Indonesian Free Press -- Media utama Israel Haaretz mengkonfirmasi bahwa selama ini Inggris hanya berperan sebagai boneka Israel dalam persekutuan Uni Eropa.
"Dengan keluarnya Inggris dari Uni Eropa, Israel kehilangan asset utama di Uni Eropa. Selama ini Inggris telah membantu Israel dengan melunakkan sikap Uni Eropa tentang proses perdamaian (Israel-Palestina), mengkonter kritikan hingga mengecam balik langkah negara-negara penentang Israel di PBB. Dengan Brexit (keluarnya Inggris dari Uni Eropa), kini suara-suara pro-Palestina akan semakin dominan," tulis Haaretz, 26 Juni lalu.
Menurut pengamat zionisme dan aktifis pro-Palestina, Gilad Atzmon, di blognya yang terkenal, status Inggris telah turun sedemikian rendah menjadi vassal Israel karena dominasi lobbi yahudi di Inggris.
Menurut Gilad dengan mengutip laporan Haaretz, Perdana Menteri David Cameron bertemu sejumlah pemuka Yahudi beberapa hari sebelum referendum pemisahan Inggris dari Uni Eropa. Dalam pertemuan itu, Cameron dilaporkan mengatakan kepada para pemuka yahudi:
Thursday, 30 June 2016
Tuesday, 28 June 2016
Erdogan Telan Ludah Sendiri, Minta Maaf pada Putin
Indonesian Free Press -- Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan harus menelan ludah sendiri setelah mengirim surat permintaan ma'af kepada Presiden Rusia atas insiden penembakan pesawat tempur Rusia bulan November tahun lalu.
Sebelumnya ia menolak mentah-mentah permintaan ma'af Rusia dan bersikukuh negaranya tidak bersalah atas insiden itu. Seperti dilaporkan Veterans Today, 27 Juni, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menerima surat Erdogan berisi permintaan ma'af dan kesiapan Turki untuk memulihkan hubungan kedua negara.
Kabar tentang surat Erdogan ini sebenarnya telah beredar di publik beberapa hari yang lalu, namun baru sekaranglah pemerintah Rusia mengkonfirmasinya.
"Kepala negara Turki telah menyatakan duka dan simpati kepada keluarga pilot Rusia yang meninggal dan berkata 'sorry'," kata jubir pemerintah Rusia Peskov kepada wartawan kemarin.
Sebelumnya ia menolak mentah-mentah permintaan ma'af Rusia dan bersikukuh negaranya tidak bersalah atas insiden itu. Seperti dilaporkan Veterans Today, 27 Juni, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menerima surat Erdogan berisi permintaan ma'af dan kesiapan Turki untuk memulihkan hubungan kedua negara.
Kabar tentang surat Erdogan ini sebenarnya telah beredar di publik beberapa hari yang lalu, namun baru sekaranglah pemerintah Rusia mengkonfirmasinya.
"Kepala negara Turki telah menyatakan duka dan simpati kepada keluarga pilot Rusia yang meninggal dan berkata 'sorry'," kata jubir pemerintah Rusia Peskov kepada wartawan kemarin.
Monday, 27 June 2016
SURAT UNTUK KECEBONG
Indonesian Free Press -- Saudara-saudara adalah korban cinta buta kepada Jokowi-JK.
Bahkan setelah kami tunjukkan dengan bukti-bukti tak terbantah bahwa Jokowi telah menipu kita semua soal ayah dan ibunya dalam riwayat hidup dia yang terdaftar di KPU.
Bahwa Jokowi anak PKI yang menghina PKI, karena dia tidak mengakui dirinya anak PKI.
Lalu ada Hendro Priyono, pembela Jokowi yang jelas bertanggungjawab atas kematian Munir dan pembantaian Warsidi di Talangsari, apakah saudara juga mencintai Hendro Priyono selamanya, hanya karena dia mendukung Jokowi ?
Lalu ada Luhut Panjaitan, MITRA BISNIS MEBEL DAN KAYU GELAP JOKOWI, apakah saudara mencintai Luhut Juga, karena Luhut begitu getol membela Jokowi.........?
Padahal Luhut inilah yang mendatangi KOREM SURAKARTA untuk menghapus dokumen orang tua Jokowi terkait PKI ?
Bahkan setelah kami tunjukkan dengan bukti-bukti tak terbantah bahwa Jokowi telah menipu kita semua soal ayah dan ibunya dalam riwayat hidup dia yang terdaftar di KPU.
Bahwa Jokowi anak PKI yang menghina PKI, karena dia tidak mengakui dirinya anak PKI.
Lalu ada Hendro Priyono, pembela Jokowi yang jelas bertanggungjawab atas kematian Munir dan pembantaian Warsidi di Talangsari, apakah saudara juga mencintai Hendro Priyono selamanya, hanya karena dia mendukung Jokowi ?
Lalu ada Luhut Panjaitan, MITRA BISNIS MEBEL DAN KAYU GELAP JOKOWI, apakah saudara mencintai Luhut Juga, karena Luhut begitu getol membela Jokowi.........?
Padahal Luhut inilah yang mendatangi KOREM SURAKARTA untuk menghapus dokumen orang tua Jokowi terkait PKI ?
Brexit dan Oligarkhi Yahudi
Indonesian Free Press -- Hari Kamis (23 Juni 2016) rakyat Inggris memutuskan keluar dari persekutuan Uni Eropa setelah berpuluh tahun menjadi 'tulang punggung' persekutuan yang dibangun untuk membangun kesejahteraan bersama negara-negara Eropa itu.
Penyebab keluarnya Inggris dari persekutuan itu secara sekilas bisa dianalisa. Mayoritas rakyat Inggris telah muak dengan arus imigrasi yang berujung pada matinya industri dan tersingkirnya tenaga kerja lokal oleh para imigran. Dalam perspektif lebih luas rakyat Inggris telah muak dengan proyek multikulturalisme yang dipaksakan 'orang-orang asing' atas mereka sehingga menggerus nilai-nilai kebanggaan Inggris sebagai bangsa yang pernah menjadi penguasa dunia.
Namun, tanpa menyadari bahwa 'pilar-pilar' bangsa Inggris masih dikuasai oleh 'orang-orang asing yang berkuasa di balik layar', euforia semangat kembali ke jati diri bangsa Inggris itu akan sia-sia belaka.
Penyebab keluarnya Inggris dari persekutuan itu secara sekilas bisa dianalisa. Mayoritas rakyat Inggris telah muak dengan arus imigrasi yang berujung pada matinya industri dan tersingkirnya tenaga kerja lokal oleh para imigran. Dalam perspektif lebih luas rakyat Inggris telah muak dengan proyek multikulturalisme yang dipaksakan 'orang-orang asing' atas mereka sehingga menggerus nilai-nilai kebanggaan Inggris sebagai bangsa yang pernah menjadi penguasa dunia.
Namun, tanpa menyadari bahwa 'pilar-pilar' bangsa Inggris masih dikuasai oleh 'orang-orang asing yang berkuasa di balik layar', euforia semangat kembali ke jati diri bangsa Inggris itu akan sia-sia belaka.
Saturday, 25 June 2016
Jendral Soleimani, Dalang Kegagalan Proyek Zionis di Irak
Indonesian Free Press -- Ketika kelompok ISIS merebut sebagian besar wilayah utara dan barat Irak tahun 2014, para zionis sebagai patron ISIS berharap Irak bakal terpecah menjadi tiga negara, yaitu negara Sunni (Sunnistan) di barat Irak dan negara Kurdi (Kurdistan) di utara Irak.
Dengan demikian Irak selatan yang mayoritas dihuni orang Syiah dan sangat dekat hubungannya dengan Iran, bisa diisolir dari saudara-saudara mereka di Suriah dan Lebanon (Hizbollah), yang selama ini menjadi batu sandungan proyek zionisme di Timur Tengah.
Namun harapan itu tampaknya bakal sangat sulit terwujudkan karena keberadaan Jendral Soleimani, komandan pasukan khusus Pengawal Revolusi Iran (IRGC). Dengan kegigihannya, Soleimani berhasil memimpin pembebasan kota Tikrit di utara Irak, dan Ramadi serta Fallujah di barat Irak. Dengan keberhasilan-keberhasilan itu, pasukan dan milisi pejuang Irak kini mulai bisa mengkonsentrasikan pembebasan kota kedua terbesar, Mosul.
Dengan demikian Irak selatan yang mayoritas dihuni orang Syiah dan sangat dekat hubungannya dengan Iran, bisa diisolir dari saudara-saudara mereka di Suriah dan Lebanon (Hizbollah), yang selama ini menjadi batu sandungan proyek zionisme di Timur Tengah.
Namun harapan itu tampaknya bakal sangat sulit terwujudkan karena keberadaan Jendral Soleimani, komandan pasukan khusus Pengawal Revolusi Iran (IRGC). Dengan kegigihannya, Soleimani berhasil memimpin pembebasan kota Tikrit di utara Irak, dan Ramadi serta Fallujah di barat Irak. Dengan keberhasilan-keberhasilan itu, pasukan dan milisi pejuang Irak kini mulai bisa mengkonsentrasikan pembebasan kota kedua terbesar, Mosul.
Friday, 24 June 2016
Turki Dekati Suriah, Negara-Negara Teluk Dekati Iran
Indonesian Free Press -- Hubungan antara Suriah dan Turki dikabarkan mulai mencair kembali akhir-akhir ini, setelah Turki berusaha mendekati Suriah untuk menyelesaikan konflik Suriah yang juga berimbas ke Turki.
Seperti dilaporkan Veterans Today, Senin (20 Juni), perundingan rahasia telah digelar antara kedua negara. Hal ini disampaikan oleh mediator Turki Ismail Hakki Pekin kepada media Rusia, Sputnik Turkey. Laporan yang sama juga disampaikan media Aljazair Al Watan, yang menyebutkan perundingan tersebut dimediasi oleh pemerintah Aljazair.
Pekin, mantan kepala inteligen Turki, adalah ketua Partai Vatan, yang anggotanya secara rutin berkunjung ke Suriah. Ia mengatakan bahwa perubahan telah terjadi dalam hubungan kedua negara setelah kunjungan terakhirnya ke Suriah.
"Kami telah bekerja sistematis untuk menormalisasi hubungan Turki dan Suriah untuk waktu yang lama, dan berhasil membuat dasar bagi dialog antara pemimpin kedua negara,” kata Pekin.
Seperti dilaporkan Veterans Today, Senin (20 Juni), perundingan rahasia telah digelar antara kedua negara. Hal ini disampaikan oleh mediator Turki Ismail Hakki Pekin kepada media Rusia, Sputnik Turkey. Laporan yang sama juga disampaikan media Aljazair Al Watan, yang menyebutkan perundingan tersebut dimediasi oleh pemerintah Aljazair.
Pekin, mantan kepala inteligen Turki, adalah ketua Partai Vatan, yang anggotanya secara rutin berkunjung ke Suriah. Ia mengatakan bahwa perubahan telah terjadi dalam hubungan kedua negara setelah kunjungan terakhirnya ke Suriah.
"Kami telah bekerja sistematis untuk menormalisasi hubungan Turki dan Suriah untuk waktu yang lama, dan berhasil membuat dasar bagi dialog antara pemimpin kedua negara,” kata Pekin.
Thursday, 23 June 2016
'Firm', Istana Terlibat Korupsi Sumber Waras
Sebagaimana diketahui, akibat penetapan harga jual yang terlalu tinggi itu BPK menetapkan adanya kerugian negara sebesar Rp191 miliar dalam pembelian lahan RS Sumber Waras oleh Pemda DKI yang berujung pada kasus dugaan korupsi oleh Gubernur Ahok. Dengan bukti baru yang dibongkar Prof. Romli ini kini diketahui bahwa Jokowi berada di balik kasus korupsi ini, sekaligus menjawab pertanyaan publik selama ini tentang keterkaitan Jokowi dengan kasus ini. Pertanyaan publik itu muncul setelah KPK terkesan 'takut' untuk memperkarakan Ahok meski bukti kuat berupa audit investigasi yang dilakukan BPK dengan tegas menyebutkan adanya tindak korupsi oleh Ahok.
Israeli Inginkan Kemenangan ISIS di Suriah
Indonesian Free Press -- Israel semakin menegaskan keberadaannya di balik konspirasi internasional memunculkan kelompok teroris ISIS. Kepala inteligen militer Israel menyebutkan bahwa Israel tidak ingin ISIS kalah dalam perang yang melanda Suriah dan Irak.
Seperti laporan Veterans Today, Rabu (22 Juni), Kepala Inteligen Militer Israel Mayor Jendral Herzi Halevy, 'menyatakan secara terbuka bahwa Israel tidak ingin ISIS kalah dalam perang Suriah'.
Dikutip oleh situs berbahasa yahudi NRG yang adalah bagian dari media Maariv, Halevy menyampaikan pandangaannya atas situasi perang Suriah saat ini, dimana dalam beberapa bulan terakhir ISIS menghadapi situasi paling sulit.
Para pejabat Israeli telah berkali-kali menyampaikan pendapatnya yang menyukai keberhasilan ISIS menguasai Suriah, daripada pemerintahan Bashar al Assad yang bersekutu dengan Iran. Israel juga diketahui telah memberikan banyak bantuan kepada para pemberontak, terutama mereka yang terluka. Di sisi lain, kemenangan pemerintahan Bashar al Assad akan menempatkan Israel dalam posisi sulit.
Seperti laporan Veterans Today, Rabu (22 Juni), Kepala Inteligen Militer Israel Mayor Jendral Herzi Halevy, 'menyatakan secara terbuka bahwa Israel tidak ingin ISIS kalah dalam perang Suriah'.
Dikutip oleh situs berbahasa yahudi NRG yang adalah bagian dari media Maariv, Halevy menyampaikan pandangaannya atas situasi perang Suriah saat ini, dimana dalam beberapa bulan terakhir ISIS menghadapi situasi paling sulit.
Para pejabat Israeli telah berkali-kali menyampaikan pendapatnya yang menyukai keberhasilan ISIS menguasai Suriah, daripada pemerintahan Bashar al Assad yang bersekutu dengan Iran. Israel juga diketahui telah memberikan banyak bantuan kepada para pemberontak, terutama mereka yang terluka. Di sisi lain, kemenangan pemerintahan Bashar al Assad akan menempatkan Israel dalam posisi sulit.
Wednesday, 22 June 2016
Jengkel dengan Amerika, Rusia Hajar Pangkalan Pemberontak Dukungan Amerika
Indonesian Free Press -- Pesawat-pesawat tempur Rusia membom pangkalan militer pemberontak 'moderat' dukungan Amerika di dekat perbatasan Yordania. Ini merupakan peringatan Rusia kepada Amerika bahwa kesabaran Rusia telah habis dengan sikap mengulur-ngulur waktu Amerika.
Seperti dilaporkan situs Moon of Alabama, 18 Juni lalu:
"Pesawat-pesawat tempur Rusia menghantam pangkalan militan dukungan Amerika minggu ini (minggu lalu, blogger), mengabaikan peringatan-peringatan Amerika yang menyebutnya sebagai aksi paling provokatif Rusia sejak dimulainya kampanye udara Rusia di Suriah. Serangan itu menghantam pangkalan di dekat perbatasan Yordania, jauh dari wilayah serangan-serangan udara Rusia selama ini, di sekitar Tanf, sebuah kota di dekat perbatasan Yordania, Irak dan Suriah," tulis laporan itu.
"Sekitar 180 militan berada di pangkalan itu sebagai bagian dari program pelatihan yang digelar Amerika untuk memerangi kelompok ISIS," tambahnya.
Ketika serangan mulai terjadi, para militan menghubungi Amerika untuk meminta perlindungan. Pesawat-pesawat Amerika tiba dari Irak dan pesawat-pesawat Rusia pergi. Namun, setelah pesawat-pesawat Amerika pergi untuk mengisi bahan bakar, pesawat-pesawat Rusia kembali datang dan menyerang pangkalan itu. Dua orang militan tewas dan 18 lainnya terluka dalam serangan itu.
Seperti dilaporkan situs Moon of Alabama, 18 Juni lalu:
"Pesawat-pesawat tempur Rusia menghantam pangkalan militan dukungan Amerika minggu ini (minggu lalu, blogger), mengabaikan peringatan-peringatan Amerika yang menyebutnya sebagai aksi paling provokatif Rusia sejak dimulainya kampanye udara Rusia di Suriah. Serangan itu menghantam pangkalan di dekat perbatasan Yordania, jauh dari wilayah serangan-serangan udara Rusia selama ini, di sekitar Tanf, sebuah kota di dekat perbatasan Yordania, Irak dan Suriah," tulis laporan itu.
"Sekitar 180 militan berada di pangkalan itu sebagai bagian dari program pelatihan yang digelar Amerika untuk memerangi kelompok ISIS," tambahnya.
Ketika serangan mulai terjadi, para militan menghubungi Amerika untuk meminta perlindungan. Pesawat-pesawat Amerika tiba dari Irak dan pesawat-pesawat Rusia pergi. Namun, setelah pesawat-pesawat Amerika pergi untuk mengisi bahan bakar, pesawat-pesawat Rusia kembali datang dan menyerang pangkalan itu. Dua orang militan tewas dan 18 lainnya terluka dalam serangan itu.
Tuesday, 21 June 2016
Raja dan Putra Mahkota Saudi Kritis, Menhan Terbang ke Amerika
Indonesian Free Press -- Deputi Putra Mahkota sekaligus Menteri Pertahanan Saudi Arabia, Pangeran Mohammad bin Salman, dikabarkan telah terbang ke Amerika untuk bertemu Presiden Obama membahas masa depan negeranya. Hal ini setelah Raja Salman dan Putra Mahkota Pangeran Nayef mengalami krisis kesehatan yang serius secara bersamaan.
Mengutip keterangan Bruce Riedel, mantan pejabat inteligenc pemerintahan Barack Obama, kepada NBC News hari Jumat (17 Juni), Veterans Today dalam laporannya hari Senin (20 Juni) menyebutkan pada saat itu Pangeran Salman tengah berada di Amerika untuk bertemu Presiden Obama dan para pejabat Amerika karena kondisi kesehatan Raja dan Putra Mahkota yang tengah kritis. Dalam pertemuan itu kedua pihak sepakat untuk menjaga hubungan strategis kedua negara.
"Kami telah melihat sejumlah tanda terkait dengan Mohammed bin Nayef. Ini adalah langkah cerdik baginya. Sebuah kesempatan untuk memperkenalkan dirinya lebih dekat (dengan para pejabat Amerika)," kata Riedel.
Mengutip keterangan Bruce Riedel, mantan pejabat inteligenc pemerintahan Barack Obama, kepada NBC News hari Jumat (17 Juni), Veterans Today dalam laporannya hari Senin (20 Juni) menyebutkan pada saat itu Pangeran Salman tengah berada di Amerika untuk bertemu Presiden Obama dan para pejabat Amerika karena kondisi kesehatan Raja dan Putra Mahkota yang tengah kritis. Dalam pertemuan itu kedua pihak sepakat untuk menjaga hubungan strategis kedua negara.
"Kami telah melihat sejumlah tanda terkait dengan Mohammed bin Nayef. Ini adalah langkah cerdik baginya. Sebuah kesempatan untuk memperkenalkan dirinya lebih dekat (dengan para pejabat Amerika)," kata Riedel.
Subscribe to:
Posts (Atom)








