Wednesday, 30 November 2016

Amerika Berusaha Membunuh PM Irak dengan Rudal

Indonesian Free Press -- Amerika menembakkan rudal ke markas komando milisi populer Hashd al-Shaabi (PMU) hanya beberapa saat setelah perdana menteri Haider al-Abadi bertemu dengan para komandan PMU. Diduga hal itu adalah kesengajaan Amerika untuk menghancurkan rencana penyatuan PMU dengan tentara nasional Irak.

Seperti dilaporkan Veterans Today, 26 November, penembakan rudal itu terjadi di markas PMU di bandara Tal Afar Mosul yang baru dibebaskan dari kelompok ISIS, hari Kamis (24 November). Beberapa orang mengalami luka-luka akibat penembakan itu.

Penyelidikan tengah dilakukan untuk memastikan penanggungjawab insiden ini. Namun bukti awal menunjukkan rudal yang ditembakkan adalah rudal yang dikendalikan dengan laser yang tidak ditembakkan dari posisi ISIS. Juga diketahui rudal itu jatuh tepat 1,5 meter dari tenda yang ditempati PM Haider. Drone-drone Amerika juga diketahui terbang di atas posisi tenda tersebut beberapa saat sebelum serangan.

Tuesday, 29 November 2016

Dari Kuba, Jaya Suprana Menangis Menyaksikan Long March Ciamis-Jakarta

Dari 'Berita Islam 24H', 29 November 2016



Indonesian Free Press -- Pengantar blogger: Melalui aksi 4-11 dan 2-12, rakyat Indonesia, khususnya ummat Islamnya, telah menunjukkan determinasi tinggi menyampaikan aspirasinya bagi tercapainya perubahan yang lebih baik berkaitan dengan isyu dominasi etnis minoritas (Cina). Namun, sayang hal ini tidak disambut positif oleh para politisi yang seaspirasi, diduga karena mayoritas politisi telah terbuai dengan status quo yang nyaman. Sementara regim Jokowi sendiri tentu akan mempertahankan status quo menjaga kepentingan aseng dan asing yang telah diperoleh selama ini, dan bahkan akan terus memperkuatnya.

Blogger hanya bisa berharap akan terjadi blessing in disgusie, semacam rencana Tuhan yang tidak terduga, yang bakal menjadi pengantar bagi perubahan haluan negara INdonesian menuju ke arah perbaikan yang signifikan, yaitu mencapai negara adil dan makmur.

Sunday, 27 November 2016

Indonesia Siapa Punya?

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh : Haedar Nashir

Indonesian Free Press -- Siapa sesungguhnya pemilik Indonesia? Di negeri ini, tentu tak satu pihak mana pun berhak menepuk dada sebagai paling berdarah Merah Putih. Mengklaim diri sebagai pewaris dan penjaga utama Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila, dan UUD 1945. Indonesia milik semua untuk semua.

Sangat gegabah jika ada orang menyatakan, bahwa Indonesia belum teruji kebinekaannya jika minoritas belum menjadi seorang Presiden. Lebih-lebih ketika ujaran itu diungkapkan dengan nada angkuh, seolah ukuran keindonesiaan ialah kedigdayaan diri dalam singgasana kuasa. Sebuah kesombongan yang dapat menjadi duri tajam di tubuh negeri ini.

Manakala ada segelintir orang ingin menguasai Indonesia dengan hasrat kuasa berlebih. Ingatlah pesan Bung Karno, "Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!". Jangan ada pihak yang ambisius untuk memiliki Indonesia dengan nafsu chauvisnis.

Selamat Datang, Militer Mesir di Suriah

Indonesian Free Press -- Harapan para pemberontak untuk memenangkan pertempuran di Suriah semakin jauh dari kenyataan. Seiring semakin terdesaknya pemberontak di Aleppo dan beberapa front pertempuran lainnya, koalisi pro Suriah kini semakin kuat dengan bergabungnye Mesir.

Seperti dilaporkan berbagai media internasional, termasuk Veterans Today hari ini (27 November), Mesir telah mengirimkan sejumlah besar helikopter dan pesawat tempur untuk membantu militer Suriah menghancurkan pemberontak.

"Mesir telah mengirimkan sekitar 18 helikopter beserta pilotnya ke pangkalan udara Hama. Para pilot ini akan berpartisipasi dalam operasi bersama Mesir-Suriah melawan para teroris," demikian tulis laporan tersebut.

Disebutkan juga bahwa sebanyak empat perwira senior Mesir telah berada di Suriah, termasuk dua Mayor Jendral, yang telah bergabung dengan pusat komando militer Suriah di Damaskus. Sejak sebulan lalu mereka telah berada di Suriah untuk mempelajari medan pertempuran di berbagai front.

Saturday, 26 November 2016

Suriah Bentuk Korps Pasukan Baru

Indonesian Free Press -- Meski telah kehilangan puluhan ribu anggotanya selama konflik yang berlangsung sejak 2011, Suriah masih bisa membentuk pasukan baru berkekuatan satu korps. Dengan pasukan baru ini Suriah kini memiliki lima korps yang masing-masing terdiri dari beberapa divisi dan brigade.

Seperti laporan South Front, pembentukan pasukan ini diumumkan tanggal 22 November lalu. Diberi nama Korps Kelima Pasukan Penyerbu, markas pasukan ini ditempatkan di kota Qatana di Provinsi Rif Damascus. Tidak disebutkan berapa jumlah pasti pasukan dan unsur-unsurnya, namun dipastikan pasukan ini meliputi belasan hingga puluhan ribu pasukan.

Pembentukan pasukan ini terkait dengan strategi Suriah untuk memperlebar zona pengaman antara Daraa-Damascus-Homs-Aleppo Highway (M5) di Ghouta Timur, Rif Damascus. Pasukan Suriah telah melancarkan sejumlah serangan terhadap kelompok Jaish al-Islam di utara Bukit Abu Zeid Hill dan kota Harasta. Jika jalan raya M5 Highway di Ghouta Timur bisa dikuasai, ini akan memberikan dampak signifikan bagi posisi pasukan Suriah di sekitar ibukota Damaskus.

Ditimpa Bencana Api, Israel Kambing-hitamkan Palestina

Indonesian Free Press -- Kebakaran hebat melanda sebagian besar wilayah Israel sejak Selasa (22 November). Ini adalah kebakaran hebat terbesar sejak tahun 2010 lalu ketika lebih dari 40 orang tewas akibat kebakaran. Namun, alih-alih melakukan introspeksi untuk mencegah bencana serupa berulang lagi, Israel justru sibuk menyalahkan warga Palestina sebagai penyebabnya.

Seperti dilaporkan The New York Times kemarin (25 November), 22 warga Palestina ditangkap polisi Israel karena tuduhan menyebabkan kebakaran. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahkan menyebut aksi kebakaran itu sebagai 'terrorisme'.

"Ada harga yang harus dibayar untuk kejahatan, terror dan hasutan, dan kami akan memastikan hal itu," kata Netanyahu tentang tuduhan 'terorisme' itu.

Friday, 25 November 2016

Suriah-Turki Saling Serang

Indonesian Free Press -- Militer Suriah dan Turki saling melakukan serangan terhadap posisi masing-masing di medan perang Suriah. Demikian seperti dilaporkan situs militer dan inteligen South Front, kemarin (24 November).

MIliter Turki mengkonfirmasi tiga tentara Turki dan 10 milisi yang didukungnya terluka akibat serangan udara Suriah di Aleppo utara. Akibatnya para prajurit itu harus dirawat di rumah sakit di Provinsi Gaziantep, di perbatasan Suriah. Seorang di antaranya mengalami kritis.

Turki menyebut serangan itu terjadi pada pukul 3:30 sore, pada saat Turki dan milisi yang didukungnya melakukan operasi Tameng Eufrat di wilayah al-Bab.

Sumber-sumber di luar Turki menyebutkan serangan itu menewaskan lima prajurit Turki dan melukai 16 lainnya. Sementara itu pertempuran sengit terjadi antara milisi dukungan Turki melawan milisi Kurdi YPG di utara Aleppo.

Pejuang Yaman Duduki Pangkalan Militer Saudi

Indonesian Free Press -- Para pejuang Yaman menduduki sebuah pangkalan militer Saudi Arabia di wilayah perbatasan di Provinsi Najran. Demikian seperti dilaporkan Press TV kemarin (24 November).

"Mereka (para pejuang) menyerbu pangkalan militer Shatib yang baru dibangun, 844 km di selatan ibukota Riyadh pada hari Kamis (24 November), lapor televisi Arab al-Masirah," tulis Press TV.

Dalam serangan itu sejumlah besar prajurit Saudi tewas dan terluka. Sisanya berhasil melarikan diri. Namun tidak disebutkan berapa jumlah prajurit Saudi saat serangan itu terjadi. Sejumlah besar senjata berhasil disita para pejuang.

Pangkalan itu sudah menjadi target sasaran para pejuang beberapa waktu terakhir. Demikian laporan menambahkan.

Thursday, 24 November 2016

MUI 'Diserang', KH Hasyim Muzadi: Ulama Rapatkan Barisan

Indonesian Free Press -- Sekjen Islamic Conference of Islamic Scholars (ICIS) KH Hasyim Muzadi mengajak segenap ulama merapatkan barisan untuk memperkuat Majelis Ulama Indonesia (MUI). Imbauan ini menyusul sejumlah ‘serangan’ bermuatan upaya-upaya mendegradasi MUI belakangan ini. Sejumlah lembaga juga meminta pemerintah mengkaji ulang posisi MUI.

Teranyar, serangan tersebut menyerang personal pengurus MUI. Melalui akun twitternya, pengamat politik dari Universitas Indonesia, Boni Hergens mengunggah foto Ketua Umum MUI, KH Ma’ruf Amin dengan kalimat satir yang bernada sindiran. Meski belakangan, Boni menghapus dan meminta maaf atas postingannya tersebut.
Hasyim menilai, ‘serangan’ tersebut adalah bagian dari sekularisasi yang sistemik. Hasyim yang juga Anggota Dewan Anggota Pertimbangan Presiden ini mengatakan, keberadaan MUI masih diperlukan bahkan semestinya dioptimalkan sebagai wadah perkumpulan ulama-ulama.

Panglima TNI Makin Tunjukkan Dukungannya pada Ummat Islam

Indonesian Free Press -- Insya Allah Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo akan bersama rakyat dan kaum Muslimin Indonesia pada saat terjadinya fitnah besar melanda negara ini, yaitu ketika kepentingan aseng-asing berusaha menghancurkan kekuatan ummat Islam yang merupakan tulang punggung negara Indonesia.

Selain pernyataan-pernyataannya yang simpatik kepada ummat Islam di saat gonjang-ganjing kasus Ahok akhir-akhir ini, terakhir Jendral Gatot melakukan langkah berani dengan menuduh Amerika dan Australia melakukan aksi provokasi terhadap ummat Islam dengan memfitnah Habib Rizieq Shihab.

Seperti dilaporkan situs Tarbiyah.net hari ini (24 November), Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menerima sebuah pesan yang mencatut nama Habib Rizieq yang dianggap berbahaya jika sampai diterima masyarakat, sebab isinya, Habib Rizieq dianiaya prajurit Kostrad.