Saturday, 31 August 2013

RUSIA SERANG SAUDI JIKA AMERIKA SERANG SYRIA

(SEMANGAT SEKUTU-SEKUTU AMERIKA MEREDUP)


Bagi umat Islam yang hafal Al Qur'an tentu mengetahui apa yang difirmankan Allah tentang orang-orang Arab badui. Dalam satu ayat Allah menggambarkan mereka sebagai orang-orang yang tidak memahami agama alias tidak berpengetahuan, sementara di ayat lain Allah menyebut mereka sebagai orang-orang munafik yang keterlaluan.

Tentu ada kekhususan bagi orang-orang Arab badui tertentu yang tidak masuk dalam kategori tersebut di atas, namun secara umum demikianlah adanya. Maka kalau seorang Bandar bin Sultan, pangeran Arab Saudi yang beribukan mantan budak yang oleh raja diangkat sebagai kepala inteligen Saudi, berbuat bodoh, hal itu tentu tidak mengherankan.

Kebodohan yang dilakukan Bandar (pers Amerika sering menyebutnya sebagai Bandar Bush karena kedekatannya dengan keluarga penjahat perang George "Dubya" Bush) adalah tindakannya mengancam seorang pemimpin negara besar seperti Vladimir Putin. Sebagai buntut peristiwa itu Vladimir Putin dikabarkan telah mengeluarkan perintah kepada militer Rusia untuk menyerang Saudi secara besar-besaran jika sekutunya, Syria, diserang Amerika.

Kabar yang sangat serius tersebut muncul di berbagai media massa barat maupun Arab, di antaranya The Telegraph News Inggris dan As Safir Lebanon, dan dengan cepat menyebar di media-media online independen.

Menurut berbagai sumber terpercaya Putin sangat marah setelah pertemuannya dengan Bandar bin Sultan di Moskow awal Agustus lalu. Sebagaimana telah disebutkan di blog ini, dalam pertemuan tersebut Bandar membujuk Rusia untuk menghentikan dukungannya atas regim Syria dengan imbalan menarik seperti pembelian perlengkapan militer besar-besaran serta jaminan kepentingan ekonomi Rusia di kawasan Timur Tengah. Namun Putin menolak tawaran tersebut.

Yang tidak diberitakan blog ini dan juga media-media massa lainnya adalah bahwa Putin tersinggung berat oleh tindakan Bandar yang berani mengancam Rusia untuk menggerakkan para teroris binaan Saudi dan mengancam keamanan Rusia, termasuk keamanan even Olimpiade Musim Dingin di kota Sochi yang akan digelar Februari 2014. Pemerintah Rusia dan Saudi sendiri sampai saat ini tidak pernah memberikan keterangan resmi tentang pertemuan tersebut.

"Saya memberi jaminan pada Anda untuk melindungi Olimpiade Musim Dingin mendatang. Kelompok-kelompok Chencnya yang mengancam keamanan even tersebut berada di bawah kontrol kami," kata Bandar kepada Putin.

Lebin jauh Bandar menginformasikan pada Putin bahwa teroris-teroris Chencnya yang kini berada di Syria adalah sekedar "alat" yang digunakan Saudi untuk memberikan tekanan pada pemerintah Syria. "Mereka tidak menakuti kami. Kami menggunakan mereka untuk melawan pemerintah Syria, namun mereka tidak bukan penentu prospek politik Syria," tambah Bandar.

Rusia adalah bangsa besar. Mereka sudah terkenal sebagai bangsa pejuang yang berulangkali menjadi korban agresi bangsa-bangsa lain, dan berhasil mengalahkannya. Mereka pernah mengalahkan tentara Mongol, Tartar, hingga tentara Napoleon, Jepang dan Jerman dalam Perang Dunia II. Namun ujian terbesar bangsa Rusia adalah kala menghadapi penindasan regim komunis zionis Uni Sovyet. Puluhan juta rakyat Rusia diyakini telah tewas selama berkuasanya regim komunis tersebut. Terlebih lagi dengan kepemimpinan Putin yang tegas, Rusia jelas tidak akan bisa membiarkan tingkah kurang ajar seorang Arab badui, bangsa yang sebagian rakyatnya masih buta huruf dan selama ratusan tahun setelah khalifah Ali bin Abi Thalib memindahkan pusat pemerintahan ke Irak, tidak memiliki identitas kebangsaan yang jelas.

ARSITEK PERANG RAGUKAN HASIL SERANGAN MILITER ATAS SYRIA

Tampaknya sudah tidak relavan lagi membahas kebenaran isu penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Syria atau jadi tidaknya serangan militer Amerika atas Syria. Meski sebagian besar rakyat Amerika telah bersikap realistis dengan menolak serangan militer atas Syria (berbagai survei menunjukkan angka dukungan atas serangan militer kurang dari 10%, terburuk di antara semua peperangan yang dilakukan Amerika), dan beberapa negara sekutu telah menyatakan penolakannya (Italia, Perancis, Mesir), genderang perang sudah ditabuh Amerika dan Inggris.

Berbagai "pilihan" perang tersedia bagi Amerika, mulai dari serangan "hit and run" dengan mengandalkan rudal-rudal jelajah yang ditembakkan ratusan kilometer dari wilayah Syria, hingga penerjunan besar-besaran pasukan darat. Semuanya dengan konsekuensi sendiri-sendiri. Jika yang pertama hanya menimbulkan kerusakan terbatas dan mengurangi kekuatan militer Syria yang akan segera pulih kembali setelah bantuan dari sekutu-sekutu Syria tiba, pilihan terakhir memberi peluang kemenangan militer yang lebih besar namun sekaligus juga ancaman kekalahan yang sangat menyakitkan Amerika daripada  kekalahan Perang Irak.

Di Irak Amerika sudah kehilangan segalanya, ribuan tentara yang tewas dan cacat permanen dan triliunan dolar uang yang dihabiskan. Namun hasilnya Irak kini justru muncul sebagai negara sekutu Iran, musuh utama Amerika dan Israel. Padahal ketika dipimpin Saddam Hussein Irak adalah penghalang utama pengaruh Iran di kawasan. Belajar dari kekalahan menyakitkan itulah hampir dipastikan Amerika akan memilih pilihan pertama, yaitu serangan terbatas mengandalkan rudal-rudal jelajah.

Lalu bagaimana efektifitas pilihan tersebut?

Para ahli strategi perang Amerika mempertanyakan efektitifas pilihan tersebut diterapkan terhadap Syria saat ini.

"Saya tidak pernah bermaksud analisis saya tentang serangan rudal jelajah dikampanyekan meski beberapa orang melakukannya," kata Chris Harmer, seorang analis militer senior yang terlibat dalam pembahasan rencana serangan tersebut kepada media "Foreign Policy’s The Cable".

Stategi "biaya murah" rancangan Harmer dkk. tersebut pertama kali muncul dalam sebuah studi yang dipublikasikan oleh lembaga kajian "Institute for the Study of War" bulan Juli lalu. Kajian ini tampak mendapat dukungan para politisi Amerika pendukung serangan terhadap Syria.

"Untuk analisis serius dari pilihan operasi militer terbatas yang realistis di Syria, saya sangat merekomendasikan sebuah studi baru yang dikeluarkan oleh Institute for the Study of War," kata Senator John McCain pada hari yang sama dipublikasikannya studi tersebut.

"Studi tersebut mengkonfirmasikan apa yang telah saya dan banyak kalangan lainnya usulkan sejak lama, yaitu serangan militer dari Amerika dan para sekutu untuk mengurangi secara signifikan kekuatan udara Syria dengan biaya yang relatif rendah, resiko kehilangan personil militer yang rendah, dan dalam waktu yang singkat," tambah McCain.

Thursday, 29 August 2013

TRAGEDI AHLUL KISA.

50 TAHUN SETELAH JASAD RASULULLAH SAWW DIBARINGKAN DI SAMPING
MESJID NABAWI DUNIA ISLAM TELAH TERBENTANG MELIPUTI HAMPIR SETENGAH BUMI.

GEMBALA-GEMBALA ONTA KINI BERPESTA PORA DI ISTANA-ISTANA.

MEREKA TELAH MENAKLUKKAN ROMAWI DAN PERSIA.

SUARA AZAN BERGEMA MULAI DARI KOTA ALEXANDRIA DI MESIR SAMPAI KE DUSUN-DUSUN KECIL DI AZERBAIJAN.

BERKAT PERJUANGAN RASULULLAH MUHAMMAD SAWW ORANG-ORANG ARAB YANG MISKIN KINI MENJADI PENGUASA DUNIA.

BANGSA YANG SEMULA TERASING DI SAHARA SEKARANG MENENTUKAN SEJARAH UMMAT MANUSIA.

DI MADINAH, TIDAK JAUH DARI MAKAM RASUL YANG AGUNG PUTRA PENDIRI ISLAM TINGGAL DALAM GUBUK YANG SEDERHANA.

PADA MALAM-MALAM YANG DINGIN DIA MENGHABISKAN WAKTUNYA DALAM RUKUK DAN SUJUD.

ZIKIRNYA MENYOBEK KESEPIAN MALAM MELANTUNKAN LAGU-LAGU SUCI PARA NABI.

LIHATLAH, DIA DATANG BERZIARAH KE PUSARA KAKEKNYA.

DIA MERINTIH MENGADUKAN KEADAAN UMMAT YANG DIA SAKSIKAN.

DALAM GEMERLAP ISTANA PARA PENGUASA, CAHAYA ISLAM TELAH PADAM DALAM BENTANGAN DAERAH KEKUASAAN MEREKA, KAUM MUKMININ YANG SHALEH MENDERITA KARENA PENINDASAN.

ISTANA-ISTANA TELAH DIDIRIKAN DENGAN MERAMPAS HAK ORANG-ORANG YANG LEMAH.

ANGGUR YANG DIEDARKAN DALAM CAWAN-CAWAN MERAH DIPERAH DARI KERINGAT DAN DARAH KAUM MUSLIMIN.

MUSIK-MUSIK DIMAINKAN DENGAN MEMBUNGKAM SUARA PEJUANG KEBENARAN.

DIA SAMPAIKAN KEPADA NABI SAWW APA YANG DILAKUKAN UMMATNYA.

NABI SAWW PERNAH BERPESAN AGAR UMMATNYA MEMELIHARA 2 PUSAKA YANG DI TINGGALKANNYA:
''KITABULLAH DAN KELUARGANYA AHLUL BAIT-NYA''

PELAJARAN DARI HUNGARIA

PENGANTAR:

Berita "running text" TV One dan Metro TV hari Rabu (28/8): cadangan devisa Indonesia $90 miliar.

Sekitar 2 atau 3 bulan yang lalu sepengetahuan saya cadangan devisa Indonesia mencapai $110 miliar. Lalu kemana yang $20 miliar, atau senilai lebih dari Rp200 triliun itu? Apakah untuk membiayai defisit neraca perdagangan atau membayar hutang luar negeri? Kalau yang terakhir yang terjadi, berapa sebenarnya hutang luar negeri Indonesia saat ini? $200 miliar atau $300 miliar? Mengapa tidak juga lunas dan bahkan semakin membesar dari tahun ke tahun, meski Indonesia telah melakukan pembayaran yang jumlahnya lebih besar dari jumlah hutang yang diterima?

Itu semua adalah pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh pemerintah dan otoritas moneter Indonesia.



====================

Setelah Islandia, kini satu lagi negara di dunia yang sadar dengan "konspirasi penguasa kegelapan" yang telah menjerat negara mereka dalam beban hutang tak terbayar yang menguras kekayaan mereka tanpa batas. Negara itu adalah Hungaria.

Sebelum terpilihnya Viktor Orbán sebagai perdana menteri Hongaria tahun 2011, Hungaria telah terjebak dalam hutang luar negeri yang tidak terlunaskan, karena konspirasi pemerintahan-pemerintahan sebelumnya dengan IMF dan mafia perbankan internasional. Menyadari hal itu, Orban pun berikrar akan mengakhiri kondisi itu.

Dan kini janji itu telah dipenuhi. Menurut laporan media berbahasa Jerman “National Journal” baru-baru ini Orbán telah mendepak IMF dan para rentenir internasional dari negerinya. Selanjutnya Orban menerbitkan mata uang baru yang bebas dari bunga. Dampaknya, dalam waktu relatif singkat perekonomian Hongaria kembali pulih dan tengah bergerak dalam kecenderungan positif.

Pada tgl 12 Agustus lalu kementrian ekonomi Hungaria mengumumkan bahwa Hungaria telah melunasi hutang kepada IMF sebesar €2.2 miliar, lebih cepat beberapa bulan dari jadwal semestinya bulan Maret 2014.

Atas keberhasilan itu Orbán mengumumkan bahwa "Hungaria telah mendapatkan kembali kepercayaan dari para investor." Investor yang dimaksud bukanlah IMF dan para rentenir keuangan, atau investor "bodong" yang bergerak di sektor-sektor elit yang tidak banyak memberikan manfaat bagi rakyat banyak, melainkan mereka yang benar-benar bekerja di sektor riel.

SISI KE-YAHUDI-AN IKHWANUL MUSLIMIN (2)

Saya (blogger) tidak akan membahas koneksi antara zionisme internasional dengan gerakan persaudaraaan muslim atau Ikhwanul Muslimin melalui "jalur" Mohammad Moersi, mantan presiden Mesir terguling yang pernah bersekolah dan bekerja di Amerika dan 2 orang anaknya masih tinggal di sana dan bahkan kemungkinan memiliki kewarganegaraan ganda Amerika-Mesir. Atau melalui "jalur" istri Moersi, Najla Ali Mahmoud, yang menjadi salah seorang pemimpin gerakan wanita Ikhwanul Muslimin dunia atau Ikhwanul Muslimah (Moslems Sisterhood), meski pun nantinya juga akan tersambungkan ke sana. Saya akan membahas mengenai Saleha Mahmood Abedin, tokoh Moslems Sisterhood lainnya.

Saleha Mahmood Abedin (SMA) adalah sosok wanita yang sangat menarik untuk dibahas. Ia memiliki banyak jabatan terhormat di dunia internasional. Di antara jabatan prestisius yang pernah diembannya adalah Ketua “International Islamic Committee for Woman and Child” (IICWC), guru besar dan pendiri Dar Al-Hekma College di Jeddah-Saudi Arabia, Direktur Institute of Muslim Minority Affairs di Inggris dan tentu saja sebagai salah seorang pemimpin Moslems Sisterhood bersama Najla Ali Mahmoud. Namun yang jauh lebih menarik lagi adalah fakta bahwa Saleha adalah ibu kandung dari Huma Abedin, mantan kepala staff kemenlu Amerika dan sekretaris pribadi senator dan mantan menlu Amerika Hillary Clinton, serta satu fakta lainnya, yaitu sebagai ibu mertua dari Anthony Weiner, seorang politisi yahudi Amerika.

Ketika seorang senator Amerika, Michele Bachmann, mempertanyakan pengaruh Ikhwanul Muslimin dalam pemerintahan Amerika, Senator John McCain menyelanya dengan keras: "Berani-beraninya kamu Michele Bachmann!”.

Kita mengetahui McCain adalah pendukung setia Mohammad Moersi yang dengan tegas menyebut tindakan militer melengserkan Moersi sebagai "kudeta militer", meski pemerintah Amerika justru menyambut baik kudeta tersebut. Dan blog ini juga pernah menulis tentang keterkaitan McCain dengan jaringan zionis internasional, termasuk hutang jasanya pada keluarga Bronfman, "Bapak Mafia Amerika" yang pernah menjadi ketua World Jewish Congress dan menjadi salah seorang inventor "Holocoust Industry".

Wednesday, 28 August 2013

SISI KE-YAHUDI-AN IKHWANUL MUSLIMIN

Bagi yang mau berfikir bersih sejenak dengan membuang semua persepsi, pandangan, asumsi, dan anggapan, apa yang dilakukan para pemimpin Ikhwanul Muslimin adalah sangat tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, khususnya Islam. Kedekatan mereka dengan orang-orang zionis yang masih menjajah rakyat Palestina adalah bukti nyata kemunafikan mereka. Dan kalaupun sesekali mereka melakukan sesuatu yang "seperti" bertentangan dengan zionis, itu hanyalah sandiwara belaka.

Contoh paling nyata adalah kecaman Tayyip Erdogan, tokoh Ikhwanul Muslimin yang menjadi perdana menteri Turki kepada Israel, yang menurutnya berada di belakang kudeta militer Mesir. Kecaman tersebut dikeluarkan Erdogan dalam satu wawancara televisi tgl 20 Agustus lalu.

Kecaman tersebut kontan membuat para pendukung Ikhwanul Muslimin membusungkan dada dan membanggakan Erdogan sebagai seorang muslim sejati yang "memusuhi Israel", tanpa peduli dengan fakta Erdogan masih mempertahankan hubungan diplomatik dengan Israel dan mempertahankan hukum larangan berjilbab di tempat-tempat publik. Padahal dalam kasus terakhir, jika Erdogan mau ia dengan mudah bisa menghapuskan hukum yang tidak saja bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi, namun terlebih lagi sangat bertentangan dengan agama Islam. Erdogan dan partainya, Partai Keadilan yang merupakan partai politik bentukan Ikhwanul Muslimin Turki, tidak saja menguasai pemerintahan, namun juga parlemen. Selain itu jabatan kepala negara (presiden) juga dipegang oleh kader Ikhwanul Muslimin, yaitu Abdullah Gul.

Kembali kepada kecaman Erdogan terhadap Israel, ketika Israel dan Amerika bereaksi keras atas komentar Erdogan tentang kudeta Mesir itu, tiba-tiba saja Erdogan membantah telah mengeluarkan kecaman terhadap Israel. Menurutnya ia tidak bermaksud mengecam Israel, hanya mengecam "mentalitas yang menjadi dasar tindakan kudeta".

Lihatlah sikap "mencla-mencle" tersebut, yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang "munafik" dan orang-orang yang "sakit mental".

Namun contoh paling mencolok mata adalah kasus tragedi Mavi Marmara tahun 2010, ketika pasukan komando Israel menyerang kapal berbendera Turki di perairan internasional dan membunuh dengan keji 9 warga Turki di dalamnya. Perlu setahun lebih bagi Erdogan untuk bereaksi keras atas tragedi yang dalam standar hubungan internasional cukup untuk memicu terjadinya perang. Itupun setelah Israel dengan angkuh menolak untuk sekedar meminta ma'af.

Yang dilakukan Erdogan pun hanya sekedar tindakan "pencitraan", dengan menarik dubesnya di Israel dan menghentikan kerjasama pertahanan dan keamanan sementara hubungan ekonomi tetap berjalan biasa. Bahkan beberapa bulan kemudian secara diam-diam Erdogan memulihkan hubungan pertahanan dan keamanan kedua negara. Tidak ada aksi penculikan oleh inteligen Turki atas orang-orang Israel yang dianggap bertanggungjawab sebagaimana telah ditetapkan pengadilan Turki. Tidak ada juga "pesan politik" untuk sekedar menunjukkan bahwa Turki tidak bisa dilecehkan begitu saja oleh Israel, seperti "serangan teroris" di Israel oleh inteligen Turki, atau "pukulan-pukulan ringan" berupa tembakan 1 atau 2 roket ke wilayah Israel sebagaimana sering dilakukan Hizbollah.

Tuesday, 27 August 2013

PESTA ELIT PENGUASA DAN PENDERITAAN RAKYAT

Apa yang terjadi di Universitas Airlangga (Unair) kemarin (Senin 26 Agustus 2013) merupakan pesta besar bagi para elit penguasa negeri ini. Saat itu salah seorang pengusaha terkaya di negeri ini, Chairul Tanjung (CT), mendapat gelar kehormatan "Doktor Honoris Causa" dari salah satu universitas elit negeri ini karena dianggap berjasa besar dalam bidang "pengembangan ekonomi kerakyatan".

Namun meskipun hanya seorang pengusaha swasta dan bukan seorang pejabat publik penting (ia adalah ketua Dewan Ekonomi Nasional, namun itu bukan jabatan publik), sambutan yang diterima Chairul Tanjung sangatlah luar biasa. Beberapa pejabat penting negeri ini hadir dalam acara tersebut untuk memberikan penghormatan kepada CT. Sebut saja di antaranya adalah Meneg BUMN Dahlan Iskan, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Menpan Sarwono, Menkominfo Tifatul Sembiring, dll. Selain itu hadir juga para pengusaha nasional, pengamat ekonomi terkenal, dan tokoh-tokoh nasional lainnya yang serentak berdiri dan bertepuk tangan menyambut penganugerahan penghargaan. Penganugerahannya sendiri dilakukan oleh rektor Unair bersama dengan Mensegneg Sudi Silalahi yang dikenal sebagai orang "terdekat" presiden SBY.

Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa acara tersebut merupakan pesta elit penguasa negeri ini untuk menghormati orang yang dianggap "berjasa mengembangkan ekonomi kerakyatan". Peristiwa tersebut saya saksikan di berita televisi "Trans 7" yang tidak lain adalah media kepunyaan Chairul Tanjung.

Namun sungguh ironis, berita selanjutnya yang saya lihat adalah sebuah "tragedi nasional" yang bertolak belakang dengan peristiwa di Unair tersebut. Berita tersebut adalah bangkrutnya sejumlah besar pengusaha tempe dan tahu di berbagai wilayah Indonesia karena naiknya harga kedelai sebagai dampak anjloknya nilai tukar rupiah di pasar uang internasional.

Penempatan berita tersebut setelah berita "pesta kekuasaan di Unair" bagi saya sungguh sebuah ironi yang memalukan. Bagaimana bisa seseorang yang tidak melakukan apapun untuk mengatasi masalah pengusaha tahu tempe serta jutaan tenaga kerja yang tergantung hidupnya dari industri tahu tempe, mendapat penghargaan sebagai orang yang berjasa dalam pengembangan ekonomi kerakyatan".

Sebagaima kita ketahui, Chairul Tanjung adalah pemain bisnis yang bergerak di sektor-sektor "elit" seperti perbankan, komunikasi, properti dan retil dan tidak diketahui kedekatannya dengan sektor UKM dan ekonomi rakyat yang banyak bergerak di sektor pertanian, perkebunan dan industri kecil. Melalui tangan kanannya, Dahlan Iskan, ia pernah mencoba masuk ke sektor migas dengan "mengakuisisi" anak perusahaan Pertamina yang menguasai perdagangan migas Indonesia, PT Petral. Namun setelah ribut-ribut tentang kontroversi PT Petral, tiba-tiba saja kemudian Dahlan Iskan diam membisu tentang hal itu. Sebagian orang menganggap ia gagal menjalankan misi pengambil-alihan  penguasaan bisnis migas dari mafia migas yang lebih dahulu eksis ke dalam kekuasaan kerajaan bisnis Chairul Tanjung, namun boleh jadi juga secara diam-diam telah terjadi pembagian kekuasaan di antara mereka sehingga membuat Dahlan Iskan pun kini diam.

RUSIA, IRAN PERINGATKAN AMERIKA TENTANG SYRIA

Hari Minggu lalu (25/8) militer Iran mengingatkan Amerika untuk tidak "bermain api" di Syria dengan melakukan intervensi militer dengan menggunakan alasan isu senjata kimia.

"Jika Amerika melintasi garis merah, akan ada konsekuensi buruk bagi mereka," kata Deputi Kastaf Gabungan Massoud Jazayeri kepada pers, menyusul pernyataan menhan Amerika Chuck Hagel sehari sebelumnya bahwa Amerika telah mengerahkan kapal-kapal perangnya mendekati Syria. Peringatan tersebut merupakan yang kesekian kalinya dilakukan pejabat-pejabat Iran sehubungan rencana intervensi militer Amerika dan sekutu-sekutunya di Syria. Awal tahun lalu Jazayeri dengan tegas mengatakan bahwa "Iran akan menyerang siapapun yang berani menyerang Syria"

Kemudian peringatan "lebih serius" pun diberikan oleh pemerintah Rusia kepada Amerika terkait rencana intervensi Amerika yang ramai diwacanakan media massa akhir-akhir ini. "Serius" di sini karena Rusia merupakan negara yang bisa mengimbangi kekuatan militer Amerika dan dalam konflik Syria berada pada posisi berseberangan dengan Amerika. Keterlibatan Rusia secara langsung dalam konflik akan menghalangi keinginan Amerika dan zionis internasional untuk menghancurkan kekuatan "Perlawanan" anti-Israel yang ditulangpunggungi oleh Syria dan Iran.

Pada hari Senin (26/8) menlu Rusia Sergei Lavrov menelpon menlu Amerika John Kerry untuk mengingatkan tentang "konsekuensi sangat serius" atas rencana intervensi militer Amerika di Syria. Menurut Lavrov Rusia sangat prihatin dengan pernyataan-pernyataan para pejabat Amerika tentang kesiapan intervensi atas Syria. Lavrov menuduh sekelompok pejabat Amerika tengah berupaya merealisasikan aksi militer atas Syria dengan mengabaikan DK PBB serta kesepakatan bersama Amerika-Rusia untuk mengorganisir konperensi Geneva II untuk menyelesaikan konflik Syria.

Lavrov mendesak Kerry untuk "menahan diri dari upaya penggunaan militer terhadap Syria dan tidak melakukan langkah-langkah provokasi".

Monday, 26 August 2013

KONSPIRASI SENJATA KIMIA SYRIA

Gambar: bahan-bahan kimia milik pemberontak Syria yang ditemukan pasukan pemerintah di kota Banias, Tartus, bulan Juli lalu. Sebanyak 281 drum bahan kimia berbahaya yang bisa menghancurkan seisi kota.



"Phil… kita mendapat tawaran baru. Ini tentang Syria lagi. Orang-orang Qatar mengajukan tawaran menarik dan menjamin bahwa usulan ini telah disetujui Washington (Amerika)."

"Kita harus mengirim CW (chemical weapons, senjata-senjata kimia) ke Homs, senjata buatan Soviet asal Libya yang sama dengan senjata yang dimiliki Assad."

"Mereka menginginkan kita untuk mengirim personil asal Ukraina yang bisa berbahasa Rusia, dan membuat sebuah rekaman video."

"Sejujurnya, saya tidak menganggapnya sebagai ide yang baik, namun jumlah (uang) yang ditawarkan sangat besar. Bagaimana pendapatmu?"



----------

Beberapa hari terakhir ini saya mendapat "gangguan" dari seseorang yang menamakan diri sebagai "muslim in suffer" yang menyerang blog dan inbox e-mail saya. Awalnya ia muncul dalam beberapa postingan terakhir blog saya dengan komentar-komentarnya yang tidak sopan dan "ngaco" logika bahasanya. Setelah komentar-komentar tidak pantasnya itu saya hapus, kecuali satu komentar yang masih bisa ditoleransi, ia pun memenuhi inbox e-mail saya dengan berbagai komentar dan tautan yang tidak kalah "ngaco" dan kurang ajar.

Dalam satu e-mailnya ia mempertanyakan berita yang saya postingkan di blog saya tentang keberhasilan Hizbollah menggagalkan upaya penyusupan tentara Israel di perbatasan Lebanon. Ia mempertanyakan kevalidan berita tersebut dengan alasan "tidak diberitakan media-media internasional".

Lihatlah bagaimana seorang wahabi-salafi tidak ubahnya seperti orang-orang "liberal idiot" Amerika yang menganggap satu berita sebagai kebenaran hanya jika diberitakan oleh koran USA Today atau dibahas dalam acara "Oprah Wimfrey Show". Alasan tersebut juga membuktikan bahwa orang-orang wahabi itu tidak pernah melakukan check dan recheck atas segala persoalan dan hanya mengikuti pendapat guru-guru atau sheikh-sheikh mereka bulat-bulat. Berita itu, meski tidak diberitakan USA Today, namun begitu banyak diberitakan oleh media-media masa lain. Itulah sebabnya mereka percaya begitu saja berita di situs arrahmah.com yang menyebutkan Faiz Syakir sebagai jubir Hizbollah, padahal yang bersangkutan adalah aktifis neo-konservatif Amerika.

Oh ya, kemunculan "muslim in suffer" terjadi setelah tulisan-tulisan kritis saya tentang situs berita arrahmah.com. Mungkin yang bersangkutan adalah salah seorang awak redaksinya, atau setidaknya pembaca setianya.

"Serangan" yang lainnya yang saya terima melalui e-mail adalah puluhan tautan tentang berita-berita tentang isu senjata kimia di Syria yang diberitakan sebagian besar media massa dunia. Seolah dengan banyaknya berita-berita tersebut tuduhan regim Syria sebagai pelaku serangan senjata kimia adalah suatu kebenaran. Sekali lagi ini menunjukkan kedangkalan pikiran yang bersangkutan. Bahkan jika sebagian besar media massa di dunia memberitakan suatu "peristiwa", hal itu bukan berarti hal itu benar. Berita tentang "bom penghancur massal Irak" yang sangat massif diberitakan media massa dunia sebelum invasi Amerika dan sekutunya di Irak kini telah terbukti sebagai kebohongan. Apalagi jika berita-berita tersebut tidak menyebutkan secara tegas "regim Syria sebagai pelaku serangan".

Saya sudah mempostingkan tulisan Dina Sulaeman, seorang blogger dan peneliti lembaga kajian Global Future Institute, tentang kebohongan isu senjata kimia di Syria. Namun fakta berikut mungkin lebih menarik lagi.

Seorang hacker asal Malaysia berhasil meng-hack sebuah pesan e-mail yang menghebohkan tentang rencana operasi rahasia untuk menjebak regim Syria dalam tuduhan penggunaan senjata kimia yang tidak bisa dibantah. E-mail tersebut (tertulis di atas) telah beredar luas di media-media massa global bahkan sejak awal tahun ini. Salah satunya adalah laporan Louise Boyle di harian Daily Mail tgl 29 Januari lalu berjudul "Amerika mendukung rencana serangan senjata kimia terhadap Syria dan kesalahannya ditimpakan pada regim Assad" (U.S. ‘backed plan to launch chemical weapon attack on Syria and blame it on Assad’s regime’). Laporan Daily Mail itu sendiri bersumber pada informasi yang dipublis media online Infowars beberapa hari sebelumnya. Media online independen thetruthseeker.co.uk memuat ulang laporan Daily Mail tersebut bulan Juni lalu.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya awal Juli 2013, pasukan Syria berhasil menemukan 281 drum berisi bahan-bahan kimia di sebuah gudang milik pemberontak yang direbut pemerintah di kota Banias, Tartus. Bahan-bahan itu meliputi 79 drum Polyethylene Glycol, 67 drum Monoethylene Glocol, 25 drum monoethanolamine, 68 drum Diethanolamine, dan 42 drum Triethanolamine. Atas penemuan itu dubes Syria di PBB,  Bashar Ja´afari mengatakan:

"Pemerintah Syria kemarin telah menemukan di kota Banias, 281 drum bahan-bahan kimia berbahaya yang mampu menghancurkan seluruh kota, jika bukan seluruh negara." (Christian Lehman, NSNBC; 14 Juli 2013)

Artinya adalah "konspirasi" serangan senjata kimia itu telah diketahui publik jauh hari sebelum terjadinya. Sekarang mari kita "nikmati" permainan ini.

Sunday, 25 August 2013

IRAN ANCAM "RENCANA" INTERVENSI BARAT ATAS SYRIA

Iran dan Rusia adalah 2 negara yang dengan tegas menolak tuduhan penggunaan senjata kimia oleh regim Bashar Al Assad di Syria dan sebaliknya menuduh pemberontak-lah yang bertanggungjawab atas insiden-insiden serangan senjata kimia yang terjadi di Syria beberapa waktu terakhir. Atas kemungkinan terjadinya intervensi militer atas Syria terkait tuduhan senjata kimia ini, Iran pun menolaknya dengan keras dan mengingatkan konsekuensi berbahaya yang bisa ditimbulkannya.

Iran dan Rusia menyatakan telah memiliki bukti-bukti kuat tentang penggunaan senjata kimia oleh para pemberontak.

"Kami sangat konsern tentang informasi penggunaan senjata kimia di Syria, dan kami mengecam keras penggunaan senjata-senjata semacam itu," kata jubir kemenlu Iran Abbas Araqchi dalam pernyataan resminya Sabtu (24/8).

Tentang "rencana" intervensi militer barat atas Syria, kemenlu Iran mengatakan bahwa tidak ada otorisasi internasional atas intervensi militer di Syria.

"Kami mengingatkan pada semua aksi ataupun pernyataan yang bisa menciptakan ketegangan di kawasan. Kami berharap para pejabat Amerika memperlihatkan cukup kebijaksanaan untuk tidak    menciptakan situasi yang berbahaya."

Selanjutnya ia mengatakan bahwa "kalimat-kalimat provokatif para pejabat Amerika tentang pengiriman kapal-kapal perang tidak akan menyelesaikan masalah dan justru membuat situasi semakin berbahaya."

“Iran telah berulangkali menyatakan bahwa krisis di Syria tidak bisa diselesaikan secara militer," tambah Araqchi.


AMERIKA KERAHKAN KEKUATAN MILITER KE SYRIA

Sementara itu mengantisipasi kemungkinan keputusan Presiden Barack Obama untuk melakukan aksi militer terhadap Syria, departemen pertahanan Amerika telah mengerahkan kapal-kapal perangnya mendekati Syria.

"Departemen Pertahanan bertanggungjawab untuk menyediakan beberapa pilihan tindakan untuk presiden," kata menhan Chuck Hagel kepada pers mengomentari perkembangan isu senjata kimia di Syria baru-baru ini.

"Dan hal itu membutuhkan penempatan kekuatan-kekuatan militer kita, menempatkannya untuk bisa melakukan berbagai langkah yang mungkin dipilih presiden," tambahnya.