Tuesday, 5 April 2011

Penemuan Terbesar setelah "Gulungan-gulungan Laut Mati"


Sebuah penemuan mungkin memiliki makna atau harga yang tak ternilai. "Gulungan-gulungan Laut Mati" misalnya, dokumen yang ditemukan tahun 1947 di Yordania ini telah menjelaskan sejarah awal agama Kristen termasuk kehidupan Yesus Kristus yang sebagian besar darinya bertentangan dengan keyakinan lama umat Kristiani. "Gulungan-gulungan Laut Mati" juga berisi kitab-kitab kuno Perjanjian Lama. Kini penemuan yang sama telah terjadi lagi meski masih harus dikonfirmasi lebih lanjut tentang ke-otentikannya. Namun dokumen-dokumen tersebut juga menjadi sebuah misteri politik yang menarik setelah disebut-sebut dokumen tersebut telah dicuri oleh dinas inteligen Israel dan kini disembunyikan di negeri tersebut.

70 kitab tipis, sebagian terbalut kawat ketat dan tersegel kuat, membuat sebagian ahli berharap dokumen-dokumen itu akan senilai "Gulungan-gulungan Laut Mati". Sebagian lainnya bahkan berharap dokumen-dokumen itu adalah bagian dari kitab-kitab yang hilang yang disebutkan dalam Kitab Wahyu dalam Injil.

Dalam satu kitab yang halaman-halamannya tidak lebih besar dari kartu kredit terlukis gambar-gambar dan simbol-simbol serta kalimat-kalimat yang tampak seperti sabda Yesus Kristus, terutama terkait dengan peristiwa penyaliban dan kebangkitan kembali sang Kristus.

Sebenarnya kitab-kitab tersebut telah ditemukan 5 tahun lalu di satu sudut wilayah Yordania, tempat dimana diyakini umat Kristen awal telah melarikan diri setelah jatuhnya Jerussalem ke tangan Romawi dan disusul dengan penghancuran total atas kota tersebut tahun 70 masehi. Beberapa dokumen penting pada masa yang sama ditemukan tidak jauh dari tempat penemuan tersebut, termasuk "Gulungan-gulungan Laut Mati".

Penelitian metalurgi awal atas dokumen-dokumen tersebut mengindikasikan bahwa benda-benda itu berasal dari abad pertama masehi, atau periode yang sama dengan masa awal ke-Kristenan. Para ahli percaya karat yang menempel pada dokumen-dokumen tersebut tidak mungkin berasal dari buatan manusia.

Jika penelitian akhir nantinya menyatakan dokumen tersebut asli, maka dokumen tersebut akan menjadi salah satu dokumen paling kuno, lebih awal dari tulisan-tulisan Paulus yang termuat dalam Injil Perjanjian Baru. Hal itu tentu saja membuat para ahli sangat antusias terhadap keaslian dokumen tersebut, meski mereka pernah beberapa kali tertipu oleh dokumen-dokumen kuno yang ternyata palsu.

David Elkington, seorang ahli sejarah dan arkeolog Inggris yang pernah meneliti dokumen tersebut mengatakan penemuan tersebut akan menjadi "penemuan besar dalam sejarah Kristen".

"Membuat jantung berdegub keras jika kita berfikir bahwa dokumen-dokumen itu mungkin saja pernah dimiliki oleh orang-orang suci di masa-masa awal ke-kristenan," katanya.

Namun yang membuat dokumen itu lebih menarik adalah keberadaan dokumen-dokumen tersebut saat ini. Setelah ditemukan oleh seorang badui Yordania, dokumen tersebut selanjutnya dimiliki oleh seorang badui warga Israel yang kemudian menyelundupkannya ke negeri tersebut. Kini dokumen-dokumen tersebut berada di Israel.

Pemerintah Yordania kini tengah melakukan upaya diplomatik dan inteligen tingkat tinggi untuk mengembalikan dokumen tersebut ke Yordania.

Philip Davies, profesor emeritus dalam studi Injil di Sheffield University mengatakan, ada bukti-bukti sangat kuat bahwa dokumen tersebut otentik, berbentuk buku terbuat dari lempengan-lempengan logam tipis, dan besertanya terdapat peta kuno kota Jerussalem.

"Segera setelah melihat dokumen itu, saya terkejut melihat gambar-gambar ke-Kristenan yang sangat jelas. Ada gambar salib di bagian depan, dan di belakangnya gambar makam (Yesus), sebuah bangunan kecil yang terbuka, dan di belakang semuanya adalah dinding kota (Jerussalem)," kata Davies.

"Ada gambar-gambar dinding lainnya di beberapa halaman kitab-kitab itu dan itu semua hampir pasti adalah dinding kota Jerussalem. Adalah peristiwa penyaliban yang dilakukan di luar dinding kota Jerussalem," tambahnya.

Tim peneliti Inggris yang pernah memimpin penelitian dokumen-dokumen tersebut mengungkapkan kekhawatirannya bahwa keberadaan dokumen-dokumen tersebut di Israel menjadikan benda-benda tak ternilai harganya itu bakal raib karena dijual di pasar gelap, atau bahkan dihancurkan. Kekhawatiran tersebut sangat-sangat masuk akal berdasarkan fakta-fakta sosial dan sejarah bahwa orang-orang yahudi adalah orang yang paling kuat orientasi materialismenya.

Warga Israel yang kini memegang dokumen-dokumen tersebut menolak semua klaim tersebut di atas dengan mengatakan bahwa benda-benda tersebut telah berada di tengah keluarganya selama 100 tahun.

Dr Margaret Barker, mantan ketua Society for Old Testament Study mengatakan, "Kitab Wahyu menyebutkan adanya kitab suci yang hanya dibuka oleh Yesus. Beberapa teks menyebutkan adanya kitab-kitab tersegel yang diserahkan Yesus kepada murid-murid terdekatnya. Inilah konteks dari penemuan tersebut."

Professor Davies menambahkan bahwa gambar-gambar dalam dokumen tersebut menunjukkan permulaan munculnya agama Kristen-yahudi dan jika benar maka akan "memberikan pemahaman baru yang sangat signifikan atas masa-masa sejarah yang hanya sedikit dimengerti."

David Elkington, yang bersama satu tim ahli dari Inggris turut mengupayakan kitab-kitab kuno itu bisa dikembalikan ke Yordania menambahkan, "Adalah sangat penting bahwa dokumen-dokumen itu bisa ditemukan kembali secara utuh, untuk dua kebaikan sekaligus, yaitu bagi para pemiliknya dan juga bagi masyarakat dunia."



Ref:

"Could this be the biggest find since the Dead Sea Scrolls?; Fiona Macrea; Daily Mail ; 30 Maret 2011 dalam truthseeker.co.uk, 4 April 2011

Iran Siap Sambut Imam Mahdi


Memandang fenomena yang tengah terjadi di dunia saat ini terkait dengan ramalan kuno kedatangan Imam Mahdi dan hari kiamat, para pemimpin Iran telah membuat film dokumenter panjang yang baru-baru ini dipertunjukkan pada para komandan pasukan Pengawal Revolusi.

Menurut Reza Kahlili, mantan anggota Pengawal Revolusi yang kemudian berkhianat dan menjadi agen rahasia CIA, film tersebut tidak lama lagi bakal diputar di masjid-masjid dan pusat-pusat kegiatan keagamaan di seluruh Iran dan dunia.

Film tersebut memaparkan fenomena yang terjadi di dunia akhir-akhir ini dan kaitannya dengan kedatangan Imam Mahdi menjelang terjadinya hari kiamat sebagaimana telah diramalkan Nabi Muhammad, serta konsekuensi dan persiapan yang akan dilakukan Iran.

Hampir semua orang Islam percaya pada ramalan tersebut meski terdapat berbagai perbedaan penafsiran tentangnya, khususnya tentang siapa Imam Mahdi yang dimaksud dalam ramalan Nabi Muhammad. Orang-orang Shiah, sebagaimana mayoritas penduduk Iran, percaya bahwa Imam Mahdi adalah pimpinan agama (Imam) mereka yang ke 12, yang telah menghilang secara ghaib pada tahun 869. Menjelang hari kiamat ia akan turun kembali bersama Nabi Isa (Yesus) untuk menegakkan kebenaran dan membawa kesejahteraan bagi umat manusia sebelum kedatangan hari kiamat. Dalam menjalankan misinya tersebut Imam Mahdi dan Nabi Isa akan berperang dan mengalahkan bala tentara kejahatan yang dipimpin sosok jahat manusia setengah dewa yang disebut dajjal.

Dalam film tersebut ditekankan telah dekatnya kedatangan Imam Mahdi dan Iran beserta para pemimpinnya seperti Khamenei dan Ahmadinejad serta pemimpin Hizbollah Sayyed Nasrallah, akan memegang peran penting dalam peperangan akhir jaman yang dipimpin Imam Mahdi. Tanda-tanda kedatangan Imam Mahdi dilihat berdasarkan fenomena global yang tengah terjadi akhir-akhir ini, terutama Revolusi Arab dan Perang Irak.

Isu tentang Imam Mahdi mulai menggema di Iran setelah pada bulan Juli 2010 lalu seorang ulama Iran mengatakan bahwa pemimpin spiritual Iran, Imam Khamenei telah bertemu secara pribadi dan rahasia dengan Imam Mahdi yang memberitahunya bahwa kedatangannya "telah dekat", yaitu sebelum kepemimpinan Khamenei berakhir.

Khamenei sendiri telah berusia 71 tahun dan kesehatannya kurang begitu baik akhir-akhir ini.

Dalam film tersebut disebutkan bahwa invasi sekutu ke Irak adalah salah satu tanda yang signifikan bagi kedatangan Imam Mahdi, sebagaimana telah diramalkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib: "mereka (musuh-musuh Islam) akan menduduki Irak dan melalui pertumpahan darah akan menciptakan perpecahan antar suku" dan "pada saat itu bersiap-siaplah untuk menyambut Imam Mahdi."

Tumbangnya regim Mubarak juga dipandang sebagai salah satu tanda lainnya serta kematian raja Saudi, Abdullah yang kini telah berusia lanjut (86 th) dan sakit-sakitan. Menurut film tersebut kematian Abdullah akan mendorong runtuhnya negara Israel dan datangnya Imam Mahdi.

Adalah menakjubkan bahwa ramalan tersebut mirip dengan ramalan ajaran freemason (salah satu bentuk ajaran penyembahan berhala yahudi kuno), di mana seorang tokohnya, Jendral Albert Pike pada abad 19 lalu telah meramalkan bakal terjadinya perang dunia ketiga yang dipicu oleh pertentangan antara pendukung zionisme dengan kaum muslim. Dua perang dunia sebelumnya (PD I dan PD II) telah diramalkan dengan tepat oleh Pike. Menurut Jendral Pike, perang dunia ketiga merupakan perang akhir jaman dan menjadi manifestasi terakhir keberadaan Lucifer atau dewa kegelapan di dunia. Perang akhir jaman juga telah diramalkan oleh hampir semua agama-agama di dunia, termasuk tentu saja Kristen dan yahudi.

Dalam film tersebut juga ditampilkan satu ayat hadits yang menyebutkan bahwa kedatangan Imam Mahdi terjadi saat dunia dipenuhi dengan para pemimpin yang jahat dan memimpin dunia dengan kejahatan. Lalu tampillah gambar-gambar para pemimpin yang dimaksud: George Bush, Benjamin Netahyahu, Barack Obama: yang membuat kita harus percaya hal itu bukan omong kosong belaka.


Dari:
"Iran’s “End Times” Documentary and the “Last Messiah”"; Rixon Stewart; truthseeker.co.uk; 2 April 2011

Sunday, 3 April 2011

IRAN, NEGARA PALING PESAT KEMAJUANNYA


Negara mana yang paling pesat perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuannya? Mungkin hanya segelintir orang yang percaya kalau status itu disandang oleh Iran, khususnya di negara-negara barat dan negara-negara maju lainnya. Namun fakta membuktikan itu. Antara tahun 1996-2008 para ilmuan Iran berhasil meningkatkan penelitian ilmiah yang dipublikasikan dari hanya 736 makalah menjadi 13.238 makalah, atau naik 18x lipat.

Yang tidak kalah menakjubkan adalah bahwa meski hubungan politik antara Iran dan Amerika, negara yang dianggap menjadi mercusuar teknologi dunia, sangat buruk, hubungan ilmiah keduanya sangat baik. Karya ilmiah yang dihasilkan oleh kerjasama ilmuan kedua negara juga mengalami kenaikan pesat, dari 388 makalah menjadi 1831 makalah selama periode yang sama.

Data yang dipublikasikan oleh Royal Society baru-baru ini juga menunjukkan perkembangan pesat di negara-negara Timur Tengah, Cina, India, Brazil. Perkembangan pesat juga ditunjukkan oleh Turki, Tunisia, Singapura dan Qatar.

Secara absolut negara-negara maju seperti Amerika, Eropa dan Jepang masih mendominasi publikasi karya ilmiah, namun dengan perkembangan yang melemah dan mulai digerogoti oleh negara-negara industri baru. Karya ilmiah yang dihasilkan para ilmuah Amerika misalnya, masih menempati tempat tertinggi dengan prosentasi 21 persen pada tahun 2008. Namun angka itu mengalami penurunan dari 26 persen pada tahun 1996. Sebaliknya Cina mengalami kenaikan dari 4,4% menjadi 10,2% pada periode yang sama.

"Negara-negara maju bukannya menjadi mundur, namun saya mengatakan kita telah menyaksikan perkembangan pesat negara-negara lain dalam persaingan," kata Chris Llewellyn, ketua tim penelitian Royal Society.

Menandai perkembangan signifikan dari penelitian yang dilakukan perusahaan-perusahaan swasta untuk mengatasi permasalahan global, Llewellyn menyatakan bahwa penelitian yang diadakan secara kerjasama beberapa peneliti dari berbagai negara telah meningkat secara sifnifikan, dari sebelumnya hanya 25% menjadi 33%.

“Untuk memecahkana masalah global, kita membutuhkan data dari berbagai penjuru dunia, ini membantu dunia penelitian menjadi kesatuan geografis. Saya rasa kita mendapat keuntungan besar dari fenomena ini untuk memecahkan masalah global," tambahnya.


EKONOMI TIDAK KALAH


Sementara itu stasiun situs televisi swasta Iran, Press TV, pada tgl 14 Maret lalu mempublikasikan perkembangan ekspor non minyak Iran selama 10 bulan terakhir hingga Januari 2011 yang naik pesat sebesar 22,21% dari periode yang sama setahun sebelumnya. Kenaikan barang-barang ekspor tersebut sebagian besar ditujukan ke negara-negara Asia, terkait dengan embargo ekonomi yang dilakukan Amerika dan sekutu-sekutunya.

Secara nominal nilai ekspor non minyak tersebut mencapai $25,64 miliar. Lebih dari 84% dari ekspor tersebut ditujukan ke negara-negara Asia terutama China, Iraq, Uni Emirat Arab, India dan Afghanistan. Eropa menjadi tempat kedua tujuan eskpor Iran sebesar 12%.

Ekspor minyak Iran juga mengalami peningkatan pesat sebesar 35.53%, sementara ekspor gas alam meningkat 13% selama periode yang sama.

Peningkatan ekspor tersebut membuktikan bahwa sanksi ekonomi yang dikenakan Amerika dan negara-negara barat berdasar keputusan PBB terkait program nuklir Iran, tidak mempengaruhi kemajuan Iran. Sebaliknya sanksi tersebut justru memicu Iran untuk lebih maju.

Britney Spears dan "Perbudakan Pikiran" Dunia Bintang


Ada perbedaan nyata antara masyarakat barat dengan masyarakat timur dalam hal menghadapi sebuah masalah psikologis: masyarakat timur meminta pertolongan keluarga terdekatnya dan mendapatkan kasih sayang dan perlindungan, sedang masyarakat barat meminta pertolongan psikolog untuk mendapatkan tagihan mahal dan aibnya terbongkar.

Bagi seorang selebritis dan orang-orang kaya di barat, terbongkarnya aib bisa berupa berita-berita yang muncul di media massa setelah dibocorkan oleh sang psikolog demi mendapatkan tambahan uang. Bagi mereka ketergantungan pada psikolog berarti pula ketergantungan pada obat-obatan yang sengaja diberikan oleh sang psikolog, bukan untuk menyembuhkan tapi untuk membuat mereka tergantung hidupnya. Bahkan bagi Michael Jackson, Elvis Preslie, Curt Cobain, atau Marilyn Monroe, berarti menyerahkan nyawa mereka. Hal yang sama mungkin bakal menimpa Madonna, Christina Aguilera, atau Britnesy Spears.

Britney Spears adalah ikon dunia pop yang secara bersamaan telah merengkuh keglamoran sekaligus kepahitan dunia bintang selebritis. Ia telah meraih puncak dari segala kepopuleran dan juga kehinaan dunia tabloid. Tingkahnya yang "liar" menjadikannya bahan pembicaraan mengenai kestabilan mentalnya. Namun tidak banyak yang menyadari bahwa ia adalah sebuah produk dari industri hiburan yang dijalankan oleh kelompok rahasia penyembah berhala, sebut saja kelompok "Illuminati", dengan modus menciptakan idola-idola dan ilusi popularisme demi meraup keuntungan dan sekaligus kekuasaan.

Terlalu berbau "teori konspirasi"? Baiklah saya jelaskan sedikit sebelum masuk lebih dalam. Bagi orang Islam tentu mengerti bahwa manusia diciptakan membawa misi suci ke-Tuhan-an: menebarkan kebaikan dan mencegah kejahatan, atau dengan kata lain: beribadah kepada Tuhan. Namun para idol itu telah mengalihkan perhatian manusia dari misi suci yang diembannya. Tidak lain karena para idola itu adalah "produk setan" yang dibuat oleh para penyembah setan. Dan karena "produk setan", maka output yang dihasilkan adalah kehancuran, dimulai dengan para idol itu sendiri.

Pada kenyataannya video klips Britney Spears “Hold it Against Me” menggambarkan bagaimana manipulasi "perbudakan pikiran" yang dialami Britney Spears. Beberapa peristiwa yang dialami Spears juga memperkuat hal itu.

"Karier" Britney Spears mengikuti pola yang telah ditetapkan penguasa industri hiburan Amerika yang sekaligus penguasa dunia hiburan global. Dimulai dengan bermain di panggung Broadway pada umur 8 tahun dan bergabung dengan Mickey Mouse Club pada umur 12 tahun, ia muncul menjadi bintang pop dunia pada usia 17 tahun setelah tembang "Baby One More Time" yang dilagukannya meledak di pasaran pada tahun 1998.

Majalah musik terkenal Rolling Stone menuliskan tentang Spears sebagai "satu dari penyanyi perempuan yang paling sukses sekaligus paling kontroversial sepanjang abad 21" dan "pelopor munculnya generasi remaja populer pada era millenia baru".

Meski telah meluncurkan 7 album hits serta statusnya sebagai ikon baru dunia populer, kebanyakan orang akan lebih mengingatnya dengan kisah hidupnya yang kontroversial: tentang kisah cintanya, masa lalunya, keperawanannya, ketergantungannya dengan obat bius, ketidakstabilan mentalnya, hingga kehidupan rumah tangganya.

Meski sebagian orang menganggap Spears layak mendapat olok-olok karena "bakatnya yang rendah" dan "hanya beruntung", sebagian lainnya melihatnya dengan lebih kritis: seorang bintang yang mengalami tanda-tanda "perbudakan pikiran" sebagaimana dialami para bintang populer lainnya, dampak dari apa yang disebut dengan program cuci otak Monarch Programming. Video klip "Hold it Against Me" berisi gambaran fenomena "perbudakan pikiran" yang dialami Britney. Kehidupan pribadi Britney memperkuat fenomena tersebut.

Britney Spears tumbuh di daerah pedesaan yang agak terbelakang di Louisiana, di tengah keluarga yang bermasalah, menjadi pribadi yang ideal untuk menjadi "korban" industri hiburan Amerika. Pada umur 8 tahun Britney diajak ibunya mengikuti audisi untuk menjadi anggota The Mickey Mouse Club di Atlanta. Sutradara Matt Cassella menolak audisi Britney karena dianggap terlalu muda, namun ia mengarahkannya kepada pencari bakat Nancy Carson. Dari Nancy lah Britney memasuki "jaringan dunia hiburan" Amerika, dimulai dengan pindah ke New York untuk belajar di Professional Performing Arts School. Tidak lama kemudian ia mendapatkan peran kecil di panggung drama musikal Broadway berjudul "Ruthless!" bersama bintang kecil lainnya, Natalie Portman.

Pada umur 13 tahun Britney akhirnya bergabung dalam Mickey Mouse Club dan masuk ke dalam program "perbudakan pikiran" sebagai syarat menjadi seorang bintang.


(Bersambung)

OBAMA SERET AMERIKA LEBIH DALAM KE JURANG


Mengusulkan defisit anggaran pemerintah hingga $1,6 triliun yang membawa ekonomi Amerika semakin dalam terperosok dalam hutang serta menyingkirkan konstitusi demi ego pribadi, Barack Obama membawa Amerika semakin dalam ke jurang kahancuran.

Obama telah memerintahkan berbagai serangan udara yang menewaskan ribuan rakyat sipil di Afghanistan, Pakistan, Yaman, Somalia. Dan kini, seperti sudah-sudah, dengan mengabaikan konstitusi yang mewajibkan kebijakan perang yang diambi Presiden harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari parlemen (Congress), Obama membom Libya.

Qadaffi mungkin telah membunuh ratusan rakyatnya sendiri dan karenya pantas mendapatkan hukuman gantung. Tapi Obama telah membunuh rakyat sipil jauh lebih banyak. Qadaffi setidaknya memiliki alasan untuk mempertahankan diri pada kerusuhan yang tengah melanda Libya saat ini. Namun Qadaffi tidak memiliki alasan yang cukup kuat. Setidaknya secara konstitusi Amerika, Obama tidak memiliki sama sekali untuk melakukan aksi militer di Libya, karena tidak adanya ketetapan Congress.

Kini Qadaffi duduk dalam kursi pesakitan, sementara Obama duduk di kursi kekuasaan sembari mendespripsikan dirinya sebagai "penyelamat rakyat Libya", sembari terus membunuhi rakyat sipil di berbagai negara. Pemerintahan Obama bahkan telah melakukan penyiksaan terhadap Bradley Manning, seorang prajurit yang karena kesadaran politiknya menolak melakukan aksi militer terhadap rakyat sipil. Di bawah Obama bangsa Amerika telah sampai pada titik dimana kesadaran moral seorang warganya dianggap sebagai "terorisme".

Obama dan pendahulunya, George "Dubya" W Bush dan Dick Cheney serta gerombolan neocons-zionis telah melakukan kejahatan kemanusiaan secara telanjang. Bahkan setelah terbukti tuduhan "senjata pemunah massal" yang digunakan untuk menjadi dalih penyerbuan Irak adalah palsu, serta kebohongan klaim Al Qaida dan Osama bin Laden sebagai pelaku serangan terorisme WTC 9-11 2001, Obama masih tetap meneruskan aksi perang illegal-nya di Afghanistan dan Irak. Bahkan perang tersebut semakin intensif dengan melebarnya operasi militer Amerika ke negara muslim berdaulat Pakistan.

Perang di Irak saja, menurut ekonom terkenal Joseph Stiglitz menelan biaya tidak kurang dari $3 triliun atau sekitar 30 x APBN Indonesia, dengan kerugian akibat kematian dan luka-luka yang tidak bisa dinilai. Obama juga secara "antagonistis vulgar" menalangi para pebisnis sektor keuangan yang korup setelah mereka merampok dana masyarakat, sementara membiarkan industri dan sektor riel Amerika hancur meninggalkan jutaan orang yang kehilangan pekerjaan. Dan kini, dengan nilai yang tidak pernah dibayangkan, Obama mengajukan rencana kebijakan defisit APBN sebesar $1,5 triliun yang dibiayai dengan menjual surat hutang dan pencetakan uang. Cepat atau lambat hal itu akan mengakibatkan hiperinflasi dan penurunan nilai mata uang dolar yang semakin menghancurkan ekonomi Amerika. Sebaliknya jika bank sentral menghentikan pencetakan uang, krisis finansial akan terulang dengan dampak jauh lebih hebat dari krisis tahun 2008.

Tidak pernah memikirkan ekonomi tengah dilanda kehancuran ekonomi? Datanglah ke pinggiran kota-kota besar Amerika. Dalam beberapa tahun terakhir jutaan orang yang tadinya berasal dari kalangan kelas menengah dengan mobil mercy dan BMW miliknya, kini menjadi tuna wisma dan gelandangan yang harus tinggal di tenda-tenda kumuh.

Adalah sesuatu yang "gila", pemerintah negara sekaya Amerika dengan pendapatan pajak yang mencapai triliunan dolar, harus bangkrut. Ini tidak lain karena mereka menganut kebijakan anggaran yang "gila": besar pasak daripada tiang. Padahal manusia dengan kecerdasan minimal sekalipun tahu, hal itu akan membawa kehancuran. Seorang ibu rumah tangga atau pengusaha kecil sekalipun tahu, jika pengeluaran mereka selalu lebih besar dari pengeluaran, maka mereka akan berakhir sebagai gelandangan.

Obama dengan kebijakan perangnya saat ini, tidak bisa tidak akan mengantarkan Amerika ke kahancuran. Stiglitz menganalisis bahwa biaya perang Irak jika dialihkan untuk untuk hal yang baik akan bisa menalangi para debitur kredit perumahan yang macet sehingga tidak harus kehilangan rumahnya dan memberikan layanan kesehatan untuk setiap anak-anak Amerika, serta mencegah terjadinya pengangguran.

Namun pemerintahan Obama, sebagaimana pendahulu dan mungkin penerusnya kelak, lebih memilih membunuhi warga muslim untuk keuntungan para pengusaha dan "penguasa belakang layar", sekaligus menghancurkan ekonomi dan membunuhi rakyat Amerika sendiri.

Dan perang di Libya telah membuat Obama membawa Amerika semakin jatuh ke dalam jurang. Setidaknya George "Dubya" W Bush tidak pernah secara terbuka mengakui telah melanggar konstitusi sebagaimana Obama. Obama dengan pongah mengatakan bahwa kesadaran moralnya untuk "menolong rakyat Libya" mengalahkan kewajiban mentaati konstitusi saat ia memerintahkan penyerangan atas Libya.

Richard Nixon, presiden "anti-semit" Amerika telah diimpeach karena ketahuan melakukan tindakan ilegal sepele berupa penyadapan. Namun Obama yang secara terang-terangan melanggar konstitusi masih bisa duduk tenang di kursi kekuasaan. Terima kasih pada jutaan orang-orang liberal idiot Amerika yang tetap mendukungnya, sebagaimana juga orang-orang idiot Indonesia yang mengelu-elukan kedatangannya tempo hari.


Ref:
"Obama Raises American Hypocrisy To A Higher Level"; Paul Craig Roberts; Global Research; 29 Maret 2011; dalam truthseeker.co.uk; 1 April 2011.

Wednesday, 30 March 2011

IBU DAN ANAK YANG MEMENANGKAN BANGSA ARAB


Hari ibu, yang di Amerika dirayakan dengan "launching" sebuah film populer tentang para ibu yang bercinta dengan teman lelaki anak-anaknya, di Tunisia memiliki makna yang jauh lebih mulia. Di negeri inilah dua orang ibu rumahtangga telah berhasil membimbing putra-putranya untuk menjadi pejuang kebenaran yang berhasil menumbangkan para penguasa jahat dan menyebarkan apa yang akan dicatat dalam sejarah nanti sebagai "Revolusi Bangsa-bangsa Arab".

Adalah Suhaila, seorang wanita sederhana, ibu rumah tangga dari sebuah keluarga seorang pejuang pergerakan Islam Nahda Movement yang ditahan pemerintahan presiden Ben Ali sejak tahun 1991 hingga 2008. Selama waktu itu Suhaila harus menghidupi tiga orang anaknya sendirian. Setiap hari bekerja sebagai guru di sebuah sekolah organisasi kewanitaan di kotanya, Sousa. Kemudian seminggu sekali ia berjalan sejauh 300 km untuk menjenguk suaminya di tahanan.

Tidak hanya perjuangan memenuhi kebutuhan jasmani, Suhaila juga harus membimbing anak-anaknya menjadi muslim yang ta'at sekaligus pribadi-pribadi yang tangguh.

"Saya mengajarkan anak-anak untuk tidak takut berkata tidak pada penguasa jahat. Penahanan suami saya memberikan kami momentum untuk meneruskan perjuangannya meski berbagai tekanan menghampiri kami," kata Suhaila kepada wartawan Almanar Lebanon, beberapa waktu lalu.

Kesabaran dan ketangguhan Suhaila pun terbalaskan. Anak-anaknya, Maath (25), Maryam (23) dan Sara (21) tumbuh menjadi pribadi-pribadi mulia yang menyayanginya dengan sepenuh hati.

“Untuk ibu terkasih”, tulisan di selembar kartu ucapan selamat pada hari-hari tertentu adalah salah satu bentuk kecintaan anak-anak Sulaila kepadanya, menjadi satu dari sedikit penghibur yang sangat berarti dalam menjalani kehidupannya yang berat.

Pesan yang disampaikan Suhaila kepada para ibu yang keluarganya menjadi korban kekejaman para tiran dan penguasa jahat, "Suatu hari Anda menjadi seorang ibu sekaligus ayah, maka teruskanlah perjuangan dan jangan menjadi lemah. Peran Anda tidak boleh berhenti bagi anak-anak dan suami, namun Anda harus terus membesarkan pejuang-pejuang kecil untuk menempuh jalan perjuangan dan Insya Allah kita akan menang."

Aksi-aksi demo yang berhasil menumbangkan regim Ben Ali dan kini dampaknya meluas ke seluruh penjuru Arab, tidak bisa tidak dipelopori dan dilakukan oleh para pemuda-pemudi pejuang sebagaimana putra-putri Suhaila.

Dan tentu saja adalah Mohammad El-Bouazizi, pemuda yang melakukan aksi bakar diri dan menjadi pemicu Revolusi Tunisia. Ia juga memiliki seorang ibu pejuang yang membesarkannya dan 4 saudaranya yang lain, sendirian, setelah sang ayah meninggal saat El-Bouazizi berumur 3 tahun.

"Jika ia pulang ke rumah di malam hari, ia belum akan tidur sebelum menemui saya. Dan jika saya telah tertidur, ia akan datang mendekat dan memberikan sebuah ciuman. Ia tidak pernah keluar rumah sebelum berpamitan dan meminta restu kepada saya," kata Manoubiyeh, ibu El-Bouazizi dalam wawancara di desa dekat Sidi Bouzeid.

Dan pada hari itu, Jumat 17 Desember 2010, Manoubiyeh akan mengenangnya sebagai hari yang paling menyedihkan hatinya namun juga hari yang membuatnya bangga. Hari itu adalah hari terakhir El-Bouazizi berpamitan kepadanya. Hari itu El-Bouazizi menyiram dirinya dengan bensin dan membakar diri setelah dirinya diusir dan dihina oleh para polisi saat hendak berjualan buah-buahan dan sayur-sayuran di depan kantor pemerintah setempat.

18 hari setelah peristiwa itu kematiannya memicu Revolusi Tunisia, menumbangkan regim diktator Mubarak di Mesir, dan kini menyebar ke seluruh Arab.


Ref:
"Mothers Make Glory of Nations"; almanar.com.lb; 27 Maret 2011

SEKOLAH AMAL MADONNA BANGKRUT


Impian Madonna, penyanyi top Amerika, untuk membangun sekolah amal untuk para wanita di wilayah terbelakang Malawi, Afrika, runtuh setelah jutaan dolar dana yang dikucurkannya untuk sekolah itu digelapkan para pengelolanya. Tidak kurang dari $3 juta dana pendirian sekolah itu lenyap tak berbekas digunakan para pengelola sekolah untuk berfoya-foya. Demikian laporan koran Inggris, Daily Mail, 26 Maret lalu mengutip keterangan perusahaan auditor yang dibayar untuk mengaudit keuangan sekolah tersebut.

Di antara dana yang digelapkan itu adalah sumbangan beberapa selebritis seperti Tom Cruise dan Gwenieth Paltrow. Madonna sendiri telah mengeluarkan dana tidak kurang dari $13 juta untuk sekolah itu. Akibat skandal itu Madonna terpaksa membatalkan proyek tersebut.

Beberapa tahun lalu Madona mendirikan yayasan "Raising Malawi" bersama pacar seorang mantan pelatih fisiknya, untuk melakukan berbagai kegiatan amal di Malawi, negeri miskin Afrika yang disukai Madonna. Yayasan ini sempat mengalami pergantian dewan pengurus dan digantikan oleh dewan caretaker yang beranggotakan di antaranya Madonna sendiri bersama managernya. Namun Madonna tidak terlibat dalam kasus penggelapan tersebut.

Menurut Daily Mail auditor yang dibayar Madonna menemukan berbagai bentuk penggelapan dana, terutama berbentuk "mark-up" dan pengeluaran fiktif seperti biaya arsitektur, gaji, pembelian mobil serta pembangunan fasilitas-fasilitas sekolah yang tidak pernah terwujud, hingga keanggotaan klub golf para eksekutif yayasan.

Sekolah yang dibangun dengan kapasitas untuk 400 murid itu sebenarnya diharapkan Madonna bisa menjadi kebanggaannya di antara beberapa bentuk kegiatan amal lain Madonna di Malawi.

Tahun lalu Madonna (52 th) mengadopsi seorang anak perempuan asal Malawi yang diberinya nama Mercy. Sebelumnya tahun 2008 ia juga telah mengadopsi anak laki-laki laki-laki dari Malawi bernama David.

"Saya merasa frustasi karena program pendidikan ini tidak berjalan sesuai rencana," kata Madonna sembari menyatakan menghentikan program tersebut. Namun ia tetap akan meneruskan kegiatan-kegiatan amal lainnya melalui yayasan yang didirikannya itu, di antaranya program penyediaan makanan dan kesehatan selain juga pendidikan lain. Saat ini terdapat sekitar 500.000 anak-anak Malawi yang kehilangan orang tua karena penyakit AIDS.

"Raising Malawi" didirikan Madonna dan pacarnya pada tahun 2006 bersama-sama dengan Kaballah Centre International yang berbasis di Los Angeles. Kaballah adalah sebuah sekte mistis yahudi yang telah diikuti Madonna sejak beberapa tahun, meninggalkan kayakinan lamanya yang didapat dari orang tuanya yang taat memeluk agama Katholik.

Pada tahun 2008 lalu Madonna menjadi tamu kehormatan dalam sebuah acara amal yang digelar oleh disainer Gucci di New York, yang juga dihadiri oleh aktor dan aktris Hollywood terkenal Tom Cruise dan Gwenieth Paltrow.

Keputusan untuk menghentikan proyek sekolah wanita tersebut di atas dikonfirmasikan oleh Michael Berg, salah seorang co-founder dari "Raising Malawi" sekaligus co-director dari Los Angeles Kabbalah Centre, dalam surat yang dikirimkannya kepada para donatur proyek.

Tanda-tanda ketidak beresan proyek sekolah wanita itu dimulai saat direktur eksekutif "Raising Malawi", Philippe van den Bossche, yang juga pacar dari mantan pelatih fisik Madonna, Tracy Anderson, mengundurkan diri dari jabatannya setelah dianggap tidak mampu mengelola yayasan.

Kemudian Madonna memanggil Trevor Neilson dari "Global Philanthropy Group", untuk menggantikannya. Namun Neilson menemukan banyak kejanggalan.

"Meski jutaan dolar telah dihabiskan, proyek ini tidak banyak meninggalkan bekas. Namun kami belum menghitung semua kerugian," katanya kepada koran New York Times beberapa waktu lalu.

Selain van den Bossche, penggelapan atau kesalahan managemen kemungkinan dilakukan juga oleh Anjimile Oponyo, yang tahun lalu dianggap sebagai kepala sekolah "Raising Malawi Academy for Girls".



Catatan:

Berdasarkan banyak kasus, manajemen dan agensi artis-artis dan selebiritis terkenal dipenuhi oleh orang-orang yahudi. Sebagaimana mereka semua, kemungkinan besar Madonna juga menjadi korban kelicikan orang-orang yahudi tersebut yang tidak pernah bisa menghilangkan kebiasaan curang mereka. Apalagi diketahui Madonna bergabung dalam gerakan kaballah, sebuah sekte penyembahan berhala kuno yahudi.

Monday, 28 March 2011

ANTARA CINA DAN AMERIKA


Presiden SBY pernah “membual” bahwa Indonesia akan menjadi negara maju pada tahun 2020, 6 tahun setelah ia menyelesaikan jabatannya tahun 2014. Tidak dijelaskannya bagaimana hal itu bisa terwujud, termasuk apa yang akan dilakukannya selama menjabat presiden untuk mewujudkan “bualan” itu. Yang pasti, saat ia “lengser”, ia akan mewariskan hutang luar negeri sekitar Rp 2000 triliun rupiah dan tidak ada program yang jelas bagaimana untuk melunasinya.

Beberapa waktu lalu SBY mencanangkan gerakan diversifikasi energi dengan mengembangkan biodiesel, namun program ini mangkrak begitu saja menimbulkan kerugian yang tidak terhitung termasuk para petani yang terlanjur menanam pohon jarak namun kini tidak ada yang membeli hasilnya.

Cukup dengan bualan SBY. Mari kita lihat apa yang tengah dilakukan pemerintah Cina dengan uang rakyat yang dibelanjakannya: membangun jaringan kereta api supercepat sepanjang 25.000 km, membangun jaringan bandara ultramodern di seluruh penjuru negeri, membangun industri bio-genetik terbesar di dunia, dan yang terakhir membangun industri mobil listrik terbesar di dunia dan menjadi negara pertama yang industri otomotifnya terbebas dari ketergantungan energi BBM sekaligus menciptakan efisiensi nasional yang luar biasa.

Dengan semua yang dilakukan itu, Cina tidak perlu diragukan lagi bakal menjadi negara paling maju di dunia dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi. Saat ini Cina kini telah menjadi negara dengan perekonomian terbesar kedua terbesar di dunia setelah Amerika. Namun dalam hal kekayaan, Cina adalah "negara paling kaya".

Banyak orang yang terjebak dengan konsep "kekayaan" sebuah negara. Sebagian besar orang menganggap gross national product (GNP, jumlah barang dan jasa yang dihasilkan sebuah negara dalam 1 tahun), sebagai standar kekayaan atau kemakmuran sebuah negara. Padahal itu semua sama sekali tidak mencerminkan kemampuan negara dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi dan menjadi sesuatu yang tidak berarti jika GNP yang besar tersebut tidak bisa memberikan kemakmuran pada rakyat.

Jika sebuah negara dengan GNP terbesar di dunia menghasilkan X barang dan jasa setahun, namun menghabiskan x+1 barang dan jasa per-tahun, maka GNP besar tersebut tidak ada artinya, bahkan masih kurang. Namun sebuah negara dengan GNP hanya 0,5 X dan pengeluarannya hanya 0,4 X masih mempunyai tabungan sebesar 0,1 X. Tabungan itu (biasanya dalam bentuk cadangan devisa atau emas) bisa digunakan untuk melakukan pembangunan, menambah belanja pemerintah, atau mengatasi keadaan darurat tanpa harus berhutang kepada negara lain. Negara kedua dalam contoh di atas, dengan GNP lebih kecil mempunyai kekayaan lebih besar dibanding negara pertama.

Sekarang mari kita bandingkan kondisi antara Cina dan Amerika. Cina, meski memiliki GNP hanya sekitar $5,8 triliun dibanding Amerika yang mencapai $14 triliun, namun Cina jauh lebih kaya dibanding Amerika. Cina memiliki cadangan devisa sekitar $2 triliun. Dengan itulah Cina bisa melakukan pembangunan besar-besaran sebagaimana sudah disebutkan di atas. Sementara Amerika, sejauh saya ketahui hanya mempunyai cadangan hutang yang menumpuk. Hutang pemerintah Amerika telah menembus angka $14 triliun dan tahun ini saja presiden Obama mengajukan penambahan hutang untuk membiayai defisit APBN sebesar $1,65 triliun. Hal ini masih diperparah dengan neraca perdagangan Amerika yang terus memburuk, defisit ratusan miliar dolar setiap tahunnya. Setiap tahunnya pemerintah Amerika harus membayar beban bunga hutang sekitar $300 miliar, atau hampir mencapai 3x APBN Indonesia saat ini. Pada tahun 2020 mendatang diperkirakan beban bunga hutang pemerintah Amerika akan mencapai $750 miliar.

Dengan kondisi seperti itu sebenarnya bisa dikatakan pemerintah dan ekonomi Amerika telah bangkrut karena tidak ada seorang pun yang bisa memastikan bagimana cara melunasi hutang tersebut tanpa menghancurkan ekonomi Amerika dan dunia. Jika ada 1.000 mesin uang yang masing-masing bisa mencetak 1 dolar uang setiap detiknya, maka diperlukan 31 tahun untuk bisa mencetak uang sebanyak $1 triliun. Untuk melunasi $14 triliun dengan mesin uang yang sama dibutuhkan waktu 440 tahun. Namun jauh sebelum itu dunia sudah hancur karena hiperinflasi akibat gelontoran uang triliunan dolar.

Bahkan untuk sekedar membiayai belanja tahunannya saja pemerintah Amerika harus berhutang. Jika anggaran hutang pemerintah tahun ini sebesar $1,65 triliun disetujui, maka efektif 43% dari total anggaran pemerintah Amerika dibiayai dengan hutang.

Untuk saat ini pemerintah Amerika masih bisa bernafas karena masih adanya lembaga-lembaga keuangan internasional yang masih mau membeli obligasi (surat hutang) pemerintah Amerika. Namun tentu saja hal itu tidak bisa terus-menerus, terutama dengan kondisi ekonomi Amerika yang terus memburuk. Ditambah lagi, Jepang, negara yang banyak membeli obligasi pemerintah Amerika kini tengah dilanda krisis ekonomi akibat bencana tsunami dan nuklir. Alih-alih membeli lagi obligasi pemerintah Amerika yang nilainya telah mencapai $800 miliar lebih, Jepang akan banyak menjual obligasi yang dimilikinya.

Pada tahun 2008 lalu Office of Management and Budget parlemen Amerika memprediksikan anggaran belanja wajib (sosial dan kesehatan) pemerintah Amerika akan melebihi total pendapatan pemerintah dari pajak dan lain-lainnya pada tahun 2058. Kini prediksi itu berubah dengan cepat. Anggaran wajib pemerintah Amerika akan melampaui total pendapatan pemerintah tahun ini juga. Dengan kata lain, jika pemerintah Amerika menghapuskan seluruh anggaran di luar anggaran sosial dan kesehatan, termasuk menghapuskan anggaran pertahanan, pemerintah tetap mengalami defisit anggaran yang harus dibiayai dengan berhutang.

Yang menyedihkan adalah bahwa meski sudah jelas masa depan kehancuran karena hutang sudah jelas terlihat, para politisi, termasuk di Indonesia, terus menerus menambah hutang.

Pada masa pemerintahan Ronald Reagan, hutang pemerintah menjadi isu yang sangat sensitif dengan para politisi berlomba-lomba menjanjikan program-program pembangunan yang bisa mengurangi beban hutang. Saat itu hutang pemerintah baru saja menembuas angka $1 triliun. Kini hutang itu telah menjadi 14 x lipat, dan presiden Obama masih mau menambahnya lagi sebesar $1,65 triliun tahun ini saja.

Sebuah artikel di majalah Business Insider baru-baru ini menuliskan bahwa PIMCO, sebuah perusahaan sekuritas terbesar di dunia telah menjual semua obligasi pemerintah Amerika yang dimilikinya. Mungkinkah PIMCO telah melihat “masalah” serius dalam perekonomian Amerika dalam waktu dekat mendatang?

Sunday, 27 March 2011

Mantan Presiden Israel Dipenjara


Negeri seperti apa yang dipimpin oleh seorang presiden tidak bermoral seperti Moshe Katsav? Ia terbukti melakukan pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap tiga orang wanita dan karenanya dijatuhi hukuman penjara selama 7 tahun, Selasa (22/3).

Katsav membantah tuduhan melakukan tindak pemerkosaan terhadap seorang staffnya saat menjabat sebagai menteri pada akhir tahun 1990-an dan pelecehan seksual terhadap dua orang staffnya selama menjadi presiden Israel tahun 2000-2007. Namun tiga orang hakim di pengadilan Distrik Tel Aviv yang mengadili perkaranya menolak pembelaan dirinya dan menyebutnya sebagai "dipenuhi kebohongan".

"Tersangka telah melakukan tindakan sebagaimana dilakukan seseorang, dan karenanya sebagai seorang warga ia harus menanggung hukuman," kata para hakim dalam sidang tersebut, seraya menambahkan bahwa statusnya sebagai warga terhormat tidak sebanding dengan kejahatan yang dilakukannya.

Media-media massa Israel melaporkan bahwa Katsav berteriak kepada para hakim seraya menangis: "Wanita-wanita itu telah berbohong. Ketidakadilan telah dilakukan di persidangan ini. Anda telah membiarkan kebohongan untuk menang. Anda telah berbuat kesalahan, Tuan!" katanya kepada hakim.

Pada akhir persidangan yang berlangsung kurang dari 1 jam, Katsav (65 th) diiringi anggota keluarga dan pengawalnya meninggalkan persidangan. Sebuah kerusuhan sempat terjadi saat seorang anggota keluarga Katsav berusaha melarang wartawan mengambil gambar sang mantan presiden.

Hakim memerintahkan Katsav untuk melaporkan diri sebelum menjalani hukuman yang akan dimulai tgl 8 Mei mendatang. Para pembela Katsav menyatakan banding.

Sementara itu Presiden Israel, Shimon Peres mengomentari persidangan tersebut mengatakan, keputusan pengadilan tersebut sebagai hari yang menyedihkan bagi bangsa Israel namun sekaligus membuktikan bahwa hukum Israel telah berjalan dengan baik dengan terjaganya prinsip keadilan.

"Ini hari yang menyedihkan, namun kita semua sama di depan hukum," kata Peres yang dikalahkan Katsav pada pemilihan presiden tahun 2000, namun kemudian menggantikan Katsav setelah ia mundur akibat tersandung kasus tersebut. Menurut Peres kasus Katsav tidak akan mengurangi kewibawaah lembaga kepresidenan Israel.

"Tidak ada lembaga kepresidenan di Israel, yang ada adalah seorang presiden yang dipilih oleh parlemen. Ada orang yang menjalankan tugasnya sebagai presiden dengan cara yang baik atau buruk," kata Peres.

Sebagaimana Peres, perdana menteri Benjamin Netanyahu juga mengatakan bahwa keputusan pengadilan menjadi hari yang menyedihkan, namun rakyat Isreal harus bangga dengan sistem hukum yang berlaku.

"Tidak ada seorang pun yang berada di atas hukum, tidak bahkan untuk seorang mantan presiden. Semuanya tunduk pada hukum," kata Nethanyahu.

Namun pemimpin oposisi, Tzipi Livni, mengatakan hari di mana seorang mantan presiden Israel dijatuhi hukuman penjara "bukanlah hari yang menyenangkan".


Ref:
"Former Israeli President Moshe Katsav Sentenced to Seven Years"; almanar.com.lb; 22 Maret 2011

Friday, 25 March 2011

QADAFI, YAHUDI DAN ROTHSCHILDS


Bukti-bukti di atas mengindikasikan dekatnya hubungan Qadafi, penguasa sumber minyak terbesar di Afrika, dengan keluarga Rothschild dan Israel. Digabungkan dengan berita-berita tentang ke-yahudian Qadafi, sungguh masuk akal.

Lalu gabungkan lagi dengan sifat-sifat pengecut dan keji Qadafi, yang juga sangat tipikal yahudi:

"Pesawat-pesawat tempur membomi rakyat sipil di jalanan kota Tripoli, ini tindakan kekerasan yang keterlaluan," kata Dubes Libya di India, Ali al-Essawi tgl 22 Februari 2011.

Untuk mempertahankan kekuasaannya, Qadafi tidak segan-segan membayar ribuan tentara bayaran dari Afrika yang dipasok oleh perusahaan jasa keamanan Israel dan Mossad. Berbeda dengan tentara reguler Libya yang segan menembaki rakyatnya sendiri, "pasukan asing" itu tidak demikian halnya.

Perlu kita ketahui bahwa keluarga Rothschild, patron kaum yahudi internasional, de facto adalah pendiri negara Israel dengan segala aparatusnya, terutama dinas inteligennya, Mossad. Keluarga Rothschild juga menguasai bisnis minyak global sementara Libya adalah produsen minyak terbesar di Afrika dengan jumlah produksi 1,5 juta barrel sehari yang sebagian besar diekspor ke Eropa.

Keluarga Qadafi dikabarkan telah melakukan investasi senilai $500 juta ke perusahaan pelaku praktik "pencucian uang" milik yahudi Allen Stanford. Dua tahun lalu praktik ilegal ini terbongkar dengan kerugian yang diderita para investor mencapai $8 miliar. Peruahaan Allen Stanford yang berbasis operasi di Antigua dan Houston menjadi kasir bagi para pejabat Mossad. Perusahaan-perusahaan yang mendapat kucuran dana dari Stanford adalah perusahaan fiktif yang terkait dengan Mossad. Yair Shamir, putra pemimpin pemimpin Israel yang juga mantan teroris yahudi Yitzak Shamir, adalah salah satu penerima dana gelap Stanford. --- Ingat dengan perusahaan-perusahaan asing fiktif penerima kucuran dana dari Bank Century? Kalau serius ditelusuri pasti akan bermuara pada Mossad.

Yair Shamir adalah presdir dari perusahaan investasi Catalyst Fund, perusahaan milik Mossad yang menerima puluhan dolar dari praktik "pencucian uang" Allen Stanford.

Qadafi menginvestasikan $500 juta dananya ke perusahaan Stanford hanya 3 minggu sebelum perusahaan itu dinyatakan bangkrut dengan meninggalkan kerugian senilai $8 miliar atau setara sekitar Rp 70 triliun yang dialami oleh para investornya, kecuali para investor Mossad tentunya yang justru mendapatkan keuntungan berlimpah. Stanford Bank adalah perusahaan yang didirikan untuk mendanai operasional Mossad dan menjadi kasir bagi para pejabatnya. Salah satu sumber keuangan yang dikelolanya berasal dari bisnis obat-obatan terlarang. Anehnya Qadafi tidak pernah mengajukan tuntutan atas kerugian yang dialaminya senilai $500 juta. Tentu ada hal-hal yang buruk yang disembunyikannya. Tentunya ia tidak ingin hubungannya dengan Mossad terbongkar.

Qadafi juga memiliki hubungan bisnis dengan keluarga Rothschild melakui putranya, Saif. Sebagaimana dilaporkan koran Inggris Daily Mail tgl 24 Februari sbb:

"Persahabatan antara Nat Rothchild (39 th), salah seorang anggota keluarga yahudi Eropa yang paling berpengaruh, dengan putra Qadafi, Saif, sangat jelas. Qadafi merampas seluruh kekayaan orang yahudi di Libya saat mulai berkuasa. Seluruh hutang negara kepada yahudi dihapuskan dan kepindahan mereka ke luar negeri juga dilarang. Namun pada tahun 2004, tahun di mana PM Tony Blair berkunjung ke Libya, Qadafi mengumumkan untuk mempertimbangkan ganti rugi kepada orang-orang yahudi. Disebut-sebut Saif-lah yang berada di belakang keputusan itu. Sebuah bingkisan untuk Nat Rothschild."

Baru-baru ini koran Inggris, Daily Telegraph, menulis artikel berjudul "Harta curian Qadafi teronggok di London" yang menunjukkan hubungan khusus antara keluarga Qadafi dengan keluarga Rothschild. Tulisnya:

"This was painfully revealed when Saif, a supposed friend of the West, spoke on Libyan television this week. Saif took the awkward manner of an international plutocrat, forced only by circumstances out of his usual exalted milieu of Blairs, Deripaskas, Mandelsons and Rothschilds, to address Libya's "little people"...Swinging London is but one hub of Gadhafi Inc. - a useful networking site where the Rothschilds were able to point Saif Gadhafi to investment opportunities in marina complexes in Montenegro."


Sementara koran Inggris lainnya, The Observer mengupas lebih detil mengenai hubungan Qadafi-Rothschild":

"Saif adalah kenalan dari Lord Mandelson dan bertemu dengan mantan menteri dari Partai Buruh itu di Villa Corfu milik Jacob Rothschild, seminggu sebelum pengumuman pelepasan tersangka pengeboman Lockerbie, Abdelbaset al-Megrahi, dari penjara Skotlandia. Keduanya bertemu lagi saat bertamu di kediaman Lord Rothschild di Buckinghamshire.

Putra Lord Rothschild, Nat, juga teman dekat dari Mandelson, pernah mengadakan pesta di New York pada tahun 2008 yang dihadiri Saif. Sebagai balasan Saif mengundang Nat Rothschild pada pesta ulang tahunnya yang ke 37 di Montenegro, dimana Nat memiliki sebuah resort mewah."

Salah satu anggota senior keluarga Rothchild, Victor Rothschild (3rd Baron Rothschild) bekerja untuk dinas inteligen Inggris selama Perang Dunia II. Victor sempat menjadi tersangka mata-mata Uni Sovyet yang membuatnya harus menjalani penyidikan polisi tahun 1986.

Kemudian fakta lain berbicara, mantan perdana menteri Inggris, Tony Blair, diam-diam bekerja sebagai penasihat politik Qadafi. Hal ini sudah dikonfirmasi oleh seorang pejabat tinggi Libya yang mengakui Qadafi beberapa kali melakukan kontak dengan Blair terkait masalah pemberontakan yang melanda Libya, meminta nasihat-nasihatnya sebagai seorang diplomat dan politisi senior internasional. Koran Daily Mail pun pernah menulis:

"Tony Blair terbang ke Libya untuk mengadakan pembicaraan rahasia dengan Qadafi, hanya beberapa hari setelah ia membantah telah menjadi penasihat diktator tersebut. Blair diperlakukan sebagai "saudara" Qadafi, seorang pejabat senior Libya mengungkapkan. Pejabat itu mengatakan bahwa Blair telah memberikan Qadafi sebuah "nasihat yang sangat berharga.

.... meski pemerintah Inggris secara resmi menyalahkan Qadafi dalam peledakan pesawat Pan Am 103 di atas Lockerbie. "Tidak ada, bagaimanapun juga, sesuatu yang meyakinkan tentang hal itu (tindakan pemerintah Inggris)".

Kalau memang Qadafi terlibat dalam peristiwa teror tersebut, mengapa Blair, bahkan saat masih menjadi perdana menteri, berkunjung ke Libya. Namun bukan hanya Blair, Silvio Berlusconi, perdana menteri gaek Italia yang baru tersandung kasus seks ilegal, dan juga tidak boleh dilupakan, presiden Perancis Nicholas Sarkozi. Kedua pemimpin itu menyambut hangat kedatangan Qadafi di Italia dan Perancis dengan sambutan yang "berlebihan" yang membuat kalangan oposisi di negara-negara tersebut mengkritik keduanya habis-habisan. Khusus untuk Sarkozy, keluarga Qadafi telah membuka rahasia antara mereka bahwa Sarkozy telah mendapat kucuran dana dari Qadafi selama masa kampanyenya menjadi presiden Perancis.

Victor Ostrovsky, mantan agen Mossad dalam bukunya yang terkenal "By Way of Deception" menuliskan bahwa agen-agen Mossad di Tripoli telah mengirimkan pesan-pesan yang tampak seperti dikirim oleh pemerintah Libya. Pesan-pesan tersebut ditangkap oleh inteligen Amerika yang menjadikannya alat informasi untuk menyerang Libya. Jika laporan itu benar, maka jelaslah sudah bahwa Mossad telah melakukan penetrasi yang sangat luas di dalam pemerintahan Qadafi.



Ref:
"Libya Intervention Update"; Christopher Bollyn; bollyn.com; 20 Maret 2011.