Saturday, 27 August 2016

Presiden Harus Orang Indonesia Asli

Indonesian Free Press -- Khawatir warga keturunan jadi presiden RI, Ketua Dewan Sabang-Merauke Circle Syahganda Nainggolan meminta bunyi pasal 6 ayat (1) UUD 1945 sebelum diamandemen dibalikan kembali.

Pasal 6 ayat (1) merupakan aturan mengenai syarat bagi seseorang yang ingin mencalonkan menjadi presiden RI.

Sebelum diamandemen pasal tersebut berbunyi, Presiden ialah orang Indonesia asli. Setelah terjadi amandemen kata 'orang Indonesia asli' diganti menjadi Calon Presiden dan calon Wakil Presiden harus seorang warga negara Indonesia sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain karena kehendaknya sendiri, tidak pernah mengkhianati negara, serta mampu secara rohani dan jasmani untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

Media Iran dan Rusia Sebut Suriah Tembak Jatuh Jet Israel

Indonesian Free Press -- Media Iran FARS News dan media Rusia Sputnik News melaporkan penembakan jatuh pesawat tempur Israel oleh militer Suriah.

FARS News melaporkan, Sabtu (20 Agustus), insiden penembakan itu terjadi hari Jumat (19 Agustus) di Al-Quneitra, Suriah selatan. Pesawat Israel itu ditembak saat tengah melakukan aksi militer di wilayah udara Suriah dengan menyerang pangkalan militer Suriah di Khan Al-Shei, Provinsi Damaskus dan di Al-Quneitra. Sebelumnya pada hari yang sama Israel juga menyerang Dataran Golan.

Pangkalan militer Suriah yang diserang Israel itu tengah dalam pengepungan pemberontak dari kelompok Ajnad al-Sham dan Jeish al-Islam.

Friday, 26 August 2016

Iran Kembali Usir Kapal Perang Amerika

Indonesian Free Press -- Kapal-kapal patroli cepat Iran mengusir sebuah kapal destroyer Amerika setelah melalui aksi pengejaran berkecepatan tinggi. Demikian media-media internasional melaporkan minggu ini.

USNI News melaporkan, Rabu (24 Agustus) kapal destroyer peluru-kendali USS Nitze (DDG-94) diikuti dan 'diganggu' oleh empat kapal patroli cepat Iran di Teluk Parsi pada hari Selasa (23 Agustus).

"Destroyer itu tengah berada di perairan Selat Hormuz ketika empat kapal patroli berkecepatan tinggi Pengawal Revolusi Iran mendekati kapal tanpa memberikan respon atas peringatan yang diberikan oleh USS Nitze," tulis USNI News dalam laporannya.
 .
Menurut laporan itu, keempat kapal patroli Iran itu melakukan aksi yang 'tidak profesional' dan 'berbahaya', dengan senjata mengarah ke kapal Amerika.

Rusia Perluas Pangkalan Udara Khmeimim di Suriah

Indonesian Free Press -- Rusia dikabarkan akan memperluas pangkalan udaranya di Khmeimim, Latakia, Suriah, sehingga mampu menampung pesawat-pesawat besar hingga senjata nuklir. Demikian kantor berita Iran, FARS News melaporkan, Minggu (20 Agustus), mengutip laporan sejumlah media Rusia.

Media Rusia Izvestia seperti dilaporkan FARS News, menyebutkan bahwa pangkalan udara Khmeimim, akan ditingkatkan 'secara substansial' sehingga memungkinkan dilakukan penggelaran pesawat-pesawat besar dalam waktu dekat mendatang. Sementara media Rusia lainnya, RIA Novosti, melaporkan bahwa Rusia tidak akan menempatkan senjata nuklir secara permanen di pangkalan itu.

Untuk keamanan, pangkalan udara ini akan dikelilingi dengan sistem pertahanan yang tangguh demi menangkal serangan para teroris. Sistem pengendali lalu-lintas udara canggih juga akan ditempatkan  di pangkalan ini, selain fasilitas untuk ribuan personil militer yang bakal ditempatkan di sini.

Skandal Menjijikkan Putri Qatar

Indonesian Free Press -- Saya pertama kali mendengar kabar ini pada tanggal 21 Agustus di situs Veterans Today, namun saya belum memutuskan untuk menuliskan skandal ini di blog ini karena tidak menemukan sumber pertamanya, yaitu situs media Financial Times, yang telah menghapus berita ini.

Namun, setelah bertemu seorang teman lama, seorang perwira menengah-atas (Kolonel) TNI yang dekat dengan kalangan inteligen yang meyakinkan saya bahwa kabar ini valid, maka saya putuskan untuk menulisnya di blog ini.

"Motifnya adalah sakit hati seorang intel Inggris," kata teman saya itu, menyebutkan bahwa kegiatan pesta seks oleh Putri Qatar ini telah berlangsung lama. Selama ini kegiatan ini diatur oleh seorang intel Inggris dengan imbalan menggiurkan. Namun kemudian Putri Qatar tersebut memberikan kepercayaan kepada intel Inggris yang lain. Karena sakit hati, intel pertama kemudian membocorkan kegiatan ini kepada wartawan 'Financial Times', dan beritanya menjadi viral di media-media online, meski kemudian Financial Times' menghapusnya, diduga karena tekanan pemerintah Qatar dan Inggris.

Thursday, 25 August 2016

Ayo Menyumbang untuk Blog Ini

Seruan kami kepada para pengunjung setia blog ini untuk memberikan donasinya tempo hari, ternyata kurang mendapatkan respon yang semestinya. Oleh karena itulah kami ingin mengulangi lagi seruan itu.

'To the point' saja, menulis berita dan apalagi opini, membutuhkan keahlian yang tidak dimiliki orang kebanyakan. Seorang wartawan tidak saja membutuhkan keahlian menulis, namun juga 'kecerdasan' untuk mengolah informasi-informasi menjadi berita yang menarik. Bila beritanya tentang peristiwa luar negeri, ia juga membutuhkan kemampuan untuk memahami bahasa asing.

Di sisi lain, seorang penulis opini membutuhkan keahlian yang lebih tinggi lagi, karena ia juga harus mampu menganalisa berita-berita, peristiwa-peristiwa, fenomena-fenomena sosial-politik-ekonomi, kemudian memberikan kesimpulan atas semua hal itu. Itulah sebabnya media-media massa bersedia membayar mahal untuk mendapatkan tulisan opini yang berkualitas. Bahkan di masyarakat Indonesia, menulis opini di mesia massa menjadi sebuah tolak ukur kecerdasan seseorang. Dan alhamdulillah, kami sebagai pemilik dan pengelola blog, termasuk orang-orang yang pernah diberi kesempatan menulis opini di berbagai media, termasuk media-media nasional.

Tulisan-tulisan di blog ini sebagian besar adalah berita dan opini yang tentunya, dalam tingkat tertentu, memiliki nilai tersediri. Apalagi karena sebagian berita dan opini tersebut berbeda dengan apa yang diberikan oleh media-media mapan, yang hanya membela kepentingan 'penguasa kemapanan'.

Sehubungan dengan kondisi yang tengah kami hadapi dan karena tidak adanya dukungan finansial dari siapapun kepada blog ini, kami menghimbau kepada para pengunjung setia blog ini, untuk menunjukkan dukungan dan apresiasinya kepada blog ini dengan memberikan donasi sesuai kemampuan ke rekening berikut:

Rek. No. 106-00-0430519-2, Bank Mandiri, A/N Cahyono Adi.

Demikian seruan ini kami sampaikan, semoga difahami dan dimaklumi. ***

Wednesday, 24 August 2016

Turki Menginvasi Suriah, Rusia Intensifkan Operasi Militer

Indonesian Free Press -- Hari Rabu kemarin (24 Agustus) militer Turki yang diikuti oleh sekitar 1.500 personil kelompok Free Syrian Army (FSA) menyerbu wilayah Jarablus, Suriah timur laut. Operasi ini didukung oleh pesawat-pesawat udara koalisi pimpinan Amerika.

Sejak Rabu pagi artileri Turki menembaki posisi-posisi kelompok ISIS di wilayah itu. Kemudian pasukan khusus Turki yang didukung kavaleri dan infantri bergerak maju sekitar pukul empat sore.

Para pejabat Turki, sebagaimana dilaporkan Veterans Today, mengatakan bahwa operasi ini hanyalah awal dari operasi besar-besaran untuk merebut Jarablus dari kelompok ISIS. Mereka menyebut operasi ini untuk 'membersihkan perbatasan Turki dari keberadaan teroris, menjaga keamanan dan mendukung integritas wilayah Suriah'.

Monday, 22 August 2016

Skenario Cadangan untuk Archandra Tahar

Indonesian Free Press -- James Jesus Angleton, mantan kepala kontra-inteligen CIA selama 30 tahun mengatakan bahwa inteligen biasa membuat 'cerita di dalam cerita' dimana setiap cerita dilengkapi dengan bukti bukti dan konstruksi cerita yang nampak logis, demi menyembunyikan suatu kebenaran. Hal ini bisa berguna untuk beberapa keperluan, seperti mendiskreditkan seseorang atau lembaga yang dianggap menjadi penghalang. Atau untuk menjadi pengalih perhatian dari masalah yang sebenarnya. ("Is the Saudi 9/11 Story Part Of The Deception?"; Paul Craig Roberts.org; 22 Juli 2016)

Mengambil pelajaran dari hal itu, maka bisa disimpulkan pula bahwa dalam setiap operasi inteligen selalu disertakan rencana cadangan untuk mengantisipasi kegagalan operasi sebenarnya. Dalam setiap rencana cadangan ini, seperti dikatakan Jesus Angleton, selalu dilengkapi bukti bukti dan konstruksi cerita yang nampak logis, yang fungsinya sbb adalah mengurangi dampak kerugian akibat gagalnya operasi inteligen, dan bila memungkinkan menciptakan kondisi baru yang memungkinkan diulangi kembali rencana operasi inteligen.

JANGAN ASAL NJEPLAK...

Indonesian Free Pess -- Saya selalu menyukai status-status Bambang Tri di Facebook. Menurut saya sebagian besar tulisan-tulisannya itu sangat informatif. Saya tidak peduli dengan kontroversi yang melingkupi dirinya yang membuatnya banyak dimusuhi orang, mulai dri para jokower hingga pendukung Prabowo seperti Jonru.

Bagi saya, apa yang telah diberikan oleh Bambang Tri jauh lebih bernilai dibandingkan kontroversi yang melingkupinya. Bravo Bambang Tri. Semoga Tuhan memberkati.

Berikut ini adalah salah satu status Bambang Tri di Facebook.

---------------------------------

NGGAK USAH NGOMONG PAK HARTO ANTEK AMERIKA....

BUNG KARNO JUGA IYA....LEWAT RED DRIVE PROPOSAL TAHUN 1946......
TANPA BANTUAN AMERIKA.......KOMISI TIGA NEGARA NGGAK BAKAL BELA INDONESIA....AMERIKA, BELGIA, AUSTRALIA...

Presiden Filipina Ancam Keluar dari PBB, Kecam Amerika

Indonesian Free Press -- Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengeluarkan kecaman pedas kepada Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Amerika dan mengancam akan membawa negaranya keluar dari keanggotaan PBB. Hal ini terkait dengan kecaman PBB kepada pemerintah Filipina yang telah menghukum mati banyak pengedar obat-obatan terlarang.

"Saya tidak ingin mempermalukan Anda (PBB), namun mungkin kami harus memutuskan untuk memisahkan diri dari PBB," kata Rodrigo Duterte kepada pers, Minggu (21 Agustus).

"Mengapa kami harus mendengar kebodohan ini?" tambahnya berkaitan dengan kecaman PBB kepada Filipina.

"Saya tidak menyinggung mereka. Merekalah yang telah turut campur urusan kami. Anda tidak bisa berjalan begitu saja setelah ngomong jorok kepada sebuah negara," tambahnya.