Thursday, 29 March 2018

Assad Tolak Rayuan Saudi untuk Putusan Hubungan dengan Iran

Indonesian Free Press -- Di tengah-tengah histeria Suriah atas keberhasilan membebaskan Ghouta Timur dari kekuasaan pemberontak-teroris, pemimpin Hizbollah Sayyed Hassan Nasrallah membuat pernyataan mengejutkan. Menurutnya pemerintah Saudi telah mencoba menyogok Presiden Suriah Bashar al Assad agar memutuskan hubungan dengan Iran. Namun sogokan itu ditolak mentah-mentah.

Seperti dilaporkan media Lebanon al-Akhbar, Selasa (27 Maret), Nasrallah mengatakan bahwa Saudi Arabia telah memberi pesan kepada pemerintah Suriah bahwa Saudi bersedia untuk menghentikan dukungannya kepada pemberontakan di Suriah dan memberikan bantuan kepada pemerintah Suriah senilai ratusan miliar dollar untuk membangun kembali Suriah, dengan syarat Suriah memutuskan hubungan dengan Iran.


Sayyed Nasrallah menambahkan bahwa penguasa Riyadh telah mengajukan proposal tersebut sebanyak dua kali. Semuanya ditolak Presiden Bashar al-Assad, demikian tulis al-Akhbar.

Riyadh diketahui secara luas sebagai pendukung kuat pemberontakan di Suriah bersama Amerika, Israel, Qatar, Turki, Yordania dan sejumlah negara Barat. Namun, dengan dukungan Iran, Hizbollah dan Rusia, pemerintah Suriah mampu bertahan dari pemberontakan yang berlangsung sejak 2011.

Nasrallah lebih jauh mengatakan bahwa konflik Suriah merupakan agenda Amerika-Israel untuk menghancurkan kelompok 'Perlawanan' yang dianggap ancaman serius bagi kepentingan Amerika-Israel. 'Perlawanan'  terdiri dari unsur-unsur Suriah, Iran, Hizbollah, pejuang Palestina dan Lebanon.

Paska konflik Suriah, Hizbollah kini menjadi jauh lebih kuat dan karenanya sangat rentan untuk mendapat serangan berikutnya dari Israel. Terakhir Hizbollah terlibat perang melawan Israel pada tahun 2006.

Nasrallah juga mengingatkan ancaman campur tangan Amerika dan Saudi dalam pemilihan umum Lebanon pada tanggal 6 Mei mendatang. Saudi sudah berusaha membenturkan Hizbollah dengan pemerintahan Lebanon dengan memaksa PM Saad Hariri untuk mundur pada bulan November tahun lalu. Hanya karena desakan masyarakat internasional, Saudi Arabia akhirnya melepaskan Hariri kembali ke Lebanon. Nasrallah menyebut, langkah Saudi Arabia itu adalah tindakan perang melawan Lebanon.(ca)

3 comments:

Kasamago said...

Jika Assad tunduk pada Saudi itu artinya Suriah tunduk pada Acenda Amerika Israel

Wanto Kribo said...

Assad berlian timur tengah yg masih tersisa, harus di jaga.

Wanto Kribo said...

Assad berlian timur tengah yg masih tersisa, harus di jaga.