Tuesday, 10 April 2018

Cina Kirim Pesan Jelas ke Amerika

Indonesian Free Press -- Cina mengirim pesan tegas kepada Amerika dan sekutu-sekutunya tentang kesiapan Cina berkonfrontasi melawan Amerika. Pesan ini berkaitan dengan langkah Cina menggelar latihan militer besar-besaran di Laut Cina dan Pasifik Barat bulan ini.

Seperti dilaporkan Sputnik News, Senin (9 April), Cina awal bulan ini menggelar latihan perang besar-besaran di Laut Cina Selatan. Cina mengerahkan kapal induk Liaoning dan 40 kapal perang pendukung dalam latihan tersebut. Latihan ini digelar hampir bersamaan dengan latihan perang yang digelar Amerika di kawasan yang sama dimana Amerika mengerahkan 3 kapal induknya.


Tidak berhenti di sini. Setelah latihan ini, Cina akan menyusul dengan latihan perang di kawasan yang lebih jauh, yaitu di Pasifik Barat. Seperti dilaporkan Sputnik News, Kemenhan Cina bulan ini juga telah mengumumkan rencana latihan militer besar-besaran di Pasifik Barat. Militer Cina mengungkapkan latihan ini akan melibatkan kapal-kapal dan pesawat-pesawat tempur terbarunya, termasuk SU-30 dan Xian H-6 Bomber.

"Cina ingin menunjukkan kepada dunia tentang tekadnya untuk menjaga 'kue ekonomi' yang dimilikinya selama reformasi yang berlangsung selama 40 tahun," kata analis militer Cina Zhou Chenming kepada South China Morning Post.

Kepada Sputnik News, pakar politik dan militer dari Nanyang Technological University, Dr. Collin Koh Swee Lean, mengatakan latihan-latihan perang ini merupakan pesan jelas tidak saja pada Amerika, juga kepada negara-negara sekutu Amerika yang 'turut campur' dalam konflik di Laut Cina, seperti Jepang, Australia dan negara-negara Barat.

Pada saat yang sama, Cina juga menggelar latihan khusus kapal induk pertama buatannya. Kapal raksasa berbobot 77.000 ton ini dirancang untuk bisa mengangkut 48 pesawat, merupakan kapal induk pertama yang sepenuhnya dibuat oleh Cina. Sebelumnya Cina telah memiliki kapal induk Liaoning yang sebelumnya adalah kapal induk milik UNi Sovyet.

"Penggelaran kapal induk Tipe 001A ini merupakan bentuk komitmen kuat Cina untuk menjaga kepentingannya di Laut Cina," tulis Newsweek, 28 Maret lalu.


Hubungan dengan Rusia Berkaitan dengan Amerika

Sementara itu South China Morning Post (SCMP) melaporkan pekan lalu (4 April), bahwa Cina telah mengirim pesan tegas ke Amerika terkait dengan kunjungan Menhan Cina ke Rusia.

"Pernyataan keras yang tidak biasa dari Menhan Jendral Wei Fenghe dalam pertemuan dengan Menhan Rusia Sergei Shoigu mencerminkan kerjasama yang terus menguat antara kedua negara komunis yang bersaingan," tulis SCMP.

Berbicara di Moscow, Wei menekankan bahwa Cina tengah “menunjukkan kepada dunia perkembangan yang tinggi dari hubungan bilateral kedua negara serta tekad kuat angkatan perang kedua negara untuk memperkuat kerjasama strategis.”

"Biarkan Amerika tahu tentang hubungan dekat antara militer Cina dan Rusia," kata Wei.

Dalam novel 'The Ghost Fleet' disebutkan bagaimana Rusia dan Cina bersekutu melawan Amerika dalam perang nuklir.(ca)

2 comments:

Wanto Kribo said...

AS & NATO Pasti ter birit2 bila dua raksasa ini mengerahkan militernya untuk basmi mereka.

Kasamago said...

Pasifik adalah palagan Perang Dunia selanjutnya..

Indonesia wajib kuat guna mengimbangi kedua poros kekuatan