Sunday, 11 October 2009

Umat Manusia dalam Genggaman Satanis


Membaca novel The Da Vinci Code dan buku Bloodline of the Holly Grail (Darah Keturunan Cawan Suci) karya gineolog Laurence Gardner, awalnya saya percaya ada sekelompok sekte rahasia yahudi-kristen yang menjadi pewaris asli agama yahudi-kristen warisan Ibrahim (Abraham), Yusuf (Joseph), Musa (Moses), Daud (David), Sulaiman (Solomon) hingga Isa (Yesus). Mereka bergerak secara rahasia untuk menghindari tekanan dari penguasa kekristenan Katholik (Paus) dan secara diam-diam mempersiapkan diri untuk mengembil alih kepemimpinan umat Kristen. Mereka mewujud dalam berbagai organisasi terbuka seperti Ksatria Templar hingga yang rahasia seperti Freemason maupun Illuminati. Mereka dipimpin oleh seorang keturunan Yesus dari perkawinannya dengan Maria Maghdalena.

Selama dua abad lebih, yaitu abad 11 hingga 13 sekte Ksatria Templar dengan kekuatan uang berhasil menjadi pengusa Eropa sebelum akhirnya diberangus oleh Paus dan Philips raja Perancis pada abad 13. Menurut Laurence Gardner, kekuatan uang itu berkat harta karun yang mereka temukan di bekas Bait Sulaiman di Jerussalem setelah tentara salib merebutnya dari orang-orang Islam dalam Perang Salib I. Menurut Gardner harta karun itu terdiri dari selain emas juga manuskrip-manuskrip kuno seperti kitab Taurat asli hingga batu pahatan "10 Perintah" tempat Tuhan menuliskan 10 perintah-Nya kepada Musa.

Tentu saja klaim ini kurang beralasan karena kalau memang di bekas reruntuhan Bait (rumah atau istana) Sulaiman terdapat harta karun tentunya tentara Romawi dan Islam yang menduduki tempat tersebut selama ratusan tahun, sudah menemukannya terlebih dahulu. Kekuatan uang yang diperoleh Ksatria Templar adalah karena praktik ribawi yang mereka terapkan terhadap para ksatria dan bangsawan yang gila kekuasaan. (Baca post "Asal-Usul Bank dan Kekuasaan Uang" dalam blog ini).

Namun ada hal lainnya yang membuat saya tidak percaya para penganut legenda Cawan Suci seperti Laurence Gardner. Yaitu praktik-praktik paganisme penyembahan berhala yang dilakukan sekte-sekte penganut Cawan Suci seperti Ksatria Templar sebagaimana diungkapkan sendiri oleh Gardner. Penyembah berhala sama sekali bukan pewaris agama Ibrahim, Musa, Daud dan Isa. Para penyembah berhala adalah keturunan para tukang sihir dalam kisah Musa dan Firaun, keturunan Samiri penyembah patung sapi, dan keturunan yahudi saduki dan parisi yang telah membunuh Nabi Zakaria, Nabi Yahya dan berusaha menyalib Nabi Isa.

Artikel di bawah ini diterjemahkan secara bebas dari tulisan Fritz Springmeier di situs truthseeker.co.uk tgl 8 Oktober 2009. Artikel ini memberi penjelasan tentang organisasi rahasia para penyembah berhala modern yang telah bekerja selama ribuan tahun untuk menguasai dunia.


Umat Manusia Menjadi Tawanan Penyembah Setan

Oleh: Fritz Springmeier


Saya telah sering ditanya orang, siapa para anggota Illuminati? Siapa orang-orang yang berada di puncak gerakan konspirasi global? Siapa yang menjadi pemimpin para penyembah setan? Illuminati terdiri dari 13 keluarga yang sangat kuat dan sakti. Ada juga keluarga lain yang terkenal yang memiliki kaitan keturunan dengan ke 13 keluarga tersebut di atas.

Sekitar separoh dari anggota Illuminati yang saya tahu, tidak mengetahui silsilah keluarganya. Sebagian yang mengetahui siapa orang tuanya, tidak mengetahui asal-usul silsilahnya hingga Illuminati memberitahukan kepada mereka. Kebanyakan anggota Illuminati mengalami sakit jiwa.

Meskipun seorang anggota tingkat tinggi pemuja setan (Illuminati) tidak menderita sakit jiwa, mereka biasanya akan menjadi hancur mentalnya setelah mengikuti ritual-ritual berdarah sebagimana diwajibkan kepadanya. Baru-baru ini seorang anggota Illuminati di Chicago mengalami kehancuran mental dan menjadi panganut kristen. (Saya memiliki rekaman video wawancara dengan orang ini yang mengungkapkan sepak terjang para penyembah setan).

Satu dari keluarga Illuminati terpenting terbuka kedoknya setelah tiga ilmuwan bernama Lincoln, Leigh, dan Bageant menulis buku berjudul "Holy Blood, Holy Grail." Saya merekomendasikan buku itu dan dua buku sekuelnya, karena menunjukkan betapa satu dari 13 keluarga Illuminati berhasil menjaga kerahasiaannya seraya membangun kekuasaan yang sangat besar.

Di selatan Belgia terdapat sebuah kastil (istana) bernama kastil Para Ibunda Kegelapan (Mothers of Darkness Castle). Di dalam kastil itu terdapat katedral yang di basement-nya setiap hari dilakukan pengorbanan seorang bayi. Jika ada yang ingin pergi ke tempat itu saya akan menunjukkan tempatnya di peta dan memberikan penjelasan mengenai tempat itu. Kastil tersebut saya tulis juga dalam buku saya "Be Wise as Serpents".

Pelajaran sejarah dalam buku tersebut di atas akan membuka fakta-fakta sebenarnya di belakang propaganda yang dihembuskan media massa ke publik. Buku tersebut membuka fakta sejarah mengenai silsilah Abraham Lincoln (Presiden pertama Amerika) sebagai keturunan keluarga Rothschild (keluarga yahudi ashkenazi penyembah berhala/setan dari Jerman yang menguasai bisnis keuangan global). Lincoln adalah ketua sekte rahasia Rosicrucian.

Adolph Hitler juga keturunan keluarga Rothschild. Hitler melakukan upacara-upacara pengorbanan berdarah untuk membuka pikirannya ke tingkat tinggi spiritualisme yang dikendalikan setan. Hitler mendapatkan dukungan dana dari kapitalis keuangan Amerika (termasuk Prescott Bush, kakek dari presiden George W. Bush). Sementara raja minyak Amerika, Rockefeller menjualkan persediaan minyak Jerman untuk membuat perang dunia II berlangsung lebih lama dan karenanya keuntungan semakin banyak dikeruk.

Buku saya mengungkapkan sejarah yang tidak ditemukan di buku-buku sejarah di sekolah sekolah seperti membuka rahasia Michael Augustus Martinelli Von Braun Rheinhold, tokoh penyembah setan paling berpengaruh di dunia beberapa tahun lalu. Kitab suci penyembah setan di kastil Mothers of Darkness juga menyebutkan silsilah keluarga Rockefeller.

Hanya "orang dalam" yang mengetahui sejarah sebenarnya yang terjadi di dunia. Para pengambil keputusan sebenarnya, para penggerak dan pengguncang telah disembunyikan dari mata publik. Apa yang diperlihatkan ke publik adalah panggung pertunjukan dimana para boneka kekuasaan tampil bergantian dan berpidato menurut apa yang diketikkan oleh para "penguasa belakang layar".

Tiap keluarga dari 13 keluarga utama kelompok Illuminati memiliki kastil sendiri. Masing-masing juga memiliki raja, ratu dan pangeran kegelapan. Sebagai contoh keluarga Rockefeller mempunyai raja dan ratu yang dipilih di antara anggota keluarga melalui sebuah upacara ritual rahasia.

Secara ringkas struktur organisasi rahasia Illuminati adalah sbb: Di atas level terendah (para anggota biasa) terdapat sebuah Dewan 13 yang terdiri dari para raja dari ke 13 keluarga. Selanjut di atas Dewan 13 terdapat Dewan 9 yang terdiri dari 9 raja paling berkuasa. Dan di atas Dewan 9 terdapat Dewan 3 yang terdiri dari 3 orang raja (pemimpin keluarga) yang paling berkuasa.

Terkuaknya rahasia ini adalah karena adanya beberapa anggota kelompok yang sadar dan membuka informasi keberadaan organisasi tersebut. Jika ingin mempelajari bagaimana keputusan-keputusan dibuat dalam masalah hubungan internasional dan oleh siapa keputusan-keputusan itu dibuat, seseorang harus mempelajari Illuminati.


Keterangan gambar: John D. Rockefeller, salah seorang tokoh Illuminati.

Wednesday, 7 October 2009

Tony Blair untuk Presiden Eropa


Tony Blair adalah penjahat perang, yang telah "mengencingi" rakyat Inggris dengan kebijakan perangnya di Irak berdasar laporan inteligen palsu. Itulah sebabnya rakyat Inggris menolak kepemimpinannya dan mamaksanya mundur dari jabatan sebelum habis waktunya. Namun kini, terima kasih kepada "penguasa belakang layar" yang mengendalikan dunia, Blair bakal menduduki jabatan yang lebih tinggi: Presiden Uni Eropa pertama.

Dengan jabatan barunya ini Blair bakal mendapat gaji setingkat gaji presiden Amerika, tinggal di rumah dinas baru dengan 20 pembantu, pesawat jet dinas dan berbagai fasilitas mewah lainnya.

Namun tentu saja hal itu menggelisahkan sebagian politisi. "Kebanyakan orang akan sangat kecewa jika Tony Blair terpilih sebagai presiden Uni Eropa. Tidak ada yang lebih buruk daripada menjual Uni Eropa kepada rakyat Inggris," kata William Hague dari partai Konservatif Inggris kepada The Times.

Uni Eropa adalah negara super non-konstitutional terdiri dari 27 negara Eropa dengan jumlah penduduk mencapai 500 jiwa. Keberadaannya secara efektif telah mulai (dan secara pasti akan) menghapuskan eksistensi negara-negara Eropa anggotanya. Non-konstitusi karena seluruh rakyat Uni Eropa tidak mempunyai hak untuk memilih presiden Uni Eropa karena untuk urusan itu telah ditangani oleh para elit pengusa negara-negara anggota Uni Eropa.

Untuk memahaminya silahkan Anda membayangkan ASEAN berubah menjadi lembaga seperti Uni Eropa yang disamping mempunyai presiden sendiri juga mempunyai mata uang sendiri, konstitusi sendiri, dan parlemen sendiri. Bayangkan Sekjend (atau Presiden atau istilah apapun lainnya) ASEAN menjadi penguasa de facto ASEAN. Ia menentukan sistem moneter di seluruh negara ASEAN, menentukan kebijakan luar negari ASEAN, dan urusan-urusan lainnya yang vital bagi rakyat ASEAN termasuk Indonesia. Padahal Anda dan seluruh rakyat Indonesia tidak pernah memilihnya menjadi pemimpin Anda.

Ini bukan omong kosong, tapi kecenderungan masa depan yang hampir pasti tidak bisa Anda hindari sebagaimana rakyat Eropa tidak bisa menghindari eksistensi Uni Eropa. Karena semua ini telah direncanakan melalui sebuah konspirasi tingkat tinggi para "penguasa belakang layar". Sepuluh tahun yang lalu isu seperti ini hanya dianggap sebagai "teori konspirasi". Tapi kini isu tersebut telah menjelma nyata setidaknya di Eropa.

Sebelum menjadi Presiden Uni Eropa Blair dan setelah sempat menganggur dari jabatan formil dengan pensiunan menggiurkan, Tony Blair adalah utusan perdamaian PBB untuk Timur Tengah. Mengabaikannya sebagai seorang penjahat perang yang tangannya berlumuran darah rakyat Irak dan Afghanistan dengan hasil kerja yang tidak jelas. Ia juga menjadi penasihat Mubadala, raja minyak dari Abu Dhabi.

Meski tidak populer, Blair banyak mendapat dukungan para elit penguasa Eropa, termasuk pemimpin Perancis Nicolas "Sayan" Sarkozy ("Sayan" adalah keturunan yahudi yang diam-diam bekerja untuk dinas rahasia Israel Mossad. Hal ini pernah diungkap oleh media massa Perancis namun tetap tidak bisa menghalangi terpilihnya Sarkozi berkat dukungan para "penguasa belakang layar").

Blair terkenal dengan banyaknya kerja sampingan yang dilakukannya. Tercatat ia juga menjadi penasihat perusahaan keuangan dari Amerika JP Morgan dan dari Swiss Zurich Financial Services. Selain itu ia juga dikenal sebagai pembicara seminar termahal di dunia dengan tarif £157.000 per 1,5 jam.

Dengan segala kaitan bisnisnya itu banyak pihak tentu khawatir Tony Blair akan memiliki konflik kepentingan dengan bakal jabatan prestisiusnya itu.

Tuesday, 6 October 2009

Semakin Jauh Fascisme Amerika


Jauh dari sangkaan orang, terutama orang-orang liberal demokrat penggemar program siaran Voice of America (VoA) yang disiarkan oleh MetroTV, Amerika semakin terjerumus ke dalam jurang fascisme. Terima kasih kepada orang-orang zionis yahudi yang menjadi penguasa belakang layar Amerika (meski layar itu sudah semakin terkuak). Langkah menyeret Amerika menjadi negara fascis tidak lain dimaksudkan untuk mengantisipasi munculnya "revolusi rakyat" yang kecewa dengan kondisi sosial, politik dan ekonomi yang melenceng dari nilai-nilai idel akibat korupnya sistem politik Amerika.

Menyusul berbagai undang-undang bernuansa totaliterisme anti-demokrasi seperti Patriot Act dll, penguasa belakang layar Amerika kembali berupaya mewujudkan negara Amerika yang fascis sekaligus menginjak-injak konstitusi yang telah ditetapkan oleh para pendiri bangsa. Dua undang-undang sekaligus yang bernuansa fascisme tengah diupayakan pemerintah dan anggota Congress untuk diundangkan, yaitu National Emergency Centers Establishment Act dan Handgun Safety and Registration Act.

National Emergency Centers Establishment Act (NECEA) mulai diintrodusir di parlemen Amerika (Congress) sejak bulan Januari lalu sedangkan Handgun Safety and Registration Act telah diintrodusir sejak tahun 2000 namun mendapat resistensi kuat dari masyarakat sehingga tertunda pengesahannya.

(NECEA) dirancang untuk melegitimasi Department of Homeland Security (lembaga setingkat kementrian, dipimpin oleh seorang yang dikenal luas sebagai lesbian, Janet Napolitano) untuk membangun National Emergency Centers (pusat pananganan bencana. Sering disebut juga kamp FEMA) di markas-markas militer. Saat ini sebenarnya telah ada 800 pusat penanganan bencana nasional di seluruh Amerika.

Para aktifis HAM Amerika yakin pusat-pusat penanganan bencana tersebut tidak lain adalah kamp-kamp tawanan yang digunakan untuk manahan warga negara Amerika yang menentang kebijakan-kebijakan pemerintah. Kekhawatiran tersebut bukanlah tidak berdasar, selain bentuk pemerintahan yang semakin fascis, beberapa kamp penanganan bencana lebih menyerupai kamp tawanan perang dengan ribuan peti mati tertumpuk di tengah-tengah lapangan. (Lihat gambar di atas)

NECEA akan berfungsi sebagai "langkah pertama dalam proses legislasi untuk memberi otoritas membuka dan menetapkan fungsi dari fasilitas-fasilitas tersebut (pusat penanganan bencana) di masa mendatang." Penggagas utama undang-undang tersebut adalah, lagi-lagi yahudi, Steve Cohen.

NECEA dimulai dengan pembangunan kamp-kamp FEMA yang akan memberikan mandat bagi Department of Homeland Security menggunakan setidaknya 6 kamp FEMA yang telah ada untuk memberikan bantuan kepada individu atau keluarga-keluarga di saat terjadi bencana alam (atau bencana yang sengaja dibuat).

Kamp-kamp itu juga digunakan sebagai tempat latihan ketahanan sosial dengan peserta seperti tokoh-tokoh agama dan pekerja sosial yang akan membantu masyarakat di masa krisis bencana. Kamp-kamp tersebut dirancang untuk bisa ditinggali selama waktu yang cukup lama. Dana awal untuk program ini dianggarkan sebesar $360 miliar atau sekitar 3,6 kali lipat APBN Indonesia.

Terkait dengan NECEA adalah Handgun Safety and Registration Act yang diintrodusir di Congress sejak tahun 2000 oleh dua orang senator, Frank Lautenberg dan Charles Schumer. Tentu saja mereka adalah yahudi. Selain itu juga masih ada Federal Ammunition Accountability Legislation yang telah diperlakukan di 18 negara bagian. Ligislasi ini mewajibkan semua amunisi dicatat oleh pabrik pembuatnya. Amunisi yang sudah ada sebelum berlakunya undang-undang itu akan diranpas oleh aparat negara. Kedua produk hukum itu akan mengontrol keberadaan senjata dan pelurunya sekaligus.

Perlu diketahui bahwa konstitusi Amerika melindungi hak kepemilikan senjata api oleh warga negara. Bahkan karena hak inilah rakyat Amerika dahulu mengangkat senjata melawan penguasa Inggris yang ingin merampas senjata api milik seluruh rakyat Amerika. Namun karena kekhawatiran senjata-senjata api itu akan digunakan rakyat untuk melawan penguasa status quo yang semakin korup, para politisi boneka yahudi berusaha mengontrol kepemilikan dan penggunaannya.

Dan seolah tanpa lelah berusaha mengekang kebebasan rakyatnya, para politisi Amerika terus berupaya mengesahkan berbagai undang-undang yang membatasi kebebasan rakyatnya. Pada tgl 22 Juni lalu misalnya senator Frank Lautenberg, lagi-lagi yahudi karena memang etnis yahudi telah menjadi mayoritas di parlemen dan di birokrasi, mengintrodusir Denying Firearms and Explosives to Dangerous Terrorists Act. Dengan undang-undang ini hak kepemilikan senjata api rakyat Amerika bisa diambil alih oleh Jaksa Agung setiap saat meski tanpa pernah melakukan tindakan kriminal, dan hanya karena kecurigaan semata.

Perlu dicatat bahwa sampai saat ini telah terdapat 1 juta lebih warga negara Amerika yang masuk dalam daftar pengawasan FBI karena kepemilikan senjata api dan dicurigai berpotensi menjadi teroris. Namun demikian FBI tidak pernah memberikan penjelasan alasan seseorang masuk dalam daftar pengawasan.


Setelah Al Qaida, Sekarang Warga Negara Sendiri

Saat ini regim penguasa status quo Amerika telah menjadikan warga negaranya sendiri sebagai musuh selain musuhnya yang lama, Al Qaida dan Osama bin Laden. Hal ini terungkap jelas dalam sebuah laporan yang dibuat oleh Department of Homeland Security yang dipimpin oleh lesbian Janet Napolitato (Orientasi seks yang menyimpang telah menjadi hal yang wajar dalam dunia politik Amerika. Setelah Medeline Albright menjadi menlu kabinet Bill Clinton dan Condoleza Rice menjadi menlu kabinet George W Bush, kini Obama mengangkat seorang lesbian yang lain sebagai menteri, yaitu Janet Napolitato. Keberadaan Janet sebagai seorang lesbian telah diketahui umum. Ia bahkan beberapa kali menjadi cover majalah khusus kaum lesbian) berjudul "Rightwing Extremism: Current Economic and Political Climate Fueling Resurgence in Radicalization and Recruitment" dan diterbitkan bulan April lalu.

Dalam laporan tersebut disebutkan: "Kita harus melindungi negara dari para teroris domestik tanpa melihat ideologi yang menjadi dasar mereka. Pemerintah akan bekerjasama dengan negara-negara bagian dan mitra-mitra lokal untuk mencegah dan melindungi negara dari ancaman potensial yang terkait dengan meningkatnya aktivitas para ekstremist."

Jelas sekali laporan tersebut merujuk pada meningkatnya aksi-aksi demonstrasi yang dilakukan warga Amerika memprotes kondisi sosial ekonomi serta politik domestik yang semakin memburuk khususnya paska krisis keuangan global yang dipicu oleh krisis kredit perumahan Amerika tahun lalu. Selain itu para ekstremis yang menjadi incaran pemerintah Amerika adalah para penentang dominasi yahudi. Laporan mengenai ekstremis domestik tersebut menyebutkan: "Contoh terbaru dari potensi kekerasan yang disebabkan meningkatnya aktivitas ekstremis domestik adalah ditembak matinya tiga orang polisi di Pittsburgh, Pennsylvania tgl 4 April 2009. Aksi tersebut diduga dipengaruhi oleh idiologi rasis dan kepercayaan mengenai teori konspirasi terkait dengan isu kebijakan penyitaan senjata api, kamp-kamp tahanan, serta pemerintahan global yang dikendalikan yahudi."

Di bagian lain juga disebutkan: "Ekstremis-ekstremis domestik di dunia maya (internet) telah menfokuskan perhatian pada isu-isu ekonomi, masalah pengangguran yang meningkat, serta penyitaan rumah. Para ekstremis anti-yahudi telah menganggap semuanya itu disebabkan oleh konspirasi para "elit bisnis keuangan". Taktik ini digunakan untuk merekrut anggota-anggota ekstremis baru dan kemudian meradikalisasi mereka yang telah mempercayai keyakinan ekstremis. Pemerintah menilai trend ini semakin tinggi saat kondisi ekonomi mengalami kemunduran.

Upaya yang dilakukan pemerintah Amerika yang status quo dan fascis tentu mendapat perlawanan dari masyarakat. Salah satunya adalah The Catholic National Law Firm atau lebih dikenal sebagai Thomas More Law Center. Lembaga masyarakat ini mengeluarkan kecaman atas laporan yang dikeluarkan Department of Homeland Security. Menurut lembaga ini laporan pemerintah tersebut telah "melanggar kebebasan sipil warganegara Amerika khususnya para veteran perang yang menjadi target pengawasan pemerintah karena orientasi politik mereka dengan diberikan label ekstremis domestik (ekstremis sayap kanan).

Istilah "ekstremis sayap kanan" biasa digunakan oleh tokoh-tokoh dan LSM-LSM yahudi untuk "menyerang" para aktivis kulit putih kristen yang memperjuangkan nilai-nilai tradisi kristen. Yahudi tentu khawatir orang-orang kristen kulit putih akan bangkit kesadaran agamanya dan kemudian membebaskan diri dari kontrol yahudi atas kehidupannya.


Keterangan gambar: Sebuah FEMA Camps di Georgia, Amerika. Lebih mirip kamp konsentrasi dengan ribuan peti mati yang telah disediakan.

Sahabat Menurut Sunni dan Syiah


Ali Abidin
Situs Tasawuf, 16 Maret 1999


Catatan blogger:
Rosulullah pernah bersabda dalam sebuah hadits yang kuat bahwa "ummat Islam terpecah dalam 73 golongan, semua masuk neraka kecual satu golongan". (Seorang teman yang beraliran Islam liberal atau Islam sinkretis model Mario Teguh Golden Ways menafsirkan lain hadits tersebut. "Semua masuk surga kecuali satu golongan", seolah-olah Rosulullah bergurau dengan hadits-haditsnya sehingga boleh diartikan sesukanya.

Jika hadits tersebut benar, dan Rosul selalu benar dengan perkataannya karena telah dijamin oleh Allah, maka sebagian besar dari kita umat Islam adalah calon penghuni neraka karena memiliki keyakinan yang salah dengan agamanya. Dan dalam konteks ini mempelajari sejarah awal Islam dan sifat sahabat-sahabat Rosul adalah sangat vital, karena dari merekalah ajaran Islam sampai kepada kita.


-----------------


Assalaamu 'alaikum wr. wb.

Karena sampai saat ini tidak ada cerita lanjutan mengenai Fenomena Shahabat dan saya memang sebenarnya tidak berminat gebug-gebugan, tetapi saya juga tidak ingin masalah ini dibiarkan menggantung maka berikut saya kutipkan sebagian dari pemahaman saya mengenai fenomena shahabat menurut Sunni dan menurut Syiah. Tulisan ini cukup panjang
tetapi barangkali memberikan prespektif lain dalam fenomena sahabat tersebut. Dan saya harapkan anggota milis memahami mengapa sebagian ulama sunni menganggap kaum syiah menodai kesucian sahabat Nabi. Dan juga memahami dasar-dasar argumen masing-masing pihak.

Barangkali sebagian dari pemahaman saya ini salah, maka anggota milis dapat memberikan masukannya.
.
=============
Definisi Shahabat
=============
Shahabat sesuai definisi yang disepakati adalah semua orang yang hidup sezaman dengan nabi Muhammad SAAW dan telah memeluk islam pada saat tersebut, serta pernah bertemu muka dengan Rasulullah SAAW pada masa hidupnya.

Dengan definisi di atas maka jumlah shahabat adalah ratusan ribu, menurut riwayat yang dipercaya bahwa pada haji wada' maka peserta haji wada' tersebut berjumlah sekitar 140000 (seratus empat puluh ribu), seluruhnya perdefinisi adalah shahabat, tidak terhitung muslim lain yang pernah bertemu dengan Rasulullah meski tidak ikut Haji Wada' tersebut.

Definisi seperti di atas perlu dipahami dengan baik, karena barangkali sebagian orang berpikir bahwa shahabat cuman beberapa puluh orang yang selalu bersama nabi. Sahabat bukan cuman segelintir Muhajirin dan Anshor yang diceritakan dalam peristiwa Hijrah. Sahabat adalah ratusan ribu orang yang bahkan sebagian besar namanya tidak tercatat dalam sejarah.

=========================
Kualitas Shahabat menurut Sunni
=========================
Generasi shahabat adalah generasi yang mulia yang langsung dididik oleh Rasulullah SAAW. Rasulullah SAW yang mulia menanamkan sendiri dengan tangannya yang mulia tentang ajaran islam ke dada sahabat-sahabatnya. Sebegitu mulianya mereka ini sehingga dalam mustalah-hadist Kutubush-sittah maka tidak perlu dilakukan Jarh-wa Ta'dil terhadap generasi shahabat. Seluruh sahabat otomatis adalah Udul.

Sikap mereka tersebut berdasarkan pernyataan ayat al Qur'an yang mendeklarasikan ke'adalahan sahabat. Ayat-ayat itu antara lain terdapat pada QS. Attaubah:117: "Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang- orang Muhajirin dan rang-orang anshar". Juga QS. Attaubah:100. "Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridla kepada mereka dan merekapun ridla kepada Allah".

Dan Rasulullah Saw. dalam banyak kesempatan telah berwanti-wanti agar tidak mengusik harga diri dan kedudukan sahabat, mengingat kedudukan mereka yang mulia di sisi Allah Swt. Rasulullah Saw. bersabda: "Jangan kalian kecam sahabat-sahabatku" (Hadist Mutatafaq 'Alaih).

Oleh karena itu maka seluruh shahabat adalah manusia yang adil, manusia yang telah mendarma-baktikan seluruh hidupnya untuk bahu-membahu menegakkan islam bersama Rasulullah. Pendek kata shahabat tidak mungkin melakukan perbuatan yang melawan ajaran agama.

========================
Kualitas Shahabat menurut Syiah
========================
Alquran merekam kualitas keimanan kaum muslimin di sekitar nabi (red : baca sebagai shahabat), diantaranya dicantumkan dalam surat Attaubah.

Pada beberapa puluh ayat pertama, menerangkan tentang perintah untuk memutuskan perjanjian dengan kaum musyrikin quraish. Sedang ayat-ayat berikutnya menceritakan kualitas orang orang yang mengaku islam di sekitar nabi (= shahabat). Ayat 100 yang dijadikan landasan 'udul' nya sebagian shahabat oleh sebagian ulama sunni misalnya, langsung disambung dengan ayat 101 yang menceritakan bahwa sebagian lainnya adalah munafik, serta sebelumnya ayat 97-98 menjelaskan bahwa sebagian muslim di sekitar
nabi itu adalah badui yang 'lebih wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasulnya', 'amat sangat kekafirannya', 'merasa rugi menafkahkan zakat' dll. Sebagian lagi diterangkan dalam ayat 102 adalah "mereka mencampur-baurkan perkerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk".

Bahkan dalam memahami QS Attaubah:100 (dan 117) di atas dimana Allah mengatakan Ridho terhadap mereka. Maka ayat tersebut menunjuk pada SEBAGIAN (bukan SELURUHNYA) diantara Muhajirin dan Anshar yang pada peristiwa hijrah ("DI ANTARA orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik") + orang-orang muslim lainnya yang mengikuti mereka dengan baik. Orang yang tersangkut dalam peristiwa hijrah paling hanya ratusan orang dan bukan 140.000 orang,
apalagi Allah mengatakan bahwa hanya SEBAGIAN diantara mereka yang diridhoi oleh Allah SWT jadi mungkin hanya puluhan saja yang masuk dalam QS 9:100 tersebut. Untuk orang-orang yang dimaksud dalam ayat ini maka kaum muslim diperintahkan menghormati mereka. Sebagian besar diantara mereka ini adalah 70 syuhada dalam perang Uhud.

Rasulullah menghadapi tantangan yang keras dari luar dan dalam dalam menegakkan Diin. Dari luar beliau menghadapai kaum musyrikin Quraish, Yahudi dll yang tiada hentinya berusaha memadamkan cahaya Allah. Dari dalam beliau mendapat kesulitan yang pahit dalam menanamkan penghayatan yang benar tentang Islam ke dalam jiwa orang-orang yang mengaku islam tersebut. Hal ini direkam dalam hampir keseluruhan surah attaubah tersebut. "Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu'min. (QS. 9:128)"

Rasulullah SAW tidak mengajarkan agama islam kepada shahabatnya dengan cara yang gaib, melainkan sesuai sunnatullah. Prestasi yang mengagumkan bahwa dalam 23 tahun beliau berhasil menarik 140.000 pengikut. Beberapa ratus diantara 140.000 shahabat tersebut yang memahami islam dengan benar. Beberapa gelintir diantara mereka telah mampu mensucikan jiwanya sampai dengan tahap tertentu, sebagian kecil lagi yaitu yang disebut ahlulbait telah mencapai puncak kemanusiaan yaitu telah bertemu diri.

Sebagian besar dari 140.000 masyarakat muslim yang hidup pada zaman nabi adalah muslim yang mentah dalam memahami diin-nya. Beberapa muslim bahkan mungkin berubah murtad kembali setelah meninggalnya Rasulullah SAAW seperti disinyalir dalam QS 3:144 dan 5:54.

Kebanyakan dari 140.000 orang tersebut masuk islam karena menyerah dalam perang Khaibar, ataupun Fatah Mekkah serta perang-perang lain yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir menjelang wafatnya Rasulullah. Sebagian diantara orang yang menyerah (dan mengaku sebagai muslim) ini bahkan memiliki kedengkian yang besar terhadap Rasulullah dan orang orang terdekatnya karena kekalahan dalam peperangan dengan Rasulullah SAAW, karena terbunuhnya anggota keluarga mereka oleh Rasulullah dan
orang-orang terdekatnya.

Sebagian lagi bahkan cuman manusia badui yang memiliki kapasitas terbatas untuk mampu mengembangkan diri (seperti Islamnya sebagian besar kaum 'sangat awam' di Indonesia).

Hanya sedikit diantara 140.000 orang tersebut yang benar-benar memiliki kesempatan untuk selalu berkumpul dengan Rasulullah, sehingga Rasulullah mampu menanamkan benih keimanan di dalam hati mereka. Hanya sebagian kecil diantara yang berkumpul dengan Rasulullah ini yang mencintai Rasulullah SAAW lebih daripada mencintai dirinya sendiri. Hanya sebagian kecil lagi yang mencintai Rasulullah ini mampu mengembangkan jiwanya hingga ke tingkatan jiwa yang cukup tinggi apalagi hingga 'bertemu diri'
sehingga menjadi ahlulbait seperti yang dijamin dalam QS 33:33, serta dalam hadist al-kisa yang menerangkan ayat di atas.

Komposisi 'Shahabat' menurut kacamata syiah barangkali dapat diterangkan sbb:
1. Segelintir manusia yang mencapai puncak kemanusiaan. Yang telah bertemu diri yaitu 'ahlulbait nabi' QS 33:33.
2. Orang-orang yang memahami islam dengan cukup baik dan telah menjalankan pensucian jiwa hingga tingkatan tertentu QS 9:100 dll.
3. Orang-orang islam yang 'berkerumun di pinggir jalan', yang berkeinginan untuk melakukan pensucian jiwa meski belum tahu caranya.
4. Orang-orang yang biasa-biasa saja dalam keislamannya 'mereka mencampur-baurkan perkerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk' QS 9:102.
5. Orang-orang badui yang tidak memiliki penghayatan yang benar dalam beragama. Masuk islam hanya karena 'trend'. Orang-orang 'sangat awam' yang memiliki penghayatan agama sangat dangkal.9:97
6. Orang-orang yang masuk islam karena terpaksa, yang membenci nabi dan orang-orang terdekatnya karena terbunuhnya keluarga mereka. Mereka inilah yang dicap sebagai Allah sebagai kafir & munafik meski mengaku sebagai islam. Mereka tidak menginginkan kebaikan apapun bagi kaum muslimin. "Di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang menyakiti Nabi" QS 9:61
7. dll...dll seperti yang dijelaskan dalam surat At-taubah.

Pendek kata, dalam kacamata syiah maka dari 140.000 shahabat ini tidak lantas semuanya sudah 'bertemu diri' sehingga perkataan dan perbuatan mereka pantas dijadikan sumber dalam beragama. Tidaklah lantas mengecilkan keberhasilan Rasulullah, bahkan merupakan sukses sangat besar bahwa Rasulullah berhasil menciptakan misalnya 10 orang yang bertemu diri dari 140.000 muslim saat itu, serta puluhan orang lainnya yang berhasil menaikkan tingkatan jiwanya diantara Muhajirin dan Anshar.

Tetapi Rasulullah juga tidak berdaya memadamkan seluruh kebencian di hati sebagian orang muslim taklukan perang, sebagian diantara mereka dicap Allah sebagai Munafik dan Kafir.


========================
Kaum Syiah mengecam Sahabat ?
========================
Dengan keyakinan bahwa tidak seluruh sahabat memang berkualitas untuk dijadikan sumber agama maka hadist-hadist dalam khazanah syiah hanyalah diriwayatkan dari orang-orang tertentu (dengan kata lain, jarh wa ta'dil dilakukan juga terhadap shahabat). Dengan keyakinan serupa maka tingkah laku sebagian sahabat diulas nyata-nyata sangat merugikan islam. Sebagian Ijtihad yang dilakukan sahabat ditolak oleh kaum syiah, sedangkan kaum sunni menerima semua ijtihad sahabat. Karena kaum syiah menceritakan tingkah laku sebagian sahabat yang sangat merugikan islam, kaum syiah dianggap 'mengkafirkan' dan mengecam shahabat.

Secara umum, kaum sunni menganggap tingkah laku semua sahabat tidak layak untuk dikecam, semua tingkah laku mereka dianggap 'bukan mereka yang menggerakkan tangan mereka melainkan Allah, bukan mereka yang menggerakkan mulut mereka melainkan Allah dst'. Sedangkan kaum syiah tidak menerima demikian.

Dengan pandangan seperti itu maka tingkah laku Muawiyah (shahabat yang masuk islam setelah fatah mekkah ?) yang menyerang kekhalifahan Ali dianggap 'atas kehendak Allah', tidak secuilpun ulama sunni mengecam Muawiyah bahkan menceritakan kebaikan Muawiyah dalam banyak hadist. Mengapa? karena Muawiyah adalah sahabat nabi !. Sedangkan ulama syiah mengecam tingkah laku Muawiyah habis-habisan. Ulama sunni juga
menceritakan kebaikan Abu Sufyan (sahabat yang masuk islam pada fatah mekkah) karena dia adalah sahabat, sedangkan ulama syiah menceritakan busuknya kebencian Abu Sufyan terhadap islam.

Sampai titik kecaman terhadap Muawiyah dan Abu Sufyan barangkali masih tidak menjadi masalah yang berat bagi sebagian ulama sunni karena dalam hati sebenarnya mudah mengakui bahwa kedua orang tersebut bukanlah manusia yang 'mulia'.

Nah berikut ini barangkali menjadi masalah yaitu kerika menyangkut penolakan terhadap sebagian ijtihad dari orang-orang yang dianggap tokoh-tokoh utama dalam sejarah islam seperti Abu Bakar, Umar dan Aisyah.

Kaum syiah menolak ijtihad Umar bin Khattab tentang sholat Tarawih dan Nikah Mutah maupun dalam beberapa hal lainnya karena dianggap bertentangan dengan kata-kata Rasulullah SAAW sendiri. Karena kaum syiah berani menolak ijtihad Umar maka dikatakan menodai kesucian sahabat Rasul. Kaum syiah juga menolak keras ijtihad Abu Bakar dalam hal 'Tanah Fadak', yang mengakibatkan memutus urat nadi ekonomi ahlulbait nabi.

Karena penolakan ini maka kaum syiah dianggap mengecam shahabat. Kaum syiah juga menolak ijtihad Aisyah yang menggerakkan ribuan muslim menyerang khalifah Ali sehingga mengakibatkan ribuan kaum muslimin tewas. Karena penolakan ini maka dianggap kaum syiah menodai kehormatan sahabat nabi.

Karena kaum syiah juga menolak sebagian ijtihad tokoh-tokoh utama islam maka disinilah kaum syiah dikecam habis-habisan. Ulama sunni menerima apapun ijtihad ketiga orang di atas dan dianggap tidak mungkin mereka melakukan kesalahan. Sedangkan ulama syiah menganggap salah sebagian ijtihad mereka.

Wassalaamu 'alaikum wr. wb.


Saya kutipkan sebagian ayat-ayat dalam surat attaubah tsb:

Di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kami-lah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan kami siksa dua kali kemudian mereka akan di kembalikan kepada azab yang
besar. (QS. 9:101)

Dan mereka bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka termasuk golonganmu; padahal mereka bukan dari golonganmu, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang sangat takut (kepadamu). (QS. 9:56)

Di antara mereka ada yang menyakiti Nabi dan mengatakan:"Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya". Katakanlah:"Ia mempercayai semua apa yang baik bagi kamu, ia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang mu'min, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu". Dan orang-oang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih. (QS. 9:61)

Mereka bersumpah kepada kamu dengan (nama) Allah untuk mencari keridhaanmu, padahal Allah dan Rasul-Nya yang labih patut mereka cari keridhaannya jika mereka adalah orang-orang yang mu'min. (QS. 9:62)

Tidakkah mereka mengetahui bahwasannya barangsiapa menentang Allah dan Rasuil-Nya, maka sesungguhnya neraka Jahannamlah baginya, dia kekal di dalamnya. Itulah adalah kehinaan yang besar. (QS. 9:63)

Mereka bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, DAN TELAH MENJADI KAFIR SESUDAH BERIMAN, dan menginginkan apa yang mereka tidak dapat mencapainya; dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya), kecuali karena Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka denga azab yang pedih di dunia dan di akhirat; dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di muka bumi. (QS. 9:74)

Saturday, 3 October 2009

MTV AWARD DAN PENYEMBAHAN BERHALA






Sepanjang umur manusia, budaya penyembahan setan tidak pernah benar-benar hilang. Hingga kini di era modern pun budaya ini tetap eksis. Jangan kaget kalau ternyata para penyembah berhala itu kini berada di belakang tabir kekuasaan dunia dan tengah bersiap-siap menunjukkan jati dirinya. Merekalah yang berada di balik kekuatan-kekuatan global: perbankan internasional, pemerintahan Amerika, Uni Eropa, PBB, IMF, World Bank, FIFA, IOC, Reuters, BBC, CNN, Times, MTV, Hollywood, Bollywood, silahkan sebut semua perusahaan, lembaga dan institusi yang memiliki cakupan global.

Bagi agamawan cukup melihat kitab-kitab suci agama untuk mengetahui keberadaan para penyembah berhala/setan yang mencakup para raja kerajaan-kerajaan terbesar pada jamannya. Bagi sejarahwan cukup mengetahui sebuah sekte besar bernama Ksatria Templar, sekte penyembah berhala yang sempat menguasai Eropa dengan kekuatan uangnya sebelum diberangus oleh Raja Philips dari Perancis dengan dukungan Paus pada abad 13 yang kemudian muncul kembali secara diam-diam dalam bentuk organisasi-organisasi mason seperti Freemasons dan Illuminati.

Keberadaan para penyembah setan modern tampak jelas dari merebaknya aliran-aliran musik rock dan metal. Bagi yang mengira keberadaan penyembah berhala sebagai omong kosong, saya katakan mereka sebagai seorang naif yang tidak pernah membaca kitab suci, belajar sejarah dan mengamati fenomena sosial di sekelilingnya.

Lagipula bukankah Dan Brown telah membuka fakta-fakta tentang okultisme (penyembahan berhala) modern dalam novel-novelnya, The Da Vinci Codes dan Angles and Demons?


MTV, Ajang Pesta Para Penyembah Berhala

MTV Music Award (MMA) adalah sebuah upacara ritual penyembahan berhala yang dari tahun ke tahun semakin memperlihatkan bentuk sebenarnya. Tidak lagi tersamar melainkan sudah demikian gamblang. Dan itu tampak nyata dalam ajang MMA terakhir yang disiarkan oleh sebuah televisi swasta nasional pada hari raya Idhul Fitri baru lalu.

Saya sempat melihat sekilas pertunjukan ini dan langsung mengganti channel setelah melihat simbol-simbol paganisme (penyembahan berhala). Analisis di bawah ini saya dapatkan di situs Vigilant Citizent tgl 25 September lalu.

Pertunjukan MMA 2009 dipenuhi dengan ritual penyembahan berhala yang dikemas dalam sebuah entertainment show, mulai dari inisiasi (perploncoan) calon anggota baru, pembacaan do'a, hingga pengorbanan darah.

Upacara MMA dibuka dengan penampilan Madonna, artis yang secara terbuka mengaku sebagai pengikut sekta Kaballah, satu sekte penyembah berhala agama Yahudi yang menyimpang dari ajaran Taurat. Yang menarik adalah Madonna mengajak audiens untuk memuja-muji Michael Jackson, seorang anggota senior penyembah berhala yang dapat dilihat dari penampilannya mengacungkan tangan membentuk "el diablo sign", satu simbol yang digunakan para penyembah berhala untuk menunjukkan eksistensinya sekaligus untuk berkomunikasi dengan sesamanya. Dan karena penyembahan berhala tidak beda dengan praktik "pesugihan" dalam budaya Indonesia, para penganutnya harus menebus hidupnya dengan tragis sebagaimana Michael Jackson sebagai penebusan atas kekayaan dan kemasyuran yang diperolehnya.

Setelah itu tampillah Michael Jackson (secara visual) dengan lagunya "Thriller". Bukan kebetulan lagu itu dipilih karena didominasi dengan penampilan sosok setan.

“Darkness falls across the land
The midnite hour is close at hand
Creatures crawl in search of blood
To terrorize yawls neighbourhood
And whosoever shall be found
Without the soul for getting down
Must stand and face the hounds of hell
And rot inside a corpses shell
The foulest stench is in the air
The funk of forty thousand years
And grizzy ghouls from every tomb
Are closing in to seal your doom
And though you fight to stay alive
Your body starts to shiver
For no mere mortal can resist
The evil of the thriller
”



Inisiasi Taylor Swift

Taylor Swift adalah penerima penghargaan untuk ketegori “Best Female Video” dan untuk penghargaan itu ia harus berkorban. Penyanyi pria kulit hitam Kanye West tiba-tiba muncul di atas panggung dan merebut mike tengah dipegang Swift yang akan memberikan sambutan kemenangan. Dengan demonstratif Kenya West mengatakan kepada Swift bahwa "ia tidak layak menjadi pemenang karena Beyonce adalah artis terbaik sepanjang jaman".

Adegan ini seperti sebuah insiden. Media massa pun menggembar-gemborkan demikian. Tapi sebenarnya itu semua adalah sebuah pertunjukan yang telah diskenariokan. Taylor Swift tengah menjalani inisiasi untuk menjadi "anggota orang-orang terpilih di dunia musik", sama seperti Beyonce, Kanye West, Madonna, dan Michael Jackson.

Inisiasi ini semakin nyata pada bagian akhirnya. Setelah dipermalukan di muka umum, Beyonce muncul dari arah belakang Taylor Swift dan kemudian keduanya berpelukan. Keduanya sama-sama memakai baju berwarna merah untuk menunjukkan kini Taylor Swift telah sama seperti Beyonce, menjadi anggota "orang-orang pilihan". Dan pada saat keduanya berpelukan, di backdrop tertulis kalimat aneh berbunyi "RDFO IL 40 PRO DEL ATO". Tulisan ini tentunya bukan tanpa arti dan hanya para penyembah berhala saja yang tahu artinya.

Dalam ajang MMA kali ini selain Taylor Swift ada artis lain yang juga menjalani inisiasi dengan bentuk upacara lain, yaitu Pink. Saya juga masih ingat, Justin Timberlake menjalani inisiasi di ajang Superbowl dengan cara membuka bra penyanyi senior Janet Jackson.


Pembacaan Do'a

"Siapa yang mau berdoa kepada setan bersama saya?" Demikian kata Jack Black (saya sebenarnya menyukai akting-aktingnya, mulai dari film "Risky Business" bersama Tom Cruise hingga "High Fidelity" bersama John Cussack) saat ia mengajak audiens mengacungkan tangannya ke udara membentuk simbol tanduk setan (metal) yang diikuti dengan antusias oleh audiens yang na'if.

Selanjutnya Jack Black mengajak audiens untuk mendoakan "orang-orang pilihan"
agar sukses di industri musik.


Pengorbanan Darah

Upacara pengorbanan darah dilakukan oleh Lady Gaga. Dengan tubuh berlepotan darah dan sebuah luka buatan di perut, Lady Gaga menyanyi di atas panggung. "Saya ingin menyampaikan sesuatu dari penampilan saya tentang kepopuleran dan harga yang harus dibayar untuk itu," kata Gaga dalam situs pribadinya gagadaily.com perihal penampilannya yang menghebohkan dalam ajang MMA 2009 lalu.

Performance yang dilakukan Lady Gaga sangat penuh dengan simbol-simbol penyembahan berhala. Selain pengorbanan berdarah, ia juga menjalani ritual "bangkit dari kematian" dan "mengejawantah sebagai setan".

Roman Polanski yang Akhirnya Ditangkap


Kasus yahudi terkenal melakukan kejahatan seksual sepertinya tidak pernah ada akhirnya. Pada tahun 1970-an kasus pemerkosaan sekaligus pembunuhan yang dilakukan Leo Frank terhadap seorang gadis kecil menggemparkan Amerika dengan sidang pengadilan yang panjang dan berlarut-larut karena pembelaan gigih lobbi yahudi dan media massa kepadanya. Kasus ini berakhir setelah Leo Frank diculik dari penjara dan kemudian digantung di atas pohon oleh sekelompok warga kulit putih ekstrim yang marah dengan tindakan Leo.

Kasus pembunuhan bermotif seks kembali menggemparkan Amerika tahun lalu setelah Phil Spector, produser musik terkenal berdarah yahudi, menembak mati pasangan seksnya, seorang artis pemula di Los Angeles. Dan kini drama yang sama dilakukan oleh Roman Polanski.

Selama 32 tahun Roman Polanski, sutradara Hollywood terkenal keturunan yahudi Polandia, berhasil "melarikan diri" dari kejahatannya memperkosa anak-anak di bawah umur pada tahun 1977. Namun akhirnya (baru-baru ini) polisi Swiss menangkapnya untuk mempertanggungjawabkan kejahatannya itu. Meski telah mengabaikan prinsip keadilan selama puluhan tahun dengan pelariannya, media-media massa status quo masih terus berusaha membelanya. Tidak lain karena Polanski dan para pemilik media massa adalah satu kelompok yang sama.

Melakukan hubungan seks dengan wanita di bawah umur merupakan kejahatan serius di Amerika. Di sebagian negara bagian seperti California batas umur wanita yang boleh melakukan hubungan seks adalah 18 tahun, Oregon 17 tahun dan Winconsin 16 tahun. Di Illinois ada satu istilah "17 membuatmu mendapat 20" yang artinya jika Anda melakukan hubungan seks dengan wanita berumur 17 tahun atau kurang, Anda akan dipenjara selama 20 tahun.

Namun yang dilakukan Polanski sungguh keterlaluan. Ia memperkosa bocah wanita berumur 13 tahun. Itu dilakukannya saat ia berumur 44 tahun pada tahun 1977. Menakjubkannya, meski melakukan tindakan kriminal keji, Polanski mendapat dukungan bertubi-tubi dari media massa, tokoh-tokoh liberal hingga pemereintahan mancanegara.

Menurut catatan penyidik yang menangani kasus tersebut, Polanski melakukan tindakan kejahatannya di rumah aktor Jack Nicholson di Los Angeles, Amerika. Dari pengakuan korban, Samantha Gailey (sekarang menyandang nama belakang Geimer), Polanski telah meminta ijin ibunya untuk memotret dirinya untuk dimuat di majalah mode Vogue asal Perancis dimana Polanski menjadi editor khusus.

Menurut pengakuan Samantha dalam wawancara tahun 2003, "Semuanya berjalan lancar, kemudian ia meminta saya berganti pakaian, di depan mata dia. Saya merasa risih dan tidak ingin lagi melanjutkan pemotretan." Namun karena desakan ibunya, Samantha akhirnya setuju melanjutkan sesi pemotretan yang dilakukan tgl 10 Maret 1977 di rumah aktor Jack NIcholson di Mulholland, Los Angeles.

"Saya kembali difoto diselingi minum sampanye. Dan pada akhirnya berubah menjadi menakutkan setelah saya menyadari ia menginginkan hal lain dari saya dan saya sadar telah berada di tempat dan waktu yang salah. Saya tidak tahu bagaimana melepaskan diri dari situasi itu." ungkap Samantha. Samantha mengaku selain memperkosa, Polanski juga telah menyodominya.

Alih-alih menjalani hukuman penjara 20 tahun, Polanski dibebaskan dengan jaminan. Akhirnya Polanski melarikan diri ke Perancis yang pemerintahnya menolak mengekstradisi kembali Polanski, hingga akhirnya polisi Swiss menangkapnya kembali. Masih belum jelas kelanjutan kasus Polanski ini, apakah ia akan dideportasi ke Amerika atau menjalani hukuman di Swiss.

Selama 32 tahun Polanski melecehkan hukum dengan "perlindungan" tokoh-tokoh "liberal" "demokrat" dan media massa status quo, hanya karena ia adalah seorang yahudi. Mereka orang-orang yang sama yang ngotot menyeret orang tua berumur 90 tahun, Demjanjuk, ke penjara hanya karena secara kebetulan menjadi penjaga kamp pengungsi Nazi pada waktu perang dunia II. Padahal Demjanjuk pernah diadili dengan tuduhan yang sama dan terbukti tuduhan itu tidak berdasar. Tapi mereka tidak puas, tuduhan baru pun diajukan, dan untuk menjamin mereka bisa melampiaskan dendamnya, Demjanjuk ditangkap. Yah, orang tua sakit-sakitan yang telah mengalami perlakuan tidak adil dalam pengadilan pertama, kini harus mengalami lagi penderitaan menjadi pesakitan untuk perbuatan yang belum pasti ia lakukan.

Benarkah Indonesia Dikuasai Asing?


Sinyalemen Indonesia dikuasai oleh asing sudah bukan hal aneh lagi. Belum lama berselang Indonesia dikejutkan dengan sebuah buku karangan penulis Amerika yang membuka kedok seorang mantan wartawan senior yang kemudian menjadi diplomat dan terakhir menjadi wakil presiden, sebagai agen CIA. Saya juga pernah membaca di majalah Sabili tentang Goenawan Muhammad, seorang wartawan senior dan budayawan terkemuka Indonesia yang menjadi agen utama CIA di Indonesia. Selain itu saya juga pernah membaca di tabloid Inteligen tentang kiprah Yayasan Tifa pimpinan Suciwati (istri almarhum pimpinan Kontras Munir) sebagi kepanjangan tangan George Soros serta isu jubir Presiden Dino Patti Djalal yang menjadi agen asing karena melindungi laboratorium Amerika yang kontroversial, NAMRU 2.

Dan saya juga masih terngiang-ngiang dengan sinyalemen Jendral Ryamizard Ryacudu tentang keberadaan puluhan ribu agen asing di Indonesia. Apalagi menjelang pemilu baru lalu kita disuguhi dengan isu tentang sosok agen-agen neoliberalisme dan mafia barkeley antek Amerika yang menjadi kandidat wapres, yaitu Boediono.

Tujuan agen-agen asing ini tentu saja sesuai dengan agenda asing yang tidak ingin Indonesia, negara yang luas, kaya dengan sumber alam, dan jumlah penduduk yang banyak, tumbuh menjadi negara kuat yang mampu menjadi pesaing mereka. Seperti Cina yang "lepas kendali" dan tampil sebagai kekuatan baru.

Saya telah mencoba menganalisis kaitan keberadaan agen-agen asing tersebut terhadap kehidupan bangsa Indonesia. Dari analisis singkat ini saya menyimpulkan: Indonesia memang dikuasai oleh agen-agen asing yang duduk di berbagai posisi strategis dalam pemerintahan dan dalam struktur sosial politik masyarakat Indonesia.

Beberapa indikator yang saya gunakan untuk menganalisis keberadaan agen-agen asing itu di antaranya adalah: 1. Pembangunan infrastruktur yang tertinggal. 2. Ketergantungan pada hutang asing. 3. Pengelolaan keuangan negara (APBN) yang boros dan tidak efektif. 4. Pelemahan TNI dan KPK. Tentu saja indikator-indikator itu tidak menafikan indikator lain seperti terpecah belahnya umat Islam dalam berbagai sekte, ormas dan parpol, serta merebaknya pornografi dan homonisasi (kampanye terselubung homoseksual di media massa).

Saya akan mencoba menjelaskan analisis saya sebagai berikut.

Pembangunan infrastuktur termasuk sangat tertinggal dan jauh dari kondisi ideal untuk menunjang pembangunan. Jangankan jalan antar propinsi di Kalimantan, Sulawesi atau Irian Jaya. Di Sumatera saja jalan antar propinsi sangat tidak layak. Tentu ini terkait dengan strategi pembangunan pemerintah yang "mengabaikan" faktor ini.

Ketergantungan hutang asing sangat mengganggu kinerja pembangunan Indonesia, karena pemerintah, yang sumber keuangannya dari pajak yang dibayar rakyat, harus mengalokasikan sejumlah besar dana untuk membayar cicilan hutang. Dalam setahun rata-rata pemerintah harus menyisihkan lebih dari 10% anggarannya untuk membayar cicilan dan bunga hutang. Itu masih belum termasuk komitmen-komitmen lain yang harus dikeluarkan pemerintah akibat kebijakan hutang luar negeri seperi beban bunga pinjaman BLBI yang mencapai Rp 30 triliun setahun. Tragisnya pemerintah tidak pernah punya niat untuk benar-benar melepaskan diri dari jerat hutang luar negeri. Ketika SBY gembar-gembor telah menyelesaikan hutang IMF, secara diam-diam ia menambah hutang asing dari sumber lain hingga $10 miliar setahun.

Salah satu strategi agen asing di Indonesia adalah menyusun APBN yang boros dan tidak efektif. Kita melihat bagaimana pemerintah lebih memprioritaskan pembangunan jembatan Suramadu yang tidak terlalu penting dibandingkan jembatan Jawa Sumatera. Kita juga menyaksikan betapa anggaran untuk para anggota DPR begitu tinggi sehingga mengusik rasa keadilan. Bahkan ketika rakyat menderita karena berbagai bencana yang terjadi, anggota DPR menghambur-hamburkan puluhan miliar rupiah hanya untuk seremoni pelantikan mereka.

TNI adalah satu institusi yang selain menjadi alat fungsional, juga memiliki simbol penting bagi kesatuan bangsa Indonesia. Salah satu strategi jitu untuk melemahkan Indonesia adalah dengan melemahkan TNI. Kita telah melihat pelemahan itu melalui alokasi anggaran yang kecil. Kita telah melihat bagaimana menteri keuangan Sri Mulyani memotong anggaran TNI. Pada saat yang sama ia mengucurkan triliunan rupiah untuk para kriminal di Bank Century (mayoritas sahamnya dimiliki warga asing), sekaligus mendeklarasikan diri keberpihakannya kepada kepentingan asing.

Di sisi lain KPK adalah satu institusi yang relatif berhasil mengurangi budaya korupsi di jajaran birokrasi Indonesia. Namun kita menyaksikan dengan gamblang adanya sebuah skenario untuk melemahkan KPK melalui kriminalisasi kewenangan pimpinan KPK atas restu presiden. Saya katakan presiden merestui hal ini karena sebenarnya presiden bisa mencegahnya, namun ia sengaja diam saja saat para pimpinan KPK diperkarakan oleh penyidik kepolisian.

Budaya korupsi merupakan ladang subur bagi kepentingan asing untuk menancapkan kekuasaannya. Dengan lemahnya KPK, maka dipastikan budaya korupsi di kalangan birokrat akan kembali menjadi-jadi. Dan para birokratlah sasaran utama kepentingan asing untuk dijadikan agennya.

Sebenarnya masih banyak indikator lainnya seperti keengganan pemerintah untuk mengembangkan energi alternatif, atau memberi subsidi sektor industri otomotif domestik. Presiden SBY awalnya antusias dalam program pengembangan energi alternatif. Ia pernah menggalakkan program biofuel dan membiayai proyek blue energy. Tapi kemudian ia menghentikan semuanya di tengah jalan meski dana yang sudah keluar tidak bisa dikatakan sedikit.

Proyek blue energy juga sarat dengan aksi intelejen asing. Awalnya Joko, sang pengembang teknologi ini diculik oleh sekelompok orang sehingga proyeknya terbengkalai. Setelah ditemukan kembali, media massa menjadikannya sebagai sosok pesakitan tanpa sedikit pun berupaya menguak motif di balik penculikan Joko, sebagaimana juga halnya dengan polisi. Ujungnya adalah pada kriminalisasi terhadap upaya Joko mengembangkan energi murah tersebut.

Kasus Joko tidak jauh berbeda dengan Stanley Meyer, pengembang energi alternatif hidrofuel. Setelah teknologinya terbuka ke umum, ia dikriminalisasikan oleh media massa dan terakhir ia tewas diracun. Bahkan situs wikipedia yang termasuk media pro-status quo tidak bisa menyembunyikan keanehan kematian Stanley. Sesaat setelah menandatangani kerjasama dengan seorang pejabat militer (agen inteligen yang menyamar) di sebuah restoran, Stanley mengalami sakit perut yang hebat. Ia dan dua orang saudaranya yang menyertainya berusaha menyelamatkannya ke rumah sakit terdekat. Namun saat berada di tempat parkir, Stanley Meyer menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Dalam satu wawancara Joko sebenarnya telah membuka rahasia di balik penculikannya. "Kita khan berhadapan dengan kekuatan besar di belakang bisnis energi minyak," demikian kata Joko. Dan sama dengan pembunuhan Stanley, kasus penculikan Joko juga masuk ke dalam peti es.

Di Indonesia ada satu blog yang dulu sangat populer yang isinya mendukung kebijakan pemerintah menjalankan agenda neoliberal berupa kenaikan harga BBM. Blog tersebut juga turut mengkriminalisasikan Joko dan teknologi blue energinya. Saya tahu pemilik blog itu adalah seorang agen asing kelas pemula.

Baik pemerintah Indonesia maupun Amerika kini tidak lagi peduli pada teknologi energi alternatif yang dikembangkan Joko dan Stanley. Padahal teknologi ini memiliki arti strategis yang sangat penting. Dengan teknologi ini maka dipastikan ratusan triliun uang yang dihanguskan untuk pembakaran BBM mesin setiap tahun bisa dialokasikan untuk hal lain yang berguna bagi kesejahteraan rakyat.

Kualitas Hezbollah Lebih Baik Dibanding Tentara Israel



Hizbollah telah dua kali mengalahkan tentara Israel, yaitu dalam koflik tanah pertanian Sheba di Lebanon Selatan serta dalam Perang Lebanon II th 2006. Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan besar tentang bagaimana sebuah pasukan milisi (setengah sipil) mampu mengalahkan pasukan Israel yang paling terlatih dan paling canggih persenjataannya di dunia.

“Hezbollah memiliki kemampuan inteligen dan kedisiplinan lebih baik dibanding Israel dalam Perang Lebanon II th 2006," ungkap Kolonel Robi Sandman dalam artikelnya "How the Arabs are preparing for the next war" yang dimuat di edisi terbaru Ma'arahot, jurnal bulanan spesialis masalah-masalah militer.

Dalam penelitiannya yang menjadi dasar penulisan artikel tersebut Sandman mewawancarai 24 orang perwira senior angkatan perang Israel yang terlibat dalam Perang Lebanon 2006. Dari penelitiannya tersebut ia kemudian membuat skala perbandingan antara Hizbollah dengan tentara Israel dengan besaran antara 1 hingga 10. Hizbollah mengalahkan tentara Israel dalam semua aspek kemiliteran kecuali kecanggihan senjata.

Meski Israel memiliki senjata yang jauh lebih canggih, Hizbollah memiliki kemampuan inteligen lebih baik, lebih berdisiplin, dan memiliki motivasi lebih kuat dibandingkan tentara Israel.

Dalam aspek intelegen Hizbollah mendapat skor 7 sementara Israel hanya mendapat skor 6. Dalam aspek doktrin militer dan strategi Hizbollah mendapat skor 9 sementara Israel 5. Dalam aspek pelatihan dan organisasi Hizbollah mendapat skor 8 dan Israel 7. Dalam aspek komando taktis Hizbollah mendapat angka 8 dan Israel 6. Hanya dalam aspek teknologi persenjataan Israel menang dengan skor 9 dibanding Hizbollah dengan skor 5.

Lebih jauh Kolonel Sandman juga memberikan penilaian lebih untuk Hizbollah dalam aspek motivasi berperang, yaitu dengan skor 8 dibandingkan Israel dengan skor 4.

Dalam artikel yang mendapat penghargaan dari Panglima Angkatan Bersenjata Israel itu Kolonel Sandman mengklaim bahwa tentara Israel memiliki struktur komando yang tidak efektif untuk menangkal gerilyawan Palestina maupun Lebanon menginfiltrasi wilayah pendudukan Israel di Palestina.

Dalam perang yang mungkin terjadi mendatang, tulis Kolonel Sandman, Hizbollah kemungkinan besar akan mengerahkan unit-unit militer kecil beranggota 4-5 milisi yang dipersenjatai dengan senjata anti-tank dan senapan penembak jitu ke wilayah Israel. "Kita perlu memahami bahwa stuktur militer Israel saat ini tidak akan mampu menahan serangan Hizbollah," kata Sandman.

"Ratusan unit militer kecil ini akan mendapatkan dukungan penduduk lokal etnis Arab yang tinggal di wilayah Israel," tambah Sandman seraya merekomendasikan pembentukan satuan-satuan militer kecil yang bertugas melakukan pengamatan dan sekaligus mengkonter infiltrasi Hizbollah.

Sandman juga mengingatkan bahwa dalam konflik mendatang kemungkinan Amerika tidak akan memberikan bantuan tanpa batas kepada Israel sebagaimana dilakukan Amerika dalam Perang Yom Kippur tahun 1973 (saat pasukan Israel nyaris hancur diserang Mesir dan Syria) dan Perang Lebanon 2006 saat Israel kepayahan menghadapi perlawanan Hizbollah.

Atas kemungkinan "putusnya hubungan" Israel-Amerika ini Sandman mempunyai analisis sendiri. "Kecenderungan ini akan terus berlangsung hingga ke titik paling parah, akibat adanya asimilasi dan pertumbuhan kelahiran yang tinggi pada etnis-etnis minoritas lain seperti Hispanik yang saat ini berjumlah 30 juta orang di Amerika. Untuk itu Sandman menyarankan Israel untuk menumpuk senjata di gudang-gudang senjata darurat meski untuk itu Israel harus menanggung biaya perawatan yang tinggi. (Saat ini Amerika telah memiliki beberapa gudang senjata darurat di Israel).

Selanjutnya Kolonel Sandman merekomendasikan diadakannya latihan militer gabungan Israel-Amerika. "Latihan militer semacam itu akan memiliki arti penting suatu saat nanti di masa darurat sekaligus menjadi ancaman bagi musuh yang akan menyerang Israel."

Thursday, 1 October 2009

Mafia Berkeley dan Agen Asing


Situs resmi Koalisi Anti Utang
Jumat, 7 November 2008

--------
Catatan blogger: Frans Seda adalah seorang separatis selain juga seorang gangster Mafia Barkeley. Waktu merebaknya kasus pengadilan Tibo tersangka kasus Tragedi Poso, ia sempat mengeluarkan ancaman untuk mengerakkan separatisme di Indonesia timur jika Tibo dijatuhi hukuman mati, sekaligus mengabaikan lembaga hukum Indonesia. Ia adalah contoh nyata senyata-nyatanya dari pengkhianat bangsa yang hidup nyaman karena pengabdian kepada kepentingan asing di tengah-tengah penderitaan rakyat. Ironisnya ia justru mendapat tempat terhormat di mata media massa nasional
--------


Sehubungan dengan pengembalian dana berjaga-jaga kepada Dana Moneter Internasional (IMF) oleh pemerintah, Franciscus Xaverius Seda dalam wawancara dengan harian ini (Bisnis, 18 Oktober) menilai tindakan tersebut menunjukkan sikap penakut pemerintah, termasuk presidennya yaitu Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut Frans Seda, pemerintah masih mau membayar utang dan tidak mau minta penghapusan utang. Pemerintah juga tidak mau memanggil semua kreditor untuk menyatakan Indonesia tidak bisa bayar utang dan menyampaikan bahwa semua uang guna membayar utang akan digunakan untuk mengatasi kemiskinan.

Namun, bukan berarti Indonesia harus menghentikan ketergantungan pada utang baru. Menurut dia, pinjaman tetap diperlukan untuk pembangunan dan menghilangkan pengangguran. Apabila ditelusuri pikiran dan tindakan Frans Seda dalam hubungan Indonesia dan IMF serta penghapusan utang, sebenarnya pernyataan tersebut tidaklah istimewa.

Pada saat menjabat sebagai Menteri Keuangan, Frans Seda adalah orang yang mengundang IMF datang ke Indonesia. Dia menulis surat kepada Managing Director IMF Schweitzer agar Indonesia kembali menjadi anggota IMF. Dalam surat tersebut, Frans Seda juga meminta agar IMF membantu program pemulihan ekonomi Indonesia yang ketika 1966 mengalami krisis. Sejak itu pula IMF (bersama dengan Bank Dunia) sudah mengendalikan kebijakan pembangunan ekonomi Indonesia sesuai kepentingan negara kaya pemegang saham utama di kedua lembaga ini.

Ketika Indonesia mengalami krisis pada pertengahan 1997 lalu, Frans Seda juga berperan penting, terutama pada saat masa kerja IMF di Indonesia harus berakhir pada 2003. Melalui Sidang Tahunan 2003, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sudah merekomendasikan agar Pemerintah segera mengakhiri kontrak dengan IMF (Ketetapan MPR No.VI/2002), paling lambat akhir 2003.

Namun, pemerintah Indonesia (pada masa Megawati Soekarno Putri menjabat Presiden) justru memilih

memperpanjang masa campur tangan IMF melalui Post Program Monitoring (PPM). Pilihan untuk menjalani PPM tidak terlepas dari peran Mafia Berkeley yang berada di dalam dan di luar pemerintahan.

Kelompok ekonom neoliberal ini berjuang sekuat tenaga untuk mempertahankan keberadaan IMF di Indonesia. Mulai dari para ekonom tua sampai ekonom-ekonom muda generasi penerusnya. Dalam pandangan mereka, pemandoran oleh IMF diperlukan untuk pemulihan perekonomian Indonesia. Di antara Mafia Berkeley tersebut Frans Seda, yang waktu itu menjabat sebagai penasihat presiden ikut berperan dalam memperpanjang masa kerja IMF di Indonesia. Dia waktu itu didukung oleh Dorodjatun Kuntjorojakti dan Boediono, generasi kedua Mafia Berkeley, yang masing-masing menjabat sebagai menko perekonomian dan menteri keuangan.

Para Mafia Berkeley telah berhasil memperpanjang masa intervensi asing melalui keberadaan IMF di negeri ini. Termasuk menjerumuskan Presiden Megawati Soekarnoputri, ke dalam cara berpikir ekonomi ala Mafia Berkeley. Seperti diketahui, Presiden Megawati Soekarnoputri pada sambutannya selaku Ketua Umum PDIP dalam ulang tahun PDIP di Bali, menyatakan siap melaksanakan kebijakan yang tidak populer dan tidak populis. Pernyataan itu menjawab perlawanan rakyat terhadap pelaksanan divestasi PT Indosat, peningkatan harga BBM, tarif listrik dan telepon. Dengan pernyataan itu, Presiden Megawati Soekarnoputri tanpa sadar telah secara resmi memproklamirkan diri sebagai pelindung dan juru bicara para ekonom Mafia Berkeley.

Peran Frans Seda tampaknya memang bukan hanya sebagai penasihat presiden demi mengamankan posisi para ekonom Mafia Berkeley. Tetapi sekaligus mengarahkan cara berpikir Presiden Megawati untuk melindungi dan menjadi juru bicara para ekonom Mafia Berkeley. Dengan demikian, Frans Seda bisa dengan penuh keyakinan menyatakan semua BUMN harus diprivatisasi.

Kedaulatan ekonomi
Dengan beban utang yang ada saat ini maka akan sulit sekali bagi pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi. Penghapusan utang sebenarnya adalah peluang yang menjadi prasyarat utama untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi Indonesia. Sebagaimana pernyataan Frans Seda, kedaulatan ekonomi adalah menjalankan prinsip-prinsip ekonomi yang lahir pada 1945, yaitu ekonomi usaha bersama, negara menguasai semua hajat hidup orang banyak dan penguasaan negara tersebut adalah demi kepentingan orang banyak.

Namun, peluang itu akan sulit diraih jika pemerintah masih bergantung pada utang luar negeri, walaupun dengan alasan utang hanya digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Berdasarkan pengalaman yang ada selama ini, utang yang dibuat oleh pemerintah terdiri dari utang proyek dan utang program. Utang proyek adalah pinjaman yang diterima dalam bentuk barang dan jasa hasil produksi perusahaan di negara pemberi pinjaman. Utang program adalah pinjaman yang berpotensi memberikan penerimaan dalam bentuk uang, tetapi memiliki syarat yang sangat ketat berkaitan dengan perubahan kebijakan (deregulasi). Dalam deregulasi yang menjadi persyaratan utang tersebut, pemerintah harus meliberalisasi sektor keuangan dan perdagangan, menghapuskan segala macam bentuk subsidi, serta menyerahkan pengelolaan barang publik dan pelayanan umum pada swasta melalui privatisasi.

Proses dalam pembuatan utang juga didominasi oleh pihak pemberi utang, yang menentukan bentuk dan peruntukan utang yang dibuat pemerintah Indonesia, termasuk persyaratan yang harus dipenuhi oleh pemerintah Indonesia. Melihat pada bentuk dan proses pembuatan utang tersebut, maka pinjaman yang diperoleh pemerintah adalah merupakan alat bagi negara pemberi pinjaman (kreditor) untuk mengendalikan dan mengontrol kebijakan pemerintah Indonesia.

Utang sekaligus digunakan juga sebagai alat untuk memasarkan barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan di negara mereka. Kemudian utang juga menjadi alat bagi kreditor untuk membuka akses pasar bagi produk yang dihasilkan oleh perusahaan di negara mereka untuk menguasai perekonomian Indonesia. Akumulasi manfaat dari adanya utang dinikmati sepenuhnya oleh perusahaan di negara pemberi utang dalam bentuk akumulasi keuntungan. Selain itu, utang juga menciptakan ketergantungan kepada negara pemberi utang dan membuat perekonomian nasional sangat mudah dipengaruhi oleh kepentingan asing.

Bahkan utang luar negeri telah menabrak kedaulatan ekonomi dalam UUD 1945 yang mengamanatkan perekonomian disusun sebagai usaha bersama, negara menguasai semua hajat hidup orang banyak demi

sebesar-besar kepentingan orang banyak.

Menyadari bahwa utang tidak ada hubungannya sama sekali dengan kepentingan rakyat, maka Koalisi Anti Utang selalu mendesak pemerintah untuk menghapus utang lama dan menolak utang baru.

Namun, penghapusan utang ini menurut Frans Seda, seperti disampaikannya dalam rapat konsultasi Panja DPR dengan para mantan menteri keuangan, hanya akan mengurangi harga diri Indonesia di mata Internasional. Bahkan dia bersama ekonom senior Mafia Berkeley lainnya dalam pertemuan tersebut menegaskan bahwa pemerintah harus committed untuk melaksanakan pembayaran utang.

Dengan demikian, sesungguhnya Frans Seda hanya sedang mempropagandakan bentuk lain yang melestarikan ketergantungan terhadap utang luar negeri, kemudian memanipulasinya dengan dalih atas nama kepentingan rakyat. Upaya itu termasuk melestarikan transaksi utang sebagai alat penjajahan gaya baru yang tidak mungkin bisa memberi manfaat kepada rakyat, kecuali demi memudahkan kepentingan modal internasional. Mereka itu adalah perusahaan-perusahaan dari negara-negara pemberi pinjaman (Amerika Serikat dan anggota G-8 lainnya) yang mengeruk keuntungan dari Indonesia. Tampaknya sudah jelas adanya Mafia Berkeley di negeri ini tidak akan berhenti menjadi agen asing.

Kusfiardi, Koordinator Koalisi Anti Utang
Artikel ini pernah dimuat di Bisnis Indonesia Sabtu, 28/10/2006

KEBOHONGAN PERS DAN PEMILU IRAN



“Jika kita tengok pada editorial-editorial kami yang mendorong peperangan, kami menyatakannya sebagai fakta mengenai dugaan Saddam Hussein mempunyai senjata pemunah massal. Jika hal itu ternyata tidak benar, kami lebih baik tidak memberitakannya.” (Fred Hiatt, editor Washington Post dalam Columbia Journalism Review, March/April 2004).



Situs WorldPublicOpinion.org membayar seorang seorang warga Iran asli untuk melakukan wawancara dengan 1.003 warga Iran di seluruh negeri antara 27 Agustus hingga 10 September dan menemukan fakta bahwa 81 di antara mereka percaya pada kemenangan Mahmoud Ahmadinejad dalam pemilu Juni lalu. Hanya 10% yang menganggap kemenangannya tidak sah dan 8% tidak berkomentar.

Margin 8 banding 1 ini memberi legitimasi kuat hasil pemilu yang dinyatakan oleh lembaga penyelenggara pemilu yang memberikan kemenangan kepada Ahmadinejad. Ini bertolak belakang dengan opini yang dikembangkan media massa Amerika yang memberikan simpati pada para demonstran anarkis oposisi penentang hasil pemilu.

Dalam minggu-minggu terakhir para jurnalis top Amerika bahkan telah menganggap kemenangan Ahmadinejad bukan lagi sebagai sebuah "kemungkinan" melainkan sebagai sebuah fakta. Editor Washington Post David Ignatius (penanggungjawab insiden KTT Davos awal tahun ini yang membuat PM Turki Reccep Erdogan walk out dari konperensi karena diperlakukan tidak adil dalam sesi perdebatan dengan presiden Israel) menulis dalam editorial tgl 10 September bahwa "beberapa analis berpendapat Ahmadinejad dan regim penguasa Iran telah melakukan kudeta internal dengan memanipulasi hasil pemilu dan menumpas para demonstran oposan."

Hingga kini tuduhan-tuduhan kecurangan pemilu Iran masih sangat lembah dan justru menunjukkan ketidakbenarannya sendiri. Sebagai contoh tuduhan bahwa pengumuman kemenangan Ahmadinejad terlalu cepat bertolak belakang dengan kenyataan bahwa Mir Mousavi, kandidat kubu oposisi justru melakukan klaim kemenangan terlebih dahulu meski penghitungan resmi dari awal menunjukkan kemenangan Ahmadinejad. Ini sekaligus menunjukkan kecurigaan, Mir Mousavi melakukan faith accomply untuk menjadi dasar bagi tuntutan yang akan diajukannya kemudian karena ia justru telah mengetahui kekalahannya dari awal.

Tuduhan lain lain adalah klaim kemenangan Mousavi di wilayah-wilayah dominan etnis Azeri (etnis Mousavi) bertolak belakang dengan beberapa jajak pendapat yang dilakukan sebelum pemilu (dan tentunya juga bertentangan dengan hasil penghitungan resmi) yang dilakukan oleh lembaga-lembaga independen termasuk dari Amerika sendiri. Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh New America Foundation menunjukkan kemenangan Ahmadinejad dengan margin 2 banding 1 di wilayah itu. Hasil jajak pendapat yang juga dipublikasikan di Washington Post itu bahkan menemukan fakta mengejutkan lainnya, yaitu generasi muda berumur 18-24 tahun justru menjadi pemilih fanatik Ahmadinejad, bertolak belakang dengan klaim pers barat dan kubu oposisi bahwa generasi muda lebih menyukai Mousavi.

Segala cara dilakukan Mousavi dan pendukungnya untuk mendeligitimasi hasil pemilu. Di antaranya menuduh Ahmadinejad menggunakan senjata suap. Alasannya sangat mengada-ada: Ahmadinejad gencar melakukan kebijakan populis seperti menaikkan upah buruh dan mencurahkan pembangunan di daerah-daerah tertinggal. Padahal tidak ada tuduhan semacam itu di manapun di dunia dimana program sosial-ekonomi pemerintah dianggap sebagai suap.

"Matilah dengan kentang itu!". Demikian salah satu pamflet yang diusung oleh para demonstran oposisi merujuk pada program bantuan pangan Ahmadinejad untuk rakyat miskin.

Yang lebih tragis adalah para demonstran juga mengecam Rusia dan Cina yang mendukung Iran soal nuklir Iran. "Matilah Rusia dan Cina!" teriak para demonstran oposisi mengecam dua negara yang justru telah memberikan dukungan kepada negara sendiri.

Kecurigaan bahwa Mousavi dan pendukungnya di barat mengada-ada dalam tuduhan-tuduhannya diperkuat lagi dengan penolakan Mousavi tawaran KPU Iran untuk mengadakan penghitungan ulang (Bahkan KPU Indonesia tidak berani menawarkan kompromi seperti itu saat kubu "oposisi" menuduh adanya kecurangan dalam pemilu legislatif dan presiden baru-baru ini). Mousavi ngotot diadakan pemilu ulang. (Bahkan kubu "oposisi" Indonesia tidak berani mengajukan tuntutan se-ekstrim itu).

"Bahkan penghitungan ulang tidak dapat menghapuskan kecurangan. Siapa menjamin surat suara yang dihitung adalah valid?" demikian bunyi editorial New York Times mendukung tuntutan Mousavi. Penolakan Mousavi tidak lain karena ketakutannya bahwa klaim-klaim yang dilakukannya terbukti bohong.

Sama seperti opini yang dikembangkan media massa Amerika dan barat soal senjata pemusnah massal Irak yang kemudian terbukti sebagai sebuah kebohongan. Namun tidak ada sangsi bagi para jurnalis "tukang fitnah" tersebut. Fred Hiatt tetap duduk dalam kursi jabatannya, meski karena ulahnya serta ulah rekan-rekannya yang lain, Amerika mengobarkan perang ilegal di Irak hingga menimbulkan korban ratusan ribu jiwa rakyat Irak yang tidak berdosa, ditambah ribuan tentara Amerika yang tewas sia-sia karena tidak tahu hal sebenarnya untuk apa mereka berperang.

Dan sepertinya kampenya "kebohongan" mengenai Iran akan berakhir seperti di Irak setelah media massa Amerika (dan juga barat) terus-menerus menyebarkan tuduhan ilegal yang dilakukan para pemimpin barat bahwa Iran telah mengembangkan senjata nuklir secara ilegal yang mana hal itu menjadi alasan untuk menyerang Iran. Fakta yang sebenarnya adalah Iran adalah anggota IAEA yang program nuklirnya berada dalam "koridor" hukum internasional. Berbeda dengan Israel yang program nuklirnya adalah ilegal karena bukan anggota IAEA.


Keterangan gambar: demonstran penentang dan pendukung Ahmadinejad. Dengan apa yang dibawa oleh kedua kelompok tersebut tampak jelas, siapa pembela negara dan siapa pengkhianat nengara.