Friday, 25 March 2016

Terbukti, Konflik Suriah untuk Melindungi Israel dari Ancaman Iran

Indonesian Free Press -- Buang jauh-jauh ide tentang negara khalifah Suriah sebagai motif untuk melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan Bashar al Assad yang syah. Seperti sudah berulangkali ditegaskan di blog ini, pemerontakan di Suriah adalah untuk melayani kepentingan zionis internasional.

Kandidat kuat presiden Amerika mendatang dan mantan menteri luar negeri Hillary Clinton mengakui bahwa pemberontakan di Suriah adalah untuk melindungi Israel dari ancaman Iran.

Seperti dilaporkan Sputnik News, Jumat (25 Maret), WikiLeaks membocorkan sejumlah email pribadi Hillary, dimana salah satunya mengungkapkan keinginan Hillary bagi penggulingan Bashar al Assad.

Hillary Clinton adalah menteri luar negeri Amerika sejak konflik Suriah pecah tahun 2011 hingga ia mengundurkan diri dari jabatannya pada tahun 2013, setelah dianggap gagal menjalankan misinya di Suriah.

"Cara terbaik bagi Israel mengatasi ancaman kemampuan nuklir Iran adalah dengan membantu rakyat Suriah menggulingkan regim Bashar al Assad," tulis Hillary dalam salah satu e-mailnya yang dibocorkan Wikileaks.

Menurutnya hubungan strategis antara Iran dan Suriah di bawah Bashar Assad adalah ancaman bagi keamanan Israel.


"Berakhirnya kekuasaan Assad berarti berakhirnya aliansi berbahaya ini. Menumbangkan Assad tidak hanya akan menjadi kemenangan bagi keamanan Israel, namun juga menjaga monopoli kekuatan nuklir Israel (di Timur Tengah)," tambah Hillary.

Dengan tumbangnyaa Assad, Amerika bisa menenangkan Israel dari ketakutan terhadap program nuklir Iran.

"Dengan tumbangnya Assad, Iran tidak lagi bisa mengancam Israel dengan menggunakan proksi-proksinya (Hizbollah, Hamas, Jihad Islam dll). Dengan demikian juga Amerika dan Israel bisa saling menyepakati tindakan bersama terhadap Iran," tulis Hillary lagi.

"Secara singkat, Amerika bisa mengurangi ketegangan dengan Israel terkait Iran, dengan melakukan hal yang tepat (untuk Israel) di Suriah."

Dalam email tersebut Hillary berspekulasi bahwa Rusia tidak akan campur tangan di Suriah ketika Amerika dan sekutu-sekutu regionalnya melakukan intervensi di Suriah. Namun ternyata spekulasi itu keliru.(ca)

8 comments:

Kasamago said...

Sekali lagi Aliansi Kebenaran memaksa Barat cs utk memikirkn rencana lain. Mundur sdh tdk mngkin, maju pun demikian

Dika Ahmad said...

Masih percaya sama nuklir Iran nyerang israhell?? Mungkin kurang baca berita. Mereka Iran sejatinya hanya bersandiwara di media. Iran adalah satu2nya negara islam yg di wilayahnya ada kota yahudi. Brp jumlahnya yahudi di Iran? Tidak kurang dari 17000 org. Tolong jgn percaya dgn berita dari media dari Iran karena isinya kebenarannya cuma 1‰ sisanya bohong besaaar. Yah memang sudah jadi budaya bangsa Iran yg melegalkan berbohong demi kepentingan mereka.

Blok anti zionist said...

Allahuakbar..
Republik Islam Iran .

Blok anti zionist said...

Allahuakbar..
Republik Islam Iran .

RIO IGE Global Infinite said...
This comment has been removed by the author.
RIO IGE Global Infinite said...

Untuk DIKA AHMAD, jika anda membela israel berarti anda anteknya israel. Jika benar iran seperti apa yg anda fikirkan, kalau saya sih masih tetap membela iran karna negara mereka REPUBLIK ISLAM IRAN. Daripada anda, nama sih boleh AHMAD tapi fikiranya YAHUDI. Kalau anda benar penganut YAHUDI sebaiknya minggat dari dari negara indonesia yg penduduknya ISLAM TERBASAR SEDUNIA, karena orang ISLAM ANTI YAHUDI.

Iskandar Zulkarnain said...

???? Dari mana 1% yahudi ya

Yuu Triad said...

Syiah sesat bukan islam,yahudi harus di musnahkan.