Indonesian Free Press -- Masalah kesehatan fisik dan mental yang dialami Hillary Clinton sudah menjadi perhatian luas media-media independen, terutama setelah ia dipastikan menjadi capres Amerika mendatang yang diusung Partai Demokrat. Sayangnya, media-media utama (mainstream) justru berusaha menutup-nutupi masalah ini dengan menyebut laporan-laporan tentang kesehatan Hillary itu sebagai 'teori konspirasi'.
Pada awalnya media-media independen lebih menekankan pada kesehatan mental Hillary, yang dianggap tidak cukup layak untuk menjadi Presiden Amerika. Ia misalnya, terekspos sering melakukan tingkah laku aneh, seperti menggoyang-goyangkan kepala dan memutar-mutar bola matanya tanpa kendali. Menurut para pengamat kejiwaan, hal itu menandakan beliau mengidap penyakit mental yang akut.
Namun kini masalah lebih serius dialami Hillary dan para pengusungnya, setelah tanpa bisa disembunyikan lagi Hillary ketahuan publik mengalami masalah fisik yang serius. Di berbagai video yang beredar luas di dunia maya, Hillary tertangkap kamera tidak mampu untuk sekedar berjalan tegak dan harus dibantu oleh para pengawalnya. Puncaknya adalah ketika Hillary nyaris kolaps saat menghadiri peringatan tragedi Serangan WTC tanggal 11 September lalu di Ground Zero, New York.
Tuesday, 13 September 2016
Suriah Klaim Tembak Jatuh Jet Israel
Indonesian Free Press -- Suriah mengklaim telah menembak jatuh sebuah pesawat tempur dan drone Israel di selatan negara itu, Selasa kemarin (13 September). Penembakan terjadi setelah Israel melakukan serangan atas Suriah di Dataran Golan. Demikian sejumlah media internasional melaporkan kemarin.
"Pertahanan udara kami berhasil menahan serangan Israel dan menembak jatuh pesawat Israel di Provinsi Quneitra, dan juga sebuah drone Israel," demikian pernyataan Kemenhan Suriah, seperti dilaporkan Veterans Today kemarin.
Menurut Suriah, penembakan pesawat Israel itu terjadi pada pukul 01.00 waktu setempat pada hari Selasa, sebagai respon atas serangan Israel terhadap posisi-posisi Suriah di Dataran Golan.
Insiden ini terjadi hanya berselang beberapa jam setelah berlakunya gencatan senjata yang dimediasi oleh Rusia dan Amerika, sehari sebelumnya.
"Pertahanan udara kami berhasil menahan serangan Israel dan menembak jatuh pesawat Israel di Provinsi Quneitra, dan juga sebuah drone Israel," demikian pernyataan Kemenhan Suriah, seperti dilaporkan Veterans Today kemarin.
Menurut Suriah, penembakan pesawat Israel itu terjadi pada pukul 01.00 waktu setempat pada hari Selasa, sebagai respon atas serangan Israel terhadap posisi-posisi Suriah di Dataran Golan.
Insiden ini terjadi hanya berselang beberapa jam setelah berlakunya gencatan senjata yang dimediasi oleh Rusia dan Amerika, sehari sebelumnya.
Presiden Filipina: Amerika Harus Pergi
Indonesian Free Press -- Presiden Filipina Rodrigo Duterte semakin keras bersuara menentang dominasi Amerika. Setelah menyebut Dubes Amerika dan Presiden Barack Obama sebagai 'anak pelacur' dan 'homoseks', kini ia menyerukan Amerika untuk pergi dari wilayah Filipina.
"Saya tidak ingin bermusuhan dengan Amerika, tapi mereka harus pergi," kata Duterte perihal keberadaan personil militer Amerika di Filipina Selatan dalam kampanye anti-terorisme, seperti dilansir Veterans Today hari ini (13 September).
Presiden Filipina menuduh keberadaan militer Amerika di Filipina selatan telah memicu ketegangan di wilayah yang mayoritas adalah muslim itu. Selama ada pasukan Amerika tidak akan ada perdamaian di Filipina.
Duterte menyebutkan bahwa sejak lebih dari 100 tahun yang lalu Amerika telah berusaha memarginalkan kaum Muslim di Mindanao dan Filipina selatan dan hal itu telah menimbulkan kebencian warga setempat kepada Amerika dan ketegangan sosial dengan warga Katholik yang merupakan mayoritas di Filipina.
"Saya tidak ingin bermusuhan dengan Amerika, tapi mereka harus pergi," kata Duterte perihal keberadaan personil militer Amerika di Filipina Selatan dalam kampanye anti-terorisme, seperti dilansir Veterans Today hari ini (13 September).
Presiden Filipina menuduh keberadaan militer Amerika di Filipina selatan telah memicu ketegangan di wilayah yang mayoritas adalah muslim itu. Selama ada pasukan Amerika tidak akan ada perdamaian di Filipina.
Duterte menyebutkan bahwa sejak lebih dari 100 tahun yang lalu Amerika telah berusaha memarginalkan kaum Muslim di Mindanao dan Filipina selatan dan hal itu telah menimbulkan kebencian warga setempat kepada Amerika dan ketegangan sosial dengan warga Katholik yang merupakan mayoritas di Filipina.
Monday, 12 September 2016
Erdogan Janjikan Pembebasan Raqqa, Pengamat Meragukan
Indonesian Free Press -- Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan menyatakan kesiapan Turki untuk membebaskan kota Raqqa di Suriah dari pendudukan kelompok teroris ISIS. Namun sejumlah pengamat meragukan hal itu.
Dalam pernyataan akhir pekan lalu sebagaimana dimuat media Turki Hurriyet Daily News, Erdogan mengatakan, "Raqqa adalah pusat yang penting bagi Daesh (ISIS). (Presiden Amerika Barrack) Obama secara khusus menginginkan tindakan bersama dengan kami terkait Raqqa. Kami katakan kepadanya bahwa hal ini bukan masalah bagi kami," kata Erdogan.
Raqqa yang terletak di timur-laut, dan tidak terlalu jauh dari perbatasan Turki, adalah 'ibukota' bagi ISIS di Suriah.
Menanggapi pernyataan itu, Suraj Sharma dari Middle East Eye, pernyataan itu sebagai kejutan. Sebelumnya Amerika hanya mendukung Turki untuk membebaskan Jarablus dengan perlindungan udaranya, namun menolak Turki untuk bergerak lebih jauh ke selatan Suriah.
Dalam pernyataan akhir pekan lalu sebagaimana dimuat media Turki Hurriyet Daily News, Erdogan mengatakan, "Raqqa adalah pusat yang penting bagi Daesh (ISIS). (Presiden Amerika Barrack) Obama secara khusus menginginkan tindakan bersama dengan kami terkait Raqqa. Kami katakan kepadanya bahwa hal ini bukan masalah bagi kami," kata Erdogan.
Raqqa yang terletak di timur-laut, dan tidak terlalu jauh dari perbatasan Turki, adalah 'ibukota' bagi ISIS di Suriah.
Menanggapi pernyataan itu, Suraj Sharma dari Middle East Eye, pernyataan itu sebagai kejutan. Sebelumnya Amerika hanya mendukung Turki untuk membebaskan Jarablus dengan perlindungan udaranya, namun menolak Turki untuk bergerak lebih jauh ke selatan Suriah.
Sunday, 11 September 2016
Pemilik Roket SpaceX Perkuat Spekulasi UFO Ledakkan Roket
Indonesian Free Press -- Pemilik roket SpaceX, Elon Musk, tidak menolak kemungkinan UFO telah meledakkan roket miliknya pada saat hendak diluncurkan di Cape Canaveral, Florida-Amerika, 1 September lalu.
Seperti dilaporkan Veterans Today hari ini (11 September), Musk mengatakan hal itu di akun Twitternya.
"Kami tidak mengesampingkan hal itu (UFO sebabkan meledaknya SpaceX Falcon 9)," tulis Musk.
Menurut Musk, yang terjadi adalah sebuah 'kebakaran cepat' yang tidak diketahui penyebabnya dan tidak pernah terjadi dalam sejarah penerbangan roket.
"Penting untuk dicatat bahwa ini terjadi saat operasi pengisian rutin. Mesin dalam keadaan mati dan tidak ada sumber panas," tambah Musk.
Seperti dilaporkan Veterans Today hari ini (11 September), Musk mengatakan hal itu di akun Twitternya.
"Kami tidak mengesampingkan hal itu (UFO sebabkan meledaknya SpaceX Falcon 9)," tulis Musk.
Menurut Musk, yang terjadi adalah sebuah 'kebakaran cepat' yang tidak diketahui penyebabnya dan tidak pernah terjadi dalam sejarah penerbangan roket.
"Penting untuk dicatat bahwa ini terjadi saat operasi pengisian rutin. Mesin dalam keadaan mati dan tidak ada sumber panas," tambah Musk.
Saturday, 10 September 2016
Milisi Syiah Irak Bentukan Iran Mencapai 100 Ribu Orang
Indonesian Free Press -- Sekitar bulan Maret lalu ulama Shiah kharismatik Irak Muqtada al Sadr memimpin aksi demonstrasi besar-besaran menentang pemerintahan Perdana Menteri Abedi di kawasan 'Green Zone' Baghdad. Meski ia dan pengikut-pengikutnya melakukan aksi di daerah terlarang, tentara yang bertugas mengamankan wilayah itu menyambut Al Sadr dengan hangat dengan ciuman di tangan Al Sadr.
Al Sadr adalah ulama yang menjadi sekutu dekat Iran. Ketika ia terdesak dalam perlawanannya melawan pendudukan Amerika dan regim Nuri Al Maliki tahun 2008, Iran menyelamatkannya dengan menawarkan perlindungan. Selain ulama, Al Sadr juga menjadi salah seorang politisi paling berpengaruh di Irak dengan partai bentukannya menjadi salah satu partai berpengaruh di Irak. Ia adalah representasi pengaruh Iran saat ini di Irak.
Menurut laporan Veterans Today, 17 Agustus lalu, dengan mengutip pernyataan para pejabat militer Amerika, kekuatan milisi Shiah Irak dukungan Iran kini telah mencapai angkat 100.000, menjadi kekuatan paling signifikan dalam kampanye melawan terorisme-ISIS di negara itu. Namun, keberadaan mereka sangat mengkhawatirkan Amerika dan Saudi Arabia.
Al Sadr adalah ulama yang menjadi sekutu dekat Iran. Ketika ia terdesak dalam perlawanannya melawan pendudukan Amerika dan regim Nuri Al Maliki tahun 2008, Iran menyelamatkannya dengan menawarkan perlindungan. Selain ulama, Al Sadr juga menjadi salah seorang politisi paling berpengaruh di Irak dengan partai bentukannya menjadi salah satu partai berpengaruh di Irak. Ia adalah representasi pengaruh Iran saat ini di Irak.
Menurut laporan Veterans Today, 17 Agustus lalu, dengan mengutip pernyataan para pejabat militer Amerika, kekuatan milisi Shiah Irak dukungan Iran kini telah mencapai angkat 100.000, menjadi kekuatan paling signifikan dalam kampanye melawan terorisme-ISIS di negara itu. Namun, keberadaan mereka sangat mengkhawatirkan Amerika dan Saudi Arabia.
Friday, 9 September 2016
Poros Zio-Anglo Amerika yang Tengah Meredup
Indonesian Free Press -- Pada 1 September lalu roket Space-X yang mangangkut satelit Amos-6 buatan Israel milik perusahaan sosial media terbesar Facebook, meledak saat hendak diluncurkan ke luar angkasa di fasilitas peluncuran roket Cape Canaveral, Florida, Amerika.
Ini adalah peristiwa 'biasa', karena sebelumnya telah ada sejumlah roket yang meledak saat diluncurkan. Namun kali ini peristiwa ini menjadi 'viral' di dunia maya karena keberadaan obyek terbang tidak dikenal, alias UFO, yang terbang tepat di atas roket tersebut saat meledak. Media-media independen, termasuk Veterans Today yang sangat kredibel, turut meramaikan spekulasi ini. Media mapan Rusia Sputnik News berusaha meredam viral dengan menyebutkan bahwa UFO yang nampak di gambar yang beredar hanyalah seekor burung besar. Namun dengan cepat klaim ini dimentahkan, karena dari sekuen gambar yang tampak, benda misterius ini terbang dengan kecepatan hingga 3.000 mil per-jam dan tidak ada seekor burung pun yang terbang hingga kecepatan seper-sepuluh kecepatan itu.
Ini adalah peristiwa 'biasa', karena sebelumnya telah ada sejumlah roket yang meledak saat diluncurkan. Namun kali ini peristiwa ini menjadi 'viral' di dunia maya karena keberadaan obyek terbang tidak dikenal, alias UFO, yang terbang tepat di atas roket tersebut saat meledak. Media-media independen, termasuk Veterans Today yang sangat kredibel, turut meramaikan spekulasi ini. Media mapan Rusia Sputnik News berusaha meredam viral dengan menyebutkan bahwa UFO yang nampak di gambar yang beredar hanyalah seekor burung besar. Namun dengan cepat klaim ini dimentahkan, karena dari sekuen gambar yang tampak, benda misterius ini terbang dengan kecepatan hingga 3.000 mil per-jam dan tidak ada seekor burung pun yang terbang hingga kecepatan seper-sepuluh kecepatan itu.
Wednesday, 7 September 2016
Gagal di Suriah, Yaman, Saudi akan Pindahkan Perang ke Iran
Indonesian Free Press -- Saudi Arabia ingin memindahkan medan perang yang dilancarkannya ke Iran, setelah petualangannya di Suriah dan Yaman mengalami kegagalan. Hal ini sekaligus akan memberikan pukulan langsung ke Iran setelah gagal dalam perang proksi melawan Iran di kedua wilayah itu.
Seperti dilaporkan Veterans Today, 5 September, Saudi Arabia bekerjasama dengan Israel telah mengubah kantor-kantor diplomatiknya di kawasan menjadi jaringan mata-mata untuk menggerakkan para teroris beroperasi di wilayah Iran.
Mengutip media Lebanon Al-Manar laporan itu menulis, “Sejumlah sumber mengkonfirmasikan bahwa Saudi Arabia telah merekrut kelompok-kelompok teroris untuk menghantam keamanana nasional Iran. ” Terkait dengan hal itu Menhan Saudi Arabia Pangeran Mohammed bin Salman telah menawarkan hadiah senilai $500.000 bagi bagi para teroris yang beraksi di Iran.
Seperti dilaporkan Veterans Today, 5 September, Saudi Arabia bekerjasama dengan Israel telah mengubah kantor-kantor diplomatiknya di kawasan menjadi jaringan mata-mata untuk menggerakkan para teroris beroperasi di wilayah Iran.
Mengutip media Lebanon Al-Manar laporan itu menulis, “Sejumlah sumber mengkonfirmasikan bahwa Saudi Arabia telah merekrut kelompok-kelompok teroris untuk menghantam keamanana nasional Iran. ” Terkait dengan hal itu Menhan Saudi Arabia Pangeran Mohammed bin Salman telah menawarkan hadiah senilai $500.000 bagi bagi para teroris yang beraksi di Iran.
Presiden Duterte Sebut Barack Obama 'Anak Pelacur'
Indonesian Free Press -- Presiden Filipina Rodrigo Duterte kembali membuat panas pera pejabat Amerika. Setelah bulan lalu mengejek Dubes Amerika sebagai 'Anak Pelacur', tidak tanggung-tanggung, kali ini ia bahkan menyebut Presiden Barack Obama dengan julukan yang sama.
Seperti dilaporkan International Business Times, 5 September, Duterte, mengingatkan Barack Obama untuk tidak campur tangan dalam urusan 'perang melawan obat-obatan terlarang' yang dilancarkannya yang mengakibatkan ratusan orang, sebagian besar para pengedar obat-obatan, tewas.
Menjawab pertanyaan wartawan tentang reaksinya atas kritikan Barack Obama atas aksi 'pembunuhan-pembunuhan di luar hukum' yang dilakukan pemerintah Filipina terhadap para pengedar obat-obatan, Duterte mengatakan, "Anak pelacur (Obama), saya bersumpah di hadapannya.”
Seperti dilaporkan International Business Times, 5 September, Duterte, mengingatkan Barack Obama untuk tidak campur tangan dalam urusan 'perang melawan obat-obatan terlarang' yang dilancarkannya yang mengakibatkan ratusan orang, sebagian besar para pengedar obat-obatan, tewas.
Menjawab pertanyaan wartawan tentang reaksinya atas kritikan Barack Obama atas aksi 'pembunuhan-pembunuhan di luar hukum' yang dilakukan pemerintah Filipina terhadap para pengedar obat-obatan, Duterte mengatakan, "Anak pelacur (Obama), saya bersumpah di hadapannya.”
Tuesday, 6 September 2016
Keterlibatan Israel dalam Penanganan Ibadah Haji Dipertanyakan
Indonesian Free Press -- Media-media independent termasuk Indonesian Free Press (IFP) telah lama melaporkan keterlibatan Israel dalam penanganan ibadah haji di Saudi Arabia. Selain mengkhianati rakyat Palestina yang masih menjadi korban pendudukan Israel, hal itu dianggap bisa membahayakan keselamatan peserta ibadah haji.
Langkah Arab Saudi menandatangani kontrak dengan sebuah perusahaan rezim Zionis Israel untuk menjaga keamanan jemaah haji, memicu kecaman dari dunia Islam. Kantor berita Qodsna, 5 September, melaporkan, Syeikh Ekrima Sabri, Khatib Masjid Al Aqsa, Palestina memperingatkan masuknya perusahaan jasa keamanan G4S milik Israel ke tengah-tengah masyarakat Arab dan Islam. Ia menegaskan bahwa G4S tidak berhak melakukan aktivitas-aktivitas mata-mata dan keamanan terkait dengan jemaah haji.
Syeikh Ekrima Sabri menilai penandatanganan kontrak Saudi dan Israel itu dilakukan dengan tujuan untuk menginfiltrasi masyarakat Arab dan Islam.
Langkah Arab Saudi menandatangani kontrak dengan sebuah perusahaan rezim Zionis Israel untuk menjaga keamanan jemaah haji, memicu kecaman dari dunia Islam. Kantor berita Qodsna, 5 September, melaporkan, Syeikh Ekrima Sabri, Khatib Masjid Al Aqsa, Palestina memperingatkan masuknya perusahaan jasa keamanan G4S milik Israel ke tengah-tengah masyarakat Arab dan Islam. Ia menegaskan bahwa G4S tidak berhak melakukan aktivitas-aktivitas mata-mata dan keamanan terkait dengan jemaah haji.
Syeikh Ekrima Sabri menilai penandatanganan kontrak Saudi dan Israel itu dilakukan dengan tujuan untuk menginfiltrasi masyarakat Arab dan Islam.
Subscribe to:
Posts (Atom)









