Monday, 3 December 2012

NAFAS TERAKHIR PEMBERONTAK SYRIA

Apa yang diinginkan para pemberontak dengan aksi-aksi terornya di Syria yang semakin "menggila"? Menurut Iran, itu adalah tanda-tanda para pemberontak telah mendekati ajalnya.

"Apa yang mereka inginkan dari Syria?" tanya seorang penduduk Jaramana, daerah pinggiran kota Damaskus, Syria, yang dikenal sebagai daerah "pluralis", setelah terjadinya aksi-aksi pemboman yang menewaskan puluhan warga sipil minggu lalu.

"Kota ini menampung semua orang dari seluruh penjuru Syria dan menyambut hangat semua orang yang datang ke sini," tambahnya.

Korban tewas akibat aksi pemboman di Jaramana minggu lalu adalah lebih dari 50 orang dan 120 orang lainnya mengalami luka-luka, sebagian di antaranya kritis. Semuanya warga sipil tak bersenjata.

Selama 20 bulan lebih Syria mengalami berbagai aksi terorisme yang menelan ribuan warga sipil tak bersenjata. Namun peristiwa teror di Jaramana menjadi perhatian serius. Terletak di luar ibukota Damaskus, kota kecil ini menjadi simbol kerukunan beragama dan pluralisme di Syria yang dilindungi oleh negara. Pemboman di Jaramana sekaligus juga menjadi simbol kekejian pemberontakan di Syria.

Selain Islam Sunni, di Jaramana juga tinggal sejumlah besar kaum Alawi, Kristen dan Druze yang telah hidup rukun selama berabad-abad. Mereka semua dikenal sebagai pendukung presiden Bashar al Assad.

Pada hari Rabu pagi (28/11), saat para pekerja berkemas-kemas ke tempat kerjanya dan ibu-ibu mengantarkan anaknya ke sekolah, 2 ledakan hebat mengguncangkan Jaramana. Ledakan kedua terjadi beberapa menit setelah yang pertama, saat orang-orang berdatangan untuk memberikan pertolongan pada para korban akibat ledakan pertama. Tujuan serangan itu jelas, memaksimalkan jumlah korban.

Perang teror yang melanda Syria, yang oleh pejabat dan pers barat disebut sebagai "perang perjuangan untuk demokrasi", sangat bertentangan dengan slogan-slogan demokrasi yang didengang-dengungkan. Apa yang diinginkan para teroris pemberontak itu adalah merobek-robek semangat toleransi dan kebersamaan warga dan bangsa Syria dan menggantinya dengan semangat perang antar kelompok etnis. Mengganti toleransi dengan kebencian antar etnis.

Menjadikan Jaramana sebagai sasaran juga mempertegas hal itu semua. Kota ini telah mengalami berbagai serangan teroris dalam ukuran yang lebih kecil. Pada tgl 29 Oktober sebuah serangan bom mobil menewaskan 11 warga Jaramana yang tidak berdosa.

Tidak ada kantor dan fasilitas militer di kota ini yang bisa dijadikan alasan untuk dilakukannya serangan. Seperti sudah disebutkan, Jaramana adalah kota pluralisme yang aman dan damai. Namun bagi para pemberontak teroris, justru hal itu menjadi sasaran utama.

Gerakan pemberontakan Syria dikendalikan oleh zionisme internasional dengan agen-agen pelaksananya para ekstremis Wahabi Salafi yang melihat pluralisme dan hubungan erat antar pemeluk agama sebagai "musuh". Agen-agen pelaksana lainnya adalah para "prajurit bayaran" yang mencari uang dengan membunuh, tidak peduli siapapun sasarannya, termasuk wanita dan anak-anak sekalipun.

Kedua kelompok pemberontak itu disatukan oleh satu tujuan: menghancurkan Syria sehancur-hancurnya. Dan cara termudah untuk itu adalah dengan memprovokasi terjadinya pertikaian antar kelompok agama dan etnis. Hal ini akan melemahkan dan kemudian menumbangkan pemerintah pusat yang selama ini menjadi pelindung kebebasan beragama, dan akhirnya mewariskan negara berada dalam pertikaian sara yang tak berujung.

Musuh Syria yang berada di balik pemberontakan telah diketahui jelas. Zionisme internasional memandang Syria sebagai batu penghalang proyek zionisme di Timur Tengah. Di sisi lain regim-regim Sunni di negara-negara ARab dan Turki, termasuk Mesir ingin menghancurkan pengaruh Iran, sekutu dekat Syria, yang semakin kuat di kawasan. Dengan hancurnya Syria maka pengaruh Iran akan berkurang signifikan sehingga memberi jalan mulus bagi dominasi zionisme internasional di kawasan.

Maka Syria dianggap memiliki posisi geopolitik yang sangat penting bagi zionisme internasional dan sekutu-sekutunya di kawasan Timur Tengah. Kampanye "pembebasan Syria untuk demokrasi" yang didengung-dengungkan barat merupakan kedok atas agenda jahat imperalisme barat dan zionisme. Satu hal yang sangat menggelikan adalah fakta bahwa sebagian pelaku kampanye untuk demokrasi Syria itu adalah negara-negara paling tidak demokratis di dunia, yaitu negara-negara Arab badui yang tidak pernah mengenal pemilu atau hal-hal demokratis lainnya yang paling mendasar.

Dan jika memang negara-negara Arab badui seperti Saudi dan Qatar benar-benar memperjuangkan kemerdekaan manusia dan demokrasi, mengapa mereka diam membisu terhadap penindasan Israel terhadap saudara-saudara mereka sendiri di Pelastina?

Berbagai aksi biadab, termasuk pembantian Houla yang akhirnya terbongkar sebagai aksi teror para pemberontak, termasuk pemboman di Jaramana, merupakan teknik dasar terorisme yang sudah terlalu sering dilakukan oleh pemerintah-pemerintah barat selama ratusan tahun. Hanya saja kini, seiring makin kritisnya masyarakat barat sendiri, aksi-aksi tersebut lebih banyak diwakilkan pada sekutu-sekutu regionalnya.
Semakin menambah kekejian tersebut, para teroris pemberontak tersebut seringkali mendokumentasikan aksi-aksi teror mereka dan membocorkannya ke publik untuk kemudian menuduh pemerintah sebagai pelakunya. Salah satunya adalah aksi pemboman terhadap sebuah masjid bersejarah di Aleppo yang menunjukkan orang-orang bersenjata "menikmati" aksi brutal yang mereka lakukan. Setelah muncul tuduhan pasukan pemerintah sebagai pelakunya, akhirnya diketahui bahwa aksi tersebut dilakukan oleh pasukan pemberontak. Hal yang sama terjadi dalam kasus pembantaian Houla dimana pemberontak membantai secara keji rakyat sipil tak berdosa, termasuk wanita dan anak-anak. Para balita yang tengah tertidur diberondong senapan, sebagian lainnya digorok lehernya.

Pemerintah negara-negara barat dan sekutu-sekutunya biasanya diam membisu atas berbagai aksi teror yang dilakukan pemberontak di Syria. Kalau pun mengecam, biasanya mereka menyalahkan pemerintah Syria sebagai pelakunya. Hanya karena adanya media-media independen, blogger-blogger berintegritas serta para pejuang keadilan, maka kebohongan-kebohongan itu berhasil dibongkar.

Dalam peristiwa teror di Jaramana misalnya, hanya beberapa jam saja sejak pemboman terjadi, pemerintah Amerika, Inggris, Perancis, Saudi, Qatar dan Turki beramai-ramai mensponsori dikeluarkannya resolusi mengutuk pemerintah Syria tanpa melalui penyelidikan terlebih dahulu.



IRAN: NAFAS PENGHABISAN PEMBERONTAK

Mungkin hanya pemerintah Iran saja yang cukup bijak melihat persoalan di Syria. Jika ditambahkan Rusia, Cina, Irak, Venezuela, Bolivia, Kuba dan Lebanon berada satu posisi dengan Iran. Mereka menganggap krisis di Syria sebagai kejahatan konspiratif barat dan sekutu-sekutu regionalnya demi mewujudkan dominasi barat.

Terkait dengan aksi-aksi teror yang semakin massif dilakukan para pemberontak, Iran melihatnya sebagai bentuk keputus-asaan pemberontak dan pendukung-pendukungnya setelah 20 bulan lebih gagal menggulingkan pemerintahan Bashar al Assad. Lebih jauh Iran menganggap aksi-aksi teror tersebut merupakan tanda-tanda usia pemberontakan yang berada pada tahap penghabisan.

Hal tersebut dikemukakan oleh Deputi Menlu Hossein Amir-Abdollahian, dalam suatu wawancara dengan media massa Iran akhir bulan lalu.

"Sangat disayangkan bahwa kelompok-kelompok bersenjata yang tidak bertanggungjawab dukungan asing telah menjadikan warga sipil dan infrastruktur sebagai sasarannya," kata Amir.



Ref:
"What do they want from Syria?"; Finian Cunningham; Press TV; 29 November 2012
"Syria militants breathing their last breath: Iran deputy FM"; almanar.com; 29 November 2012

29 comments:

Deny Dewan said...

Menurut saya..pemberontak suriah alias tentara bayaran adalah manusia berhati iblis. Membantai sana sini tak kenal hukum internasional maupun hukum akhirat..entah apa yg mereka perjuangkan,dan klu pun misalnya menang..mau dibawa kemana negara suriah selanjutnya dengan penunggang2 biadab seperti itu. Klu tentara suriah harus berperang mati2an dengan mereka,itu adalah kewajiban tentara di negara manapun..tak perlu melihat dengan seksama tuk menilai perang ini..pemaksaan kehendak dengan senjata oleh negara2 lain yg berkepentingan dengan membayar tentara bayaran luar dengan disertakan juga kebencian golongan keras yg membabibuta..jadilah neraka di dunia..tiada lagi perikemanusiaan dan belas kasihan..apakah sesuatu yg baik dilakukan dengan cara yg biadab seperti itu..apakah rezim suriah lebih buruk dari rezim absolut arab lainnya..? Rezim suriah jauh lebih baik dari mereka..hanya karna menjadi poros mukawama dan membahayakan eksitensi negara zionis,maka pihak2 yg berkepentingan berusaha sekuat tenaga dan dengan segala cara memotong tangan mukawama,setelah itu akan lebih mudah menghancurkan hizbullah dan hamas menurut mereka...namun itu tak akan terjadi..niat2 busuk negara2 tersebut akan dikalahkan,bahkan tuan besar mereka pasti dihancurkan..INSYA ALLAH...

counterfaithxxx said...

pengen ketawa baca berita n comentnya yg intinya sama jongos iran gt aja ko repot

cahyono adi said...

"jika kebenaran digantungkan di gugusan bintang, maka sekelompok orang Parsi akan meraihnya".

Bukan kata saya ya bro. Itu Hadits Rosulullah yang kata-katanya adalah wahyu Allah.

Deny Dewan said...

Begitu aja koq repot...? Saya mengerti klu bahasa itu keluar dari mulut jongos wahabi dan zionis...kita tdk bisa berbuat apa2,paling sedikit repotin otak dan hati tuk berpikir kenapa peristiwa yg memilukan itu bisa terjadi..anda tdk repot karna anda pikir itu bukan urusan anda...atau anda sudah cukup direpotin dengan urusan cari makan anda jadi tdk sempat berpikir ke arah sana..itulah manusia..di kenal lewat apa yg diucapkan dan dilakukan...klu anda tdk peduli maka biarlah orang lain yg masih peduli akan hal ini..saya pun hanya bisa tersenyum karna koq masih ada orang yg berpikir lemah seperti anda..he.he.he..klupun dua2nya sama2 jelek..saya lebih memilih iran dibanding zionis atau wahabi..he.he.he..satu aja kejelekan iran yg pernah anda dengar dlm urusan internasional..beritahu saya dan itu mungkin bisa menggoyahkan pendirian saya...liat dan amati baik2 klu bisa...

Deny Dewan said...

Intinya kami pro iran dan anda pro zionis dan wahabi..dan itu jelas jauh berbeda..

Deny Dewan said...

Sama jauhnya juga seperti perbedaan orang yg berpikir/dipakai otaknya dibanding orang yg tdk berpikir/tdk dipakai otaknya....tdk sama antara orang yang hatinya hidup/peduli dengan hatinya mati/acuh tak acuh..begitu aja koq repot..? Ha.ha.ha..

counterfaithxxx said...

Islam tuh yang percaya 12 imam ya yang katanya maksum??? Islam tuh mengkafirkan abu bakar, umar bin khatab n usman bin afhan ya n mengutamakan ali bin abi thalib??? renungkan aja sendiri

cahyono adi said...

to counterfaith:
setahu saya syiah tidak pernah mengkafirkan sahabat kecuali yg memang benar-benar murtad. shiah hanya mengecam sahabat-sahabat munafik yg juga dikecam Allah.

Ali memang istimewa karena termasuk dalam ahlul bait yg disebut Allah dlm surat ke 33 ayat 33, yaitu orang-orang yg disucikan Allah sesuci-sucinya. Lihat sendiri tafsirnya dalam kitab "Shahih" Bukhori-Muslim ttg keutamaan ahlul bait. Ini tentu tidak pernah Anda ketahui.

Tentang 12 imam juga ada disebutkan dalam kitab-kitab hadits ahlus sunnah, meski kaum ahlul sunnah menafsirkannya lain.

Deny Dewan said...

Dan memang sayidina Ali lah yg paling utama dari seluruh sahabat..sahabat bukan berarti baik semua kan.? Anda aja punya sahabat yang buruk kan..? Mana yg baik ambillah,mana yg buruk buanglah..klu kamu ya biasa..masak beras tampah pilah2 lagi yg penting kenyang iya...? Percuma bicara rujukan atau hadits sama dia bro..he.he.he..mungkin ngga pernah di baca paling dengar2 orang bilang2 aja..he.he.he..klu dia berpengetahuan pasti dia tau kita menurut hadits juga...itulah klu sudah di butakan, ngga tau jalan pulang..apalagi keras kepala tapi kosong akhirnya ya begitu..bunyi bunyi dan bunyi aja...syiah dan sunni punya 12 imam ..hanya beda orang aja..punya syiah ya tetap dari keturunan Rasullulah sedangkan sunni memasukkan mulai khalifah yg empat sampai seterusnya, dan syiah percaya imam mereka maksum...saya percaya itu..keturunan bangsawan mengalir ke anaknya dan perilaku juga identik, buah kelapa tdk berbuah mangga, Rasulullah yg suci yg gen nya turun ke keturunan Rasulullah dan identik lahir dan batin dengan Rasulullah terutama yg 12 imam ini...dan ilmu kedokteran pun bisa di rujuk dalam hal Gen,seperti resiko lebih besar mengidap penyakit tertentu jika garis turunannya ada yg idap sakit itu dan tdk semua turunan kena sakit itu..itu hanya contoh dari karakter gen dari sisi kedokteran..jadi tdk mustahil Gen yg suci menuruni gen suci itu pada beberapa keturunannya...tapi entahlah anda paham tdk..? Sayapun tdk peduli..untukmu yg kamu yakini dan untuk ku juga yg ku yakini..lebih baik mengikuti keturunan Rasulullah daripada mengambil dokrin dari orang yg blm jelas turunannya..klu ikut kamu pasti celaka tapi klu ikut keturunan rasulullah saya yakin sampai kepada buyutnya...tdk ada kata turunan rasulullah tersesat..yg ada turunan abdul wahab dan muawiyah yg tersesak

Deny Dewan said...

Mengkafirkan abu bakar...? Kata wahabi ya..? Ha.ha.ha..itu lah pekerjaan mereka klu anda suka merenung...yg terbiasa mengkafirkan,melaknak,mengharamkan sesuatu dan mengharamkan darah orang tak berdosa itu ya wahabi..mungkin anda salah satu jongos penebar fitnahnya iya..? Ini jaman internet bung..orang tdk bodoh lagi seperti dulu karna kurangnya informasi..hari gini masih percaya kabar angin..ha.ha.ha..cek dan ricek bung..

Deny Dewan said...

Kembali ke topik pembantaian di suriah..apa kaitannya sama imam 12 yg maksum dan apa kaitannya sama mengkafirkan sahabat..? Lalu menurut anda islam itu yg kayak wahabi gitu iya..? Anda juga salah satu orang yg berenang pake dasi..ngga tau berenang yg penting pake dasi..ngga tau perkembangan suriah yg penting ngomong aja..ha.ha.ha..makan mangga ngomong belimbing iya..? Ngomongnya juga asal ngomong..topik suriah larinya ke sahabat...he.he.he.he..wahabi dan israel tu muncul baru kemarin bro.bukan jaman sahabat...banyak membaca dan belajar bro biar ngga o,on liat situasi..

Ahlul Bait said...

Memang ajaran syi'ah (baca majusi) laknatullah adalah taqiyyah. Nggak heran kalo semua tulisannya adalah pemutarbalikan fakta. Mengenai kata-kata "jika kebenaran digantungkan di gugusan bintang, maka sekelompok orang Parsi akan meraihnya", jelas ini bukan hadits, tapi dongengnya al-kulaini. Hadits shahih mengatakan ‘’Dajjal akan keluar dari muka bumi ini, di bagian timur yang bernama Khurasan” (di iran. (HR Tirmidzi)

cahyono adi said...

jgn bawa-bawa nama ahlul bait kalau tidak tahu siapa mereka.

apa sudah dicek sendiri hadits-nya ttg keutamaan bangsa Parsi di kitab Bukhari. Kalau ada bagaimana? Berani nelan ludah sendiri yg sudah keluar?

Inilah kualitas wahabi-salafi, memutar-mutar fakta tak karuan tanpa mengkajinya secara adil.

Ahlul Bait said...

Kumpulan Hadits Bukhari adalah kumpulan hadits yang derajat keshahihannya nomor 1 karena metode perawiannya yang ketat. Mempertemukan para perawinya, berpuasa dan shalat istikarah dalam mengkaji hadits. Nggak heran orang2 syiah yang getol memamerkan hadits2 palsu. Karena itu biasanya mereka anti terhadap Bukhari. Makanya saya heran kalo ada rafidhoh menganjurkan melihat Bukhari. Sungguh ini salah satu bentuk taqiyyah.

Saya punya kitab2 hadits bukhari lengkap. Nggak ada yang mengatakan keistimewaan bangsa parsi. Yang saya temukan adalah:

“Kerajaan Persia akan hancur, dan takkan ada lagi Raja Persia setelahnya. Kekaisaran Romawi juga akan hancur, dan tak ada lagi Kaisar Romawi setelahnya. Kalian akan membagi harta simpanan mereka di jalan Allah. Karena itu, perang adalah tipu daya.”
(HR Bukhari dan Muslim)

Dari kitab lain dikatakan
“Kalian akan memerangi Persia, lalu Allah menundukkannya.” (HR. Ahmad)

Bukankah ini berarti Alllah SWT menghinakan bangsa persia? Banyak hadits yang mengatakan demikian.
Kemunculan 70 ribu Pengikut Dajjal Dari Bumi Iran
Banyak hadis-hadis nabi yang menceritakan tentang kedatangan Dajjal di akhir zaman.Antaranya ialah :

Sabda Baginda SAW ; “Ketahuilah ia (Dajjal) berada di laut Syam atau laut Yaman.. akan datang dari arah timur (lalu menunjukkan dengan tangan baginda)..”- Hadis riwayat Muslim.

Daripada Abi Bakr al-Siddiq r.a, sabda Baginda SAW, “Dajjal akan muncul ke bumi dari arah timur bernama KHURASAN.” – Hadis riwayat al-Tirmizi.

Daripada Anas bin Malik r.a, sabda Baginda SAW, “Dajjal akan keluar dari kota Yahudi ISFAHAN (Khurasan, IRAN) bersama 70,000 penduduk ISFAHAN”. [Fath al-Rabbani Tartib Musnad Ahmad. Ibn Hajar berkata : "Sahih"].

Nabi bersabda “ Dajjal akan diikuti oleh 70,000 yahudi dari kota Isfahan(Nan),mereka memakai Al-Tayalisah”.Hadis riwayat muslim.

Ibn Kathir berkata, Dajal pada mulanya akan muncul dari ISFAHAN dari sebuah kota Yahudi [al-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim]. ISFAHAN adalah sebuah bandar terbesar YAHUDI di Iran dan pusat loji nuklear Iran pada masa kini.

Saya bukan pengikut wahabi, tapi saya pernah baca sejarah Muhammad Abdul Wahab. Setiap orang yang anti terhadap beliau ketika ditanya siapa itu Wahabi, nggak ada yang bisa menjawab. Saya yakin anda juga orang yang nggak tahu siapa Muhammad bin Abdul Wahab yang sebenarnya karena banyak tulisan yang memutarbalikan fakta tentang beliau. Orang2 syi’ah mengkampanyekan istilah “wahabi” terhadap siapa saja yang ingin memurnikan ajaran tauhid, bebas dari unsure bid’ah dan kesyirikan. Itu adalah salah satu jurus syi’ah untuk merekrut para pendukungnya. Hati2lah wahai muslim dari tipu daya orang2 yahudi berkedok Islam, yaitu kaum yang mengajarkan zina, menyembah kuburan dan mencela kekasih Allah.

cahyono adi said...

Anda bukan pecinta ahlul bait dgn memusuhi pecinta ahlul bait. Coba tengok QS 33:33 dan lihat tafsirnya melalui "Shahih" Muslim dan Tirmidzi ttg keutamaan ahlul bait.

Anda juga berbohong ttg hadits keutamaan bangsa Parsia dalam "Shahih" Bukhori. Demi allah Saya bersaksi bahwa hadits itu ada.

Ahlul Bait said...

Kalaupun itu benar ada di shahih Bukhari, berarti anda telah mengutip dan meyakini kesahihan hadits Bukhari, sehingga anda menjadikannya dalil. Kalau memang demikian bersikaplah secara konsekwen dengan mengamalkan seluruh apa yang tertulis dalam shahih Bukhari, bukan mengikuti hadits2 palsu karangan al-kulaini. Bertobatlah dari menyesatkan umat dengan memutarbalikan kebenaran dengan tulisan. Apa yang anda dapat di dunia sangat kecil dibandingkan dengan apa yang harus anda pertanggungjawabkan. Ingatlah ketika nanti anda akan dikubur dan dibangkitkan.

cahyono adi said...

To ahlul bait.
Anda masih tidak berani menjawab tantangan saya ttg hadits tersebut di atas. Entah karena pengecut atau munafik.

Sy adalah orang Islam yg lahir dan besar di tengah-tengah kaum Sunni, sy masih beribadah dgn cara-cara Sunni dan tidak pernah membaca kitab-kitab Shiah. Sy menganggap semua kitab kecuali Al Qur'an bisa mengandung kesalahan, termasuk Shahih Bukhori dan lain-lainnya. Ttg kitab Shahih Bukhori, sebagian besar sy membenarkannya, namun ada pula yg menurut saya tidak bisa dibenarkan.

Sy membenarkan sebagian besar keyakinan Shiah (meski belum termasuk pengikut Shiah) justru stelah sy mengkajinya secara rasional dan berdasarkah nash-nash Sunni sendiri. Jadi jangan suka menuduh sesat kalau ternyata ilmu Anda sendiri belum seberapa.

Ahlul Bait said...
This comment has been removed by the author.
Ahlul Bait said...


Kebetulan sekali saya punya kitab terjemahan sahih Bukhari terbitan Al-Mahira, beli waktu Islamic Book Fair kemarin. Setelah saya cari dengan teliti sampe bolak-balik, saya nggak menemukan hadits tersebut. Karena penasaran, saya mencari lagi di dalam terjemahan sahih Bukhari terbitan Gema Insani dan Al-Bayan yang ada di kantor saya. Ternyata saya nggak menemukan hadits yang mengatakan demikian. Coba tolong dijelaskan itu hadits Shahih Bukhari yang ke berapa ya? Apakah anda berbohong dengan mengucap “Demi Allah"? Atau mungkin anda membacanya dari buku2 yang diterbitkan oleh Syi’ah seperti mizan, yapi, rosdakarya, mahdi, al-jawad, dll.

Saya cari-cari lagi dari sumber yang lain. Saya menemukan hadits yang mirip seperti yang anda di dalam kitab Hadits Tirmidzi NO – 3868;

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Hujr telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Ja'far telah menceritakan kepadaku Tsaur bin Zaid Ad Diili dari Abu Al Ghaits dari Abu Hurairah dia berkata; "Ketika kami berada di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yaitu ketika turunnya surat Al Jumu'ah, maka beliau membacanya hingga ketika beliau sampai pada ayat Dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka QS Al Jum'ah; 2. maka ada seorang laki-laki bertanya kepada beliau; "Wahai Rasulullah, siapakah mereka yang belum berhubungan dengan kami?" beliau tidak menjawabnya, Abu Hurairah berkata; "Saat itu Salman Al Farisi berada di antara kami." Abu Hurairah melanjutkan; Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meletakkan tangannya kepada Salman seraya bersabda: "Sekiranya iman itu di perbintangan, sungguh iman itu akan diraih oleh mereka." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan, dan telah diriwayatkan dari beberapa jalur dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, adapun Abu Al Ghaits nama aslinya adalah Salim mantan budak (yang telah dimerdekakan oleh) Abdullah bin Muthi' Madani."

Dalam hadits ini tidak disebutkan keutamaan bangsa Persia.

Kemudian di kitab Shahih Muslim No.4618 tertulis:
“Seandainya agama itu berada pada gugusan bintang yang bernama Tsuraya niscaya salah seorang dari Persia atau dari putra-putra Persia akan pergi ke sana untuk mendapatkannya.”

Jelas hadits ini pun tidak menjelaskan keutamaan bangsa Persia, apalagi di permulaan kalimat ada kata “Seandainya”.

Biasanya orang2 syiah sering mengatakan “saya bukan syiah”, ”syiah saya tidak seperti itu”, “tidak memusuhi sahabat”, "tidak kawin mut'ah", dsb. Ini saya maklumi karena ini bagian dari taqiyyah syiah. Dari tulisan2 anda, sudah jelas anda begitu membela syiah dan memusuhi ahlusunnah. Apalagi anda mengatakan bahwa golongan orang2 yang terdzolimi di Suriah yang berjihad membela diri, kehormatan, dan agama Allah sebagai pemberontak, sementara golongan yang melakukan pembantaian sadis, pemerkosaan, perampokan, peminum khamr, anda posisikan sebagai pihak yang benar.

cahyono adi said...

Kemudian di kitab Shahih Muslim No.4618 tertulis:
“Seandainya agama itu berada pada gugusan bintang yang bernama Tsuraya niscaya salah seorang dari Persia atau dari putra-putra Persia akan pergi ke sana untuk mendapatkannya.”

Jelas sudah disebutkan putra-putra Parsia kok masih juga didebat.

Siapa sebenarnya yg benar.

Kalau yg saya maksud Bukhori ternyata adalah Muslim, sya minta ma'af dan mohon ampun kepada Allah, karena memang yg saya lihat adalah kitab gabungan Shahih Bukhori-Muslim.

Tapi tuduhan Anda saya adalah Shiah, sy tidak peduli karena bagi saya tidak ada sunni atau shiah melainkan Islam yg mencintai Rosul dan ahlul baitnya, menganggap sebagian sahabat mulia, sebagian lainnya fasik dan sebagian lagi munafik (At Taubah 101)

Apakah kalau Islam menghalalkan poligami, lantas semua orang Islam harus berpoligami? Sungguh logika yg tidak sehat. Poligami, sebagaimana mu'taf memerlukan syarat dan kondisi tertentu.

Ttg Syria, kebenaran dan kejahilan sudah sangat jelas sejelas siang dan malam. Siapa yg membunuhi ulama, siapa yg membunuhi anak-anak dan wanita dan memperkosanya, siapa yang menghancurkan masjid.

Saya berlindung kepada Allah dari orang-orang yang berbuat kerusakan sebagaimana pemberontak Syria.

cahyono adi said...

to ahlul bait.
penolakan Anda pada keutamaan bangsa Parsia sebagaimana tertulis di kitab Shahih Muslim adalah tindakan jahil. Bahkan penyusun kitab tersebut memasukkan hadits tersebut dalam bab: keutamaan bangsa Parsia.

Juga dalam hadits Tirmidzi, secara tersurat memang Rosul tidak menyebutkan kata Parsia, tapi secara tersirat ia menyebutkannya dengan menepuk Salman al Farisi, seorang sahabat yang berasal dari Farisi atau Parsia.

Itu semua belum mempertimbangkan faktor sentimen anti Parsia yang ada di kalangan penduduk Arab yang masih terwariskan hingga saat ini, sehingga kemungkinan ada pembias-an dari hadits aslinya. Ingat bahwa para periwayat hadits dan penyusunnya bukanlah nabi atau orang-orang yang luput dari kesalahan.

Ahlul Bait said...

Sebelumnya saya ingin menyinggung kembali tentang kesaksian anda dengan menyebut asma Allah bahwa hadits tersebut ada di shahih Bukhari, ternyata di Shahih Bukhari tidak ada. Ini adalah sudah merupakan suatu kedustaan.
Syiah mencintai ahlul bait, namun menghujat istri2 Rasulullah yang sebenarnya juga bagian dari ahlul bait.
Saya sdh mencari ketrangan kepada orang2 yg pandai berbahasa Arab lulusan Kairo, Yordan, Madinah yang saya kenal. Mereka mengartikan bahasa dalam hadits tersebut : “Seandainya agama itu berada pada gugusan bintang yang bernama Tsuraya niscaya salah seorang dari Persia atau dari putra-putra Persia akan pergi ke sana untuk mendapatkannya. Ternyata memang orang2 syiah sengaja menghilangkan arti “pergi ke sana untuk”, sehingga yang tertinggal adalah putra2 persia mendapatkannya.
Ahli hadits menyatakan penghargaan Rasulullah SAW terhadap Salman Al-Farisi r.a. dan menegaskan bahwa dari semua orang2 persia, hanya Salman yang melakukan usaha yang dianalogikan sebagai gugusan bintang karena Salman merupakan seorang berjuang mencari kebenaran. Orang Persia yang lain tetap dalam kekafirannya, menganut majusi. Bahkan dalam perang qadisiyah saat kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab r.a. , Salman Al-Fairisi berada di pihak pasukan Sa’ad bin Abib Waqash r.a. dan dipilih menjadi utusan untuk berunding dengan orang parsi sebelum berperang, karena beliau fasih berbahasa parsi. Walaupun berasal dari Persia, Salman pun ikut berperang melawan orang2.
Saya tidak sentimen pada bangsa Persia karena banyak di antara mereka yang ahlusunnah. Mereka dibantai setelah Khomeini berhasil merebut kekuasaan. Sampai sekarang mereka menderita karena penindasan rezim syiah. Banyak kesaksian dari para ahlusunnah di iran yang terdzolimi. Pemerintah iran membunuh orang-orang yang hanya menyembah kepada Allah saja. Orang-orang yang hanya berdoa kepada Allah saja. Mereka tidak hanya membunuh jiwa-jiwa Ahlus Sunnah di sana, tapi juga membunuh aqidah mereka. Tidak ada satu pun masjid Ahlus Sunnah yang berdiri, kecuali mereka robohkan. Ulama Ahlus Sunnah mereka bantai, wanitanya mereka nodai. sementara sinagog2 yahudi banyak berdiri tegak di Teheran.
Di Suriah, orang2 syiah membunuh orang2 yang menyebut asma Allah. Membombardir masjid2 saat waktu shalat dengan pesawat karena pada saat itulah orang2 muslim berkumpul untuk shalat berjamaah, sehingga shalat jumat terpaksa tidak dilakukan di masjid tetapi di tembat tersembunyi. Mereka bersaksi bahwa bashar assad adalah tuhan mereka dan mereka bersujud pada fotonya. Bukti2 ini banyak beredar di youtube.
Salah satu program iran untuk merusak pemuda muslim adalah menyebarkan narkoba di negeri2 muslim. Banyak orang2 syiah iran tertangkap di Indonesia ketika berupaya menyelundupkan narkoba.

cahyono adi said...

Saya sudah menyatakan ma'af jika ternyata ada kekeliruan atas hal tersebut di atas dan memohon ampun pada Allah. Sama sekali tidak ada maksud untuk menyembunyikan kebenaran, hanya keliru menyebutkan Shahih Muslim sebagai Shahih Bukhori, toh keduanya adalah kitab yang dianggap memiliki validitas relatif sama.

Anda tidak lagi berhak mengatakan saya berdusta karena urusannya sudah menjadi urusan saya dengan Allah.

Anda boleh berkilah macam-macam ttg hadits tersebut, namun faktanya hadits tersebut, tercantum pada kitab hadits umat Suni, bukan kitab haditsnya orang Shiah. Sayapun tidak tahu apakah hadits tersebut ada pada kitabnya Shiah karena saya memang tidak pernah membacanya. Dan para penyusun kitab juga mengakui "keutamaan bangsa Parsi" dengan menempatkannya di bawah judul (bab) "keutamaan bangsa Parsi".

Sekarang marilah kita berdiskusi ttg makna "ahlul bait", nama yg Anda klaim sebagai nama anda. Silakan Anda lebih dahulu.

cahyono adi said...

Tambahan, tuduhan Anda bahnya seakan-akan hanya ada seorang Salman al Farisi sebagai satu-satunya orang Parsi yang baik adalah kekeliruan besar. Banyak sekali ulama besar berdarah Parsi, termasuk Bukhori (akan saya sebutkan lagi yg lainnya nanti). Orang-orang Parsia dan juga Shiah adalah orang-orang yg memelihara tradisi memuliakan kerabat dan keturunan Rosul dan ahlul baitnya. Dan para ulama Shiah kebanyakan keturunan Rosul yang ditandai penutup kepala warna hitam dan diberi gelar Sayyed, sedang ualam yg bukan keturunan Rosul berwarna putih dan bergelar Sheikh. Tradisi ini telah berlangsung hampir selama Islam masuk ke Parsia.

Tuduhan Anda bahwa orang-orang Shiah menindas orang-oang Sunni adalah orang ygn membolak-membalikkan fakta. Justru orang Shiahlah yg hingga saat ini dibunuhi saat beribadah dan masjid-masjidnya dibom, bahkan terjadi juga di tempat-tempat yagn mayoritasnya bermazhab Shiah seperti Irak. Apa anda tidak pernah membaca?

Ahlul Bait said...


Saya tidak merendahkan bangsa manapun, termasuk Persia. Banyak bangsa Persia yang ahlusunnah, yang kini hidup tertindas dan sekarang mereka mulai bergerak melakukan perlawanan. Orang syiah sendiri banyak yang berasal dari bangsa Arab. Bangsa Arab tidak lebih utama dari bangsa ajam. Penakluk konstantinopel juga ternyata dari bangsa Turki.

Memang banyak ulama dari bangsa parsi. Saya tahu itu. Setelah saya pelajari, ternyata mereka ulama2 sunni, yang sebagian besar hidup pada masa dinasti Abassiyyah yang sunni. Itu setelah era Rasulullah, setelah khilafah penyebar ke persia. Pada masa Rasulullah memang dikenal hanya Salman yang yang membela ajaran Islam. Setelah Dinasti Shafawiyah melegimitasi Syi'ah sebagai agama resmi negara, Islam mulai surut, cahaya ilmu Islam kian redup, dan sampai saat ini sangat jarang tidak pernah terdengar figur ulama muncul di sana.

Selama ini, pemerintah Iran telah melalui tiga periode besar :
- Pemerintahan majusi ( 6 Abad ).
- Pemerintahan Islam ( 9 Abad ).
- Pemerintahan Syi'ah ( sampai sekarang kira-kira 5 Abad)

Jadi pemerintahan ahlusunnah lebih lema di iran. Tak heran kalau banyak ulama terkemuka lahir dari bangsa parsi, tapi itu jaman kekuasaan sunni.

Derajat hadits Bukhari dan Muslim tidak sama. Metode pengumpulan hadits imam Bukhari jauh lebih kompleks. Tak perlu dijelaskan panjang lebar, silakan dibaca sendiri. Hadits2 tersebut tidak ditulis dalam satu kitab, namun karenidaka banyak hadits dalam shahih muslim juga ada dalam shahih Bukhari maka namanya sering ditulis beriringan.

Imam Bukhari lahir dan besar di Bukhara, Uzbekistan, yang secara ras dan Budaya masih satu rumpun dengan bangsa Turki. Lain halnya dengan Tajikistan yang secara ras dan budaya masih satu rumpun dengan bangsa Persia seperti klaim anda. Jadi tidak benar kalau Imam Bukhari adalah bangsa Persia, justru Imam Muslim yang keturunan Persia karena berasal dari Naisabur, bagian dari Persia yang sekarang manjadi bagian dari negara Rusia. Artinya anda mengarang.
Ayah dari Imam Bukhari adalah ulama besar penganut madzhab Maliki. Imam Malik sendiri adalah ulama yang mengkafirkan syiah karena permusuhannya terhadap ummat Islam. Beliau mengatakan syiah tidak termasuk ke dalam bagian dari ummat Islam bersama ulama2 besar lainnya; Ibnu Katsir, Al-Qurthubi, Imam Ahmad, Imam Hambali, Al-Bukhari, Al-Faryabi, Imam Ahmad bin Yunus, Abu Zur’ah Ar-Roji, Abdul Qadir Al-Baghdadi, Ibnu Hazm, Abu Hamid Al-Ghazali, Al-Qadhi Iyadh, Al-Fakhrur Razi, Ibnu Taimiyah, Muhammad bin Ali Asy-Syaukani
Tentang fakta di Irak, kini rezim syiah di bawah pimpinan Nouri Al-Maliki yang merupakan boneka Amerika sedang membantai ahlusunnah.

Klaim mayoritas di Irak adalah Syiah masih banyak dipertanyakan kebenarannya, karena orang syiah sering gembar-gembor untuk kamuflase. Syiah mengklaim di Bahrain lebih dari 60% penduduknya syiah. Hal ini dikuatkan dengan pernyataan lembaga survey di lembaga tersebut yang ternyata didominasi orang2 syiah. Begitu diadakan pemilu, ternyata orang syiah mendapatkan suara tidak mencapai 30%.

Ahlul Bait said...

Pemutarbalikan fakta memang kerap dilkukan oleh orang2 syiah. Kasus yang paling hangat adalah klaim nusairiyah Suriah yang mengklaim syekh Ramdhan Al-Bouthi mati karena bom bunuh diri.

Sebelumnya media pro Assad mngabarkan, Al-Buthi tewas terkena serangan artileri 'teroris oposisi' yg salah sasaran dan mngnai masjid.
Namun, kmudian berita itu diralat dan berita yg 'resmi' keluar lantas dikutip media asing bhwa: Al-Buthi tewas terkena serangan bom bunuh diri. Berita serangan bom bunuh diri atas Al-Buthi yg dilakukan kubu oposisi inilah yg kmudian tersebar diantara kalangan masyarakat awam.

Bukti forensik atas apa yg terjadi di masjid tempat di mana Al-Buthi terbunuh membuktikan suatu kebohongan.Lampu kristal pun masih utuh.

Keganjilan pertama: Dikatakan masjid diserang oleh bom bunuh diri, tapi tdk ada bekas ledakan atau percikan api di karpet/perabot masjid. Padahal serangan 'bom bunuh diri' itu membunuh 42org termasuk Al-Buthi & melukai 80an org. Dalam rekaman terbaru yang berhasil ditemukan, justru ledakan berasal dari bom yang dipasang di belakang tempat duduk Al-Bouthi. Bom tersebut tidak membunuh Al-Bouthi. Setelah bom meledak, Al-Bouthi menutup telinga, namun beberapa saat kemudian terlihat orang2 yang mendekat beliau dan menembaknya hingga tewas.

Dlm ilmu forensik, TKP itu ada 3 dimensi: langit2-dinding-lantai. Lihat ada bekas ledakan. Disitu sbgian karpet mesjid terbakar, pdhl cuma granat kejut yg tdk menewaskan org.. Masa bom bunuh diri yg tewaskan puluhan org gda bksnya. Bandingkan misalnya dgn yg terjadi di Masjid Ali bn AbiThalib di AlKhalil Palestina saat dilempari stun grenade http://t.co/5Ul8KClkQf

Yg kedua: Saat dwawancarai oleh TV, saksi mata yg berikan kesaksian terlihat bertato. Pdhl dia mngaku ikut mengaji di masjid bsama Al-Buthi http://t.co/RmYjxPcZiB

Ketiga: Para korban yg tergeletak di TKP terlihat terbunuh karena luka tembakan di dada dan kepala. #Al-Buthi. Mereka tewas ditembak. Al-Buthi http://t.co/Khs0kPQbF8.

Keempat: Wilayah Masjid Al-Amin tempat Al-Buthi dikuasai oleh tentara rezim Bashar Assad. Kawasan itu dijaga ketat milisi syiah & tntra rezim. Sangat kecil kemungkinan kubu oposisi bisa masuk dan mlakukan manuver suicide attack kdlm wilayah. Dan oposisi tdk prnah mnyerang masjid.

Siapa yg slama ini biasa mnyerang masjid? Kubu Bashar Assad atau Mujahidin? Masjid yg brani mngadakan shalat jumah berjamaah. Pasti langsung dihujani roket dan birmil. Rakyat Suriah tdk ada yg brani shalat di masjid. Di Suriah, blm pernah trdengar kbr ada kubu oposisi mnyerang masjid/tmpt ibadah #Al-Buthi

Memang tidak ada gunanya berdebat dengan orang syiah. Pertama jawaban tidak sesuai data akurat, hanya mengaku-ngaku. Suka mengarang seperti anda. Yang kedua taqiyyahnya. Di Indonesia, orang syiah akan terang2an mengaku pemeluk syiah. Di hadapan ahlusunnah, mereka akan selalu berpura-pura, termasuk ajaran mereka tentang mut’ah, memusuhi shahabat, memusuhi jibril, dll. Jangankan anda, pembesar2nya pun banyak yang melakukan itu, seperti Jalaludin Rakhmat ketika ditanya tentang syiah, atau pembesar2 syiah lainnya di Iran, Irak, dll. Bahkan ulama yang selalu membela mereka pun mereka bunuh untuk kepentingan propaganda. Bagi syiah, kebohongan untuk menutupi kesesatannya bukanlah suatu dosa, bahkan bagian dari akidahnya. Tak heran kalau orang2 syiah sering berdusta dengan menyebut asma Allah sekalipun. Walaupun tidak mengaku, tapi dari cara berfikirnya sangat jelas siapa mereka, termasuk anda. Saya berharap anda bisa membuka mata, melihat kenyataan dari sumber2 yang obyektif dan shahih.

Ahlul Bait said...

Mengenai tradisi penampilan orang syiah, Rasulullah bersabda, “Pengkuti Dajjal dari Yahudi Isfahan ada tujuh puluh ribu orang. Mereka memakai pakaian gamis” (Musnad Ahmad IV h. 216-217). Hal ini bisa diperkuat dari hadis lainnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lainnya yang berbunyi. “Pengkuti Dajjal dari Yahudi Isfahan ada tujuh puluh ribu orang. Mereka memakai pakaian gamis” (Musnad Ahmad IV h. 216-217).
Isfahan (Esfahan) sendiri adalah sebuah kota bersejarah di Iran dan terbesar ketiga di Iran. Secara geografis kota ini terletak pada 32°38′ LU 51°29′ BT, di dataran Zayandeh-Rud yang subur, di kaki pegunungan Zagros.
Pada masa lampau Isfahan juga ditulis sebagai Ispahan. Atau dalam bahasa Persia Kuno disebut Aspadana. Dan dalam dialek bahasa Persia Pertengahan disebut Spahān.

cahyono adi said...

To ahlul bait.
Anda sudah sangat ahli menjadi mesin propaganda. Saya acungi jempol dengan keahlian anda.
Ttg pemilu Bahrain misalnya, gimana bisa adil kalau pelaksana dan calon-calonnya adalah para penguasa sendiri, keluarga Khalifa dari Saudi, bukan penduduk Bahrain sendiri. Anda tidak menyebutkan ketidak adilan sosial dan ekonomi yang dialami orang Shiah di sana. Semua jabatan di pemerintahan diberikan kepada orang asing yg bermazhab Sunni. Apalagi dengan kekejaman yg dilakuan pemerintah. Anda tidak mengetahui keberadaan Ian Henderson, zioinis Inggris yg dibayar raja untuk menjadi kepala dinas inteligen dan keamanan yang oleh media barat sendiri bahkan dijuluki sebagai "rajanya penyiksa dari Bahrain".

Kemdian tentang al Bouti, bagaimana pemerintahan Bashar membunuh ulama besar pendukungnya sendiri? Itu adalah tindakan bunuh diri yg tidak masuk logika.

Selebihnya adalah Anda adalah orang yg di dalam hatinya menyimpan kebencian terhdap suatu kaum (shiah atau Iran) dan kemudian tidak bersikap adil terhadap mereka. Allah mengecam sikap seperti ini. Padahal Rosul sendiri menyatakan keutamaan mereka sebagaimana dibenarkan dalam kitab "Shahih" Muslim. Anda tidak mau mempelajari mereka dari sudut lain yg fair, seperti berdiskusi langsung dengan ulama Shiah. Saran saya, baca buku-buku tentang Shiah yang ditulis oleh orang-orang yg hatinya tidak dipenuhi kebencian, atau datang sendiri ke Iran untuk melihat bahwa rakyat Iran memperlakukan semua manusia dengan adil sebagaimana tuntunan Rosul, termasuk terhadap ahlul kitab yang tinggal di sana.

Sekali lagi saya sampaikan pesan Rosulullah tentang bangsa Parsi: jika kebenaran digantungkan di gugusan bintang, segolongan orang Parsia akan meraihnya.

Anda juga tidak mengerti tentang kewajiban memuliakan kerabat Rosul dengan membayar fa'i, ghonimah dan khumus (1/5 bagian dari penghasilan). Pada jaman dahulu para khalifah Sunni sekalipun mengangkat seorang dari keturunan Rosul sebagai pejabat yang menerima harta ini untuk dibagi-bagikan kepada kerabat keturunan Rosul. Saat ini kewajiban ini hanya dipenuhi oleh orang-orang Shiah.

Sekali lagi saya tegaskan bahwa saya masih belum menjadi seorang Shiah, karena memang belum mengerti tentang Fiqih Shiah. Sebaliknya saya masih beribadah secara Sunni seperti sholat bersedekap dan 5 x sehari dalam 5 waktu. Namun saya sudah belajar tentang Shiah dari sudut pandang yang lebih baik.

cahyono adi said...

To ahlul bait.
Mohon ma'af, selanjutnya jika cara pandang anda tidak berubah, komentar Anda tidak akan saya muat karena tidak memberikan manfa'at apapun dan hanya menimbulkan kerusakan.

Silakan penuhi perminta'an saya untuk mendefinisikan kata "ahlul bait".