Hanya beberapa hari setelah serangan bom di kawasan Shiah di Beirut Selatan yang menewaskan 25 orang, Lebanon kembali diguncang bom "sektarian", Jumat kemarin (23/8). Kali ini bom mengguncang Tripoli, Lebanon Utara, yang menjadi basis dukungan kelompok-kelompok Sunni dengan korban tewas yang ditimbulkannya mencapai 47 jiwa.
Pihak berwenang Lebanon menyebutkan bahwa selain korban tewas, setidaknya 300 orang harus menjalani perawatan serius karena luka-luka akibat bom, 200 lainnya mengalami luka ringan. 65 orang yang menjalani perawatan berada dalam kondisi kritis.
Tripoli, kota kedua terbesar di Lebanon dengan penduduk 200.000 jiwa, merupakan salah satu kawasan yang paling bergejolak terkait dengan konflik politik yang terjadi Syria. Kelompok-kelompok ekstremis Sunni yang menjadi pendukung pemberontak Syria sering terlibat pertikaian bersenjata dengan kelompok-kelompok minoritas Shiah dan Alawi pendukung regim Bashar al Assad. Militer yang dikomandani Jendral Qahwaji yang Kristen cenderung anti-ekstremis Sunni, harus sibuk menengahi konflik yang seringkali menimbulkan korban tewas. Sementara polisi dan aparat inteligen yang dikomandani perwira-perwira Sunni cenderung berpihak pada ekstremis Sunni.
Ledakan yang terjadi Jumat kemarin mengguncang Masjid al-Taqwa yang berada di kawasan Abu Ali Square, saat jamaah sholat Jumat tengah beramai-ramai meninggalkan masjid yang berada tidak jauh dari kediaman Perdana Menteri Najib Mikati. Lima menit setelah ledakan di Masjid al-Taqwa, bom kedua meledak di Masjid al-Salam Mosque di kawasan Mina. Masjid kedua berdekatan dengan kediaman mantan kepala polisi Ashraf Rifi.
Ledakan di kedua masjid juga merusak sejumlah besar mobil dan bangunan di sekitarnya.
Hezbollah adalah kelompok politik pertama yang menyatakan kutukannya atas aksi tersebut. Disusul kemudian oleh kutukan Grand Mufti Mohammed Rashid Qabbani, pemimpin tertinggi umat Sunni Lebanon.
“Aksi teror ini adalah aksi konspirasi yang ditujukan kepada seluruh warga Lebanon, dengan tujuan mendorong orang-orang Sunni untuk menyerang orang-orang Shiah dan orang-orang Shiah menyerang orang-orang Sunni," kata Qabbani.
Sekjen PBB Ban Ki Moon juga telah menyatakan kutukannya atas aksi tersebut, dan berharap bahwa pelakunya bisa ditangkap dan diadili secepatnya. Uni Eropa Iran dan berbagai negara juga telah menyatakan kutukannya.
Sunday, 25 August 2013
Saturday, 24 August 2013
ARMAGEDDON TENGAH MENGINTIP SYRIA
Baru beberapa hari yang lalu saya membaca tentang armageddon (perang akhir jaman) yang tengah mengintip Syria yang ditulis setidaknya oleh 2 orang analis politik internasional, salah satunya Gordon Duff dalam artikelnya di Press TV berjudul "Armageddon watch over Syria".
Dalam tulisan tersebut disebutkan bahwa telah terjadi perang rahasia yang sangat serius antara Israel dengan Syria yang dipicu oleh keputus-asaan Israel atas kondisi lapangan konflik Syria yang tidak menguntungkan Israel serta tuntutan internasional untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina yang membawa konsekuensi tidak menguntungkan Israel, yaitu kewajiban meninggalkan wilayah-wilayah Palestina yang diduduki serta memberikan hak kembali bagi para pengungsi Palestina di luar negeri. Disebutkan oleh Gordon Duff bahwa Israel telah menembakkan beberapa rudal nuklir taktis (daya ledak terbatas dan tidak meninggalkan radioaktif, seperti ledakan bom Bali) ke beberapa sasaran militer Syria, sementara Syria dengan senjata-senjata canggih yang dipasok Rusia termasuk rudal S-300, telah menenggelamkan kapal selam nuklir dan pesawat F-16 Israel.
(Gordon Duff bukan ahli nuklir karenanya tidak bisa memastikan bahwa ledakan-ledakan yang terjadi di Syria, termasuk di gudang senjata di Latakia bulan Juli lalu adalah ledakan nuklir. Namun dari beberapa ahli nuklir yang menganalisa dampak ledakan, termasuk bentuk ledakan yang seperti jamur (mushroom), bisa dipastikan ledakan tersebut adalah ledakan nuklir).
Aksi Israel tersebut membuat Rusia semakin serius untuk memberikan perlindungan kepada Syria, dengan mengirimkan senjata-senjata paling canggihnya ke Syria, termasuk dengan mengaktifkan kembali satuan Armada Laut Tengah yang telah dibekukan paska runtuhnya Uni Sovyet. Di sisi lain, perkembangan tersebut mengantar dunia pada titik terdekat terjadinya perang akhir jaman.
Perlu menjadi perhatian kita semua, di luar konflik Syria, Rusia kini tengah terlibat dalam "Perang Dingin" jilid II dengan Amerika Cs. Dalam waktu dekat Amerika dan NATO telah merencanakan menggelar latihan perang besar-besaran di Norwegia dan Laut Hitam yang secara vulgar memberi tanda tentang langkah agresif Amerika dan sekutu-sekutunya. Setelah penggelaran sistem pertahanan udara di Eropa Timur serta kehadiran pasukan-pasukan Amerika di berbagai pangkalan di sekitar Rusia, hal itu memberi tanda yang sangat jelas kepada Rusia bahwa Amerika Cs. berniat untuk membekuk Rusia di negerinya sendiri.
Namun Rusia di bawah kepemimpinan Vladimir Putin bukanlah lawan yag mudah ditekuk. Tahun 2008 dunia menyaksikan sikap tegas Putin menghentikan upaya provokasi yang dilakukan Amerika, yang menggunakan tangan Georgia, untuk menduduki kawasan "protektorat" Rusia di Ossetia Utara. Putin pula yang berhasil merebut kembali wilayahnya yang memisahkan diri, Checnya, dari tangan para ekstremis "muslim" dukungan Amerika dan NATO. Selain itu di bawah Putin, Rusia juga sangat agresif berupaya mengembalikan kekuatan militernya yang runtuh paska kejatuhan Uni Sovyet. Berbeda dengan Amerika yang dalam waktu 10 tahun terakhir tidak melakukan langkah signifikan untuk memperkuat militernya, yang bahkan justru semakin berkurang dengan kebijakan penghematan yang dilakukan Barack Obama.
Friday, 23 August 2013
OLOK-OLOK PENGUASA KEGELAPAN DI INDONESIA
Sebelumnya saya sudah menulis tentang pencetakan mata uang dollar yang menggambarkan kronologis Serangan WTC tahun 2001 yang dilakukan sejak tahun 1996, atau lima tahun sebelum peristiwa yang sebenarnya terjadi. Hal itu merupakan "tanda" yang sengaja ditinggalkan para "penguasa kegelapan" untuk menunjukkan eksistensinya sembari mengolok-olok manusia yang tidak menyadari kejahatan konspirasi yang mereka lakukan.
Dalam konteks lebih kecil, di Indonesia, kita sebenarnya juga telah berulangkali mengalami fenomena serupa. Kasus-kasus besar yang tiba-tiba menghilang begitu saja adalah sebagian dari "tanda" yang ditinggalkan para "penguasa kegelapan" di Indonesia. Misalnya kasus pencurian ratusan dinamit beberapa waktu lalu yang hingga kini tidak jelas penyelesaiannya, meski kala itu disebut-sebut "istana kepresidenan terancam" oleh peristiwa itu. Kasus-kasus terorisme adalah contoh gamblang lainnya, bagaimana sekelompok pasukan khusus bentukan Amerika dan Australia yang dijalankan oleh sekelompok perwira non-muslim mengobrak-abrik tatanan umat Islam Indonesia. Selanjutnya kasus pembunuhan yang melibatkan ketua KPK Antasari Azhar, kasus Bank Century, mafia pajak, mafia migas, konvensi Partai Demokrat, konperensi diaspora Indonesia (ujung-ujungnya naturalisasi keturunan yahudi ke Indoensia untuk menguasai aset-aset strategis), fenomena naturalisasi pemain bola (tujuannya menghancurkan nasionalisme), fenomena kerusuhan di penjara, fenomena penembakan polisi (terkait isu terorisme) dan lain sebagainya.
Terakhir yang saya lihat adalah iklan promosi investasi di televisi oleh Bupati Sidoarjo yang mengenakan baju batik bergambar logo Bintang Daud (simbol Israel), membuat saya berfikir bahwa kasus Lumpur Lapindo merupakan kejahatan konspirasi. Apalagi dengan begitu besarnya anggaran yang dihabiskan pemerintah untuk menangani bencana tersebut, namun tidak pernah ditujukan untuk menuntaskannya.
Kali ini saya ingin memberikan sedikit pendapat tentang kasus pembunuhan wanita cantik Francisca Yofie di Bandung beberapa waktu lalu.
Dalam konteks lebih kecil, di Indonesia, kita sebenarnya juga telah berulangkali mengalami fenomena serupa. Kasus-kasus besar yang tiba-tiba menghilang begitu saja adalah sebagian dari "tanda" yang ditinggalkan para "penguasa kegelapan" di Indonesia. Misalnya kasus pencurian ratusan dinamit beberapa waktu lalu yang hingga kini tidak jelas penyelesaiannya, meski kala itu disebut-sebut "istana kepresidenan terancam" oleh peristiwa itu. Kasus-kasus terorisme adalah contoh gamblang lainnya, bagaimana sekelompok pasukan khusus bentukan Amerika dan Australia yang dijalankan oleh sekelompok perwira non-muslim mengobrak-abrik tatanan umat Islam Indonesia. Selanjutnya kasus pembunuhan yang melibatkan ketua KPK Antasari Azhar, kasus Bank Century, mafia pajak, mafia migas, konvensi Partai Demokrat, konperensi diaspora Indonesia (ujung-ujungnya naturalisasi keturunan yahudi ke Indoensia untuk menguasai aset-aset strategis), fenomena naturalisasi pemain bola (tujuannya menghancurkan nasionalisme), fenomena kerusuhan di penjara, fenomena penembakan polisi (terkait isu terorisme) dan lain sebagainya.
Terakhir yang saya lihat adalah iklan promosi investasi di televisi oleh Bupati Sidoarjo yang mengenakan baju batik bergambar logo Bintang Daud (simbol Israel), membuat saya berfikir bahwa kasus Lumpur Lapindo merupakan kejahatan konspirasi. Apalagi dengan begitu besarnya anggaran yang dihabiskan pemerintah untuk menangani bencana tersebut, namun tidak pernah ditujukan untuk menuntaskannya.
Kali ini saya ingin memberikan sedikit pendapat tentang kasus pembunuhan wanita cantik Francisca Yofie di Bandung beberapa waktu lalu.
SEKALI LAGI KEBOHONGAN ARRAHMAH.COM
Gamber: Faiz Shakir dalam sebuah acara talkshow yang digelar Center for American Progress di Amerika. Jubir Hizbollah?
Saya tidak pernah mendapatkan media massa seperti arrahman.com dalam hal "membohongi publik". Kebohongan seakan telah menjadi kebiasaan sehari-hari media ini hingga hampir tidak ditemukan sedikitpun kebenaran dalam berita-beritanya.
Kali ini saya akan megomentari berita yang dilaporkan arrahmah.com tgl 22 Agustus berjudul "Video jubir "Hizbullah" Syiah ancam akan serang Makkah dan Madinah". Berita ini adalah tentang seorang bernama Faiz Syakir yang oleh arrahman.com dinisbatkan sebagai "juru bicara" Hizbollah.
Sebelumnya saya belum mengetahui siapa Faiz Syakir, namun dari penampilannya dalam berita tersebut di atas saya mencurigai ada ketidak beresan. Faiz Syakir mengenakan jas dan dasi, sementara setahu saya tidak ada seorang pengurus Hizbollah pun yang pernah mengenakan jas dan dasi (setidaknya di depan publik). Mungkin ada anggota Hizbollah yang menjadi politisi atau pejabat pemerintah Lebanon yang mengenakan jas dan dasi, tapi tetap saja mereka bukan pengurus organisasi.
Karena penasaran saya, apalagi dengan isi beritanya yang "provokatif", saya pun melakukan searching di "google". Hasil pertama yang saya dapatkan adalah berita di media online Huffington Post berjudul "Nancy Pelosi Membayar Faiz Shakir Sebagai Direktur Media" yang dipostingkan tgl 5 Agustus 2012.
Berita di Huffington Post tersebut, sebagaimana disebutkan juga oleh wikipedia, menyebutkan bahwa Faiz Shakir adalah aktifis di lembaga kajian bernama "Center for American Progress (CAP)". Ia adalah pemimpin redaksi blog milik lembaga tersebut yang bernama "Think Progress". Sebagaimana diketahui CAP adalah lembaga kajian yang sangat pro-Israel alias neo-konservatif. Orang-orang neo konservatif-lah yang berada di belakang kebijakan "teror" George W. Bush yang sangat agresif menghancurkan negara-negara Islam demi keamanan Israel. Nancy Pelosi sendiri juga dikenal sebagai salah seorang politisi Amerika yang sangat pro-Israel.
Adalah sangat tidak masuk akal seorang pejabat publik Amerika mengangkat seorang pejabat Hizbollah, yang oleh Amerika telah ditetapkan sebagai oragnisasi teroris, sebagai penasihat dan pembantunya. Sampai di sini terbukti bahwa arrahman.com telah melakukan kebohongan publik dan patut untuk mendapatkan sanksi sosial kalau bukan sanksi pidana.
Namun tentu saja arrahmah.com akan tetap berkelit jika dipaparkan fakta-fakta itu.
"Lho itu khan justru membuktikan bahwa Hizbollah adalah antek Amerika?" Demikian kira-kira yang akan mereka katakan ketika kepada mereka dipaparkan fakta-fakta tersebut di atas. Inilah kebiasaan para pembohong di manapun berada. Bukannya membuktikan tuduhan bohongnya, mereka justru menutupinya dengan kebohongan lain yang lebih besar.
Saya tidak pernah mendapatkan media massa seperti arrahman.com dalam hal "membohongi publik". Kebohongan seakan telah menjadi kebiasaan sehari-hari media ini hingga hampir tidak ditemukan sedikitpun kebenaran dalam berita-beritanya.
Kali ini saya akan megomentari berita yang dilaporkan arrahmah.com tgl 22 Agustus berjudul "Video jubir "Hizbullah" Syiah ancam akan serang Makkah dan Madinah". Berita ini adalah tentang seorang bernama Faiz Syakir yang oleh arrahman.com dinisbatkan sebagai "juru bicara" Hizbollah.
Sebelumnya saya belum mengetahui siapa Faiz Syakir, namun dari penampilannya dalam berita tersebut di atas saya mencurigai ada ketidak beresan. Faiz Syakir mengenakan jas dan dasi, sementara setahu saya tidak ada seorang pengurus Hizbollah pun yang pernah mengenakan jas dan dasi (setidaknya di depan publik). Mungkin ada anggota Hizbollah yang menjadi politisi atau pejabat pemerintah Lebanon yang mengenakan jas dan dasi, tapi tetap saja mereka bukan pengurus organisasi.
Karena penasaran saya, apalagi dengan isi beritanya yang "provokatif", saya pun melakukan searching di "google". Hasil pertama yang saya dapatkan adalah berita di media online Huffington Post berjudul "Nancy Pelosi Membayar Faiz Shakir Sebagai Direktur Media" yang dipostingkan tgl 5 Agustus 2012.
Berita di Huffington Post tersebut, sebagaimana disebutkan juga oleh wikipedia, menyebutkan bahwa Faiz Shakir adalah aktifis di lembaga kajian bernama "Center for American Progress (CAP)". Ia adalah pemimpin redaksi blog milik lembaga tersebut yang bernama "Think Progress". Sebagaimana diketahui CAP adalah lembaga kajian yang sangat pro-Israel alias neo-konservatif. Orang-orang neo konservatif-lah yang berada di belakang kebijakan "teror" George W. Bush yang sangat agresif menghancurkan negara-negara Islam demi keamanan Israel. Nancy Pelosi sendiri juga dikenal sebagai salah seorang politisi Amerika yang sangat pro-Israel.
Adalah sangat tidak masuk akal seorang pejabat publik Amerika mengangkat seorang pejabat Hizbollah, yang oleh Amerika telah ditetapkan sebagai oragnisasi teroris, sebagai penasihat dan pembantunya. Sampai di sini terbukti bahwa arrahman.com telah melakukan kebohongan publik dan patut untuk mendapatkan sanksi sosial kalau bukan sanksi pidana.
Namun tentu saja arrahmah.com akan tetap berkelit jika dipaparkan fakta-fakta itu.
"Lho itu khan justru membuktikan bahwa Hizbollah adalah antek Amerika?" Demikian kira-kira yang akan mereka katakan ketika kepada mereka dipaparkan fakta-fakta tersebut di atas. Inilah kebiasaan para pembohong di manapun berada. Bukannya membuktikan tuduhan bohongnya, mereka justru menutupinya dengan kebohongan lain yang lebih besar.
Thursday, 22 August 2013
Senjata Kimia di Suriah
Oleh: Dina Sulaeman*
Sebenarnya, soal bagaimana menyikapi pemberitaan soal Suriah, atau konflik apapun, sudah saya tulis di postingan saya sebelumnya : Cara Menganalisis Konflik.
Sebenarnya, bahwa ada Zionis di balik berkepanjangannya konflik di Suriah (juga Mesir, Lebanon, Irak, dll), juga bisa dibaca dari artikel saya yang ini: The Oded Yinon’s Plan
Sebenarnya, saya juga sudah panjang lebar mengungkap berbagai rekayasa informasi soal Suriah dan bagaimana cara memandang konflik ini dengan benar, di buku saya Prahara Suriah.
Sebenarnya, saya juga sudah posting ulang ‘Kumpulan Pemalsuan Data Foto Konflik Suriah’
Tapi, ketika kemarin (Rabu) muncul berita tentang penggunaan senjata kimia di Suriah, tetap saja para pendukung mujahidin merasa perlu mengintimidasi saya dengan mengirim inbox di FB, seolah-oleh senang sekali, bisa menyodorkan bukti kekejaman Assad.
Saya sungguh heran. “Mereka” ini sekarang sudah merasakan bagaimana jadi korban pemalsuan informasi, bagaimana foto-foto dibuat secara manipulatif untuk menyudutkan kelompok “mereka” (dan di saat yang sama, “mereka” juga melakukan cara serupa, memanipulasi foto untuk menyudutkan lawan “mereka”). “Mereka” sudah merasakan bagaimana presiden yang mereka puja dan sah secara demokratis dikudeta semena-mena. “Mereka” gemar sekali berteriak-teriak ‘tabayun!’ Tapi tetap saja, pengalaman itu tidak membuat pikiran “mereka” terbuka. Terhadap pihak yang “mereka” benci, “mereka” berkeras tak mau bertabayun dan terus memakai kaca mata kuda.
Buat yang ingin mencari perimbangan info soal kasus terbaru di Suriah ini, bisa klik link-link berikut (saya tidak mau repot-repot menerjemahkannya).
http://www.liveleak.com/view?i=8da_1377112216#Y0kFdP9lmB9at2gQ.99
http://www.islamicinvitationturkey.com/2013/08/22/photo-al-jazzera-reuter-published-the-news-of-massacre-in-east-ghouta-damascus-one-day-before-the-massacre-happened-by-assad/
http://www.ibtimes.co.uk/articles/500506/20130821/syria-chemical-attack-accident-caused-free-syrian.htm
http://www.globalresearch.ca/was-the-syria-chemical-weapons-probe-torpedoed-by-the-west/5333671
atau ini ada yang berbahasa Indonesia: http://vendraminda.wordpress.com/2013/08/22/tidak-semua-orang-suka-informasi-atas-bukti-penggunaan-senjata-kimia-oleh-fsa/#more-729
Isu senjata kimia ini bukan hal baru. Pada tahun 2012 pun tuduhan serupa sudah dilemparkan para pemberontak (dan negara-negara Barat pendukung mereka) kepada Assad, tapi lalu berhasil dimentahkan. Bisa baca di sini:
http://rt.com/news/syria-chemical-weapons-plot-532/
Bahkan, pada bulan Mei 2013, pejabat PBB, Carla Del Ponte, sudah menyampaikan hasil penyelidikannya bahwa yang menggunakan senjata kimia di Suriah justru para pemberontak. Baca di sini: http://www.dailymail.co.uk/news/article-2320223/UN-accuses-Syrian-rebels-carrying-sarin-gas-attacks-blamed-Assads-troops.html
Dan masih banyak lagi, silahkan cari sendiri.
Sebenarnya, soal bagaimana menyikapi pemberitaan soal Suriah, atau konflik apapun, sudah saya tulis di postingan saya sebelumnya : Cara Menganalisis Konflik.
Sebenarnya, bahwa ada Zionis di balik berkepanjangannya konflik di Suriah (juga Mesir, Lebanon, Irak, dll), juga bisa dibaca dari artikel saya yang ini: The Oded Yinon’s Plan
Sebenarnya, saya juga sudah panjang lebar mengungkap berbagai rekayasa informasi soal Suriah dan bagaimana cara memandang konflik ini dengan benar, di buku saya Prahara Suriah.
Sebenarnya, saya juga sudah posting ulang ‘Kumpulan Pemalsuan Data Foto Konflik Suriah’
Tapi, ketika kemarin (Rabu) muncul berita tentang penggunaan senjata kimia di Suriah, tetap saja para pendukung mujahidin merasa perlu mengintimidasi saya dengan mengirim inbox di FB, seolah-oleh senang sekali, bisa menyodorkan bukti kekejaman Assad.
Saya sungguh heran. “Mereka” ini sekarang sudah merasakan bagaimana jadi korban pemalsuan informasi, bagaimana foto-foto dibuat secara manipulatif untuk menyudutkan kelompok “mereka” (dan di saat yang sama, “mereka” juga melakukan cara serupa, memanipulasi foto untuk menyudutkan lawan “mereka”). “Mereka” sudah merasakan bagaimana presiden yang mereka puja dan sah secara demokratis dikudeta semena-mena. “Mereka” gemar sekali berteriak-teriak ‘tabayun!’ Tapi tetap saja, pengalaman itu tidak membuat pikiran “mereka” terbuka. Terhadap pihak yang “mereka” benci, “mereka” berkeras tak mau bertabayun dan terus memakai kaca mata kuda.
Buat yang ingin mencari perimbangan info soal kasus terbaru di Suriah ini, bisa klik link-link berikut (saya tidak mau repot-repot menerjemahkannya).
http://www.liveleak.com/view?i=8da_1377112216#Y0kFdP9lmB9at2gQ.99
http://www.islamicinvitationturkey.com/2013/08/22/photo-al-jazzera-reuter-published-the-news-of-massacre-in-east-ghouta-damascus-one-day-before-the-massacre-happened-by-assad/
http://www.ibtimes.co.uk/articles/500506/20130821/syria-chemical-attack-accident-caused-free-syrian.htm
http://www.globalresearch.ca/was-the-syria-chemical-weapons-probe-torpedoed-by-the-west/5333671
atau ini ada yang berbahasa Indonesia: http://vendraminda.wordpress.com/2013/08/22/tidak-semua-orang-suka-informasi-atas-bukti-penggunaan-senjata-kimia-oleh-fsa/#more-729
Isu senjata kimia ini bukan hal baru. Pada tahun 2012 pun tuduhan serupa sudah dilemparkan para pemberontak (dan negara-negara Barat pendukung mereka) kepada Assad, tapi lalu berhasil dimentahkan. Bisa baca di sini:
http://rt.com/news/syria-chemical-weapons-plot-532/
Bahkan, pada bulan Mei 2013, pejabat PBB, Carla Del Ponte, sudah menyampaikan hasil penyelidikannya bahwa yang menggunakan senjata kimia di Suriah justru para pemberontak. Baca di sini: http://www.dailymail.co.uk/news/article-2320223/UN-accuses-Syrian-rebels-carrying-sarin-gas-attacks-blamed-Assads-troops.html
Dan masih banyak lagi, silahkan cari sendiri.
ANTARA SOEKARNO DAN MOERSI (2)
Seperti sudah diperkirakan, jika Moersi dan Ikhwanul Muslimin tidak mau bersikap realistis dengan menerima "peta jalan" yang ditawarkan militer, mereka bakal menghadapi konsekuensi pahit yang tidak hanya diraskan oleh mereka, namun juga pendukung-pendukung mereka yang tidak bersalah, serta juga seluruh rakyat Mesir yang menghendaki kedamaian dan ketenteraman. Dan kekhawatiran itu akhirnya terjadi tgl 14 Agustus lalu ketika polisi dan militer Mesir membantai ratusan hingga ribuan pendukung Moersi.
Namun pembantaian itu tidak berhenti sampai di situ. Dua hari kemudian militer dan polisi kembali melakukan pembantaian yang menewaskan 178 pengikut Moersi. Selanjutnya pada tgl 18 Agustus sebanyak 36 tahanan Ikhwanul Muslimin tewas di penjara diduga akibat penyiksaan. Sehari kemudian terjadi serangan teroris terhadap aparat keamanan Mesir di Sinai yang menewaskan 25 tentara Mesir. Di antara peristiwa-peristiwa itu terjadi berbagai aksi kekerasan yang menewaskan belasan orang di berbagai penjuru Mesir, termasuk pembakaran tempat-tempat ibadah.
Kekacauan yang terjadi akibat konflik internal di Mesir itu hanya memberikan keuntungan bagi satu pihak, yaitu Israel.
Setelah Libya dan Irak dilemahkan oleh serangan Amerika dan NATO serta sekutu-sekutunya, sedangkan Syria tengah dihancurkan oleh konflik bersenjata, Mesir adalah satu-satunya kekuatan militer Arab yang bisa mengancam eksistensi Israel. Maka Mesir pun mendapat gilirannya.
Lalu siapa yang bertanggungjawab atas penghancuran Mesir saat ini? Jendral al-Sisi dan pendukung-pendukungnya memang harus bertanggungjawab. Namun mereka yang mengkondisikan kudeta dan pertumpahan darah juga harus bertanggungjawab. Dan mereka itu adalah Moersi dan para pemimpin Ikhwanul Muslimin Mesir.
Mengapa Moersi dan Ikhwanul Muslimin begitu ngotot mempertahankan kekuasaan pada saat kondisi tidak mendukung, sungguh sangat tidak difahami oleh akal sehat. Sejarah Islam yang dipercayai orang-orang Ikhwanul Muslimin sendiri mengajarkan untuk melakukan tindakan politik secara realistis. Ketika kaum muslimin masih lemah dan menghadapi ancaman pembantaian, Nabi Muhammad S.A.W memerintahkan kaumnya untuk ber-"taqiyah" alias menyembunyikan keimanan demi keselamatan jiwa. Baru setelah umat Islam memiliki kekuatan, Nabi memerintahkan kaum muslimin untuk angkat senjata, itupun dengan syarat-syarat yang cukup ketat. Di sisi lain Islam juga mengecam tindakan merusak diri sendiri apalagi tindakan bunuh diri.
Saya mengagumi perjuangan Hizbollah hingga berhasil mengalahkan Israel dalam beberapa pertempuran dan kini menjadi kelompok yang paling berpengaruh di Lebanon. Padahal sebelum munculnya Hizbollah dan kelompok perjuangan bersenjata Gerakan Amal awal tahun 1980-an, kaum Shiah Lebanon hanyalah warga kelas 2. Bahkan para pengungsi Palestina yang menjadi tamu di Lebanon berani melakukan tindakan-tindakan pelecehan terhadap mereka tanpa rasa takut.
Namun pembantaian itu tidak berhenti sampai di situ. Dua hari kemudian militer dan polisi kembali melakukan pembantaian yang menewaskan 178 pengikut Moersi. Selanjutnya pada tgl 18 Agustus sebanyak 36 tahanan Ikhwanul Muslimin tewas di penjara diduga akibat penyiksaan. Sehari kemudian terjadi serangan teroris terhadap aparat keamanan Mesir di Sinai yang menewaskan 25 tentara Mesir. Di antara peristiwa-peristiwa itu terjadi berbagai aksi kekerasan yang menewaskan belasan orang di berbagai penjuru Mesir, termasuk pembakaran tempat-tempat ibadah.
Kekacauan yang terjadi akibat konflik internal di Mesir itu hanya memberikan keuntungan bagi satu pihak, yaitu Israel.
Setelah Libya dan Irak dilemahkan oleh serangan Amerika dan NATO serta sekutu-sekutunya, sedangkan Syria tengah dihancurkan oleh konflik bersenjata, Mesir adalah satu-satunya kekuatan militer Arab yang bisa mengancam eksistensi Israel. Maka Mesir pun mendapat gilirannya.
Lalu siapa yang bertanggungjawab atas penghancuran Mesir saat ini? Jendral al-Sisi dan pendukung-pendukungnya memang harus bertanggungjawab. Namun mereka yang mengkondisikan kudeta dan pertumpahan darah juga harus bertanggungjawab. Dan mereka itu adalah Moersi dan para pemimpin Ikhwanul Muslimin Mesir.
Mengapa Moersi dan Ikhwanul Muslimin begitu ngotot mempertahankan kekuasaan pada saat kondisi tidak mendukung, sungguh sangat tidak difahami oleh akal sehat. Sejarah Islam yang dipercayai orang-orang Ikhwanul Muslimin sendiri mengajarkan untuk melakukan tindakan politik secara realistis. Ketika kaum muslimin masih lemah dan menghadapi ancaman pembantaian, Nabi Muhammad S.A.W memerintahkan kaumnya untuk ber-"taqiyah" alias menyembunyikan keimanan demi keselamatan jiwa. Baru setelah umat Islam memiliki kekuatan, Nabi memerintahkan kaum muslimin untuk angkat senjata, itupun dengan syarat-syarat yang cukup ketat. Di sisi lain Islam juga mengecam tindakan merusak diri sendiri apalagi tindakan bunuh diri.
Saya mengagumi perjuangan Hizbollah hingga berhasil mengalahkan Israel dalam beberapa pertempuran dan kini menjadi kelompok yang paling berpengaruh di Lebanon. Padahal sebelum munculnya Hizbollah dan kelompok perjuangan bersenjata Gerakan Amal awal tahun 1980-an, kaum Shiah Lebanon hanyalah warga kelas 2. Bahkan para pengungsi Palestina yang menjadi tamu di Lebanon berani melakukan tindakan-tindakan pelecehan terhadap mereka tanpa rasa takut.
TERSANGKA PEMBOM BEIRUT TERTANGKAP
Memenuhi harapan pemimpin Hizbollah untuk bisa menangkap para pelaku pemboman kawasan Bir al-Abed - Ruwais, Beirut Selatan tgl 15 Agustus lalu yang menewaskan 27 orang, aparat keamanan Lebanon berhasil menangkap 3 orang yang diduga kuat memiliki keterkaitan dengan aksi pemboman.
Dinas Keamanan Lebanon (General Security Agency) mengumumkan hari Selasa (20/8) bahwa pihaknya telah menangkap 2 orang berkebangsaan Lebanon dan seorang warga Palestina yang diduga kuat memiliki kaitan dengan serangan bom tgl 15 Agustus lalu. Ketiganya mendapatkan tuduhan "membentuk kelompok teroris dan melakukan tindakan-tindakan yang mengancam keamanan wilayah Lebanon".
"Mereka tengah merencanakan serangan dengan menggunakan mobil Audi yang berisi 250 kg bahan peledak," demikian pernyataan General Security.
Mobil yang diduga hendak digunakan dalam serangan teroris ditemukan di area Naameh, Beirut Selatan, hanya 2 hari setelah terjadinya serangan bom di kawasan Zahiyeh, antara Bir el-Abed dan Rweiss, Beirut Selatan. Area tersebut dan sebagian besar wilayah Beirut Selatan merupakan wilayah yang mayoritas dihuni oleh orang-orang Shiah pendukung Hizbollah.
Sebelumnya pada tgl 16 Agustus, pemerintah Lebanon mengumumkan telah berhasil mengidentifikasi satu jaringan teroris yang diduga tengah merencanakan serangan bom di Beirut Selatan.
Pada tgl 16 Agustus lalu pemimpin Hizbollah Sayyed Hassan Nasrallah menuduh kelompok-kelompok takfiri dukungan Israel, Amerika dan inteligen negara-negara Teluk sebagai pihak yang bertanggungjawab atas atas serangan-serangan bom yang menewaskan puluhan pendukung Hizbollah, khususnya sejak Hizbollah melibatkan diri dalam perang di Syria. Nasrallah mengaku telah mengidentifikasi para pelaku dan siap menangkap mereka jika aparat keamanan tidak melakukan tindakan tegas.
Dinas Keamanan Lebanon (General Security Agency) mengumumkan hari Selasa (20/8) bahwa pihaknya telah menangkap 2 orang berkebangsaan Lebanon dan seorang warga Palestina yang diduga kuat memiliki kaitan dengan serangan bom tgl 15 Agustus lalu. Ketiganya mendapatkan tuduhan "membentuk kelompok teroris dan melakukan tindakan-tindakan yang mengancam keamanan wilayah Lebanon".
"Mereka tengah merencanakan serangan dengan menggunakan mobil Audi yang berisi 250 kg bahan peledak," demikian pernyataan General Security.
Mobil yang diduga hendak digunakan dalam serangan teroris ditemukan di area Naameh, Beirut Selatan, hanya 2 hari setelah terjadinya serangan bom di kawasan Zahiyeh, antara Bir el-Abed dan Rweiss, Beirut Selatan. Area tersebut dan sebagian besar wilayah Beirut Selatan merupakan wilayah yang mayoritas dihuni oleh orang-orang Shiah pendukung Hizbollah.
Sebelumnya pada tgl 16 Agustus, pemerintah Lebanon mengumumkan telah berhasil mengidentifikasi satu jaringan teroris yang diduga tengah merencanakan serangan bom di Beirut Selatan.
Pada tgl 16 Agustus lalu pemimpin Hizbollah Sayyed Hassan Nasrallah menuduh kelompok-kelompok takfiri dukungan Israel, Amerika dan inteligen negara-negara Teluk sebagai pihak yang bertanggungjawab atas atas serangan-serangan bom yang menewaskan puluhan pendukung Hizbollah, khususnya sejak Hizbollah melibatkan diri dalam perang di Syria. Nasrallah mengaku telah mengidentifikasi para pelaku dan siap menangkap mereka jika aparat keamanan tidak melakukan tindakan tegas.
Tuesday, 20 August 2013
QARDHAWI MENGHINA RAKYAT PALESTINA
Bagi rakyat Palestina, tindakan Israel terhadap mereka sudah jauh di luar batas-batas kemanusiaan. Namun tiba-tiba saja ada seorang ulama Islam yang membela Israel atas tindakan-tindakan yang telah mereka lalukan terhadap orang-orang Pelestina. Ulama itu adalah Yusuf Qardhawi.
Dalam pernyataannya yang dimuat beberapa media massa tgl 18 Agustus lalu, Qardhawi menyebut bahwa tentara Israel lebih manusiawi daripada tentera Mesir yang menumpas aksi demonstrasi pendukung Ikhwanul Muslimin.
Benarkah demikian?
Apakah Qardhawi melihat ada tentara Mesir yang mencungkil mata demonstran?
Apakah Qardhawi melihat ada tentara Mesir yang menggorok leher demonstran?
Apakah Qardhawi melihat ada tentara Mesir yang membelah perut demonstran wanita yang tengah hamil dan mengeluarkan janinnya?
Apakah Qardhawi melihat tentara Mesir menusuki para demonstran yang terluka dengan bayonet dan pisau panjang?
Apakah Qardhawi melihat 3.000 demonstran yang meninggal dengan luka-luka mengenaskan sebagaimana pengungsi Palestina di kamp Sabra dan Shatilla?
Apakah Qardhawi melihat tentara Mesir membom demonstran hingga ratusan tubuh mereka hancur berkeping-keping sebagaimana korban pemboman di Qana?
Dalam pernyataannya yang dimuat beberapa media massa tgl 18 Agustus lalu, Qardhawi menyebut bahwa tentara Israel lebih manusiawi daripada tentera Mesir yang menumpas aksi demonstrasi pendukung Ikhwanul Muslimin.
Benarkah demikian?
Apakah Qardhawi melihat ada tentara Mesir yang mencungkil mata demonstran?
Apakah Qardhawi melihat ada tentara Mesir yang menggorok leher demonstran?
Apakah Qardhawi melihat ada tentara Mesir yang membelah perut demonstran wanita yang tengah hamil dan mengeluarkan janinnya?
Apakah Qardhawi melihat tentara Mesir menusuki para demonstran yang terluka dengan bayonet dan pisau panjang?
Apakah Qardhawi melihat 3.000 demonstran yang meninggal dengan luka-luka mengenaskan sebagaimana pengungsi Palestina di kamp Sabra dan Shatilla?
Apakah Qardhawi melihat tentara Mesir membom demonstran hingga ratusan tubuh mereka hancur berkeping-keping sebagaimana korban pemboman di Qana?
ANTARA SOEKARNO DAN MOERSI
"Tidak ada hal lain yang bisa dikatakan. Dari pandangan Washington, orang-orang Arab boleh saling membunuh, Sunni melawan Shiah, jihadis melawan sekuleris, petani melawan orang kota, dan orang Mesir melawan orang Mesir. Satu-satunya hal yang penting adalah perjanjian Camp David, dan tak seorang pun boleh mengecam Israel."
(Pepe Escobar)
Ketika menjadi korban kudeta militer oleh angkatan darat pada tahun 1966, secara "de facto" maupun "de jure" Presiden Soekarno sebenarnya masih menjabat sebagai presiden Indonesia yang syah.
Soekarno masih mengusai AL dan AU serta kepolisian. Partai-partai terbesar PNI dan PKI juga masih loyal kepadanya. Komandan Marinir meminta ijin Soekarno untuk menangkap pemimpin kudeta Mayjend Soeharto, dan komandan AU telah siap untuk membom mabes TNI AD. Seberapa batalion divisi elit Diponegoro, Brawijaya dan Siliwangi juga adalah loyalis Soekarno. Di sisi lain TNI AD hanya didukung oleh sekelompok "elit" yang disebut Soekarno sebagai antek-antek "nekolim" (neo kolonialisme barat), yang terdiri dari pengusaha non-pri, budayawan dan seniman, akademisi UI, dan wartawan.
Soekarno tentu bisa berhitung bahwa jika ia mau, ia pasti masih bisa bertahan sebagai presiden dan mengalahkan lawan-lawan politik yang hendak mengkudetanya. Namun hal itu tentu harus ditebus dengan pertumpahan darah yang hebat. Karena selain TNI AD merupakan kekuatan bersenjata terkuat di Indonesia, Soekarno juga telah mendapat laporan bahwa kapal-kapal perang Armada Pasifik Amerika telah mendekati pelabuhan Jakarta untuk membantu Soeharto.
Maka demi menghindari pertumpahan darah, Soekarno pun mengalah dan menyerahkan kekuasaannya kepada Soeharto melalui "Supersemar". Dengan Soekarno yang "mengalah" saja masih diperlukan pembantaian terhadap ratusan ribu bahkan jutaan orang-orang yang dianggap menghalangi jalan Soeharto, sebagian besar di antaranya adalah anggota PKI, namun sebagian lainnya justru orang-orang yang tidak terlibat pertikaian politik seperti Chairul Saleh.
Lalu kita melihat hal lain yang bertolak belakang yang saat ini tengah berkecamuk di Mesir. Seorang presiden yang telah mendapatkan mosi ketidak percayaan sebagian besar rakyat Mesir (penandatangan petisi anti presiden berjumlah 22 juta lebih, sementara jumlah suara pendukung presiden dalam pemilu hanya berjumlah 13 juta) menolak mundur, bahkan meski telah mendapat ancaman militer sekalipun. Dan setelah dikudeta, pengikut-pengikutnya mengobarkan "perang" melawan regim baru.
(Pepe Escobar)
Ketika menjadi korban kudeta militer oleh angkatan darat pada tahun 1966, secara "de facto" maupun "de jure" Presiden Soekarno sebenarnya masih menjabat sebagai presiden Indonesia yang syah.
Soekarno masih mengusai AL dan AU serta kepolisian. Partai-partai terbesar PNI dan PKI juga masih loyal kepadanya. Komandan Marinir meminta ijin Soekarno untuk menangkap pemimpin kudeta Mayjend Soeharto, dan komandan AU telah siap untuk membom mabes TNI AD. Seberapa batalion divisi elit Diponegoro, Brawijaya dan Siliwangi juga adalah loyalis Soekarno. Di sisi lain TNI AD hanya didukung oleh sekelompok "elit" yang disebut Soekarno sebagai antek-antek "nekolim" (neo kolonialisme barat), yang terdiri dari pengusaha non-pri, budayawan dan seniman, akademisi UI, dan wartawan.
Soekarno tentu bisa berhitung bahwa jika ia mau, ia pasti masih bisa bertahan sebagai presiden dan mengalahkan lawan-lawan politik yang hendak mengkudetanya. Namun hal itu tentu harus ditebus dengan pertumpahan darah yang hebat. Karena selain TNI AD merupakan kekuatan bersenjata terkuat di Indonesia, Soekarno juga telah mendapat laporan bahwa kapal-kapal perang Armada Pasifik Amerika telah mendekati pelabuhan Jakarta untuk membantu Soeharto.
Maka demi menghindari pertumpahan darah, Soekarno pun mengalah dan menyerahkan kekuasaannya kepada Soeharto melalui "Supersemar". Dengan Soekarno yang "mengalah" saja masih diperlukan pembantaian terhadap ratusan ribu bahkan jutaan orang-orang yang dianggap menghalangi jalan Soeharto, sebagian besar di antaranya adalah anggota PKI, namun sebagian lainnya justru orang-orang yang tidak terlibat pertikaian politik seperti Chairul Saleh.
Lalu kita melihat hal lain yang bertolak belakang yang saat ini tengah berkecamuk di Mesir. Seorang presiden yang telah mendapatkan mosi ketidak percayaan sebagian besar rakyat Mesir (penandatangan petisi anti presiden berjumlah 22 juta lebih, sementara jumlah suara pendukung presiden dalam pemilu hanya berjumlah 13 juta) menolak mundur, bahkan meski telah mendapat ancaman militer sekalipun. Dan setelah dikudeta, pengikut-pengikutnya mengobarkan "perang" melawan regim baru.
Api Takfiriah yang Menjilat Diri Sendiri
Oleh: Otong Sulaeman, Mhsw S3 Filologi Unpad
Istilah takfiriah, akhir-akhir semakin sering terdengar. Prahara di Suriah dan juga kisruh politik di Mesir melibatkan sejumlah aktor. Kelompok takfiriah disebut-sebut sebagai salah satu aktor utama. Bahkan ada sejumlah kalangan yang menengarai adanya infiltrasi ideologi kelompok ini ke dalam gerakan-gerakan Islam di Indonesia.
Takfiriah adalah sebuah gerakan yang bercirikan sangat mudahnya menjatuhkan vonis kafir kepada kelompok lain. Gerakan ini sebenarnya berakar jauh sejak masa kekhalifahan Imam Ali bin Abi Thalib. Saat itu, muncul sebuah kelompok bernama Khawarij. Secara politis, mereka berposisi sebagai blok ketiga yang mereaksi dua kubu yang berseteru, yaitu kubu Ali bin Abi Thalib sebagai pemerintah yang berkuasa dan kubu Muawiyah yang mengobarkan perlawanan oposisional. Dalam pandangan politik Khawarij, Ali dan Muawiyah sama-sama keliru dan tidak punya legitimasi otoritatif untuk berkuasa atas ummat Islam. Kalau kita kaji secara kultural, sejarah mencatat bahwa fenomena "Khawarij-isme" adalah transformasi dari nilai-nilai hidup suku-suku nomaden Arab Badwi, dengan segala macam cirinya yaitu passionate, keras, tak kenal kompromi, simplistis, mandiri, dan ekslusif.
Untuk menegaskan identitas kelompoknya, Khawarij juga membuat sejumlah rumusan teologis. Ada tiga pilar penting dalam formula teologis Khawarij yang membuat kelompok ini terlihat unik dibandingkan dengan aliran-aliran teologis lainnya. Pertama, parameter keimanan yang sangat elitis. Bagi mereka, keimanan bukan hanya sebatas konfirmasi-verbal (tashdiq), melainkan juga harus dalam bentuk amal perbuatan. Seseorang baru disebut beriman jika ia sudah mengimplementasikan keimanannya itu dalam bentuk amal-amal ibadah secara komprehensif. Dari sisi ini, pengucapan dua kalimah syahadat bukan penanda keberimanan seseorang. Di sisi lain, seorang Muslim akan berubah status menjadi kafir ketika ia secara sengaja melanggar salah satu perintah Allah. Orang Islam yang tidak melaksakan shalat dihukumi kafir, bahkan murtad.
Kedua, penafsiran formalistik-tunggal atas segala macam teks agama. Dalam pandangan Khawarij, teks-teks agama harus difahami secara harafiah. Tidak ada ruang bagi siapapun untuk menafsirkan maksud lain dari redaksi ayat-ayat Alquran dan Alhadis. Salah satu konsekwensi logis dari prinsip ini adalah paham anthromorphisme, sebuah keyakinan bahwa Tuhan itu Zat yang bermateri (tajassum). Keyakinan ini muncul karena, misalnya, redaksi Alquran atau hadis menyatakan adanya ‘tangan Tuhan'. Prinsip ini membuat Islam menjadi agama yang sangat kaku karena diikat oleh penafsiran tunggal, yaitu penafsiran harafiah.
Kombinasi dari kedua prinsip di atas melahirkan prinsip unik ketiga kelompok Khawarij, yaitu takfiriah. Istilah ini merujuk kepada perilaku sangat mudahnya menjatuhkan vonis kafir dan sesat kepada siapapun yang berada di luar kelompok mereka. Prinsip "amal-ibadah sebagai parameter keimanan" membuat keimanan menjadi sangat elitis. Hanya orang-orang yang telah mengimplementasikan keimanan itu dalam bentuk beramal ibadah secara komprehensif yang layak menyandang predikat Mukmin. Sebaliknya, kekufuran adalah hal yang sangat lumrah. Dalam kelompok ini, memberi stigma "kafir" kepada orang lain menjadi common behaviour.
Di sisi lain, prinsip penafsiran agama secara formalistik dan tunggal membuat amal ibadah yang menjadi parameter keimanan itu menjadi sangat sempit dan terbatas. Meskipun Anda orang yang sangat taat beribadah, akan tetapi jika amal ibadah Anda terindikasi berbeda dengan apa yang dipahami oleh kelompok Khawarij, Anda tetap saja akan dihukumi kafir.
Istilah takfiriah, akhir-akhir semakin sering terdengar. Prahara di Suriah dan juga kisruh politik di Mesir melibatkan sejumlah aktor. Kelompok takfiriah disebut-sebut sebagai salah satu aktor utama. Bahkan ada sejumlah kalangan yang menengarai adanya infiltrasi ideologi kelompok ini ke dalam gerakan-gerakan Islam di Indonesia.
Takfiriah adalah sebuah gerakan yang bercirikan sangat mudahnya menjatuhkan vonis kafir kepada kelompok lain. Gerakan ini sebenarnya berakar jauh sejak masa kekhalifahan Imam Ali bin Abi Thalib. Saat itu, muncul sebuah kelompok bernama Khawarij. Secara politis, mereka berposisi sebagai blok ketiga yang mereaksi dua kubu yang berseteru, yaitu kubu Ali bin Abi Thalib sebagai pemerintah yang berkuasa dan kubu Muawiyah yang mengobarkan perlawanan oposisional. Dalam pandangan politik Khawarij, Ali dan Muawiyah sama-sama keliru dan tidak punya legitimasi otoritatif untuk berkuasa atas ummat Islam. Kalau kita kaji secara kultural, sejarah mencatat bahwa fenomena "Khawarij-isme" adalah transformasi dari nilai-nilai hidup suku-suku nomaden Arab Badwi, dengan segala macam cirinya yaitu passionate, keras, tak kenal kompromi, simplistis, mandiri, dan ekslusif.
Untuk menegaskan identitas kelompoknya, Khawarij juga membuat sejumlah rumusan teologis. Ada tiga pilar penting dalam formula teologis Khawarij yang membuat kelompok ini terlihat unik dibandingkan dengan aliran-aliran teologis lainnya. Pertama, parameter keimanan yang sangat elitis. Bagi mereka, keimanan bukan hanya sebatas konfirmasi-verbal (tashdiq), melainkan juga harus dalam bentuk amal perbuatan. Seseorang baru disebut beriman jika ia sudah mengimplementasikan keimanannya itu dalam bentuk amal-amal ibadah secara komprehensif. Dari sisi ini, pengucapan dua kalimah syahadat bukan penanda keberimanan seseorang. Di sisi lain, seorang Muslim akan berubah status menjadi kafir ketika ia secara sengaja melanggar salah satu perintah Allah. Orang Islam yang tidak melaksakan shalat dihukumi kafir, bahkan murtad.
Kedua, penafsiran formalistik-tunggal atas segala macam teks agama. Dalam pandangan Khawarij, teks-teks agama harus difahami secara harafiah. Tidak ada ruang bagi siapapun untuk menafsirkan maksud lain dari redaksi ayat-ayat Alquran dan Alhadis. Salah satu konsekwensi logis dari prinsip ini adalah paham anthromorphisme, sebuah keyakinan bahwa Tuhan itu Zat yang bermateri (tajassum). Keyakinan ini muncul karena, misalnya, redaksi Alquran atau hadis menyatakan adanya ‘tangan Tuhan'. Prinsip ini membuat Islam menjadi agama yang sangat kaku karena diikat oleh penafsiran tunggal, yaitu penafsiran harafiah.
Kombinasi dari kedua prinsip di atas melahirkan prinsip unik ketiga kelompok Khawarij, yaitu takfiriah. Istilah ini merujuk kepada perilaku sangat mudahnya menjatuhkan vonis kafir dan sesat kepada siapapun yang berada di luar kelompok mereka. Prinsip "amal-ibadah sebagai parameter keimanan" membuat keimanan menjadi sangat elitis. Hanya orang-orang yang telah mengimplementasikan keimanan itu dalam bentuk beramal ibadah secara komprehensif yang layak menyandang predikat Mukmin. Sebaliknya, kekufuran adalah hal yang sangat lumrah. Dalam kelompok ini, memberi stigma "kafir" kepada orang lain menjadi common behaviour.
Di sisi lain, prinsip penafsiran agama secara formalistik dan tunggal membuat amal ibadah yang menjadi parameter keimanan itu menjadi sangat sempit dan terbatas. Meskipun Anda orang yang sangat taat beribadah, akan tetapi jika amal ibadah Anda terindikasi berbeda dengan apa yang dipahami oleh kelompok Khawarij, Anda tetap saja akan dihukumi kafir.
Subscribe to:
Posts (Atom)









