Saturday, 25 June 2016

Jendral Soleimani, Dalang Kegagalan Proyek Zionis di Irak

Indonesian Free Press -- Ketika kelompok ISIS merebut sebagian besar wilayah utara dan barat Irak tahun 2014, para zionis sebagai patron ISIS berharap Irak bakal terpecah menjadi tiga negara, yaitu negara Sunni (Sunnistan) di barat Irak dan negara Kurdi (Kurdistan) di utara Irak.

Dengan demikian Irak selatan yang mayoritas dihuni orang Syiah dan sangat dekat hubungannya dengan Iran, bisa diisolir dari saudara-saudara mereka di Suriah dan Lebanon (Hizbollah), yang selama ini menjadi batu sandungan proyek zionisme di Timur Tengah.

Namun harapan itu tampaknya bakal sangat sulit terwujudkan karena keberadaan Jendral Soleimani, komandan pasukan khusus Pengawal Revolusi Iran (IRGC). Dengan kegigihannya, Soleimani berhasil memimpin pembebasan kota Tikrit di utara Irak, dan Ramadi serta Fallujah di barat Irak. Dengan keberhasilan-keberhasilan itu, pasukan dan milisi pejuang Irak kini mulai bisa mengkonsentrasikan pembebasan kota kedua terbesar, Mosul.

Keberhasilan dan keberadaan Soleimani di Fallujah dan wilayah Provinsi Anbar yang mayoritas berpenduduk Sunni tentu saja juga sangat mengkhawatirkan Saudi Arabia, patron utama kaum Sunni di kawasan. Jatuhnya Fallujah ke tangan pasukan pimpinan Soleimani berarti juga jatuhnya sebuah wilayah penting Sunni ke tangan pasukan Shiah.

Tidak heran, jika televisi Saudi, Al Arabiya, terus-menerus mengdiskreditkan Soleimani, dengan menyebutnya sebagai pembunuh orang-orang Sunni yang berusaha mewujudkan 'bulan sabit Shiah', wilayah yang dikuasai orang-orang Shiah yang membentuk bulan sabit, dimulai dari Iran, Irak, Suriah dan Lebanon.

"Pasukan-pasukan milisi (yang bertanggungjawab atas pembebasan Fallujah) didukung penuh oleh Iran, dan sang komandannya adalah Soleimani. Jendral Iran ini memiliki kemampuan yang sangat tinggi, yang tidak takut pada segala resiko. Ia telah menggagalkan rencana-rencana jahat sejumlah negara yang telah mendukung para teroris di Fallujah," tulis Veterans Today, media independen Amerika yang sangat kredibel, minggu ini.

"Para teroris berdatangan dari Asia Tengah, Afghanistan, Pakistan dan kawasan Laut Tengah, Semenanjung Arab, dan Afrika Utara. Ketika kakuatan jahat internasional mengalami kegagalan, Jendral Iran inilah yang harus disalahkan," tambah Veterans Today.(ca)

4 comments:

Kasamago said...

Iran (persia) dan Irak (babylonia), jika keduanya bersatu dan tumbuh kuat. Kawasan timur tengah berada dalam pengaruh nya..

Raden Julian Sukrisna Susilo said...

Saya belum jelas mengenai cerita ISIS.

jangan lupa mampir juga ke blog saya ya.

http://www.malangartchannel.com/

Endro Badrun said...

Seorang jenderal jenius dan bersahaja yang sangat ditakuti Amerika, baginya setelah manusia itu mati adalah permulaan kehidupan sesungguhnya.

abu bakar said...

..mencari syahid di tanah datar dan gunung ganang