Saturday, 24 December 2011

RUSIA-CINA BERI HADIAH BESAR UNTUK IRAN


(Imbalan mempelajari pesawat mata-mata Amerika yang jatuh ke tangan Iran)


Iran dikabarkan mendapatkan hadiah sangat berharga dari Rusia dan Cina sebagai imbalan atas diperbolehkannya tim ahli kedua negara untuk mempelajari teknologi pesawat mata-mata tanpa awak Amerika yang ditangkap Iran baru-baru ini. Hadiah tersebut teknologi-teknologi yang paling dicari Iran untuk menghadapi konflik dengan Amerika-Israel, yaitu teknologi roket berbahan bakar padat, sistem pertahanan udara canggih S-300, serta teknologi pengayakan uranium ke level pembuatan senjata nuklir.

Sistem persenjataan S-300 adalah senjata yang telah dipesan Iran namun gagal dikirim karena adanya keberatan Amerika dan Israel. Persenjataan ini diyakini dapat mengatasi serangan udara yang ditujukan kepada Iran, termasuk oleh rudal-rudal jelajah dan pesawat-pesawat siluman. Keberadaan senjata itu sangat dikhawatirkan Amerika-Israel dan sekutu-sekutunya karena bisa memandulkan keunggulan persenjataan mereka. Demikian khawatirnya mereka hingga PM Israel Benjamin Netanyahu mengirim menlunya, Avigdor Lieberman, ke Moscow pada 7 Desember lalu untuk melobi PM Rusia Vladimir Putin membatalkan transaksi dengan Iran. Tentu saja sebelum Lieberman melaksanakan tugasnya, Netanyahu terebih dahulu berkonsultasi dengan pasangan tandemnya, pemerintah Amerika. Sumber-sumber inteligen menyebut, Netanyahu menelepon Obama.

Putin yang telah mengendus adanya campur tengan inteligen Israel dalam aksi-aksi demonstrasi menentang dirinya akhir-akhir ini di Rusia, bagaimana pun menerima Lieberman di kantornya. Namun pembicaraan keduanya berlangsung sangat singkat. Putin bahkan menolak membicarakan hal yang diinginkan Lieberman hingga ia berkomentar sinis kepada wartawan yang menemuinya: "Posisi Rusia di Timur Tengah tidak membantu."

Amerika juga berupaya melakukan tekanan politik langsung ke Presiden Rusia Dmitry Medvedev dan Putin untuk menggagalkan transaksi Iran-Rusia tersebut, namun juga gagal total.

Beberapa analis inteligen mengindikasikan bahwa Amerika dan Israel sebenarnya mencurigai keterlibatan Rusia dalam insiden jatuhnya pesawat inteligen Amerika RQ-170 di Iran tgl 4 Desember lalu. Mereka menduga Rusia telah melengkapi Iran dengan peralatan elektronik canggih yang bisa meng-"intersep" jaringan komunikasi pesawat siluman tersebut dengan komando pengendalinya dan membawanya turun ke darat tanpa kerusakan berarti.

Penerbangaun pesawat RQ-170 di wilayah udara Iran merupakan misi pertama pesawat jenis ini. Sebelumnya dikabarkan Iran telah menembak jatuh pesawat tanpa awak Amerika lainnya dengan jenis berbeda. Keberhasilan Iran melacak kedatangan pesawat ini serta membajak jaringan komunikasinya menunjukkan kecanggihan teknologi inteligen Iran.

Pada tgl 10 Desember Wakil Komandan Tentara Pengawal Revolusi Iran, Jendral Hossein Salami berkomentar kepada madia massa: "Jarak kemampuan antara kami dengan Amerika atau Israel tidaklah terlalu jauh." Pernyataan ini mengindikasikan transaksi teknologi Iran dengan Rusia dan Cina telah terjadi.



IRAN PINDAHKAN SEMUA FASILITAS NUKLIRNYA KE BAWAH TANAH

Dan seolah semua keadaan tidak menguntungkan Amerika-Israel, Iran pada hari Rabu (21/12) mengumumkan telah berhasil memindahkan semua fasilitas nuklirnya ke bawah tanah. Hal ini tentu saja menambah sulit opsi penyerangan militer yang mungkin akan dilakukan Amerika-Israel untuk menghancurkan semua fasilitas nuklir Iran. Untuk menghancurkan semua fasilitas nuklir Iran yang tersembunyi rapat di dalam bunker bawah tanah diperlukan belasan bom nuklir penghancur bunker dengan jaminan keberhasilan yang tidak diketahui.

Padahal menhan Israel Ehud Barak telah berkali-kali mengingatkan mitranya di Amerika bahwa jika Iran berhasil memindahkan fasilitas nuklirnya di bawah tanah, opsi serangan militer tidak mungkin lagi efektif.

Pengumuman pemindahan fasilitas nuklir tersebut dilakukan oleh Panglima Devisi Pertahanan Tentara Pengawal Revolusi Iran, Jendral Gholamreza Jalali. "Kelemahan keamanan fasilitas nuklir Iran telah mencapai tahap minimum. Dan jika keadaan memaksa fasilitas-fasilitas nuklir ini akan ditempatkan ke tempat yang lebih aman lagi," kata Jalali kepada pers.

Menurut Jalali, fasilitas nuklir yang telah dipindah ke dalam tanah termasuk fasilitas pengayaan uranium terbaru mereka.

Pengumuman mengejutkan itu hanya berselang sembilan hari setelah Deputi perdana menteri Israel, Moshe Ya’alon menyatakan bahwa “Iran akan memiliki kemampuan membuat senjata nuklir dalam waktu beberapa bulan mendatang."

Sumber-sumber inteligan barat menyebutkan bahwa Iran telah memiliki mesin pengayakan uranium model baru IR2 dan IR4 yang mampu meningkatkan kadar uranium menjadi 60%, hanya satu langkah sebelum diubah menjadi senjata nuklir. Fasilitas ini diyakini telah ditempatkan di bunker bawah tanah di kota Fordo.

Sebelumnya para ahli barat meyakini bahwa Iran mengalami kesulitan dalam pengembangan nuklirnya terkait kelangkaan bahan alumunium alloys khusus dan bahan-bahan lainnya yang diperlukan untuk pengayakan uranium. Namun masalah ini telah diatasi Iran berkat bantuan Korea Utara dan Cina.




Sumber:
"Nuclear knowhow, S300 are Iran’s price for Russian, Chinese access to US drone"; DEBKAfiles – 11 Desember 2011.

"Iran reports all its nuclear installations now underground"; DEBKAfile – December 15, 2011

5 comments:

Zyovanni said...

DEKET AMAT MA WONG KAFIR.

Zyovanni said...

Maling teriak maling, Raja Saud memang zholim, tp khomeini gak kalah zholim, masa bekerjasama dengan pembantai umat islam di checya dan xin ziang. ckckck

cahyono adi said...

Para pemberontak di Chennya dan Xin Jiang adalah orang-orang salafi dan liberal idiot didikan Amerika-zionis.

Setidaknya Rusia dan Cina adalah kekuatan yg akan membantu Islam yang sebenarnya, pecinta ahlul bait dan penunggu Imam Mahdi (keturunan Rosul, bukan orang salafi).

Gima dgn kedekatan orang-orang saudi dan wahabi dgn para penyembah berhala zionis dan antek-anteknya?

DEKET AMAT MA PENYEMBAH SETAN SIH LOE

Amie said...

Allah humma sollia 'ala Muhammad wa alii Muhammad. Semoga perjuangan Anda dengan menulis artikel2 ini mendapat Ganjaran pahala, dan semoga anda termasuk di dalam barisan Imam Husain dalam melindungi Islam yang di bawa oleh Rosul Muhammad Saww. Amin....

Taufik Mauludin said...

Setuju.saya kurang simpati dengan jaringan islam Liberal(JIL) di dunia,yang mengatasnamakan demokrasi sebagai pemersatu islam.untuk apa kita sebagai umat islam menjadi ulama atau intelektual apabila ujung2nya semua dikendalikan amerika dan barat sebagai pendukung zionis israel.lihat bangsa kita sendiri indonesia.katanya negara mayoritas islam?tapi kok pada seneng Korupsi?diskotik,Bar dan hiburan yg penuh kemaksiatan menjamur dimana-mana.anak muda begitu gampangnya berhubungan seks diluar nikah.saya mau tanya sama kalian siapa dalangnya dibalik Bokbroknya generasi muda kita sekarang?Demokrasi ala amerika yg mengahncurkan umat islam sesungguhnya.masa islam seneng liat film bokep kiriman dari amerika sana?lihat film2 amerika yg dikopi lewat VCD bajakan semua filmnya mengandung unsur pornografi tanpa sensor.lihat juga perkembangan islam setelah sedikit menyesuaikan dengan HAM dan demokrasi ala amerika.munculah Jaringan islam liberal,islam KTP,luarnya islam dalemnya mesum.dsb.semua ini gara2 kita kebanjiran prosuk dan ideologi demokrasi ala amerika.amerika telah menghancurkan nilai-nilai etika dalam agama islam seutuhnya.banyak dari kalian yang mengaku islam dengan menyatakan saya adalah ahlussunnah wal jama'ah islam sebenar-benarnya.tapi menulis kata-katanya saja kalian tulis diwarnet sambil ngerokok.sedangkan diluar adzan dzuhur berkumandang kalian masih asik diwarnet mencacimaki umat islam yang berbeda mahdzab.kalau kalian merasa benar pergi sana ke palestina,jadilah mujahidin sejati disana.kalau kalian ga mampu setidaknya dukunglah perjuangan mereka untuk melawan zionis dan AS.jangan salaing caci maki sesama umat islam.kalau begitu sama saja kalian adalah antek2nya yahudi dan amerika.GO TO HELL buat kalian!!!