Monday, 25 April 2016

Selamatkan Irak dan Suriah dari Teroris ISIS, Iran Dituduh Teroris

Indonesian Free Press -- Dalam sesi foto bersama para pemimpin negara-negara Islam Organisation of Islamic Cooperation (IOC) di Turki tanggal 14 April lalu, Raja Salman dari Saudi mendekati Presiden Iran Hassan Rouhani dan kemudian berkata kepada Rouhani, "Kami negara-negara Islam menolak rafidi kalian."

Rouhani, dengan menahan marah karena telah diperlakukan tidak hormat, membalas dengan tenang, "Dulu orang-orang Mekkah juga menolak Rosulullah, namun Beliau tidak meninggalkan Islam."

Jawaban itu bagai tamparan keras bagi Raja Salman, sehingga tidak ada lagi yang bisa dikatakannya kemudian. Sebaliknya, jawaban Rounani telah mempermalukan Raja Salman, menunjukkan jati-dirinya yang tidak berkualitas di hadapan Rouhani.

Kebencian Salman kepada Iran itulah yang menjadi dasar dari pernyataan bersama IOC, yang menyudutkan Iran. Dalam pernyataan yang disusun Saudi Arabia bulan Februari lalu tanpa kehadiran delegasi Iran itu disebutkan:

"Konperensi ini 'menyesalkan' campur tangan Iran dalam urusan internal negara-negara di kawasan dan negara-negara anggota konperensi yang lain termasuk Bahrain, Yaman, Suriah dan Somalia, serta dukungannya yang terus berlanjut kepada terorisme."

Iran menolak komunike bersama ini dan memboikot acara pembacaannya pada hari terakhir konperensi tanggal 15 April lalu.


Iran Berhasil Mencegah ISIS Menduduki Baghdad dan Damascus
Kelompok teroris ISIS yang baru muncul ke permukaan tahun 2014 dan oleh para pakar dipastikan sebagai bentukan Amerika, secara  menakjubkan berhasil merebut sebagian besar wilayah Suriah dan Irak pada pertengahan tahun itu. Pada tahun itu juga media-media massa barat sudah menyinggung tentang pendudukan ISIS atas ibukota Irak Baghdad, setelah mereka tinggal berada beberapa puluh kilometer lagi dari kota tersebut.

Namun, Iran bersama pasukan dan pejuang Irak berhasil menghentikan gerak maju ISIS, dan secara pelan namun pasti merebut kembali wilayah-wilayah Irak yang diduduki ISIS. Demikian juga di Suriah, pasukan Iran berhasil membantu pasukan Suriah memukul mundur ISIS dan kelompok-kelompok pemberontak dari wilayah yang didudukinya.

"Tanpa Iran, kita akan melihat negara yang diperintah oleh teroris Daesh (ISIS),” kata Rouhani dalam seminar kebudayaan dan agama di Teheran, Sabtu (24 April) seperti dilaporkan Tehran Times.

Menurut pernyataan Rouhani, jika Iran tidak campur tangan, ibukota Irak dan Suriah sudah jatuh ke tangan ISIS.

“Presiden Rouhani mengatakan bahwa Iran berada di garis depan dalam perang melawan terorisme secara idiologi maupun praktis, tanpa dukungan Iran, Damaskus dan Baghdad sudah jatuh ke tangan Daesh,” tulis Tehran Times mengutip Rouhani.

Pada hari yang sama Menteri Inteligen Iran, Mahmoud Alavi, mengatakan kepada media Lebanon 'al-Mayadeen' bahwa kota Raqqa yang merupakan ibukota kelompok ISIS di Suriah adalah salah satu tempat dimana ISIS melancarkan konspirasi terhadap Iran.

Alavi mengklaim ISIS telah mencoba untuk mengirim beberapa tim teroris ke Iran, namun gagal.(ca)

4 comments:

Endro Badrun said...
This comment has been removed by the author.
Anonymous said...

@ endro badrun : luh suka suka tahayul ya

Kasamago said...

Perjuangan Iran sehrsny memberikan inspirasi bagi bnyk negara di dunia utk melawanan berbagai konspirasi dan konflik by design yg dilakukan Amerika & barat..



Endro Badrun said...

Mau tidak mau, suka atau tidak suka panji hitam asli (iran) akan semakin berkibar di Timur Tengah dan akan menyambut kedatangan imam mahdi.