Friday, 14 May 2010

Orang Neo-lib Memandang Kereta Api


Kereta api adalah benda yang sangat spesial bagi saya. Mungkin karena dulu waktu masih sangat kecil saya sesekali melihat kereta api melintas di rel di depan rumahku. Ya, rumahku dulu memang terletak di pinggir jalan kereta api yang menghubungkan stasiun dengan kawasan pergudangan di dekat pelabuhan. Meski jalur tersebut tidak lagi aktif, namun sesekali kereta api melintas untuk mengirimkan BBM ke sebuah depot kecil BBM yang terletak sekitar 2 km dari stasiun. Dan saat ada kereta melintas, kami se-kampung terutama anak-anak kecilnya, mendapatkan hiburan yang sangat menarik. Kini jalur tersebut telah berubah menjadi jalan beraspal.

Ketika masih SMP aku pernah menumpang kereta barang hingga kota Semarang (berjarak 100 km dari kotaku) bolak-balik. Aku sangat senang meski sepulangnya ke rumah, aku dan kawan-kawan sepermainanku dimarahi orang tua masing-masing. Aku juga pernah mengalami kecelakaan "derailing" alias kereta anjlok yang sangat menegangkan saat menumpang kereta barang dari Surabaya pulang ke kotaku (berjarak sekitar 350 km) meski hanya mengalami luka ringan. Waktu itu aku dan kawan-kawan mengisi liburan sekolah dengan ber-"hecking", cara populer anak sekolah berlibur waktu itu.

Saking fanatiknya pada kereta api, aku lebih memilih naik kereta api jika bepergian. Aku telah menjelajahi seluruh jalur kereta api di Jawa kecuali jalur Tegal-Slawi. Jalur kereta api Sumatera seperti Lampung-Palembang dan Rantauprapat-Medan (keduanya berjarak 300-an km) juga sudah aku jelajahi. Obsesiku terbesar adalah mengelilingi dunia dengan kereta api.

Kecintaanku pada kereta api bukan semata-mata karena faktor sentimentil sejarah, namun juga karena pandangan rasional. Kereta api adalah moda transportasi yang paling efisien dibandingkan moda transportasi lainnya. Salain daya angkutnya, kereta api juga memiliki kelebihan lainnya dibandingkan kendaraan bermotor, yaitu kecepatannya yang luar biasa. Sebagai contohnya di negara-negara maju kecepatan operasional kereta api bisa mencapai 300 km/jam, yaitu kecepatan yang hanya bisa dicapai oleh mobil Formula 1 dan motor MotoGP. Di Cina kecepatan operasional kereta api bahkan mencapai 350 km/jam atau melebihi kecepatan puncak motor MotoGP dalam perlombaan. Tahu rekor kecepatan kereta api di jalur khusus dengan loko khusus? 578 km/jam, atau hanya sedikit lebih rendah dari kecepatan pesawat jet komersil.

Namun bagi orang-orang neo-liberalis dan kapitalis asing kereta api justru dianggap ancaman karena dapat mengurangi ketergantungan kepada BBM. Saya pernah membaca satu artikel yang menyebutkan salah satu syarat pemberian bantuan program Marshall Plan (program bantuan pembangunan paska perang dunia II oleh Amerika) adalah penghentian program pembangunan kereta api, atau bahkan penutupan jalur-jalur kereta api. Mereka lebih menyukai pembangunan jalan tol agar mobil-mobil buatan mereka tetap laku terjual sebagaimana juga minyak mereka, tidak peduli karenanya dunia dilanda polusi asap dan pemanasan global serta kemacetan hebat di kota-kota besar di seluruh dunia.

Saya pernah menulis artikel di blog ini yang juga dimuat di sebuah harian nasional di Medan bahwa ketergantungan dunia pada BBM adalah sebuah karya konspirasi kapitalis global yang menguasai industri minyak. Ketika BBM belum ditemukan, kendaraan dan kereta api listrik telah menjadi sarana transportasi umum. Namun keadaan berubah setelah raja minyak dan bankir Rockfeller melalui salah satu anak perusahaannya, Ford Motor Company, memproduksi mobil murah besar-besaran. Pada saat yang sama ia menganeksasi perusahaan-perusahaan transportasi untuk digantikan modanya dengan bus-bus atau ditutup kalau tidak bisa. Melalui koneksi dan pengaruhnya ia juga mengkampanyekan pembangunan jalan-jalan tol di seluruh dunia dan penutupan jalur-jalur kereta api. Upayanya itu berhasil dengan gemilang. Minyaknya laku, demikian juga mobilnya. Untuk memuluskan rencananya itu bahkan digunakan para preman dan kriminalis profesional untuk "mengamankan" orang-orang yang mengancam kepentingan mereka. Ingat Stanley Meyer sang penemu "hidro energy" yang berhasil membuat motor berdaya-penggerak air? Ia mati diracun. Ingat Joko "blue energy?". Ia adalah "tamu" kehormatan presiden SBY namun ia justru diculik dan dikriminalkan. Sampai saat ini pun kasus penculikan Joko tidak pernah jelas, bahkan media massa pun mengabaikannya. Tidak percaya teori konspirasi? Tanyakan saja pada para pemimpin media massa.

Sedikit saya kutipkan tulisan di wikipedia tentang sebagian kecil dari konspirasi ini:

"....... California Air Resources Board (badan pengatur kualitas udara negara bagian California) mewajibkan perusahaan pembuat mobil untuk menyediakan mobil-mobil listrik. Awalnya dengan agak enggan para pembuat mobil memenuhi kewajiban tersebut. Chrysler membuat mobil listrik TEVan, Ford membuat Ranger EV pickup truck, General Motor membuat EV1 dan S10 EV pickup, Honda membuat EV Plus hatchback, Nissan membuat Altra EV miniwagon dan Toyota menyediakan RAV4 EV. Namun mereka enggan untuk mempromosikan penjualan mobil-mobil listrik itu dan menerapkan aturan pembelian yang ketat. Terakhir bahkan mereka, bersama para dealer mobil dan perusahaan-perusahaan minyak, mengajukan gugatan hukum agar aturan yang mewajibkan mobil beremisi 0% tersebut dicabut. Setelah melalui lobi-lobi yang ketat, dan tentu saja dibumbui ancaman dan bujukan, undang-undang tersebut akhirnya dicabut."

Sebagaimana seorang fundamentalis neo-liberal, Dahlan Iskan, wartawan senior yang kini menjadi dirut BUMN strategis, memandang kereta api sebagai ancaman (ia pernah menulis catatan berjudul "Ubah Rel KA Menjadi Jalan Tol"). Tulisan tersebut terinspirasi oleh pembangunan jalan tol besar-besaran di Cina. Namun sengaja atau tidak dengan niat memperkuat klaimnya itu, ia mengabaikan fakta bahwa Cina sangat-sangat serius dengan pembangunan kereta api. Dan dengan keseriusannya, Cina kini termasuk negara paling maju dalam perkereta-apian dan hal ini sangat berarti dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Cina.

Dari wikipedia: dalam hal kereta api berkecepatan tinggi (lebih dari 250 km/jam), Cina saat ini memiliki jalur rel terpanjang di dunia dengan total 6.500 km, termasuk 3.676 km jalur yang bisa dilalui dengan kecepatan hingga 350 km/jam dan 2.876 km jalur yang bisa dilalui dengan kecepatan 250 km/jam (Dahlan Iskan sudah sangat terpesona jalan tol di Cina bisa dilalui dengan kecepatan maksimal 180 km/jam tapi menyembunyikan fakta kecepatan kereta api Cina). Jumlah itu masih ditambah lagi dengan 10.000 km jalur yang bisa dilalui dengan kecepatan 200 km/jam

Dengan program stimulus yang kini dijalankan pemerintah, 17.000 km jalan kereta api berkecepatan tinggi baru kini tengah dibangun. Hingga tahun 2020 mendatang diproyeksikan total jalan kereta api berkecepatan tinggi di Cina akan mencapai 50.000 km, jauh melebihi jalur kereta api cepat di negara manapun di dunia. Semuanya itu bisa tercapai karena para pemimpin Cina yang fokus pada pembangunan demi kemakmuran rakyat, tidak sibuk "membangun citra", menutupi kesalahan atau melayani kepentingan asing.

Perlu dicatat bahwa sampai saat ini Cina memegang rekor kecepatan operasional kereta api di dunia yaitu kecepatan maksimal 350 km/jam yang dijalani oleh kereta api jalur Wuhan-Guangzhou. Kecepatan rata-rata kereta api ini pun sangat mencengangkan, yaitu 310 km/jam sehingga jarak Wuhan-Guangzhou sebesar 968 km ditempuh hanya dalam waktu 3 jam lebih beberapa menit. Selain itu Cina juga menjadi satu-satunya negara yang mengoperasikan kereta api maglev
secara komersial dengan kecepatan puncak mencapai 431 km/jam. Cina juga berhasil membangun jalan kereta api tertinggi di dunia hingga kota Lhasa di puncak Himalaya, yang membuat para insinyur negara-negara maju tercengang.

Rekor dunia kecepatan kereta api konvensional adalah 578 km/jam (TGV Perancis) dan kereta api maglev adalah 581 km/jam (Jepang). Namun itu semua terjadi dalam suatu percobaan dengan jalur dan kereta api khusus, bukan kereta api operasional.

Padahal dalam hal perkereta apian dan khususnya kereta api cepat, Cina terhitung anak bawang. Cina baru memulai program pembangunan kereta api cepat tahun 1994 diawali dengan studi kelayakan. Disusul kemudian tahun 1995 PM Li Peng mengumumkan rencana pembangunan kereta api cepat Beijing-Shanghai. Namun realisasi baru dimulai setelah tahun 2000. Sebagai perbandingan Jepang telah mengoperasikan kereta api cepat Shinkansen pada tahun 1964.

Pada tahun 1993 kecepatan rata-rata operasional kereta api di Cina hanya mencapai 48 km/jam dan secara pelan namun pasti tersingkir dari persaingan dengan moda transportasi lainnya. Untuk meningkatkan pelayanan moda kereta api sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang pesat kementrian perkeretaapian Cina berupaya kecepatan operasional dan kapasitas angkut pada jalur kereta api yang ada melalui penambahan jalur ganda, elektrifikasi (agar bisa dilalui kereta api cepat bertenaga listrik), peningkatan kualitas rel serta pengurangan jarak tempuh dengan pembangunan terowongan serta pengurangan radius belok. Dengan lima tahap pembangunan "peningkatan kecepatan" antara tahun 1997 sampai April 2004 kecepatan operasional kereta penumpang di 7.700 km jalur kereta api telah ditingkatkan ke tingkat sub-tinggi yaitu mencapai kecepatan 160 km/jam.

Kereta api berkecepatan sub-tinggi (mendekati 200 km/jam) pertama Cina adalah kereta api diesel buatan domestik DF-class yang melayani jalur Guangzhou-Shenzhen Railway yang beroperasi tahun 1994. Jalur ini dielektrifikasi tahun 1998, dan segera kemudian kereta api impor buatan Swedia model X 2000 melayani jalur ini dengan kecepatan mencapai 200km/jam. Pada tahun 2000 jalur ini dikembangkan menjadi tiga jalur, dan pada tahun 2007 dikembangkan lagi menjadi empat jalur menjadi jalur pertama di Cina yang melayani jasa angkutan penumpang dan barang secara terpisah.

Tahap terakhir pembangunan "peningkatan kecepatan" berakhir bulan April 2007 dengan hasil 846 km jalur kereta api dapat dilalui dengan kecepatan 250 km/jam dan 6.009 km jalur kereta api mampu dilalui dengan kecepatan 200 km/jam. Sebagai tambahan sejauh 14.000 km jalur kereta api bisa dilalui dengan kecepatan 160 km/jam. Secara keseluruhan kecepatan operasional rata-rata berhasil ditingkatkan secara signifikan pada 22.000 km atau 29% dari seluruh jalur kereta api di Cina hingga kecepatan operasional rata-rata kereta api di Cina meningkat menjadi 70 km/jam.

Selain pembangunan dan peningkatan kualitas jalur kereta api, Cina juga sangat serius mengembangkan kereta api buatan sendiri yang mampu bersaing dengan kereta api kecepatan tinggi negara-negara maju. Meski harus mengadopsi teknologi luar negeri seperti Jepang, Perancis dan Swedia, Cina berhasil mengembangkan teknologi kereta api supercepat melebihi negara-negara asalnya. Selama tahap terakhir program "peningkatan kecepatan" Cina berhasil membuat dan mengoperasikan 280 kereta api berkecepatan tinggi buatan lokal (CRH atau China Railway High-speed). Pada akhir tahun 2007 jumlah tersebut bertambah menjadi 514. Tidak hanya itu, Cina kini bahkan telah menjadi eksportir kereta api cepat dan telah membangun jaringan kereta api cepat di Turki dan Venezuela serta beberapa negara lainnya masih dalam rencana.

Untuk mewujudkan ambisinya membangun jaringan kereta api berkecepatan tinggi, pemerintah Cina menggelontorkan investasi senilai Rp140 triliun tahun 2004, Rp227 triliun tahun 2006, dan Rp262 triliun tahun 2007. Dan meski terjadi krisis keuangan global, Cina masih bisa menambah dana investasi sebesar Rp494 triliun tahun 2008 dan Rp880 triliun tahun 2009. Secara keseluruhan hingga tahun 2020 Cina mengalokasikan dana Rp3000 triliun untuk membangun jaringan kereta api super cepat hingga 25.000 km. Dan saat semua itu terwujud, Cina semakin jauh meninggalkan negara-negara lain di dunia dalam hal kepemilikan sistem jaringan kereta api supercepat.

Sunday, 9 May 2010

Karya Lebih Berarti dari Pesona


Catatan atas pengunduran diri Sri Mulyani untuk menjadi Managing Director World Bank


Syahdan pada suatu masa di sebuah daerah yang tengah dilanda kekeringan hebat yang membuat rakyat menderita. Datanglah seorang "orang sakti", "orang suci" atau semacamnya yang mengaku berniat untuk mengakhiri penderitaan rakyat. Orang itu kemudian bertapa di tengah lapangan yang ada di daerah tersebut selama berhari-hari. Sesekali orang itu mendatangi penduduk memberikan wejangan-wejangan sekaligus memunguti sedekah untuk biaya makan sehari-hari.

Pada saat yang sama datang juga seorang perantau di daerah itu. Dari pengalamannya ia melihat bahwa daerah tersebut sebenarnya memiliki tanah yang subur, hanya saja karena sedikitnya air membuat tanah di daerah tersebut menjadi tandus. Kemudian ia berfikir bagaimana caranya mengalirkan air ke daerah tersebut. Dan setelah melalui upayanya yang keras akhirnya ia berhasil membuat saluran air yang mampu mengalirkan air dalam jumlah besar dari tempat lain.

Singkat kata akhirnya daerah tersebut berubah menjadi daerah yang subur dan penduduk setempat menjadi orang-orang yang makmur. Namun mereka berubah pandangan tentang siapa yang berhasil menyelamatkan mereka dari penderitaan panjang, sang "orang sakti" atau sang perantau pendatang. Penduduk yang berfikir rasional menganggap yang terakhirlah yang telah berjasa kepada mereka. Namun sebagian besar penduduk justru menganggap "orang sakti"-lah yang paling berjasa. "Kalau bukan karena doa, integritas dan kharakter orang sakti itu tentu Tuhan tidak akan mengirimkan air ke daerah ini melalui si perantau," kata mereka.

Di daerah lainnya bernama Indonesia, negeri yang subur dan kaya dengan sumber daya alam. Negara ini dipimpin oleh seorang pemimpin yang "berkharisma", "berintegritas", "berkharakter", dan satu lagi "diterima oleh pasar", karena ia pernah sekolah di luar negeri, bekerja di luar negeri dan kenal dengan banyak pengusaha dan pemimpin luar negeri. Namun dengan semua kelebihan-kelebihan tersebut negeri ini tidak pernah beranjak maju, justru sebaliknya negara semakin banyak menumpuk hutang. Secara sistematis ia membuat kebijakan APBN yang defisit yang harus dibiayai dengan cara berhutang kepada para pengusaha asing. Semua itu dilakukan sebagai balas jasa kepada orang-orang asing yang telah membuat karier dan reputasinya cemerlang.

Meski demikian rakyatk kebanyakan sudah merasa cukup puas memandangi "tampang" sang pemimpin dan menganggap "tanpa sang pemimpin negara ini akan hancur". Untuk itu rakyat rela membayar sang pemimpin dengan gaji yang tinggi.

Di sisi lainnya di Indonesia ada seorang pengusaha yang dengan ketekunannya berhasil mengolah sumber-sumber daya alam yang ada menjadi produk-produk yang bernilai ekonomis seraya memberikan pekerjaan pada orang-orang di sekelilingnya. Sesekali ia pergi ke luar negeri untuk mencari peluang bisnis dan pasar baru serta membujuk pengusaha-pengusaha asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Karena upayanya ini maka perekonomian bisa bergerak maju.

Pada suatu saat sang pengusaha mengalami masalah serius. Karena konspirasi dan spekulasi asing saham perusahaan sang pengusaha anjlok dan ia mengalami kerugian besar. Ia berusaha meminta tolong sang pemimpin untuk mengurangi kerugiannya dengan memintanya menghentikan transaksi pasar modal untuk sementara, namun sang pemimpin menolak. Ya, ia memang kurang disukai oleh orang-orang asing yang dekat dengan sang pemimpin, karena dianggap pribumi yang mengambil keuntungan terlalu banyak dibandingkan mereka.

Pada saat lainnya sang pemimpin membuat suatu kebijakan yang tidak populer bahkan terindikasi kuat korupsi, yaitu menalangi kerugian sebuah bank yang "dirampok" oleh sang pemilik bank. Kemudian karena tekanan publik yang kuat ditambah ancaman pidana yang serius, sang pemimpin melarikan diri ke luar negeri untuk bekerja pada sebuah lembaga milik teman-temannya di luar negeri. Ia meninggalkan tugasnya yang belum selesai dan tanggung jawabnya atas kasus kebijakan bailout. Namun sebagian rakyat masih tetap memuja-mujinya, banyak dengan puja-puji yang lebih besar karena berhasil menduduki jabatan tinggi di lembaga milik orang asing.

"Wah hebat sekali bisa menjadi managing direktor bank dunia. Sejuta pengkritiknya tidak ada apa-apanya dibandingkan dia!" Kata orang-orang awam.

Jika kita mau "berfikir" sedikit saja kita tentu tidak akan menganggap "orang sakti" dan "sang pemimpin berintegritas" sebagai orang yang patut untuk dipuja-puji. Mereka orang-orang yang tidak memberikan nilai tambah apapun bagi masyarakat dan justru menjadi beban masyarakat. Sebaliknya kita harus hormat kepada "sang perantau" dan "sang pengusaha lokal". Merekalah orang-orang yang benar-benar berjasa kepada masyarakat.

Thursday, 6 May 2010

Komunis Yahudi, Para Pembunuh Alami


Indonesian Free Press -- Czar Nicholas II dan para anggota keluarganya duduk tenang di kursi di sebuah ruangan bawah tanah rumah milik keluarga Ipatiev (seorang pedagang kaya yahudi Rusia). Mereka tengah menunggu untuk difoto sebelum dipindahkan ke tempat tahanan. Selanjutnya muncullah Yakov Yurovsky, seorang kader komunis, membacakan beberapa pernyataan di depan Czar dan keluarganya. Kemudian tiba-tiba ia mengeluarkan sepucuk pistol dari pinggangnya dan menembak Czar tepat di wajahnya. Terhenyak oleh kejadian yang tidak terbayangkan, para anggota keluarga Czar kemudian menjerit sementara beberapa pengawal setiap Czar yang tersisa berusaha merampas pistol Yurovsky dan sebagian lainnya berusaha menolong Czar. Namun dari berbagai penjuru muncullah para kader komunis yang menembakkan berbagai jenis senjata ke arah keluarga Czar dan pengawalnya. Czar dan permaisuri, empat anak perempuannya yang masih remaja serta seorang anak kecil dibantai saat itu juga sebagaimana para pengawal, pembantu, dokter.

Tentu saja tidak ada orang Rusia yang mau membantai rajanya sendiri. Tidak bagi orang-orang Rusia yang saat itu terkenal ta'at dengan agamanya. Tapi tidak demikian halnya dengan orang yahudi yang menaruh kebencian terhadap Czar, yang merupakan simbol bangsa Rusia yang telah menjadi "musuh" kaum yahudi selama berabad-abad.

Namun fakta-fakta tersebut sengaja ditutup-tutupi oleh kalangan established "jew ass sucker": sejarahwan, pers, dan politisi. Bahkan Wikipedia sengaja melakukan disinformasi untuk mengelabuhi masyarakat. Pada bab mengenai Yakov Yurovsky Wikipedia (sering diplesetkan menjadi Kikepedia, kike adalah istilah untuk orang yahudi) menulisnya sebagai seorang kristen orthodok. Padahal dari namanya saja, Yakov, sudah menunjukkan bahwa ia adalah orang yahudi Rusia. Lagipula sebagian buku sejarah jelas-jelas menunjukkan bahwa Yakov adalah orang yahudi.

Dan berbicara tentang pembunuhan paling keji, tidak ada bangsa yang melebihi kekejian bangsa yahudi. Sejarah mencatat ketika terjadi pemberontakan yahudi di bawah kepeminpinan Maccabe atas bangsa yunani di Palestina dan Afrika Utara sekitar abad kedua sebelum masehi (paska penaklukan Alexander Agung dari yunani Palestina menjadi wilayah kekuasaan bangsa yunani. Saat itu bangsa Romawi juga banyak yang tinggal di Palestina), orang-orang yahudi membunuhi orang-orang yunani dan romawi dengan sangat keji. Puluhan ribu orang-orang Yunani dan Romawi mengalami pembunuhan yang bahkan pada masa itu dimana standar moral masih agak terbelakang, dianggap sangat memilukan. Mereka, orang-orang yunani dan romawi, setelah dipenggal kepalanya tubuhnya dimutilasi dan kemudian direbus dagingnya. Sementara itu sebagian orang yahudi menguliti korbannya dan menjadikan kulitnya manusia yang sudah kering sebagai pakaian. Sebagian lainnya menggunakan usus manusia yang telah dikeringkan sebagai ikat pinggang.

Dalam sejarah modern pun watak keji tersebut belum bisa dihilangkan. Regim-regim komunis yahudi di seluruh dunia menjadikan pembantaian massal sebagai kewajiban ritual mereka. Mungkin pembunuh terbesar dalam sejarah adalah jendral Uni Sovyet Vasili Mikhailovich Blokhin secara personal telah membunuh ribuan orang. Selama pembantaian Katyn tahun 1939 dimana puluhan ribu perwira dan patriot Polandia dieksekusi, jendral Blokhin sendirian menembak mati lebih dari 7.000 orang selama sebulan penuh. Untuk mengelabuhi penyidikan internasional ia dan para eksekutor komunis yahudi Uni Sovyet lainnya menggunakan pistol buatan Jerman agar bisa menimpakan kesalahan kepada regim Nazi Jerman. Dan memang demikian yang dilakukan, Uni Sovyet menimpakan kesalahan tragedi Kathyn kepada Nazi Jerman.

Dalam aksinya pertama-tama Blokhin membawa calon korbannya ke sebuah ruangan bercat merah untuk dilakukan pengecekan terakhir identitas sang korban. Selanjutnya sang korban didorong ke sebuah ruangan kecil yang tidak jauh letaknya. Ruangan itu kedap suara untuk menyembunyikan suara tembakan serta berlantai miring untuk mengalirkan darah yang tertumpah ke dalam pipa pembuangan. Segera setelah korban memasuki ruangan eksekusi dengan kawalan dua orang pengawal dan tangan terikat, Blokhin muncul dari belakang, mendorong korbannya ke arah dinding dan dua orang pengawal memegangi tangan korbannya. Blokhin kemudian menembak bagian belakang kepala korbannya dengan pistol buatan Jerman. Sebanyak 7.000 kali ia melakukan hal seperti itu dan bersama-sama dengan pembunuh komunis yahudi Uni Sovyet lainnya mereka membunuh 40.000 para perwira Polandia. Bahkan seandainya manusia-manusia malang itu diganti dengan domba, Blokhin tetap layak disebut sebagai pembunuh berdarah dingin.

Mayat-mayat korban pembantaian Kathyn kemudian dilemparkan ke dalam truk setelah ditusuk bayonet untuk memastikan kematian. Selanjutnya mayat-mayat itu dilemparkan ke dalam lubang kuburan massal dan dikubur dengan bolduzer. Pada tahun 1959 KGB (dinas rahasia Uni Sovyet) mengeluarkan laporan yang menyebutkan sebanyak 21.857 jiwa menjadi korban pembantaian Kathyn. Korban sebenarnya jauh lebih besar lagi.

Ironis dengan apa yang dilakukannya, Blokhin justru mendapatkan promosi dan penghargaan atas apa yang dilakukannya di Kathyn. Sebagaimana Blokhin, dua atasan Blokhin di dinas rahasia Sovyet, Genrikh Yagoda dan Nikolai Yezhov adalah yahudi. Juga Lavrenty Beria. Juga Lazar Kaganovich yang bertanggungjawab atas pembunuhan 7 juta rakyat Ukraina melalui bencana kelaparan yang disengaja tahun 1932-1933. Juga trio dedengkot komunis Uni Sovyet, Lenin, Stalin dan Trotsky.

Soal pembunuhan massal di kamar gas? Lupakan tuduhan tanpa bukti terhadap Nazi Jerman. Isai D. Berg, ilmuawan yahudi Uni Sovyet telah menciptakan mobil van yang dilengkapi kamar gas pembunuh tahun 1937.

Pada tahun 1957 pemerintah Uni Soviet secara resmi mengakui antara 20 hingga 40 juta rakyat Rusia tewas selama Revolusi Bolshevik tahun 1917. Sementara sejarahwan Rusia Alexander Solzhenitzyn mengungkapkan selama kekuasaannya regim komunis Uni Sovyet telah membunuh 66 juta rakyat Rusia, 11x lebih banyak dari 6 juta orang yahudi yang diklaim telah dibunuh regim Nazi Jerman. Solzhenitzyn juga mengakui sekitar 60% anggota polisi rahasia KGB adalah yahudi. Sejarahwan lain berpendapat angka tersebut lebih besar terutama di level pemimpin.

Dalam perkembangannya antara Stalin dan Trotsky terlibat persaingan yang berujung pada pembunuhan Trotsky di Mexico tahun 1940. Fakta ini sering dijadikan alasan "jew ass sucker" untuk menyatakan regim komunis Uni Sovyet tidak dikuasai oleh yahudi karena Trotsky berdarah yahudi sementara Stalin disembunyikan ke-yahudi-annya. Yang sebenarnya adalah pertikaian itu murni persaingan antar yahudi. Stalin dan Trotsky adalah yahudi. Demikian juga Ramon Mercader, pembunuh profesional yang dikirim Stalin untuk membunuh Trotksy.

Dan inilah yang diakui oleh orang seorang yahudi Israel bernama Steven Plocker yang menulis artikel “Stalin’s Jews” dalam sebuah internet yang tidak mungkin ditemui di History Channel:

“…An Israeli student finishes high school without ever hearing the name “Genrikh Yagoda,” the greatest Jewish murderer of the 20th Century, the GPU’s deputy commander and the founder and commander of the NKVD. Yagoda diligently implemented Stalin’s collectivization orders and is responsible for the deaths of at least 10 million people. His Jewish deputies established and managed the Gulag system. After Stalin no longer viewed him favorably, Yagoda was demoted and executed, and was replaced as chief hangman in 1936 by Yezhov, the “bloodthirsty dwarf…

…Stalin’s close associates and loyalists included member of the Central Committee and Politburo Lazar Kaganovich. Montefiore characterizes him as the “first Stalinist” and adds that those starving to death in Ukraine, an unparalleled tragedy in the history of human kind…

…Many Jews sold their soul to the devil of the Communist revolution and have blood on their hands for eternity. We’ll mention just one more: Leonid Reichman, head of the NKVD’s special department and the organization’s chief interrogator, who was a particularly cruel sadist…

…Turns out that Jews too, when they become captivated by messianic ideology, can become great murderers, among the greatest known by modern history
…”

Ingat bahwa regim komunis Uni Sovyet mengakui telah membunuh 20-40 juta orang warganya sejak tahun 1917. Jumlah sebenarnya kemungkinan jauh lebih besar. Saat itu kaum komunis yahudi membunuhi manusia selayaknya membunuh nyamuk, atau menembaknya sebagaimana anjing.


Pembunuh Terbesar Lainnya

Simpan kuat-kuat memori ini: Komunisme adalah "temuan" dari orang-orang intelek yahudi yang didukung oleh orang-orang kaya yahudi demi tujuan menumbangkan kekuasaan pemerintahan non-yahudi di seluruh dunia untuk digantikan oleh mereka. Gerakan komunisme diinspirasi oleh pemikiran yahudi Karl Marx, di Rusia digerakkan oleh trio yahudi Lenin, Trotsky dan Stalin. Mereka mendapat dukungan dana dari Jacob Schiff, bankir yahudi Amerika dari bank Kuhn & Loeb, New York (jumlah yahudi penyandang dana sebenarnya lebih banyak, Schiff hanya menjadi penyalur saja, blogger). Awalnya Lenin dkk tinggal di London, setelah menerima dana kas dan batangan emas dari Schiff, mereka mencarter kapal ke Swedia bersama 300 yahudi komunis Amerika. Selanjutnya mereka berangkat diam-diam dengan kereta api ke Rusia untuk menebarkan agitasi dan provokasi komunis.

Setelah "sukses" menumbangkan Czar Nicholas II di Rusia dan membantai orang-orang katholik Rusia dan Ukraina, mereka menebarkan wabahnya ke seluruh Eropa bahkan dunia. Di setiap tempat mereka menjejakkan kaki, pembunuhan dan pembantai menjadi kebiasaan. Lihat saja pembantaian di Cina, Vietnam, Laos, Kamboja, Kuba, Spanyol dll. Termasuk pembantaian oleh PKI di Indonesia.

Dan berapa juta rakyat Jerman yang menjadi korban kekejian komunis yahudi dan rekan-rekan yahudinya di Amerika dan Inggris paska Perang Dunia II? Komunis yahudi seperti Ilya Ehrenburg mengerahkan tentara Sovyet untuk membunuhi dan memperkosa ribuan rakyat sipil Jerman saat memasuki negeri itu. Komandan sekutu “Ike” Eisenhower, juga yahudi, memerintahkan pemboman atas kota-kota yang dihuni oleh para pengungsi Jerman seperti Dresden, mengakibatkan 600.000 pengungsi tewas. Tawanan-tawanan perang Jerman ditumpuk di kamp-kamp tewanan tanpa atap dan berlantai tanah. 5 juta rakyat Jerman dibiarkan tewas kelaparan sementara tentara sekutu mendapatkan ransum yang melimpah dengan larangan keras: memberikan makanan kepada orang Jerman.

Balas dendam yahudi terhadap rakyat Jerman menjadi mudah karena menteri keuangan Amerika berdarah yahudi, Henry Morganthau ditunjuk sebagai ketua program "restorasi" Jerman paska perang.



Catatan: segera setelah mendapat ejekan karena menyembunyikan fakta mengenai latar belakang pembunuh Czar Nicholas 2, Yakov Yurovsky, wikipedia segera melakukan perubahan dengan menulis Yakov sebagai seorang yahudi meski tetap berusaha melakukan moderasi.

Sunday, 2 May 2010

Dan Selamat Tinggal Bangsa-bangsa Besar Dunia


Keterangan gambar: Eksekusi Raja Perancis Louis XVI dalam Revolusi Perancis. Slogan para revolusioner awalnya adalah persamaan, persaudaraan dan omong kosong lainnya, namun kemudian berubah menjadi: gantung raja terakhir dengan usus paus terakhir.


Pada tahun 1879 Wilhelm Marr, tokoh politik dan penulis Jerman menulis sebuah pamflet yang berisi tulisan berjudul "Kemenangan Yahudi atas Jerman". Di bagian akhir tulisan itu ia menuliskan, "Mari kita terima apa yang tidak bisa dihindarkan lagi, yaitu: tamatlah bangsa Jerman!"

Marr tidak salah dengan ramalannya. Bangsa Jerman, sejak Perang Dunia I, telah menjadi jajahan mutlak orang-orang yahudi. Mereka sempat bangkit di bawah pimpinan Hitler, namun yahudi kembali menghancurkan mereka dengan menggunakan tangan Inggris dan Amerika dalam perang dunia II. Saat itu yahudi belum sekuat sekarang, jauh lebih lemah sementara musuh-musuh mereka masih sangat kuat sebut saja Gereja Romawi dan para raja negara Eropa. Namun Marr telah melihat kekuatan yahudi yang sebenarnya dengan keberhasilan mereka menumbangkan kerajaan Perancis dan mengeksekusi raja Louis XVI. Jauh sebelum itu mereka bahkan berhasi menumbangkan kerajaan Inggris dan mengeksekusi raja Charles serta menempatkan raja boneka di tahta kekuasaan Inggris. Bahkan kalau Marr lebih cermat lagi ia akan melihat orang-orang yang sama-lah yang telah menghancurkan kerajaan Romawi. Atau bahkan jika ia lebih cemat lagi ia bisa melihat orang-orang yahudi berhasil menguasai Mesir setelah sebelumnya datang sebagai pengungsi yang kelaparan (lihat riwayat nabi Yusuf). Orang-orang Mesir yang sadar kemudian memberontak dan sebagai bentuk balas dendam mereka menjadikan orang yahudi sebagai budak sebelum akhirnya dimerdekakan oleh Musa. Oh ya, jika Marr lebih cermat lagi tentu ia juga akan melihat orang-orang yahudi berhasil menguasai Persia setelah sebelumnya mereka ditolong oleh raja Cyrus dari perbudakan raja Babylonia.

Tanyakan pada orang-orang Jerman, siapa yang paling mereka takuti sekarang? Jawabnya: yahudi. Tidak lain karena di negeri ini setiap ekspresi negatif tentang yahudi dan Israel dapat dijahuti hukuman berat. Bahkan sekedar berdemonstrasi menentang aksi Isreal di Palestina saja orang Jerman tidak akan berani. Dan tepat setahun yang lalu pemerintah Israel kembali menuntut tambahan kompensasi atas "kekejaman" Nazi Jerman terhadap orang-orang yahudi sebesar $1,4 miliar atau setara Rp 14 triliun. 65 tahun sudah perang dunia II berakhir dan orang-orang yahudi tidak pernah puas "memeras" Jerman. Padahal untuk urusan kompensasi ini Jerman telah mengeluarkan dana tak kurang dari $65 miliar atau setara Rp 650 triliun.

Menjadi sesuatu yang menarik adalah memahami mengapa Marr "memprediksikan" keruntuhan bangsa Jerman di tangah yahudi? Sejauh mana kekuasaan kaum yahudi di Jerman saat itu dan saat munculnya gerakan Nazi di bawah kepemimpinan Hitler pada tahun 1920-an, serta bagaimana dampaknya terhadap rakyat Jerman?

Adalah bangsa Yahudi dengan jaringan internasionalnya serta kerendahan moral dalam hal penumpukan harta kekayaan, memiliki kesempatan paling besar untuk menjadi "pemenang" perebutan kakuasaan hingga bahkan sampai tahun 1938, lima tahun setelah dikeluarkannya undang-undang anti-yahudi oleh Hitler, orang-orang yahudi masih menguasai 1/3 properti (tanah dan bangunan) Jerman. Kebanyakan kekayaan tersebut jatuh ke tangah yahudi setelah terjadinya krisis ekonomi dan politik yang dipicu oleh konspirasi yahudi. Tentu saja bagi rakyat Jerman, menyaksikan harta benda mereka berjatuhan ke tangan orang asing yang menumpang hidup di tanah mereka, merupakan sebuah tragedi yang menyakitkan. Orang-orang yahudi saat itu hanya berjumlah sekitar 1% dari populasi Jerman.

Saat itu Jerman menguasai sepenuhnya sektor perbankan Jerman, demikian juga bidang pers, hiburan, penerbitan. Saat itu rakyat Jerman merasa setiap tahun semakin sulit bagi mereka berpijak di bumi mereka dengan nyaman. Saat itu terjadi diskriminasi tanpa kekerasan, namun oleh orang-orang minoritas terhadap rakyat mayoritas. "It was the contrast between the wealth enjoyed — and lavishly displayed — by aliens of cosmopolitan tastes, and the poverty and misery of native Germans, that has made anti-Semitism so dangerous and ugly a force in the new Europe. Beggars on horseback are seldom popular, least of all with those whom they have just thrown out of the saddle": Sir Arthur Bryant, Unfinished Victory (1940).

Sepanjang sejarah, gereja kristen khususnya Gereja Katholik, menjadi kekuatan penyeimbang terhadap kaum yahudi, kaum yang telah diusir dari 109 tempat sejak tahun 250 karena ketamakan dan kekejiannya. Namun pelan tapi pasti kekuatan itu pun tumbang karena kepemimpinan yang korup, dan korupsi adalah senjata utama orang-orang yahudi untuk menancapkan kekuasaan. Kini halangan utama kaum yahudi adalah umat Islam, yang ironisnya justru semakin kuat pada saat yahudi merasa telah sampai pada puncak kekuasaannya. Islam bertahan dari serangan yahudi di Afghanistan, Irak, Somalia, Lebanon, dan ..... makam Mbah Priok.

Sebagaimana bangsa Inggris dan Perancis dan kemudian Rusia serta negara-negara Eropa lainnya kemudian, bangsa Jerman harus menghadapi kekuatan yahudi dan kalah. Padahal saat itu yahudi tentu saja belum sekuat sekarang. Mereka belum punya lembaga keuangan seperti sekarang meski telah menguasai sektor perbankan. Mereka belum memiliki organisasi-organisasi lobi seperti AIPAC, ADL dll. Mereka belum memiliki lembaga-lembaga internasional yang dikendalikannya seperti Bank Dunia dan IMF. Mereka belum punya "negara super power" yang dikendalikannya seperti Amerika dan Uni Eropa. Dan satu hal lagi, mereka belum punya senjata ampuh berupa isu "anti-semit" yang bisa digunakan untuk menjerat siapa saja masuk ke penjara serta "holocoust" untuk memeras negara-negara di dunia. Selain itu pada saat itu belum ada Mossad yang memonitor setiap gerakan anti-israel dan yahudi di seluruh dunia.

Jerman, sebagaimana Inggris, Perancis, Rusia, Amerika dan negara-negara lainnya di dunia kalah melawan yahudi karena kelemahan mereka sendiri yang berhasil dimanfaatkan sepenuhnya oleh yahudi, yaitu nafsu berkuasa para pemimpin politiknya.

Siapakah Barrack Obama yang Sebenarnya?


Sejak munculnya fenomena "demam" Barack Obama tahun 2008 sampai sekarang saya mengenal setidaknya dua orang yang, jujur saja menurut saya, berpandangan liberal idiot. Namun karena ke-"idiot" annya itu mereka menduduki tempat "terhormat" dengan jabatannya karena mereka adalah orang-orang yang "terpilih" untuk menjalankan fungsinya sebagai "jew ass sucker". Yang pertama adalah seorang duta besar Indonesia di Eropa Timur dan yang kedua adalah seorang pemimpin redaksi sebuah media massa nasional.

Sang Dubes, setelah saya beberapa kali menulis tentang Barack Obama dalam perspektif yang berbeda di sebuah media massa nasional Medan, menulis di media yang sama opini berseri berjudul "Tough Guys Don't Dance" yang isinya memuja-muji habis-habisan Barack Obama. Namun karena idiotnya sang dubes menyebut Obama sebagai seorang diplomat ulung. Demi Tuhan, Obama tidak pernah sehari pun menjadi seorang diplomat. Bahkan saat ia dipuja-puji sang dubes, masa kerjanya sebagai presiden baru beberapa minggu tanpa satupun capaian upaya diplomasi yang pantas untuk dipuji. Pujian sang dubes pada Obama sebagai seorang diplomat menurut saya lebih "lebay" dibanding penghargaan nobel perdamaian kepada Obama.

Adapun ke-ediot-an sang pemimpin redaksi adalah ketidak tahuan status administrasi Hawai pada saat kelahiran Barack Obama. Pada sebuah "forum" di facebook sang redaktur memuji-muji setinggi langit Barack Obama. Saya ingatkan dengan hormat kepadanya untuk tidak "lebay" agar tidak "hancur" reputasi intelektualnya seraya mengingatkannya bahwa status kelahiran Obama meragukan. Dengan penuh semangat ia menjawab bahwa Obama "tidak bisa dibantah" benar lahir di Hawai dan yang menjadi masalah adalah apakah masa itu Hawai telah menjadi wilayah Amerika. Demi Tuhan 40 tahun sebelum kelahiran Obama Hawai telah resmi menjadi wilayah Amerika setelah dibeli dari Jepang.

Inilah fakta-fakta Barack Obama yang sengaja "disembunyikan".

* Orang yang tidak memiliki kartu kelahiran. Padahal konstitusi Amerika mewajibkan presiden Amerika harus orang yang lahir di Amerika.


* Pengikut komunisme yang menjadi murid Frank Marshall Davis, seorang editor suratkabar komunis, penulis novel porno, dan menjadi mata-mata Uni Sovyet dan menulis puisi yang berisi puji-pujian kepada Joseph Stalin.

* Orang yang menjanjikan pemerintahan yang transparan, tapi menutup-nutupi status kelahirannya dengan membayar pengacara untuk menuntut siapapun yang mempertanyakan status kelahirannya.

* Orang yang catatan akademiknya dari TK hingga perguruan tinggi, tersembunyi.

* Orang yang pada bulan Juni 1981 tiba di New York sebagai gelandangan, namun sebulan kemudian berjalan-jalan ke Indonesia dan Pakistan. Siapa yang membayarnya dan untuk apa?

* Orang yang pergi ke Pakistan saat warga negara Amerika dilarang pergi ke sana. Pasport apa yang digunakannya?

* Orang yang nilai akademiknya di Columbia University tidak terlalu bagus, namun diterima di Harvard Law School yang prestitius dan mahal berkat dukungan warga Saudi bernama pangeran Khalid al-Mansour.

* Editor hukum surat kabar Harvard Law School namun tidak pernah menulis satu artikel pun tentang hukum.

* Pengacara yang tidak memiliki reputasi di kalangan profesinya dan tidak pernah menangani satu pun kasus yang dikenal orang.

* Seorang senator namun tidak pernah membuat satupun draft undang-undang atau peraturan.

* Murid seorang tokoh komunis Saul Alinsky.

* Produk dari mafia politik yahudi Chicago yang terkenal "busuk".

* Orang yang berteman akrab dengan para politisi korup, penganut komunisme dan kriminal.

* Orang yang pencalonannya sebagai presiden didukung oleh organisasi-organisasi komunisme internasional seperti Democratic Socialists of America, Socialist International, dan Workers International League.

* Orang yang mengaku sangat agamis namun menganggap aborsi adalah bermoral.

* Orang yang berulangkali menyerukan "membantu orang miskin" tapi tidak pernah menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu orang miskin, termasuk kaum kerabatnya di Kenya maupun Indonesia.

* Orang yang tidak pernah menciptakan satu lapangan kerjapun dengan berwirausaha namun berani mengajari para eksekutif perusahaan mobil tentang "bagaimana membuat mobil".

* Seorang presiden yang tidak pernah menjadi seorang eksekutif (pengambil kebijakan) di tingkat paling rendah sekalipun baik di sektor publik maupun swasta.

* Panglima militer tertinggi yang tidak bisa menembakkan senjata. Ironisnya ia justru mengangkat seorang veteran tentara Israel sebagai kepala staff kepresidenan (Rahm Emmanuel).

* Pemimpin negara terbesar secara ekonomi namun buta sama sekali tentang pasar modal.


* Presiden yang sesumbar bahwa iptek akan menjadi pemandu pemerintahannya namun tidak satupun menterinya serta penasihatnya, termasuk dirinya sendiri, yang berlatar belakang pendidikan iptek.

* Presiden yang memegang rekor membuat hutang terbesar dalam masa 100 hari pemerintahannya, namun sesumbar tentang "tanggungjawab fiskal".

* Orang yang berjanji akan berpihak kepada rakyat (mainstreet) daripada para kapitalis (wallstreet) namun mengucurkan ratusan miliar dolar uang negara untuk para pelaku bisnis keuangan dan sebaliknya membiarkan pabrik-pabrik bangkrut dan rakyat kehilangan pekerjaan.

* Seorang narsis "lebay" yang mengirimkan iPod berisi pidato-pidatonya kepada Ratu Inggris.

* Orang yang meminta warga Amerika mengabaikan nama Islamnya, namun membual tentang keislamannya tatkala berada di negara-negara muslim.

* Seorang presiden yang paling banyak berjanji namun tak satupun terpenuhi, termasuk janji untuk menutup penjara Guantanamo.

* Presiden yang tersinggung saat dikritik sebagai sosialis, kini ia bertindak sebagai seorang ultra-sosialis dengan menasionalisasi industri otomotif, perbankan, asuransi dan terakhir mensentralisasikan sektor kesehatan.

* Presiden yang memilih seorang pengemplang pajak sebagai menteri keuangan (Tim Geitner).

* Presiden yang mengangkat seorang wanita homoseks sebagai menteri keamanan nasional yang menyebut para veteran, aktivis anti-aborsi serta para pendukung perkawinan sebagai teroris.

* Presiden yang sering mengkritik negerinya sendiri saat berada di luar negeri, termasuk menyalahkan Amerika dalam aksi kerusuhan yang terjadi di Mexico.

* Presiden yang menkritik gaya hidup mewah para eksekutif industri keuangan, namun mengucuri mereka dengan dana bailout ratusan miliar dolar serta membiarkan istrinya shopping dan berfoya-foya di Perancis dengan fasilitas negara.

* Presiden yang mengakui kebijakan energi nasional yang dijalankannya ditujukan untuk membangkrutkan industri batubara.

* Presiden yang "sukses" menciptakan 15 juta pengangguran baru.

* Presiden yang kebijakan energi nasionalnya meningkatkan biaya hidup rakyat hingga $2.000 setahun.

Israel "Keok" di Tanjungpriok


Sebenarnya saya ingin menuliskan tulisan ini beberapa waktu yang lalu, ketika pertama mendengar seorang anggota Satpol PP DKI bernama Israel Jaya, termasuk di antara tiga orang anggota satpol yang tewas saat berusaha membongkar makam Mbah Priok. Namun karena pertimbangan kemanusiaan, terutama untuk tidak menyinggung keluarga Israel Jaya, baru sekarang saya sempatkan menuliskan tulisan ini.

Saya tidak ingin menyinggung perasaan keluarga Israel Jaya. Saya bahkan bersimpati kepada mereka. Israel hanya seorang petugas yang menjalankan kewajibannya demi menyambung hidupnya dan keluarganya. Namun saya ingin mengingatkan kepada mereka bahwa memuji-muji negara Israel, khususnya dengan mengekspresikannya dengan memberi nama seseorang dengan nama Israel Jaya bukanlah tindakan yang bijak. Israel bukanlah negara yang baik karena didirikan di atas tanah rampokan milik rakyat Palestina. Israel juga bukan negara yang jaya kalau dilihat dari keberhasilannya mengalahkan musuh-musuhnya bangsa Arab. Kalau saja tidak ada dukungan tak terbatas dari negara-negara barat khususnya Amerika, serta pengkhianatan para pemimpin Arab, Israel akan hancur di hari pertama proklamasi kemerdekaannya. Dalam kasus ini kita bisa melihat bagaimana Israel dikalahkan Hizbollah dan Hamas, dua kelompok milisi yang beranggotakan beberapa ribu orang milisi bersenjata ringan. Jadi sekali lagi, Israel bukanlah negara yang jaya.

Oh, atau kita akan membahas dari segi keagamaan? Baik. Pergilan ke wilayah pendudukan Israel di Palestina dan tinggallah beberapa hari. Saya jamin Anda akan melihat pemandangan yang memilukan dimana orang-orang Israel menjahili orang-orang Kristen Palestina setiap hari. Pernah baca kitab Talmud dimana dituliskan Yesus bersenggama (ma'af) dengan keledai dan saat ini tengah disiksa di neraka?

Meninggalnya Israel Jaya saat berusaha menggusur makam seorang wali agama Islam mau tak mau menarik saya untuk berfikir mengenai kemungkinan hancurnya Israel di Indonesia, dan mungkin kemudian menjadi awal dari kahancuran Israel di dunia. Bukankah sangat sedikit sekali orang yang bernama Israel Jaya? Mengapa Israel Jaya, satu-satunya (kemungkinan besar) orang Indonesia yang bernama demikian, menjadi korban sebuah kejadian yang bisa ditafsirkan sebagai "benturan" kepentingan antara yahudi dan Islam? Anda sangat na'if jika kejadian penggusuran makam Mbah Priok adalah sebuah kejadian biasa, bukan sebuah upaya konspirasi memarginalkan Islam di Indonesia? Andai saja pembongkaran itu berjalan mulus, Anda dijamin akan melihat lebih banyak upaya pemarginalan Islam di Indonesia dengan cara-cara yang lebih kasar. Siapa dirut PTPN yang mengklaim sebagai pemilik lahan makam Mbah Priok? Mengapa ia rela mengucurkan miliaran rupiah untuk membayar satpol menggusur makam. Dan mengapa satpol begitu na'ifnya memenuhi permintaan tersebut padahal semua orang tahu, isu agama Islam dalam masyarakat Jawa sangatlah sensitif?
Tidak bisa lain, masalah penggusuran makam Mbah Priok menjadi test case atas rencana marginalisasi Islam (sebagai kekuatan politik) di Indonesia.

Saya sering membayangkan Indonesia akan menjadi penghancur kekuatan yahudi. Bukannya tanpa alasan saya membayangkan hal ini. Indonesia sudah memiliki pengalaman sebagai penghancur kekuasaan jahat di masa lalu. Selain Afghanistan, Indonesia adalah penakluk kekuatan besar jahat. Indonesia pernah mangalahkan bangsa Mongol pada masa kejayaannya di bawah Kubilai Khan. Indonesia pernah mengalahkan bangsa Portugis di Jakarta dan Tuban hingga bangsa satu ini harus menyingkir ke Malaka (baca buku "Arus Balik"-nya Pramodeya Ananta Toer, blogger). Indonesia pernah mengalahkan kolonialis Belanda dan imperalis Jepang. Dan terakhir bangsa ini mengalahkan komunisme. Tidak ada bangsa lain dalam sejarahnya yang membuat catatan gemilang seperti Indonesia.

Dan saat ini pun kaum yahudi tengah berada di puncak kekuatannya, termasuk di Indonesia. Mereka menginfiltrasi semua sendiri kekuatan bangsa ini terutama di birokrasi sipil dan militer, lembaga-lembaga politik, LSM, pendidikan, pers, ormas, dari tingkat paling rendah hingga tertinggi. Kekuasaan mereka sampai pada titik dimana mereka bisa menentukan personil pejabat kabunet dan dirut BUMN strategis. Rektor, pimred media massa nasional serta ketua ormas keagamaan? Sama saja.

Namun meski demikian masih ada resistensi cukup kuat di kalangan umat Islam dan sebagian tokoh nasionalis terutama dari TNI. Karena resistensi tersebut setidaknya yahudi harus bergerak di bawah permukaan, hanya mempengaruhi pembuatan kebijakan. Dan saat kekuatan mereka semakin solid, mereka tidak akan segan-segan menggunakan cara-cara kekerasan seperti kasus pembongkaran makam Mbah Priok. Watak orang yahudi yang tidak suka adanya agama selain agama mereka yang eksis mambawa konsekwensi cepat atau lambat bentrokan akan terjadi. Mereka sudah pernah mencoba menghancurkan Islam Indonesia dengan menggunakan tangan orang-orang PKI, namun gagal. Kini mereka mulai coba-coba lagi menghancurkan Islam melalui tangan .......... (sengaja disembunyikan, blogger).

Namun percayalah, upaya mereka itu akan gagal. Dan sekali kedok mereka terbongkar, mereka akan dibabat habis di bumi Indonesia sebagaimana dibabat habisnya PKI. Dan mengingat bahwa sentimen anti-yahudi telah tumbuh subur di dunia internasional, kehancuran yahudi Indonesia akan menginspirasi bangsa-bangsa lainnya untuk melakukan hal yang sama.

Maka terpenuhilah ramalan Rosulullah tentang akhir bangsa yahudi: Belum ada hari kiamat sebelum umat Islam menghancurkan yahudi dimana pada saat itu orang-orang yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon. Namun bahkan pada saat itu batu dan pohon pun memusuhi yahudi dan memberitahukan keberadaan orang-orang yahudi untuk dibunuh oleh orang Islam.

Friday, 23 April 2010

Kelahiran Obama yang Kontroversial


Masalah kelahiran Barack Obama sempat menjadi isu yang sangat serius pada masa kampanye kepresidenan akhir tahun lalu. Banyak pihak mempertanyakan validitas status kelahiran Barack Obama apakah benar lahir di wilayah Amerika atau di luar wilayah administratif Amerika. Hal ini sangat penting karena konstitusi Amerika dengan tegas menyebutkan bahwa hanya warga negara Amerika yang lahir di wilayah Amerika-lah yang berhak untuk menjadi seorang presiden Amerika. Sementara status kelahiran Barack Obama sendiri sangat kontroversif.

Kontroversi kelahiran Barack Obama dipicu oleh pengakuan nenek Obama sendiri (dari pihak ayahnya yang warga negara Kenya) bahwa Barack Obama lahir di Kenya. Pernyataan tersebut juga didukung oleh seorang pejabat tinggi Kenya yang menyebutkan hal yang sama. Barak Obama membantah pernyataan tersebut dengan mempublikasikan copy scan sertifikat kelahirannya yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan negara bagian Hawaii. Namun hal itu justru menambah runyam persoalan karena sejak dari awal saja orang tahu copy scan tersebut adalah rekayasa grafis.

Kubu Barack Obama kemudian mengeluarkan jurus ampuh melalui otoritas kesehatan Hawai yang membuat pernyataan resmi bahwa sertifikat yang dikeluarkan atas nama Barack Obama adalah asli. Namun lagi-lagi hal ini tidak bisa menyelesaikan masalah kelahiran Barack Obama karena surat kelahiran negara bagian Hawaii ternyata juga bisa diberikan kepada orang yang lahir di negara asing. Maka Obama melancarkan jurus pamungkas dengan membayar pengacara untuk melakukan tuntutan hukum kepada siapapun yang mempersoalkan status kelahiran Obama.

Untuk sementara kasus ini tenggelam seiring terpilihnya Barack Obama menjadi presiden Amerika dan masyarakat di seluruh dunia, melalui media massa, dicekoki dengan euphoria Obama. Namun kini kasus ini kembali muncul ke permukaan. Gara-garanya adalah ada seorang perwira angkatan bersenjata Amerika yang menolak ditugaskan ke Afghanistan karena menganggap Obama, sebagai panglima perang tertinggi Amerika, tidak memiliki kualifikasi sebagai presiden Amerika karena status kelahirannya.

Terry Lakin, seorang perwira menengah berpangkat kolonel yang menolak tugas tersebut terancam mendapatkan hukuman. Namun sebelum itu ia harus menjalani proses pengadilan militer. Dan jika proses itu benar-benar dijalankan, maka kasus kelahiran Barack Obama mau tidak mau harus dibuktikan, dan ini menjadi hal yang membahayakan Obama dan para pendukungnya jika benar-benar Obama tidak bisa membuktikan status kelahirannya. Betapapun demikian Obama bisa agak tenang mengingat pengadilan militer Amerika tidak bisa dikatakan independen.

Dan "pertempuran" untuk membuktikan keabsahan status kelahiran Obama dan sekaligus juga keabsahannya menjabat sebagai presiden, masih berlangsung. Meski seluruh jaringan media massa yahudi, pengadilan dan pemerintah telah menciptakan tembok pengaman kuat di sekeliling Obama, masyarakat independen tidak pernah bersedia "menyerah". Mereka terus mempermasalahkan hal ini di internet atau di warung-warung kopi. Dan semakin hari, masyarakat yang "tercerahkan" semakin banyak saja.

Tampaknya "senjata" utama para pendukung Obama adalah adanya sertifikat dari pemerintah negara bagian Hawaii yang menyatakan Obama memiliki sertifikat kelahiran asli yang dikeluarkan pemerintah negara bagian Hawaii. Ini untuk membantah rumor keras yang menganggap copy scan akte kelahiran Obama yang disiarkan di media massa adalah hasil rekayasa grafis. Namun bahkan seandainya pernyataan pemerintah Hawaii benar, hal itu tidak bisa dijadikan dalil bahwa Obama lahir di Amerika mengingat sertifikat semacam itu juga diberikan untuk warga yang lahir di luar Amerika.

“Amended certificates of birth may be prepared and filed with the Department of Health, as provided by law, for 1) a person born in Hawaii who already has a birth certificate filed with the Department of Health or 2) a person born in a foreign country.” Demikian bunyi undang-undang kelahiran Hawaii.

Mengapa demikian? Inilah menariknya. Para bayi yang dilahirkan oleh warga negara Amerika di luar negeri secara otomatis berhak mendapatkan kewarganegaraan Amerika. Pengecualian diberikan kepada bayi yang lahir dari pasangan beda negara (satu warga negara Amerika dan satunya warga asing) dan jika salah seorang dari pasangan tersebut tidak mempunyai kualifikasi yang disyaratkan, misalnya usia perkawinan. Ibunda Obama, Ann Dunham berusia di bawah usia 19 saat melahirkan Obama, dan itu tidak memenuhi syarat sehingga tidak berhak menurunkan kewarganegaraannya kepada Obama. Sebaliknya, Obama otomatis mengikuti kewarganegaraan sang ayah, yaitu Kenya.

Dan inilah bunyi undang-undang kewarganegaraan Amerika: "Birth Abroad to One Citizen and One Alien Parent in Wedlock: A child born abroad to one U.S. citizen parent and one alien parent acquires U.S. citizenship at birth under Section 301(g) INA provided the citizen parent was physically present in the U.S. for the time period required by the law applicable at the time of the child’s birth…. For birth between December 24, 1952 and November 13, 1986, a period of ten years, five after the age of fourteen (umur 19, blogger) are required for physical presence in the U.S. to transmit U.S. citizenship to the child.”

Selain itu masih terdapat kontroversi lainnya. Obama pernah tinggal di Indonesia dan menjadi anak tiri warga negara Indonesia bernama Soetoro. Status kewarganegaraan Obama saat itu diyakini kuat adalah warga negara Indonesia antara tahun 1971-1986. Dengan pasport Indonesia-nya Obama berhasil bepergian ke Indonesia, Kenya dan Pakistan.

Youtube! telah menyebar luaskan pernyataan nenek Obama dari pihak ayah bahwa Obama lahir di Kenya. Demikian juga dutabesar Kenya menyatakan hal yang sama. Ditambah bukti-bukti tersebut di atas, plus ketidak mampuan Obama menunjukkan ke publik sertifikat kelahirannya yang sebenarnya, tidak bisa disangkal bahwa Barack Obama bukan hanya orang kulit hitam pertama tapi juga orang asing pertama yang berhasil menduduki jabatan presiden Amerika. Selamat.

Taliban Rebut Pos Tentara AS


Tidak ada dalam sejarah sebuah negara kecil yang berhasil mengalahkan beberapa negara superpower sekaligus seperti Afghanistan. Mereka mengalahkan Uni Sovyet dan Kerajaan Inggris pada saat kedua negara besar itu dalam puncak kekuasaannya. Dan jauh di masa lalu, sekitar 25 abad yang lalu, mereka bahkan mengalahkan pasukan Alexander the Great, sang "penakluk dunia" terbesar dalam sejarah.

Namun Amerika tidak mau belajar dari sejarah. Pada tahun 2001 lalu negara superpower ini menyerang dan menduduki Afghanistan. Dan kini, 9 tahun kemudian, Amerika belum juga sepenuhnya bisa menguasai negeri itu. Dan seperti pendahulu-pendahulunya, Amerika hampir pasti akan menjadi negara superpower lainnya yang dikalahkan Afghanistan. Inilah salah satu tandanya.

Dalam masa-masa terakhir ini Amerika terus terdesak dari posisinya di medan perang Afghanistan oleh para gerilyawan Taliban. Posisi terakhir yang mereka tinggalkan dan kini telah menjadi kekuasaan Taliban adalah Lembah Korengal. Sebagaimana disiarkan oleh televisi Al Jazeera, tgl 20 April lalu, gerlyawan Taliban memasuki pos terakhir pasukan Amerika di Lembah Korengal. Apa yang disiarkan oleh Al Jazeera itu tentu menambah semangat tempur Taliban. Sebaliknya bagi pasukan Amerika adalah sebuah pukulan yang sangat menyakitkan.

Siaran Al Jazeera menggambarkan para gerilyawan memasuki pos militer yang ditinggalkan pasukan Amerika. Selain barang-barang kurang berharga yang ditinggalkan pasukan Amerika, para gerilyawan juga menemukan sejumlah amunisi dan bahan bakar. Militer Amerika berusaha mengecilkan kekalahan mereka dengan mengatakan bahwa pos yang ditinggalkan adalah tempat yang tidak strategis. Selain itu mereka mengklaim telah mengevakuasi semua senjata dan bahan bakar sebelum meninggalkan pos.

Maj. T.G. Taylor, jubir militer Amerika di wilayah Afghanistan Timur mengatakan bahwa pasukan Amerika telah menghancurkan pos tersebut sebelum ditinggalkan dan menjamin jika Taliban menguasai pos tersebut untuk digunakan untuk kepentingan militer, "kami memiliki 2 kompi para komando yang siap menyerang kembali pos tersebut kapan saja diperlukan," kata Taylor.

Penarikan pasukan Amerika dari pos yang dijaga oleh 120 pasukan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis yang direncanakan Amerika tahun lalu. Pasukan Amerika akan berkonsentrasi pada kota-kota berpenduduk padat dan meninggalkan wilayah-wilayah terpencil dan jarang penduduknya.

Kebanyakan pos-pos terpencil Amerika dibangun sebagai sarana untuk memonitor dan menghambat pergerakan pasukan Taliban khususnya yang sering berpindah tempat antara perbatasan Afghanistan-Pakistan. Namun alih-alih memberikan keuntungan militer, pos-pos tersebut justru menjadi beban pasukan Amerika. Serangan gerilya tanpa henti terhadap pos-pos terluar memakan banyak korban pasukan Amerika selain biaya operasional yang tidak sedikit. Bulan Oktober tahun lalu sebuah serangan gerilyawan yang terencana baik nyaris menghabiskan seluruh kekuatan Amerika di Kamdesh, sebelah utara lembah Korengal, delapan pasukan Amerika tewas ditambah tiga tentara Afghanistan. Sebelumnya pada bulan Juli 2008 pos Amerika lainnya diserang hebat hingga menewaskan sembilan tentara Amerika.

"Saat kita mereposisi pasukan kita, kita sadar bahwa cepat atau lambat gerilyawan akan menyerang," kata jubir militer Amerika, Kolonel Wayne Shanks.

Penarikan pasukan Amerika di lembah Korengal yang dijuluki pasukan Amerika sebagai "lembah kematian" mengakhiri pertempuran tanpa henti yang nyaris terjadi setiap hari di tempat tersebut dan memeras habis tenaga Amerika. Sebanyak 40 lebih tentara Amerika tewas dan ratusan luka-luka di tempat tersebut selama lima tahun terakhir. Di antara korban tersebut adalah 3 tentara khusus Navi SEALS dalam penyerbuan gerilyawan pada tahun 2005. Dan saat bantuan diberikan, gerilyawan menembak jatuh sebuah helikopter pengangkut pasukan menewaskan 16 pasukan lainnya.

Tuesday, 20 April 2010

"Selingan" Para Tentara Israel


Apa yang dilakukan para tentara Israel saat tidak menembaki rakyat sipil Palestina? Salah satunya adalah "menghibur" para turis homo asing.

Sudah menjadi rahasia umum di kalangan kaum homo internasional bahwa para tentara Israel yang gagah (namun pengecut, sehingga harus mengenakan pampers saat bertempur melawan pejuang Arab dan menangis setelah dikalahkan oleh Hizbollah) dan memiliki kecenderungan diviasi seksual adalah orang-orang yang bisa memuaskan hasrat seksual mereka. Dalam beberapa tahun terakhir sejumlah event promosi telah dilakukan untuk memperkenalkan Israel sebagai surganya kaum homo internasional. Sebagai contohnya dua perusahaan asal New York, Steele Travel dan Lucas Entertainment, menawarkan paket perjalanan ke Israel kepada komunitas homo internasional.

Lucas Entertainment, sebuah perusahaan film porno, baru-baru ini berhasil "memenangkan" persaingan memperebutkan pasar pariwisata ke Israel melalui inovasinya yang "jitu". Perusahaan ini menawarkan paket wisata bagi kaum homoseksual internasional ke Israel dengan salah satu andalannya mengunjungi markas angkatan perang Israel serta kesempatan berfoto dengan tentara homo "gantheng". Sementara tentara Israel mendapakan imej yang jelek di mata masyarakat dunia, mereka tidak peduli dan tetap dengan keasyikannya sendiri. Setidaknya di mata Michael Lucas, bintang porno, produser sekaligus pemilik Lucas Entertainment.

"Potografer Israel yang bekerja untuk saya mengenal banyak tentara seksi. Ia telah banyak memotret sebagian dari mereka. Jadi kami akan membawa para turis kepada mereka dan siapa saja yang tertarik bisa berfoto dengan mereka." kata Lucas.

Lucas, adalah yahudi imigran asal Rusia yang bermigrasi ke Amerika sejak ia berumur 25 tahun. Ia sering mengungkapkan kecintaannya terhadap negara Israel kepada publik. Tahun lalu ia bankan telah membuat film porno di Israel dengan judul "Men of Israel" alias para "pejantan" Israel. Kini ia tengah memasarkan paket perjalanan wisata ke Israel selama 9 hari dengan harga $2,800 tidak termasuk tiket pesawat. Para lelaki homo akan diantar ke sejumlah tempat wisata di Israel, termasuk mengunjungi barak militer Israel dan berfoto dengan para tentara. Sejauh ini belasan orang telah memesan paket tersebut.

"Saya membantu teman-teman saya di IDF (tentara Israel) selama di Amerika, namun lebih afdhol lagi jika mendonorkannya langsung di Israel. Saya akan membawa para turis ke barak-barak militer sehingga mereka bisa melihat Israel sebagai tempatnya orang-orang cinta damai yang tidak menginginkan perang, kecuali untuk melindungi negara mereka sendiri."

Dalam promosinya Lucas menyebarkan leaflet bergambar para serdadu Israel dalam pose "sexi"-nya, termasuk foto Lucas tengah bermesraan dengan seorang serdadu.

Lukas mengatakan apa yang dilakukannya adalah murni bermotif bisnis. "Saya tidak melihat adanya masalah membawa sekelompok turis homo ke pangkalan-pangkalan militer. Saya melakukan apa yang negara tidak cukup cerdik melakukannya: mempromosikan sisi cantik negara Israel!" Katanya.

Selama kunjungan wisatanya ke Israel, Lukas merencanakan sekaligus untuk membuat film porno, termasuk melakukan pertunjukan sex live di sebuah nightclub. Hanya saja "Saya belum mendapatkan partner untuk melakukan adegan itu," katanya. Israel memang menjadi salah satu negara yang membolehkan pertunjukan sex live di klub-klub malam. "Kebebasan berekspresi" adalah jargon yang digunakan dalam hal ini.

"Saya akan membuka mata dunia tentang apa yang dihadapi oleh rakyat Israel saat ini, khususnya para gay dan homo yang menjadi target kebencian Hizbollah," tambahnya.

Sunday, 18 April 2010

Pertemuan Bilderberger Group Digelar Juni


Bilderberger Group (BG), sebuah klub elit rahasia penguasa dunia akan menggelar pertemuan tahunannya tahun ini di sebuah resort mewah terpencil di Sitges, dekat Barcelona, Spanyol, 3-6 Juni mendatang. Seperti biasa, pertemuan tersebut bersifat sangat rahasia meski dihadiri oleh orang-orang paling penting di dunia, termasuk para pimpinan media massa paling berpengaruh di dunia. Namun sebagaimana beberapa tahun terakhir, para jurnalis investigasi independen berhasil melacaknya.

Keberadaan klub ini baru diketahui publik sejak majalah independen "Spotlight" (telah dibredel pemerintah Amerika, kini diteruskan oleh "American Free Press") membuat laporan investigatif mengenainya tahun 1975. Sejak itu keberadaannya, terutama tentang anggota-anggotanya serta agenda pertemuan tahunan yang diadakan klub tersebut menjadi sumber investigasi paling eksklusif di kalangan wartawan independen.

Pertemuan BG tahun ini diadakan menyusul pertemuan "yunior"-nya, klub Trilateral Comission (TC), klub rahasia lainnya yang diadakan di Four Seasons Resort di Dublin, Irlandia, 3-6 Mei. Anggota BG yang berjumlah 100 orang juga merangkap anggota TC yang berjumlah 300 orang. Meski bukan pertemuan "resmi", event ini mendapat pengawalan super ketat melebihi pertemuan-pertemuan resmi muntilateral sekalipun. Agenda utama BG adalah mewujudkan pasar ekonomi global yang didukung oleh institusi-instusi global pendukungnya. Sedangkan agenda utama TC adalah satu tahap di bawah agenda BG, yaitu menyatukan pasar tiga kekuatan ekonomi utama dunia yaitu Amerika, Uni Eropa dan Jepang.

Para analis memperkirakan BG akan mengagendakan perpanjangan resesi global paling tidak hingga setahun mendatang. Dengan adanya resesi ini maka BG bisa mendapat situasi kondusif untuk mendorong dibentuknya lembaga semacam "Departemen Keuangan" di bawah PBB. Agenda ini sebenarnya telah dibahas dalam pertemuan tahun lalu di Yunani namun mendapat tentangan dari tokoh-tokoh nasionalis Eropa dan Amerika yang menolak menyerahkan kedaulatan negaranya kepada PBB.

Perlu dicatat bahwa Presiden Perancis Nicolas Sarkozy pada tgl 29 Maret lalu berpidato di Columbia University, Amerika dengan mengatakan apa yang menjadi agenda BG: "kita harus membentuk regim moneter internasional yang baru." Sarkozy adalah anggota BG dan ia adalah yahudi yang menurut koran nasionalis Perancis "Le Monde" aktif menjadi "sayan", yaitu keturunan yahudi mancanegara yang menjadi informan bagi dinas rahasia Israel, Mossad.

Institusi global pendukung agenda pasar ekonomi global yang diupayakan BG adalah PBB sebagai "negara super" yang memiliki konstitusi, lembaga eksekutif dengan pimpinannya seorang presiden atau sebutan lainnya, lembaga legislatif, lembaga yudikatif, mata uang, hingga polisi dan tentara sendiri yang membawahi negara-negara di seluruh dunia. Sebagai negara super, PBB berhak turut campur dalam semua masalah internal semua negara di dunia termasuk mengintervensi secara militer negara yang "membangkang".

Tidak pernah membayangkan hal seperti ini? Uni Eropa telah hampir mencapai tahap negara super seperti ini, bukan cerita fiktif.

Namun kesadaran masyarakat terhadap agenda jahat ini telah muncul di Eropa dan Amerika dan menjadi batu sandungan agenda BG. Meski media-media massa utama Amerika sengaja "menyembunyikan" agenda tersebut (ironisnya redaktur-redaktur senior Amerika dan Eropa adalah peserta rutin pertemuan BG), namun media-media massa independen secara terus-menerus membicarakan hal ini.

Pada tahun 1990-an BG menargetkan American Union atau pasar bebas Amerika yang meliputi seluruh benua Amerika, akan terbentuk pada tahun 2000. Namun resistensi masyarakat menghalangi rencana tersebut dan kini BG bahkan belum bisa menuntaskan agenda pasar bebas Amerika Utara, NAFTA, yang akan membuka perbatasan Amerika dengan Mexico serta membentuk mata uang baru.