Friday, 7 August 2009

Kesiapan Perang Hizbollah Melawan Israel


Setelah perang berdarah di Lebanon tahun 2006 antara Israel melawan Hizbollah yang berujung pada kekalahan menyakitkan Israel melawan suatu milisi sipil negara Arab, kekhawatiran perang serupa terjadi lagi semakin menguat saja.

Menurut sumber-sumber Israel dan PBB serta telah dikonfirmasi oleh para pemimpin Hibollah, milisi Hizbollah kini jauh lebih kuat dibandingkan saat perang tahun 2006. Diperkirakan Hizbollah telah menempatkan 40.000 roket di perbatasan yang sebagian di antaranya mampu mencapai Tel Aviv, kota terbesar Israel. Selain itu diyakini juga bahwa Hizbollah telah memiliki sistem pertahanan udara baru yang mampu menandingi dominasi angkatan udara Israel selama ini.

Brigadier-General Alon Friedman, wakil komandan pasukan Israel di perbatasan Lebanon dalam wawancaranya dengan Times baru-baru ini mengatakan bahwa peperangan antara Israel melawan Hizollah dapat terjadi setiap saat.

Analisis jendral Alon adalah berdasarkan pernyataan sekjen Hizbollah Sheikh Hassan Nasrallah bulan lalu bahwa Israel mengebom kawasan selatan Beirut (tempat markas besar Hizbollah), maka Hizbollah akan membalas membom Tel Aviv. Dalam perang tahun 2006 Hizbollah baru memiliki kemampuan meluncurkan roket hingga kawasan pinggiran Tel Aviv dengan dampak yang tidak terlalu besar.

Persenjataan Hizbollah terkait dengan Iran sebagai negara pendukungnya. Dan jika Israel jadi menyerang fasilitas nuklir Iran sebagaimana dikhawatirkan banyak pengamat, maka salah satu balasan Iran yang paling mungkin adalah serangan Hizbollah atas Israel.

Semua fihak sepakat bahwa ancaman Hizbollah bukan cuma pepesan kosong. Buktinya bulan lalu terjadi ledakan hebat di Lebanon dekat perbatasan Israel. Dari gambar-gambar satelit terlihat para pejuang Hizbollah berusaha menyelamatkan roket-roket dan senjata dari pusat ledakan yang diduga kuat merupakan gudang senjata bawah tanah milik Hizbollah. Keberadaan gudang senjata Hibollah di perbatasan tersebut sebenarnya melanggar kesepakatan damai yang diprakarsai PBB tahun 2006.

Hezbollah yang mendapat dukungan senjata dan uang dari Iran telah mengintensifkan kekuatannya sejak tahun 2006. Meski latihan dasar militer dilakukan di Lebanon, latihan lanjutan dilakukan di Iran. Ratusan milisi Hizbollah telah mendapatkan latihan militer di Iran mencakup teknik pembuatan bom, senjata anti-tank, menembak senjata api jarak jauh (sniping), dan menembakkan roket.

"Perang pasti akan terjadi," kata Hussam, pejuang Hizbollah berusia 33 tahun yang telah bergabung dengan Hizbollah sejak tahun 1987. "Israel tidak akan pernah membiarkan kami sendirian." tambahnya kepada Times.

Beberapa sumber yang dekat dengan Hizbollah mengatakan bahwa kelompok milisi ini tengah berupaya keras meningkatkan kemampuan pertahanan udaranya. Sejak tahun 2006 diyakini Hizbollah telah mendapatkan sejumlah besar rudal SA18 yang dapat ditembakkan dari pundak untuk melawan helikopter dan pesawat yang terbang rendah. Selain itu Hizbollah juga diyakini telah mendapatkan sistem pertahanan udara SA8 dari Syria. Senjata ini cukup efektif untuk menembak pesawat hingga ketinggian 11.000 meter.

Dengan sistem persenjataan yang telah berkembang jauh sejak perang tahun 2006, Hizbollah diyakini kini telah memiliki kemampuan untuk meluluh lantakkan Tel Aviv. Apalagi jika Iran jadi memasok rudal Fateh-110 yang memiliki kemampuan membawa hululedak hingga seberat 500 kg. Rudal ini juga memiliki daya jangkau hingga 200 km.

Para pejabat Hizbollah tidak membantah laporan perkembangan kemampuan senjatanya tersebut. Sebaliknya mereka dengan tegas menyatakan kesiapannya menghadapi perang salanjutnya melawan Israel.

Deputi sekjen Hizbollah, Sheikh Naim Qassem, kepada Times baru-baru ini mengatakan, jika Israel berfikir dapat menghancurkan Hizbollah maka Hizbollah pun bisa menghancurkan Isreal.

Tuesday, 4 August 2009

Kasus Kematian Dr Kelly yang Kembali Memanas


Semoga tulisan ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa nyawa seorang manusia tidak ternilai harganya. Pembunuhan seorang manusia yang tidak bersalah adalah sama dengan pembunuhan terhadap seluruh umat manusia, demikian Rosulullah Muhammad S.A.W bersabda.

-----


Pada hari kematian Dr David Kelly di wilayah pedesaan di Oxfordshire, 17 Juli 2003, sebuah surat tertutup tergeletak di meja kerjanya. Surat itu berasal dari kementrian pertahanan Inggris dengan tanda tulisan "pribadi", berisi ancaman kepada Dr Kelly, sang ahli mikrobiologi yang bekerja untuk dinas inteligen Inggris, untuk tidak membuka rahasia.

Surat itu tetap tidak terbuka selama seminggu drama politik Inggris seputar laporan inteligen yang membongkar kejahatan pemerintahan PM Tony Blair dalam kaitan dengan Perang Irak, yang berujung pada kematian Dr Kelly pada usia 59 tahun.

Tidak ada yang tahu pasti mengapa sang ilmuwan penting yang juga bekerja sebagai inspektor senjata PBB itu tidak membuka surat tersebut. Namun orang-orang yang dekat dengannya yakin hal itu karena Dr Kelly sudah mengetahui apa isi surat tersebut.

Surat tersebut tidak lain dimaksudkan untuk membungkam Dr Kelly yang oleh bosnya di kementrian pertahanan diketahui telah membocorkan isi dokumen laporan inspeksi senjata Irak. Selain itu juga diketahui bahwa Dr Kelly telah berniat untuk menulis buku yang membongkar berbagai kejahatan yang dilakukan pemerintah yang terkait dengan pekerjaannya.

Tiga tahun lalu, tepatnya tgl 17 Juli 2003, mayat Dr Kelly ditemukan di bawah pohon di kawasan pedesaan Harrowdown Hill, setengah mil dari rumahnya di Southmoor. Nasibnya kemudian menjadi kontroversi besar dalam sejarah politik modern Inggris dan menimbulkan pertanyaan seputar integritas pemerintahan Inggris di bawah kepemimpinan partai Buruh.

Pertanyaan seputar mengapa dan bagaimana Dr Kelly meninggal, tidak pernah terpecahkan meski pemerintah telah mengeluarkan versinya sendiri yang menyatakan Dr Kelly meninggal karena bunuh diri.

Dr Kelly adalah salah seorang peneliti dalam laporan inteligen Inggris yang menyebutkan bahwa pemerintahan Saddam Hussein di Irak telah memiliki kemampuan membuat senjata pemusnah massal yang dapat diaktifkan dalam waktu 45 menit. Laporan itulah yang menjadi dasar kebijakan pemerintah Tony Blair tahun 2002 untuk turut menyerang Irak bersama Amerika.

Saat Dr Kelly membocorkan keraguannya mengenai kebenaran laporan itu kepada wartawan BBC, kasus ini pun meledak. Setelah kasus ini terbuka Dr Kelly dipanggil oleh parlemen Inggris, dan kemudian ia "diamankan" oleh aparat keamanan untuk dimintai keterangan oleh dinas inteligen sebelum akhirnya ditemukan tewas.

Dalam satu percakapan telepon dengan seorang temannya, Dr Kelly mengungkapkan kekhawatiran nasibnya. "Jika nanti saya ditemukan meninggal di tengah hutan, jangan terkejut," kata Dr Kelly.

Dan demikianlah yang kemudian terjadi. Penyidikan kematian yang dilakukan pemerintah menyimpulkan Dr Kelly melakukan bunuh diri dengan memotong urat nadi di tangannya dan memakan obat penghilang sakit.

Namun baru-baru ini, tiga tahun setelah kematian Dr Kelly, sebanyak 13 orang dokter terkenal membuat pernyataan yang membantah laporan kematian Dr Kelly. Mereka mengajukan tuntutan agar diadakan penyidikan independen atas kasus ini.

Dan kasus ini semakin menarik saja dengan dirilisnya film dokumenter "Anthrax War" karya sutradara asal Amerika, Bob Coen, yang dirilis di Inggris bulan lalu. Dalam film tersebut dinyatakan Dr Kelly telah menghabiskan banyak waktunya menulis buku yang jika diterbitkan akan membongkar kebohongan klaim senjata pemusnah massal Irak yang menjadi dasar penyerangan Inggris dan Amerika atas negerinya para ulama ini tahun 2003.

Film tersebut dengan jelas menggambarkan betapa Dr Kelly, kepala riset pertahanan biologi di pusat penelitian militer di Porton Down, Wiltshire, tahu banyak mengenai kebohongan klaim senjata pemusnah massal Irak.

Film itu juga membongkar keterlibatan Dr Kelly dan dinas inteligen Inggris dalam pengembangan senjata biologi dengan tujuan menebarkan penyakit menular di kalangan orang-orang negro di Afrika Selatan. Film ini juga membongkar keterlibatan dinas inteligen Inggris dalam percobaan ilegal terhadap manusia di Porton Down yang sempat mengundang polisi Wiltshire untuk melakukan pemeriksaan terhadap pusat penelitian inteligen militer di sana.

Seorang mantan ahli intelegen Inggris, Gordon Thomas, membenarkan kabar tentang rencana pembuatan buku oleh Dr Kelly. Thomas menambahkan, Dr Kelly telah berniat mengundurkan diri dan pindah ke Amerika sebelum menerbitkan bukunya di sana. Menurut Thomas ia telah memperingatkan Dr Kelly untuk menghentikan niatnya tersebut.

"Dr Kelly adalah orang yang jujur dan sederhana. Jika ia mengatakan tidak ada senjata pemusnah massal di Irak, berarti memang tidak ada senjata pemusnah massal di sana. Saya mengatakan padanya, ia tidak akan pernah diperbolehkan menerbitkan bukunya di Inggris. Saya katakan padanya, hal itu membuat dirinya terancam bahaya," kata Thomas.

Meski Dr Kelly memiliki dua kantor, satu di kementrian pertahanan di London dan satunya lagi di Porton Down, ia menyimpan sebagian besar data kerjanya di komputer pribadi di rumahnya. Di antaranya adalah puluhan ribu dokumen dan foto. Beberapa fotonya menunjukkan gambar korban penyakit anthrax, binatang-binatang percobaan yang yang ditulari berbagai jenis penyakit menular.

Selain pemerintah dan dinas inteligen Inggris, banyak pemerintah dan dinas inteligen asing yang tidak menginginkan terbitnya buku Dr Kelly. Dr Kelly juga pernah bekerja di Mossad atas persetujuan atasannya. Dr Kelly juga tahu persis adanya pasar gelap virus anthrax yang diperjual belikan antara dinas-dinas inteligen internasional.

Namun ada alasan lain yang mungkin menjadi penyebab mengapa Dr Kelly dibunuh. Dr Kelly mengetahui persis proyek rahasia yang dilakukan Israel untuk mengembangkan penyakit menular di kalangan masyarakat Arab. Sebanyak 12 orang ahli mikrobiologi Rusia yang mengetahui kasus ini meninggal tahun 2001 dalam satu insiden. Pesawat yang mengangkut mereka dari Israel ke Siberia ditembak jatuh di atas Laut Hitam oleh rudal Ukrainia dalam satu insiden yang "tidak disengaja".

Lima minggu kemudian, seorang ahli mikrobiologi Amerika, Dr Benito Que, yang merukan teman Dr Kelly, ditemukan koma di tempat parkir laboratorium miliknya, sebelum akhirnya meninggal dunia. Saat itu ia tengah meneliti kemungkinan virus HIV dikembangkan sebagai senjata biologi. Polisi menolak melakukan penyidikan ulang meski keluarga Dr Benito yakin ia tidak mengalami sakit jantung sebagaimana keterangan polisi.

Kemudian, 10 hari setelah kematian Dr Benito, Dr Don Wiley, teman Dr Kelly yang lain yang merupakan ahli mikrobiologi terkemuka Amerika, menghilang secara misterius setelah menandatangani kontrak dengan pemerintah Amerika untuk mengembangkan vaksin anti virus ebola dan viru-virus lainnya. Atas kasus itu FBI segera melakukan pengeledahan di laboratorium Dr Wiley dan memindahkan banyak data miliknya. Sebulan kemudian jasad Dr Wiley ditemukan dengan luka benturan di kepalanya, 300 mil dari mobil yang ditinggalkannya.

Namun kasus kematian misterius yang paling menarik dialami oleh Dr Vladimir Pasechnik yang juga kenal baik dengan Dr Kelly. Ahli biokimia ini tiba-tiba meninggalkan arena pameran industri di Paris tahun 1989 (menjelang keruntuhan Uni Sovyet) dengan alasan membeli suvenir untuk istrinya di Uni Sovyet. Ternyata ia membelot ke kedutaan besar Inggris.

Setelah diterbangkan ke Inggris, Dr Pasechnik membuka rahasia program senjata biologi Sovyet kepada Inggris dan menjadi peneliti senjata biologi milik dinas inteligen Inggris, Regma Biotechnologies Laboratory dekat Porton Down. Pada tgl 21 November 2001 ia bekerja seperti biasa dengan kondisi sehat. Pulang ke rumah di malam hari, ia memasak sendiri makan malamnya dan menghabiskannya. Keesokan harinya ia ditemukan tewas di tempat tidur.

Ia dinyatakan meninggal karena stroke, namun polisi Wiltshire kemudian mengakui penyebab kematian Dr Pasechnik "tidak diketahui". Pengalaman-pengalaman tersebut mungkin yang membuat Dr Kelly membuat pengakuan "mayatnya akan ditemukan di tengah hutan".

Penyidikan sebab kematian Dr Kelly agak janggal mengingat hal itu dilakukan oleh koroner dari Oxfordshire, bukan Wilshire tempat kejadian perkara. Selain itu 13 dokter terkenal yang menaruh perhatian atas kasus ini juga membantah hasil penyidikan polisi. Menurut mereka, luka di pembuluh darah ulnar artery tidak menimbulkan kematian.

"Saya tidak pernah mendengar, sepanjang karier saya, kasus kematian yang disebabkan oleh luka di pembuluh ulnar artery," kata Dr Martin Birnstingl, salah satu dari 13 dokter tersebut. Menurutnya jika Dr Kelly benar-benar bermaksud bunuh diri, ia akan memilih pembuluh darah arteri lain di bagian bawah perut.

Seperti teori teori? Sama sekali tidak. Ini semua adalah fakta.

Monday, 3 August 2009

Skandal Kewarganegaraan Obama


Tidak peduli "orang-orang mapan/penguasa belakang layar" pro status quo berupaya mengubur kontroversi kasus kewarganegaraan Barack Obama, kasus ini terlalu menarik untuk diberangus dan terus saja menjadi kontroversi. Bahan di media massa milik orang-orang mapan itu, kasus ini menjadi perhatian kembali.

Koran New YorkTimes baru-baru ini menulis komentar pimpinan media MSNBC Phi Griffin tentang mancuatnya kembali kasus ini di tengah masyarakat. "Rasis. Ini kasus rasial," kata Griffin. Menurut Griffin mencuatnya kasus kewarganegaraan Obama akhir-akhir ini terkait dengan dua kasus lain yang terkait. Pertama adalah adanya upaya beberapa anggota Congress dan Senat untuk mensahkan UU yang mewajibkan seorang kandidat presiden untuk menunjukkan sertifikat asli kewarganegaraannya. RUU ini telah mendapat dukungan 9 orang anggota Congress dan 1 orang anggota Senat. Adapun kasus kedua adalah adanya video yang beredar tentang sebuah acara pertemuan warga di sebuah kota yang berubah menjadi dengar pendapat tentang kewarganegaraan Obama.

New York Times juga menyinggung kasus yang terjadi di CNN dimana dalam satu acara, seorang hostnya, Lou Dobbs, membuka kembali kasus ini ke publik disertai komentarnya yang kontroversial, "Saya mulai berfikir kita mempunyai masalah tentang dokumen (kelahiran). Anda mungkin mengira ia (Obama, blogger) adalah ..... saya tidak akan mengatakan "tidak mempunyai dokumen (kelahiran), itu tentu tidak benar."

Akibat tindakan itu Dobbs menerima protes keras dari para pendukung Obama. Sebuah LSM besar, Southern Poverty Law Center, bahkan menyurati pimpinan CNN untuk memecat Dobbs.

Dengan semua yang dikatakannya itu sebenarnya Lou Dobbs menginginkan Obama untuk menunjukkan sertifikat kelahiran aslinya sehingga kontroversi ini hilang. Namun sepertinya harapan itu, sebagaimana harapan sebagian masyarakat Amerika, akan sia-sia belaka. Obama tidak memiliki dokumen itu. Seandainya ia benar-benar memilikinya ia sudah menunjukkannya ke publik dari awal. Ia bahkan tidak perlu menyewa pengacara mahal untuk melindunginya dari kewajiban menunjukkan dokumen tersebut.

Satu-satunya dokumen kelahiran Obama yang beredar di masyarakat adalah foto sertifikat kelahiran yang muncul di sebuah situs tim sukses Obama dalam masa kampanye lalu. Namun foto itu hanya menimbulkan kecurigaan. Beberapa pakar telematika dan disain grafis menuduh foto itu adalah rekayasa.

Namun secara umum isu kewarganegaraan merupakan sebuah tabu di media-media massa mapan. New York Times menambahkan bahwa akibat tindakan Dobbs membuat pimpinan CNN, John Klein mengirim memo kepada Dobbs dan timnya dan memerintahkan mereka untuk menghentikan semua berita tentang hal itu.

Sepertinya kasus ini akan terus berkembang, meski mendapat tantangan dari "orang-orang mapan/penguasa belakang layar". Tidak menutup kemungkinan bahkan akan berujung pada impeachment.

Saya hanya ingin mengatakan bahwa pengangkatan Obama sebagai presiden setidaknya memiliki dua dimensi. Pertama adalah olok-olok "penguasa belakang layar" kepada bangsa Amerika sekaligus menunjukkan kepada dunia betapa besarnya kekuasaan mereka. Mengangkat orang asing berkulit hitam dengan latar belakang keluarga yang tidak jelas, adalah olok-olok yang sangat telak.

Yang kedua adalah bentuk sandera yang dilakukan "orang-orang mapan/penguasa belakang layar" terhadap presiden Amerika. "Jika macam-macam, kubongkar kasusmu," demikian kira-kira bentuk sandera tersebut. Perlu diketahui, meski "orang-orang mapan/penguasa belakang layar" telah menguasai Amerika secara fisik hingga aspek-aspek non fisik lainnya seperti ekonomi, sosial dan budaya, seringkali terjadi presiden yang mereka "pilih" bekerja di luar kontrol mereka. Misalnya saja Nixon, yang terpaksa diimpeach melalui skandal watergate setelah terbongkar kedoknya sebagai anti-yahudi yang ekstrim. Atau Kennedy, yang dibunuh setelah mengeluarkan perintah pencetakan uang kertas pemerintah yang mem-bypass bank sentral yang dikuasai kartel bankir internasional.

Alasan mengimpeach Obama boleh jadi disebabkan karena keengganannya melakukan kebijakan yang keras terhadap Iran sebagaimana dituntut oleh Israel.

Namun untuk mengamankan Obama juga tidaklah mustahil. Dengan alat cetak yang sama pada masa kelahiran Obama, ditambah penyinaran sinar ultraviolet yang membuat umur suatu materi tampak lebih tua, didapatkanlah dokumen aspal yang sama dengan dokumen-dokumen seusianya.

Sunday, 2 August 2009

Vladimir Putin dan Pelajaran dari Rusia


Selain Palestina, saya melihat Rusia adalah musuh nyata yang telah menghunuskan pedangnya kepada kekuatan global yahudi. Tahun lalu Rusia memukul mundur petualangan yahudi di Ossetia Selatan yang meminjam tangan Georgia. Beberapa tahun lalu Rusia memberangus jaringan bisnis kriminal para oligarh yahudi yang merajai Rusia paska runtuhnya Uni Sovyet. Saat ini pun pemerintah dan rakyat Rusia terus "berkelahi" dengan para antek yahudi: orang-orang komunis, orang-orang liberal "useful idiots", dan kaum homo.

Perang antara Rusia malawan yahudi juga dapat dilihat dari berbagai peristiwa terakhir hingga peristiwa seputar kunjungan Presiden Barrack Obama ke Rusia baru-baru ini. Sebagaimana kita tahu, Amerika adalah salah satu zionist occupied goverment yaitu negara yang pemerintahannya telah dikendalikan kekuatan kapitalis yahudi.

"Amerika harus belajar dari sejarah Rusia," kata Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin dalam pidato pembukaan World Economic Forum di Davos, Switzerland pada tgl 28 Januari 2009 lalu menyinggung langkah-langkah politik yang dilakukan Amerika untuk memojokkan Rusia.

Kritikan, tepatnya saran Putin kepada Amerika hanya berselang beberapa hari setelah Presiden Amerika Barack Obama menunjuk Kenneth Feinberg, seorang zionis yahudi sebagai pengawas kompensasi (gaji) para pengusaha Amerika, menyusul jabatan-jabatan strategis lainnya yang dipegang orang-orang yahudi.

"Kita tidak boleh menutup mata terhadap fakta bahwa semangat kebebasan usaha, termasuk prinsip tanggungjawab pribadi para pengusaha, investor, dan pemilik saham, atas tindakan-tindakan mereka telah rusak. Tidak ada alasan untuk percaya bahwa kita dapat mencapai hasil lebih baik dengan memindahkan tanggungjawab itu kepada pemerintah," tambah Putin.

Dengan defisit APBN dan defisit perdagangan Amerika yang mencapai triliunan dollar, peringatan Putin sangatlah rasional, termasuk bagi Indonesia: "Kita harus menilai kembali situasi sebenarnya dan menghapuskan hutang yang sia-sia. Benar cara ini terasa pahit untuk sementara. Namun bila tidak dilakukan maka kita hanya akan memperpanjang krisis," tambah Putin.

Beberapa hari sebelum melakukan kunjungan Rusia tgl 6 Juli lalu, Presiden Obama melakukan "serangan" halus penuh makna terhadap Putin. Menurut Obama, Putin saat ini memiliki dua tempat pijakan kaki yang berbeda. Yang satu adalah model pemerintahan Uni Sovyet era Perang Dingin, dan satunya lagi model pemerintahan Rusia modern. Ia merujuk pada Vladimir Putin sebagai perdana menteri Rusia.

Dalam wawancara dengan Associated Press Obama mengatakan, "Saat kita bekerjasama dengan Presiden Medvedev, adalah penting jika Putin mengerti bahwa pendekatan model perang dingin antara Amerika-Rusia telah ketinggalan jaman. Saya rasa Medvedev memahami hal itu. Menurut saya Putin memiliki satu kaki berdiri dengan pendekatan lama dan satu kaki dengan pendekatan baru."

Selain menyerang Putin, Obama jelas berusaha memecah belah Presiden Medvedev dengan Vladimir Putin. Namun Putin melakukan reaksi yang tepat dan "berhasil mendaratkan pukulan jab balasan" ke muka Obama.

"Kami tidak mengerti bagaimana bisa berdiri dengan dua kaki terpisah. Kami berdiri dengan kukuh di atas dua kaki kami dan selalu melihat masa depan," balas Putin. Sementara responnya atas upaya pecah belah Obama, Putin menjawab, "Presiden Medvedev tidak kurang nasionalis dibandingkan saya."

Semua pengamat politik mengetahui bahwa Presiden Medvedev tidak lebih dari "murid yang patuh" terhadap Vladimir Putin. Bahwa ia mewakili wajah Rusia yang akomodatif terhadap kepentingan Amerika tidak lain karena memang demikian yang diinginkan Putin.

Obama dengan tim kampanyenya dan mesin politik yahudi Chicago-nya boleh jadi sukses menjadi superstar di Amerika. Namun di Rusia, ia tidak lebih sebagai presiden biasa yang kalah populer jauh dibandingkan Putin. Bahkan lebih jauh lagi, Obama berubah menjadi seorang murid yang patuh di hadapan Putin.

Dalam satu jamuan makan pagi yang diadakan Putin untuk menyambut Obama tgl 7 Juli lalu, Putin selama satu jam tanpa jeda menguliahi Obama mengenai visi Rusia atas dunia. Putin yang mengetahui maksud kedatangan Obama untuk meminta bantuan Rusia menyediakan bantuan logistik bagi kepentingan militer Amerika di Afghanistan memanfaatkan kesempatan itu untuk menunjukkan kepada Obama bahwa Rusia-lah yang kini memegang kartu as dalam konstelasinya melawan Amerika.

Obama sendiri akhirnya mengakui ketangguhan Putin. Dalam wawancara dengan Fox News, Obama berkata: “Saya melihat Putin sebagai pribadi yang tangguh, cerdas, tidak sentimentil dan sangat pragmatis."

Dengan semua sifat-sifat yang disebutkan Obama itu Putin kini menjadi satu-satunya pemimpin dunia yang mampu menjadi lawan tangguh dominasi global yahudi, meski negara-negara ZOG (zionist occupied goverment) Amerika dan NATO-nya berupaya setengah tenaga untuk mengepung dan melemahkan Rusia. Dalam satu konflik terbuka pertama Rusia melawan ZOG di medang perang Georgia tahun lalu Rusia telah membuktikan mampu menangani konflik global yang dihadapi dengan tepat.

Apalagi dengan kekuatan sumber energi gas alam, minyak dan nuklir yang dimilikinya, Rusia lebih mudah memainkan kartu. Dan Obama, yang tidak labih dari pion dari kekuatan besar kapitalis yahudi global, tidak labih dari pemain catur amatir dibandingkan sang master Vladimir Putin.

Putin adalah pemimpin progresif yang mampu melepaskan negerinya dari jeratan kekuasaan yahudi yang telah menghancurkan negerinya paska runtuhnya Uni Sovyet akhir dekade 1980-an. Ia mengetahui sejarah Rusia dan apa yang harus dilakukannya.


PELAJARAN DARI RUSIA

"Selama bertahun-tahun kaum Yahudi tidak hanya secara bertahap menguasai setiap sektor bisnis, mereka juga menguasai tanah dengan membelinya atau mengolahnya menjadi lahan pertanian. Dengan sedikit kekecualian mereka memiliki semacam lembaga khusus yang mencurahkan perhatian untuk menguasai negeri ini dengan cara-cara kotor, menipu penduduk asli termasuk yang paling miskin.” Tsar Alexander III)


Beberapa tahun yang lalu saya pernah menulis sebuah artikel berjudul sama dengan judul artikel ini, yaitu Pelajaran dari Rusia. Tulisan yang terilhami oleh romantisme novel Boris Pasternak: DR Zhivago dan buku John Reed: Ten Days that Shocked the World itu memaparkan dialektika politik Rusia menjelang dan paska Revolusi Bolshevik tahun 1917. Pesan moral yang saya sampaikan dalam tulisan itu adalah bahwa kaum komunis bolshevik berhak untuk memerintah Rusia daripada para pengikut Tsar.

Saya bersyukur tulisan itu tidak jadi dimuat di media massa, sehingga saya tidak merasa berdosa telah melakukan kebohongan kepada publik. Pasalnya banyak fakta yang tidak terungkap dalam tulisan tersebut yang membuat opini penulis tanpa sadar melenceng jauh dari fakta sebenarnya tentang sejarah Rusia.

Fakta pertama adalah para pemimpin komunis Rusia adalah Yahudi, dan fakta kedua adalah Yahudi berusaha menghancurkan Tsar Rusia karena kebencian rasialis dan ketamakan untuk berkuasa. Fakta terakhir yang paling penting namun paling banyak disembunyikan media massa dan buku-buku sejarah adalah bahwa kaum komunisme Bolshevik Rusia telah membunuh puluhan juta penduduk Kristen Rusia sebagai jalan bagi penguasaan Yahudi atas Eropa dan dunia. Pustakawan Frank Weltner bahkan menyatakan kaum komunis Yahudi membunuh 65 juta rakyat Kristen Rusia.

Winston Churchill, sejarahwan dan pemimpin dalam sebuah artikel yang dipublikasikan London Illustrated Sunday Herald tahun 1920 mengatakan: “Bolshevisme adalah sebuah konspirasi global untuk menghancurkan kebudayaan dan membentuk masyarakat baru yang berdasarkan “pembangunan diktatorial, pelanggaran hak-hak asasi, dan ilusi persamaan hak. Tanpa kesulitan kita dapat mengetahui bahwa penggerak gerakan ini adalah orang-orang Yahudi”.

Menurut Mark Weber, sejarahwan Institute for Historical Review, menjelang dan saat Revolusi tahun 1917, Yahudi menguasai posisi puncak kekuasaan kaum komunis Bolshevik. Dari 12 anggota Central Comitee yang memutuskan melakukan kudeta Revolusi Oktober 1917, 6 di antaranya adalah Yahudi. Sedangkan tujuh anggota Politbiro yang bertugas melaksanakan aksi kudeta, empat di antaranya adalah Yahudi. (The Jewish Role in the Bolshevik Revolution and Russia's Early Soviet Regime. Assessing the Grim Legacy of Soviet Communism)

Fakta sebenarnya lebih mengagetkan lagi. Bila Churcill dan Weber tidak mengetahui Lenin dan Stalin (dua orang pemimpin tertinggi Uni Sovyet pertama dan paling berpengaruh) sebagai Yahudi, Frank Weltner, pendiri The Jew Watch Project yang merilis situs internet terkenal jewwatch.com mengungkapkan bahwa keduanya adalah Yahudi. Menurut Weltner, Lenin yang lahir tahun 1870 adalah cucu buyut dari Moishe Itskovich Blank dan cucu dari Srul Moishevich Blank yang berdarah Yahudi. Untuk menyembunyikan identitas ke-Yahudi-annya nenek Lenin mengubah nama Srul Moishevich menjadi nama Rusia, Alexander Dmitrievict, tak lupa membaptiskan diri sebagai penganut Kristen.

Adapun Stalin bernama asli Joseph David Djugashvili, nama yang sangat Yahudi dimana nama Djugashvili bermakna “sang Anak Yahudi”. Selama masa revolusi Stalin mengubah namanya penggilannya menjadi “Kochba” yang tidak lain adalah nama seorang pemimpin Yahudi kuno. Orang Rusia asli tidak pernah mengubah namanya, kecuali Yahudi. Ke-Yahudi-an Stalin semakin tinggi karena ia menikahi tiga orang wanita yang semuanya adalah Yahudi. Ekaterina Svanidze, Kadya Allevijah, dan Rosa Kaganovich. Yang terakhir adalah adik perempuan Lazar Kaganovich, seorang pejabat ekonomi Sovyet.

Seorang putri Stalin, Svetlana Stalin, pindah kewarganegaraan menjadi WN Amerika tahun 1967. Di sana ia kawin dengan Mihail, anak laki-laki Lazar Kaganovich. Selanjutnya Svetlana kawin lagi dengan tiga orang laki-laki, dua di antaranya Yahudi.

Wakil Stalin di Sovyet, Molotov (terkenal dengan bom bensin temuannya), juga menikahi wanita Yahudi yang merupakan adik dari Sam Karp, seorang businessman asal Connecticut, Amerika. Selain fakta beberapa kapitalis Yahudi Amerika seperti Josept Schif menggelontorkan dana puluhan juta dolar kepada kaum bolshevik selama revolusi, semuanya itu menambah daftar hitam rekayasa yahudi dalam menciptakan komunisme guna menciptakan “Tata Dunia Baru” yang tak lain adalah tata dunia dimana Yahudi sebagai penguasa menggantikan kekuasaan Kristen-Eropa.

Mengenai pembunuhan besar-besaran yang dilakukan oleh kaum komunis Yahudi terhadap rakyat Rusia, cukup menjadi bukti adalah fakta-fakta yang diungkapkan oleh para sejarahwan Rusia sendiri. Dmitri Volkogonov, kepala sebuah komisi khusus Parlemen Rusia baru-baru ini mengungkapkan bahwa: "dari tahun 1929 sampai 1952 sebanyak 21.5 juta warga Uni Soviet ditahan. Sepertiga di antaranya ditembak, sisanya dipenjara dimana sebagian diantaranya meninggal di penjara." Olga Shatunovskaya, seorang anggota Komisi Pengawas Partai Komunis semasa pemerintahan Perdana Menteri Khrushchev tahun 60-an mengatakan: "Dari bulan January 1935 sampai 22 Juni 1941, sebanyak 19,840,000 warga yang dianggap musuh negara ditangkap. Tujuh juta di antaranya ditembak di penjara dan sebagian besar sisanya meninggal di kamp tawanan.

Sementara itu Robert Conquest, sejarahwan Rusia terkenal mengatakan: “Sangat sulit membantah bahwa kematian warga Rusia setelah tahun 1934 melebihi 10 juta jiwa. Masih ditambah sekitar 10 juta lagi korban wabah kelaparan antara tahun 1930-1933, korban sistem kerja paksa Gulak, dan program anti-petani yang dilakukan pemerintah. Total keseluruhan adalah sekitar 20 juta jiwa.

Perlu dicatat bahwa angka-angka tersebut dibuat oleh orang-orang Rusia di bawah kekuasaan komunis yang represif. Angka-angka yang dikeluarkan ahli-ahli di luar Rusia tentu jauh lebih besar lagi. Beberapa sejarahwan menyebutkan angka 60 juta. Sebagian lainnya bahkan menyebutkan angka 100 juta.

Di antara pembunuhan-pembunuhan itu pembunuhan Tsar Nicholas II dan keluarganya adalah yang paling terkenal karena menjadi momentum kehancuran kekaisaran Rusia yang telah berlangsung ratusan tahun sekaligus menjadi kejatuhan Eropa keseluruhan dalam kekuasaan Yahudi. (Eropa sempat bangkit di bawah kepemimpinan Hitler dan Mussolini, namun hanya sebentar saja. Kini Eropa dan Amerika, kecuali Rusia yang bangkit melawan Yahudi di bawah kepemimpinan Vladimir Putin, telah jatuh bulat-bulat ke dalam kekuasaan Yahudi).

Tsar Nicholas II dibunuh oleh kaum komunis pada malam hari tanggal 17 Juli 1918 di dalam sebuah istana tempat ia menjalani tahanan setelah digulingkan. Bersama dia turut meninggal secara keji adalah permaisuri, seorang putra remaja dan empat putri kecil sang Tsar. Pembunuhan tersebut sangatlah keji mengingat Tsar adalah seorang raja dari dinasti Romanov yang telah berkuasa selama tiga abad lebih. Ia masih memiliki pertalian darah dengan raja-raja Eropa dan dikenal rakyatnya sebagai raja yang bijaksana.

Sebelumnya orang-orang Yahudi telah membuat makar yang menyebabkan Raja Charles dari Inggris dan Raja Louis XVI dari Perancis digulingkan dari singgasana dan dihukum mati oleh rakyatnya. Namun setidaknya Charles dan Louis masih dapat menjalani kematian secara terhormat karena melalui proses pengadilan, sementara Tsar Nicholas tidak. Selain itu keturunan Charles dan Louis masih sempat meraih kembali kekuasaannya meski kemudian hilang kembali, sementara Tsar Nicholas selain kehilangan tahta selamanya juga harus kehilangan seluruh keluarganya.

Beberapa saat setelah pembunuhan Tsar, koran resmi regim komunis Rusia menulis: Tanpa ampun kita akan membunuh musuh-musuh kita, ratusan bahkan ribuan. Biarkan mereka tenggelam dalam kubangan darah mereka sendiri. Demi darah Lenin dan Uritskii, biarkan membanjir darah orang-orang borjuis, lebih banyak darah, sebanyak-banyaknya.

Sementara itu tokoh komunis Grigori Zinoviev dalam sebuah pidato di sebuah rapat partai komunis tahun 1918 dengan dingin mengatakan: Kita harus menyelamatkan 90 juta dari 100 juta penduduk Rusia bersama kita. Adapun sisanya sejumlah 10 juta, mereka harus dihabisi.

Lembaran hitam kekejaman Yahudi itu kini menjadi kesadaran kolektif masyarakat Rusia sehingga kini mereka mendukung sepenuhnya program anti Ologarki dan Mafia-Yahudi yang dilancarkan Presiden (kini Perdana Menteri) Vladimir Putin.


Keterangan gambar: Vladimir Putin tengah memberikan briefing kepada Barack Obama.

Bisnis Kotor Para Rabbi Amerika


Baru-baru ini kepolisian federal Amerika, FBI, menangkap satu jaringan kriminal yang melibatkan para pejabat (termasuk tiga orang walikota, satu orang wakil walikota dan dua anggota DPR) dan beberapa orang rabbi (pemimpin agama yahudi) yang beroperasi di negara bagian New York dan New Jersey. Kejahatan mereka meliputi perdagangan barang-barang palsu dan pencucian uang haram. Namun yang mencengangkan adalah mereka juga memperdagangkan organ tubuh manusia.

Keberhasilan ini merupakan buntut investigasi selama bertahun-tahun para penyidik FBI. Namun perlu menjadi catatan bahwa keberhasilan ini juga berkat informasi yang diberikan oleh Solomon Dwek, seorang yahudi orthodok yang bangkrut dan membutuhkan perlindungan hukum pemerintah.

Perlu menjadi catatan bahwa meski yahudi telah menginfiltrasi seluruh institusi strategis Amerika dan de facto menjadi penguasa Amerika, namun kebanyakan aparat dan birokrat institusi-institusi tersebut bukanlah yahudi sehingga dalam banyak kasus orang-orang yahudi dapat dijerat oleh hukuman. Dalam berbagai kasus sentiman anti-yahudi yang masih cukup kuat di antara aparat negara Amerika menjadi pendorong terbongkarnya kasus-kasus kejahatan yang melibatkan orang-orang yahudi. Namun begitu yahudi menguasai sepenuhnya institusi kehakiman sehingga pada akhirnya kejahatan-kejahatan yahudi, kalaupun terbongkar, hanya mendapat hukuman ringan.

Solomon Dwek, pengusaha real-estate yang bangkrut, menjalani tuntutan hukum pada tahun 2006 karena "menipu" PNC Bank senilai $50 juta. Dwek yang terancam hukuman 30 tahun penjara bersedia menjadi informan FBI untuk membongkar kejahatan para rabbi yahudi, dengan imbalan pengurangan hukuman.

Dwek memulai operasi penyamarannya dengan menjadi investor yang ingin mencuci uangnya melalui yayasan-yayasan yahudi di New York dan New Jersey. Selama dua tahun Dwek menyalurkan dana (milik FBI) hingga $3 juta ke beberapa yayasan yahudi. Dengan dalih demi "menyelamatkan hidupnya" Dwek berhasil meyakinkan para rabbi untuk mencuci uangnya melalui yayasan-yayasan yahudi dengan imbalan beberapa persen dari dana yang dicuci.

Menurut para rabbi yang ditemuinya, Dwek disarankan untuk menyebarkan uangnya ke sebanyak mungkin yayasan yahudi. "Semakin banyak disebarkan, semakin baik," demikian kata rabbi Nahum, salah satu rabbi yang ditemui Dwek.

Beberapa rekaman video yang dikumpulkan penyidik memperlihatkan negosiasi yang dilakukan Dwek dengan para rabbi berlangsung di berbagai tempat, dari tempat parkir hingga dapur pabrik. Dalam satu transaksi, ribuan dollar uang kas yang terbungkur kotak sereal dipindah tangankan.

Selain Dwek, para rabbi melakukan bisnis yang sama dengan sejumlah besar investor lain. Uang dari bisnis illegal penjualan barang palsu merek Gucci misalnya, adalah salah satu bisnis tersebut.

Tuduhan pencucian uang haram yang dikenakan terhadap para rabbi termasuk juga melibatkan pengiriman uang haram ke Israel. Rabbi Kassin, salah satu rabbi yang terlibat transaksi pencucian uang haram dengan Dwek senilai $200.000 misalnya, menggunakan perbankan Israel dan Swiss sebagai terminalnya. Sementara Rabbi Eli Ben Haim bekerjasama dengan warga Israel dalam praktik pencucian uang haram tersebut. Ia mengaku dalam satu tahun dapat mencuci uang senilai $8 juta dengan komisi yang didapatkan mencapai $1 juta.



BISNIS ORGAN TUBUH

Selain membongkar bisnis pencucian uang haram, Dwek juga berhasil membongkar bisnis perdagangan organ tubuh ilegal yang dilakukan para rabbi tersebut.
Kasus ini terbongkar pada tgl 13 Juli lalu saat Dwek menemui Rabbi Levy Izhak Rosenbaum di Brooklyn New York dengan keperluan membeli organ tubuh.

Ditemani seorang agen wanita FBI yang mengaku sebagai sekretaris Dwek, Dwek mengatakan kepada rabbi Rosenbaum bahwa paman si sekretaris menderita penyakit polycystic, dan membutuhkan organ tubuh untuk transplantasi cepat. Rabbi Rosenbaum mengaku bahwa dirinya telah melakukan bisnis jual beli organ tubuh ilegal selama 10 tahun dan menyatakan sanggup menyediakan organ tubuh yang dibutuhkan.

"Saya adalah agen handal dan saya telah melakukan bisnis ini sejak lama. Namun saya ingin menjelaskan satu hal kepada Anda. Adalah melanggar hukum memperdagangkan organ tubuh. Jadi Anda tidak bisa membelinya. Yang Anda bisa lakukan adalah Anda hanya harus menyediakan kompensasi untuk saya atas waktu yang saya berikan."

Rabbi Rosenbaum kemudian menawarkan untuk mendapatkan organ tubuh yang dicari dari Israel dengan harga $160,000 dengan DP 50%. Menurut rabbi sebagian uang itu dibayarkan ke pemilik organ dan sisanya untuk beberapa dokter di Israel. "Satu alasan mengapa harganya begitu mahal adalah karena kita harus memberi uang pelicin untuk beberapa orang yang terlibat dalam bisnis ini,” kata rabbi.

Sebagaimana juga pernah dilaporkan oleh Washington Post, Israel adalah salah satu sumber dari bisnis organ tubuh internasional. Hal ini tidak lain karena Israel adalah negeri dengan jumlah tahanan politik terbesar di dunia, yaitu orang-orang Palestina. Mereka juga punya stok melimpah, yaitu penduduk Palestina warga Jalur Gaza dan Tepi Barat yang tidak beda dengan kamp konsentrasi terbesar di dunia.

Bisnis ilegal ini bahkan melibatkan institusi resmi pemerintah Israel, L Greenberg Institute of Forensic Medicine, salah satu lembaga di bawah kementrian kesehatan Israel. Lembaga ini bekerjasama dengan Tel Aviv University selama setahunnya menggunakan 2.500 mayat untuk penelitian.

Bukti-bukti keterlibatan pemerintah Israel dalam bisnis organ tubuh manusia mendapat konfirmasi dari pengakuan seorang mantan perwira AD Israel yang tertangkap di Brazil tahun 2004 saat melakukan kegiatan bisnis ini. "Pemerintah Israel menfasilitasi bisnis ini melalui lembaga-lembaga departemen kesehatan," kata mantan perwira tersebut.

Wednesday, 29 July 2009

Hantu Ezra Pound


Dikembangkan dari artikel "Ghost of Ezra Pound" karya John Kaminski dalam situs Incogman, 28 Juni 2009.

Indonesian Free Press -- Hantu dari sastrawan Ezra Pound telah mengajak kita untuk memasuki "perpustakaan berkabut" dari pikiran kita, khususnya ke bagian yang telah disembunyikan oleh sekolah-sekolah publik dan media massa, sebagaimana juga oleh kebanyakan "website internet progresif".

Ezra, siapa? Pound adalah "guru besar" yang telah membimbing sastrawan-sastrawan paling cemerlang Amerika di abad 20: Ernest Hemingway, T.S. Eliot dan sebagainya. Ia adalah pendiri aliran sastra yang disebut modernisme . Namun selain sebagai sastrawan, ia juga aktivis politik yang tangguh sekaligus peneliti sejarah kebudayaan-kebudayaan kuno. Selama perang dunia II Pound menyiarkan keborokan-keborokan Amerika dan menyebarkan ajakan menentang sistem perbankan global. Untuk itu ia diadili dengan tuduhan pengkhianatan dan dihukum 13 tahun hidup di klinik perawatan jiwa. Saat ini, pesan-pesannya tampak semakin jelas dari sebelumnya.

Hantu dari Ezra Pound telah menyampaikan pesan tentang sebuah catatan kuno yang terlupakan: “Admonitions of an Egyptian Sage from a Hieratic Papyrus in Leiden,” yang telah diterjemahkan oleh Alan H. Gardiner pada tahun 1909:

“Negeri mesir tengah dalam kesengsaraan, sistem sosial tidak bekerja, kerusuhan terjadi di mana-mana. Orang-orang asing memangsa rakyat yang tidak berdaya, orang-orang kaya dijarah hartanya dan diusir dari rumahnya oleh orang-orang miskin. Ini bukan bencana lokal, melainkan bencana nasional. Anehnya sang raja fir'aun tidak berdaya apapun."

Orang-orang yang Disebut "Useful Idiots"


---------
”Ayah, saya harus mengakui bahwa pada saat itu saya menyukai membunuh orang," pengakuan Che Guevara tentang pembunuhan pertama yang dilakukan Che terhadap seorang lawan politiknya, dengan menembaknya di kepala.
---------

Mungkin John Reed, wartawan Amerika peliput peristiwa sejarah Revolusi Bolshevik, merasa bangga dengan dedikasinya kepada komunisme. Karena buku karangannya, "Ten Days That Shocked the World", namanya termasyur di seluruh dunia. Negara Uni Sovyet pun mengangkatnya sebagai pahlawan. Namun apabila ia tahu apa tanggapan Lenin dan para pemimpin Uni Sovyet tentang orang-orang sepertinya, orang liberal Amerika yang bersimpati kepada komunisme, ia pasti akan menangis. Oleh Lenin ia dan orang-orang sepertinya dicap sebagai "orang-orang idiot yang bermanfaat" (useful idiot).

Lenin, sebagaimana para pemimpin komunis Uni Sovyet berdarah yahudi, tahu apa hakikat dari komunisme: alat yang efektif untuk menghancurkan tatanan lama seperti negara, bangsa, dan agama, untuk digantikan dengan tatanan baru dimana orang-orang yahudi menjadi penguasanya.

Untuk itu semua, dalam rangka menghancurkan suatu bangsa dengan segala sejarahnya yang telah terbentuk ratusan tahun, komunisme selalu menerapkan satu pola strategi yang sama di manapun berada: pembunuhan besar-besaran atas masyarakat terdidik dan meninggalkan sisanya orang-orang bodoh dan kriminal yang mudah dikendalikan.

Maka beruntunglah William Dudley Pelley, seorang wartawan Amerika lainnya yang dikirim untuk meliput komunisme Uni Sovyet paska revolusi Bolshevik tahun 1918. Dengan mata kepala sendiri Pelley menyaksikan kekejian orang-orang komunis. Mereka membantai rakyat Rusia, orang-orang kristen yang taat dan sederhana, dengan keji. Pelley menyaksikan mayat-mayat, termasuk wanita dan anak-anak berjejer di sepanjang jalan di kota-kota hingga di pelosok desa. Ia juga menyaksikan cara-cara pembunuhan yang paling keji: para petani disula dan disalib di jendela rumahnya sendiri. Ia juga menyaksikan pembantaian di satu sekolah anak-anak. Orang-orang komunis menyerbu satu ruangan yang penuh dengan anak-anak dan gurunya, menembakinya dalam jarak dekat hingga darah dan ceceran otak terserak hingga atap.

Meski angkanya berbeda-beda (berkisar antara 20 juta hingga 100 juta), para ahli sejarah sepakat rejim komunis Sovyet telah membunuh puluhan juta rakyat Rusia. Komunisme Cina juga telah membunuh puluhan juta rakyat Cina dalam satu gerakan politik yang disebut dengan Revolusi Kebudayaan pada tahun 1960-an. Ditambah pembunuhan-pembunuhan massal yang terjadi di Indochina, Amerika Latin, Afrika dll, maka komunisme adalah mesin pembunuh massal terbesar dalam sejarah manusia.

Atas kekejian itu Palley menjadi sadar apa hakikat dari komunisme yang sebelumnya ia kagumi. Ia berbalik haluan menjadi seorang penentang komunisme yang gigih. Ia bukan lagi "orang bodoh yang bermanfaat" sebagaimana John Reed. Bukunya yang berjudul "Dupes Of Judah - A Challenge To The American Legion - Shall we go to War this time to save Germany’s Jews or Sassoon’s Yellow River Dope Trade?" menjadi karya fonumental yang membongkar sisi gelap komunisme serta motif di belakang terjadinya berbagai peperangan besar di dunia.

Kini "useful idiot" telah berbubah menjadi beberapa bentuk. Salah satunya adalah sekelompok orang yang menamakan diri "Anti Racist Activists" (ARA).
Mereka umumnya berkulit putih Amerika Utara, pengangguran atau pekerja paruh waktu, pengguna obat-obatan terlarang yang setiap akhir pekan berkumpul mengadakan aksi-aksi demonstrasi yang sering berujung kekerasan. Mereka lebih suka menyerang orang-orang kulit putih anti-yahudi/zionisme/globalisasi/neo-liberalisme/perang.

Mereka bekerja untuk melindungi kepentingan yahudi yang terancam akibat terbongkarnya praktik-praktik jahat dan konspirasi orang-orang yahudi dalam berbagai peristiwa kejahatan di dunia akhir-akhir ini (Skema Ponzi Bernard Madoff, krisis keuangan global, Tragedi WTC, dll). Terima kasih kepada internet, media massa bebas terakhir yang masih bertahan yang telah membongkar kejahatan-kejahatan itu. Berkat internet, pendaratan manusia ke bulan juga telah terbongkar sebagai hoax belaka. Program super mahal pendaratan manusia ke bulan, bersama peperangan-peperangan yang dilakukan Amerika merupakan faktor penting penyumbang defisit keuangan pemerintah Amerika yang harus ditutupi dengan hutang kepada para kapitalis yahudi dengan bunga yang mencekik leher rakyat.

Dalam aksi-aksinya para aktivis ARA biasanya bergaya hippies dengan bandana dan penutup wajah di kepala, menggemari musik rock grunge, menyerukan gerakan cinta lingkungan secara ekstrim. Mereka tidak pernah benar-benar bekerja untuk hal-hal yang mereka gembar-gemborkan. Fantasi mereka tentang masyarakat egaliter sebagaimana impian Karl Marx sebenarnya hanyalah ilusi dan tidak lebih dari upaya perbudakan seluruh umat manusia oleh segelintir penguasa jahat. Para penguasa komunis hidup sebagai kasta tertinggi struktur sosial masyarakatnya. Di korea Utara negara komunis itu bahkan telah menjadi kerajaan dimana kekuasaan diturunkan dari seorang ayah ke anaknya.

Para aktifis ARA jarang mengutuk Israel atas kebiadabannya di Palestina. Mereka justru menyerang siapapun yang menunjukkan ekspresi kebencian terhadap Israel atau yahudi.

Dalam satu hal, orang-orang ini mengidap sindrom stockholm. Mereka menjadi sandera tapi kemudian malah jatuh cinta kepada penyanderanya. Negara dan masyarakat barat telah kacau balau dan moralitas mereka telah dijungkirbalikkan (Baru-baru ini terdengar berita adanya pesta seks yang dilakukan ratusan orang di rumah seorang bangsawan Inggris. Seks telah menjadi acara game show di televisi-televisi barat). Dan mereka menyukai semua kondisi ini. Mereka rela menjadi prajurit di baris depan untuk mempertahankan semua kondisi ini.

Dalam impiannya mereka mengira sebagai orang-orang yang melakukan perubahan besar, namun tampak jelas mereka hanya menderita demam impian.

ARA terlibat dalam aksi teror terhadap Ernst Zundel, warga Kanada kelahiran Jerman yang berani membantah kebonongan dongeng holocoust. Aksi teror paling keji mereka adalah membakar habis rumah Zundel, dan polisi Kanada (salah satu jew enslaved nation) tidak melakukan tindakan yang sesuai terhadap para pelaku. Merasa terancam Zundel menyelamatkan diri ke Amerika dengan harapan negara ini masih menjunjung tinggi kebebasan berbicara sebagaiman dijamin dalam konstitusinya. Namun Zundel keliru. Pemerintah Amerika (another jew enslaved goverment) menangkapnya dan mendeportasinya ke Jerman (the most jew enslaved nation), negeri yang menjamin setiap penentang Israel, yahudi dan holocoust akan dipenjara.

Jika Anda orang Jerman dan belum mengalami "mati otak" tentu akan seperti Zundel juga. Setiap saat Anda menonton televisi Anda disuguhi dengan film-film tentang holocoust disertai tuduhan kepada rakyat bangsa Anda sebagai penjahat perang. Jika pun tuduhan itu benar, Anda pasti akan muak dan tidak tahan untuk memberontak. Apalagi jika Anda tahu kalau tuduhan itu adalah rekayasa penuh tipuan.


Che Guevara

Salah satu idola para "useful idiots" adalah Che Guevara. Ia orang yang kebingungan yang merasa "cool" dengan melakukan "pemberontakan" terhadap kemapanan. Dengan rambut gondrongnya, bandananya, dan motor trailnya.

Para idiot itu tentu tidak tahu kalau Che hanyalah seorang kriminal pembunuh rasis. Suatu saat ia menulis surat kepada ayahnya: "Ayah, saya harus mengakui bahwa pada saat itu saya menyukai membunuh orang." Pada saat yang lain ia menembak seorang anak lelaki 12 tahun di leher belakangnya hingga nyaris putus.

Pada saat lain ia menulis: "Orang-orang kulit hitam, contoh mengagumkan dari ras Afrika yang berhasil mempertahankan kemurnian rasnya berkat kejorokan mereka... orang-orang kulit hitam adalah para pemalas dan pemimpi yang menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan minuman keras."

Selain rasis, Che juga seorang totaliterian. Totalitaria down to his body hairs, totaliter hingga ke ujung rambutnya, demikian tulis Regis Rubray, seorang penulis Perancis. Che tidak pernah memprotes pembunuhan massal yang dilakukan kamerad-kameradnya, Stalin atau Mao Zedong atau Pol Pot.

Dan tragisnya semua kekaguman kepada Che hanya bersumber pada poto Che yang dibuat oleh fotografer Alberto Korba. Untuk foto itulah para "idiot berguna" itu mencurahkan tenaga dan pikirannya membela yahudi.

Para Pelaku Seperti Biasanya


Tgl 23 Juli yang lalu saya melihat running news di Metro TV tentang penangkapan massal puluhan pengusaha dan pejabat korup yang terlibat dalam satu kasus kejahatan. Meski seperti biasa, Metro TV dan media massa lainnya tidak menyebutkan motif dan para tersangka pelaku kriminal jika pelakunya orang yahudi, saya sebenarnya sudah curiga, ini adalah kasus kejahatan lain yang dilakukan orang-orang yahudi. Dan benar saja sehari kemudian saya mendapat konfirmasinya setidaknya di dua situs internet: Sabili Cyber dan Incog Man.

Menurut Incogman, polisi federal FBI menangkap puluhan orang di New Jersey dan New York dalam kasus kejahatan konspirasi massal penjualan aksesoris palsu mereka Gucci, plus pencucian uang melalui organisasi amal yahudi Amerika dan bank-bank di Israel. Tidak hanya itu, kejahatan tersebut juga termasuk perdagangan ilegal organ manusia. Sedang menurut Sabili Cyber di antara yang ditangkap adalah tiga orang walikota, seorang wakil walikota, dua orang anggota legislatif serta beberapa orang rabbi di New Jersey dan New York.

Mengenai kejahatan perdagangan organ tubuh manusia tentunya mengingatkan kita pada karya sastrawan besar Inggris Shakespearre berjudul "Saudagar dari Venesia" yang menceritakan bagaimana seorang rentenir yahudi meminta bayaran keratan daging dari tubuh korbannya yang tidak mampu membayar. Hal ini bukan sekedar igauan Shakespearre, karena sebagian besar orang yahudi memang demikian halnya. Salah satu pasal dalam kitab suci orang yahudi Talmud menyebutkan orang yahudi dibolehkan membunuh orang non-yahudi untuk diambil organ tubuhnya demi menyelamatkan nyawa orang yahudi.

"Jika seorang yahudi memerlukan jantung, bolehkah kita mengambil jantung milik orang non-yahudi yang tidak bersalah yang tengah melintas, untuk menyelamatkan orang yahudi itu? Kitab Taurat mungkin membolehkannya." (sekedar eufimisme karena sebagai seorang rabbi ia tentu tahu bahwa kitab Talmud, kitab tandingan Taurat yang lebih dihormati, membolehkannya). Ada satu keunikan yang suci tiada batas pada jiwa seorang yahudi dibandingkan jiwa orang non-yahudi,” kata Rabbi Yitzhak Ginsburgh dalam majalah Jewish Week, 26 April 1996.

Beberapa pejabat FBI menyebutkan tindakan para pelaku sebagai "kanker yang menghancurkan nilai-nilai dasar negara bagian." Mungkin mereka sebenarnya ia ingin mengatakan: "Orang-orang yahudi ini terus-menerus menghancurkan nilai-nilai dasar seluruh negara Amerika."

Dan seperti yang sudah-sudah, kasus ini dilakukan oleh mafia yahudi yang didukung oleh beberapa pemuka agama yahudi dan dibantu oleh para pejabat korup. Kasus ini menjadi semakin menarik karena melibatkan seorang developer kotor terkenal yang terlibat kasus penyuapan tiga tahun lalu.

Awalnya polisi menyidiki kasus pencucian uang yang dioperasikan antara Hoboken & Deal, sebuah kawasan peristirahatan di New Jersey yang sebagian besar dihuni oleh orang-orang kaya yahudi, dengan Israel. Pencucian uang adalah upaya menyembunyikan uang haram hasil kejahatan, atau juga menyembunyikan uang halal dari tuntutan pajak.

Dan seperti biasa, pelaku kejahatan yang melibatkan mafia yahudi yang terbongkar akan ditimpakan kepada mitra yuniornya, mafia Italia. Sama seperti Al Capone, seorang centeng kelas kambing tahun 1930-an yang harus menanggung dosa-dosa mafia yahudi penguasa Amerika, Meyer Lansky dan Bugsy Siegel (Bugsy sang inventor kota Las Vegas mati dibunuh oleh Lansky karena pertikaian harta. Lansky sendiri meninggal di pengasingan, dimana lagi kalau tidak di Israel).

Dan dalam skenario yang sama, stasion televisi ABC mengasosiasikan kasus ini dengan sebuah film Italia "The Soprano" dan selanjutnya sang host Charlie Gibson mengatakan, "Tony (Mafia Italia paling terkenal, mitra yunior Meyer Lansky) akan sangat bangga."

Sebaliknya, fakta sebenarnya adalah kejahatan ini dilakukan oleh orang-orang yahudi yang dibantu orang-orang non-yahudi upahan termasuk para pejabat publik, lolos dari perhatian media massa Amerika dan selanjutnya ditiru oleh media-media massa Indonesia seperti Metro TV. Sama halnya dengan kasus Bernard Madoff, spekulan yahudi yang menggelapkan uang nasabahnya hingga $60 miliar. Anda pikir Madoff menghabiskan sendiri uang sebanyak itu (setara hampir Rp600 triliun)? Seadainya Madoff hidup 1000 tahun pun uang sebanyak itu tidak dapat dihabiskannya sendirian. Kenyataannya sebagian besar uang itu mengalir ke Israel, untuk dicuci tentunya. Sementara itu ribuan korban Madoff hanya bisa menangisi uangnya yang "menguap".

Upaya lainnya untuk menyembunyikan perhatian publik dari kasus ini adalah dengan memblow-up kasus lain yang tidak penting, seperti kasus penahanan seorang profesor negro, James Crowley oleh kepolisian Massachusetts. Media massa menggembar-gemborkan kasus kriminal biasa ini sebagai kasus berbau rasialisme. Presiden Obama pun tidak mau ketiggalan dalam sebuah konspirasi untuk menyembunyikan kasus ini dengan mengeluarkan komentar yang tidak proporsional atas kasus ini. Mungkin ia tidak sengaja karena ia pun tidak lebih dari boneka.

Peranan para rabbi dalam kasus ini adalah mengumpulkan dana illegal melalui sinagog-sinagog yang dipimpinnya untuk ditransfer ke beberapa bank di Israel. Dari Israel dana-dana ilegal tersebut kembali ke Amerika dalam bentuk investasi "legal", atau disimpan di Swiss.

Hitler pernah mengatakan bahwa negeri bangsa yahudi di Palestina (saat itu negera Israel masih dalam proses pembentukan yang sudah dilakukan sejak akhir abad 19) akan menjadi ibukotanya kriminalitas dunia. Ia benar dengan ramalannya. Dengan tipuan mitos holocoust Israel dapat "memeras" negara-negara barat, terutama Jerman, untuk memberikan kompensasi miliaran dolar dan bantuan miliaran juta dollar setiap tahun.

Para pejabat Amerika memang korup. Demikian pula para mafia Italia yang jahat. Namun kejahatan mereka tidak sebanding dengan apa yang telah dilakukan orang-orang yahudi. Kini rakyat Amerika telah menanggung hutang hingga 11 triliun dolar karena perekonomian, termasuk bank sentral, dikuasai orang yahudi. Hutang itu bertambah besar setiap tahun seiring kebijakan anggaran keuangan negara yang defisit yang harus ditutup dengan berhutang. Tahun ini defisit tersebut bahkan melampaui 1 triliun dolar. Hutang itu tidak pernah mungkin terlunasi karena bunganya saja yang harus dibayar pemerintah mencapai 300 miliar dolar setahun.

300 miliar dolar setahun dari pendapatan bunga hutang pemerintah Amerika saja? Anda bisa membayangkan penghasilan para kapitalis yahudi itu secara global. Percayalah, kekayaan Bill Gates tidak ada sekuku hitamnya para kapitalis yahudi itu dan daftar orang-orang terkaya dunia yang dikeluarkan Forbes setiap tahun tidak lain hanyalah pengalih perhatian saja agar mata masyarakat tidak tertuju kepada mereka.

Tuesday, 21 July 2009

FRANK JOSEPH DAN MITOS HOLOCOUST


Sampai pada tahun 1977 dunia tidak mengenal apa itu holocoust, legenda tentang pembunuhan massal 6 juta orang yahudi oleh Nazi Jerman dalam Perang Dunia II. Salah satu film blockbuster pertama bertema perang dunia II, tidak pernah menyebut-nyebut holocoust. 'Judgment at Nuremberg'. Winston Churchill dan Jendral Eisenhower, dua tokoh paling terkenal dalam Perang Dunia II tidak menyebut-nyebut holocoust dalam dalam biografinya. Film seri komedia ber-setting Perang Dunia II yang terkenal, "The Hogan's Heroes" selama tayangnya di Amerika antara tahun 1965-1971 tidak sekalipun menyebut-nyebut tentang holocoust.

Presiden Amerika saat perang, Harry S Truman pun tidak pernah menyebut-nyebut holocoust. Sebaliknya ia meninggalkan catatan harian mengenai orang-orang yahudi yang selamat dari penindasan Nazi Jerman. "Orang-orag yahudi itu saya melihatnya sangat sangat egois. Mereka tidak peduli berapa jumlah etnis bangsa lain yang menjadi korban perang, orang-orang Estonia, Latvia, Finlandia, Polandia, Yugoslavia, atau Yunani yang terbunuh atau terusir dari kampung halamannya, sepanjang mereka (orang-orang ) yahudi mendapat perlakuan khusus. Dan saat mereka berada di atas angin, kekejaman mereka terhadap lawan-lawannya tidak dapat ditandingi oleh Hitler ataupun Stalin sekalipun."

Cerita tentang holocout dimulai pada bulan April 1977 saat Frank Collins, seorang pemimpin neo-nazi Amerika dan kawan-kawannya mengumumkan kepada publik akan melakukan aksi longmarch melalui kota kecil Skokie yang menjadi tempat penampungan terbesar orang-orang yahudi yang selamat dari ajang Perang Dunia II di Eropa. Slogan yang mereka gembar-gemborkan adalah: "Hitler mengecewakan karena hanya membunuh 6 juta orang yahudi dan membiarkan sisanya melarikan diri."

Orang-orang yahudi di seluruh Amerika pun berteriak-teriak lantang: "Jangan ulangi lagi! (pembunuhan orang-orang yahudi). Merekapun bertekad bulat untuk mencegah aksi longmarch tersebut.

Maka Collins pun meminta bantuan hukum kepada ACLU untuk memperjuangkan niatnya melakukan longmarch. Dengan alasan membela kebebasan menyampaikan pendapat, kebebasan berekspresi, HAM dan demokrasi, pengacara ACLU, David Goldberger, membela Collins. Sekedar informasi kalau ACLU adalah organisasi yahudi Amerika dan David Goldberger juga orang yahudi.

Selama setahun lebih, antara April 1977 hingag Juni 1978 media massa Amerika memborbardir rakyat Amerika dengan konflik antara Collins yang dibantu ACLU melawan komunitas yahudi Amerika ditambah cerita panjang lebar tentang holocoust.

Akhirnya Collins dan teman-temannya berjumlah total 12 orang, melakukan longmarch, tidak melewati kota Skokie, melainkan taman Marquette park dimana mereka bentrok dengan beberapa yahudi tua korban selamat Nazi Jerman.

Menyusul bentrokan itu, polisi pun memburu Collins dan menyerbu markasnya. Mereka menyangka akan terjadi bentrokan bersenjata dengan Collins dan anak buahnya. Namun saat mereka berhasil masuk, mereka mendapati hal yang tidak pernah mereka bayangkan. Collins tengah bersama dengan beberapa anak kecil berumur 10 tahun-an. Mereka dalam kondisi setengah telanjang.

Dalam persidangan yang berlangsung tahun 1979 terungkap bahwa Collins adalah seorang yahudi kelahiran Dachau tahun 1944. Ia dijatuhi hukuman penjara selama 7 tahun.

Tahun 1979 selanjutnya ditandai sebagai tahun kelahiran holocoust setelah Presiden Jimmy Carter membentuk Komisi Holocoust dan Illinois menjadi negara bagian pertama yang menjadikan holocoust sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar hingga SMA. Tidak hanya itu, sebagaimana P4 di Indonesia jaman Orde Baru, holocoust diindoktrinasikan kepada semua anak sekolah Amerika. Tidak hanya anak-anak sekolah, para guru pun mendapatkan sesi khusus penataran holocoust.

Akibatnya kini adalah, di mata warga Amerika holocoust menjadi kayakinan yang sangat kuat. Mereka percaya layaknya percaya kepada agama bahwa holocoust, pembantaian 6 juta warga yahudi dengan cara digiring ke kamar gas, 1,5 juta di antaranya adalah anak-anak, benar-benar terjadi. Bahkan angka 6 juta pun dianggap sebagai angka keramat yang tidak mungkin berubah-ubah, meskipun pemerintah Polandia, tempat terjadinya holocoust terbesar, telah meralat jumlah korban yahudi dalam perang dunia II dari 4,5 juta menjadi "hanya" 1,5 juta.

Dan setelah kasus Collins dan neo-nazinya mencuat, Hollywood dan industri hiburan dan informasi pun tergugah untuk menunjukkann kewajibannya dengan menyebar luaskan agama baru, holocoust.

Kembali kepada Frank Collins. Setelah menjalani 3 tahun penjara dari vonisnya yang 7 tahun penjara, Collins mendapatkan pengawal khusus yang disediakan pengacaranya dari ACLU, seorang homoseksual bernama Russell Burrows. Pada tahun 1983 Collins mendapat remisi bebas dan langsung menuju ke rumah barunya di Wisconsin, bersama pengawalnya, Burrows.

Suatu hari di tahun 1982 Burrows yang tengah berburu mengalami insiden terjatuh ke dalam sebuah gua penuh dengan harta karun berupa emas dan ribuan artifak kuno. "Artifak-artifak ini berasal dari tahun 726 SM hingga 10.000 SM," klaim Burrows. Anehnya saat itu Collins berada tidak jauh dari gua harta karun Burrows.

Saat ini Frank Collins yang telah berganti nama menjadi Frank Joseph, adalah seorang editor majalah arkeologi "
Orang-orang yahudi itu, tidak sekedar melupakan masa lalu Joseph, mereka bahkan membantunya membangun karier baru. Atau semua itu merupakan sebuah operasi inteligen? Kalau memang demikian, Frank Collins adalah seorang intel paling sukses menjalankan misinya. Ia tidak beda dengan Lawrence of Arabia, seorang yahudi homo agen rahasia Inggris yang berhasil memprovokasi rakyat Arab untuk memberontak terhadap rajanya, Sultan Turki, hingga bangsa Arab tidak lagi utuh dan terpecah-pecah menjadi beberapa negara dan kerajaan.

Monday, 20 July 2009

Disinformasi Hollywood


Dalam beberapa tahun terakhir terjadi satu trend baru di dunia perfilman Hollywood: organisasi rahasia. Dimulai dengan "The Da Vinci Code", kemudian disusul oleh "National Treasure" dan "Angels and Demons". Trend ini diperkirakan masih akan berlaku beberapa tahun mendatang.

Bagi yang agak kritis tentunya hal ini menimbulkan pertanyaan. Mengapa Hollywood begitu bersemangat membuat film yang bertema hal-hal misterius yang selama ratusan tahun hanya ada di "bawah permukaan". Jawabnya adalah industri Hollywood merupakan industri yang dikuasai sepenuhnya para anggota organisasi rahasia. Lalu mengapa membuka hal-hal yang selama mereka sembunyikan yang tentunya sangat membahayakan mereka? Mereka tentu masih ingat bagaimana organisasi Illuminati diberangus dan para anggotanya diburu pemerintah Bavaria Jerman saat rahasianya terbongkar? Mereka juga tentu ingat bagaimana Eropa dilanda kerusuhan massal anti-yahudi setelah terbongkarnya dokumen "Protocols of Learned Elders of Zion"?

Saat ini adalah era informasi. Terima kasih pada internet yang telah memungkinkan semua informasi dapat diperoleh oleh semua orang secara cepat. Ketik "keyword" di mesin pencari Google tentang suatu organisasi rahasia dan ratusan bahkan ribuan referensi akan didapatkan baik yang benar maupun yang menyesatkan.

Keadaan ini tidak dapat dicegah lagi, meski beberapa organisasi zionis seperti Anti Demafation League (ADL) berupaya melakukan tekanan politik, ancaman maupun suap agar diadakan sensor terhadap internet. Untuk itu perlu dilakukan strategi baru: Disinformasi! Kalau masyarakat ingin mengetahui tentang suatu organisasi rahasia, kita berikan informasi itu namun yang menyesatkan. Maka kemudian publik, melalui industri film Hollywood maupun melalui buku-buku milik jaringan yang sama dengan Hollywood, dimanjakan dengan film-film dan buku-buku bertema organisasi rahasia yang dibalut dengan romantisme pop dan dipenuhi dengan informasi menyesatkan.

Menyaksikan hal-hal baru yang selama ini tersembunyi seperti simbol-simbol pagan, tempat-tempat bersejarah yang terlupakan, dan fakta-fakta tersembunyi yang disajikan film-film dan buku-buku populer tersebut, masyarakat mengira telah mendapatkan informasi yang benar. Kemudian mereka merasa puas dan kemudian kembali ke kehidupan normal seperti biasa.


National Treasure

Film petualangan ini dibuat oleh Walt Disney Pictures dan merupakan film keluarga yang memungkinkan ditonton oleh seluruh orang. Film ini bercerita tentang perburuan harta karun berdasarkan bukti-bukti peninggalan seorang anggota organisasi rahasia Freemasons pada jaman kemerdekaan Amerika.

Film ini dimulai dengan tokoh utama yang dimainkan oleh aktor terkenal Nicholas Cage. Di masa kecilnya sang tokoh utama berusaha mencari jejak sejarah keluarganya. Kemudian muncullah kakek sang tokoh utama yang tiba-tiba saja memiliki pemikiran untuk membuka rahasia keluarganya kepada cucunya. Sang kakek mulai dengan cerita tentang organisasi rahasia Knights Templars dan Freemasons.

Berikut ini adalah disinformasi yang diberikan oleh film ini: organisasi didirikan di dalam Kuil Sulaiman (Temple of Solomon) yang menyimpan harta karun peninggalan raja Sulaiman. Organisasi ini kemudian memboyong harta karun ini ke Eropa. Disebutkan bahwa organisasi ini selain menyimpan harta karun berbentuk emas dan perak juga menyimpan peninggalan-peninggalan sangat berharga seperti artifak-artifak kuno termasuk batu nabi Musa yang di atasnya tertulis 10 perintah Tuhan.

Para ksatria Templar berusaha menyelundupkan harta karun itu ke Amerika dan mengubah nama organisasi menjadi Freemasons. Di sinilah kepalsuannya. Para Templar tidak mengubah namanya pada masa kemerdekaan Amerika. Mereka dibubarkan oleh Raja Philip dari Perancis yang dibantu oleh Paus Roma pada tahun 1312 karena praktik keagamaan yang menyimpang serta praktik ribawi yang merugikan masyarakat, 400 tahun sebelum kemerdekaan Amerika.

"Menjadi organisasi yang tak tersentuh hukum selama dua abad, Templar tumbang kekuasaannya setelah jatuhnya tanah suci (Jerussalem, blogger) tahun 1307 (ke tangah Salahuddin, blogger). Semua anggota Templar di Perancis ditangkap dengan tuduhan bi'dah, homoseksual, menolak kekristenan, dan penyembahan berhala. Organisasi ini ditumpas oleh paus pada tahun 1312 dan Jacques de Molay, pemimpin tertinggi terakhirnya, dibakar hidup-hidup dua tahun kemudian.” - Sean Martin, "The Knights Templar".

Freemasons bukanlah organisasi yang didirikan di Amerika sebagaimana diklaim oleh Hollywood, melainkan organisasi rahasia Eropa yang telah berdiri sejak abad pertengahan. Di Amerika hanya terdapat cabangnya saja. Freemasons sama sekali tidak didirikan untuk melindungi warisan Templar melainkan organisasi para penganut paganisme yahudi sebagaimana organisasi Templar, Rosicrucians dan Illuminati. Selain menganut paganisme kuno, mereka juga memiliki visi menguasai dunia dalam satu tatanan baru dengan mereka sebagai penguasa.

Knights Templar didirikan sebagai respon seruan Paus Urbanus II untuk melancarkan perang salib. Dengan membonceng pasukan salib para Templar yang sejatinya adalah penyembah berhala warisan yahudi berhasil menduduki Jerussalem dari orang-orang Islam dalam Perang Salib I abad XI. Selama di tanah suci (Jerussalem) mereka mengembangkan ajaran mereka dan membawanya ke Eropa. Ajaran Templar dipenuhi dengan ibadah-ibadah penyembahan berhala, sihir, dan ajaran-ajaran sesat lainnya termasuk upacara orgy (seks bebas massal). Selain itu mereka juga mengembangkan institusi perbankan dengan bunga sebagai dasarnya.

Dengan perlindungan Paus yang korup, Knights Templar tumbuh sebagai organisasi paling kuat setelah gereja Roma. Para raja dan bangsawan banyak yang terjerat hutang kepada mereka sehingga harus rela menyerahkan properti dan kekuasaannya kepada mereka. Akibat kekuasaannya yang besar dan praktik-praktik bid'ahnya itu paral bangsawan dan masyarakat membenci mereka. Dan akhirnya di bawah kepemimpinan Raja Philips dari Perancis dan atas restu Paus Clement V, rakyat Eropa menumpas organisasi ini.

Freemasons dapat dikatakan sebagai pewaris Knights Templar dalam hal spiritualismenya. Dengan mengkaitkannya dengan Templar yang penuh mistis dan legenda, Freemasons tersembunyi dalam mistikisme dan romantisme. Banyak orang yang menganggap romantisme dan mistikisme itu sebagai fakta, sebagian lainnya menganggap semua hal berkaitan dengan Freemasons sebagai dongeng belaka.

Seperti cerita mistis lainnya, National Treasure mempunyai makna exotoris bagi masyarakat yang tidak peduli maupun mereka yang mulai peduli. Jika cerita exotoris digunakan untuk mengelabuhi publik, makna exoteris memberikan kebenaran tentang organisasi-organisasi rahasia.

"Harta karun kuno" yang dikawal oleh kebudayaan kuno merupakan pengetahuan okultisme (penyembahan berhala) yang dapat memenuhi kebutuhan material pemiliknya sekaligus memberikan akses kepada Tuhan. Harta karun ini hilang selama seribu tahun atau sejak munculnya agama kristen. Menurut film National Treasure, harga karun ini ditemukan oleh para ksatria Templar di Jerussalem di bawah reruntuhan Kuil Sulaiman dan dibawa kembali ke Eropa. Harta karun ini selanjutnya berpindah ke Amerika melalui organisasi-organisasi rahasia.

Tokoh dalam film ini, Ben Gates (Nicholas Cage), diceritakan dalam pencarian harta karun tersebut yang secara simbolis berada di bawah Gereja Trinity di New York, di bawah satu lubang rahasia. Untuk mencapai tempat tersebut Ben harus menyalakan benda pusaka "obor Lucifer". Dalam keyakinan freemasons Lucifer melambangkan dewa pemberi ilmu pengetahuan. Lucifer merupakan pengimbang dari dewa Adonay, dewa kegelapan dan kejahatan.

Dan akhirnya, berkat obor Lucifer, Ben Gates berhasil menemukan harta karun yang telah menjadi benda paling dicari selama ribuan tahun. Di akhir cerita, Ben Gates meminta kepada pejabat FBI untuk tidak menahannya. Sang pejabat FBI, seorang anggota Freemasons dilihat dari cincin yang dikenakannya, menjawab, "seseorang harus dihukum karena mencuri Proklamasi Kemerdekaan Amerika." Gambar berikutnya memperlihatkan beberapa orang, bukan anggota Freemasons, ditangkap oleh polisi meski tidak melakukan kesalahan apapun. Sementara itu Ben Gates di akhir cerita tampak bahagia dengan harta kekayaan yang ditemukannya.

Kita melihat bagaimana pesan yang disampaikan: anggota organisasi rahasia berada di atas hukum.


Angels and Demons

Film ini berdasar novel karangan Dan Brown yang juga menulis novel The Da Vinci Code. Bercerita tentang organisasi rahasia Illuminati dan permusuhannya dengan Gereja Roma. Sang tokoh, Robert Langdon (dimainkan oleh aktor Tom Hanks) berjuang melintasi lika-liku kota Roma untuk menyelamatkan Gereja Vatican dari bom waktu yang dipasang oleh anggota Illuminati.

Pada halaman pertama novel Angels and Demons tertulis: Organisasi rahasia Illuminati adalah fakta, memaksa para pembacanya untuk mempercayai apapun yang tertulis di dalam novel, meski sebenarnya banyak terdapat penyimpangan.

Salah satu penyimpangannya adalah pernyataan Langdon tentang Illuminati sebagai organisasi yang dibentuk oleh Galileo Galilei sebagai reaksi atas penolakan Gereja Roma atas teori heliosentrisnya. Fakta sebenarnya adalah Illuminati didirikan di Bavaria Jerman oleh Adam Weishaupt pada tahun 1776, atau 130 tahun setelah kematian Galileo, seorang ilmuan Italia.

Disebutkan dalam film ini bahwa organisasi Illuminati dimusuhi dan ditumpas oleh Gereja Romawi karena mengajarkan ilmu pengetahuan yang bertentangan dengan keyakinan gereja. Penkaitan Illuminati dengan Galileo adalah sebuah upaya untuk mengasosiasikan organisasi rahasia yang jahat ini dengan kebaikan dan menyembunyikan fakta yang sebenarnya. Faktanya adalah organisasi ini dibubarkan oleh raja Bavaria karena terungkap rencananya untuk merebut kekuasaan dengan cara keji.

Beberapa program Illuminati yang terbongkar adalah:

1. Penghancuran agama kristen dan kerajaan-kerajaan di dunia.
2. Penghancuran negara-negara untuk digantikan dengan pemerintahan global.
3. Penghancuran nilai-nilai patriotisme (cinta tanah air) dengan mengasosiasikannya sebagai "kecurigaan" dan "pemikiran sempit" yang bertentangan dengan nilai-nilai "persaudaraan universal".
4. Penghancuran nilai-nilai keluarga dan perkawinan melalui cara-cara sistematis.
5. Penghancuran hak-hak waris dan kepemilikan.

Organisasi dibubarkan oleh penguasa Bavaria setelah terbongkarnya dokumen rahasia program Illuminati sebagaimana tersebut di atas. Namun organisasi ini secara diam-diam berhasil meleburkan diri kepada organisasi Freemasons, organisasi rahasia lain yang awalnya lebih ideal memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.

Sebagai tambahan, berdasarkan dokumen Protocols of Learned Elders of Zion diketahui bahwa organisasi-organisasi rahasia diciptakan sebagai tameng dari
para "Learned Elders of Zion" atau para pemimpin yahudi yang bekerja di balik layar. Dengan adanya organisasi-organisasi rahasia itu keberadaan mereka semakin sulit untuk dideteksi. Mereka bersembunyi di balik rahasia. Rahasia di balik rahasia.

Di era modern ini organisasi-organisasi tersebut telah berubah bentuk menjadi organisasi rahasia seperti Bilderberger Group, Trilateral Commision, Council for Foreign Relation, Paris Club (organisasi yang pernah menjadi sumber hutang luar negeri utama Indonesia) dan sebagainya.

Sekedar tambahan juga bahwa novel-novel karangan Dan Brown, termasuk Angles and Demons dan The Da Vinci Code (bertema tentang legenda cawan suci, penghancur keimanan dasar Kristen), diterbitkan oleh penerbit Random House, salah satu jaringan media milik keluarga Newhouse yang dikenal sebagai zionis berpengaruh di Amerika.

Kembali ke film Angels and Demons, meski pada akhirnya Robert Langdon berhasil mencegah hancurnya Gereja Vatican oleh bom yang dipasang oleh anggota Illuminati, namun sepanjang film penonton disuguhi dengan adegan-adegan penghancuran nilai-nilai keimanan agama Katholik. Beberapa contoh di antaranya: para kandidat paus dikerangkeng seperti binatang, penyaliban dan pembakaran hidup-hidup seorang kandidat paus di dalam gereja, kuburan seorang paus yang baru dimakamkan dibuka kembali dan memperlihatkan wajahnya yang mengerikan.

Dengan menyaksikan film ini diharapkan penonton mendapatkan kesan bahwa Illuminati adalah sekedar dongeng belaka. Jika kemudian terbukti keberadaannya, organisasi ini diasosiasikan sebagai organisasi para ilmuwan pencari kebenaran. Gereja Katholik adalah institusi yang kotor yang harus ditinggalkan karena bertentangan dengan nilai-nilai keilmuan.

Sepanjang film ini keberadaan Illuminati disembunyikan sembari tetap menjaga agendanya menghancurkan agama-agama di dunia.