(ALEPPO BERHASIL DIBEBASKAN DARI KEPUNGAN PEMBERONTAK)
Seiring kondisi keamanan yang semakin membaik di Syria, milisi Hizbollah pun mulai menarik diri. Demikian laporan media Israel Debkafile baru-baru ini. Debkafile adalah media yang dikenal dengan validitas laporan-laporannya karena kedekatannya dengan kalangan inteligen Israel.
Menurut laporan tersebut sampai saat ini sebanyak 1.500 milisi Hizbollah telah kembali ke Lebanon dan sekitar 3.500 sisanya dalam persiapan untuk kembali. Kembalinya milisi-milisi Hizbollah itu menurut Debkafile menunjukkan bahwa militer Syria telah berhasil mengendalikan keadaan. Meski jumlah milisi Hizbollah di Syria tidak banyak mengubah keseimbangan konflik secara keseluruhan (jumlah mujahilin Syria mencapai 100.000 personil lebih, demikian juga tentara dan milisi pro-pemerintah Syria), namun kehadiran milisi-milisi Hizbollah mampu memjadi "pengubah keseimbangan" di beberapa wilayah konflik, seperti Perang Al Qusayr yang strategis.
Pada bulan Mei lalu pemimpin Hizbollah Sayyed Hassan Nasrallah untuk pertama kalinya mengakui keterlibatan milisinya dalam konflik Syria. Tidak lama kemudian Hizbollah berhasil merebut kota strategis Al Qusayr di dekat perbatasan Lebanon.
Sementara itu secara pelan namun pasti militer Syria berhasil memulihkan keadaan keamanan. Pada hari Rabu (9/10) lalu misalnya militer Syria berhasil membuka blokade yang dilakukan pemberontak terhadap kota Aleppo sehingga memungkinkan 20 truk kontainer BBM dan bahan-bahan pokok dari Hama untuk memasuki Aleppo. Menurut keterangan militer keberhasil tersebut akan mempermudah kampanye pembebasan wilayah Syria Utara, dari keberadaan pemberontak, terutama di kota-kota di sekitar Aleppo.
Jalan raya Hama-Aleppo sejak Agustus lalu ditutup akibat pertempuran antara militer dengan pemberontak yang mengepung Aleppo, kota terbesar serta pusat bisnis dan ekonomi di Syria sebelum konflik. Setelah melalui pertempuran sengit tentara berhasil menguasai jalan tersebut hari Minggu (6/10). Itu merupakan keberhasilan terbesar dari kampanye militer Syria di wilayah utara Syria.
Friday, 11 October 2013
TERNYATA GEORGE "DUBYA" BUSH SELINGKUH
Akhirnya penjahat perang George "Dubya" Bush pun meminta maaf. Namun bukan atas kejahatannya yang mengakibatkan jutaan rakyat Irak tewas dan terluka, melainkan atas perselingkuhannya dengan mantan menlunya, Condoleeza "ACDC" Rice. (Awalnya saya menyangka Rice adalah lesbian, sebagaimana pejabat-pejabat wanita lajang Amerika dan Eropa lainnya).
Permintaan ma'af atas perselingkuhan tersebut diungkapkan oleh majalah Globe dalam laporan utamanya baru-baru ini berjudul "Forgive Me!". Menurut Globe, beberapa menit sebelum menjalani operasi jantung, Bush meminta ma'af kepada istrinya, Laura, atas perselingkuhannya dengan Condoleezza Rice saat keduanya masih menjadi pejabat tinggi Amerika.
“Drama itu terbongkar setelah Bush, 67 tahun, didiagnosa menderita penyumbatan pembuluh darah arteri di jantung yang mematikan dan dokter meminta segera dilakukan operasi untuk menghilangkan sumbatan," tulis reporter Globe Leon Wagener.
Bush menjalani operasi tgl 6 Agustus lalu di Texas Health Presbyterian Hospital di Dallas. "Dan kini ia memohon kepada Laura untuk memaafkannya dan melupakan masa lalu dan membawanya kembali ke kehidupan rumah tangga," tulis Wagener.
Menurut Globe dalam laporan yang disebutnya sebagai “world exclusive breaking news” itu, penyakit Bush yang mengganggu kesadaran itu tidak membuatnya meminta ma'af atas tindakan serangan terhadap Irak yang telah menewaskan dan melukai jutaan rakyat Irak itu. Ia juga tidak meminta ma'af atas triliunan dolar yang dihabiskan pemerintahannya untuk membiayai perang Irak dan Afghanistan, yang berujung pada kebangkrutan pemerintahan Amerika saat ini dan jutaan penduduk Amerika berubah status dari kelas menengah menjadi gelandangan akibat kebijakan bailout-nya kepada perbankan Amerika.
Permintaan ma'af atas perselingkuhan tersebut diungkapkan oleh majalah Globe dalam laporan utamanya baru-baru ini berjudul "Forgive Me!". Menurut Globe, beberapa menit sebelum menjalani operasi jantung, Bush meminta ma'af kepada istrinya, Laura, atas perselingkuhannya dengan Condoleezza Rice saat keduanya masih menjadi pejabat tinggi Amerika.
“Drama itu terbongkar setelah Bush, 67 tahun, didiagnosa menderita penyumbatan pembuluh darah arteri di jantung yang mematikan dan dokter meminta segera dilakukan operasi untuk menghilangkan sumbatan," tulis reporter Globe Leon Wagener.
Bush menjalani operasi tgl 6 Agustus lalu di Texas Health Presbyterian Hospital di Dallas. "Dan kini ia memohon kepada Laura untuk memaafkannya dan melupakan masa lalu dan membawanya kembali ke kehidupan rumah tangga," tulis Wagener.
Menurut Globe dalam laporan yang disebutnya sebagai “world exclusive breaking news” itu, penyakit Bush yang mengganggu kesadaran itu tidak membuatnya meminta ma'af atas tindakan serangan terhadap Irak yang telah menewaskan dan melukai jutaan rakyat Irak itu. Ia juga tidak meminta ma'af atas triliunan dolar yang dihabiskan pemerintahannya untuk membiayai perang Irak dan Afghanistan, yang berujung pada kebangkrutan pemerintahan Amerika saat ini dan jutaan penduduk Amerika berubah status dari kelas menengah menjadi gelandangan akibat kebijakan bailout-nya kepada perbankan Amerika.
PANGERAN BANDAR BAKAL DIPECAT ATAS PERINTAH AMERIKA
(TERLIBAT SERANGAN SENJATA KIMIA DI SYRIA)
Keterangan gambar: Pangeran Bandar (kiri) berbincang dengan menlu AS Condoleeza Rice sementara Raja Saudi berpelukan dengan Presiden Bush.
Kegagalan proyek Syria kembali bakal menelan korban. Setelah Emir Qatar dan Presiden Mesir (Mohammad Moersi) yang terjungkal dari kekuasaan karena peran Amerika, kini giliran kepala inteligen Saudi, Pangeran Bandar bin Sultan, yang bakal menjadi korbannya. Tersudutkan oleh isu senjata kimia Syria yang bukti-buktinya semakin mengarah pada peran Amerika dan sekutu-sekutunya, membuat Amerika memutuskan untuk "cuci tangan" dengan melengserkan Bandar dari jabatan strategisnya. Demikian laporan yang beredar di kalangan awak media yang konsern dengan masalah Timur Tengah, baru-baru ini.
Menurut laporan-laporan itu keputusan pemecatan Bandar "Bush" (ia diberi julukan nama "Bush" karena kedekatannya dengan keluarga George W. Bush) akan dikeluarkan raja Abdullah bin Abdulaziz akhir November mendatang. Sama seperti "rumor" tentang pelengseran Emir Qatar oleh Amerika yang terbukti benar, rumor kali inipun dianggap sangat valid.
Pada tgl 29 Agustus sebuah laporan dari Mint Press News menyebutkan keterangan para saksi mata di Ghouta, Damaskus, tentang keterlibatan Saudi Arabia dalam menyediakan senjata-senjata kimia yang digunakan para mujahilin Syria. Laporan yang sebagiannya melibatkan koresponsen kantor berita Amerika Associated Press di Timur Tengah Dale Gavlak itu mencakup wawancara dengan para dokter yang menangani korban serangan kimia, penduduk, mujahilin serta keluarga korban itu dengan jelas merujuk pada keterlibatan Bandar Bush.
Setelah munculnya laporan itu Dale Gavlak pun menerima ancaman pembunuhan dari kelompok-kelompok mujahilin yang diketahui sebagai "operator"-nya Bandar.
Keterangan gambar: Pangeran Bandar (kiri) berbincang dengan menlu AS Condoleeza Rice sementara Raja Saudi berpelukan dengan Presiden Bush.
Kegagalan proyek Syria kembali bakal menelan korban. Setelah Emir Qatar dan Presiden Mesir (Mohammad Moersi) yang terjungkal dari kekuasaan karena peran Amerika, kini giliran kepala inteligen Saudi, Pangeran Bandar bin Sultan, yang bakal menjadi korbannya. Tersudutkan oleh isu senjata kimia Syria yang bukti-buktinya semakin mengarah pada peran Amerika dan sekutu-sekutunya, membuat Amerika memutuskan untuk "cuci tangan" dengan melengserkan Bandar dari jabatan strategisnya. Demikian laporan yang beredar di kalangan awak media yang konsern dengan masalah Timur Tengah, baru-baru ini.
Menurut laporan-laporan itu keputusan pemecatan Bandar "Bush" (ia diberi julukan nama "Bush" karena kedekatannya dengan keluarga George W. Bush) akan dikeluarkan raja Abdullah bin Abdulaziz akhir November mendatang. Sama seperti "rumor" tentang pelengseran Emir Qatar oleh Amerika yang terbukti benar, rumor kali inipun dianggap sangat valid.
Pada tgl 29 Agustus sebuah laporan dari Mint Press News menyebutkan keterangan para saksi mata di Ghouta, Damaskus, tentang keterlibatan Saudi Arabia dalam menyediakan senjata-senjata kimia yang digunakan para mujahilin Syria. Laporan yang sebagiannya melibatkan koresponsen kantor berita Amerika Associated Press di Timur Tengah Dale Gavlak itu mencakup wawancara dengan para dokter yang menangani korban serangan kimia, penduduk, mujahilin serta keluarga korban itu dengan jelas merujuk pada keterlibatan Bandar Bush.
Setelah munculnya laporan itu Dale Gavlak pun menerima ancaman pembunuhan dari kelompok-kelompok mujahilin yang diketahui sebagai "operator"-nya Bandar.
Thursday, 10 October 2013
TIPA-TIPU "MOBIL MURAH"
Akhir-akhir ini publik Indonesia digemparkan dengan program mobil murah yang diluncurkan dalam even pameran mobil Indonesia International Motor Show (IIMS) baru-baru ini. Tidak lama setelah peluncuran program itu, kandidat presiden mendatang yang paling populer versi media massa yang juga Gubernur DKI, Jokowi, secara terbuka mengkritik program tersebut karena dianggap bertentangan dengan program penanganan kemacetan di Jakarta. Tidak hanya itu, Organda dan YLKI juga memperkarakan program itu karena dianggap mengandung unsur penipuan dan tidak pro kepentingan publik.
Adapun blog ini dari awal menganggap program ini hanya membela kepentingan industri otomotif asing demi menghambat perkembangan industri mobil nasional. Saya (blogger) telah mencoba menganalisa secara sederhana program ini dan menemukan adanya indikasi penyimpangan atau korupsi di balik program ini. Dan inilah analisa sederhana saya.
Sebagian besar mobil yang beredar di jalanan adalah produksi ATPM yang sebagian kepemilikannya dipunyai oleh industri otomotif asing dan sisanya oleh kartel industri otomotif domestik. Untuk semua mobil-mobil itu pemerintah mengenakan PPnBM (pajak pertambahan nilai barang mewah) yang besarnya mencapai 100% lebih dari harga jual sebelum pajak mobil-mobil tersebut. Artinya jika sebuah mobil, katakanlah Honda Jazz, dijual dengan harga Rp 200 juta, PPnBM mobil itu yang dipungut pemerintah mencapai Rp 100 juta dan harga jual sebelum pajaknya Rp 100 juta. Dengan harga itu ATPM telah mendapatkan keuntungan yang prosentasenya bervariasi. Katakanlah keuntugan rata-rata yang diperoleh ATPM untuk tiap mobil yang diproduksinya adalah 20% dari harga jual sebelum pajak. Maka biaya produksi mobil tersebut adalah Rp 80 juta dan keuntungan ATPM adalah 20 juta.
Adapun blog ini dari awal menganggap program ini hanya membela kepentingan industri otomotif asing demi menghambat perkembangan industri mobil nasional. Saya (blogger) telah mencoba menganalisa secara sederhana program ini dan menemukan adanya indikasi penyimpangan atau korupsi di balik program ini. Dan inilah analisa sederhana saya.
Sebagian besar mobil yang beredar di jalanan adalah produksi ATPM yang sebagian kepemilikannya dipunyai oleh industri otomotif asing dan sisanya oleh kartel industri otomotif domestik. Untuk semua mobil-mobil itu pemerintah mengenakan PPnBM (pajak pertambahan nilai barang mewah) yang besarnya mencapai 100% lebih dari harga jual sebelum pajak mobil-mobil tersebut. Artinya jika sebuah mobil, katakanlah Honda Jazz, dijual dengan harga Rp 200 juta, PPnBM mobil itu yang dipungut pemerintah mencapai Rp 100 juta dan harga jual sebelum pajaknya Rp 100 juta. Dengan harga itu ATPM telah mendapatkan keuntungan yang prosentasenya bervariasi. Katakanlah keuntugan rata-rata yang diperoleh ATPM untuk tiap mobil yang diproduksinya adalah 20% dari harga jual sebelum pajak. Maka biaya produksi mobil tersebut adalah Rp 80 juta dan keuntungan ATPM adalah 20 juta.
Wednesday, 9 October 2013
AWAS! IBADAH HAJI KINI DIKANGKANGI ZIONIS
Kebusukan tidak akan bisa disembunyikan selamanya. Satu demi satu perselingkuhan antara negara Saudi Arabia dan para zionis internasional terbongkar. Kali ini tentang penanganan ibadah haji yang bakal diserahkan kepada perusahaan zionis G4S.
Tahun ini para pelaku ibadah haji dari seluruh dunia akan disambut oleh musuh rakyat Palestina yang berarti juga musuh seluruh umat Islam se dunia. Mereka akan disambut oleh perusahaan yang terlibat dalam aksi-aksi penangkapan hingga penyiksaan rakyat Palestina di wilayah pendudukan Palestina, yaitu G4S.
Namun silakan terkejut lebih kuat. Tahun ini ternyata bukan tahun pertama G4S menangangi ibadah haji karena sejak beberapa tahun yang lalu perusahaan ini telah terlibat dalam penanganan ibadah haji. Ini adalah pekerjaan besar, karena untuk itu semua G4S memerlukan untuk merekrut 700.000 personil keamanan. Menurut bocoran informasi yang diperoleh surat kabar Lebanon "Al Akhbar", sejak tahun 2010 pemerintah Saudi telah menyerahkan sebagian besar penangangan keamanan ibadah haji kepada G4S, perusahaan yang berbasis di Inggris dan Denmark. Untuk menyamarkan keberadaannya, nama perusahaan diganti menjadi al-Majal G4S dengan Direktur Eksekutifnya berasal dari Saudi, yaitu Khaled Baghdadi.
Baik al-Majal G4S maupun induknya G4S tidak pernah mengumumkan isi kontrak yang ditandatangani mereka bersama pemerintah Saudi. Dalam laporan-laporan periodik mereka, G4S hanya memberikan sebagian laporan singkat tentang aktifitas perusahaan di Saudi, seperti tentang penandatanganan kontrak dengan Jeddah Metro untuk membantu keamanan ibadah haji, atau laporan tentang keterlibatan mereka dalam penangangan transportasi bagi lebih dari 3 juta peziarah haji. Pada tahun 2011 website "Asrar Ararabiya" mempublikasikan sebuah iklan "misterius" dari sebuah perusahaan yang membuka lowongan kerja selama 7 hari ibadah haji.
"Boycott, Divestment, and Sanctions (BDS)", sebuah LSM anti zionis dalam konperensi pers yang digelar tgl 2 Oktober lalu mengecam pemerintah Saudi atas keputusannya bekerjasama dengan perusahaan yang terlibat aktif dalam menyediakan perlengkapan dan personil keamanan untuk melindungi kepentingan Israel di wilayah pendudukan. Para personil mereka diketahui juga terlibat aktif dalam penculikan dan penyiksaan warga Pelestina, termasuk anak-anak Palestina. Demikian keterangan Direktur BDS Zaid Shuaibi dalam konperensi pers tersebut.
Tahun ini para pelaku ibadah haji dari seluruh dunia akan disambut oleh musuh rakyat Palestina yang berarti juga musuh seluruh umat Islam se dunia. Mereka akan disambut oleh perusahaan yang terlibat dalam aksi-aksi penangkapan hingga penyiksaan rakyat Palestina di wilayah pendudukan Palestina, yaitu G4S.
Namun silakan terkejut lebih kuat. Tahun ini ternyata bukan tahun pertama G4S menangangi ibadah haji karena sejak beberapa tahun yang lalu perusahaan ini telah terlibat dalam penanganan ibadah haji. Ini adalah pekerjaan besar, karena untuk itu semua G4S memerlukan untuk merekrut 700.000 personil keamanan. Menurut bocoran informasi yang diperoleh surat kabar Lebanon "Al Akhbar", sejak tahun 2010 pemerintah Saudi telah menyerahkan sebagian besar penangangan keamanan ibadah haji kepada G4S, perusahaan yang berbasis di Inggris dan Denmark. Untuk menyamarkan keberadaannya, nama perusahaan diganti menjadi al-Majal G4S dengan Direktur Eksekutifnya berasal dari Saudi, yaitu Khaled Baghdadi.
Baik al-Majal G4S maupun induknya G4S tidak pernah mengumumkan isi kontrak yang ditandatangani mereka bersama pemerintah Saudi. Dalam laporan-laporan periodik mereka, G4S hanya memberikan sebagian laporan singkat tentang aktifitas perusahaan di Saudi, seperti tentang penandatanganan kontrak dengan Jeddah Metro untuk membantu keamanan ibadah haji, atau laporan tentang keterlibatan mereka dalam penangangan transportasi bagi lebih dari 3 juta peziarah haji. Pada tahun 2011 website "Asrar Ararabiya" mempublikasikan sebuah iklan "misterius" dari sebuah perusahaan yang membuka lowongan kerja selama 7 hari ibadah haji.
"Boycott, Divestment, and Sanctions (BDS)", sebuah LSM anti zionis dalam konperensi pers yang digelar tgl 2 Oktober lalu mengecam pemerintah Saudi atas keputusannya bekerjasama dengan perusahaan yang terlibat aktif dalam menyediakan perlengkapan dan personil keamanan untuk melindungi kepentingan Israel di wilayah pendudukan. Para personil mereka diketahui juga terlibat aktif dalam penculikan dan penyiksaan warga Pelestina, termasuk anak-anak Palestina. Demikian keterangan Direktur BDS Zaid Shuaibi dalam konperensi pers tersebut.
Tuesday, 8 October 2013
TERPOJOK, HAMAS PUN KEMBALI KE IRAN
Adalah konflik Syria yang membuat HAMAS melakukan akrobat politik. Berharap Ikwanul Muslimin, yang sebelumnya tengah "naik daun" dengan merebut kekuasaan di Turki, Tunisia, Mesir, Libya dan Qatar, bisa meraih kekuasaan setelah tumbangnya regim Bashar al Assad (HAMAS meski secara formal bukan bagian Ikhwanul Muslimin, namun secara idiologis adalah Ikhwanul Muslimin), HAMAS pun mengkhianati Bashar al Assad yang selama bertahun-tahun menjadi tuan rumah kantor urusan luar negeri mereka dan menjadi donatur utama mereka setelah Iran. Hal ini tentu saja membuat marah Iran dan Hizbollah yang bersama Syria membentuk blok "Perlawanan" anti-Israel. Bantuan uang dan senjata Iran pun turun tajam, meski tidak sama sekali dihentikan.
Selain memindahkan kantor luar negerinya dari Syria ke Qatar, HAMAS juga aktif menerjunkan milisi bersenjatanya ke medan perang Syria untuk memerangi Bashar al Assad. Hamas juga secara terbuka mengecam keterlibatan Iran dan Hizbollah dalam membantu Bashar al Assad. Namun tidak semua pemimpin HAMAS setuju dengan langkah "pengkhianatan" itu. Sebagian pemimpin, terutama dari sayap militer HAMAS Brigade Qassam, tetap menjaga hubungan baik dengan Iran dan Hizbollah. Hal inilah yang membuat Hizbollah segan untuk mengusir HAMAS dari Lebanon.
Mala petaka pun menimpa HAMAS setelah Presiden Moersi terdepak dari kekuasaannya tgl 3 Juli lalu dan digantikan oleh regim militer yang tidak respek pada HAMAS. Di sisi lain pergantian kekuasaan Emir Qatar juga tidak menguntungkan HAMAS. Bahkan dikabarkan Emir Qatar yang baru telah memerintahkan penutupan kantor HAMAS di Doha.
Kehilangan "induk", HAMAS pun langsung dilanda masalah keuangan yang serius. Maka dengan malu-malu, HAMAS pun kembali mendekati pejabat Iran dan Hizbollah di Beirut.
"Beberapa pertemuan telah dilangsungkan, .... untuk "membersihkan udara". Tidak ada boikot terhadap HAMAS, namun pada saat yang sama hubungan belum pulih seperti semula," kata seorang pejabat Lebanon yang mengetahui pertemuan-pertemuan tersebut kepada Reuters. Pejabat HAMAS yang terlibat dalam pertemuan itu adalah Moussa Abu Marzouk.
IN MEMORIAM PERANG YOM KIPPUR
Perang Yom Kippur yang terjadi tgl 6 Oktober sampai 25 Oktober 1973 merupakan salah satu peristiwa paling bersejarah di antara 3 negara yang paling terlibat di dalamnya, yaitu Syria, Mesir dan Israel. Namun di antara ketiganya terdapat cara yang berbeda dalam peringatannya.
Di Mesir peringatan itu didominasi bentrokan berdarah antara pendukung Ikhwanul Muslimin dengan aparat keamanan dan massa anti-Ikwanul Muslimin yang menewaskan lebih dari 50 orang, merupakan pengulangan aksi-aksi demonstrasi berujung pembantaian oleh aparat keamanan yang dilakukan massa Ikwanul Muslimin sejak bulan Juli lalu. Di Syria peringatan dilakukan dalam berbagai bentuk seperti pameran seni, pertunjukan-pertunjukan, pemutaran film, konser, pawai hingga upacara bendera yang diadakan di puncak pegunungan Qasioun di dekat Damaskus yang dihadiri para pejabat tinggi Syria.
Bagi bangsa-bangsa Arab, perang tersebut membuktikan bahwa mereka sanggup mengalahkan Israel yang sebelumnya dianggap sebagai kekuatan yang tidak bisa dikalahkan. Sebaliknya bagi bangsa Israel, perang tersebut meruntuhkan kesombongan mereka sebagai kekuatan militer yang tidak terkalahkan oleh tetangga-tetangga sekaligus musuhnya orang-orang Arab.
Secara umum perang tersebut digambarkan sebagai upaya bersama Mesir dan Syria untuk merebut kembali wilayah mereka yang diduduki Israel sejak Perang 6 Hari tahun 1967. Mesir dan Syria awalnya berhasil mencapai tujuan mereka dengan mengusir Israel dari wilayah yang diduduki, yaitu Sinai (Mesir) dan Golan (Syria), namun akhirnya Israel berhasil menduduki kembali wilayah-wilayah tersebut. Namun ada banyak hal yang tidak ditulis dalam buku-buku sejarah dan dibahas oleh media-media massa umumnya, yaitu pengkhianatan pemimpin Mesir Anwar Sadat terhadap Syria (selengkapnya silakan lihat di sini http://cahyono-adi.blogspot.com/2012/09/sadat-khianati-syria-dalam-perang-yom.html), serta bantuan tanpa batas Amerika terhadap Israel, termasuk mengirim pesawat-pesawat tempur beserta pilotnya yang disamarkan hingga bantuan informasi inteligen dengan menggunakan peralatan paling canggih saat itu seperti pesawat pengintai SR-71 Blackbird. Dan satu lagi informasi penting namun luput dari perhatian publik, yaitu nyarisnya Israel menggunakan bom nuklir untuk menghentikan laju pasukan Syria dan Mesir.
Di Mesir peringatan itu didominasi bentrokan berdarah antara pendukung Ikhwanul Muslimin dengan aparat keamanan dan massa anti-Ikwanul Muslimin yang menewaskan lebih dari 50 orang, merupakan pengulangan aksi-aksi demonstrasi berujung pembantaian oleh aparat keamanan yang dilakukan massa Ikwanul Muslimin sejak bulan Juli lalu. Di Syria peringatan dilakukan dalam berbagai bentuk seperti pameran seni, pertunjukan-pertunjukan, pemutaran film, konser, pawai hingga upacara bendera yang diadakan di puncak pegunungan Qasioun di dekat Damaskus yang dihadiri para pejabat tinggi Syria.
Bagi bangsa-bangsa Arab, perang tersebut membuktikan bahwa mereka sanggup mengalahkan Israel yang sebelumnya dianggap sebagai kekuatan yang tidak bisa dikalahkan. Sebaliknya bagi bangsa Israel, perang tersebut meruntuhkan kesombongan mereka sebagai kekuatan militer yang tidak terkalahkan oleh tetangga-tetangga sekaligus musuhnya orang-orang Arab.
Secara umum perang tersebut digambarkan sebagai upaya bersama Mesir dan Syria untuk merebut kembali wilayah mereka yang diduduki Israel sejak Perang 6 Hari tahun 1967. Mesir dan Syria awalnya berhasil mencapai tujuan mereka dengan mengusir Israel dari wilayah yang diduduki, yaitu Sinai (Mesir) dan Golan (Syria), namun akhirnya Israel berhasil menduduki kembali wilayah-wilayah tersebut. Namun ada banyak hal yang tidak ditulis dalam buku-buku sejarah dan dibahas oleh media-media massa umumnya, yaitu pengkhianatan pemimpin Mesir Anwar Sadat terhadap Syria (selengkapnya silakan lihat di sini http://cahyono-adi.blogspot.com/2012/09/sadat-khianati-syria-dalam-perang-yom.html), serta bantuan tanpa batas Amerika terhadap Israel, termasuk mengirim pesawat-pesawat tempur beserta pilotnya yang disamarkan hingga bantuan informasi inteligen dengan menggunakan peralatan paling canggih saat itu seperti pesawat pengintai SR-71 Blackbird. Dan satu lagi informasi penting namun luput dari perhatian publik, yaitu nyarisnya Israel menggunakan bom nuklir untuk menghentikan laju pasukan Syria dan Mesir.
Monday, 7 October 2013
RITUAL DARAH YAHUDI, INI ISU TERBARU
Mengapa para mujahilin Syria begitu tega memperlakukan manusia-manusia tidak berdosa? Satu saat saya melihat mereka menancampkan salib ke mulut seorang gadis yang sebelumnya mereka perkosa bersamai-ramai. Saat lainnya saya melihat mereka menyembelih seorang gadis seperti ayam dan menampung darahnya di dalam ember. Itu belum termasuk seorang dari mereka yang dengan bangga membelah dada mayat korbannya, mengambil jantungnya dan memakannya mentah-mentah, atau video penyembelihan hidup-hidup tawanan mereka.
Saya telah mencoba mencari alasan mereka melakukan tindakan-tindakan keji itu. Namun jawaban yang paling tepat menurut saya adalah bahwa mereka adalah pengikut atau kaki tangan sekte yahudi penyembah setan. Dan darah di dalam ember yang mereka tampung dari korban mereka itu bakal menjadi bahan selai yang dioleskan dalam roti yang mereka santap pada hari-hari suci mereka.
Bagi yang sama sekali awam tentang ritual darah orang-orang yahudi, silakan lihat disini: http://cahyono-adi.blogspot.com/2009/03/pembunuhan-ritual-yahudi-1.html
di sini: http://cahyono-adi.blogspot.com/2009/03/pembunuhan-ritual-yahudi-2.html
dan di sini: http://cahyono-adi.blogspot.com/2009/03/pembunuhan-ritual-yahudi-3.html
Baru-baru ini Gilad Atzmon, musisi dan penulis serta aktifis hak-hak rakyat Palestina asal Inggris menulis artikel menarik terkait ritual darah yahudi. Hanya ini merupakan versi "moderat" dari kebiasaan ritual darah orang-orang yahudi, yaitu metzitzah b’peh, atau kebiasaan menghisap darah bayi yang disunat. Tulisannya berdasarkan laporan media Israel Haaretz tentang rancangan perda baru Kota New York yang akan memberi kewenangan dinas kesehatan setempat untuk mengawasi urusan hisap-menghisap darah oleh orang-orang yahudi di kota itu.
Dinas kesehatan New York menaruh perhatian pada banyaknya kasus kematian bayi yang diyakini terkait dengan kebiasaan metzitzah b’peh itu. Namun sayangnya tidak banyak yang mengetahui kebiasaan itu.
Dalam buku "Medicine and The German Jews", John M. Ephron menuliskan:
Saya telah mencoba mencari alasan mereka melakukan tindakan-tindakan keji itu. Namun jawaban yang paling tepat menurut saya adalah bahwa mereka adalah pengikut atau kaki tangan sekte yahudi penyembah setan. Dan darah di dalam ember yang mereka tampung dari korban mereka itu bakal menjadi bahan selai yang dioleskan dalam roti yang mereka santap pada hari-hari suci mereka.
Bagi yang sama sekali awam tentang ritual darah orang-orang yahudi, silakan lihat disini: http://cahyono-adi.blogspot.com/2009/03/pembunuhan-ritual-yahudi-1.html
di sini: http://cahyono-adi.blogspot.com/2009/03/pembunuhan-ritual-yahudi-2.html
dan di sini: http://cahyono-adi.blogspot.com/2009/03/pembunuhan-ritual-yahudi-3.html
Baru-baru ini Gilad Atzmon, musisi dan penulis serta aktifis hak-hak rakyat Palestina asal Inggris menulis artikel menarik terkait ritual darah yahudi. Hanya ini merupakan versi "moderat" dari kebiasaan ritual darah orang-orang yahudi, yaitu metzitzah b’peh, atau kebiasaan menghisap darah bayi yang disunat. Tulisannya berdasarkan laporan media Israel Haaretz tentang rancangan perda baru Kota New York yang akan memberi kewenangan dinas kesehatan setempat untuk mengawasi urusan hisap-menghisap darah oleh orang-orang yahudi di kota itu.
Dinas kesehatan New York menaruh perhatian pada banyaknya kasus kematian bayi yang diyakini terkait dengan kebiasaan metzitzah b’peh itu. Namun sayangnya tidak banyak yang mengetahui kebiasaan itu.
Dalam buku "Medicine and The German Jews", John M. Ephron menuliskan:
Saturday, 5 October 2013
MENGAPA NEGARA-NEGARA BANGKRUT?
Sebelumnya saya mohon ma'af kepada para pengunjung setia blok ini yang melihat akhir-akhir ini produktifitas tulisan saya menurun tajam. Selama sebulan terakhir ini Kota Medan dan wilayah-wilayah lain di seluruh Sumatera Utara tengah mengalami krisis listrik yang sangat parah. Hari ini saja warga sekeliling rumah saya mengalami pamadaman aliran listrik selama lebih dari 6 jam non-stop. Parahnya lagi Telkom, BUMN prestisius yang bertanggungjawab atas layanan telekomunikasi seperti turut berkonspirasi menghancurkan layanan publik dengan tidak menyediakan genset untuk mendukung operasionalnya. Maka ketika alisran listrik mati, jaringan internet pun lumpuh. Akibatnya masyarakat pun semakin sulit untuk bisa mengakses internet, khususnya yang selama ini mengandalkan produk "Speedy" milik Telkom.
Gubernur Sumut yang sudah tidak tahan dengan tingkah PLN, terutama dengan kebohongan-kebohongan publik yang terlalu sering diumbar para pejabat PLN, telah melaporkan masalah ini kepada Presiden SBY. Namun seperti sudah saya duga, hal ini tidak merubah apapun karena SBY juga bagian dari masalah ini, bahkan mungkin yang paling besar. Alih-alih menanggapi serius permasalahan krisis listrik di Indonesia dan khususnya di Sumut, hari ini saya mendengar pernyataan aneh SBY yang meminta pimpinan TNI untuk memikirkan kesejahterakan personilnya. Bukankah yang harus memikirkan kesejahteraan aparat TNI adalah pemerintah? TNI adalah institusi profesional yang personilnya tidak boleh dibebani dengan "urusan perut" karena bisa sangat berbahaya. Apakah para jendral itu harus "ngobyek" untuk menambah uang saku anak buahnya?
Sejak SBY berpidato menyambut kemenangannya dalam pemilu tahun 2009 lalu, saya sudah meramalkan, Indonesia akan mengalami hal-hal yang sangat buruk. Dan krisis listrik di Sumut dan beberapa kejanggalan lainnya seperti melonjaknya harga barang-barang kebutuhan pokok, baru "pemanasan" saja. Saya sudah bisa membayangkan yang lebih buruk: pemadaman listrik total di ibukota, mesin-mesin ATM yang mogok massal, dan pengenaan pajak progressif pada tabungan masyarakat yang tidak berbeda dengan perampokan dana-dana masyarakat secara besar-besaran oleh negara (sudah terjadi di Yunani).
Gubernur Sumut yang sudah tidak tahan dengan tingkah PLN, terutama dengan kebohongan-kebohongan publik yang terlalu sering diumbar para pejabat PLN, telah melaporkan masalah ini kepada Presiden SBY. Namun seperti sudah saya duga, hal ini tidak merubah apapun karena SBY juga bagian dari masalah ini, bahkan mungkin yang paling besar. Alih-alih menanggapi serius permasalahan krisis listrik di Indonesia dan khususnya di Sumut, hari ini saya mendengar pernyataan aneh SBY yang meminta pimpinan TNI untuk memikirkan kesejahterakan personilnya. Bukankah yang harus memikirkan kesejahteraan aparat TNI adalah pemerintah? TNI adalah institusi profesional yang personilnya tidak boleh dibebani dengan "urusan perut" karena bisa sangat berbahaya. Apakah para jendral itu harus "ngobyek" untuk menambah uang saku anak buahnya?
Sejak SBY berpidato menyambut kemenangannya dalam pemilu tahun 2009 lalu, saya sudah meramalkan, Indonesia akan mengalami hal-hal yang sangat buruk. Dan krisis listrik di Sumut dan beberapa kejanggalan lainnya seperti melonjaknya harga barang-barang kebutuhan pokok, baru "pemanasan" saja. Saya sudah bisa membayangkan yang lebih buruk: pemadaman listrik total di ibukota, mesin-mesin ATM yang mogok massal, dan pengenaan pajak progressif pada tabungan masyarakat yang tidak berbeda dengan perampokan dana-dana masyarakat secara besar-besaran oleh negara (sudah terjadi di Yunani).
PENGUASA AMERIKA KETAKUTAN DGN REVOLUSI
Dengan semakin tingginya tingkat kesadaran informasi publik Amerika yang mengungkap kebobrokan sistem pemerintahan Amerika, para elit penguasa negeri itu kini ketakutan bahwa sebuah revolusi rakyat akan muncul, sebagaimana di Tunisia dan Mesir.
Hal itu ditunjukkan, salah satunya, dengan munculnya sebuah memo yang dikeluarkan Departemen Kehakiman kepada polisi-polisi di daerah (Departemen Kehakiman membawahi kepolisian federal dan aparat penegak hukum lainnya) yang salah satu isinya menganggap siapapun para "pencari kebenaran" terutama mereka yang mempertanyakan kebenaran "Serangan WTC 9-11" versi pemerintah, sebagai "calon teroris".
Dalam memo tersebut disebutkan beberapa kelompok "pencari kebenaran" yang dianggap sebagai "calon teroris", di antaranya kelompok “libertarian philosophies,” “Second Amendment-oriented views,” “self-sufficiency” “fears of Big Brother or big government” dan “Declarations of Constitutional rights and civil liberties.”
Hal ini sejalan dengan semakin tingginya kesadaran rakyat Amerika terhadap berbagai konspirasi jahat yang selama ini melingkupi kehidupan mereka. Sebuah jajak pendapat nasional baru-baru ini mengungkapkan bahwa lebih dari separoh rakyat Amerika meragukan atau menolak sama sekali keterangan pemerintah tentang "Serangan WTC 9-11".
Memo berjudul “Potential Indicators of Terrorist Activities Related to Sleepers” menyebutkan kelompok-kelompok yang patut dicurigai sebagai calon teroris, termasuk orang-orang yang percaya pada "teori konspirasi", di antaranya mereka yang percaya bahwa "Serangan WTC" adalah operasi inteligen CIA untuk melegitimasi serangan terhadap negara lain.
Perlu ditekankan di sini bahwa sebelum tahun 1998 sebagian masyarakat percaya bahwa pada tahun 1962 Amerika sengaja melakukan operasi inteligen "Insiden Teluk Babi" untuk memberi alasan serangan militer terhadap Kuba. "Teori konspirasi" itu ternyata terbukti benar setelah pada tahun 1998 Departemen Pertahanan Amerika membuka arsip lama yang membuktikan bahwa pada tahun 1962 Kepala Staff Gabungan Jendral Lyman Lemnitzer menyetujui operasi inteligen bernama "Operation Northwoods". Dalam operasi itu melibatkan aksi terorisme dengan sasaran warga Amerika sendiri. Namun operasi itu digagalkan oleh Presiden Kennedy dan perang melawan Kuba dan Uni Sovyet pun berhasil dihindari, namun Jendral Lemnitzer hanya mendapatkan sanksi pemecatan daripada hukuman mati sebagai pengkhianat negara.
Hal itu ditunjukkan, salah satunya, dengan munculnya sebuah memo yang dikeluarkan Departemen Kehakiman kepada polisi-polisi di daerah (Departemen Kehakiman membawahi kepolisian federal dan aparat penegak hukum lainnya) yang salah satu isinya menganggap siapapun para "pencari kebenaran" terutama mereka yang mempertanyakan kebenaran "Serangan WTC 9-11" versi pemerintah, sebagai "calon teroris".
Dalam memo tersebut disebutkan beberapa kelompok "pencari kebenaran" yang dianggap sebagai "calon teroris", di antaranya kelompok “libertarian philosophies,” “Second Amendment-oriented views,” “self-sufficiency” “fears of Big Brother or big government” dan “Declarations of Constitutional rights and civil liberties.”
Hal ini sejalan dengan semakin tingginya kesadaran rakyat Amerika terhadap berbagai konspirasi jahat yang selama ini melingkupi kehidupan mereka. Sebuah jajak pendapat nasional baru-baru ini mengungkapkan bahwa lebih dari separoh rakyat Amerika meragukan atau menolak sama sekali keterangan pemerintah tentang "Serangan WTC 9-11".
Memo berjudul “Potential Indicators of Terrorist Activities Related to Sleepers” menyebutkan kelompok-kelompok yang patut dicurigai sebagai calon teroris, termasuk orang-orang yang percaya pada "teori konspirasi", di antaranya mereka yang percaya bahwa "Serangan WTC" adalah operasi inteligen CIA untuk melegitimasi serangan terhadap negara lain.
Perlu ditekankan di sini bahwa sebelum tahun 1998 sebagian masyarakat percaya bahwa pada tahun 1962 Amerika sengaja melakukan operasi inteligen "Insiden Teluk Babi" untuk memberi alasan serangan militer terhadap Kuba. "Teori konspirasi" itu ternyata terbukti benar setelah pada tahun 1998 Departemen Pertahanan Amerika membuka arsip lama yang membuktikan bahwa pada tahun 1962 Kepala Staff Gabungan Jendral Lyman Lemnitzer menyetujui operasi inteligen bernama "Operation Northwoods". Dalam operasi itu melibatkan aksi terorisme dengan sasaran warga Amerika sendiri. Namun operasi itu digagalkan oleh Presiden Kennedy dan perang melawan Kuba dan Uni Sovyet pun berhasil dihindari, namun Jendral Lemnitzer hanya mendapatkan sanksi pemecatan daripada hukuman mati sebagai pengkhianat negara.
Subscribe to:
Posts (Atom)









