Friday, 25 January 2013

DEEP TUNNEL DI CHICAGO

Saya adalah orang yang sangat menaruh apresiasi tinggi pada bidang engineering. Setelah perdagangan dan pertanian saya menganggap engineering adalah bidang yang paling tinggi tingkatannya. Di mata saya teknik engineering merupakan manifestasi ilmu pengetahuan yang dilimpahkan Tuhan kepada manusia untuk mengatasi semua persoalan yang dihadapi di bumi.

Saya sudah pernah melihat film dokumentasi proyek-proyek engineering yang sangat hebat seperti pembuatan Terusan Panama yang harus menembus pegunungan tinggi (karenanya setiap kapal yang melintasi terusan harus naik-turun tangga air sebanyak 9 kali), atau pembangunan jalur kereta api ke puncak pegunungan Himalaya, dan itu menambah apresiasi saya terhadap bidang engineering dan para insinyur. Dengan ilmu pengetahuan, hampir tidak ada satu pun yang mustahil diwujudkan di dunia ini.

Maka saya paling jengkel pada para orang-orang yang mengaku sebagai aktifis lingkungan, aktifis sosial atau aktifis lain-lainnya yang kerjanya merecoki berbagai langkah pembangunan yang dilakukan pemerintah. Pengetahuannya yang kosong besar tentang engineering sering menjadi kendala meyakinkan mereka bahwa satu masalah perlu dipecahkan dengan menggunakan satu teknologi tertentu. Selain "kicauan-kicauan" tidak bermutu, mereka tidak pernah bisa memberikan alternatif pemecahan masalah. Kita masih ingat bagaimana mereka dulu merecoki program pembangunan busway. Salah satu jargon kesukaan mereka adalah: "Jakarta tambah macet setelah adanya busway".

Jika kita cermat, semua tingkah mereka merupakan aspirasi dari kepentingan asing. Penentangan mereka terhadap busway misalnya, adalah aspirasinya para kapitalis industri otomotif dan BBM asing yang terancam dengan keberadaan busway. Demikian pula dengan penolakan-penolakan mereka terhadap rencana pembangunan deep tunnel untuk mengatasi masalaha banjir dan kemacetan di Jakarta. Mereka misalnya menolak deep tunnel karena alasan biaya yang mencapai Rp 15 triliun, namun diam membisu tentang subsidi yang diberikan pemerintah kepada para bankir yang mencapai puluhan triliun pertahun.

Beberapa hari lalu seorang sejarahwan mengkritik rencana pembangunan deep tunnel tersebut. Tentu saja tanpa disertai alasan-alasan teknis yang logis. Ia hanya bisa menyarankan untuk "mengubah mind set masyarakat terhadap banjir". Berapa puluh tahun diperlukan untuk mengubah mind set masyarakat, sementara banjir dan macet merugikan perekonomian puluhan triliun setiap tahunnya dengan tingkat kerugian yang semakin meningkat? Inilah logika seorang sejarahwan ketika dipaksakan untuk mengurusi masalah teknis.

Oh ya, sejarahwan tersebut, sebagai seorang pengamat teori konspirasi, saya anggap sebagai anggota persaudaraan rahasia yang mengendalikan negeri ini demi kepentingan asing. Ia diinisiasi (diplonco, sebagai syarat awal diterima sebagai anggota persaudaraan) dengan melalui kasus "salah tangkap" yang membuatnya mendekam beberapa lama di tanahan polisi dengan badan babak belur karena pukulan. Sejak saat itu ia yang sebelumnya tidak dikenal sama sekali, kini menjadi seorang sejarahwan terkemuka di negeri ini.

Cukup dulu dengan pembukaan di atas. Kini mari membahas tentang deep tunnel di Chicago, Amerika yang bahan-bahannya saya dapatkan dari wikipedia, sebagai referensi tentang rencana pembangunan deep tunnel di Jakarta.

Sama dengan deep tunnel Jakarta yang masih dalam tahap wacana, deep tunnel di kota Chicago yang dimulai sejak pertengahan dasawarsa 1970-an ditujukan untuk mengatasi masalah banjir dan pembuangan limbah. (Menurut rencana deep tunnel Jakarta juga bakal digunakan untuk mengatasi kemacetan).

Deep tunnel Chicago merupakan tahap akhir dari beberapa megaproyek sipil yang dilakukan untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi kota Chicago sejak abad 19. Secara umum masalah yang dihadapi kota Chicago yang tumbuh pesat sebagai kota metropolitan, adalah karena letak topografinya yang rendah dan berdiri di atas tanah rawa rerumputan yang labil. Masalah ini ditambah lagi dengan iklim yang basah. Danau Michigan kurang efektif untuk membuang limbah kota, dan di saat terjadi hujan badai, pompa-pompa air yang menjadi penyedia air bersih terkontaminasi dengan limbah. Maka ide mengalihkan limbah yang mengalir ke Danau Michigan pun muncul.

Dimulai tahun 1836 dan selesai 12 tahun kemudian, Kanal Illinois dan Michigan dibangun untuk mengalihkan limbah dari Sungai Chicago. Pada tahun 1990, demi meningkatkan standar kesehatan, di Danau Michigan, aliran utama Sungai Chicago yang mengalir ke Danau Michigan pun dipindahkan.

Proyek pembangunan Sanitary and Ship Canal (1892–1900), perluasan North Shore Channel (1907–1910), pembangunan Cal-Sag Channel (1911–1922) serta pembangunan pintu air di mulut Sungai Chicago (1933–1938) berhasil membawa banyak kemajuan dalam pemecahan masalah limbah saat itu. Proyek-proyek ini berhasil mengatasi masalah limbah di wilayah itu.

Namun selain limbah, banjir juga menjadi masalah yang sangat serius yang dihadapi kota Chicago seiring perkembangan kota yang banyak melalap daerah-daerah resapan air. Tercatat banjir-banjir besar terjadi pada tahun 1849, 1855, 1885, 1938, 1952, 1954, 1957, 1961, 1973, 1979, 1986, 1987, 1996, 2007 dan 2008.

Pada tahun 1960-an konsep tentang Deep Tunnel mulai dipelajari dan kemudian menjadi rekomendasi pemecahan banjir di wilayah Chicago. Deep Tunnel selanjutnya ditetapkan sebagai sistem untuk mengatasi masalah banjir dengan rencana pembangunan sepanjang 176 km yang meliputi beberapa terowongan yang terdiri dari beberapa ukuran. Pekerjaan pengeboran bawah tanah selesai dilakukan tahun 2005, namun sistem keseluruhan diperkirakan baru selesai tahun 2019 mendatang dengan beroperasinya fasilitas pembersih air di McCook.

Namun demikian, Deep Tunnel telah berhasil menjadi penyelamat dari berbagai bencana. Selama terjadinya banjir besar Chicago tahun 1992 misalnya, limpahan air Sungai Chicago berhasil diserap oleh Deep Tunnel, meski kala itu masih dalam proses pengerjaan.


1 comment:

Dibjo Rahardjo said...

Dimana telah dibangun deep tunel,untung & rugi,manfa'at & mudaratnya dilihat dari ma cam 2 sudut analisisnya terutama ekonomi, kesehatan,psikologi kemasyarakatan danbanyak aspek lainnya. Tapi saya berkeya kianan bahwa proyek ini sangat bermanfa'at.