telaah lagi.. kasus devil knot memang kerjaan orang2 kapitalis ...
polisi terbukti banyak melakukan kesalahan .
bukti2 terhadap tersangka juga tidak kuat.
bukti darah tidak di cek di lab. rambut pada tubuh korban tidak di cek dna. bahkan saksi saat it mengakui mreka di tekan pihak kepolisian.

rizki ansv said...
This comment has been removed by the author.
cahyono adi said...

Faktanya adalah pengadilan sudah menjatuhkan hukuman. Lalu siapa Anda-Anda yang menolak keputusan pengadilan?