Monday, 11 July 2016

Media Internasional Sebut Mudik Maut Tahun Ini sebagai 'Kemacetan Terburuk di Dunia'

Indonesian Free Press -- Media terkemuka Inggris The Daily Mail menyebut peristiwa mudik maut di jalan tol Brebes Timur baru-baru ini sebagai peristiwa 'kemacetan terburuk di dunia'.

"Inikah kemacetan terburuk di dunia? 15 orang tewas dalam waktu 3 hari setelah terjebak dalam di sebuah persimpangan di Indonesia... yang bernama BREXIT," demikian tulis The Daily Mail akhir pekan lalu.

"Terperangkap di dalam kendaraan dan bus-bus dalam temperatur suhu yang tinggi, penumpang dan pengemudi pun keluar dari kendaraan, sementera kematian mulai terjadi karena orang-orang segan meninggalkan kendaraannya di dalam kemacetan yang bergerak beberapa inchi saja dalam satu jam," tambah laporan tersebut.

Kementrian Kesehatan menyebut angka korban dalam peristiwa itu mencapai 15 orang dalam tiga hari.

Sunday, 10 July 2016

Netanyahu Resmi Disidik karena Dugaan Kejahatan

Indonesian Free Press -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjadi obyek penyidikan karena dugaan tindak kejahatan yang berkaitan dengannya. Demikian kata Kejaksaan Agung Israel seperti dilansir Press TV, Minggu (10 Juli).

Pengumuman tersebut berselang beberapa hari setelah media-media Israel berspekulasi tentang kemungkinan-kemungkinan tindak kejahatan yang dilakukan Netanyahu dan orang-orang dekatnya.

“Setelah adanya sejumlah informasi yang kami terima yang berkaitan dengan Perdana Menteri, yang telah diserahkan kepolisian dan departemen inteligen, Jaksa Agung memutuskan untuk memerintahkan dibukanya penyidikan atas hal ini," demikian pernyataana yang dirilis Jaksa Agung Avichai Mandelblit, Minggu (10 Juli).

Iran Minta Rusia Tembak Pesawat Jet Israel yang Serang Suriah

Indonesian Free Press -- Iran mendesak Rusia untuk menembak jatuh pesawat-pesawat tempur Israel yang melakukan serangan ke Suriah. Hal serupa berlaku terhadap pesawat-pesawat Turki.

Seperti laporan Veterans Today hari ini (10 Juli), sejumlah sumber yang dekat dengan Presiden Bashar al Assad menyesalkan lemahnya Rusia atas pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan Israel di Suriah karena motif bisnis migas. Di antara sikap lunak Rusia itu adalah meninggalkan pertempuran Aleppo minggu lalu saat pasukan Suriah bertepur melawan pemberontak.

Dalam laporan itu juga disebutkan, Sabtu kemarin (9 Juli) dibombardir dengan roket-roket yang ditembakkan dari Turki. Bom tersebut adalah bom 'cluster' yang dilarang konvensi internasional.

Mengutip FARS News Agency, Veterans Today melaporkan bahwa Penasihat Tentara Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigjen Khosro Orouj mendesak Rusia untuk menggunakan senjata pertahanan udaranya di Suriah melawan semua musuh yang melanggar wilayah Suriah.

Saturday, 9 July 2016

IN MEMORIAM HUSNI KAMIL MANIK

Indonesian Free Press -- KPU MEMBUKA KOTAK SUARA TANPA PERINTAH PENGADILAN DALAM PROSES GUGATAN PASANGAN PRABOWO-HATTA KE MK

KPU MENGIJINKAN PIHAK ASING (IFES) MEMBIAYAI SISTEM TABULASI DATA DI KPU

KETUA KPU HUSNI KAMIL MANIK, DINILAI TIDAK MEMILIKI SENSE OF CRISIS KARENA DIA MALAH KETAWA CENGAR-CENGIR KETIKA PRABOWO MENYAMPAIKAN PIDATO PROTES TERHADAP KECURANGAN KPU YANG MEMBIARKAN PELANGGARAN-PELANGGARAN BERAT KUBU JOKOWI-JK DALAM PROSES PENCOBLOSAN DAN REKAP SUARA SEJAK DARI TINGKAT DESA SAMPAI TINGKAT NASIONAL.

KPU MENGGESAHKAN PEROLEHAN SUARA JOKOWI-JK DI BEBERAPA KABUPATEN DI PAPUA YANG TANPA MELALUI PROSES PENCOBLOSAN OLEH PEMILIK SUARA.

Diduga Kuat Saudi Pelaku Serangan Madinah

Indonesian Free Press -- Pemerintah kerajaan Saudi diduga kuat menjadi pelaku serangan di Madinah dan dua kota penting lainnya di Saudi Arabia awal pekan ini. Demikian analisa wartawan senior Palestina Abdel Bari Atwan.Seperti dilaporkan Press TV, Sabtu (9 Juli), dalam editorial media yang dipimpinnya, 'Rai al-Youm' Atwan menuduh Saudi merancang dan melakukan sendiri serangan di Madinah, Qatif dan Jeddah, hari Senin (3 Juli), Sabtu 9 Juli untuk mengesankan Saudi sebagai korban keganasan ISIS.

Hal ini sekaligus untuk membungkam pandangan publik dunia yang percaya bahwa Saudilah yang menjadi sponsor utama teroris ISIS. Dengan alasan ini, Saudi memiliki alasan untuk menjalankan agenda politiknya bersama sekutu utamanya, Amerika.

Sejumlah orang, terutama aparat keamanan, tewas akibat serangan bom di dekat markas keamanan Masjid Nabawi di Madinah, Senin (3 Juli). Serangan terjadi menyusul serangan lainnya di sebuah masjid Shiah di Qatif dan konsulat Amerika di Jeddah.

ISIS Diduga Gunakan Nuklir dalam Serangan di Baghdad

Indonesian Free Press -- ISIS diduga menggunakan bom nuklir taktis dalam serangan bom di distrik Karrada, Baghdad, yang menewaskan ratusan orang hari Minggu lalu (3 Juli). Demikian laporan Veterans Today, Kamis (7 Juli).

Mengutip media Iran FARS News Agency, seorang anggota parlemen Irak menyebutkan bahwa ISIS telah menggunakan 'bom non-konvensional', istilah lain untuk bom nuklir, dalam serangan maut itu.

“Komisi pertahanan dan keamanan parlemen Iraq telah mendapatkan informasi dari kalangan inteligen yang menunjukkan bahwa ISIS telah menggunakan bom tidak dikenal yang sama sekali berbeda dengan bom-bom yang dikenal selama ini,” tulis laporan itu mengutip pernyataan anggota parlemen Majed al-Qaravi, Kamis.

Ia menyebutkan bahwa aparat keamanan dan inteligen Irak tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengetahui jenis bom tersebut.

Friday, 8 July 2016

Cina Tidak Akan Mundur dalam Masalah Laut Cina

Indonesian Free Press -- Cina tidak mundur selangkahpun dalam urusan Laut Cina Selatan. Demikian media 'resmi' Cina menyebutkan baru-baru ini terkait perkembagan konflik di Laut Cina Selatan yang melibatkan Cina, Amerika dan sekutu-sekutu Amerik di kawasan.

'Pernyataan' tersebut disampaikan editorial Global Times hari ini (Jumat, 8 Juni) terkait dengan laporan-laporan tentang patroli-patroli angkatan laut Amerika di dekat pulau-pulau sengketa yang diklaim Cina.

“Jika Amerika dan Filipina bertindak impulsif dan melakukan provokasi yang terang-terangan, Cina tidak akan mundur selangkahpun," tulis media tersebut.

Lebih jauh Global Times menyebut bahwa Cina 'akan melawan balik' setiap provokasi.

Sunday, 3 July 2016

Buat Kecebong Bernama Denny Siregar

Indonesian Free Press --

DENNY SIREGAR
Dia bilang Singapura dukung Prabowo dalam Pilpres 2014.
LUHUT PANJAITAN, MANTAN DUBES SINGAPURA.
DUA ANAK JOKOWI SEKOLAH DI SINGAPURA.
SITUS KAWAL PEMILU YANG JOKOWER BERMARKAS DI SINGAPURA.
SEMBILAN NAGA CHINA MENDUKUNG JOKOWI DENGAN MENGUMPULKAN DUIT CHINA-CHINA MALING BLBI DI SINGAPURA.
Kata Denny Siregar, Jokowi berani melawan Singapura ......TAHUKAH DENNY, BAHWA IBU KANDUNG JOKOWI NY. YAP MEI HWA....SAAT INI TINGGAL DI SINGAPURA DAN MENDAPAT SUAKA POLITIK DARI PEMERINTAH SINGAPURA........
KASIHAN BETUL JOKOWER GOBLOK DIKENTUTI DENNY SIREGAR.....
BUZZZZZZZZZZZ.............
SEGER-SEGER....KATA JOKOWER !

(BAMBANG TRI)

Cepat atau Lambat Amerika dan Rusia Saling Tembak di Suriah

Indonesian Free Press -- Sebagaimana dilaporkan blog ini, pesawat-pesawat tempur Rusia dan Amerika nyaris terlibat tembak-menembak di Suriah, ketika pesawat-pesawat tempur Rusia membom pangkalan militer pemberontak dukungan Amerika di dekat perbatasan Yordania, minggu lalu.

The National Interest, tanggal 2 Juli ini melaporkan lebih detil tentang insiden ini.

"Tidak ada pasukan Amerika di wilayah itu, namun Amerika segera mengirimkan pesawat-pesawat tempur dan mengaktifkan saluran komunikasi darurat untuk menghindarkan insiden dengan pesawat-pesawat tempur Rusia, dan memberitahukan Rusia untuk menghentikan serangan."

"Pesawat-pesawat SU-34 Rusia awalnya meninggalkan wilayah itu, namun kembali lagi melakukan serangan ketika pesawat-pesawat F/A-18 Amerika mengisi bahan bakar. Serangan kedua ini menewaskan pemberontak yang tengah memberikan bantuan kepada korban serangan pertama, sejumlah pejabat mengatakan," demikian tulis National Interest mengutip laporan Los Angeles Times.

Pasukan Khusus Amerika dan Inggris Tertangkap di Suriah

Indonesian Free Press -- Sekitar 80 personil militer "New Syrian Army" yang dibentuk Amerika tewas dalam sebuah serangan yang dilakukan kelompok ISIS di Suriah. Beberapa personil pasukan khusus Amerika, Inggris dan 'penasihat militer' Yordania tertangkap dalam serangan itu. Demikian Veterans Today melaporkan, Jumat (1 Juni).

Dalam laporan itu disebutkan, musibah tersebut terjadi karena 'peran' Israel, Turki, Yordania dan Saudi Arabia, yang terlibat dalam perencanaan operasi, namun diduga telah membocorkan informasinya kepada kelompok ISIS.

"Sebuah operasi gabungan pasukan khusus Amerika dan Inggris di wilayah terpencil di Suriah Timur, di dekat mata air Sungai Euphrates di dekat perbatasan Irak, berakhir buruk dan tidak akan dibiarkan muncul ke publik. Sejumlah 'teknisi' Amerika dan Inggris tertangkap, bersama-sama dengan beberapa penasihat militer Yordania dan 20 anggota 'New Syrian Army' yang tersisa," tulis laporan itu.