Wednesday, 21 June 2017

Rusia Ancam Tembak Pesawat Amerika

Indonesian Free Press -- Konflik Suriah semakin panas setelah Amerika menembak jatuh pesawat pembom Suriah. Rusia mengancam akan menembak jatuh pesawat Amerika yang terbang di wilayah yang dikuasai Rusia di Suriah.

"Di area-area dimana pesawat-pesawat Rusia melancarkan misi tempur di Suriah, setiap obyek terbang, termasuk jet-jet dan drone dari koalisi internasional (Amerika) yang berada di sebelah barat Sungai Eufrat akan dianggap sebagai sasaran oleh sistem pertahanan Rusia," demikian pernyataan Kemenhan Rusia, 20 Juni, seperti dilaporkan Veterans Today.

Sejalan dengan ancaman itu, Rusia juga mengumumkan telah menghentikan 'kontak' dengan Amerika yang selama ini disepakati digunakan untuk mencegah terjadinya kesalah-fahaman dan meluasnya konflik. Rusia menyebut tindakan Amerika menembak pesawat Suriah sebagai 'tindakan agresi'.


Sementara itu Veterans Today melaporkan bahwa serangan rudal Iran terhadap ISIS di Suriah telah menimbulkan dampak signifikan.

"Serangan enam rudal jarak menengah Iran terhadap ISIS di Deir-Ezzor menjadi sebuah kejutan, namun juga tidak dengan dua alasan. Melihat ke belakang, hal ini menunjukkan bahwa Iran terlalu bersabar untuk tidak melakukan hal ini sebelumnya. Dan dengan melakukan serangan itu, Iran mendapat kesempatan untuk menunjukkan keakurasian rudal-rudal jarak menengahnya," tulis Veterans Today.

Media-media Iran menyebut rudal yang ditembakkan adalah jenis Zulfiqar dan Qiam, dua rudal ballistik jarak menengah buatan domestik dengan daya jangkau 700 km. Serangan tersebut diklaim Iran telah menewaskan lebih dari 300 teroris ISIS beserta komandannya.

Jubir Tentara Pengawal Revolusi Iran (IRGC) Ramezan Sharif mengatakan hari Senin (19 Juni) mengatakan bahwa peluncuran rudal-rudal tersebut berhasil mengenai sasaran dengan tepat.

“Berdasar informasi yang terpercaya, operasi peluncuran rudal terhadap Daesh telah berjalan sukses. Serangan ini hanyalah bagian kecil dari kemampuan Iran untuk menghukum para teroris dan musuh.”

Sementara Amir Ali Hajizadeh, komandan Angkatan Rudal IRGC (Aerospace Force), mengklaim memiliki bukti kuat tentang keberhasilan itu.

"Drone kami yang terbang dari Damascus ke Der az-Zour mengirimkan gambar saat-saat serangan itu terjadi. Rudal-rudal itu menghantam sasaran dengan tepat,” kata Hajizadeh.

"Mengidentifikasi pangkalan-pangkalan teroris dan mengumpulkan data inteligen terkait dengan hal ini adalah masalah tersendiri. Kemudian, menembakkan rudal dari jarak 600-700 km ke sasaran berupa bangunan kecil membawa pesan yang kuat, bahwa mereka harus sadar dimana kemampuan Iran sebenarnya," tambahnya.(ca)

4 comments:

Fery Sansui said...

Ya baru mntap hajar terus biar isis tau rasa

Anonymous said...

Sebenarnya Rusia tahu kalo Amerika mau nembak pesawat suriah dan Amerika pasti ijin dengan Rusia dari dulu Rusia menggonggong saja namun tidak ada reaksi sudah saling kedip .dan Iran tau itu makanya Amerika cepat memindahkan pesawat keluar Suriah bukan karena Rusia . ketakutan muncul karena Iran dan Rusia sendiri heran dan tercengang dengan ketepatan rudal Iran bukan hanya inchi bahkan ukuran Senti saja tak meleset teka teki rudal Yaman terbongkar rudal Iran lah yang di pakai karena akuratnya sangat tinggi bukan rudal rusia.dan Iran akan anggkat senjata ruSia tak sanggup menghadapi kecongkakan Amerika Iran dan sukarelawan yg bisa menyelesaikan sebelum turunnya masa raja bodoh dan banyak dosa akanerusak Islam sungguh kedua tempat berkah suriah dan Yaman tak akan bisa di jamah oleh Saudi dan anteknya setelah jelas kebenarannya nampak siapa pembawaan bendera hitam tentunya siapa yg paling menderita saat ini Yaman yang akan bangkit
kemudian baru turun imam Mahdi
.

Fery Sansui said...

Rusia cuma koar2 saja tak punya nyali menghadapi asu.

Herry said...

Sudah saatnya bagi Rusia untuk unjuk kekuatan secara frontal dengan Amerika.
Jika belum berani menembak jatuh pesawat Amerika, Rusia tetap akan dianggap sebagai pecundang oleh Amerika.