Saturday, 9 September 2017

Kajian Geopolitik Ringkas Konflik Myanmar

Oleh: Dr. Mahmud Syaltout.

Indonesian Free Press --

Pengantar: Seperti telah sering ditulis di blog ini, para penyembah dajjal (anti-Christ) adalah orang-orang yang membenci segala bentuk penyembahan kepada Tuhan berupa agama-agama samawi (Islam, Kristen dan Yahudi lurus pengikut ajaran murni Ibrahim).

Komunisme merupakan bentuk turunan dari ajaran dajjal karena mereka pun memusuhi dan berusaha menghancurkan agama-agama di seluruh dunia. Motif yang sama tampaknya juga tengah terjadi di Myanmar, ketika regim quasi-militer Aung San Suu Kyi berusaha menyingkirkan orang-orang Muslim Rohingya di Provinsi Rakhine/Arakan.


Friday, 8 September 2017

NEGERI DAGELAN

Oleh: Nasrudin Joha


1|. Ada-ada saja, beberapa kisah ini bukan fiksi asumtif, bukan kisah gosip ibu-ibu dikerumunan tukang sayur, bukan dagelan ki Manteb Sudarsono, bukan Celoteh Cak Lontong, bukan Parodi Komeng, *tetapi ini kisah nyata, empiris, ada dan berlaku di negeri ini;*
2|. Ada ulama, dibela ratusan pengacara, di kabulkan eksepsinya, menjelang kebebasan, langsung ditangkap aparat penegak hukum dengan kasus lainnya;
3|. Mungkin, seribu pengacara disiapkan membela, seribu sprindik baru disiapkan, tidak bisa dipenjara lewat putusan, terus ditahan dan dikekang melalui penahanan;
4|. Kalo sudah Target, Klo sudah Misi, kalo sudah *"pokoknya"*, menginjak semut pun jadi peristiwa pidana. Laporan semut pun bisa di proses.

Thursday, 7 September 2017

Serangan Rudal Rusia Buka Pintu Pembebasan Deir ez-Zor

Indonesian Free Press -- Pasukan Suriah dan sekutu-sekutunya akhirnya berhasil memecah kepungan pemberontak atas kota Deir ez-Zor dengan bantuan serangan rudal jelajah Rusia.

Seperti laporan Veterans Today, 5 September, kapal perang Rusia yang berada di Laut Mediterania (Laut Tengah) menembakkan sejumlah rudal jelajah Kalibr ke posisi pemberontaka di Deir ez-Zor. Kapal frigat ‘Admiral Essen’ dari Armada Laut Hitam menembakkan rudal-rudal itu pada hari Selasa pagi (5 September). Serangan ini menghancurkan pusat komunikasi, gudang-gudang senjata dan bengkel senjata milik kelompok ISIS yang berasal dari wilayah bekas Uni Sovyet.

"Serangan rudal ini mendukung gerak maju pasukan Suriah dan menggagalkan kelompok ISIL untuk memperkuat diri di dekat kota Deir ez-Zor,” demikian pernyataan Kemenhan Rusia.

Wednesday, 6 September 2017

Korut Klaim Sukses Buat Senjata Nuklir Hidrogen

Indonesian Free Press -- Korea Utara (Korut) mengklaim telah berhasil melakukan ujicoba senjata nuklir hidrogen modern yang bisa ditanamkan di dalam rudal ballistik jarak jauh (ICBM).

Seperti dilaporkan kantor berita Korut KCNA, 3 September lalu, Institut Persenjataan Nuklir Korut (Nuclear Weapons Institute) telah berhasil menciptakan 'senjata nuklir canggih'. Hal ini sekaligus mengkonfirmasi teka-teki penyebab terjadinya gempa bumi yang dilaporkan dirasakan hingga di Cina pada hari Minggu (3 September). Gempa tersebut berkekuatan 6,3 SR dan diduga kuat akibat ujicoba senjata itu.

Monday, 4 September 2017

FREEPORT DAN FIKSI KEMENANGAN PEMERINTAH INDONESIA


Oleh Tarli Nugroho

Indonesian Free Press -- Pengantar blogger: Saya sudah banyak terlibat dalam perdebatan tentang divestasi saham Freeport yang diklaim regim jokowi sebagai kemenangan. Termasuk di FP Menkeu Sri Mulyani dan group universitas terkemuka. Kesimpulan saya tidak ada yang bisa membantah, termasuk Bu Madam Sri Mulyani sendiri:
Divestasi saham Freeport adalah kebodohan yang keterlaluan. 

Empat tahun lagi kontrak Freeport habis dan semuanya menjadi milik INdonesia, termasuk asset-asset Freeport di Papua. Kok saham Freeport malah dibeli senilai puluhan triliunan rupiah. Ini sama saja membeli barang milik sendiri kepada orang lain dengan harga mahal. Bukankah ini kebodohan yang keterlaluan?

Betapa cepatnya orang itu kaya

Oleh: Nanik Sudaryati


Betapa cepatnya orang itu kaya dan punya simpanan banyak , termasuk istri?😀😀.
Saya ingat 4 atau 5 tahun lalu, saat saya masih aktif di media, saya minta anak buah saya yg pegang media politik utk mengorbitkan dia karena saya melihat dia termasuk politikus (waktu itu anggota DPR) vokal dan lurus.
Bahkan untuk membuktikan benarkah dia tidak rakus, wartawan saya minta ke rumahnya berkali -kali . Ternyata rumahnya memang sederhana dan istrinya juga satu. Naiknya waktu itu hanya sebuah mobi jeep kelas niaga, kelas di bawah 300 jutaan.


Erdogan Kecam Pembantaian Myanmar

Indonesian Free Press -- Berbeda dengan pemimpin INdonesia JOkowi yang dianggap lembek terkait kasus pembantaian etnis Rohingnya di Myanmar, meski kedua negara terikat dalam forum kerjasama ASEAN, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ditahui publik internasional sebagai pemimpin yang sangat vokal.

Berkaitan dengan kasus di Myanmar yang tengah menjadi perhatian publik dunia, Erdogan menyebut pemerintah Myanmar bertanggungjawab atas terjadinya genosida (pembantaian massal) terhadap etnis Rohingya. Ia juga mengatakan tekadnya untuk membawa masalah ini ke Sidang Umum PBB bulan ini.

"Telah terjadi genoside di sana (Myanmar)," kata Erdogan dalam khotbah Idhul Adha di Istambul, Jumat (1 September).