Monday, 15 August 2016

Archandra Tahar hanya Butuh 20 Hari untuk 'Bobol' Negara

Indonesian Free Press -- Maling tidak pernah berlama-lama menjalankan aksinya, karena semakin lama beraksi akan semakin besar peluang ketahuan dan tertangkap.

Demikian pula dengan Arcandra Tahar, warga negara Amerika yang membobol kepentingan negara Indonesia dengan menjadi Menteri ESDM pilihan Presiden Jokowi. Dilantik oleh Jokowi pada Rabu, 27 Juli 2016, ia diberhentikan pada hari Senin malam (15 Agustus).

Pemberhentian ini menyusul adanya resistansi kuat dari masyarakat terhadap Arcandra karena pengangkatannya menjadi menteri telah jelas-jelas melanggar sejumlah undang-undang sekaligus: UU Kewarganegaraan, UU Kementrian Negara dan UU Keimigrasian.

Sunday, 14 August 2016

Ketegangan Baru Ukraina-Rusia yang Sangat Serius

Indonesian Free Press -- Ukraina mengerahkan pasukan besar-besaran di dekat perbatasan dengan Rusia di Krimea menyusul terjadinya aksi penyusupan di wilayah bekas wilayah Ukraina itu, yang memicu ketegangan dengan Rusia setelah Rusia menuduh Ukraina berada di balik aksi penyusupan tersebut.

Dalam akun resminya di media sosial populer setempat, VK, mantan anggota parlemen Ukraina Aleksey Zhuravko melaporkan:

"Saya menerima konfirmasi dari seluruh distrik (Kecamatan) di wilayah Kherson dan sekitarnya, yang menyebutkan bahwa Angkatan Bersenjata Ukraina tengah mengkonsentrasikan peralaatan militer berat, termasuk artileri otomatis, 'main battle tanks', roket BM-21 Grads, dan kendaraan-kendaraan infantry tempur di dekat perbatasan Krimea. Konsentrasi kekuatan ini tepat di dekat 'Crimean isthmus'. Perbekalan, termasuk amunisi dan sumberdaya manusia tengah dikerahkan ke posisi itu.”

Tuesday, 9 August 2016

Pemberontak Masih Terjebak di Aleppo

Indonesian Free Press -- Para pemberontak masih terjebak di bagian timur dan tenggara kota Aleppo, meski sebelumnya pada hari Sabtu (6 Juli) mereka berhasil mendobrak kepungan pasukan Suriah dengan merebut pangkalan artileri Suriah dan beberapa titik pengepungan lainnya.

Seperti dilaporkan RIA Novosti kemarin (8 Agustus), pertempuran sengit masih berlangsung di pangkalan artileri dan kawasan pemukiman Ramouse dengan seluruh jalur suplai kembali dikuasai pasukan pemerintah.

Sehari sebelumnya, atau sehari setelah upaya pendobrakan kepungan oleh pemberontak, pesawat-pesawat tempur Rusia dan Suriah membom posisi-posisi pemberontak di Aleppo dan Idlib, memaksa mereka mengendorkan tekanan dan meninggalkan posisi dimana sebelumnya mereka rebut. Idlib menjadi sasaran pemboman karena menjadi basis logistik bagi pemberontak yang melakukan offensif di Aleppo.

Monday, 8 August 2016

Uni Eropa Dukung Erdogan Pulihkan Ketertiban

Indonesian Free Press -- Sekretaris Jendral Uni Eropa Thorbjørn Jagland mendukung langkah Presiden Turki melakukan penertiban dengan melakukan penangkapan dan pemecatan terhadap jajaran militer dan birokrasi sipil paska kudeta gagal bulan lalu.

Sementara para pejabat dan politisi barat mengecam langkah tersebut, sikap Thorbjørn Jagland ini merupakan sikap resmi Uni Eropa. Ia menyebut langkah Erdogan tersebut sebagai langkah yang 'diperlukan'.

"Tentu saja saya akui bahwa diperlukan tindakan terhadap mereka yang terlibat dalam kudeta, dan terhadap jaringan para konspirator," kata Jagland dalam konperensi pers bersama Menlu Turki Mevlüt Çavusoglu di Ankara, Senin (8 Agustus).

Pernyataan tersebut sekaligus mengecam para pemimpin Eropa lainnya yang dianggapnya tidak memahami persoalan yang dihadapi Turki.

Sunday, 7 August 2016

Presiden Iran ke Azerbaijan Saat Isyu Korupsi Menjeratnya

Indonesian Free Press -- Presiden Iran Hassan Rouhani hari Minggu (7 Agustus) terbang ke ibukota Azerbaijan, Baku, untuk menghadiri pertemuan trilateral bersama Presiden Rusia dan Azerbaijan, pada saat isyu korupsi melanda pemerintahannya.

Seperti laporan Veterans Today, sejumlah pengakuan tentang dugaan korupsi yang melibatkan para pejabat pemerintahan Rouhani, mengguncangkan publik Iran akhir-akhir ini. Disebutkan bahwa sejumlah pejabat Iran menikmati gaji bulanan hingga $230.000 atau sekitar Rp2,5 miliar per-bulan.

Tuduhan itu sedemikian telak dan tidak bisa dibantah lagi sehingga mendorong pemerintah melalui Wakil Presiden Mohammad Bagher Nobakht pada 26 Juli lalu mengumumkan akan membatasi gaji pejabat pemerintah sebesar $3.200 per-bulan dan gaji pegawai swasta sebesar maksimal $6.200 per-bulan.

Saturday, 6 August 2016

Rusia dan Iran Gelar Latihan Perang Bersama

Indonesian Free Press -- Rusia dan Iran sepakat untuk menggelar sejumlah latihan perang bersama, kantor berita Izvestia melaporkan, mengutip keterangan Menhan Rusia Sergei Shoigu yang baru bertemu Jendral Vali Madani ketua delegasi Iran dalam 'event' International War Games 2016 yang tengah berlangsung di Rusia dan Kazakhstan.

Menanggapi kabar tersebut analis politik dan profesor Tehran University, Jahangir Karami, mengatakan kepada kantor berita Sputnik News:

“Negara kami memiliki sejarah panjang menggelar latihan perang bersama. Tahun lalu kami menggelar latihan perang di Laut Kaspia dan Laut Mediterania, yang juga melibatkan angkatan laut Suriah. Latihan-latihan perang bersama ini sangat penting bagi kepentingan kami menjaga stabilitas dan keamanan dan untuk memerangi terorisme di berbagai kawasan di dunia.”

Perlawanan Terakhir Pemberontak-Terosis Suriah di Aleppo

Indonesian Free Press -- Saat ini pemberontak-teroris tengah berada dalam situasi krisis yang bisa berujung pada kahancuran total mereka di Suriah sekaligus mengubur mimpi zionis internasional untuk menjungkalkan Presiden Bashar al Assad.

Seperti dilaporkan Veterans Today, Rabu (3 Agustus), pasukan Suriah dengan dukungan serangan udara Rusia dan pasukan sekutu Suriah seperti Iran dan Hizbollah, tengah mengepung pemberontak di kantong pertahanan terakhir mereka di kota Aleppo. Media Lebanon As Safir menyebutkan kemajuan pasukan Suriah dalam pertempuran di Aleppo 'sangat mengesankan'.

"Kemenangan dalam pertempuran di Beni Zeid telah memberikan kesempatan nyata bagi penyelesaian konflik secara politik," tulis As Safir tentang pertempuran di kawasan Bani Zeid di Aleppo yang menjadi jalur suplai utama bagipara pemberontak di wilayah Aleppo, yang kini berhasil diputuskan oleh pasukan Suriah.

Thursday, 4 August 2016

Rusia Gelar Pertemuan Rahasia Suriah-Amerika

Indonesian Free Press -- Rusia dikabarkan telah menggelar pertemuan diam-diam antara Amerika dengan Suriah. Pertemuan digelar tepat sebelum Presiden Vladimir Putin menerima kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Kantor berita Veterans Today melaporkan, Ahad (31 Juli) lalu.

Diduga pertemuan itu menghasilkan kesepakatan komprehensif tentang konflik Suriah dan Irak, termasuk kesepakatan tentang status Dataran Golan yang diduduki Israel sejak 1967.

"Seperti saya laporkan baru-baru ini, banyak dari kalangan inteligen, khususnya di wilayah Timur Tengah, yang memastikan telah terjadinya kesepakatan diam-diam antara Rusia dan Amerika terkait dengan konflik Suriah dan Irak," tulis editor Veterans Today dalam laporan itu.

Wednesday, 3 August 2016

Pemimpin Tertingi Iran Kembali Kecam Perundingan Nuklir

Indonesian Free Press -- Pemimpin tertinggi Ayatollah Khamenei kembali menyuarakan kritikannya atas perundingan nuklir Iran yang dianggap tidak sesuai harapan Iran.

Seperti dilaporkan Reuters, Senin (1 Juli), Khamenei mengeluarkan kritikannya dalam pidato di Teheran hari Senin, dimana ia menuduh Amerika tidak menepati kesepakatan dalam perundingan. Dalam kritikan-kritikannya terdahulu, Khamenei selalu menyoroti sikap Amerika yang dianggapnya tidak bisa dipercaya dan mengingatkan pemerintahan Presiden Rouhani, yang memiliki langkah perundingan daripada konfrontasi, akan sikap Amerika itu.

Dalam perundingan yang disepakati oleh Iran dan enam negara besar termasuk Amerika dan Rusia pada bulan Oktober 2015 lalu itu, Iran setuju untuk mengurangi program nuklirnya ke tingkat yang tidak membahayakan untuk mencegah pembuatan senjata nuklir. Sebagai balasannya, sanksi-sanksi yang diterima Iran karena program nuklirnya, akan dicabut.

Tuesday, 2 August 2016

Turki Keluarkan Ultimatum, AS Tinggalkan Incirlik

Indonesian Free Press -- Wakil PM sekaligus jubir pemerintahan Turki, Numan Kurtulmuş, mengeluarkan ultimatum kepada Amerika terkait dengan kudeta gagal bulan lalu. Ia  memberi dua pilihan kepada AS, yaitu mengekstradisi Fethullah Gulen, atau kehilangan persahabatan dengan 79 juta jiwa penduduk Turki.

Hal ini dikatakan dalam konferensi persnya setelah pertemuan kabinet, Senin (1 Agustus), di istana perdana menteri di Ankara. Kurtulmuş juga menjelaskan bahwa negaranya telah memberi bukti yang cukup terkait keterlibatan Gulen dan pengikutnya dalam upaya kudeta pertengahan bulan lalu.

Lebih lanjut, Kurtulmuş menegaskan kepada para pejabat AS untuk menghormati hubungan baik antara kedua negara. AS disebutnya harus segera menyerahkan Gulen kepada pemerintah Turki, sesuai kesepakatan ekstradisi antara kedua negara.