Friday, 17 January 2014

Buku Terbitan MUI Dibedah Secara Rahasia dan Eksklusif

Oleh Dewi
liputanislam.com; 16 Januari 2014


Sebuah even unik terjadi pada tanggal 14 Januari 2014 lalu, tepat di hari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Buku terbitan MUI yang berjudul  “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia” (MMPSI), yang diterbitkan November 2013 lalu, dibedah oleh beberapa narasumber. Acara yang berlangsung di Masjid al-Muhajirin, Cilebut, Bogor, itu berlangsung secara rahasia dan eksklusif.

Sejak awal, pembawa acara membacakan peraturan yang intinya menunjukkan bahwa isi acara ini tidak boleh sampai bocor ke pihak di luar peserta acara bedah buku. Pembawa acara melarang peserta meliput, merekam, atau mengambil gambar sepanjang acara berlangsung. Kemudian, pada sesi tanya jawab, segala bentuk pertanyaan hanya boleh diajukan dalam bentuk pertanyaan tertulis. “Bedah buku ini dimaksudkan untuk membina masyarakat, khususnya keluarga, agar selamat dari ajaran Syiah,” ungkap Ustadz Trisugianto dalam kata sambutannya selaku Ketua DKM sekaligus mewakili Panitia.

cilebut4Hadir sebagai pembicara dalam acara ini adalah Ustadz Jazuli, Lc (narasumber di Radio Rodja), dan Ustadz Irfan Hilmi, Lc yang diperkenalkan sebagai wakil MUI Pusat. Ustadz Jazuli menyatakan bahwa Syiah adalah golongan yang tidak selamat. Sementara itu Ustadz Irfan Hilmi menegakan bahwa ribuan santri Indonesia  yang dikirim ke Iran kerjanya hanya makan, minum, dan tidur. Mereka tidak belajar, melainkan hanya dicuci otak. “Sepulang dari sana, mereka menyebarkan paham Syiah dan akan menjadi bom waktu karena bermaksud  mendirikan Negara Syiah (di Indonesia).”

Negara Syiah di Indonesia?

Menurut buku yang diterbitkan sejak November 2013 itu, pemerintah Iran memfasilitasi para pemuda Indonesia untuk belajar di Qom, Iran. Sepulang dari Iran, orang-orang Indonesia itu difasilitasi oleh pemerintah Iran untuk melakukan berbagai macam aktivitas yang tujuan akhirnya adalah mendirikan Negara Syiah Indonesia.

Beberapa alumnus Iran yang ditemui Liputan Islam menyampaikan sikap prihatin atas penerbitan buku tersebut. “Ini adalah tuduhan yang sangat fatal dan berbahaya bagi hubungan dua negara. Ini sama saja dengan menuduh Iran hendak melakukan makar di wilayah NKRI,” kata sumber yang enggan disebut namanya.

Saat ditanya mengenai validitas buku tersebut, sumber Liputan Islam menyatakan, sebenarnya sejumlah kalangan internal MUI membantah bahwa buku ini merupakan terbitan resmi MUI meskipun ada logo MUI di sampulnya. Akan tetapi, menurut sumber tersebut, sikap MUI yang tidak memberikan klarifikasi resmi mengenai hal ini, sama saja dengan restu dari lembaga tersebut.  Padahal, buku itu sudah diedarkan beredar secara luas dan sebagiannya dibagikan secara gratis ke pusat-pusat dakwah Islam seperti masjid dan yayasan dengan diklaim sebagai terbitan resmi MUI.

“Yang dimaksud dengan hadits Nabi kan tidak hanya berupa pernyataan verbal beliau, melainkan juga tindakan dan restu dari beliau. Diamnya Nabi adalah persetujuan, dan itu dianggap valid sebagai sebuah hadits. Ketika ada buku bersampul MUI dan diklaim bahwa itu adalah buku terbitan dari MUI, kemudian setelah beberapa bulan tidak ada klarifikasi bantahan resmi dari lembaga MUI terhadap pencantuman logo, maka masyarakat dipastikan akan memahaminya sebagai persetujuan dari MUI. Jadi, lembaga MUI memang harus bertanggung jawab atas tuduhan makar itu,” tegas sumber Liputan Islam. (wz/ah/by)




9 comments:

singolodra said...

Demi leluhurku....atas semua pengorbanannya...indonesia jaya

abu bakar said...

orang munafik dari dulu dan sekarang dikenali dari kebenciannya kepada Ali kw. syiah adalah pengikut Ali ..mengapa membenci...Ali namanya dilaknat beratus tahun atas mimbar Muawiyah...Ali menyuruh membunuh Muawiyah sayangnya begitu banyak pecintanya...kaum ini masih bermimpi untuk mendirikan kerajaan banu umayyah di Syria..demikianlah permusuhan yang takkan habis habis ...kaum ini dikutuk dalam al Quran dengan gelaran pohon terkutuk..surah al isra

Pencinta Ahlul Bait said...

kebenaran tetaplah akan muncul kemunapikan tetap akan tampak walau ditutupi tutupi apalagi sekarang informasi sedemikian luas persatuan perlu dijaga tetaplah yang menghancurkan islam orang orang munafik .yang jelas tampak tragedi di suriah .HTI sebut langsung saja hizbut tahir indonesia .pimpinannya berapi api mengajak berjihat ke suriah megedarkan sumbangna infak entah nyampe apa ngak duitnya sekarang mujahilin di buru kayak tikus semua pada ngeles coba dong pimpinannya yang berangkat beri contoh jangan jangan sumbangan larinya tak jelas kekantong mana .sungguh banyak ulama yang tak jelas .banyak yang tukang ceramah dan minta bayaran .kalo yang dakwah paling tak sampai 0.05 persen ceramah sana sini ujung ujungnya minta dukungan jadi anggota dewan .ada ulama selebritis ulamanya tampil di tv ngetop jadi artis ulama .isi otaknya tak jelas .jadi ulama jadi tukang pitnah.lupa kalo profesi ulama harus dijaga lisan .karena lisan lebih kejam dari pedang atau senjata makanya fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan .apalagi yang fitnah itu dai kyai ulama yang di majelis ulama lagi sungguh kejam .hati hati jangan jadi ulama kalo belum siap jasmani dan rohani bisa menghianati ALLAH dan umatnya yang meng hancurkan agama samawi munafik yahudi munafik kristen dan munafik islam itu sendiri .ALLAH MEMERINTAHKAN KITA MENCARI AJARAN YANG SEBENAR BENARNYA .DAN ALLAH MELARANG KITA MERASA PALING BENAR DAN PALING SUCI KARENA ITU TERMASUK TAKABUR dihadapan Allah dan makhluknya.kalau saya pribadi bukan ulama mungkin tak punya beban seperti itu kami pencinta islam dan pecinta alulbayt dan mencintai indonesia aman dan tentram

abu bakar said...

mempromosi jihad yang menipu

http://www.alalam.ir/news/1556987

mereka mengutip wang...mengapa anak mereka tidak dihantar berjihad di Syria

Hassan Nasrullah menghantar anaknya berjihad dan Syahid,,,mana anak anak mereka yang syahid

ZA said...

seharusnya MUI mengacu kepada Risalah Amman yng juga dihadiri dan diratifikasi dan ditandatangani oleh wakil Indonesia dan seluruh dunia.
Dalam Risalah itu tercantum 8 mazhab shahih yakni 4 mazhab Sunny dan 4 mazhab Syiah (?). Inilah rujukan Persatuan Muslimin seluruh Dunia. Janganlah kita manfsir ajaran mazhab lain... padahal kita bukan ahlinya.. ataw hanya merasa sebagai ahli. Walawpun kita sebagai dalam suatu mazhab tertentu adalah wajib di konformasikan dengan mazhab2 yang kita bahas secara ilmiyah, bukan dipolitisir... dan dijadikan ajang arahan adu domba sesama muslim.
Seyogianya muslimin dan ulama2 serta tokoh2 Islam dan tokoh bangsa Indonesia menjadi manusia2 yang ahli yang benar dan waras sebagai syaray mumayiz ... bukan sekedar merasa tetapi harus dibuktukan secara amaliyah yang lurus dan istiqomah untuk Persatuan dan kejayaan Islam dan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang utuh dan selengkap-lengkapnya. MUI harus membangunkan jiwa2 merdeka..yang berakhlak mulia-berilmu dan berjiwa sehat.. untuk memberikan faedah dan manfaat yang se besar2nya bagi ummat dan kemanusiaa serta bangsa dan negara RI seutuhnya seluruhnya. Semoga kita tidak terperangkap issue2 global yang memecah belah ummat dan anak2 bangsa. aamiin

ZA said...

seharusnya MUI mengacu kepada Risalah Amman yng juga dihadiri dan diratifikasi dan ditandatangani oleh wakil Indonesia dan seluruh dunia.
Dalam Risalah itu tercantum 8 mazhab shahih yakni 4 mazhab Sunny dan 4 mazhab Syiah (?). Inilah rujukan Persatuan Muslimin seluruh Dunia. Janganlah kita manfsir ajaran mazhab lain... padahal kita bukan ahlinya.. ataw hanya merasa sebagai ahli. Walawpun kita sebagai ahli atau merasa sbg ahli dalam suatu mazhab tertentu adalah wajib di konformasikan dengan mazhab2 yang kita bahas secara ilmiyah, bukan dipolitisir... dan dijadikan ajang arahan adu domba sesama muslim ataw mengeliminir mazhab lainnya padahal secara ketentuan Risalah Amman adalah shaihih.
Seyogianya muslimin dan ulama2 serta tokoh2 Islam dan tokoh bangsa Indonesia menjadi manusia2 ahli yang benar dan waras sebagai syarat mumayiz ... bukan sekedar merasa tetapi harus dibuktikan secara amaliyah yang lurus dan istiqomah untuk Persatuan dan kejayaan Islam dan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang utuh dan selengkap-lengkapnya. MUI harus membangunkan jiwa2 merdeka..yang berakhlak mulia-berilmu dan berjiwa sehat.. untuk memberikan faedah dan manfaat yang se besar2nya bagi ummat dan kemanusiaa serta bangsa dan negara RI seutuhnya seluruhnya. Semoga kita tidak terperangkap issue2 global yang memecah belah ummat dan anak2 bangsa. aamiin

abu bakar said...

bapak ZA idea anda logis namun ada seorang jaguh yang bernama Kamal haidari yang bangun menjawab banyak persoalan,,,adakah sesiapa yang berani menentangnya silakan...saudi Ingin memberikan 1 juta rial kepada sesiapa saja ...yang berani ,ada berani

rio3n4 said...

Bandar bin sultan antek saudi, israel & amerika blum lama ini dtng ke indonesia dan mengucurkan dananya utk memprofokasi & mengadu umat muslim indonesia agar smua muslim memusuhi syiah.

Anis Satun said...

MUI GOBLOOKKKKK tuhh urusin wahabi.. Atoe jngan jngan MUI antek wahabi.. Maka nya dri dlu Gus dur gak pernah cocok ma MUI