Wednesday, 15 June 2016

Perang Pembebasan Raqqah Dimulai

INdonesian Free Press -- Perang pembebasan kota Raqqah, yang oleh para teroris ISIS telah dijadikan sebagai 'ibukota' mereka, telah dimulai. Namun hampir dipastikan perang ini tidak akan semudah perang pembebasan Palmyra.

Seperti dilaporkan Veterans Today kemarin (12 Juni), pasuka Suriah telah berhasil merebut wilayah Sfaiyeh, persilangan yang menghubungkan pangkalan udara Tabqa di luar kota Raqqah. Secara keseluruhan pasukan Suriah telah bergerak maju sejauh 60 km di dalam wilayah kekuasaan ISIS.

Gerak maju pasukan Suriah ini dipimpin oleh Brigade Elang Gurun dan  Marinir dengan dukungan resimen ke 555 Divisi Mekanik ke-4. Serangan-serangan udara Suriah dan Rusia membantu tank-tank dan artileri pasukan Suriah mengusir para teroris ISIS di wilayah-wilayah terbuka di padang pasir, yang membuat mereka tidak bisa bersembunyi untuk melakukan serangan.

Dikuasainya Sfaiyeh pada hari Jumat pekan lalu merupakan gerak maju pertama pasukan Suriah di wilayah kekuasaan ISIS di timur-laut Suriah setelah dimulainya operasi untuk membebaskan Provinsi Raqqah. ISIS menguasai Raqqah sejak tahun 2014, saat kelompok ini secara mengejutkan merebut sebagian besar wilayah Suriah dan Irak.

Gerak maju terakhir ini membawa pasukan Suriah pada jarak hanya 20 kilometer dari pangkalan udara Tabqa yang terletak 40 km di selatan kota Raqqa yang diklaim ISIS sebagai ibukota mereka. Meski demikian, pasukan Suriah harus menghadapi ancaman lawan dari garis belakang karena kini berada jauh di wilayah musuh. Selain itu, jarak yang jauh membuat efektifitas serangan udara, terutama angkatan udara Suriah, menjadi berkurang.

Militer Suriah mengklaim berhasil menewaskan sejumlah besar teroris dalam pertempuran hari Jumat. Pengamat konflik Suriah (Syrian Observatory) menyebut jumlah anggota ISIS yang tewas mencapai 80 orang.

Kedudukan ISIS di Raqqah semakin sulit setelah gerilyawan Kurdi berhasil merebut kota Manbij di Provinsi Aleppo yang selama ini menjadi kota transit utama bagi suplai bahan-bahan kebutuhan ISIS dari Turki.

Raqqah terletak 160 km sebelah timur Aleppo yang berada di pinggir Sungai Eufrat. Tahun 2013 kota ini direbut oleh ISIS dan setahun kemudin dinyatakan sebagai ibukota ISIS. Jatuhnya Raqqah ke tangan pasukan Suriah akan menjadi pukulan telak bagi ISIS setelah kehilangan banyak wilayahnya di Suriah dan Irak beberapa bulan terakhir.

Pada saat yang bersamaan, pasukan Suriah juga tengah mempersiapkan serangan pembebasan atas kota Aleppo. Sementara di Irak, pasukan pemerintah dan milisi Shiah dan Sunni yang loyal kepada pemerintah tengah bertempur untuk membebaskan Fallujah dan Mosul dari kekuasaan ISIS.(ca)

1 comment:

Fery Sansui said...

Mantap sikat habis semua teroris