Monday, 30 December 2019

AS Serang Basis-Basis Milisi Pro-Iran di Irak dan Suriah

* AS Terancam Diusir Kembali dari Irak

Indonesian Free Press -- Amerika melancarkan serangan udara terhadap basis-basis milisi dukungan Iran di Irak dan Suriah sebagai balasan atas serangan terhadap pangkalan militer Amerika di Kirkuk, Irak yang menewaskan seorang tentara AS.

Seperti dilaporkan media Iran Press TV, 30 Desember, lima pangkalan milisi Popular Mobilization Forces (PMU) di Provinsi Anbar, Irak dan juga di Suriah telah mendapatkan serangan udara AS pada hari Ahad (29 Desember). 

Kantor berita Reuters mengutip keterangan sejumlah pejabat PMU dan Irak melaporkan 'sejumlah personil' PMU tewas akibat serangan yang menimpa markas PMU di Distrik Qaim Provinsi Anbar di dekat perbatasan Irak-Suriah. Serangan diduga dilakukan dengan menggunakan drone sementara laporan lainnya menyebut pesawat F-15. 

Sunday, 29 December 2019

Pangkalan AS Diserang di Tengah Situasi Politik Irak yang Makin Genting

Indonesian Free Press -- Seorang tentara AS tewas setelah pangkalan militer AS di Irak diserang pejuang Irak dengan roket. Demikian seperti dilansir Press TV Kamis (27 Desember). Sementara itu situasi politik di Irak semakin genting setelah Presiden Barham Salih mengajukan pengunduran diri setelah menolak kandidat PM yang diajukan parlemen.

Mengutip keterangan Reuters, laporan menyebutkan serangan roket terjadi di dekat kota Kirkuk hari Jumat (28 Desember). Beberapa tentara AS lainnya dan juga tentara Irak yang berada di pangkalan juga mengalami luka-luka.

Otoritas keamanan Irak akan meminpin penyidikan atas insiden ini, demikian keterangan militer koalisi pimpinan AS di Irak. Belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab atas serangan ini.

Terlalu LGBT, Hungaria Boikot Acara Eurovision

Indonesian Free Press -- Hungaria menarik diri dari acara kontes musuk Eurovision yang digelar rutin setiap tahunnya oleh negara-negara Uni Eropa. Hal ini cukup mengejutkan di tengah-tengah upaya Uni Eropa mendukung gerakan LGBT di seluruh dunia dengan memberi sanksi negara-negara yang dianggap menentang LGBT.

Seperti dilaporkan Russia Insider, 23 Desember, tanpa alasan yang jelas Hungaria menarik diri dari ajang kompetisi Eurovision tahun ini. Namun diduga kuat hal ini berhubungan dengan sikap resmi pemerintah Hungaria yang menentang LGBT dan pro-keluarga normal.

"Saya tidak terkejut. Ini (LGBT) adalah hasil dari institusi budaya MTVA,” kata pejabat Hungaria yang tidak disebutkan identitasnya kepada media Inggris yang menyorot masalah ini. Televisi yang memegang kontrak siaran acara ini menolak memberikan keterangan. Sebaliknya, ketika anggota parlemen dari kubu oposisi meminta keterangan dari pemerintah ia diminta untuk meminta keterangan dari televisi tersebut.

Friday, 27 December 2019

Pengacara Trump Kembali dari Ukraina dengan Fakta2 Mengejutkan

Indonesian Free Press -- Penasihat hukum Presiden Donald Trump, Rudy Giuliani, telah kembali dari Ukraina dengan sejumlah besar fakta mengejutkan tentang korupsi yang dilakukan kubu Demokrat di Ukraina yang diduga menjadi alasan Demokrat untuk menjatuhkan Trump.

Seperti diketahui, Demokrat mengajukan upaya pemakzulan terhadap Trump setelah diketahui Trump 'mendesak' Presiden Ukraina Zelensky untuk menyelidiki dugaan korupsi yang dilakukan keluarga Joe Biden, bakal capres AS dari Demokrat, di Ukraina. Demokrat berdalih Trump telah 'campur tangan' atas negara berdaulat.

Russia Insider melaporkan, 26 Desember, bahwa Rudy Giuliani, membawa sejumlah bukti mengejutkan tentang kasus korupsi Joe Biden di Ukraina seperti upaya pembunuhan terhadap Jaksa Agung Ukraina yang tengah menyelidiki kejahatan Biden dan pencekalan warga Ukraina yang hendak bersaksi tentang kejahatan Biden oleh Dubes AS di Ukraina pendukung Demokrat, Yovanovitch.

Thursday, 26 December 2019

Kuala Lumpur Summit Tandai Berakhirnya Cengkraman Arab Saudi untuk Dunia Muslim

Copas Warta Ekonomi, 23 Desember 2019.

Forum Kuala Lumpur Summit di Malaysia yang baru-baru ini dihadiri oleh tiga kepala negara penting telah digambarkan sebagai "game changer" atau "pengubah permainan" dalam hubungan dunia Muslim dengan Arab Saudi. Para ahli memprediksi efek domino dari forum itu dapat menandai akhir dari cengkeraman teologis dan politik Kerajaan Arab Saudi di dunia Muslim.

Para ahli mengatakan Kuala Lumpur Summit juga merupakan langkah Perdana Menteri Mahathir Mohamad untuk mencari tempat lain guna transfer teknologi yang lebih cepat yang akan menguntungkan Malaysia —yang telah lama bergantung pada teknologi Barat yang mahal— dan efek yang menyertainya dalam bentuk kesepakatan senjata bernilai miliaran dolar.

Netanyahu Terbirit-birit Dengar Sirine Serangan Roket Palestina

Indonesian Free Press -- PM Israel Benjamin Netanyahu lari terbiri-birit setelah mendengar sirine serangan roket Palestina saat melakukan kampanye di kota Ashkelon. Demikian seperti dilaporkan The Guardian kemarin (26 Desember).

Netanyahu harus meninggalkan acara kampanye tersebut ketika roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza mendekati Ashkelon yang terletak 12 km dari perbatasan Gaza-Palestina. Roket tersebut diklaim Israel berhasil ditambak jatuh oleh sistem pertahanan Iron Dome.

Televisi Israel menyiarkan saat-saat Netanyahu meninggalkan acara kampanye dengan kawalan petugas keamanan yang kemudian membawanya ke sebuah 'shelter'. Militer Israel mengklaim telah mengerahkan pesawat tempur dan helikopter untuak membom Gaza sebagai balasan. Israel menuduh Hamas sebagai penanggungjawab serangan tersebut.

Pertama Kalinya Israel Akui Serang Irak

Indonesian Free Press -- Untuk pertama kalinya Israel mengakui telah menyerang Irak. Pengakuan ini sekaligus mengkonfirmasi tuduhan Irak bahwa negara zionis itu telah beberapa kali melakukan penyerangan ke wilayahnya.

Seperti dilaporkan Almanar News, 25 Desember, Panglima AB Israel Jendral Aviv Kochavi mengatakan kepada pers bahwa Israel telah mempersiapkan diri untuk menghadapi konfrontasi dengan Iran dan Israel akan selalu berupaya menghentikan penyebaran senjata Iran ke sekutu-sekutunya yang mengancam Israel. Dan di antara upaya itu adalah melakukan serangan militer ke Irak.

“Ada kemungkinan kita menghadapi konfrontasi terbatas dengan Iran dan kita telah mempersiapkan diri untuk itu,” kata Kochavi di Herzilya.

Putin Klaim Kemenangan Rusia dalam Lomba Senjata

Indonesian Free Press -- Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim kemenangan Rusia dalam lomba senjata melawan AS. 

Seperti dilaporkan Russia Today, 24 Desember, dalam pernyataan kepada para pimpinan Kementrian Pertahanan hari itu Putin mengatakan bahwa saat ini Rusia berada di situasi yang unik dimana Rusia tidak lagi harus mengejar ketertinggalan persenjataan dari AS dan justru AS lah yang kini harus mengejar ketertinggalan dari Rusia.

"Uni Sovyet (Rusia) selalu mencoba mengejar ketertinggalan dari AS, apakah itu dalam hal bom atom, pembom strategis, atau rudal antar-benua. Hari ini kita berada pada situasi unik dalam sejarah kita, mereka (AS) berusaha mengejar ketertinggalan dari kita," kata Putin.

Wednesday, 25 December 2019

Aksi Dukung Etnis Uighur di Hong Kong Berujung Ricuh

Copas Sindonews.com, Senin, 23 Desember 2019


HONG KONG - Polisi anti huru hara Hong Kong terlibat bentrokan dengan para pengunjuk rasa di Hong Kong yang memprotes tindakan Pemerintah China pada etnis Uighur, Minggu (22/12). Lusinan polisi berbaris melintasi lapangan umum yang menghadap ke pelabuhan Hong Kong untuk berhadapan dengan pengunjuk rasa yang melemparkan botol kaca dan batu ke arah aparat.Sebelumnya pada sore hari, lebih dari 1.000 orang berkumpul dengan tenang, mengibarkan bendera dan poster Uighur. Massa yang terdiri dari kaum muda dan tua itu berpakaian hitam dan memakai topeng untuk melindungi identitas mereka. 

Demonstran mengacungkan tanda bertuliskan "Bebaskan Uyghur, Bebaskan Hong Kong" dan "Otonomi Palsu" di Tiongkok menghasilkan genosida ". 

Joe Biden Inginkan Orang2 Kristen Dibidik sebagai Teroris

Indonesian Free Press -- Mungkin para pejabat Indonesia di era rejim Jokowi meniru sikap ini. Mantan Wapres dan bakal kandidat capres dari partai Demokrat, Joe Biden, mengungkapkan keinginannya agar orang-orang Kristen yang menentang agenda LGBT untuk diawasi sebagai calon teroris.

Seperti dilaporkan The Washington Sentinel, 12 Oktober, Joe Biden, dalam wawancara dengan CNN tanggal 10 Oktober mendesak pemerintah AS untuk melakukan pendaftaran terhadap organisasi-organisasi keagamaan, terutama Kristen yang merupakan agama mayoritas di AS, yang menolak pengakuan terhadap LGBT.

Menurut Biden ada tiga langkah untuk menghentikan 'kejahatan kebencian' kepada homoseksual, yaitu mengesahkan Equality Act, mengawasi organisasi2 yang mirip dengan kelompok teroris dan mengesahkan undang-undang sipil federal yang bisa mencegah   diskiriminasi berdasar orientasi seksual dan identitas jender.

Tuesday, 24 December 2019

Campur Tangani Libya, Turki Berpotensi Perang dengan Mesir

Indonesian Free Press -- Turki berpotensi terlibat perang melawan Mesir karena campur tangannya di Libya. Demikian tulis Veterans Today, 17 Desember.

Pada November lalu Presiden Turki Reccep Erdogan menawarkan bantuan kepada pemerintahan Libya di Tripoli (GNA) berupa pengiriman pasukan keamanan untuk membantu GNA yang tengah terlibat perang dengan pemberontak di Libya timur. Bantuan itu tidak gratis karena Erdogan meminta GNA untuk menyetujui perjanjian perbatasan laut dengan Turki. Fayez al-Sarraj, Perdana Menteri GNA merangkap Ketua Dewa Kepresidenan Libya menyetujui tawaran itu.

Berdasar kesepakatan itu Erdogan pun langsung mengklaim hak atas eksplorasi ekonomi di Laut Mediterania (Laut Tengah) yang membentang antara Turki dan Libya. Ia juga mengklaim semua pipa bawah laut yang terletak di wilayah tersebut harus mendapat ijin Turki. 

Saudi Hukum Mati 5 Pembunuh Khasoggi, Bebaskan Pembantu2 Dekat MBS

Indonesian Free Press -- Pengadilan Saudi Arabia menjatuhkan hukuman mati kepada 5 orang terdakwa pembunuh jurnalis Jamal Khashoggi namun membebaskan para pembantu dekat Putra Mahkota MBS yang diduga kuat turut dalam pembunuhan keji tersebut.

Seperti dilaporkan The Guardian, 23 Desember, 5 orang dijatuhi hukuman mati dan 3 orang lainnya dijatuhi penjara keseluruhan selama 24 tahun atas pembunuhan Khasoggi yang menggegerkan dunia setahun yang lalu. Namun sejumlah orang penting di sekitar Pangeran MBS dinyatakan bebas. Selain itu pembunuhan juga dinyatakan sebagai tindakan yang 'tidak direncanakan'.

Monday, 23 December 2019

Hukuman Mati dengan Cara Hina untuk Musharraf Picu Protes

Indonesian Free Press -- Mantan Presiden dan Panglima Tentara Pakistan Jendral Pervez Musharraf dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Khusus, 19 Desember lalu atas kejahatan luar biasa (pengkhianatan tingkat tinggi) yang dilakukannya semasa berkuasa. Namun cara hukumannya dianggap terlalu keji sehingga memicu protes masyarakat termasuk para ulama dan kalangan angkatan bersenjata.

Seperti dilansir Veterans Today, 21 Desember, dalam vonis yang dibacakan Hakim Waqar Seth disebutkan: 

“Kami memerintahkan kepada para penegak hukum untuk melaksanakan keputusan ini dan untuk memastikan terdakwa [Musharraf] digantung pada lehernya. Setelah meninggal mayatnya diseret ke D-Chowk, Islamabad, Pakistan dan digantung selama 3 hari”.

Friday, 20 December 2019

Kapal Induk Kedua Cina Diresmikan

Indonesian Free Press -- Cina meresmikan kapal induk keduanya di tengah ketegangan terkait klaim Cina atas wilayah Laut Cina yang ditolak AS dan negara-negara tetangga.

Seperti dilaporkan oleh kantor berita Perancis AFP, 17 Desember, kapal berbobot 50.000 ton ini diresmikan oleh President Xi di pangkalan laut Sanya yang terletak di Provinsi Hainan, Cina selatan. Kapal yang diberi nama Shangdon (nama salah satu provinsi di Cina) ini sepenuhnya buatan Cina. Berbeda dengan pendahulunya, Liaoning, yang merupakan perombakan dari kapal bekas milik eks. Uni Sovyet. Liaoning diresmikan tahun 2012 lalu. Selain itu Cina diketahui juga tengah membangun kapal induk ketiganya yang dilengkapi dengan peluncur pesawat elektromagnetik dan landasan pacu datar.

Mengapa Epstein Dibunuh?

Indonesian Free Press -- Inilah yang saya sukai tentang Amerika di luar birokrasi dan politiknya yang korup. Siapapun Anda, presiden sekalipun, jika terbukti bersalah akan berakhir di penjara atau kariernya jatuh. Di sisi lain masih banyak aparat penegak hukum yang 'idealis' sehingga secara umum penegak hukum memiliki kewibawaan yang tinggi di mata publik.

Ini seperti yang digambarkan dalam film 'Cop Land', film yang dibintangi Silveter Stallone dan Robert de Niro dan dirilis tahun 1997. Dalam film ini digambarkan seorang sherif kota kecil di pinggiran kota New York harus menghentikan kejahatan segerombolan polisi New York yang diseganinya. Atau kisah nyata Pat Garret, seorang sherif kota kecil yang harus memburu pembunuh terkenal Billy the Kid.

STOP! JANGAN SAKITI HATI UMMAT ISLAM INDONESIA.

Oleh : Anton Permana.
(Direktur Eksekutif Forum Majelis Bangsa Indonesia)

Apa yg penulis pernah sampaikan di awal pemerintahan Jokowi jilid dua ini tentang susunan kabinet para menteri yg seolah membentuk ‘formasi tempur’ ke dalam (internal dalam negeri) ternyata benar.
Faktanya, ada 5 orang menteri Jokowi yg begitu agresif menyerang Islam. Yang sebenarnya masih menggunakan isu basi seperti terorisme, radikalisme, cadar, intoleransi, dan anti Pancasila.
Puncaknya adalah ketika dikeluarkannya rilis tentang IKUB (Indeks Kerukunan Ummat Beragama) oleh Kemenag RI yang langsung mendapat reaksi keras dari masyarakat, tokoh dan ulama.

Wednesday, 18 December 2019

UIGHUR..*

*KH. Fahmi Salim

Hanya 20 tahun setelah Nabi Muhammad ﷺ wafat, umat Islam tiba di Uighur, Xinjiang, perbatasan Cina, 3.000 km jauhnya dari Mekah.

Kaisar Tang, Cina, menawarkan perdamaian, ditandai dengan diterimanya utusan, sahabat Nabi Saad bin Abi Waqqash _radhiyallaahu 'anhu_ di pusat kerajaan Cina.

*Uighur bergabung dalam Daulah Islam di masa Utsman bin Affan _radhiyallaahu 'anhu dari Uighur inilah teknologi kertas pindah dari Cina ke negeri muslim, sehingga di mulailah penyusunan mushaf AlQuran Utsmani.

Thursday, 12 December 2019

Media Asing: China Rayu Ormas Islam RI Agar Diam soal Uighur

Copas CNN Indonesia, Kamis, 12/12/2019 21:20 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- China disebut berupaya membujuk sejumlah organisasi Islam seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, media Indonesia, hingga akademisi agar tak lagi mengkritik dugaan persekusi yang diterima etnis minoritas Muslim Uighur di Xinjiang.

Laporan the Wall Street Journal (WSJ) yang ditulis Rabu (11/12), memaparkan China mulai menggelontorkan sejumlah bantuan dan donasi terhadap ormas-ormas Islam tersebut setelah isu Uighur kembali mencuat ke publik pada 2018 lalu.

Saat itu, isu Uighur mencuat usai sejumlah organisasi HAM internasional merilis laporan yang menuding China menahan satu juta Uighur di kamp penahanan layaknya kamp konsentrasi di Xinjiang.

Monday, 9 December 2019

Jubir Presiden 'Ancam' Rocky Gerung karena Kritik Presiden

Indonesian Free Press -- Jubir kepresidenan Fadjroel Rachman 'mengancam' pengamat politik Rocky Gerung karena dianggap telah mengolok-olok Presiden Jokowi. Fajroel meminta Rocky untuk berhati-hati dalam menyampaikan pendapatnya di muka umum.

"Hati-hati saja. Tetapi melakukan kritik, karena kritik itulah menjadi sumber dari perkembangan demokrasi kita," kata Fadjroel kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta dan dikutip Tempo, 5 Desember lalu.

Fadjroel sendiri tidak bersedia berkomentar tentang pernyataan Rocky Gerung yang menyebut Presiden Joko Widodo tidak paham Pancasila. 

"Saya senyum saja deh kalau Rocky Gerung ya. Ha-ha-ha," ujarnya.

Sunday, 8 December 2019

Kejahatan yang Tidak Bisa Dipercaya Akal

Indonesian Free Press -- Syahdan pada suatu hari ada seorang bocah perempuan gelandangan di kota besar di Amerika ditangkap polisi. Bocah ini kemudian diserahkan ke panti sosial milik pemerintah setempat. Beberapa waktu kemudian bocah ini dipelihara oleh sebuah yayasan sosial milik swasta. Setelah beberapa lama bocah ini diserahkan kepada satu keluarga kaya yang kemudian diketahui sebagai 'mucikari' kelas atas.

Oleh mucikari tersebut bocah kecil itu bersama bocah-bocah kecil lainnya yang senasib, laki-laki dan perempuan, sering dibawa pergi keliling Amerika, Eropa hingga ke penjuru dunia, mengikuti pesta-pesta orgi dan ritual-ritual aneh, menjadi obyek 'permainan'. Berbagai bentuk pelecehan seksual dia alami hingga ke bentuk yang tidak terbayangkan. Yang paling ekstrem adalah ia menyaksikan anak-anak kecil dibunuh, darahnya dihisap, dimutilasi dan dagingnya dimakan mentah-mentah. Sebagian peserta ritual aneh itu hanya memakan daging manusia setelah dagingnya dipanggang atau dimasak, setelah organ-organ pentingnya seperti jantung, mata, dan ginjal diambil (untuk diperdagangkan di pasar gelap organ manusia).

Iran Terancam Kehilangan Pengaruh di Irak

Indonesian Free Press -- Invasi AS dan koalisinya atas Irak tahun 2003 dan ditambah invasi ISIS tahun 2014 membawa keberkahan besar bagi Iran. Irak, negara mayoritas Shiah namun selama berpuluh-puluh tahun dipimpin oleh orang-orang Sunni itu kemudian menjadi 'negara vassal' atau bawahan Iran setelah terusirnya AS dan ISIS berkat jasa Iran. Tidak ada pemerintahan, paska invasi AS, yang bisa tegak bertahan tanpa 'restu' Iran. Tentara Iran dan milisi-milisi Shiah pro-Iran juga bertebaran di Irak.

Namun kondisi ini kini terancam punah dalam sekejap. Rakyat Irak, tidak hanya orang-orang Sunni tapi juga Shiah kini menyerukan penolakannya atas pengaruh Iran di Irak. Sementara pengaruh AS dan Saudi masih sangat kuat, khususnya di wilayah-wilayah mayoritas Sunni dan Kurdi di barat dan utara Irak, perkembangan baru ini membuat dilema yang sangat serius bagi Iran. Pengaruhnya yang sudah sangat kuat saat ini di kawasan bisa hancur begitu saja.

Friday, 6 December 2019

ALUR BERPIKIR PAK JOKOWI ITU NGAWUR !!!

Oleh: Azwar Siregar

Lagi rame ya Pak Jokowi lagi-lagi ngomong lewat cuitan di Twitternya dengan bahasa yang cuma di pahami oleh beliau sendiri.
(Saya haqqul yakin, para pendukung Pak Jokowi biarpun tepuk tangan tapi pasti tidak paham).
Pak Jokowi mau menghadirkan Pancasila melalui Olahraga, Musik dan Film
(Bagus...kalau saja beliau memang paham Pancasila).
Tapi cuitan selanjutnya ....
1. Tidak masalah kita nebeng sama Didi Kempot
(Apa hubungan Pancasila dengan Didi Kempot? 😅)
2. Titip sama Sad Boy dan Sad Girl
(Apaan sih...?🙄🙄)
3. Jadi bagian Sahabat Ambyar
(Oo...maksudnya biar jadi Pancasilais kita ikutan di komunitas fans Mas Didi Kempot. Hayuk tepuk tangan 🤗)
4. Titip satu lirik di "Pamer Bojo".
(Mungkin ini ada kaitannya dengan kisah Bu Iriana terjengkang dan sering pakai sepatu kebesaran satu nomor...🤣🤣🤣)
#Penutupnya
Demi Nilai-nilai Pancasila yang menjangkau Generasi Muda.
Pertanyaan saya :
Dari poin nomor satu sampai poin nomor empat, dimana yang ada nilai Pancasilanya?
Ok..pertanyaanya saya permudah (siapa tahu ada cebong yang ikut baca), dari poin pertama sampai poin ke empat cuitan Pak Jokowi, dimana yang ada bersinggungan dengan kelima sila dari Pancasila?
Cara dan alur berpikir Pak Jokowi menurut saya ngawur !!!
===================================
Ok. Kita coba masuk kecuitan beliau yang lain yang berhubungan dengan Pancasila.
1. Beliau mengaitkan program-program kartunya, misalnya Kartu Indonesia Sehat dengan Pancasila khususnya Peri Kemanusiaan, yaitu Sila Kedua : Kemanusiaan yang adil dan beradab.
Pertanyaanya :
Keadilan di dalam kemanusiaan seperti apa yang dirasakan rakyat kalau peserta KIS dibagi-bagi berdasarkan kemampuan membayar?
Keberadaban didalam kemanusiaan seperti apa yang diterima rakyat kalau peserta KIS kelas tiga dianggap benalu dan diperlakukan berbeda dengan pasien umum.
2. Beliau mengaitkan Keadilan Sosial atau sila kelima Pancasila (Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia) dengan kebijakan BBM satu harga.
Kebijakan ini menurut saya paling ngawur dan tidak adil kalau ditinjau dari sudut sosial. Bagaimana bisa harga BBM sama sedangkan setiap daerah berbeda tingkat kemakmurannya. Kalau mau adil secara sosial, harusnya harga berbeda berdasarkan kemampuan sosial setiap wilayah. Pertimbangkan juga daerah-daerah yang wilayahnya jadi penghasil minyak seperti Aceh, Palembang, Riau dan Kaltim. Harusnya masyarakat disana mendapatkan harga BBM yang lebih murah karena minyaknya dari tambang di tanah dan laut mereka. Keadilan sosial itu bukan harus sama rata-sama rasa. Itu keadilan sosial ala komunisme. Anak-anak ku aja yang sama-sama SD jajannya berbeda. Kakaknya yang kelas lima jajannya lebih banyak dibandingkan adiknya yang kelas 1 SD apalagi si Bungsu yang masih TK. Karena keadilan sosial yang sesungguhnya harus mempertimbangkan banyak hal.
3. Makin Ngawur Pak Jokowi mengaitkan pembangunan infrastruktur dengan sila ketiga, Persatuan Indonesia. Kalau yang belia bangun jembatan yang menyatukan antar pulau-pulau di Indonesia, Ok, saya sepakat. Tapi kalau infrastruktur yang dimaksud justru jalan tol, benar-benar pikiran tolol. Jalan tol itu berbayar dan motor dilarang masuk.
Tapi penutup cuitan beliau saya setuju :
Semua pihak hendaknya menampakkan rasa ideologi Pancasila dalam kebijakan dan regulasi ....
Sayangnya semua cuma manis dibibir (atau sekali lagi Pak Jokowi memang tidak mengerti). Rasa ideologi Pancasila apa yang dimaksud beliau dengan menaikkan iuran BPJS sedangkan ekonomi rakyat semakin susah. Lucunya, tunjangan pejabat BPJS-nya beliau naikkan. Semakin lucu karena dana BPJSnya malah defisit besar-besaran...
#Ngawur !!!
Note :
Saya bukan mengatakan Pak Jokowi bodoh. Tapi menurut saya beliau memang sangat tidak cerdas...

Wednesday, 4 December 2019

China Serang Balik AS atas Hongkong

Indonesian Free Press -- China melarang kapal perang AS merapat di Hongkong dan melarang keberadaan NGO-NGO AS di Hongkong sebagai balasan atas undang-undang baru AS yang mendukung aksi demonstrasi di Hongkong.

Seperti dilaporkan Veterans Today, 2 Desember, Jubir Kemenlu Cina Hua Chunying mengumumkan hari Senin (2 Desember):  "sebagai respon atas sikap AS yang tidak masuk akal, pemerintah China memutuskan untuk membatalkan ijin kunjungan kapal perang AS ke Hongkong."

Tidak disebutkan sampai kapan larangan ini diberlakukan.

Kunjungan kapal perang AS ke HOngkong untuk beristirahat dan berekreasi bagi awak-awaknya telah menjadi tradisi sejak HOngkong masih dikuasai Inggris dan terus dilanjutkan oleh pemerintah Cina.

Selain itu Hua Chunying juga mengumumkan sanksi kepada NGO-NGO AS yang selama ini beroperasi di Hongkong karena dianggap telah berlaku buruk dan memperkeruh situasi di Hong Kong. NGO-NGO itu termasuk National Endowment for Democracy, Human Rights Watch dan Freedom House.

Menurut Hua NGO-NGO ini bertanggungjawab besar atas kekacauan di Hong Kong.

Assad: Epstein dan Pendiri White Helmets Dibunuh karena Tahu Terlalu Banyak

Indonesian Free Press -- Presiden Suriah Bashar al Assad menyamakan kematian pendiri White Helmets dengan predator sex AS Jeffrey Epstein. Mereka dibunuh karena terlalu banyak mengetahui sepak terjang elit AS, Inggris dan negara-negara lain dan karenanya dianggap membahayakan.

Hal itu dikatakan Assad dalam wawancara dengan media Rusia 'Rossiya-24', Kamis (14 November). 

"Kematian Jeffrey Epstein menunjukkan bahwa orang-orang seperti dia, juga mantan pendiri White Helmets, tahu terlalu banyak tentang orang-orang kaya dan berkuasa..... Epstein dibunuh karena mengetahui rahasia-rahasia vital berhubungan dengan orang2 penting di Inggris dan AS dan kemungkinan juga di negara-negara lain," kata Assad dalam wawancara itu.

Mereka dianggap sebagai beban setelah menunaikan tugasnya. Ibarat pepatah, habis manis sepah dibuang.

Tembak Drone dan Helikopter Saudi Houthi Buktikan Miliki Pertahanan Udara Canggih

Indonesian Free Press -- Kelompok pejuang Yaman Houthi membuktikan telah memiliki sisterm pertahanan udara canggih dengan menembak jatuh drone dan helikopter Saudi Arabia. 

Seperti dilansir South Front 2 Desember, Jubir kelompok pejuang Yaman Brigjen Yahya Sari mengumumkan telah menembak jatuh sebuah drone modern Saudi Arabia pada akhir bulan November lalu. Drone yang diketahui buatan Cina tipe Wing Loong tersebut ditembak saat menjalankan misi mata-mata di Distrik Hayran, Provinsi Hajjah, Yaman.

“Pesawat musuh itu ditembak dengan rudal darat-udara yang jenisnya akan diumumkan nanti,” kata Brigjen Yahya Sari seraya berjanji akan merilis video penembakan drone tersebut.

Monday, 2 December 2019

Nuklir ISIS dan 'Pilihan Samson' Israel

Indonesian Free Press -- Kelompok teroris ISIS nyaris memiliki bom nuklir yang dihasilkan dari pusat penelitian nuklir yang mereka kuasai di kota Mosul, dengan bantuan AS dan Israel. Demikian seperti dilaporkan Veterans Today 28 November lalu melalui artikelnya, 'NEO – America owes its freedom to one man, Bashar al Assad'.

"Adapun tentang nuklir, ini adalah rencana mereka. Ketika Mosul jatuh ke tangan ISIS, fasilitas nuklir di sana mulai mengembakan generasi ketiga bom nuklir, senjata nuklir moderat dengan daya ledak antara 2 sampai 10 kiloton," tulis Veterans Today.

Rancang bangun senjata itu diselundupkan dari AS dalam pemerintahan Bill Clinton, menjelaskan dengan detil cara2 mengubah bahan bakar nuklir menjadi bom nuklir, hal yang sampai sekarang menjadi masalah bagi Iran. Bukan sekedar 'bom kotor' atau “fizzlers” melainkan bom nuklir kompek (kecil, mudah dirakit dan dipindah-pindahkan) namun memiliki kekuatan seperti bom yang menghancurkan Hiroshima-Nagasaki.

Saturday, 30 November 2019

Iran, China dan Russia Gelar Latihan Perang Bersama

*Iran Lengkapi Kapal2 Perangnya dgn Peluncur Rudal Vertikal


Indonesian Free Press -- Iran bersama Cina dan Rusia semakin mengukuhkan posisi bersama sebagai kekuatan penyeimbang AS dan sekutu-sekutunya dengan menggelar latihan perang bersama.

Seperti dilaporkan Mail Online dengan mengutip media Iran Mehr, 28 November, ketiga negara akan menggelar latihan perang bersama untuk pertama kalinya 'dalam waktu dekat'. Latihan akan berlangsung di Samudra Hindia, demikian seperti dikatakan komandan AL Iran Admiral Hussein Khanzadi, 27 November.

"Disain dan rencana latihan ini telah dibuat bulan lalu dan pasukan sudah bersiap untuk berlatih," kata  Khanzadi .

Friday, 29 November 2019

FBI Inginkan Pangeran Andrew Bersaksi atas Jaringan Prostitusi Global

Indonesian Free Press -- Penyidik federal AS FBI dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk memanggil Pangeran Andrew dari Inggris untuk dimintai keterangan terkait jaringan prostitusi ilegal global milik yahudi kontroversial Jeffrey Epstein yang melibatkan dua presiden AS.

Seperti ditulis Jonas E. Alexis di Veterans Today, 24 November lalu, FBI dan Kejaksaan Agung AS tengah membicarakan kemungkinan pemanggilan Pangeran Andrew untuk memberikan keterangan penting terkait jaringan prostitusi Epstein. Pangeran Andrew diketahui memiliki hubungan dekat dengan Epstein dan sejumlah saksi menyebutkan Andrew melakukan hubungan seks dengan wanita-wanita di bawah umur yang dipelihara oleh Epstein.

Namun tidak hanya Andrew yang  harus dipanggil. Sejumlah tokoh penting juga harus dipanggil untuk membantu penyidikan, termasuk Presisden Donald Trump dan mantan Presiden Bill Clinton.

Media Rusia Sebut Direktur CIA-AS Ancam Raja Saudi

Indonesian Free Press -- Media Rusia New Eastern Outlook (NEO) melaporkan bahwa Direktur CIA Gina Haspel telah mengancam Raja Saudi Arabia agar menghentikan langkah Saudi untuk berdamai dengan Iran. 

Dalam ancaman tersebut disebut-sebut Amerika akan menyeret Putra Mahkota Mohammad bin Salman (MBS) ke pengadilan internasional atas pembunuhan wartawan Jamal Khasoggi. Amerika juga mengancam akan menfasilitasi serangan drone dan rudal pejuang Yaman seperti terjadi bulan Sepember lalu terhadap fasilitas minyak Aramco.

Menurut laporan itu langkah Saudi untuk berdamai dengan Iran telah membuat cemas AS dan Israel. Beberapa langkah telah diambil AS untuk mencegah perdamaian Saudi-Iran seperti pengiriman pasukan AS ke Saudi serta beberapa perundingan rahasia antara pejabat pejabat kedua negara termasuk pertemuan Menlu Saudi dan Iran. Namun demi menjamin berjalannya agenda AS di kawasan, Direktur CIA pun dikirim ke Saudi.

Thursday, 28 November 2019

Rusia Ijinkan AS Inspeksi Rudal Hipersonik Avangard

Indonesian Free Press -- Rusia mengijinkan sekelompok ahli AS untuk melakukan inspeksi atas rudal hipersonik terbaru mereka Avangard. Rusia menyebut rudal ini sudah akan siap beroperasi akhir tahun ini.

Seperti dilansir NEWSWEEK dengan mengutip Interfax, 26 November, para inspektor AS itu terbang ke Rusia minggu ini dalam kunjungan selama 2 hari sebagai bagian dari kesepakatan perjanjian pengawasan senjata nuklir bilateral New START yang akan berakhir tahun 2021 mendatang.

Presiden Russia Vladimir Putin mengumumkan keberadaan senjata ini pada bulan Februari tahun lalu bersama beberapa senjata 'pengubah permainan' lainnya seperti torpedo dan rudal jelajah berpenggerak tenaga nuklir. Putin menyebut Avangard akan mulai beroperasi akhir tahun ini.

Israel - Suriah Saling Gempur

Indonesian Free Press -- Israel dan Suriah terlibat aksi saling gempur pekan lalu. Sementara sistem pertahanan udara Rusia kembali bungkam atas serangan Israel ke Suriah.

Seperti dilansir kantor berita Rusia TASS dengan mengutip keterangan pers militer Israel, 20 November lalu, Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah posisi pasukan Suriah dan Iran di Suriah sebagai balasan atas serangan roket yang dilancarkan Iran atas posisi Israel di Dataran Golan. 

"Pada hari Selasa (19 November) Israel mengumumkan telah menembak jatuh empat roket yang ditembakkan dari Suriah ke Dataran Golan," tulis TASS.

Wednesday, 27 November 2019

Uji Coba Radar S-400 Turki Olok-Olok AS

Indonesian Free Press -- Turki dianggap telah mengolok-olok AS dan 'melampaui lampu merah' dengan menggelar ujicoba radar sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia.

Seperti dilansir Russia Today, 26 November, keputusan Turki untuk melakukan ujicoba tersebut dianggap telah mempermalukan AS dan dianggap sebagai 'pelecehan terbuka' terhadap Presiden AS Donald Trump. Hal itu disampaikan oleh Senator Chris Van Hollen dalam kicauannya di Twitter yang juga menyebut Turki telah 'melampau garis merah' dengan langkah tersebut.

“Dua minggu setelah kunjungannya ke Gedung Putih, Erdogan mengolok-olok Presiden Donald Trump, AS dan NATO”, tulis Van Hollen di akun Twitter-nya, Senin (25 November). Ia juga menyerukan Trump untuk memberikan sanksi kepada Turki.

Pejuang Yaman Lancarkan Serangan Besar di Tengah2 Perundingan dengan Saudi

Indonesian Free Press -- Pejuang Yaman melancarkan serangan besar-besaran terhadap pasukan koalisi Saudi Arabia di tengah-tengah perundingan yang digelar kedua pihak. 

Seperti dilansir situs Almanar News, 25 November dengan mengutip keterangan pers jubir militer Yaman Jendral Yehya Sarea, Senin (25 November), pihaknya telah melancarkan serangan rudal ballistik dan drone bersenjata terhadap pangkalan militer pasukan bayaran (mercenaries) di daerah Mocha di pantai barat Yaman.

Jendral Sarea mengungkapkan pihaknya meluncurkan sembilan rudal ballistik dan 20 drone terhadap pangkalan pasukan bayaran yang berasal dari berbagai negara seperti Saudi, Emirat Arab dan Sudan. Sekitar 350 pasukan tewas dan terluka dalam serangan itu, kata Sarea. Selain itu serangan menghancurkan sejumlah peralatan termasuk radar dan kendaraan-kendaraan militer.

Sunday, 24 November 2019

Iran Tangkap Para Pemimpin Aksi Rusuh

Indonesian Free Press -- Iran telah menangkap sejumlah besar pemimpin aksi-aksi kerusuhan yang telah menelan sejumlah besar nyawa. AS, Israel dan sejumlah negara kawasan dituduh berada di balik aksi-aksi tersebut.

Seperti dilansir Fars News, 21 November, Jubir pasukan Garda Revolusi Iran Brigjen Ramezan Sharif mengumumkan penangkapan sejumlah pemimpin aksi rusuh di empat provinsi.

"Para pemimpin aksi rusuh di empat provinsi , Alborz, Fars, Tehran dan Khuzestan, telah ditangkap, kata Jendral Sharif, di hadapan peserta pertemuan di Provinsi Gilan pada hari Rabu," tulis laporan itu.

Saturday, 23 November 2019

Suriah akan Pasang Rudal HQ-9 Cina

Indonesian Free Press -- Suriah dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk memasang sistem rudal pertahanan udara buatan Cina, HQ-9. Demikian seperti ditulis media Lebanon Al-Masdar News dan dikutip Veterans Today, 22 November.

"Sejumlah sumber di Suriah mengatakan bahwa Suriah tengah bernegosiasi dengan China terkait dengan pembelian sistem rudal HQ-9 (sumber lain menyebutkan HQ-22) sebagai alternatif rudal S-300 Rusia yang tidak efektif menghadapi serangan -serangan Israeli,” tulis Al-Masdar.

Menurut laporan itu keinginan Suriah tersebut disebabkan oleh Rusia yang tidak sepenuhnya memberikan sistem rudal S-300 kepada Suriah dan hanya menggunakannya untuk keamanan militer Rusia di Suriah saja. Itulah sebabnya Israel berkali-kali leluasa melakukan serangan ke Suriah.

Puluhan Pendeta dan Cendekiawan Katholik Protes Vatikan Dikangkangi 'Dajjal'

Indonesian Free Press -- 100 pendeta dan cendekiawan Katholik membuat pernyataan bersama memprotes aksi Paus Francis menggelar acara pagan di Vatican. Demikian laporan LifeSiteNews 12 November lalu.

Dipimpin Archbishop Carlo Maria Viganò sekelompok pendeta dan cendekiawan lintas negara itu merilis pernyataan bersama hari itu untuk memprotes upacara ritual pagan Amazon Synod di Roma dimana penyembahan dewa Pachamama dilakukan. Pada saat itu Sri Paus tidak hanya mendukung namun juga terlibat dalam ritual tersebut. Mereka menyebut tindakan Paus sebagai 'dosa besar' dan meminta para pemimpin agama Katholik di seluruh dunia untuk melakukan koreksi atas 'skandal' tersebut.

Wednesday, 20 November 2019

Turki Dituduh Lindungi Teroris-Teroris ISIS

Indonesian Free Press -- Turki diketahui melindungi sejumlah teroris yang telah melakukan sejumlah aksi keji di Suriah. Demikian laporan jurnalis Fabio Giuseppe dan Carlo Carisio yang dilansir Veterans Today Italy, 12 November. Sejak ribuan anggota ISIS dilepas Turki bulan lalu telah terjadi 30 pemboman dalam rentang waktu 10 hari bulan November. Tambah laporan itu.

"Di antara mereka terdapat seorang pemimpin ISIS yang pada 12 Oktober membunuh politisi wanita Kurdi Hevrin Khalaf," tulis Veterans Today. 

Khalaf diketahui aktif melakukan dialok politik di antara kelompok-kelompok Kurdi, Shiah, Sunni dan Kristen di Rojava (Kurdistan Suriah) pada saat AS, Inggris, Israel dan Turki melakukan segalanya untuk menciptakan pertikaian antar kelompok etnis demi menjaga bisnis gelap senjata dan minyak yang menguntungkan negara2 tersebut.

Monday, 18 November 2019

Joe Biden: Pemimpin2 Yahudi Dorong Pernikahan Sejenis

Indonesian Free Press -- Mantan Wapres AS Joe Biden menyebut bahwa para pemimpin yahudi telah berhasil membuat pernikahan sejenis diterima di mana-mana. Demikian seperti dilansir The Washington Post, 22 Mei tahun 2013 lalu.

“Para pemimpin yahudi di media massa berperan besar bagi diterimanya pernikahan sejenis di Amerika," kata Biden dalam acara yang digelar warga yahudi Amerika, Democratic National Committee Reception for Jewish American Heritage Month.

"Saya percaya bahwa apa yang mempengaruhi gerakan ini (pernikahan sejenis), apa yang mempengaruhi sikap kita di Amerika baik di bidang budaya dan seni dan sebagainya,” tambahnya.

Sunday, 17 November 2019

Kekuatan Gelap di Balik Kerusuhan Iraq, Juga Lebanon

Indonesian Free Press -- Irak dan Lebanon, dua negara dimana pengaruh Iran semakin kuat, kini tengah dilanda krisis politik yang serius yang diwarnai dengan aksi-aksi demonstrasi dan anarkhisme menentang kekuasaan. Dalam aksi-aksi tersebut sangat tampak ditujukan terhadap Iran meski para demonstran menyembunyikannya sebagai tuntutan demokrasi dan perbaikan ekonomi. 

Di Lebanon aksi demonstrasi relatif mereda setelah pemerintahan Saad Hariri mengundurkan diri dan rakyat sudah relatif sadar dengan adanya persekongkolan zionis untuk menghancurkan negara tersebut. Ingat, Israel menyerbu Lebanon tahun 1982 dan menduduki sebagian wilayah negara ini selama bertahun-tahun kemudian membentuk faksi-faksi yang bertikai dalam perang sipil berdarah-darah. Setelah itu Israel juga berkali-kali melakukan serangan militer ke Lebanon, terakhir tahun 2006. Namun Irak yang tidak pernah merasakan langsung invasi Israel dan sentimen Shiah-Sunni-Kurdi yang masih kuat masih terus dilanda kerusuhan.

Friday, 15 November 2019

Tolak Dajalisme Rusia Pun Gemilang

Indonesian Free Press -- Poitisi dan media-media Barat terus-menerus menggambarkan Rusia sebagai negara 'sakit' negara setengah maju yang tidak pernah bisa benar-benar maju. 
Politisi dan mantan kandidat presiden AS John McCain menyebut Rusia sebagai 'stasiun BBM yang menyamar sebagai negara'. Cendekiawan Inggris Robert Service yang pernah menulis biograpi Lenin, Stalin, dan Trotsky mengolok-olok kelemahan Rusia dalam tulisan terakhirnya berjudul ‘Kremlin Winter’ bulan lalu dan mendapat sambutan hangat media-media utama Barat seperti Financial Times. 

Service menyebut ekonomi Rusia hanya sebesar Belanda dan sangat tergantung pada ekspor minyak dan gas dan bukan pada industri manufaktur. Para ahli Barat juga menuduh Rusia lebih banyak membelanjakan kebutuhan militer ketimbang infrastrukturnya. 

Tuesday, 12 November 2019

Pemimpin Teroris 'White Helmets' Tewas di Istanbul

Indonesian Free Press -- Mantan tentara Inggris yang turut mendirikan organisasi White Helmets, James Le Mesurier, ditemukan tewas di dekat rumahnya di Istanbul Turki, Senin (11 November). Demikian seperti dilaporkan Reuters.

"Pendiri organisasi yang melatih kelompok penolong “White Helmets” di Suriah ditemukan tewas di Istanbul, seorang tetangga dan seorang diplomat mengatakan hari Senin," demikian tulis Reuters.

Mengutip keterangan seorang diplomat yang tidak disebutkan namanya Reuters menyebut penyebab kematian pendiri Mayday Rescue Group itu masih belum jelas. Sky News menyebutkan kemungkinan 'bunuh diri'. Sementara Veterans Today menyebut kemungkinan agen-agen Rusia sebagai pembunuhnya.

Tuesday, 5 November 2019

Karena Terlalu Liberal

Indonesian Free Press -- Publik Amerika, khususnya di negara bagian Minnesotta, tengah dilanda kegalauan karena tingkah polah para pelaku dan aktifis LGBT yang semakin menjadi-jadi. Seorang transgender diketahui telah menunjukkan alat kelaminnya di hadapan anak-anak sekolah dalam acara 'drag queen' yang digelar di Ridgedale Library Minnesotta bulan Oktober lalu.

Seperti dilaporkan oleh LifeSiteNews, 31 Oktober, LSM perlindungan anak Child Protection League (CPL) mempublikasikan gambar yang menunjukkan seorang trangender bernama Sasha Sota mempertunjukkan alat kelaminnya di hadapan anak-anak kecil.

Sunday, 3 November 2019

Israel-Iran Tidak Punya Pilihan Selain Perang

Indonesian Free Press -- Tidak pernah selama ini Israel berada pada situasi terancam seperti saat ini. Berpuluh-puluh tahun sejak merdeka tahun 1948 Israel merasa jauh lebih superior dibandingkan tetangga-tetangganya di kawasan sehingga dengan percaya diri melancarkan serangan-serangan dan pendudukan-pendudukan ke tetangga-tetangganya itu. Namun, saat ini Israel justru merasa tengah terpojok dan terancam, oleh Iran.

Dalam artikel berjudul 'Iran Prepares For War With Israel' di situs Oil Price.com tanggal 21 Oktober lalu analis politik Yossef Bodansky mengungkapkan kegundahan Israel ini.

Saturday, 2 November 2019

Baghdadi ISIS Hanya Pensiun Seperti Halnya Osama

Indonesian Free Press -- Seorang aktifis yang kemarin sangat galak menuntut keadilan atas kematian peserta aksi 22 Mei dan ratusan petugas KPPS pilpres lalu dalam beberapa hari terakhir tampak melunak sikapnya setelah sebagian tuntutannya mendapatkan 'lampu hijau' dari rejim curang. Kemudian, secara tiba-tiba ikut-ikutan latah menanggapi kabar kematian pimpinan ISIS Baghdadi yang diklaim Amerika dengan menyatakan dukungan pada Amerika.

Ini mengingatkan saya pada seorang 'pejuang kemanusiaan' dan aktifis perburuhan yang ikut-ikutan latah mendukung Amerika dalam peristiwa serangan WTC tahun 2001. Bagi kami keduanya sama saja, hanya manusia-manusia rendahan yang mencari keuntungan pribadi dengan mengorbankan prinsip-prinsip kebenaran.

Friday, 1 November 2019

AS Pergi, Saudi Minta Damai dan Iran pun Menang

Indonesian Free Press -- Konflik Timteng tengah bergerak ke satu titik yang semakin jelas. Yaitu bahwa Iran tengah memenangkan perang melawan musuh-musuhnya, AS-Israel-Saudi.

Meski Israel berkali-kali melancarkan serangan ke Suriah untuk menghancurkan suplai senjata Iran ke Suriah dan Lebanon, Israel tidak bisa mencegah fakta bahwa kekuatan Iran telah berjejer di dekat perbatasan Israel baik di Suriah, Irak, Palestina dan Lebanon. Selain itu, AS juga mulai meninggalkan Timteng dengan menarik diri dari Suriah. Dan bahkan secara mengejutkan, AS juga mulai memindahkan markas komando militernya untuk Timteng (CENTCOM) yang berada di Qatar ke kampung halamannya di AS, diduga karena khawatir menjadi sasaran rudal-rudal Iran.

Wednesday, 23 October 2019

Prabowo, Tulsi Gabbard dan 'Oposisi Terkendali'

Indonesian Free Press -- "Cara terbaik untuk mengendalikan oposisi adalah dengan memimpin mereka," demikian perkataan terkenal dari pemimpin komunis Rusia Lenin.

Para 'pembela kebenaran' (truthers) di Amerika saat ini tengah terbuai oleh sosok politisi perempuan dari partai Demokrat yang tengah menapaki jalan untuk menjadi kandidat presiden AS mendatang, bernama Tulsi Gabbard.

Wartawan dan blogger senior Finian Cunningham, misalnya, menulis di blog Strategic Culture 18 Oktober lalu artikel berjudul 'Tulsi Nails it on National TV… US Regime-Change Wars'. Sementara Jonas E. Alexis sehari kemudian menulis di situs Veterans Today artikel serupa berjudul 'Tulsi Gabbard Takes Hillary Clinton'.

Monday, 21 October 2019

Jangan Berkhianat

Indonesian Free Press -- Bagi sebagian besar pendukung Prabowo dalam pilpres lalu, pilpres bukan sekedar memilih presiden. Khususnya bagi mereka yang beragama Islam, mendukung Prabowo adalah membela kebenaran dan menentang kejahatan sebagaimana ajaran agamanya. Karena mereka melihat dengan sangat jelas bahwa lawan Prabowo adalah kejahatan. Mereka tidak melihat latar belakang Prabowo, hanya melihat lawan Prabowo. Cukup bagi mereka Prabowo mengaku sebagai seorang Muslim yang sholat dan membayar zakat dan tidak memusuhi Islam.

Maka ketika Prabowo berbalik arah mendukung kubu lawan meski jelas-jelas telah terjadi kecurangan dan kezoliman, pendukung-pendukung Prabowo tersebut pun berbalik arah memusuhinya. Namun ada pendukung Prabowo, juga dari kalangan Muslim, yang selain mendukung karena prinsip kebenaran-kejahatan juga melihat faktor personal. Maka ketika Prabowo berbalik arah, mereka masih mencari apologi untuk tetap mendukungnya.

Saturday, 19 October 2019

Trump Ancam Erdogan Melalui Surat


Indonesian Free Press -- Presiden AS Donald Trump mengancam Presiden Turki Erdogan melalui surat untuk mencegah serangan Turki ke Kurdistan Suriah. Namun Presiden Turki membuang surat itu ke tong sampah dan memutuskan menyerang Kurdistan pada hari yang sama. Demikian seperti dilaporkan Press TV, 17 Oktober.

Gedung Putih mengumumkan surat tertanggal 9 Oktober tersebut ke publik pada hari Rabu (16 Oktober) untuk mengurangi kemarahan publik kepada Trump terkait keputusannya menarik pasukan Amerika dari Kurdistan yang memberi jalan kepada Turki untuk melakukan serangan.

Mesin Politik di Belakang Greta Thunberg


Indonesian Free Press -- Beberapa tahun lalu saya melihat berita di teve tentang kunjungan mantan PM Inggris Tony Blair di Indonesia. Dalam sebuah acara ternyata orang yang bertanggungjawab atas Perang Irak yang menelan nyawa ratusan ribu rakyat tak berdosa itu ditemani oleh artis pendatang baru Maudy Ayunda. Saat itu juga saya berkata kepada istri saya bahwa Ayunda bakal menjadi selebritis top Indonesia. Dan benar saja, saat ini tidak ada bintang iklan yang lebih sering muncul di televisi ketimbang Ayunda.

Gambar: Greta Thunberg dan pose mata dajjal

Dan ketika muncul fenomena sosok 'pejuang lingkungan' Greta Thunberg saya langsung bisa merasakan adanya 'kekuatan besar tidak terlihat' di belakangnya. Hanya berbekal aksi protes di depan gedung parlemen Swedia, dalam waktu singkat Greta menjadi sosok fenomenal: muncul di kover muka majalah-majalah utama dunia, menjadi subyek bagi ribuan artikel di media-media massa, berpidato di sidang PBB hingga menjadi nominator pemenang Nobel Perdamaian. Ribuan pejuang lingkungan di dunia yang menghabiskan seluruh hidupnya tidak mendapatkan keberuntungan seperti itu meski hanya seper-seratusnya.

Wednesday, 16 October 2019

George Soros: Teroris Billioner

Indonesian Free Press -- Baru-baru ini saya berdebat tentang pengaruh komunisme Cina di Indonesia dengan seorang analis politik internasional yang cukup dikenal di kalangan netizen. Analis tersebut menertawan saya yang mengatakan bahwa komunisme Cina sudah mati dan gerakan komunisme internasional kini berpusat pada sosok bernama George Soros.

Analis tersebut yang masih berfikir teoritis bahwa politik dunia terbagi ke dalam dua poros, kiri yaitu faham komunisme dan sosialisme dan kanan yaitu faham kapitalisme, menganggap pendapat saya tersebut melenceng jauh karena Soros adalah seorang kapitalis Amerika. Bagaimana mungkin seorang kapitalis menjadi patron gerakan komunisme? Demikian pikirnya.