Friday, 6 November 2015

Barack Obama 'Klaim' sebagai Pembom Pesawat Rusia di Sinai

Indonesian Free Press -- Presiden Amerika Barack Obama membuat pernyataan yang mengejutkan di tengah-tengah upaya penyidikan terhadap pesawat penumpang Rusia yang jatuh di Sinai, Mesir baru-baru ini. Menurutnya pesawat Rusia itu meledak karena adanya bom di dalam pesawat.

"Menurut saya kemungkinan ada bom di dalam pesawat itu, dan kami menganggap hal ini dengan serius," kata Obama dalam wawancara dengan radio KIRO, Kamis (5 November).

Mengapa Barack Obama mengatakan hal itu jika penyidikan belum menyimpulkan apapun? Dan apa tujuannya ia mengatakan hal itu?

IFP melihatnya sebagai sebuah 'pesan' Amerika kepada Rusia bahwa Amerika lah yang telah membom pesawat itu, sekaligus pesan agar Rusia menghentikan aksinya membomi pemberontak Suriah yang didukung Amerika.

Sejauh ini kelompok teroris ISIS, yang secara diam-diam dibantu Amerika, mengaku sebagai penembak jatuh pesawat Rusia itu. Namun hal itu ditolak oleh banyak pihak, termasuk pemerintah Mesir, mengingat bahwa ISIS tidak memiliki senjata yang bisa menembak jatuh pesawat yang terbang di ketinggian hingga 10.000 meter. Analisa awal mengindikasikan pesawat itu meledak di udara, dan pihak produsen pesawat mengklaim pesawat itu tidak mungkin meledak tanpa faktor eksternal yang berarti adanya tembakan rudal atau peluru anti pesawat.

Anehnya, pihak Amerika lah yang 'ngotot' mengatakan pesawat itu jatuh karena bom yang ditanam di dalam pesawat. Sehari sebelum pernyataan Obama itu stasiun televisi CNN melaporkan bahwa kelompok ISIS telah menanam bom di dalam pesawat Airbus A321 itu hingga meledak pada hari Sabtu (31 Oktober) dan menewaskan 224 penumpang dan awaknya.

"Kapan saja Anda mendengar pesawat jatuh, pertama kali yang Anda pikirkan adalah bahwa itu adalah sebuah tragedi. Kemudian Anda akan memastikan bahwa telah dilakukan penyelidikan terhadap kejadian itu. Menurut saya ada kemungkinan bahwa terdapat sebuah bom di dalam pesawat," tambah Obama dalam pernyataan itu.

Anehnya, Obama mengakui bahwa Amerika akan melakukan penyelidikan yang mendalam dan menyeluruh sebelum mengambil kesimpulan tentang sebuah insiden seperti pesawat jatuh. Namun dalam hal ini ia terkesan 'gegabah' dengan pernyataan itu.

"Kami akan menghabiskan banyak waktu untuk memastikan penyelidikan kami, dan aparat inteligen kami akan memastikan tentang apa yang terjadi, sebelum kami mengambil kesimpulan," kata Obama, menggambarkan apa yang dilakukan Amerika jika musibah semacam itu menimpa pesawat penumpang Amerika.

Pada hari yang sama dengan jatuhnya pesawat, ISIS mengaku bertanggungjawab atas peristiwa itu sebagai 'balasan atas serangan udara Rusia di Suriah'.(ca)

3 comments:

gogo said...

Menanti "pembalasan" beruang merah


-kasamago.com

abu bakar said...

bagaimana jika israel melakukan

Endro Badrun said...

Dua agen CIA yang diduga terlibat tragedi pesawat rusia di sinai tertangkap Rusia dan Putin mengutus Mikhael Aleshin ke Amerika untuk mengklarifikasi tapi meninggal di hotel. di hotel diduga dibunuh, wah rame bakal terjadi PD lll...