Indonesian Free Press -- Iran meresmikan sistem pertahanan udara Bavar 373 yang oleh para pengamat dianggap setingkat dengan buatan Rusia S-300. Kantor berita AFP melaporkan, kemarin (21 Agustus).
Pemerintah Iran, hari Minggu (21 Agustus), merilis gambar-gambar yang menunjukkan Presiden Rouhani dan Menhan Hossein Dehghan berdiri di dekat sistem persenjataan Bavar 373, yang dibuat Iran selama negara itu menjalani sanksi internasional.
Sistem persenjataan ini didisain untuk menyergap rudal-rudal jelajah, drone, pesawat tempur hingga rudal ballistik, demikian Iran menyebutkan tentang kemampuan rudal ini. Senjata ini dibangun Iran sebagai alternatif kegagalan Iran mendapatkan senjata sejenis buatan Rusia, S-300, karena sanksi PBB atas program nuklir Iran.
Sunday, 21 August 2016
Friday, 19 August 2016
Pangkalan Udara Rusia di Iran Percepat Pembebasan Aleppo
Indonesian Free Press -- Dalam beberapa hari terakhir media-media internasional disibukkan oleh berita tentang serangan udara Rusia di Suriah melalui pangkalan udara Hamadan, Iran. Lebih jauh bahkan dilaporkan bahwa Rusia telah menempatkan sistem pertahanan udara tercanggihnya, S-400 di pangkalan udara itu, lebih cepat dari rencana Iran mengoperasikan sistem pertahanan udara S-300 untuk melawan ancaman Amerika dan Israel.
Editor Veterans Today Jim W. Dean, dalam tulisannya hari Selasa (16 Agustus), menyebut hal ini sebagai ‘Great Tactical Importance’, atau faktor yang sangat penting bagi penyelesaikan konflik Suriah. Sementara Robert Fisk dalam tulisannya di The INdependent menyebut hal ini sebagai 'kemenangan Iran' di Timur Tengah.
"Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Iran memiliki Amerika dan Rusia berada di pihaknya (untuk melawan ISIS) dan Turki mengikuti di belakang," tulis Fisk, wartawan senior yang dihormati di INggris.
Editor Veterans Today Jim W. Dean, dalam tulisannya hari Selasa (16 Agustus), menyebut hal ini sebagai ‘Great Tactical Importance’, atau faktor yang sangat penting bagi penyelesaikan konflik Suriah. Sementara Robert Fisk dalam tulisannya di The INdependent menyebut hal ini sebagai 'kemenangan Iran' di Timur Tengah.
"Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Iran memiliki Amerika dan Rusia berada di pihaknya (untuk melawan ISIS) dan Turki mengikuti di belakang," tulis Fisk, wartawan senior yang dihormati di INggris.
Cina Pun Libatkan Diri di Suriah
Indonesian Free Press -- Setelah Iran dan Rusia, Cina dikabarkan mulai melibatkan diri dalam konflik Suriah di belakang pemerintahan Bashar al Assad. Namun, konflik diperkirakan masih jauh dari selesai, khususnya dengan prospek terpilihnya Hillary Clinton sebagai presiden Amerika mendatang.
Seperti ditulis Ian Greenhalgh di Veterans Today, 17 Agustus lalu, pemerintah Suriah dan Cina telah menyepakati kerjasama militer berupa pemberian bantuan kemanusiaan Cina ke Suriah dan pemberian latihan oleh instruktur-instruktur militer Cina kepada militer Suriah.
Pejabat militer Cina, Guan Youfei, tiba di Damaskus pada hari Selasa (16 Agustus) dan bertemu Menteri Pertahanan Suriah Fahad Jassim al-Freij, tulis media Cina Xinhua. Dalam pertemuan itu Guan menegaskan bahwa Cina konsisten mendukung solusi diplomatik dalam konflik Suriah dan kini berusaha menjalin hubungan militer lebih dekat dengan Suriah.
Seperti ditulis Ian Greenhalgh di Veterans Today, 17 Agustus lalu, pemerintah Suriah dan Cina telah menyepakati kerjasama militer berupa pemberian bantuan kemanusiaan Cina ke Suriah dan pemberian latihan oleh instruktur-instruktur militer Cina kepada militer Suriah.
Pejabat militer Cina, Guan Youfei, tiba di Damaskus pada hari Selasa (16 Agustus) dan bertemu Menteri Pertahanan Suriah Fahad Jassim al-Freij, tulis media Cina Xinhua. Dalam pertemuan itu Guan menegaskan bahwa Cina konsisten mendukung solusi diplomatik dalam konflik Suriah dan kini berusaha menjalin hubungan militer lebih dekat dengan Suriah.
CINA-CINA BARU DI KABINET
Oleh Sri Bintang Pamungkas
Indonesian Free Press - Di Kabinet Pak Harto, keturunan Arab tidak pernah absen. Cinanya malah tidak pernah ada, selain Bob Hasan pada beberepa bulan tarakhir ia mangkat; dia pun Cina Islam yang isterinya Pribumi.
Sekarang ditambah Enggar, Lo Yu Eng, Cina Cirebon yang berhasil menjadikan Cina-cina lain, dari Kristen Karismatik – satu armada dengan Ahok – menjadi anggota DPRD Cirebon. Termasuk Andy Lie yang vocal Anti Islam; antara lain menolak subsidi untuk skolah-sekolah dan guru-guru Islam.
Si Lo dan si Lie ini ditugasi James Riady dan Mafia-mafia Cina untuk mengolah Cirebon, Indramayu, Balongan dengan migasnya, dan sekitarnya menjadi kota-kota Cina.
LYE, adalah mantan pengembang dan ketua REI. Posisinya di Kemperdag cuma “asal Cina”, seperti LK Pangestu dan Tom Limbong. Kecuali anak pedagang klontong, ilmu dagang tidak penting; kan perdagangan sudah dkuasai Cina-cina. Limbong sendiri perlu membesarkan investasi RRC lewat BKPM.
Indonesian Free Press - Di Kabinet Pak Harto, keturunan Arab tidak pernah absen. Cinanya malah tidak pernah ada, selain Bob Hasan pada beberepa bulan tarakhir ia mangkat; dia pun Cina Islam yang isterinya Pribumi.
Sekarang ditambah Enggar, Lo Yu Eng, Cina Cirebon yang berhasil menjadikan Cina-cina lain, dari Kristen Karismatik – satu armada dengan Ahok – menjadi anggota DPRD Cirebon. Termasuk Andy Lie yang vocal Anti Islam; antara lain menolak subsidi untuk skolah-sekolah dan guru-guru Islam.
Si Lo dan si Lie ini ditugasi James Riady dan Mafia-mafia Cina untuk mengolah Cirebon, Indramayu, Balongan dengan migasnya, dan sekitarnya menjadi kota-kota Cina.
LYE, adalah mantan pengembang dan ketua REI. Posisinya di Kemperdag cuma “asal Cina”, seperti LK Pangestu dan Tom Limbong. Kecuali anak pedagang klontong, ilmu dagang tidak penting; kan perdagangan sudah dkuasai Cina-cina. Limbong sendiri perlu membesarkan investasi RRC lewat BKPM.
Thursday, 18 August 2016
Ke Iran, Erdogan Bentuk Koalisi Turki-Iran-Rusia
Iran Juga Berperan Selamatkan Erdogan dari Kudeta
Indonesian Free Press -- Setelah melakukan kunjungan penting ke Rusia 8 Agustus lalu, Presiden Turki Reccep Erdogan akan melakukan kunjungan ke Iran, yang oleh media-media Arab disebut-sebut sebagai kunjungan resmi peresmian koalisi Turki-Iran-Rusia. Sementara Iran disebut-sebut telah memberikan dukungan kepada Erdogan pada detik-detik terjadinya kudeta.
"Berdasarkan laporan-laporan yang menyebutkan Erdogan pergi ke Iran pada malam terjadinya kudeta (15 Juli lalu) dan kemudian kembali ke Turki setelah kudeta gagal, kunjungan Presiden Turki ke Teheran adalah sangat penting nilainya dalam pembentukan hubungan baru antara Teheran dan Ankara,” tulis media Arab al-Hayat dalam laporan terbarunya, seperti dilansir FARS News, kemarin (18 Agustus).
Al-Hayat mengutip sejumlah sumber yang menyebutkan bahwa kunjungan Erdogan ke Iran akan dilakukan dalam beberapa minggu ini, sementara media-media lain menyebut kunjungan itu akan dilakukan minggu depan.
Indonesian Free Press -- Setelah melakukan kunjungan penting ke Rusia 8 Agustus lalu, Presiden Turki Reccep Erdogan akan melakukan kunjungan ke Iran, yang oleh media-media Arab disebut-sebut sebagai kunjungan resmi peresmian koalisi Turki-Iran-Rusia. Sementara Iran disebut-sebut telah memberikan dukungan kepada Erdogan pada detik-detik terjadinya kudeta.
"Berdasarkan laporan-laporan yang menyebutkan Erdogan pergi ke Iran pada malam terjadinya kudeta (15 Juli lalu) dan kemudian kembali ke Turki setelah kudeta gagal, kunjungan Presiden Turki ke Teheran adalah sangat penting nilainya dalam pembentukan hubungan baru antara Teheran dan Ankara,” tulis media Arab al-Hayat dalam laporan terbarunya, seperti dilansir FARS News, kemarin (18 Agustus).
Al-Hayat mengutip sejumlah sumber yang menyebutkan bahwa kunjungan Erdogan ke Iran akan dilakukan dalam beberapa minggu ini, sementara media-media lain menyebut kunjungan itu akan dilakukan minggu depan.
Media-Media Barat dan Arab: Rusia Selamatkan Erdogan dari Kudeta
Indonesian Free Press -- Media-media barat dan Arab akhirnya membenarkan laporan media Iran, FARS News, tentang pemberitahuan rencana kudeta oleh Rusia kepada Presiden Turki Tayyep Erdogan. Hal inilah yang telah menyelamatkan nyawa Erdogan hingga ia bisa menguasai keadaan paska kudeta tanggal 15 Juli lalu.
Seperti dilaporkan Veterans Today, kemarin (17 Agustus), Pimpinan Redaksi media Arab Rai Alyoum, Abdel Bari Atwan, dalam wawancara dengan media Rusia Russia Today, mengatakan:
“Inteligen Rusia berhasil mengetahui rencana kudeta lebih dahulu dari siapapun, dan Presiden Rusia memberitahukan hal ini melalui telepon kepada Presiden Turki.”
“Kami memperoleh informasi penting ini dari beberapa sumber, bahwa inteligen Rusia berhasil mendeteksi sejumlah langkah tidak wajar militer Turki dari pangkalannya di Tartus, Suriah,” tambahnya.
Seperti dilaporkan Veterans Today, kemarin (17 Agustus), Pimpinan Redaksi media Arab Rai Alyoum, Abdel Bari Atwan, dalam wawancara dengan media Rusia Russia Today, mengatakan:
“Inteligen Rusia berhasil mengetahui rencana kudeta lebih dahulu dari siapapun, dan Presiden Rusia memberitahukan hal ini melalui telepon kepada Presiden Turki.”
“Kami memperoleh informasi penting ini dari beberapa sumber, bahwa inteligen Rusia berhasil mendeteksi sejumlah langkah tidak wajar militer Turki dari pangkalannya di Tartus, Suriah,” tambahnya.
Tuesday, 16 August 2016
Rusia Gunakan Iran sebagai Basis Serangan ke Suriah
Indonesian Free Press -- Rusia untuk pertama kalinya menggunakan negara di luar Suriah sebagai basis serangan terhadap pemberontak Suriah. Pada hari Selasa (16 Agustus), sejumlah pesawat tempur SU-34 dan pembom strategis TU-22M3 tinggal landas dari pangkalan udara di Iran dalam misi serangan udara di wilayah Suriah.
Seperti laporan Associated Press pada hari yang sama, Kementrian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa pesawat-pesawat tersebut melancarkan serangan di wilayah Aleppo, Deir Azzour dan Idlib. Misi tersebut berhasil menghancurkan lima gudang senjata besar, kamp-kamp latihan dan tiga pos komando pemberontak Suriah.
Associated Press tidak menyebutkan dari pangkalan udara mana pesawat-pesawat Rusia itu tinggal landas. Namun kantor berita Rusia Sputnik News menyebutkan pangkalan udara itu berada di wilayah Hamadan. Ini merupakan perkembangan yang menarik, menunjukkan semakin eratnya kerjasama Iran dan Rusia sekaligus menunjukkan pengaruh Rusia yang semakin dominan di Timur Tengah.
Seperti laporan Associated Press pada hari yang sama, Kementrian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa pesawat-pesawat tersebut melancarkan serangan di wilayah Aleppo, Deir Azzour dan Idlib. Misi tersebut berhasil menghancurkan lima gudang senjata besar, kamp-kamp latihan dan tiga pos komando pemberontak Suriah.
Associated Press tidak menyebutkan dari pangkalan udara mana pesawat-pesawat Rusia itu tinggal landas. Namun kantor berita Rusia Sputnik News menyebutkan pangkalan udara itu berada di wilayah Hamadan. Ini merupakan perkembangan yang menarik, menunjukkan semakin eratnya kerjasama Iran dan Rusia sekaligus menunjukkan pengaruh Rusia yang semakin dominan di Timur Tengah.
Monday, 15 August 2016
Archandra Tahar hanya Butuh 20 Hari untuk 'Bobol' Negara
Indonesian Free Press -- Maling tidak pernah berlama-lama menjalankan aksinya, karena semakin lama beraksi akan semakin besar peluang ketahuan dan tertangkap.
Demikian pula dengan Arcandra Tahar, warga negara Amerika yang membobol kepentingan negara Indonesia dengan menjadi Menteri ESDM pilihan Presiden Jokowi. Dilantik oleh Jokowi pada Rabu, 27 Juli 2016, ia diberhentikan pada hari Senin malam (15 Agustus).
Pemberhentian ini menyusul adanya resistansi kuat dari masyarakat terhadap Arcandra karena pengangkatannya menjadi menteri telah jelas-jelas melanggar sejumlah undang-undang sekaligus: UU Kewarganegaraan, UU Kementrian Negara dan UU Keimigrasian.
Demikian pula dengan Arcandra Tahar, warga negara Amerika yang membobol kepentingan negara Indonesia dengan menjadi Menteri ESDM pilihan Presiden Jokowi. Dilantik oleh Jokowi pada Rabu, 27 Juli 2016, ia diberhentikan pada hari Senin malam (15 Agustus).
Pemberhentian ini menyusul adanya resistansi kuat dari masyarakat terhadap Arcandra karena pengangkatannya menjadi menteri telah jelas-jelas melanggar sejumlah undang-undang sekaligus: UU Kewarganegaraan, UU Kementrian Negara dan UU Keimigrasian.
Sunday, 14 August 2016
Ketegangan Baru Ukraina-Rusia yang Sangat Serius
Indonesian Free Press -- Ukraina mengerahkan pasukan besar-besaran di dekat perbatasan dengan Rusia di Krimea menyusul terjadinya aksi penyusupan di wilayah bekas wilayah Ukraina itu, yang memicu ketegangan dengan Rusia setelah Rusia menuduh Ukraina berada di balik aksi penyusupan tersebut.
Dalam akun resminya di media sosial populer setempat, VK, mantan anggota parlemen Ukraina Aleksey Zhuravko melaporkan:
"Saya menerima konfirmasi dari seluruh distrik (Kecamatan) di wilayah Kherson dan sekitarnya, yang menyebutkan bahwa Angkatan Bersenjata Ukraina tengah mengkonsentrasikan peralaatan militer berat, termasuk artileri otomatis, 'main battle tanks', roket BM-21 Grads, dan kendaraan-kendaraan infantry tempur di dekat perbatasan Krimea. Konsentrasi kekuatan ini tepat di dekat 'Crimean isthmus'. Perbekalan, termasuk amunisi dan sumberdaya manusia tengah dikerahkan ke posisi itu.”
Dalam akun resminya di media sosial populer setempat, VK, mantan anggota parlemen Ukraina Aleksey Zhuravko melaporkan:
"Saya menerima konfirmasi dari seluruh distrik (Kecamatan) di wilayah Kherson dan sekitarnya, yang menyebutkan bahwa Angkatan Bersenjata Ukraina tengah mengkonsentrasikan peralaatan militer berat, termasuk artileri otomatis, 'main battle tanks', roket BM-21 Grads, dan kendaraan-kendaraan infantry tempur di dekat perbatasan Krimea. Konsentrasi kekuatan ini tepat di dekat 'Crimean isthmus'. Perbekalan, termasuk amunisi dan sumberdaya manusia tengah dikerahkan ke posisi itu.”
Tuesday, 9 August 2016
Pemberontak Masih Terjebak di Aleppo
Indonesian Free Press -- Para pemberontak masih terjebak di bagian timur dan tenggara kota Aleppo, meski sebelumnya pada hari Sabtu (6 Juli) mereka berhasil mendobrak kepungan pasukan Suriah dengan merebut pangkalan artileri Suriah dan beberapa titik pengepungan lainnya.
Seperti dilaporkan RIA Novosti kemarin (8 Agustus), pertempuran sengit masih berlangsung di pangkalan artileri dan kawasan pemukiman Ramouse dengan seluruh jalur suplai kembali dikuasai pasukan pemerintah.
Sehari sebelumnya, atau sehari setelah upaya pendobrakan kepungan oleh pemberontak, pesawat-pesawat tempur Rusia dan Suriah membom posisi-posisi pemberontak di Aleppo dan Idlib, memaksa mereka mengendorkan tekanan dan meninggalkan posisi dimana sebelumnya mereka rebut. Idlib menjadi sasaran pemboman karena menjadi basis logistik bagi pemberontak yang melakukan offensif di Aleppo.
Seperti dilaporkan RIA Novosti kemarin (8 Agustus), pertempuran sengit masih berlangsung di pangkalan artileri dan kawasan pemukiman Ramouse dengan seluruh jalur suplai kembali dikuasai pasukan pemerintah.
Sehari sebelumnya, atau sehari setelah upaya pendobrakan kepungan oleh pemberontak, pesawat-pesawat tempur Rusia dan Suriah membom posisi-posisi pemberontak di Aleppo dan Idlib, memaksa mereka mengendorkan tekanan dan meninggalkan posisi dimana sebelumnya mereka rebut. Idlib menjadi sasaran pemboman karena menjadi basis logistik bagi pemberontak yang melakukan offensif di Aleppo.
Subscribe to:
Posts (Atom)









