Tuesday, 2 August 2016

Ada Apa Dengan Pengakuan Freddy Budiman?

Indonesian Free Press -- Lagi-lagi kekhawatiran saya terbukti, yang sekaligus mengindikasikan regim Jokowi hanyalah regim proksi aseng-asing dan yang tidak bisa difahami para kecebong 'bahlul'. Dan ini semua terjadi pada saat kondisi sosial-ekonomi semakin memburuk, ketika para buruh di-PHK digusur tenaga kerja Cina, harga-harga barang melambung tinggi dengan harga gula pasir eceran di Medan mencapai Rp 18.000 per-kg. Padahal ketika Jokowi belum naik ke kursi ke kekuasaan harganya belum mencapai angka Rp 10.000 per-kg.

Paska pengakuan mengejutkan gembong narkoba Fredy Budiman yang dipublis oleh ketua LSM Kontras baru-baru ini, tidak ada respons serius dari para pemangku kepentingan atas masalah yang sangat-sangat-sangat serius ini. Tidak ada pidato ber-api-api Jokowi, para pejabat di jajarannya dan para pimpinan DPR yang berjanji akan menumpas habis mafia narkoba. Tidak ada tindakan nyata pemerintah dan DPR berupa pembentukan tim pencari fakta untuk mengungkap kebenaran pernyataan Fredy Budiman tentang keterlibatan lembaga-lembaga negara BNN, Polri dan TNI dalam mafia narkoba.

Media Rusia Publikasikan Skandal Seks Putri-Putri Saudi

Indonesian Free Press -- Media Rusia, RPG Piccadilly, mempublikasikan laporan tentang skandal seks tiga orang putri keluarga kerajaan Saudi Arabia dengan para pejabat Israel. Demikian seperti dilaporkan Veterans Today, Minggu (31 Juli).

Dalam laporan itu disebutkan bahwa ketiga putri tersebut memiliki hubungan sangat dekat dengan Raja, masing-masing putri raja, menantu perempuan raja dan seorang istri dari Pangeran Bandar, mantan kepala inteligen Saudi Arabia. Mereka terlibat skandal seks dengan tiga perwira militer Israel secara terpisah.

"Laporan itu menunjukkan bagaimana para putri Saudi itu melakukan kegiatan seks gila-gilaan sehingga membuat takjub yang melihat videonya," tulis Veterans Today.

Beberapa waktu mantan menteri luar negeri perempuan Israel Tzipi Livni mengaku telah melakukan kegiatan seksual dengan sejumlah pejabat Palestina dan Arab saat masih aktif sebagai agen rahasia dinas inteligen Israel Mossad. Hal itu dilakukan untuk melemahkan lawan-lawan Israel di meja perundingan. Sedangkan media Israel pada tahun 2010 melaporkan bocoran Wikileaks tentang aksi-aksi pesta seks dan obat-obatan yang dilakukan putri-putri kerajaan Saudi. Karenanya, terkait dengan laporan media Rusia tersebut di atas, hal ini sangat mungkin saja benar-benar terjadi.

Monday, 1 August 2016

HENRO PRIYONO ADALAH SALAH SATU "TUHAN " JOKOWI..... SBY TAKUT SAMA HENDRO..... !

Indonesian Free Press -- Polly Sering Telepon dengan Private Number Deputi V BIN Ditelepon TPF Munir, Muchdi Bilang Salah Sambung Wah! Handphone Pejabat BIN Bisa Dipakai Sopir Dua Sopir Muchdi Akan Bersaksi Kuasa Hukum Muchdi: BAP Saksi Sampah!
Ada dokumen rahasia yang selama ini tidak pernah terungkap. Dokumen tertulis yang disimpan rapat-rapat oleh Tim Pencari Fakta (TPF) maupun penyidik kasus pembunuhan aktivis HAM Munir ini, ternyata berisi beberapa pertemuan yang membahas penyusunan skenario rencana pembunuhan Munir.
Rapat itu digelar di kantor Badan Intelijen Negara (BIN), Kalibata, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Rapat tersebut diikuti oleh sejumlah nama petinggi BIN, seperti Kepala BIN AM Hendro Priyono, Deputi V BIN Muchdi Pr, Deputi II dan Deputi IV. Disamping itu juga dihadiri oleh mantan Dirut Garuda Indra Setaiwan dan Rohainil Aini.

Sunday, 31 July 2016

Kerusuhan Tanjungbalai Tahun 1998

Indonesian Free Press -- Tanggal 27 Mei 2016 genap 18 tahun runtuhnya Mafia yang dibangun oleh Abie Besok, gembong penyeludup Kota Tanjungbalai. Dan pada 27 Mei 1998 itu pula merupakan dimulai gerakan reformasi di Indonesia, dan saat itu awal runtuhnya mafia yang dibangun oleh Dr. Suwardi Salim alias Abie Besok di Tanjungbalai khususnya, dan Sumatera Utara pada umumnya.
Siapa tak kenal dengan Abie Besok, gembong penyelundup kelas kakap di Sumut yang tinggal di Tanjungbalai di tahun 90-an ke bawah? Jaringan Abie Besok yang konon dekat dengan Megawati Soekarnoputri ketika menjabat Presiden Indonesia.

Sepak terjang Abie Besok dalam penyelundupan Illegal logging tidak saja menguasai Sumut, tapi juga merambah ke Aceh, Riau, Jambi. Hutan-hutan di provinsi habis dibabat oleh mafioso ini, dan kayunya diekspor secara ilegal ke Malaysia melalui pelabuhan rakyat di Tanjungbalai.

Erdogan Angkat Bicara, Hubungan Turki-Amerika Makin Memburuk

Indonesian Free Press -- Kepala Staff Gabungan Amerika Jendral Joseph Dunford melakukan kunjungan dadakan ke Turki setelah hubungan Amerika dengan Turki semakin membahayakan setelah Presiden Erdogan secara terang-terangan menuduh Amerika terlibat dalam kudeta gagal dua pekan lalu.

Veterans Today melaporkan, Sabtu (30 Juli), Jendral Dunford, terbang ke Turki hari Minggu (31 Juli), menyusul tuduhan serius Erdogan pada hari Jumat (29 Juli). Pejabat-pejabat Turki menyebutkan bahwa Dunford akan bertemu para pejabat Turki secara langsung, setelah sebelumnya ia mengadakan pembicaraan lewat telepon dengan Kepala Staff Gabungan Turki Hulusi Akar, tulis media pro-pemerintah Turki Daily Sabah.

Pada hari Jumat Presiden Recep Tayyip Erdogan terang-terangan menuduh Komando Tertinggi Amerika 'berpihak pada para pelaku kudeta,” dan 'jendral bintang empat' Amerika mengetahuinya. Demikian ia menunjuk peran Kepala Staff Gabungan Amerika.

Saturday, 30 July 2016

Komandan Suriah Selamat dari Pembunuhan Israel, Pemberontak Kolaps di Aleppo

Indonesian Free Press -- Seorang komandan senior angkatan bersenjata Suriah selamat tanpa terluka dari usaha pembunuhan yang dilakukan Israel di Dataran Golan. Kantor berita Iran FARS melaporkan, Jumat (29 Juli).

Menurut laporan tersebut, Majid Heymoud, komandan Batalion 1 Resimen Golan yang tengah mengunjungi kota al-Samdaniya bersama konvoinya ditembaki dengan dua rudal yang ditembakkan dari wilayah al-Harar dan Haraq yang berada di wilayah Golan yang diduduki Israel.

Setelah penembakan rudal itu gagal melukai Heymoud, para teroris Al-Nusra Front pun berusaha membunuhnya, namun juga mengalami kegagalan.

Dalam perkembangan yang berkaitan, pada hari Senin malam (25 Juli), Israel melancarkan serangan udara di sejumlah posisi Suriah di Dataran Golan. Israel mengklaim serangan itu dilancarkan sebagai balasan atas serangan mortir yang dilakukan Suriah.

Tuesday, 26 July 2016

Turki-Amerika Makin Panas, Pangkalan Amerika Terbakar

Indonesian Free Press -- Hubungan Amerika dengan Turki semakin panas saja paska pecahnya kudeta gagal yang oleh Turki disebut didukung Amerika. Sebuah pangkalan militer Amerika di Turki terbakar tidak lama setelah media pendukung Presiden Erdogan menunjuk hidung seorang jendral Amerika terlibat dalam kudeta.

Veterans Today melaporkan, Senin (25 Juli), media pendukung Presiden Erdogan, Yeni Safak, pada hari Minggu (24 Juli) menyebutkan nama disertai foto Jendral John F. Campbell sebagai perancang kudeta bersama pelarian politik Turki di Amerika, Fethullah Gullen. Jendral Campbell adalah Asisten Keamanan Panglima NATO.

Beberapa jam setelah munculnya laporan itu, pangkalan militer Amerika-NATO di Izmir terbakar hebat selama berjam-jam, meski sejumlah besar pemadam kebakaran, termasuk helikopter, dikerahkan. Veterans Today menyebut kebakaran itu sebagai 'kemungkinan sabotase' oleh kelompok-kelompok angi-Amerika di Turki.

Monday, 25 July 2016

Turki 'Tawan' Personil Militer Amerika, Rusia Selamatkan Erdogan

Indonesian Free Press -- Polisi Turki 'menawan' sekitar 1.500 personil militer Amerika beserta keluarganya di pangkalan udara NATO di Incirlik di selatan Turki. Bersama mereka terdapat puluhan bom nuklir taktis.

Seperti dilaporkan media berpengaruh Israel, DEBKAfile, 20 Juli lalu, setidaknya selama empat hari sejak terjadinya kudeta militer yang gagal tanggal 16 Juli, para personil militer Amerika itu berada dalam 'tawanan' Turki, tanpa aliran listrik dari luar. Akibatnya secara efektif tidak ada operasi militer terhadap ISIS di Suriah dan Irak yang dilancarkan dari pangkalan ini.

Menurut laporan tersebut, kasus penawanan ini menjadi salah satu pembicaraan serius melalui telepon antara Presiden Barack Obama dengan Presiden Turki Thayyep Erdogan paska kudeta gagal tersebut. Erdogan menuntut Obama untuk mengekstradisi Fethullah Gullen, pelarian Turki yang tinggal di Amerika dan musuh utama Erdogan, yang dituduh sebagai dalang kudeta. Namun Obama menolak.

Saturday, 23 July 2016

Akhirnya, Saudi Hanya Menjadi Kambing Hitam

Indonesian Free Press -- Pelajaran berharga kembali diberikan kepada negara-negara sekutu Amerika, yaitu bahwa pada saatnya tiba setan akan mengorbankan pengikutnya sendiri.

Turki yang setia mengikuti skenario Amerika untuk menghancur-leburkan Suriah, baru saja mengalaminya. Kudeta militer oleh militer binaan CIA-NATO nyaris menumbangkan regim Thayyep Erdogan setelah yang bersangkutan menunjukkan niat untuk berdamai dengan Suriah. Saddam Hussein, yang pada tahun 1980 menyerang Iran atas desakan Amerika dan Saudi Arabia, telah digantung oleh tentara Amerika, dan masih banyak lagi pemimpin-pemimpin dunia sekutu Amerika yang hidupnya berakhir dengan tragis.

Kini, kisah yang sama mulai menerpa regim Saudi Arabia dengan dibukanya 28 lembar dokumen laporan penyelidikan serangan WTC tahun 2001 yang selama ini dirahasiakan karena alasan keamanan negara. Dalam laporan itu Saudi Arabia, yang dipimpin mantan kepala inteligen dan Duta Besar di Amerika, Pangeran Bandar bin Sultan, disebutkan telah mendanai para teroris pelaku serangan WTC.

Muqtada Al-Sadr Kembali Ancam Pasukan Amerika di Irak

Indonesian Free Press -- Ulama kharismatis Irak Muqtada al-Sadr mengancam akan menyerang pasukan Amerika yang terlibat dalam operasi pembebasan Mosul.

Seperti dilaporkan Veterans Today, Sabtu (23 Juli), pemimpin Gerakan Al-sadr itu mengeluarkan ancamannya melalui situs resminya, sebagai respon atas pertanyaan pengikutnya tentang pengumuman pemerintah Amerika yang akan mengirimkan tambahan pasukan ke Irak untuk berpartisipasi dalam operasi pembebasan  Mosul, kota terbesar kedua Irak yang jatuh ke tangan kelompok teroris ISIS tahun 2014.

“Mereka adalah sasaran kita,” tulis Muqtada al Sadr.

Menhan Amerika Ashton Carter sebelumnya mengatakan bahwa Presiden Barack Obama telah setuju untuk mengirimkan pasukan tambahan untuk mendukung pasukan Irak merebut Mosul.