Setiap blog laris selalu mempunyai pengunjung setia yang suka mengganggu. Dengan berbagai alasan dan motif, tujuan pengganggu biasanya adalah menjatuhkan kredibilitas blogger hingga tulisan-tulisannya tidak lagi dipercaya orang, dan jika perlu membuat blogger menghentikan aktifitas ngeblog-nya. Kasus di Indonesia yang terkenal tentu saja adalah ulah pengganggu akun Twitter milik Dahlan Iskan yang menamakan diri "Trio Macan" yang sukses meng-KO Dahlan hingga hengkang dari tweetland.
Setiap blogger mempunyai cara menanggapi serangan pengganggu-pengganggunya. Ada yang emosional seperti Brother Nathaneal pemilik blog Real Zionist News, ada yang santai seperti Philip Marlowe pemilik blog incogman.net. Namun lebih sering jika blogger memilih main hapus komentar pengganggunya.
Jika Dahlan Iskan harus "melarikan diri", lain halnya Philip Marlowe. Setelah terlibat pertikaian intens dengan pengganggunya yang menamakan diri "mad-jewess", Philip memberikan satu kejutan berupa tulisan fiksi tentang pengganggunya. Ditulis dengan gaya humor yang membongkar sisi gelap pengganggunya (Philip dekat dengan kalangan inteligen Amerika yang anti-zionis, sehingga bisa mengetahui kehidupan pribadi lawannya yang aktifis zionisme), membuat "mad-jewess" mati kutu.
"Mad jewess" mengaku sebagai seorang wanita yahudi progressif. Dari argumen-argumennya tampak ia mengetahui banyak tentang sejarah, sosiologi dan politik. Namun Philip Marlowe juga bukan blogger sembarangan. Ia panyandang doktor ilmu antropologi dan master sejarah. Dan lebih dari itu, ia memiliki selera humor yang tinggi.
Sejak awal penciptaannya, wanita merupakan bagian dari kehidupan seorang pria. Nabi Adam as tidak diciptakan sendirian, tapi di sampingnya ada seorang wanita bernama Hawa. Wanita memiliki peran penting dalam setiap kehidupan pria. Mulai dari Hawa yang menjadi pendamping Nabi Adam as sampai Sarah istri Nabi Ibrahim, Maryam ibunya Nabi Isa dan Barkhanah Ibu Nabi Musa, Sayyidah Khadijah istri Nabi Muhammad saw, Sayyidah Fathimah istri Imam Ali as sampai Sayyidah Zainab yang mendampingi saudaranya Imam Husein as dalam kebangkitan Asyura.
Peran Sayyidah Zainab as
Peran wanita dalam gerakan Tauhid dan Islam sama sekali tidak bisa dipungkiri. Puncaknya adalah gerakan dan kebangkitan Asyura yang dipimpin oleh Imam Husein as. Dalam kebangkitan Asyura Imam Husein as membawa semua keluarganya baik laki-laki maupun perempuan, besar dan kecil. Dalam kebangkitan Asyura peran perempuan di sini tidak kalah pentingnya dengan peran laki-laki. Ada beberapa perempuan yang karena keberanian, keimanan dan pengorbanannya mereka berhasil mencatat namanya dalam sejarah mulia kebangkitan Asyura dan yang terpenting adalah keberadaan saudara perempuan Imam Husein as yang bernama Zainab as.
Sayyidah Zainab as dalam kebangkitan Asyura selain sebagai jembatan penyambung dan pengemban risalah pasca syahadah Imam Husein as, beliau juga bertanggung jawab sebagai pemimpin para tawanan, perawat Imam Zainul Abidin as yang sedang sakit dan penjaga anak-anak dan para wanita.
Bila Sayyidah Khadijah as wanita pertama kali yang beriman kepada Rasulullah Saw. Ia juga berkorban selama sepuluh tahun dari awal kenabian sampai tahun kesepuluh hijriyah. Dengan setia mendampingi suaminya dalam menyebarkan ajaran Islam dengan segala beban dan kesulitan. Dalam peristiwa Karbala, Sayyidah Zainab as cucu beliau juga mendampingi saudaranya Imam Husein as menegakkan dan meluruskan ajaran kakeknya Rasulullah Saw. Ajaran yang sedang diselewengkan oleh manusia-manusia durjana seperti Muawiyah bin Abi Sufyan dan anaknya Yazid bin Muawiyah.







