Indonesian Free Press -- Indonesia dikabarkan akan membeli 11 pesawat tempur Sukhoi senilai $1,14 Miliar dengan sebagian pembayarannya menggunakan komoditas pertanian. Demikian laporan Veterans Today, kemarin (24 Agustus).
"Negara Asia Tenggara ini telah menjanjikan akan mengirimkan komoditi-komoditi senilai $570 juta sebagai tambahan pembayaran kas untuk jet-jet Suhkoi SU-35, yang direncanakan akan dikirimkan dalam beberapa tahap selama dua tahun," tulis Veterans Today.
Friday, 25 August 2017
SARACEN...
Indonesian Free Press -- Saya lagi kecanduan nonton MetroTV .. Dari semalam gencar banget bahas species baru bernama SARACEN.. Eh Pas nyetel pagi ini si MetroTV lagi bedah Editorial di Prime Time dengan balutan berita dan wawancara Paulus Wirutomo.
Ada yang tahu si Paulus ini siapa?? Mungkin kalian tahu kan dari namanya saja sudah tahu arahnya terlebih lagi yang nyiarin adalah MetroTV.
Bisa-bisanya pula nih makhluk SARACEN lengkap dengan struktur organisasi, emang perusahaan cong?
Ada yang tahu si Paulus ini siapa?? Mungkin kalian tahu kan dari namanya saja sudah tahu arahnya terlebih lagi yang nyiarin adalah MetroTV.
Bisa-bisanya pula nih makhluk SARACEN lengkap dengan struktur organisasi, emang perusahaan cong?
DIADU DOMBA NIH YEEE...!!!
Oleh: Apiek danken
Indonesian Free Press -- Kayaknya korban adu domba ada yg mulai sadar nih.
Selama ini generasi muda NU dihasut dan diprovokasi untuk melawan saudaranya sendiri bahkan termasuk juga saudara dari kalangan Nahdliyin yg berbeda pandangan.
Kenyataannya...
Siapapun yg berlawanan dengan penguasa, langsung dituduh sebagai wahabi, pentol korek, sumbu pendek dan anti NKRI.
Kalian merasa sedang melakukan pertempuran suci melawan wahabi?
Apa kalian nggak sadar?
Indonesian Free Press -- Kayaknya korban adu domba ada yg mulai sadar nih.
Selama ini generasi muda NU dihasut dan diprovokasi untuk melawan saudaranya sendiri bahkan termasuk juga saudara dari kalangan Nahdliyin yg berbeda pandangan.
Kenyataannya...
Siapapun yg berlawanan dengan penguasa, langsung dituduh sebagai wahabi, pentol korek, sumbu pendek dan anti NKRI.
Kalian merasa sedang melakukan pertempuran suci melawan wahabi?
Apa kalian nggak sadar?
Kebijakan
Jonan yang merugikan PGN dengan notabene sebagai BUMN, lalu memilih
untuk menguntungkan perusahaan asing, menyebabkan keprihatinan bagi
Marwan, bagaimana tidak? Selama ini PT PGN sebagai BUMN menjadi tumpuan
untuk membangun infrastruktur gas. Melalui kuasa pemerintah, perusahaan
itu ditugaskan membangun jaringan gas untuk mendukung program
pemerintah.
Namun pada saat pembicaraan harga, pemerintah malah memaksa PGN agar merubah kontrak yang telah disepakati secara B to B jauh hari sebelumnya hanya untuk memberikan keuntungan yang lebih baik pada Conocophillip. Yang lebih mengherankan, tidak ada alasan logis yang mengharuskan harga itu dinaikkan, karena pada faktanya Conocophillip tidak melakukan pengembangan lapangan.
Namun pada saat pembicaraan harga, pemerintah malah memaksa PGN agar merubah kontrak yang telah disepakati secara B to B jauh hari sebelumnya hanya untuk memberikan keuntungan yang lebih baik pada Conocophillip. Yang lebih mengherankan, tidak ada alasan logis yang mengharuskan harga itu dinaikkan, karena pada faktanya Conocophillip tidak melakukan pengembangan lapangan.
“PGN dibuat rugi demi Conocophillips, sementara PGN itu membangun
jaringan transmisi dan jaringan distribusi, kalau gini (harga beli
dinaikkan) dari mana PGN dapat uang dan bagaimana dia mengembangkan
jaringan gas ke depan? Kalau dia tidak dikasih kesempatan justru yang
dikasih kesempatan Conocophillip. Nah ini Jonan bekerja untuk siapa ini
Jonan?” Pungkas Marwan.
Terbongkar, Komplotan Saracen Dipakai Ahok di Pilkada DKI
Indonesian Free Press -- Komplotan Saracen yang kini tengah menjadi pemberitaan media nasional, diduga kuta turut terlibat dalam pilkada DKI lalu di pihak Ahok.
Sebagaimana dilaporkan situs Suara Nasional, 24 Agustus, Komplotan Saracen (IST) yang suka menyebarkan isu SARA dan adu domba yang telah ditangkap kepolisian, pernah dipakai konsultan politik di Pilkada DKI Jakarta serta kalah jagoannya.
“Desas-desus sebuah konsultan politik membayar orang hidupkan isu SARA agar jagoannya menang di Pilkada DKI dan Jabar. Di DKI sudah keok,” tulis mantan Staf Khusus era Presiden SBY, Andi Arief di akun Twitter @andiarief_
Sebagaimana dilaporkan situs Suara Nasional, 24 Agustus, Komplotan Saracen (IST) yang suka menyebarkan isu SARA dan adu domba yang telah ditangkap kepolisian, pernah dipakai konsultan politik di Pilkada DKI Jakarta serta kalah jagoannya.
“Desas-desus sebuah konsultan politik membayar orang hidupkan isu SARA agar jagoannya menang di Pilkada DKI dan Jabar. Di DKI sudah keok,” tulis mantan Staf Khusus era Presiden SBY, Andi Arief di akun Twitter @andiarief_
Wednesday, 23 August 2017
Jabar, Perjudian Tingkat Tinggi
Indonesian Free Press -- Ring jakarta mereka gagal, ring banten mereka gagal, satu2nya dan terakhir ring jabar.
Mereka akan habis2an keluarkan dana untuk jabar.
Jika jabar mereka kalah, hampir dipastikan dana mereka habis, di saat itulah, kita habisi mereka dengan ekonomi rakyat.
Sampai mereka benar2 lapar dan mati.
Selanjutnya perlu waktu lama bagi mereka untuk menghimpun kekuatan lagi.
Bahkan bisa jadi kekuatan yang tersisa mereka menyerah, khusus dari tiongkok mereka akan pergi kabur terbirit2 ke tiongkok pulang, sedangkan 9 tikus mungkin akan bangkrut dan babak belur.
Bisa jadi mereka akan bunuh diri atau melebur dengan rakyat pribumi.
Mereka akan habis2an keluarkan dana untuk jabar.
Jika jabar mereka kalah, hampir dipastikan dana mereka habis, di saat itulah, kita habisi mereka dengan ekonomi rakyat.
Sampai mereka benar2 lapar dan mati.
Selanjutnya perlu waktu lama bagi mereka untuk menghimpun kekuatan lagi.
Bahkan bisa jadi kekuatan yang tersisa mereka menyerah, khusus dari tiongkok mereka akan pergi kabur terbirit2 ke tiongkok pulang, sedangkan 9 tikus mungkin akan bangkrut dan babak belur.
Bisa jadi mereka akan bunuh diri atau melebur dengan rakyat pribumi.
Tuesday, 22 August 2017
Keinginan Turki Miliki S-400 Hampir Kesampaian
Indonesian Free Press -- Keinginan Turki untuk memiliki sistem pertahanan udara S-400 akhirnya mendekati kenyataan. Produsen rudal Rusia mengkonfirmasi hal itu seperti dilaporkan Russia Today hari ini (Selasa, 22 Agustus).
"Kontrak penjualan S-400 ke Turki telah sampai di tahap akhir," tulis Russia Today mengutip keterangan Direktur Rosoboronexport (perusahaan Rusia pembuat rudal S-400), Aleksey Mikheev kepada pers hari Selasa.
Menurut Mikheev pihaknya telah menandatangani kontrak, namun masih ada beberapa hal lagi yang harus dilengkapi, terutama masalah teknis.
"Kontrak penjualan S-400 ke Turki telah sampai di tahap akhir," tulis Russia Today mengutip keterangan Direktur Rosoboronexport (perusahaan Rusia pembuat rudal S-400), Aleksey Mikheev kepada pers hari Selasa.
Menurut Mikheev pihaknya telah menandatangani kontrak, namun masih ada beberapa hal lagi yang harus dilengkapi, terutama masalah teknis.
Itu Anak Ingusan!
Kafil Yamin*
Indonesian Free Press -- 10 juta hektar hutan perkebunan sawit dikuasai tak lebih dari 25 keluarga [Karena perusahaan keluarga]. Menyebut beberapa yang terbesar: Grup Sinar Mas, Grup Salim, Grup Wilmar, Grup Surya Dumai. Nilai kekayaan mereka tercatat 69,1 miliar dolar.
Bulan ini, ketika ummat Islam memerlukan sapi untuk Qurban, kebutuhan sapinya dipasok oleh tak lebih dari 20 perusahaan pemegang kuota impor sapi. Meski 20, mereka ini satu kelompok. Harganya teserah kesepakatan mereka.
Indonesian Free Press -- 10 juta hektar hutan perkebunan sawit dikuasai tak lebih dari 25 keluarga [Karena perusahaan keluarga]. Menyebut beberapa yang terbesar: Grup Sinar Mas, Grup Salim, Grup Wilmar, Grup Surya Dumai. Nilai kekayaan mereka tercatat 69,1 miliar dolar.
Bulan ini, ketika ummat Islam memerlukan sapi untuk Qurban, kebutuhan sapinya dipasok oleh tak lebih dari 20 perusahaan pemegang kuota impor sapi. Meski 20, mereka ini satu kelompok. Harganya teserah kesepakatan mereka.
Polisi Telaah Kemungkinan Penghentian Kasus Rizieq
Indonesian Free Press -- Pengantar:
Sehari sebelum Milad FPI tanggal 19 Agustus lalu, polisi memeriksa Habib Rizieq di Arab Saudi. Habib yg terlihat ceria didampingi pengacaranya Sugito Atmo Prawiro, saat pemeriksaan.
Dalam pemerinsaan tersebut, HRS membantah semua tuduhan. Dan karena kasus Chat itu penuh dengan rekayasa politik, maka pengacara Habib Sugito mengajukan surat ke Kapolda Metro, agar Polri menerbitkan SP3 ( surat penghentian penyidikan).
Alhamdulillah polisi sudah menanggapi dan saat ini tengah mentelaah surat yg diajukan pengacara Habib tersebut. Mohon para haters Habib Rizieq tidak pingsan-pingsan ya. (Nanik Sudaryati)
Sehari sebelum Milad FPI tanggal 19 Agustus lalu, polisi memeriksa Habib Rizieq di Arab Saudi. Habib yg terlihat ceria didampingi pengacaranya Sugito Atmo Prawiro, saat pemeriksaan.
Dalam pemerinsaan tersebut, HRS membantah semua tuduhan. Dan karena kasus Chat itu penuh dengan rekayasa politik, maka pengacara Habib Sugito mengajukan surat ke Kapolda Metro, agar Polri menerbitkan SP3 ( surat penghentian penyidikan).
Alhamdulillah polisi sudah menanggapi dan saat ini tengah mentelaah surat yg diajukan pengacara Habib tersebut. Mohon para haters Habib Rizieq tidak pingsan-pingsan ya. (Nanik Sudaryati)
Monday, 21 August 2017
Subscribe to:
Posts (Atom)








