Tuesday, 20 July 2010

POLLING UNTUK LEGITIMASI PERANG TERHADAP IRAN


Orang dengan dengan kecerdasan minimal akan berfikir bahwa aksi militer oleh Amerika atau Israel terhadap Iran bisa memicu perang regional yang bahkan mungkin akan menjalar menjadi perang dunia. Analisisnya sederhana saja. Serangan Israel dan Amerika terhadap Iran akan membuat Iran membalasnya dengan menyerang Israel dan markas-markas militer Amerika di Timur Tengah baik dengan rudal jarak menengah dan jauh ataupun melalui sekutu-sekutunya seperti Hizbollah di Lebanon, Hamas di Palestina (meski secara religi mereka adalah Sunni, tapi secara politik mereka lebih dekat dengan Syiah), Brigade Sadr di Irak, Gerilyawan Syiah di Yaman hingga Syria. Iran juga akan menutup Selat Hormuz sehingga suplai minyak dunia terganggu dan mengakibatkan harga minyak melambung tinggi dan membuat perekonomian global mengalami krisis.

Respon militer Iran dan sekutunya akan menyeret Amerika dan Israel melakukan serangan besar-besaran yang justru menambah banyak kekacauan. Meski mungkin saja Iran secara fisik bisa dihancurkan, tapi tidak dengan perlawanan jutaan rakyatnya, dan ini harus dibayar mahal oleh Amerika dan Israel. Mereka terjebak dalam perang gerilya yang menyakitkan dan melelahkan, jauh lebih berat dari perang Afghanistan dan Irak yang menelan ribuan nyawa pasukan Amerika.

Dalam jangka panjang, rasa solidaritas Islam ditambah sentimen anti-yahudi akan mendorong ribuan mujahidin menerjunkan diri dalam kancah peperangan, menimbulkan kekacauan di seluruh Timur Tengah dan bisa jadi disusul dengan pemberontakan rakyat terhadap para penguasa pro-Amerika. Dan hasil akhirnya: kekuatan anti-Amerika dan Israel justru semakin kuat sementara pro-Amerika dan Israel semakin lemah. Itu bukan kemungkinan terburuk bagi Amerika dan Israel, karena boleh jadi Rusia dan China pun akan terseret perang dan berpihak pada Iran yang merupakan sekutu lama mereka.

Tapi masih ada saja orang yang percaya bahwa penyerangan Amerika dan atau Israel terhadap Iran adalah sebuah “kebaikan”. Mereka adalah orang-orang Fox News. Baru-baru ini salah satu media massa berpengaruh Amerika ini menampilkan berita tentang hasil polling yang diadakan TechnoMetrica Market Intelligence dan Pew Research Center. Kedua polling perusahaan konsultan bisnis terkemuka Amerika itu menyimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat mendukung aksi militer terhadap Iran.

Menurut polling TechnoMetrica sebanyak 56% rakyat Amerika mendukung aksi militer Israel terhadap Iran untuk mencegahnya memiliki senjata nuklir. Sedangkan polling Pew Research menunjukkan mayoritas rakyat Turki, Lebanon, Yordania dan Mesir menentang pengembangan nuklir Iran dan tidak mempercayai kepemimpinan Presiden Ahmadinejad. Menurut polling ini sebanyak 55% rakyat Mesir mendukung aksi militer terhadap Iran dan di Jordan angkanya adalah 53%. Dukungan jauh lebih besar ditunjukkan oleh masyarakat Eropa dengan Jerman, Perancis dan Spanyol, dan Inggris masing-masing 86%, 81%, 73% dan 58%.

Bisa ditebak, sebagaimana polling-polling dukungan terhadap aksi militer terhadap Irak, polling-polling ini adalah sebuah rekayasa untuk melegitimasi aksi militer terhadap Iran yang kini tengah dipersiapkan Amerika dan Israel. Mereka lupa bahwa masyarakat tidak sebodoh yang mereka kira.

Saturday, 17 July 2010

Pengalih Perhatian Lainnya di Korea


Dari: "Another Gulf of Tonkin Incident"
Stephen Gowans – gowans.wordpress.com 20 Mei 2010


Meski PBB, Amerika, Korea Selatan dan sekutu-sekutunya, telah menyatakan dengan tegas bahwa Korea Utara adalah pelaku penenggelaman kapal perang Korea Selatan, Cheonan, bulan Maret lalu, sebenarnya tidak ada kaitan sama sekali antara penenggelaman kapal tersebut dengan Korea Utara. Ini adalah kesimpulan yang dibuat oleh Won See-hoon, Direktur Badan Inteligen Korea Selatan yang disampaikannya di hadapan parlemen Korea Selatan awal April lalu, atau kurang dua minggu dari kejadian penenggelaman kapal Cheonan di dekat pulau Baengnyeong Island. (Kang Hyun-kyung, “Ruling camp differs over NK involvement in disaster”, The Korea Times, April 7, 2010)

Kesimpulan tersebut bahkan didukung oleh menteri pertahanan Korea Selatan, Kim Tae-young yang menyatakan bahwa awak kapal Cheonan tidak pernah mendeteksi adanya torpedo yang mengarah ke kapalnya. (Nicole Finnemann, “The sinking of the Cheonan”, Korea Economic Institute, April 1, 2010. http://newsmanager.commpartners.com/kei/issues/2010-04-01/1.html)

Tidak hanya itu, Lee Ki-sik, Kepala Staff AL Korea Selatan juga mendukung kesimpulan tersebut dengan mengatakan, "Tidak ada kapal Korea Utara yang terdeteksi di perairan dimana insiden tersebut terjadi." Kim menegaskan bahwa sebuah torpedo, sebagaimana rumor menyebutkannya sebagai penyebab tenggelamnya Cheonan, akan terdeteksi saat meluncur ke sasarannya. Dan hal itu tidak terjadi pada insiden tersebut. (“Military leadership adding to Cheonan chaos with contradictory statements”, The Hankyoreh, March 31, 2010)

Poin dalam tulisan ini adalah bahwa semua peristiwa besar yang pernah terjadi dalam sejarah adalah sebuah rekayasa untuk menciptakan alasan terjadinya peristiwa lainnya yang lebih besar. Insiden teluk Tonkin dimana sebuah kapal Amerika dinyatakan telah "diserang oleh angkatan laut musuh" sehingga memberi alasan Amerika terjun dalam Perang Vietnam, adalah sebuah rekayasa. Pembunuhan putra mahkota kerajaan Austria yang menjadi pemicu Perang Dunia I, adalah rekayasa. Serangan WTC yang menjadi alasan aksi penyerbuan Amerika ke Afghanistan dan Irak, adalah rekayasa. Saya (blogger) juga sudah belajar untuk mengetahui bahwa Revolusi Bolshevik, Revolusi Perancis, Perang Sipil Inggris, Perang Sipil Amerika, Perang Krim, Gerakan Reformasi, Gerakan Ordo Jesuit, dll. adalah rekayasa.

Tidak ada orang yang waras yang menginginkan perang. Tapi ada sekelompok orang dengan kekuatan uang dan politik yang terus-menerus melakukan konspirasi agar dunia terus-menerus dilanda peperangan sehingga mereka mendapatkan keuntungan daripadanya. Raja Rusia dan Jerman bertemu dan saling berpelukan untuk mencegah terjadinya Perang Dunia I, tapi bahkan tidak mampu mencegah negaranya masing-masing melibatkan diri dalam perang. Perdana Menteri Inggris, Chamberlein, berusaha mencegah Perang Dunia II, tapi oleh pers justru dicap pengecut dan dikudeta oleh lawan-lawan politiknya. Dan kini, para tokoh militer Korea Selatan sudah mencoba mencegah terjadinya perang di semenanjung Korea. Tapi sepertinya upaya mereka tidak berarti apa-apa di hadapan konspirator global yang menguasai PBB, Amerika, Korea Selatan dan negara-negara sekutunya, yang menginginkan perang demi keuntungan mereka. Adapun Perang Korea II (Perang Korea I terjadi tahun 1950), yang mungkin saja sengaja dipicu oleh insiden kapal Cheonan, dimaksudkan untuk mengalihkan perhatian masyarakat dunia terhadap dominasi yahudi yang kini mulai tumbuh di berbagai belahan dunia.

Kembali ke Korea Selatan. Kastaff AL Lee Ki-Sik mengatakan, "Kami tidak menemukan adanya pergerakan kapal-kapal Korea Utara di dekat terjadinya insiden tersebut." Dan saat desas-desus yang menyebutkan torpedo Korea Utara sebagai penyebab tenggelamnya kapal Cheonan merebak, Menteri Pertahanan Korea Selatan Kim Tae-young, mengadakan konperensi pers untuk membantah hal tersebut. Katanya, "Tidak ada aktivitas yang mencurigakan dari kapal-kapal Korea Utara pada saat insiden terjadi."

Sementara itu jubir menteri pertahanan, Won Tae-jae, menambahkan kepada para reporter, "Dengan segenap perhatian terhadap kasus ini, tidak ada aktivitas yang mencurigakan dari kapal-kapal Korea Utara yang bisa diferifikasi. Saya katakan lagi bahwa tidak ada aktifitas yang mencurigakan yang bisa dikaitkan dengan peristiwa ini."

Di sisi lain Rear Admiral Lee, Kepala Kantor Operasi Laut, bawahan Kastaff Lee Ki-Sik, menambahkan, "Kami selalu mengawasi ketat pergerakan kapal-kapal Korea Utara, termasuk kapal selamnya, pada saat terjadi insiden. Namun kami tidak mendeteksi adanya kapal-kapal selam Korea Utara di sekitar area terjadinya insiden."

Kalau para pejabat militer Korea Selatan saja menolak rumor tentang torpedo kapal selam Korea Utara sebagai penyebab tenggelamnya kapal Cheonan, Korea Utara sudah barang tentu menolak keras klaim tersebut. Namun semua itu tidak bisa mencegah tuduhan Korea Utara sebagai penyebab tenggelamnya kapal Cheonan. Bahkan kini PBB pun turut menuduh Korea Utara.

Satu hal yang membuat klaim torpedo sebagai penyebab tenggelamnya kapal Cheonan, selain bantahan-bantahan tersebut di atas, adalah fakta bahwa kapal Cheonan tenggelam setelah meledak dan terpotong menjadi dua. Sebuah torpedo tidak akan bisa membuat sebuah kapal terpotong menjadi dua. Baek Seung-joo, seorang analisis militer di Korea Institute for Defense Analysis mengatakan bahwa, "Jika sebuah torpedo bisa membuat kapal terbelah menjadi dua, kita harus mengkaji ulang semua doktrin militer kita."

Mantan Kastaff AL Korea Selatan, Song Young-moo, mengatakan, "Orang-orang telah mengarahkan telunjuknya ke Korea Utara. Tapi orang-orang yang mengetahui persis kondisi perairan dimana terjadi insiden tenggelamnya Cheonan, tidak akan membuat tuduhan tersebut begitu saja," seraya menambahkan bahwa kondisi perairan yang dangkal tidak memungkinkan kapal selam beroperasi dengan mudah.

Kontras dengan tuduhan torpedo Korea Utara, penyebab terbelahnya kapal Cheonan menjadi dua bagian lebih tepat dikaitkan dengan karang yang telah ditabrak oleh kapal naas tersebut. Ini juga sesuai dengan fakta bahwa perairan yang dilalui Cheonan sebelum tenggelam adalah perairan dangkal yang penuh dengan karang. Menurut Go Yeong-jae, seorang kapten kapal satuan pengawal pantai Korea Selatan yang telah menyelamatkan 56 awak kapal Cheonan, dirinya secara tiba-tiba mendapat perintah untuk menuju lokasi tenggelamnya Cheonan."

Beberapa anggota partai oposisi Korea Selatan yang menolak keras tuduhan pemerintah Korea Selatan kepada Korea Utara menuduh penyebab tenggelamnya Cheonan ada dua kemungkinan, yaitu salah sasaran tembakan kapal Korea Selatan sendiri atau menabrak karang.

Lalu mengapa pendapat orang-orang yang berkompeten tersebut kalah oleh "opini publik" yang menuduh bahwa Korea Utara terlibat dalam penenggelaman kapal Cheonan? Jawabnya berkaitan kuat dengan nasib partai Grand National Party (GNP) pada pemilu mendatang. Partai yanga menganut kebijakan keras terhadap Korea Utara ini membutuhkan sebuah alasan untuk mendapatkan dukungan publik. Berdiri di samping presiden Lee Myung-bak dari partai GNP adalah "military complex": pejabat dan pengusaha yang hidup dari industri persenjataan Amerika (Presiden Amerika Rossevelt, menjelang berakhirnya jabatannya, pertama kali menyebut istilah "military complex" ini sebagai pihak yang bertanggungjawab terhadap terjadinya perang dunia). Namun untuk sesuatu yang lebih strategis, Perang Korea II, sebagaimana Perang Teluk II yang tengah dipersiapkan Amerika dan Israel, diperlukan untuk mengalihkan perhatian dunia terhadap isu "jews global domination".

Belajar dari sejarah, pada tgl 2 Agustus 1964 pemerintah Amerika mengumumkan bahwa tiga kapal torpedo Vietnam Utara telah menyerang kapal destroyer Amerika, USS Maddox, di Teluk Tonkin. Segera setelah pengumuman itu Presiden Lyndon Johnson (juga terlibat dalam insiden penyerangan kapal USS Liberty oleh Israel pada Perang 6 Hari Arab-Israel tahun 1967) mengajukan permintaan dukungan kepada Congress Amerika untuk menyatakan perang kepada Vietnam Utara (kini konvensi seperti itu bahkan sudah ditinggalkan, Presiden Bush tidak lagi membutuhkan dukungan Congress untuk menyerang Irak dan Afghanistan). Pada tahun 1971 koran New York Times membuat laporan berdasarkan dokumen dari Pentagon yang menyebutkan bahwa insiden tersebut ternyata sebuah rekayasa untuk menjadi alasan keterlibatan Amerika dalam Perang Vietnam.

Ironi Demokrasi Barat


Stasiun Televisi terkenal Amerika, CNN, baru saja memecat seorang editor senior untuk kawasan Timur Tengah, hanya karena yang bersangkutan menyatakan simpati kepada seorang tokoh Syiah Lebanon yang baru meninggal. Menyusul pemecatan seorang wartawan senior gedung putih, Helen Thomas, karena mengkritik kebijakan Amerika di Timur Tengah, ini menjadi salah satu penanda betapa Amerika telah menjadi "negara demokrasi" yang melindungi kebebasan menyampaikan pendapat.

"Saya sedih mendengar kepergian Seyyed Mohammed Hussein Fadlallah, salah seorang tokoh Hizbollah yang sangat saya hormati," tulis Octavia Nasr di mikro-blog Twitter miliknya, Minggu tgl 4 Juli lalu. Namun hanya karena tulisan itu, Octavia Nasr, editor senior yang oleh CNN pernah dinyatakan sebagai "leader in integrating social media with newsgathering and reporting", yang telah bekerja untuk CNN selama 20 tahun itu dipecat dari jabatannya.

Sehari setelah tulisan Octavia di Twitter, para pejabat CNN langsung membuat pernyataan bahwa Octavia telah membuat "penilaian yang keliru", yang "tidak sesuai dengan standar editorial CNN" yang harus mendapatkan sanksi setimpal. Tidak lama setelah itu Octavia pun dipecat.

Dua hari setelah menulis di Twitter yang membuat atasannya marah, Octavia mencoba menurunkan kemarahan atasannya dengan menulis, "bagi saya sebagai seorang wanita Timur Tengah, Fadhallah adalah seorang tokoh shiah yang berani membela hak-hak wanita. Ia menyerukan penghapusan sistem "pembunuhan untuk harga diri" dengan menyebut kebiasaan itu sebagai primitif dan tidak berguna. Ia menyebut laki-laki yang merendahkan wanita sebagai pelanggar hukum Islam." Namun bagi para pejabat CNN penjelasan tersebut terlalu lambat dan terlalu sedikit.

Pemecatan tersebut hanya berselang sebulan setelah pemecatan Helen Thomas setelah membuat kritikan terhadap kebijakan Timur Tengah Amerika dan Israel dalam sebuah konperensi pers di Gedung Putih. Tulisan kontroversial Octavia sendiri di Twitter kini telah dihapus.

Kasus yang menimpa Octavia, terkait dengan sosok Ayotollah Fadhallah, bukan satu-satunya. Dubes Inggris di Lebanon, Frances Guy, juga mengalami hal yang sama meski tidak sepahit Octavia. Sebuah tulisan Guy di blog pribadinya berjudul "The Passing of Decent Men" mengundang kemarahan pemerintah Israel yang meminta pemerintah Inggris melakukan tindakan terhadapnya. Akibat desakan dari pemerintahnya, Guy akhirnya menghapus tulisan tersebut.

Dalam tulisannya itu Frances Guy, seorang wanita berumur 50 tahun, menyebut Shaikh Fadhallah adalah seorang sosok yang paling menyenangkan diajak berdiskusi. "That for me is the real effect of a true man of religion, leaving an impact on everyone he meets, no matter what their faith. Sheikh Fadlallah passed away yesterday. Lebanon is a lesser place the day after but his absence will be felt well beyond Lebanon's shores," tulis Guy.

Tulisan tersebut langsung mendapat kritikan keras dari Israel. Jubir kementrian luar negeri Israel Yigal Palmor kepada Jerusalem Post mengatakan, "Sheikh Fadlallah berada di balik aksi-aksi penculikan, pemboman bunuh diri dan aksi-aksi kekerasan lain, namun duta besar Guy mengatakan ia sebagai manusia pecinta perdamaian. Padahal dubes Guy adalah wanita yang terhormat."

Ayatollah Fadlallah adalah seorang pendiri organisasi Hezbollah meski ia telah menarik diri dari gerakan itu. Ia menentang keras kebijakan Amerika dan Israel di Timur Tengah dan pendukung Revolusi Iran tahun 1979. Namun demikian ia juga dikenal sebagai penentang praktik-praktik atas nama agama yang dianggap keliru seperti "membunuh demi harga diri" dan kebiasaan "menyiksa diri" pada hari Asyura. Aktifitas sehari-harinya adalah memberi kuliah, menulis, mendirikan sekolah-sekolah agama dan mendirikan organisasi sosial Mabarrat Association.

Grand Ayatollah Fadhallah pernah beberapa kali mengalami percobaan pembunuhan, termasuk sebuah aksi bom mobil di Beirut tgl 8 Maret 1985 yang menewaskan 80 orang. Aksi tersebut kemudian diketahui dilakukan oleh Mossad-CIA dan inteligen Arab Saudi.

Saturday, 10 July 2010

Korupsi Tingkat Tinggi di Perancis


Presiden Nicholas Sarkozy memang jagonya membuat berita. Tingkahnya ber-"kumpul kebo" dengan model porno Carla Bruni, masa lalunya sebagai "sayan" (warga keturunan yahudi yang secara aktif menjadi agen rahasia Mossad) dan kini menjadi "orang upahan" miliuner pemilik industri kecantikan L'Oreal, semuanya dipadukan dengan fakta bahwa ia, sebagaimana sebagian besar pemimpin "negara-negara demokrasi" tidak pernah membuat suatu prestasi gemilang.

Akhir-akhir ini publik Perancis dikegetkan dengan pernyataan seorang mantan akuntan dari Liliane Bettencourt (87 th) sang pemilik saham terbesar L'Oreal bahwa Sarkozy secara rutin mendapat "gaji" dari Liliane. Menurut akuntan tersebut, diidentifikasi sebagai Claire T, adalah sebuah kebiasaan, Liliane memberikan amplop berisi uang hingga senilai ratusan ribu euro kepada politisi-politisi Perancis yang diundang ke villanya di Neuilly-sur-Seine.

"Para politisi secara terus-menerus berbaris masuk ke rumah itu, khususnya pada masa pemilihan umum," kata claire T kepada situs Mediapart News.

Menurut Claire T, Sarkozy yang saat itu walikota Neuilly, adalah pengunjung rutin vila Liliane antara tahun 1998 hingga 2002. Claire T mengaku mendengar jelas pembicaraan antara bosnya dengan Sarkozy karena karena semua orang memang harus berbicara keras-keras agar Liliane, yang sudah agak tuli karena usianya, mendengar. Menurutnya setiap menjelang kunjungan politisi, ia harus menarik sejumlah uang di bank di Paris untuk dipecah-pecah ke dalam beberapa amplop tebal.

"Nicolas Sarkozy mendapatkan amplop juga, yang diberikan di sebuah ruangan di lantai dasar yang bersebelahan dengan ruang makan. Biasanya dilakukan setelah makan," tambah Claire. "Semua orang di vila itu tahu, Sarkozy berkunjung ke tempat itu untuk mendapatkan uang."

Sarkozy membantah berita itu dan menyebutnya sebagai fitnah tanpa dasar. Katanya: 'I would so like it if the country could be passionate about the big problems such as health, pensions, or how we can create growth, instead of getting involved with the first slanderous horror which has only one goal, that's to bring people down without any element of truth.'

Claire T juga mengungkapkan, salah seorang menteri kabinetnya Sarkozy, Eric Woerth, termasuk di antara politisi yang sering berkunjung ke villa Liliane untuk mendapatkan uang kas. Tuduhan ini semakin menyudutkan Woerth yang kini tengah disorot publik karena kasus kosupsi dan penggelapan pajak yang tengah melandanya.

Menurut Claire "jatah untuk Sarkozy adalah 160.000 poundsterling, sedang Woerth adalah 125.000 poundsterling.

Eric Woerth, yang istrinya bekerja pada Liliane Bettencourt sebagai menejer kesehatan, kini mendapatkan tuntutan dari kalangan oposisi untuk mengundurkan diri karena kasus ini. Namun ia menolak. Ia membantah telah mencampuradukkan kepentingan saat menjabat dua jabatan sekaligus, yaitu sebagai menteri keuangan dan bendahara partai UMP pimpinan Sarkozy.

Bantahan Sarkozy dan Woerth tidak mengurangi skeptisme rakyat Perancis atas para pemimpin mereka. Sebuah jajak pendapat yang diadakan baru-baru ini menunjukkan bahwa 2/3 rakyat Perancis percaya para pemimpin mereka adalah koruptor.

Kasus-kasus tersebut membuat konflik politik di Perancis kini semakin memanas. Anggota parlemen dari oposisi berulangkali mengajukan pertanyaan kepada anggota parlemen dari kubu pemerintah tentang kasus tersebut sampai pada satu kondisi dimana anggota parlemen dari pemerintah menuduh kubu oposisi telah "memainkan permainan yang di luar kewajaran". Tuduhan itu membuat kubu oposisi marah dan melakukan aksi walkout.

Saya Bertemu Menteri Keamanan


Henry Makow Ph.D
henrymakow.com, 9 Juli 2010


Hari rabu malam, saya dan beberapa teman mendiskusikan peristiwa kerusuhan pada G-20 Summit di Toronto. Kami merasa bahwa kerusuhan tersebut dimulai oleh tindakan provokasi polisi-polisi preman untuk menjustifikai anggaran kemananan kegiatan itu yang sangat besar yaitu $1 miliar (sekitar Rp 10 triliun: blogger), serta untuk mengkondisikan Kanada sebagai negara fasis.

Kamis pagi, saya duduk di samping Vic Toews, Menteri Keamanan Kanada, di pesawat yang terbang antara Winnipeg ke Ottawa.

Secara normal saya tidak akan bisa berbicara dengan Toews, namun saat awak kabin membawa saya duduk tepat di depannya (di kelas ekonomi, seorang menteri Indonesia tidak akan mau duduk di kelas ekonomi: blogger) saya tidak membuang kesempatan itu.

Pertama, saya mengkonfirmasi bahwa ia adalah benar-benar Vic Toews, kemudian saya memperkenalkan diri sebagai seorang blogger topik teori konspirasi dan Tata Dunia Baru. Saya katakan kepadanya seperti yang telah saya diskusikan dengan teman-teman bahwa kerusuhan G-20 Summit adalah sebuah rekayasa untuk menjustifikasi biaya keamanan yang besar. 1 miliar dollar untuk biaya keamanan sebuah acara adalah sesuatu yang menggelikan.

Respons Toews adalah standar: "Saya hanya seorang menteri kabinet. Saya harus mendengarkan nasihat ahli-ahli saya. Merekalah yang menentukan bagaimana masalah keamanan harus ditangani." Toews membuktikan bagaimana seorang pemimpin di "negara demokrasi" bekerja, orang-orang di sekelilingnya-lah yang menentukan dan ia hanya seorang boneka (sebagaimana dengan SBY yang "dikadali" Boediono dan Sri Mulyani dalam kasus Bank Century: blogger).

Kemudian saya katakan kepada Toews bahwa masyarakat Kanada kurang berkenan dengan adanya ratusan orang yang ditangkap dan ditahan tanpa alasan jelas. "Sama sekali tidak!" jawabnya sembari mengutak-atik Blackberry-nya (sama seperti Barrack "mambo dumbo" Obama yang suka membawa-bawa Blackberry, sesuatu yang norak bagi seorang pemimpin sebuah negara: blogger). "Polling-polling menunjukkan bahwa masyarakat mendukung tindakan pemerintah," tambahnya.

"Tapi masyarakat yang hanya melihat-lihat keadaan, keluar untuk makan, ditangkapi dan ditahan!" saya membantahnya.

"Well, you know, mungkin mereka tidak mengikuti perintah polisi untuk pergi dan itu menjadi alasan polisi untuk menahan," balasnya lagi.

Saya mengingatkannya bahwa pendapat umum di internet adalah orang-orang yang memulai kekerasan adalah para polisi yang menyamar, mobil-mobil polisi yang telah kosong isinya telah disiapkan untuk dibakar. Polisi sebenarnya dengan mudah bisa menangkap para pemicu kerusuhan tersebut, kalau mau serius. Identitas mereka jelas tertangkap di media massa.

"Oh tidak. Polisi memang sering mengeluarkan perlengkapan komputer di dalam mobil patroli saat keluar," bantahnya lagi. Tentu saja jawaban itu tidak masuk akal. Namun demikian, jawaban standar terakhir: polisi tengah melakukan "penyidikan secara profesional dan independen".

Namun demikian kita bisa menangkap gambaran umumnya. Toews hanyalah seorang politisi dari wilayah pedesaan Manitoba (sebagaimana kebanyakan politisi Indonesia: blogger). Saya percaya ia pada dasarnya seorang yang jujur. Tapi jelas bahwa ia orang yang "dikendalikan". Menahan dan memenjarakan ratusan orang warganya yang tidak bersalah tidak bermasalah dengan tugasnya sebagai "menteri keamanan". Demikian halnya dengan fakta-fakta di lapangan bahwa pemicu kerusuhan adalah polisi yang menyamar. Seperti terlihat, reaksinya adalah: mengabaikan, dan bukannya melakukan penyidikan atas kejadian tersebut.

Itulah gambaran seorang politisi di negara demokrasi.

G-2 Summit adalah salah satu program "Tata Dunia Baru" milik para kapitalis global (sebagian besar yahudi, sisanya para "jew ass sucker": blogger). Masyarakat sama sekali tidak disertakan dalam agenda itu: penurunan tarif, pencabutan subsidi, swastanisasi BUMN dll. Masyarakat bahkan tidak diijinkan untuk sekedar memprotes dan mengekspresikan penolakannya. Mereka dicap sebagai "perusuh", dipukuli, ditangkap dan ditahan tanpa alasan.

Pemerintahan negara-negara dan para politisi digunakan sebagai alat oleh para kapitalis dunia yang sebelumnya telah menguasai media massa, industri-industri besar dan perbankan global termasuk bank-bank sentral di dunia.

(Dan orang-orang "stupid liberal jew assa sucker" Indonesia berbangga ria setelah SBY diundang sebagai peserta G-20 Summit: blogger).

Friday, 9 July 2010

DAGELAN PENGALIH PERHATIAN


Dalam waktu sebulan terakhir ini saya melihat banyak sekali dagelan-dagelan media massa yang sama sekali tidak lucu. Pertama tentu saja kasus Ariel-Luna Maya, kemudian isu listrik gratis yang digulirkan Dirut PLN, perseteruan Yusril Ihza Mahendra-Hendarman Supandji dan terakhir isu senjata api Satpol PP.

Isu-isu itu semua menyita perhatian seluruh masyarakat Indonesia meski sebenarnya tidak ada pengaruhnya sama sekali terhadap kesejahteraan masyarakat. Bahkan isu tentang listrik gratis pun sebenarnya sudah bisa ditebak dari awal, tidak akan terealisasi karena bukan kapasitasnya Dirut PLN untuk memberikan listrik gratis. Tugas dan kewajiban Dirut PLN adalah menyediakan listrik yang harga dan jaringannya terjangkau oleh seluruh masyarakat Indonesia, titik. Selama kewajiban itu belum tercapai, ia tidak berhak berwacana menggratiskan listrik yang bukan wewenangnya.

Sebaliknya di tengah riuh rendahnya isu-isu yang menyita perhatian tersebut masalah-masalah yang jauh lebih krusial terlupakan: isu kejahatan korupsi konspiratif Bank Century, kenaikan Tarif Dasar Listrik, beban hutang mancanegara yang semakin mencekik, mahalnya pendidikan, pengangguran, kejahatan dan sebagainya.

Sampai setahun yang lalu saya melihat dinamika Indonesia dari isu-isu yang berkembang di media massa. Kini saya melihat dinamika Indonesia dari “apa di balik isu-isu yang beredar di media massa”. Saya akan analisis sedikit mengenai isu-isu yang telah saya sebutkan di atas.

Tentang kasus Ariel-Luna Maya kita melihat ada kejanggalan. Bukannya menahan pelaku pornografi dan perzinahan yang jelas-jelas melanggar undang-undang, polisi malah mengejar-ngejar pengunduh video porno Ariel-Luna Maya di internet. Lucunya lagi, meski telah diketahui penyebar pertama video porno tersebut adalah seorang warga Amerika (pasti agen dinas inteligen Israel Mossad atau “adik kandungnya” dinas inteligen Amerika CIA), polisi justru mengejar-ngejar pengunduh lokal. Polisi terkesan sengaja membuat kasus ini berlarut-larut dan tetap menjadi “pengalih perhatian yang baik”.

Tentang isu listrik gratis sudah saya sebutkan, Dirut PLN tengah memainkan peran sebagai pengalih perhatian. Ia sadar betul dari awal bahwa soal menggratiskan listrik adalah di luar kewenangannya. Lagipula ia juga sadar bahwa tugasnya masih jauh dari harapan. Ia baru saja menjabat dirut PLN dan belum ada satu langkah efisiensi yang dilakukan kecuali menaikkan Tarif Dasar Listrik. Kalau itu sih semua orang bisa menjadi Dirut PLN.

Mengenai isu senjata Satpol PP, seolah lupa dengan peristiwa Makam Mbah Priok belum lama ini yang menimbulkan sentimen anti-satpol PP, Mendagri Gamawan Fauzi tiba-tiba memunculkan wacana untuk mempersenjatai Satpol PP dengan senjata api. Tanpa senjata api saja para anggota Satpol PP sudah arogan minta ampun. Ah, saya jadi ingat dengan pasukan khusus anti huruhara jaman Belanda dulu bernama Marsose. Mereka sebenarnya pasukan komando khusus, penakluk Aceh, tapi juga digunakan sebagai pasukan anti huru-hara. Senjata mereka hanya pentungan. Tapi tidak pernah lari menghadapi para perusuh bersenjata tajam sekalipun. Tentu tidak tiba-tiba seperti orang tersadar dari tidur mendagri memunculkan wacana tidak populer tersebut. Ada “something behind it”, untuk menyibukkan perhatian masyarakat dari masalah-masalah mendasar mereka.

Mengenai perseteruan Yusril Ihza Mahendra-Hendarman Supanji, mungkin keduanya tidak sengaja memainkan peran sebagai pengalih perhatian. Media massalah yang menjadikannya demikian. Saya sangat senang jika media massa secara terbuka mengumumkan ke publik siapa owner mereka sebenarnya meski saya yakin mereka akan menyembunyikannya dan hanya memunculkan figur-figur highly paid professional semacam .........

Oh ya siapa yang bisa menjawab pertanyaan saya: Mengapa seorang mantan Ketua MA, Bagir Manan, yang oleh terdakwa pembunuh Munir, intel BIN Pollycarpus, disebut sebagai “orang kita” bisa menjadi Ketua Dewan Pers? Dan apa prestasi Poernomo Yusgiantoro sehingga tidak pernah terpental dari jabatan menteri selama beberapa kabinet?

Titik demi titik mulai terhubung…

Paradoks Afrika Selatan: Kondom Penjerat


Apa yang Anda saksikan pada pembukaan Piala Dunia Afrika Selatan baru-baru ini? Apa pendapat Anda tentang Afrika Selatan?

Saya melihat sebuah ironi di Afrika Selatan, negeri Afrika paling maju tapi kini terjerumus dalam jurang kriminalitas. Negara macam apa yang seorang penculik dan pembunuh (Willie Mandela, janda Nelson Mandela) melenggang sebagai anggota legislatif? Dan negeri macam apa yang memperlakukan buruk orang-orang kulit putih yang telah membuat negeri itu maju. Tengok saja acara pembukaan Piala Dunia kemarin, hampir tidak ada warga kulit putih yang tampil. Sebagaimana di Zimbabwe, warga kulit putih di Afrika Selatan mengalami tragedi "ethnic cleansing".

Saya bukannya mencintai orang kulit putih penjajah sebagaimana bangsa Belanda pernah menjajah Indonesia. Tapi saya hanya bersikap fair, bangsa Belanda, sebagaimana bangsa kulit putih penjajah Afrika Selatan, juga meninggalkan warisan yang sangat berharga. Tanpa mereka, kita bahkan tidak tahu bagaimana caranya bersiul. Bukannya becanda, menurut Pramoedya Ananta Toer orang-orang Belanda bahkan mengajari kita tentang rambut model belah serta alas kaki. Jangan ditanya tentang arsitektur, musik (musik asli kita paling maju adalah sistem nada pentatonik yang hanya dipakai di dunia pewayangan), atau budidaya pertanian, perkebunan dan peternakan. Tanpa orang Belanda kita tidak akan pernah mengenal kayu jati dan eboni yang tinggi dan lurus dan bernilai tinggi.

Dan bagaimana Afrika Selatan tanpa orang kulit putih? Dijamin negeri itu tidak lebih baik dari negeri seperti Kenya atau Uganda.

Berbeda dengan gambaran kegermelapan event Piala Dunia, Afrika Selatan adalah negera kriminal terbesar di dunia. Salah satu bentuk kriminalitas yang paling tinggi adalah pemerkosaan. Tingkatnya telah sampai pada titik dimana rata-rata seluruh wanita termasuk anak-anak wanita pernah mengalami perkosaan atau percobaan perkosaan. Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan untuk mengurangi tingginya tingkat perkosaan, namun tidak memberikan hasil apapun. Kini fokusnya adalah bagaimana memberikan efek jera bagi para pemerkosa. Dan salah satu upaya untuk memberikan efek jera adalah diperkenalkannya kondom penjerat.

Sebuah artikel di CNN dan CBS News baru-baru ini menyebutkan Afrika Selatan tengah memperkenalkan produk kondom penjerat untuk menghukum jera para pemerkosa Afrika Selatan. Kondom tersebut digunakan oleh para wanita untuk menjerat kemaluan yang kurang ajar. Kondom ini dirancang untuk tidak bisa dilepaskan kecuali melalui operasi di rumah sakit.

"Itu menyakitkan. Pelaku pemerkosaan tidak bisa berjalan dan buang air. Dan jika berusaha melepaskan, alat ini justru semakin menggigit. Ini hanya bisa dilepaskan melalui operasi di rumahsakit. Tentunya setelah polisi menangkapnya," kata Dr. Sonnet Ehlers, perancang kondom tersebut kepada CNN.

Menurut Dr. Sonnet, ia telah menjual rumah dan mobilnya untuk membiayai proyek pembuatan kondom tersebut. Kini ia tengah mengawasi pendistribusian 30.000 kondom gratis di kota-kota penyelenggara turnamen piala dunia. Saat sudah dijual secara komersial, nantinya kondom ini akan dijual seharga $2.

Saudi Khianati Iran


Belang kerajaan Saudi sebagai pengkhianat umat Islam sekaligus sebagai antek yahudi Israel semakin kentara saja. Setelah diam seribu bahasa melihat rakyat Palestina dibantai oleh Israel, kini negerinya keluarga Saud yang tidak jelas asal-usulnya itu berselingkuh dengan Israel untuk menyerang Iran, negerinya para pecinta nabi Muhammad dan keluarganya.

Sebagaimana diberitakan Times online tgl 12 Juni lalu, kerajaan Arab Saudi telah mengijinkan wilayahnya untuk digunakan sebagai pangkalan bagi militer Israel untuk menyerang Iran.

"Pada minggu dimana PBB mengenakan sanksi baru terhadap Iran, sumber-sumber keamanan di kawasan Teluk Parsi menginformasikan bahwa Arab Saudi telah menyetujui untuk membiarkan pesawat-pesawat Israel menerobos wilayah utara negeri itu dalam misinya mengebom Iran. Untuk memastikan pesawat-pesawat Israel itu terbang tanpa gangguan, pemerintah Saudi telah melakukan ujicoba untuk memastikanpesawat-pesawat tempurnya tidak menghadang dan sistem pertahanan udaranya tidak aktif. Dan setelah pesawat-pesawat Israel itu telah berlalu, sistem pertahanan udara Saudi aktif kembali," tulis Times online.

Seorang pejabat pertahanan Amerika yang menjadi sumber informasi tersebut dikutip mengatakan,"Pemerintah Saudi telah memberikan ijin pesawat-pesawat Israel untuk melawati wilayahnya. Mereka juga telah melakukan ujicoba untuk memastikan pesawat-pesawat Israel tidak ditembak jatuh. Semua ini dibuat atas persetujuan menlu Amerika."

Sementara sumber-sumber di kerajaan Saudi mengatakan bahwa telah menjadi pengetahuan umum di kalangan politisi Saudi bahwa sebuah persetujuan telah disepakati jika Israel memutuskan untuk menyerang Iran. Meski secara resmi Saudi bermusuhan dengan Israel, namun secara diam-diam panguasa Saudi menjalin hubungan rahasia yang akrab dengan para pemimpin Israel. Sama dengan Israel, pemerintah Saudi sering mengekspresikan kekhawatirannya terhadap pengembangan nuklir Iran meski Iran membantah bahwa pengembangan nuklirnya untuk tujuan damai. Sebaliknya Saudi tidak pernah mengekspresikan kekhawatirannya terhadap kepemilikan senjata nuklir Israel yang telah diketahui dunia.

"Kami semua mengetahuinya (kesepakatan rahasia tersebut). Kami akan membiarkan pesawat-pesawat Israel lewat dan berpura-pura tidak mengetahuinya," kata seorang pejabat Saudi yang tidak mau disebutkan namanya.

Para analis memperkirakan terdapat lima titik sasaran utama yang kemungkinan besar diserang Israel, yaitu pusat pengayakan uranium di Natanz dan Qom, proyek pengembangan kilang gas di Isfahan dan reaktor nuklir di Arak serta reaktor Bushehr. Target-target tersebut terbentang sejauh 2.250 km dari Israel, jarak terjauh jangkauan pesawat-pesawat pembom Israel dengan pengisian bahan bakar di udara. Dengan melintasi Saudi jarak tersebut bisa dikurangi secara signifikan. Sebuah serangan udara membutuhkan beberapa kali serangan yang kemungkinan besar melintasi Jordania, Saudi dan Irak. Bahkan serangan ke Bushehr yang terletak di Teluk Parsi mengharuskan Israel melintasi wilayah Kuwait.

Melintasi Irak setidaknya membutuhkan persetujuan Amerika yang menduduki negara itu, dan sejauh ini Amerika belum memberikan persetujuannya. Para analis militer menyebutkan bahwa ambisi Israel menyerang Iran sebagai satu-satunya musuh potensial yang tersisa masih terhambat oleh keengganan Amerika dan negara-negara Arab sekutunya untuk memberikan persetujuan. Namun persetujuan Arab Saudi menjadi lampu kuning terlaksananya ambisi tersebut. Meski demikian para analis militer meragukan keefektifan sebuah serangan udara bisa menghentikan program nuklir Iran yang dijaga dengan ketat dan berada di tempat-tempat yang sulit untuk dihancurkan seperti di bawah tanah dan di pegunungan.

Para pejabat Israel menolak berkomentar tentang berita Times. Namun seorang pejabat Israel, Sharaon Zeevi Farkash, yang merupakan mantan kepala inteligen militer Israhell hingga tahun 2006 memberikan komentarnya. "Saya tahu bahwa Arab Saudi lebih takut terhadap kekuatan nuklir Iran daripada ketakutan Israel kepada Iran."

Pada tahun 2007 Israel Israel menggunakan wilayah udara Turki untuk menyerang fasilitas penelitian nuklir Syria meski kemudian Turki memprotes "pelanggaran" wilayahnya oleh Israel. Namun di tengah hubungan Israel-Turki yang tegang paska penyerangan kapal Mavi Marmara oleh Isael, Turki, yang merupakan sekutu lama Israel, diperkirakan tidak akan mengijinkan Israel menggunakan wilayah udaranya untuk menyerang Iran.

Israel tahun lalu telah mengirimkan sebuah kapal perang berpeluru kendali beserta dua kapal selamnya ke kawasan Laut Merah sebagai peringatan terhadap Iran sekaligus antisipasi kemungkinan terjadinya perang melawan Iran. Tahun lalu media massa Israel juga melaporkan adanya pertemuan rahasia para pejabat keamanan Israel dan Arab Saudi membahas masalah Iran. Dilaporkan saat itu kepala dinas rahasia Irsrael, Meir Dagan, bertemu dengan para pejabat inteligen Arab Saudi untuk mendapatkan jaminan dukungan Arab Saudi terhadap rencana penyerangan atas Iran. Baik pemerintah Saudi maupun Israel tentu saja membantah laporan tersebut.


Konfirmasi Iran

Rumor bahwa Isreal telah mengkhianati Iran dengan membiarkan Israel menggunakan wilayahnya untuk menyerang Iran telah mendapatkan konfirmasi dari Iran. Fars, kantor berita Iran pada tgl 23 Juni lalu mengabarkan bahwa angkatan udara Israel telah membongkar perlengkapan militernya di sebuah lapangan terbang komersial di Tabuk, utara Arab Saudi. Pada saat yang sama Fars juga menginformasikan bahwa pasukan Amerika telah berkumpul di perbatasan Azerbaijan-Iran.

Berita tersebut hanya berselang seminggu setelah munculnya berita yang telah dikonfirmasi pemerintah Amerika bahwa sebuah armada perang Amerika telah bergerak melintasi terusan Suez pada tgl 19 Juni berlayar ke kawasan Teluk Parsi. Amerika mengklaim bahwa manuver tersebut adalah sebuah manuver rutin. Banyak sumber menyebutkan bahwa sebuah kapal perang Israel turut serta dalam manuver tersebut.

Menurut laporan Fars pesawat-pesawat militer Israel telah membongkar perlengkapan di Tabuk setidaknya dua minggu yang lalu. Tabuk adalah sebuah daerah yang dekat dengan perbatasan Iran. Tempat ini dikenal dalam sejarah Islam sebagai sebuah tempat terjadinya peperangan antara tentara Islam melawan Romawi pada jaman nabi Muhammad.

Menurut Fars, selama pembongkaran pesawat militer Israel, lapangan terbang Tabuk ditutup untuk semua penerbangan. Para penumpang yang terlantar karena penutupan bandara mendapat ganti rugi berupa uang dan penginapan di hotel bintang empat. Namun tidak ada penjelasan mengenai penutupan tersebut.


Azerbaijan

Televisi pemerintah Iran, Press TV melaporkan 23 Juni lalu bahwa tentara Iran telah meningkatkan kewaspadaannya di wilayah perbatasan dengan Azerbeijan setelah adanya laporan terjadi penumpukan pasukan Amerika di perbatasan Azerbeijan-Iran dimana pasukan Israel dilaporkan turut dalam manuver tersebut. Laporan yang sama juga dirilis oleh media massa Azerbaijan Trend News. Keberadaan militer Amerika di Azerbeijan terkait dengan isu teroris yang kini melanda negeri tersebut.

Komandan Pengawal Revolusi Iran Brigadier General Mehdi Moini mengatakan, Kamis 24 Juni, bahwa pasukannya telah dimobilisasi mengantisipasi keberadaan pasukan Amerika dan Israel di perbatasan Azerbeijan. Di antara unit militer yang dimobilisasikan ke kawasan perbatasan adalah satu unit pasukan tank dan satu unit penangkal serangan udara.

Saturday, 26 June 2010

KONSPIRASI BBM (1)


Keterangan gambar: ribuan trem-trem listrik yang masih baik dibesituakan bagitu saja di Amerika karena ulah kejahatan konspirasi


Indonesian Free Press -- Apa kelebihan mobil listrik modern dibandingkan mobil berbahan bakar minyak? Segalanya. Mobil listrik bisa berlari lebih cepat (370 km/jam oleh mobil Eliica buatan Jepang), lebih jauh daya jelajahnya (483 km sekali charge oleh mobil Tesla Model S), lebih kuat akselerasinya (0-100 km/jam kurang dari 4 detik oleh mobil Tesla Roadster), lebih nyaman (tidak bising), dan sudah pasti lebih ramah lingkungan. Kekurangan mobil listrik mungkin hanyalah dalam hal waktu pengisian tenaga listrik (recharge) dibandingkan pengisian BBM. Tapi itu sama sekali tidak signifikan karena proses recharge mobil listrik modern hanya membutuhkan waktu menit-an, hampir sama dengan pengisian BBM. Lagipula recharge bisa dilakukan dengan cara yang jauh lebih praktis dibandingkan mengisi BBM, cukup memasukkan chop ke dalam titik api listrik.

Bagaimana dengan kondisi awal mobil listrik? Berikut adalah penjelasan dari wikipedia:

"Before the pre-eminence of internal combustion engines, electric automobiles held many speed and distance records. Among the most notable of these records was the breaking of the 100 km/h (62 mph) speed barrier, by Camille Jenatzy on April 29, 1899 in his 'rocket-shaped' vehicle Jamais Contente, which reached a top speed of 105.88 km/h (65.79 mph). Before the 1920s, electric automobiles were competing with petroleum-fueled cars for urban use of a quality service car.[19]

Thomas Edison and an electric car in 1913 (courtesy of the National Museum of American History)In 1897, electric vehicles found their first commercial application in the U.S. as a fleet of electrical New York City taxis, built by the Electric Carriage and Wagon Company of Philadelphia. Electric cars were produced in the US by Anthony Electric, Baker, Columbia, Anderson, Edison [disambiguation needed], Studebaker, Riker, Milburn, and others during the early 20th century.

The low range of electric cars meant they could not make use of the new highways to travel between citiesDespite their relatively slow speed, electric vehicles had a number of advantages over their early-1900s competitors. They did not have the vibration, smell, and noise associated with gasoline cars. They did not require gear changes, which for gasoline cars was the most difficult part of driving. Electric cars found popularity among well-heeled customers who used them as city cars, where their limited range proved to be even less of a disadvantage. The cars were also preferred because they did not require a manual effort to start, as did gasoline cars which featured a hand crank to start the engine. Electric cars were often marketed as suitable vehicles for women drivers due to this ease of operation
."

Singkat saja, mobil listrik sudah ada jauh sebelum mobil berbahan bakar minyak dibuat. Pada tahun 1899 sebuah mobil listrik bahkan berhasil memecahkan rekor kecepatan kendaraan darat dengan menembus angka kecepatan 100 km/jam. Mobil tersebut dibuat oleh Camille Jenatzy. Pada tahun 1897 kota New York bahkan sudah dipenuhi dengan mobil taxi berbahan bakar baterai, di luar mobil-mobil pribadi yang semuanya berbahan bakar batere. Saat itu belum ada satupun mobil BBM tampak di muka umum. Ditambah trem-trem listrik di kota-kota dan kereta api listrik antar kota yang pada tahun 1930-an sudah bisa mencapai kecepatan 200 km/jam, rasanya tidak ada tempat sedikit pun bagi mobil BBM untuk dilirik orang.

Bagaimana dengan mobil BBM generasi awal? Sampai pada tahun 1930-an orang masih harus berkeringat, mengengkol tuas untuk bisa menghidupkan mobil BBM, sementara mobil listrik (batere) cukup menekan tombol. Ditambah asap yang tebal dan suara bising, sekali lagi tidak ada tempat bagi mobil BBM untuk dilirik orang.

Lalu bagaimana bisa mobil BBM yang jorok dan dan serba menyusahkan itu bisa menyingkirkan mobil listrik? Bagini ceritanya:

Sebagaimana telah disebutkan pada awal abad 20 kendaraan listrik merupakan kendaraan umum di mana-mana. Kakek nenek kita yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan mungkin masih ingat bagaimana bentuk trem listrik yang menjadi moda angkutan massal saat itu, yang serba nyaman dan sama sekali tidak mengeluarkan polusi. Di San Francisco masih terdapat trem yang tetap beroperasi dengan baik selama lebih dari 100 tahun, hal yang tidak mungkin dilakukan oleh kendaraan berbahan bakar BBM yang sistem pembakarannya menghancurkan konstruksi kendaraan dalam waktu 20 tahun.

Kondisi mulai berubah sejak raja minyak berdarah yahudi Rockefeller (tangan kanan Rothschild di Amerika) memasuki bisnis transportasi. Ia melakukan dua langkah strategis untuk menghancurkan moda transporatasi listrik. Pertama dengan menggunakan perusahaan bentukannya, National City Lines, Rockefeller menganeksasi hampir seluruh perusahaan operator transportasi massal di seluruh kota besar Amerika. Antara tahun 1936 dan 1950 National City Lines menganeksasi lebih dari 100 operator trem di 45 kota besar di Amerika termasuk Detroit, Cleveland, New York City, Oakland, Philadelphia, Phoenix, St. Louis, Salt Lake City, Tulsa, Baltimore, dan Los Angeles. Selanjutnya National City Lines, tanpa ba bi bu menggantikan trem-trem yang seperti sudah saya sebutkan sangat nyaman dan ramah lingkungan itu, dengan bus-bus peminum BBM yang jorok dan serba menyusahkan. Saat itu ribuan trem-trem yang masih dalam kondisi sangat baik tiba-tiba ditarik dari peredaran dan dibesituakan begitu saja.

Langkah kedua adalah membiayai perusahaan mobil Ford Motor Company dan General Motors untuk memproduksi secara besar-besaran mobil-mobil BBM dan menjualnya dengan harga murah (karena skala produksi yang besar sehingga bisa lebih hemat biaya produksinya). Dengan dukungan sistem penjualan leasing dan kredit bank serta promosi massif via media massa (semuanya dimiliki Rockefeller), plus aksi-aksi mafia yang dikoordinir oleh teman yahudi Rockefeller, Meyer Lansky, untuk melibas fihak-fihak yang menentang langkah-langkah konspiratif Rockefeller. Keberhasilan konspirasi Rockefeller semakin sempurna karena para politisi (yang kampanyenya membutuhkan sumbangan sponsor) pun berada di bawah kendalinya, mengkampanyekan pembangunan jalan bebas hambatan ke seluruh pelosok negeri untuk digunakan oleh mobil-mobil BBM buatan Rockefeller.

Langkah-langkah Rockefeller tersebut seperti peribahasa "sekali kayuh dua pulau terlampaui". Dengan menyingkirkan mobil-mobil dan trem-trem listrik dan menggantikannya dengan kendaraan BBM buatannya, ia tidak saja mengeruk keuntungan dari bisnis mobil, tapi juga dari bisnis minyak miliknya. Silahkan menghitung keuntungan bisnis minyak secara global. Produksi minyak dunia sekitar 100 juta barrel per-hari. Dengan biaya produksi, katakanlah $20 per-barrel dan harga pasaran minyak dunia $60 dollar, keuntungan bisnis minyak global adalah ($60-$20)x100 juta=$4 miliar atau sekitar Rp 40triliun sehari. Berapa kekayaan yang telah ditumpuk selama bertahun-tahun oleh para raja minyak?

Banyak orang yang mengira sebagian besar keuntungan bisnis minyak dinikmati oleh negara-negara penghasil minyak seperti Arab Saudi dan Indonesia. Mereka tidak mengetahui bahwa meski diproduksi di Arab Saudi dan Indonesia, sebagian besar minyak itu dimiliki oleh perusahaan minyak asing milik Rockefeller dan kroni-kroninya. Di Indonesia sendiri sekitar 90% minyak produksinya dimiliki perusahaan minyak asing.(ca)

Bersambung

Wednesday, 16 June 2010

Kapal Itu Berlayar Terlalu Jauh


"Orang boleh saja menolak pernyataan saya dan hanya menganggap saya sebagai orang tua pemarah. Namun dengan berbagai periswita akhir-akhir ini seperti peperangan di Timur Tengah serta berbagai peristiwa yang mungkin akan segera terjadi, saran saya adalah: saat ada waktu matikanlah televisi dengan pertunjukan Britney Spears, "Desperate Housewives" dan pertandingan sepakbola, dan menyimak dengan cermat peristiwa-peristiwa yang terjadi, karena itu semua akan terus berulang. Karena, seperti kata pepatah, macan tidak akan berubah belangnya."

Phil Tourney, seorang awak kapal USS Liberty yang selamat dari serangan Israel tgl 8 Juni 1967 mengatakan itu jauh sebelum Israel menyerang Lebanon tahun 2006, Gaza tahun 2008/2009, dan menyerbu kapal-kapal misi kemanusiaan Freedom Flotilla baru-baru ini. Namun dunia mengabaikan peringatan itu hingga kita harus terus-menerus harus menelan pil pahit melihat kekejian Israel yang terus-menerus tanpa bisa dihentikan. Lebih tragisnya peristiwa yang baru terjadi, penyerbuan terhadap kapal kemanusiaan Freedon Flotilla terjadi pada saat para korban selamat USS Liberty dan para simpatisannya (seorang di antara mereka berada di kapal Freedon Flotilla) memperingati ulang tahun peristiwa tersebut.

Bagi yang belum mengetahui peristiwa serangan terhadap kapal USS Liberty, atau hanya mengetahuinya dari "keterangan resmi" tentu tidak akan mempercayai peristiwa tersebut. Bagaimana mungkin Israel menyerang kapal sekutu utama sekaligus pelindungnya. Tapi bagi yang memahami realitas sosial politik Amerika dan hubungannya dengan Israel, tentu memahami hal itu.

Saya baru saja membaca sebuah artikel menarik tulisan Jim Kirwan di blognya "Kirwan Studios" tgl 8 Jni 2010. Kirwan membuka transkrip pembicaraan antara presiden Amerika John F Kennedy dan dubes Israel di Amerika tentang reaktor nuklir Dimona di Israel, pembicaraan antara presiden Lyndon B Johnson dengan seorang agen Mossad tentang rencana penyerangan kapal USS Liberty, serta pembicaraan antara komandan Armada VI Amerika dengan presiden Johnson tentang penarikan mundur gugus tugas Armada VI dari upaya penyelamatan USS Liberty.

Bagi yang tidak memahami mengapa transkrip-transkrip yang begitu penting itu bisa terbuka ke permukaan silahkan mempelajari mengapa transkrip pembicaraan telepon presiden M Nixon bisa bocor keluar hingga menjadi skandal Watergate. Atau pelajari pembicaraan telepon presiden Bill Clinton dengan pacar gelapnya Monica Lewinsky yang bocor ke penyidik kasus selingkuh Bill Clinton. Saat itu Clinton mengeluh kepada Lewinsky bahwa gedung putih dipenuhi dengan alat-alat penyadap yang bahkan seorang presiden-pun tidak bisa mengontrolnya. Namun perlu diperhatikan juga bahwa di kalangan inteligen Amerika sendiri terdapat "gap" antar kalangan "jew ass sucker" dengan kalangan nasionalis anti-Israel, meski yahudi/Israel telah "mengamankan" posisi-posisi kunci.

Berikut adalah transkrip pembicaraan antara presiden John F Kennedy yang didampingi Jaksa Agund sekaligus adik kandungnya, Robert F Kennedy dengan dubes Israel, tentang maksud presiden Kennedy untuk melakukan inspeksi terhadap pusat pengembangan nuklir Israel dimana maksud tersebut ditentang keras Israel. Sebagaimana diketahui maksud presiden Kennedy tidak pernah terwujud, justru dirinyalah yang meninggal secara tragis di depan jutaan mata warganya sendiri. Demikian juga saudaranya Robert F Kennedy, tewas mengenaskan oleh pembunuhan konspirasi saat berkampanye untuk menjadi pengganti John F Kennedy.

JFK: Kini masalah pembangkit nuklir di Dimona telah menjadi hal yang sangat serius. Saya telah mengatakan kepada Anda beberapa kali bahwa saya ingin tim inspeksi nuklir dari kami diijinkan memeriksanya secara rutin sehingga kami bisa menemukan ..


DUBES ISRAEL: Tidak! Israel adalah negeri berdaulat. Negara yang tengah berperang! Apakah Anda lupa bahwa kami telah mengijinkan tim inspeksi Anda melakukan pemeriksaan seharian penuh tahun lalu? Tidak ada lagi tim inspeksi Amerika diijinkan mengunjungi Dimona lagi Tuan Presiden, dan itu adalah kata akhir!

JFK: Tidak ada perang sekarang ini! Jika Anda tidak ingin tim inspeksi Amerika, kami bisa mengajukan tim dari negara netral. Saya mendesak pembangkit nuklir Dimona dibuka untuk diperiksa secara rutin oleh tim inspeksi dari luar!

DUBES ISRAEL: Dengan hormat Tuan, Anda tidak mengerti! Israel selalu dalam keadaan perang! Tidak ada inspeksi dari luar diperbolehkan mengunjungi Dimona dengan skedul yang mereka inginkan sendiri!

RFK (Robert F Kennedy, Jaksa Agung dan saudara kandung JFK: Tuan, presiden telah memberi kuasa kepada saya untuk memberi pendapat kepada Anda bahwa kami akan menghentikan bantuan kepada Israel sampai Israel mengininkan tim inspeksi internasional mengunjungi Dimona. Kami telah mengetahui bahwa Anda telah membuat senjata nuklir di Dimona.

DUBES ISRAEL: Itu ... itu bukan keputusan yang baik Tuan! Itu akan merugikan saudara Anda (presiden Kennedy) sendiri! Semua musuh Israel akan kami hancurkan!

Pengganti Kennedy setelah kematiannya yang tragis adalah Wapres Lyndon B Johnson yang dilantik menjadi presiden pada hari yang sama dengan tgl pembunuhan Presiden Kennedy, dan di bawah Lyndon Amerika berubah menjadi "anjing penjaga yang baik" bagi Israel. Demi keuntungan industri militer yahudi Johnson menerjunkan Amerika dalam Perang Vietnam, dan membantu Israel habis-habisan dalam Perang 6 Hari melawan Arab tahun 1967. Lebih jauh Johnson bahkan membiarkan kapal USS Liberty diserang habis-habisan oleh Israel di perairan internasional di lepas pantai Gaza (sama dengan kasus penyerangan terhadap Freedom Flotilla) dengan alasan kapal tersebut telah menyadap komunikasi Israel yang tengah berperang dengan negara-negara Arab. Alasan lainnya adalah penyerangan terhadap USS Liberty akan dituduhkan kepada Mesir sehingga menjadi alasan Amerika untuk membantu Israel dengan menyerang dan menduduki wilayah Mesir.

Berikut adalah transkrip pembicaraan antara presiden Johnson dengan seorang perwira penghubung Mossad di Gedung Putih beberapa saat sebelum peristiwa penyerangan USS Liberty dan di tengah-tengah Perang 6 Hari yang tengah berkecamuk. Pembicaraan ini adalah tentang rencana penenggalaman kapal USS Liberty.


JOHNSON: Anda ingin bertemu, katakan mengapa?

MOSSAD AGENT: Waktunya telah tiba tuan Presiden, waktu datangnya bahaya yang sangat besar. Waktu dimana sejarah akan mencatatnya sebagai sebuah pengorbanan besar bagi semua orang, maksud saya ...

JOHNSON: Katakan langsung!

MOSSAD AGENT: Baik. Kami telah menghancurkan angkatan udara Mesir dan Syria dan kami telah menduduki dataran Sinai. Pasukan kami telah bersiap siaga di tepi timur terusan Suez. Kami masih belum mengetahui berapa besar kekuatan cadangan Mesir yang mungkin saja bisa memukul mundur kami dan balik menduduki Israel. Kami ingin angkatan perang Amerika menyerang Mesir sehingga tidak ada ...

JOHNSON: Sial, mengapa? Kami tidak bermusuhan dengan orang-orang negro padang pasir itu (Mesir)!

MOSSAD AGENT: ADa juga masalah kecil dengan kapal Anda, kapal inteligen di lepas pantai kami yang telah mendengarkan rencana-rencana militer kami, kapal Liberty...

JOHNSON: Sial! Dengar "motherfucker"! Semua negara mempunyai kapal seperti itu. Apa masalahnya? Toh kami tidak akan menghentikan aksi Anda (menyerang Arab). Lakukan apa yang ingin Anda lakukan tapi kami tidak bermusuhan dengan orang-orang Mesir itu.

MOSSAD AGENT
: Jika kapal itu diserang, uhh... kami pikir sebuah langkah balasan akan dilakukan Amerika. Maksud saya angkatan perang Anda bisa menghentikan Mesir. Kami menginginkan Golan, Sinai, Tepi Barat dan Jerussalem, demi tercapainya keamanan bagai rakyat Israel tentu saja, dan ...

JOHNSON: Orang-orang mesir sialan itu tentu tidak akan berani menyerang kami. Kami akan menghancurkan mereka.

MOSSAD AGENT: Kamilah yang akan melakukan serangan itu tuan Presiden. Itu hanya sebuah kapal... kapal yang sangat kecil dan tidak bersenjata berat. Kami telah memfotonya. Kami hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk menenggelamkannya. Setalah tenggelam Anda bisa berbicara di televisi .. mengatakan bahwa itu adalah tindakan Mesir... Angkatan laut dan udara Anda bisa menahan pasukan mereka di pantai jika Anda menyerang garis belakang mereka dan mengebom Kairo pada saat pasukan kami menyeberangi Suez. Mereka tidak lagi mempunyai pesawat tempur yang bisa terbang. Namun tentu saja tidak boleh ada awak (kapal Liberty) yang selamat untuk membuka kejadian yang sebenarnya. Kami akan melihat bahwa ...

JOHNSON: What the fuck! Apa katamu "cocksucker!". Kau bajingan gila! Aku akan menendang pantatmu keras-keras sekarang juga. Mengebom Kairo? Fuck you!

MOSSAD AGENT: Anda berhutang kepada kami tuan Presiden! Anda berhutang kepada kami... segalanya! Gedung putih, kursi presiden, segalanya! Saya berada di sini untuk menagihnya! Sekarang, sekaranglah saatnya untuk membayar hutang itu! Ingat bahwa kami mengontrol pers Amerika...

JOHNSON: Baik-baik. Dengan tuhan sebagai saksi, tidak boleh ada yang selamat, mengerti! Saya akan membantahnya jika ada saksi hidup yang berbicara, paham?

MOSSAD AGENT
: Tentu tuan Presiden. Tentu saja! Kami akan membuatnya cepat dan seminimal mungkin menimbulkan kesakitan. Tidak ada yang akan selamat!

JOHNSON: Keluar! Keluar dari sini sekarang juga!

Maka rencana matangpun disusun dan dieksekusi. Pada tgl 8 Juni 1967 angkatan laut dan udara Israel plus pasukan komando menyerang USS Liberty habis-habisan. Tidak hanya bom, roket dan terpedo, USS Liberty juga dihujani dengan bom napalm untuk membakar seluruh awaknya hidup-hidup. Tapi ajaibnya USS Liberty gagal ditenggelamkan meski telah diserang habis-habisan selama 2 jam lebih. Dan akhirnya serangan tersebut dihentikan setelah Israel menyadari sudah terlalu banyak orang Amerika yang mengetahui peristiwa itu dari lalu lintas komunikasi yang terpantau oleh awak militer Amerika serta kekhawatiran bahwa presiden Johnson tidak bisa menahan amarah pasukannya sendiri.



LIBERTY SIGNALMAN: Schematic (Armada VI), ini Rockstar (USS Liberty). Kami tengah diserang oleh pesawat terbang. Saya melihat salah satu pesawat berbendera Israel. Tolong kami! Apa Anda mengerti? Tolong kami!

SARATOGA (Kapal induk komando Armada VI) SIGNALMAN: Rockstar, ini Schematic. Kami tidak bisa membaca jelas pesan Anda. Ulangi…

LIBERTY SIGNALMAN: Diulang. Kami tengah diserang oleh pesawat-pesawat tempur, beberapa diantaranya berbendera Israel! Kami butuh pertolongan!

SARATOGA SIGNALMAN: Rockstar, kami membaca pesan Anda. Lakukan otentifikasi. Ulangi, lakukan otentifikasi.

LIBERTY SIGNALMAN: Otentifikasi? Sial! Sial! Oscar Quebec! Oscar Quebec, SARATOGA! Oscar Quebec, demi Tuhan! Anda membaca pesan kami?

SARATOGA SIGNALMAN: Kami membacanya Rockstar. Anda tengah diserang! Kami akan "stand by" untuk beberapa komunikasi mendatang. ... (sepertinya juru sandi Armada VI belum yakin benar bahwa salah satu kapalnya diserang oleh Israel)

LIBERTY SIGNALMAN: Schematic, kami masih terus mendapat serangan. Kami perlu bantuan!

SARATOGA SIGNALMAN: Rockstar, pesan Anda telah disampaikan. Otentifikasi!

LIBERTY SIGNALMAN: (Menendang pintu agar suara dari luar bisa terdengar untuk otentifikasi) Otentifikasi ini, bedebah!

SARATOGA SIGNALMAN mendengarkan dengan seksama dan terperangah oleh bunyi suara-suara ledakan di kapal Liberty.

SARATOGA SIGNALMAN: Baik Rockstar, otentifikasi diterima.

Komandan Armada VI segera memberi perintah untuk memberikan pertolongan kepada USS Liberty dengan mengirimkan satu skuadron pesawat tempur, kemudian memberikan laporan kepada markas komando pusat di ibukota.

ADMIRAL: Skuadron tempur telah diluncurkan, DOD COMMAND. Respon terhadap serangan atas USS LIBERTY!

MCNAMARA (Menteri pertahanan): SARATOGA! Disini DOD Command untuk USS SARATOGA! Masuk!

ADMIRAL: Ini USS SARATOGA!

MCNAMARA: Ini menteri pertahanan McNAMARA! Panggil kembali semua pesawat! Apakah Anda mendengar?

ADMIRAL: Tapi Pak menteri, satu kapal kita tengah diserang. Mereka melaporkan terdapat beberapa korban meninggal dan luka-luka!

McNAMARA: Lalu apa yang Anda rencanakan?

ADMIRAL: Kami akan mencari tahu siapa yang telah menyerang kita, kemudian kita akan ...

McNAMARA: Demi Tuhan, tarik kembali pesawat-pesawat Anda sekarang juga! Anda mendengar?

ADMIRAL: Roger!

Tidak lama kemudian sebuah torpedo Israel menghantam kapal Liberty dan langsung membunuh 25 awak kapal Liberty. Beberapa saat kemudian beberapa helikopter dengan puluhan pasukan komando Israel terbang berputar-putar di atas kapal Liberty yang limbung. Mereka menunggu tugas terakhir Israel, membunuh semua awak kapal Liberty dari jarak dekat.


LIBERTY SIGNALMAN: Saratoga, tolong kami! Beberapa helikopter dengan pasukan komando berputar-putar di atas kami, kemungkinan akan melakukan pendaratan! Apakah Anda akan menolong atau tidak? Dimana Anda bedebah?

ADMIRAL: Luncurkan skuadron udara! Kirimkan ke lokasi terakhir Liberty! Komando pusat, ini Saratoga. Apakah Anda mendengar?

MCNAMARA: Masuklah SARATOGA!

ADMIRAL: Kami telah leluncurkan skuadron kedua. Pesawat-pesawat kita akan memberikan perlindungan udara terhadap Liberty yang tengah diserang. Orang-orang kita melihat bendera Israel pada kapal-kapal dan pesawat yang menyerang mereka.

McNAMARA: God-dammit, tidak! Anda panggil kembali pesawat-pesawat Anda. Beberapa di antaranya mungkin membawa bom nuklir! Apakah Anda mendengar? Balas!

ADMIRAL: Pak menteri, kita berada di zona perang. Sebuah kapal Amerika diserang dan terbakar dengan beberapa korban di atasnya. Kami melihat Israellah pelakunya. Apakah Anda mendengar?

PRESIDEN JOHNSON: ADMIRAL, ini presiden. Apakah Anda mengenar suara saya?

ADMIRAL: Yes, Sir.

PRESIDEN JOHNSON: Semua ini bisa dijelaskan. Ini adalah...ahhhh...sebuah kesalahan yang tragis. Bawa kembali pesawat-pesawat Anda ke pangkalan. Saya tidak akan mempermalukan sekutu kita (Israel). Apakah Anda mendengar Admiral?

ADMIRAL: Yes Sir.

PRESIDEN JOHNSON: Baik. Tolonglah para korban yang terluka sebaik-baiknya.

ADMIRAL: Panggil semua pesawat kembali ke pangkalan.


Setelah gagal menenggelamkan Liberty, Israel pun menarik diri meninggalkan Liberty yang terluka parah. Sebanyak 43 awaknya tewas dan 172 luka-luka. Kembali ke pangkalan para awak diancam untuk tidak berbicara mengenai peristiwa sebenarnya yang terjadi. Untuk menghibur mereka, mereka mandapat penghargaan militer yang anehnya dilakukan tertutup di sebuah pangkalan militer. Selanjutnya pemerintah membentuk sebuah komisi "pura-pura independen" yang dipimpin oleh "another jew ass sucker" Admiral McCain (ayah dari senator John McCain mantan capres Amerika dalam kampanye lalu) dengan hasil yang sudah ditetapkan sebelumnya: Israel melakukan kesalahan yang tidak disengaja, meski hal itu bertentangan dengan logika: bagaimana mungkin selama berjam-jam baik sebelum maupun selama serangan Israel tidak melihat bendera Amerika serta tulisan besar USS Liberty di lambungnya. Israel hanya dijatuhi hukuman denda beberapa juta dolar yang tidak pernah dipenuhi Israel. Sebaliknya Amerika justru terus mengucurkan bantuan miliaran dolar setiap tahunnya kepada Israel.