Monday, 17 October 2016

Perang Nuklir Benar-Benar Mengancam Saat Ini?

Indonesian Free Press -- Blog ini pernah meramalkan bahwa dunia telah sampai pada titik dimana perang nuklir sudah tidak bisa dihindarkan lagi. Ketika kesadaran publik global tentang kejahatan-kejahatan konspirator New World Order telah muncul karena keberadaan internet, tidak ada cara lain untuk menghapuskan kesadaran globa itu selain dengan meletuskan 'perang dunia'.

Ini hanyalah pengulangan dari Perang Dunia I dan Perang Dunia II, dengan motif yang sama, namun dengan modus dan aktor yang berbeda. Dan perbedaan lainnya adalah daya hancur Perang Dunia III yang jauh lebih hebat karena digunakannya senjata-senjata nuklir.

Tidak ada peluang terjadinya Perang Dunia III atau perang nuklir yang lebih besar dari saat ini, di luar krisis Kuba tahun 1960-an. Media-media massa dan para pengamat politik Rusia, Amerika dan Eropa saat ini sibuk dengan topik tentang kemungkinan terjadinya perang nuklir paska kegagalan gencatan senjata konflik Suriah.


Wartawan/penulis Rusia berdarah yahudi Israel Shamir pada 11 Oktober menulis artikel menarik berjudul "Nuclear Poker" di situs The Unz Review: "Jika permainan poker terbesar sepanjang sejarah diakhiri dengan perang nuklir, dan orang-orang yang selamat mempelajari apa penyebabnya, mereka akan mati karena tertawa. Perang Dunia III dipicu oleh Amerika yang berusaha menyelamatkan Al Qaeda."

Sementara media terkemuka Inggris Daily Express pada 15 Oktober menulis laporan berjudul "Nuclear war ‘IMMINENT’ as Russia tells citizens to find out where the closest bunkers are". Ini di luar laporan media-media internasional tentang pemerintah Rusia yang memanggil pulang warga-negaranya dari luar negeri sebagai antisipasi terjadinya perang dunia.

"Sebuah siaran televisi Rusia yang menakutkan secara eksplisit menyerukan kepada warga untuk mencari bunker bawah tanah terdekat dan secara berulang-ulang mengingatkan pirsawan untuk bersiap-siap akan terjadinya perang nuklir," demikian tulis Daily Express.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa Rusia dalam beberapa minggu terakhir telah melakukan simulasi penyelamatan perang nuklir yang melibatkan 40 juta warga Rusia. Laporan juga menyebutkan bagaimana pemerintah kota St Petersburg Rusia telah membuat rencana pemberian ransum kepada warganya setelah terjadi perang nuklir, yaitu 300 grams untuk 20 hari.

"Pemerintah Rusia juga telah memerintahkan rudal-rudal nuklir digelar di sebuah pangkalan di Eropa, di sebuah tempat di dekat Polandia bernama Kaliningrad. Ini terjadi setelah Rusia mengancam akan menembak pesawat Amerika yang menyerang pasukan Bashar al-Assad di Suriah," tambah laporan itu.

"Aksi saling kecam antara pejabat-pejabat Amerika, Inggris dan Rusia telah sampai pada puncaknya dengan kemungkinan terjadinya bentrokan bersenjata antar negara di Aleppo sangat nyata," tulis laporan itu lagi.

"Sejumlah jendral Amerika mengatakan bahwa situasi sudah sangat serius sejak Perang Korea. Menurut mereka, sebuah konfrontasi Amerika-Rusia akan berlangsung singkat, namun dengan dengan dampak yang tidak tertandingi sepanjang sejarah. Jendral Mark A. Milley, kapala staff Angkatan Darat Amerika mengatakan bahwa angkatan udara dan angkatan laut akan saling menghancurkan, namun pertempuran paling berdarah terjadi di darat. Dubes Charles W. Freeman, Jr. telah mengingatkan untuk tidak melakukan tindakan gegabah pada saat Amerika dan Rusia berusaha untuk menghindari perang nuklir," tulis wartawan senior Thierry Meyssan dalam tulisannya bejudul 'Extension of the conflict' di situs independen terkemuka Voltairenet.com, 16 Oktober.(ca)

4 comments:

Agan jengkol said...

Ane pikir gk bakalan ada perang nuklir, coba pikirkan klu seandainya terjadi perang nuklir dn semua permukaan tempat terkena radiasi pasti imam mahdi dn nabi isa juga bakal terkena dampak radiasi dn pastinys nabi isa gk bakal turun lgi ke bumi untuk mengurus orng2 yg terkena nuklit. Padahal imam mahdi dn nabi isa bakal turun lgi ke bumi sebagai pembawa kebenaran dn kemakmuran bagi tanah dn seluruh bumi. Klu tanahnya terkena dampak radiasi nuklir gmne mau numbuh tanam tanaman yg katanya bakal memakmurkan kembali seperti zaman dahulu...

Kasamago said...

Perang Nuklir kapan pun memiliki potensi utk terjadi.. Rusia dan Amerika tentu tak menginginkan terjadinya Perang Nuklir yang memiliki dampak kehancuran mematikan bagi peradaban, tapi jika ada pihak berkuasa yg menginginkan itu terjadi demi kepentingannya, Rusia n US sekalipun tak pny plihan lain selain menekan tombol merah peluncuran Nuklir.

Semoga saja prediksi Einstein tdk akan terjadi, dimana PD IV manusia akan bertempur dengan batu..

Muhammad Saroji said...

perang nuklir adalah keniscayaan. Ono krenteg ono ujud.

Agan jengkol said...

Tragedi chernoby di ukraina krn ledakan reaktor nuklir tidk bisa ditempatin setelah 30 thn apalgi radiasi dri bom yg jauh lebih berbahaya bgi kehidupan. Ane gk yakin klu bakal terjadi perang nuklir, krn klu terjadi bakal menghapus kehidupan dlm waktu yg paanjaaaaaang pake banget padahal hidup kita diakhir zaman....